Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 101-120 of 894

Analytics

Maimunah, Susi Marti

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi sentuhan yang dapat mendukung tumbuh kembang bayi, termasuk membantu mengatasi gangguan tidur. Meskipun praktik ini telah dikenal secara tradisional di Indonesia, pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan teknik pijat bayi yang tepat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang Pijat bayi terhadap minat melakukan Pijat bayi kepada tenaga kesehatan di Tempat Praktek Mandiri Bidan (TPMB) Iswati, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 1–12 bulan sebanyak 30 orang, dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square melalui aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan minat melakukan baby massage ke tenaga kesehatan(p-value = 0,020 ; < alfa = 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu, maka semakin besar pula minat mereka untuk melakukan pijat bayi secara profesional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program edukasi bagi ibu mengenai pentingnya pijat bayi, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.

Antonius Bambang Doso Susanto; Honorata Ratnawati Dwi Putranti

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan buatan (AI) dan konsep teologis penciptaan manusia 'Imago Dei' sebagaimana digambarkan dalam Kitab Kejadian 1 (satu). Penciptaan manusia menjadi mahkota kisah penciptaan, manusia diciptakan dengan martabat tertinggi sedangkan AI hadir seolah melebihi manusia. Dengan mempertimbangkan bahwa AI hanya alat yang mewakili bentuk kreativitas manusia yang baru dan maju. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjembatani gap pengetahuan antara pengembangan AI dan pemahaman teologis tradisional tentang peran manusia sebagai co-creator. Artikel ini memberikan wawasan sejauh mana AI dapat dipandang sebagai ekstensi atau penyimpangan dari mandat kreatif manusia dan menilai implikasi etis yang terkait. Melalui analisis literatur interdisipliner, studi ini membahas pertanyaan tentang identitas manusia dalam era teknologi dan bagaimana inovasi AI dapat diintegrasikan ke dalam kerangka kerja kepercayaan agama. Penelitian ini tidak hanya mengungkapkan tantangan teologis yang disajikan oleh AI tetapi juga menawarkan perspektif baru pada tanggung jawab dan batasan manusia dalam penciptaan teknologi. 

Nata Hening Graita Prameswari; Vicky Verry Angga

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa merupakan salah satu bentuk pemukiman manusia yang telah ada sejak zaman prasejarah. Desa biasanya sangat tergantung pada sumber daya alam lokal untuk kehidupan sehari-hari, seperti air, tanah, dan hutan. Meskipun demikian, perkembangan zaman telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan desa. Globalisasi, urbanisasi, dan teknologi telah mengubah pola hidup dan struktur sosial di banyak desa di seluruh dunia, salah satunya ialah Desa Sumberrejo. Artikel ini menyelididki asal usul Desa Sumberrejo, sebuah desa yang kaya akan sejarah dan warisan budaya. Dengan menganalisis berbagai sumber sejarah, peniliti mengungkap jejak perjalanan sejarah Desa Sumberrejo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan library research dan wawancara. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan secara rinci bagaimana terbentuknya nama desa Sumberrejo. 

Ravi Fadila Hafis; Wirawan Wirawan

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Flywheel is an important element in the motor starter system due to its ability to store relase kinetic energy during the rotation process. This study aims to evaluate the effect of rotation speed variation and flywheel geometry shape on the kinetic energy produced, assuming the flywheel mass is fixed. The analysis is conducted through theoretical approach and numerical simulation using the rotational kinetic energy equation, with I as the moment of inertia that depends on the geometry shape,and as the angular velocity and shape of  the flywheel. The results show that the geometry shape greatly affects the moment of inertia, and at the same angular velocity, the flywheel with larger moment of inertia is able to store more kinetic energy. The conclusion of this study provides recommendations in the selection of the optimal flywheel design to improve the efficiency of the motor starter system.

Adelina Fitri Tanjung; Adriana Bangun; Dea Novita Sari; Winda Cristina Manurung; Erinda Pasaribu

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan sebuah proses penting yang mengedepankan kesiapan bayi dalam menyambut makanan yang akan dikonsumsinya. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini di klinik pratama citra periode mei-juni Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan data primer dengan tehnik total samppling pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan subyek penelitian 30 orang ibu yang mempunyai anak usia 0-6 bulan. Analisa data dalam bentuk distribusi frekuensi dengan persentase. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian makanan tambahan pendamping ASI terlalu dini di klinik pratama citra periode mei-juni Tahun 2024, berdasarkan Umur  mayoritas pada umur 20-35 tahun sebanyak 10 orang (33,33%) dan minoritas berpengetahuan baik dan cukup berdasarkan umur <20 tahun dan 20-35 tahun masing-masing sebanyak 2 orang (6,67%), berdasarkan pekerjaan ibu yang bekerja sebanyak 8 orang (26,67%) dan minoritas berpengetahuan baik berdasarkan ibu nifas yang tidak bekerja sebanyak 1 orang (3,33%), berdasarkan pendidikan ibu pada tingkat pendidikan perguruan tinggi sebanyak 7 orang (23,33%) dan minoritas berpengetahuan kurang berdasarkan pendidikan SMA sebanyak 1 orang (3,33%). Dari penelitian ini diharapkan kepada ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan di klinik pratama citra agar lebih banyak mencari informasi dan meningkatkan lagi pengetahuan tentang pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini.

Mahmud, Salwa; Lasimpala, Fadil; Moonti, Roy Marthen; Kasim, Muslim A.

Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Eksekusi hak tanggungan merupakan salah satu upaya penyelesaian kredit bermasalah yang diberikan kepada kreditor sebagai bentuk perlindungan hukum atas jaminan kebendaan. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan eksekusi hak tanggungan di Pengadilan Negeri seringkali mengalami hambatan baik secara administratif maupun teknis hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan eksekusi hak tanggungan dalam penyelesaian kredit bermasalah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan eksekusi hak tanggungan masih belum efektif karena panjangnya proses birokrasi peradilan, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap hukum jaminan, serta belum optimalnya peran lembaga peradilan dalam mempercepat proses eksekusi. Dibutuhkan reformasi regulasi dan percepatan proses eksekusi melalui penguatan peran pengadilan dan sistem administrasi eksekusi yang terintegrasi.

Widya Ayu Angelica; R. Indriyanto

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The art of barongan is a form of art found in Blora Regency, Central Java. One of the barongan groups that still exists today is the Barong Singo Kubro. It is a form of traditional performing art that has developed in Balongrejo Village, Banjarejo District, Blora Regency. The performance has an initial pattern, a core pattern, and a final pattern, and it contains elements of performance such as themes, characters, movements, costumes, make-up, stage arrangement, and props. This research aims to describe the form of the performance. The approach used is descriptive qualitative with techniques of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the performance is arranged in a colossal manner, consisting of an opening barong, small bujangganong, large bujangganong, kerah barongan, jaranan, dadak merak, extreme attractions, and a closing barongan.

Nurrohmah, Faiza Intan; Wartoyo, Wartoyo; Sari, Ama Farida

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk kegiatan yang dilakukan ekstrakurikuler KIR SMK Negeri 1 Mojosongo yang dapat menguatkan kreativitas dan berpikir kritis pada anggota KIR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Strategi penelitian ini menggunakan pendekatan studi analisis. Subjek penelitian ini adalah waka kesiswaan, pembina, dan anggota ekstrakurikuler kelompok ilmiah remaja. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk kegiatan yang dilakukan di ekstrakurikuler KIR meliputi kegiatan penelitian dan perlombaan. Dalam tahapan kegiatan penelitian telah memuat kelima indikator penguatan berpikir kritis yaitu ketrampilan menganalisis pada kegiatan pengujian, ketrampilan mensintesis/menggabungkan pada kegiatan perolehan informasi dari jurnal, ketrampilan memecahkan masalah, ketrampilan menyimpulkan serta ketrampilan mengevalusi pada setiap tahapan penelitian. Selain itu kreativitas para anggota selalu diasah dengan kegiatan penemuan ide/tema penelitian yang akan dilakukan. Kata Kunci : Kreativitas, Berpikir Kritis, Kelompok Ilmiah Remaja ABSTRACT The purpose of this study was to determine the form of extracurricular activities carried out by SMK N 1 Mojosongo KIR which can strengthen creativity and critical thinking in KIR members. This research method was a qualitative descriptive method. The research strategy used was an analysis study. The subjects of this study were the vice principal of student affairs, the supervisor, and members of the extracurricular youth scientific group. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The validity test of the data used was by using source triangulation and method triangulation. The research data was analyzed using qualitative descriptive techniques with an interactive analysis model. The results of this study could be concluded that the forms of activities carried out in the KIR extracurricular were research and competition activities. In the research activity stage, there are 5 indicators of strengthening critical thinking such as analytical skills in testing activities, synthesis skills/combining information acquisition activities from journals, problem-solving skills, conclusion skills and evaluation skills for each stage of the research. In addition, the creativity of the members is always honed through activities to find ideas/themes for research to be carried out. Keywords : Creativity, Critical Thinking, Youth Scientific Group

Nur Oktavia, Bella; Sutoyo, Sutoyo; Trisiana, Anita

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini: 1) Untuk menganalisis game edukasi "KARISMA" dalam pembentukan karakter Merdeka Belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta tahun ajaran 2024 / 2025. 2)  Untuk mendeskripsikan persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta dalam penggunaan game edukasi "KARISMA" dalam pembelajaran pada tahun ajaran  tahun ajaran 2024 / 2025. Bentuk  penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini melibatkan guru PPKn kelas VIII dan siswa kelas VIII. Sumber data yang digunakan sumber primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik deskripsif kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: 1) Game edukasi "KARISMA" memiliki kontribusi positif terhadap pembentukan karakter Merdeka Belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta tahun ajaran 2024/2025. Game ini dirancang untuk menerapkan nilai-nilai karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka Belajar. 2)  Persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta terhadap penggunaan game edukasi "KARISMA" dalam pembelajaran cenderung positif. Persepsi siswa pada game ini sebagai media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Game "KARISMA" tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif, kreatif, dan mandiri dalam belajar. Kata Kunci : Persepsi, Game Edukasi, “KARISMA”     The objectives of this study were: 1) To analyze the educational game "KARISMA" in the developing Merdeka Belajar characters in class VIII students of SMP Negeri 18 Surakarta in the 2024/2025 academic year. 2) To describe the perceptions of class VIII students of SMP Negeri 18 Surakarta in the use of the educational game "KARISMA" in the 2024/2025 academic year. This research method is qualitative descriptive. The subjects of this study were civics teachers in grade and students in grade VIII. The data sources used are primary sources and secondary data sources. Data collection techniques used were through observation, interviews, documentation. Data validity testing was carried out using source triangulation and methods triangulation. The data in this study were analyzed using qualitative descriptive techniques with an interactive analysis model. The results of this study  could be e concluded: 1) The educational game "KARISMA" has a positive contribution to the development of the Merdeka Belajar character in students in class VIII students of SMP Negeri 18 Surakarta in the 2024/2025 academic year. This game is designed to apply  character values ​​in accordance with the Profil Pelajar Pancasila which was in accordance  with the principles of the Merdeka Belajar Curriculum. 2) The perception of students in class VIII towards the use of the educational game "KARISMA" in tended to be positive. The Students' perceptions of this game as an innovative, interesting, and relevant learning media to students' needs. The "KARISMA" game not only improves students' understanding of the learning material, but also motivates them to be more active, creative, and independent in learning. Keywords: Perception, Educational Game, "KARISMA"

Azzahra Nabilla Atha; Erika Dwi Susanti; Azizah Zahra Nur Fitria; Erlanda Islami Pasha; Elsa Trisna Sari +3 more

Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa 2025 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

This study aims to evaluate the effectiveness of using Methylene Blue stain in the microscopic observation of frog skin cell structures. Cell staining is an essential technique in histological studies, as it enhances the visibility of cellular components that are otherwise difficult to observe without contrast. Methylene Blue is known to have a high affinity for acidic components within the cell nucleus, thus providing a clearer depiction of nuclear and cell membrane structures. This research employed a descriptive experimental method by preparing frog skin tissue samples stained with Methylene Blue and observing them under a light microscope. The results indicated that Methylene Blue staining produced high contrast, allowing for the identification of hexagonal-shaped cells and dark, centralized nuclei. The obtained microscopic images revealed a uniform distribution of cells with clearly observable morphological structures. Therefore, Methylene Blue is proven to be effective in enhancing the microscopic visualization of epithelial tissue in frog skin and is recommended for use in both educational and basic biological research contexts.

Azzahra Nabilla Atha; Erika Dwi Susanti; Azizah Zahra Nur Fitria; Erlanda Islami Pasha; Elsa Trisna Sari +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to evaluate the effectiveness of using Methylene Blue stain in the microscopic observation of frog skin cell structures. Cell staining is an essential technique in histological studies, as it enhances the visibility of cellular components that are otherwise difficult to observe without contrast. Methylene Blue is known to have a high affinity for acidic components within the cell nucleus, thus providing a clearer depiction of nuclear and cell membrane structures. This research employed a descriptive experimental method by preparing frog skin tissue samples stained with Methylene Blue and observing them under a light microscope. The results indicated that Methylene Blue staining produced high contrast, allowing for the identification of hexagonal-shaped cells and dark, centralized nuclei. The obtained microscopic images revealed a uniform distribution of cells with clearly observable morphological structures. Therefore, Methylene Blue is proven to be effective in enhancing the microscopic visualization of epithelial tissue in frog skin and is recommended for use in both educational and basic biological research contexts.

Ilawati Ilawati; Kuntoro Kuntoro

Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study investigates the forms and functions of language registers across diverse social contexts, including traditional markets, professional communities, digital media, and podcasts, through a literature review of ten scholarly articles published in accredited journals between 2021 and 2025. Employing a descriptive qualitative approach, the data were analyzed to identify linguistic variations that reflect specific social contexts, situations, and communicative purposes, aligned with Halliday’s (1978) concept of register, which emphasizes language adaptation to social contexts. The findings indicate that register forms encompass specific words, phrases, abbreviations, acronyms, and reduplications. Their communicative functions include instrumental, interactional, representational, and regulative roles, which enhance communication efficiency and preserve cultural identity. This study provides insights for researchers, educators, and practitioners to leverage registers in contextual communication.

Ciek Julyati Hisyam; Mayang Puti Seruni; Alya Fatma Hadi; Dina Lestari; Fatimah Az-Zahra +2 more

Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

The phenomenon of gang fights between groups has become a serious problem for all parties. Gang fights reflect the fragility of social control and the weak internalization of values of discipline and tolerance among teenagers. In addition, the cause of gang fights carried out by a number of students is based on pride and environmental influences that encourage them to engage in deviant behavior or even criminal acts. This study aims to describe the definition and characteristics of gang fights, examine gang fights as a form of social deviance, and identify the social deviance impacts caused by gang fights. This study uses a qualitative approach. Data collection was conducted through in-depth interviews and literature review. The study concluded that forms of social deviance such as gang fights are learned through intensive social interaction within peer groups, as explained by Differential Association Theory. Thus, gang fights as deviant behavior do not simply arise spontaneously, but are the result of a continuous social learning process in a supportive environment, where values of violence and group solidarity are formed and passed down from one individual to another. 

Fitra Triulan H Hilali; Sri Andini Molangga; Anggraini Mertosono; Miranda B. Djaliati

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Anak Usia Dini 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalis tantangan literasi yang dihadapi oleh anak usia dini dalam kelompok B TK Negeri Handayani Tonala, khususnya dalam hal menulis dan mengenal huruf abjad kecil. Kesulitan dalam mengenal bentuk dan menulis huruf kecil berdampak pada perkembangan literasi awal anak yang merupakan fondasi bagi kemampuan membaca dan menulis lanjutkan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data berupa obsevasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor utama kesulitas anak terletak pada kurangnya variasi media pembelajaran, metode mengajar yang belum menyenangkan, serta kurangnya latihan motorik halus.Rekomendasi dari penelitian ini adalah penggunan pendekatan bermain dan media visual interaktif untuk mendukung pengenalan huruf dan keterampilan menulis anak usia dini.

Hidayati, Risky Nur; Bian Avrilibel, Yolanya; Aisyah Siswandi, Alfina; Warda Fauzia, Aisya

Zakat fitrah adalah salah satu kewajiban utama dalam ajaran Islam yang memiliki aspek spiritual dan sosial. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis zakat fitrah dari sudut pandang fiqih Islam, dengan menitikberatkan pada tiga pokok bahasan: kewajiban, waktu pelaksanaan, dan mekanisme penyalurannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi pustaka, yang merujuk pada literatur klasik (kutub al-turats) maupun kontemporer dalam fiqih Islam dari berbagai mazhab. Temuan menunjukkan bahwa zakat fitrah merupakan kewajiban individu (fardhu ‘ain) yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu, sebagai bentuk pembersihan diri serta solidaritas sosial. Waktu pelaksanaannya telah ditentukan secara khusus, dimulai sejak awal bulan Ramadhan hingga sebelum salat Idulfitri, dengan waktu terbaiknya adalah malam hingga pagi hari sebelum salat dilaksanakan. Dalam distribusinya, mayoritas ulama berpendapat bahwa zakat fitrah harus disalurkan kepada pihak yang berhak (mustahik), terutama fakir dan miskin, dalam bentuk bahan makanan pokok sesuai kebiasaan masyarakat setempat, meskipun sebagian ulama memperbolehkan dalam bentuk uang. Studi ini menekankan pentingnya pemahaman fiqih yang mendalam agar zakat fitrah dapat berfungsi secara optimal sebagai sarana keadilan sosial dan penyucian jiwa dalam kehidupan masyarakat.

Nadila, Nadila; Jenni Getbriela T; Nor Latifah

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan stabilitas paracetamol dalam berbagai bentuk sediaan farmasi: tablet, sirup, dan suppositoria. Stabilitas merupakan parameter penting yang memengaruhi keamanan, efektivitas, dan masa simpan suatu produk obat. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskriptif dengan uji stabilitas dipercepat pada sampel yang disimpan dalam suhu dan kelembapan terkendali selama 3 bulan. Parameter stabilitas fisik dan kimia, seperti karakteristik organoleptik, pH, disolusi, dan kadar zat aktif, dievaluasi secara berkala. Hasil menunjukkan bahwa sediaan tablet mempertahankan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan sirup dan suppositoria, dengan perubahan minimal pada tampilan fisik dan kadar zat aktif. Sediaan sirup cenderung mengalami degradasi pH dan risiko kontaminasi mikroba, sementara suppositoria menunjukkan deformasi ringan dan migrasi zat aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan bentuk sediaan berperan penting dalam menjamin stabilitas jangka panjang sediaan paracetamol. Penelitian ini memberikan referensi penting bagi perumusan dan penyimpanan sediaan farmasi.

Dicky Syahfrizal; Aziz Isroq

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2025 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This paper aimed to research about Badi‟ style in al-Qur‟an‟s passages. This research used one aspects of Balaghah, tauriyah, and spoke about alQur‟an‟s passages which contains tauriyah style dan the secret behind its using. The objects of this research come from al-Qur‟an‟s passages using style of language/balaghah analysis, especially Ilmu Badi‟ which concentrated to beauty of meaning (muhassinaat ma’nawiyyah)  and importance of understanding tauriyah for another studies focused their object based on al-Qur‟an, directly or not. This paper find that there are at least 10 passages which contains tauriyah in al-Qur‟an, they are al-Baqarah: 143, al-An‟am: 60, at-Taubah: 21, Yunus: 92, Yusuf: 42, Yusuf: 96, Thaha: 5, adz-Dzariyat: 47, ar-Rahman: 6 and  al-Ghasiyah: 8.  This number of passages erase the old paradigm that recognite only 3 passages in alAn‟am: 60, Thaha: 5 and adz-Dzariyat: 47. Understanding tauriyah became important in Tafsir studiy and isthinbatu’l ahkaam in Ushu‟l Fiqh field, even became one of obligatory requirements for mujtahid.   

Rizky Puspita Cahyaning Putri; Mulyani Santoso

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Aktivitas bisnis transaksi kontrak merupakan salah satu penunjang Aktivitas bisnis transaksi kontrak merupakan salah satu penunjang perkembangan ekonomi. Tidaklah mengherankan kontrak yang melibatkan pihak asing dibuat di Indonesia namun ditulis menggunakan bahasa asing atau bahasa Inggris. Dengan perkembangan sebuah teknologi ini harus diiringi dengan berkembangnya peraturan-peraturan yang akan berlaku di masyarakat. Pemerintah perlu mendukung perkembangan teknologi informasi melalui infrastruktur hukum dan pengaturannya, sehingga pemanfaatan teknologi informasi dilakukan secara aman dan mencegah penyalahgunaannya dengan memperhatikan nilai-nilai yang terkandung di Indonesia. Yang kemudian muncul rumusan masalahnya yaitu; 1) Bagaimana bentuk Akta-akta Perjanjian dapat dibuat secara Billingual di Indonesia oleh dua warga negara? 2) Mengapa digital signature dapat digunakan dalam Pembuatan Akta-akta Perjanjian? 3) Bagaimana kekuatan hukum Akta-akta Perjanjian yang dibuat secara Bilingual oleh dua warga negara dengan menggunakan digital signature? Dalam menemukan jawaban atas rumusan masalahnya itu peneliti menggunakan metode pengumpulan data studi kepustakaan (library research) dan riset lapangan (field research). Hasil Penelitiannya yaitu bahwa Akta perjanjian yang dibuat dalam 2 bahasa apabila diterapkan pada Akta Perjanjian di bawah tangan dan akta Notaris kekuatan hukumnya sama dengan akta yang dibuat dalam 1 bahasa, yaitu sah dan mengikat. Dan Akta Perjanjian yang ditanda tangani secara elektronik antara Akta Perjanjian di bawah tangan dan akta Notaris memiliki kekuatan hukum yang berbeda. Kekuatan hukum Akta Perjanjian di bawah tangan yang ditanda tangani secara elektronik adalah sah dan mengikat. Sedangkan Akta Perjanjian yang disebut dengan Akta Otentik, jika ditanda tangani secara elektronik, maka akta Notaris terdegrasi menjadi akta yang dibuat di bawah tangan.

Tri Lestioningsih

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister

ah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik sebagai kebutuhan primer maupun sebagai aset strategis. Salah satu bentuk kepemilikan tanah peninggalan administratif kolonial yang masih menjadi perdebatan adalah Letter C, terutama dalam konteks wakaf. Meskipun diakui sebagai bukti kepemilikan dalam beberapa regulasi, namun yurisprudensi Mahkamah Agung menyatakan bahwa Letter C hanya bukti pembayaran pajak, bukan bukti kepemilikan yang sah, dan hal ini memerlukan segala proses untuk menjadikan tanah letter C menjadi sertifikat wakaf agar kepastian hukumnya terjamin. Penelitian ini mengkaji problematika perlindungan hukum tanah berstatus Letter C dalam proses wakaf di Indonesia yang menimbulkan kendala serius dalam legalisasi wakaf sebagaimana kasus di Kabupaten Batang pada 2009 ketika Hj. Pateni mewakafkan tanahnya kepada Pondok Pesantren Ki Agung Fatkhutieh yang hingga kini belum selesai proses legalisasinya. Rumusan masalah penelitian ini berfokus pada status perlindungan hukum tanah Letter C dalam sistem pertanahan Indonesia, proses sertifikasi tanah wakaf yang berasal dari Letter C menurut peraturan yang berlaku, dan perlindungan hukumnya dalam menghadapi potensi sengketa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, penelitian ini menganalisis data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan data primer dari literatur serta wawancara dengan ahli pertanahan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tanah Letter C berada dalam posisi rentan secara hukum dengan tenggat waktu 2026 untuk formalisasi kepemilikan, proses sertifikasi tanah wakaf memerlukan koordinasi antar lembaga yang lebih baik, dan perlindungan hukumnya masih lemah tanpa sertifikat formal, sehingga direkomendasikan agar pemerintah mempercepat implementasi program pendaftaran tanah untuk proses wakaf dari tanah Letter C, dan perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertifikasi kepemilikan tanah untuk menghindari sengketa di masa depan.

Fasha Humaira; Salsa Legistiana; Mutiara Ismi Azzahra

Notary Law Research 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Kepemilikan tanah oleh orang asing di Indonesia melalui metode peminjaman nama atau kontrak nominee merupakan bentuk penyalahgunaan hukum yang bertentangan dengan peraturan agraria nasional. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) secara jelas melarang kepemilikan tanah oleh orang asing, tetapi kekurangan peraturan khusus mengenai kontrak nominee menciptakan celah hukum yang dapat dieksploitasi untuk menghindari ketentuan. Penulisan ini menerapkan pendekatan yuridis-normatif dan untuk mengevaluasi praktik penyalahgunaan hukum ini dalam kerangka hukum agraria dan hukum perdata internasional. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa praktik kontrak nominee tidak hanya bertentangan dengan prinsip nasionalitas dan kaidah yang ada dalam hukum perdata internasional, tetapi juga bisa membahayakan stabilitas hukum serta kedaulatan negara. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup perlunya pembaruan regulasi yang lebih spesifik terkait perjanjian nominee, serta peningkatan kerja sama internasional untuk mencegah praktik serupa di masa depan.