Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Rena Fauziah; Fasya Nur Sa’bani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dewasa ini penggunaan bahasa Indonesia baik dan benar dalam komunikasi siswa dirasa semakin berkurang. Menurunnya semangat untuk menggunakan bahasa secara baik dan benar saat ini menjadi topik yang penting untuk dikaji. Maka dari itu, sebagai pemakai bahasa Indonesia selayaknya memiliki rasa kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia. Namun di lingkup perguruan tinggi, sikap berbahasa yang positif belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa. Kesadaran rasa setia, bangga memiliki, dan memelihara bahasa Indonesia tampaknya masih kurang. Hal ini disebabkan mahasiswa cenderung bersikap lebih percaya diri ketika menggunakan Bahasa Asing dibandingkan dengan Bahasa Indonesia. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, tugas tersebut malah hanya dibebankan kepada para guru dan dosen Bahasa Indonesia. Paradigma seperti ini semestinya dapat diubah karena membiasakan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar akan menuai hasil maksimal dalam peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Pemahaman bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar diperlukan bagi mahasiwa agar mempunyai sikap positif dalam menggunakan bahasa Indonesia. Sikap berbahasa Indonesia yang positif dapat ditunjukkan dalam bentuk kesetiaan berbahasa, kebanggaan berbahasa, dan kesadaran adanya norma bahasa.

Dyah Larasati; Putri Aulya Andriani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak Lunturnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu tampaknya mulai marak di kalangan generasi muda. Banyak sekali generasi muda yang justru bangga ketika dalam kesehariannya fasih dalam berbahasa asing dan justru tidak memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Di tengah keironian tersebut, penulis memberikan analisis singkat mengenai betapa pentingnya berbahasa Indonesia dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme. Diharapkan dengan adanya analisis singkat ini akan menyadarkan generasi muda betapa pentingnya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Analisis kali ini menggunakan metode analisis deskriptif dimana penelitian berusaha mendiskripsikan suatu fenomena atau kejadian yang terjadi yang datanya berupa sajian data lisan ataupun tertulis dari orang-orang disekitar kawasan objek penelitian yaitu bahasa Indonesia itu sendiri. Dari analisis singkat ini didapatkan kesimpulan bahwa untuk membentuk generasi bangsa yang nasionalis dapat dimulai dari langkah kecil seperti membiasakan diri sendiri untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian dan terus menerus mengasah kemampuan berbahasa Indonesia baik melalui keterampilan menulis ataupun berbicara.

Maylinda Aulia Putri; Lionie Andriana

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah mengenali peserta didik tentang keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai tujuan dan fungsinya. Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien, baik secara lisan maupun tulisan,bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara, memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan benar untuk berbagai tujuan, menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara  intelektual,emosional dan sosial, mengunakan dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan menghargai dan membanggakan sastra Indonesia.

Rabi Dzaky Ryzkullah; Muhamad Rifan Sidqhi

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini merupakan kajian tentang seberapa bangga warga negara Indonesia khususnya para mahasiswa program studi Perbankan Syari’ah Universitas Islam Bandung dalam menggunakan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi para mahasiswa seberapa bangga mereka dalam menggunakan bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode kuisioner. Metode deskriptif yaitu penelitian yang bersifat mengumpulkan, mengolah data, dan menganalisis pada waktu penelitian. Metode kuisioner yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi serangkaian pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada responden untuk dijawab. Kami melakukan penelitian ini karena pada nyatanya masih banyak yang merasa kurang bangga menggunakan bahasa Indonesia. Melalui artikel ini dapat disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti seberapa bangga warga Indonesia menggunakan bahasa Indonesia yang terjadi dalam ruang lingkup yang lebih luas dan penelitian juga dapat dikembangkan dengan teori dan metode lainnya.

Novi Rosmayanti; Naya Novianti Ramanda

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa negara dan bahasa nasional selama ini kurang mampu dibanggakan oleh semua generasi muda kita. Fenomena itu tampak ketika mereka berbicara tidak sepenuhnya mengerti tentang bahasa Indonesia. Masyarakat lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada bahasa Indonesia dan generasi muda kurang tertarik untuk belajar bahasa Indonesia sehingga pembelajaran tidak dapat sikap bangga terhadap bahasa sendiri. Karena bahasa merupakan komponen terpenting dalam kehidupan manusia untuk berkomunikasi.

Baiq Sabrina Awanis; Farhah Fitrotun Nisa

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 25 Bahasa Indonesia merupakan identitas bangsa, kebanggaan bangsa, alat pemersatu suku bangsa, dan alat komunikasi antar daerah dan budaya daerah. Oleh karena itu, sebagai pengguna bahasa Indonesia, Anda harus bangga menggunakan bahasa Indonesia. Namun, pada generasi muda saat ini, sikap positif terhadap bahasa belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian besar generasi muda, tampaknya masih kurang. Hal ini dikarenakan generasi muda cenderung lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa asing dibandingkan dengan negara asalnya. Agar generasi muda masa kini aktif menggunakan bahasa Indonesia, maka perlu membahas bahasa Indonesia sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sikap positif terhadap orang Indonesia diwujudkan dalam bentuk kesetiaan terhadap bahasa, kebanggaan terhadap bahasa, dan kesadaran akan norma bahasa.

Nurlaela Az Zahra; Wulan Ambarwati

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Over the years, Indonesian has developed into the state language and national language, but many Indonesians cannot be proud of it. When they talk about Indonesia without really understanding it, the fact is clear. One of the reasons for this lack of pride is the implementation of the educational process by the government, the community, and the teaching staff. Although there are several rules regarding the use of the Indonesian language, the government has not taken serious action against public violations. people are more proud to use a foreign language than Indonesian, and young people today are less interested in learning it so they cannot create pride in their language, namely Indonesian.

Ade Putra Ode Amane; Sri Ayu Laali; Freshdy Nia; Maria Ulfa; Rifat Hakim +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

The research method in data collection uses primary data and secondary data and the technical model of data analysis uses an inductive model. The Week of Admission of New Members (PPAB) for the GMNI Luwuk-Banggai Branch Leadership Council will be held on 24-26 September 2022 at the General Assembly Hall (BPU) of Luwuk Village, Luwuk District, Banggai Regency with the theme "Forming Progressive Marhaenis Members Towards a Golden Indonesia 2045". The participants of the activity were students from Luwuk Muhammadiyah University, Luwuk Tompotika University and Luwuk Banggai Computer and Informatics Management Academy. There were 13 participants who passed the PPAB, namely Aprianto Dukalang, Gita Hi Musa, Moh. Nabil Saputra Samali, Aurel Juliana Sambuhak, Afriani Hamzah, Ronal Nang, Awaludin Mulayo, Wandrik Ndilaman, Rizki amaliyah, Yosua Arifin Wakim Avenda Gultom, Matias A. Pompana, Arbia Bidilah and Sarbia Sapae.

Khoerunnisanaj; Haikal alif sya’bani

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Informasi dan teknologi yang berkembang pesat pastinya berdampak pada meningkatnya penggunaan media sosial di masayarakat. Perkembangan media sosial seperti facebook, instagram, youtube dan lain-lain, telah menumbuhkan gaya hidup baru di masyarakat. Media sosial seperti youtube merupakan media komunikasi dan informasi yang sedang eksis di tengah-tengah masyarakat. kami ingin meneliti berbagai ragam bahasa komunikasi di chanel youtube kimbab family yang mana notabene keluarganya berdarah korea, dan kebetulan tinggal di korea.

Nadya Fatimah Azzahra; Fatimah Azzahra

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Artikel ini mengetengahkan hasil wawancara dengan salah satu satpam di Universitas Islam Bandung, tentang sikap bangga berbahasa Indonesia. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengatahui apakah warga Indonesia bangga dengan Bahasa nasional yang digunakan saat ini. Metode yang digunakan adalah wawancara langsung yang direkam dengan responden, wawancara dilakukan terhadap seorang satpam dan dianggap mewakili sikap semua satpam di Universitas Islam Bandung. Hasil wawancara menunjukan bahwa seorang satpam bangga menggunakan Bahasa Indonesia. Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa Bahasa Indonesia merupakan Bahasa nasional yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat dalam kehidupan sehari hari dan itu merupakan salah satu contoh paling mudah untuk dilakukan sebagai bentuk bangga berbahasa Indonesia.