Publication Search

73,455 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 81-100 of 103

Analytics

Risti Puspita Sari Hunowu; Muhammad Isla

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2023 UNIVERSITAS STEKOM

sejarah panjang Kota Gorontalo mencatat bahwa banyak bangunan benda cagar budaya bersejarah menyimpan kenangan masa lalu dan menjadi bukti perkembangan Kota Gorontalo itu sendiri. Peninggalan sejarah berupa bangunan benda cagar budaya sangatlah bermanfaat sebagai pembangkit motivasi, kreativitas dan mengilhami generasi muda untuk memahami sejarah dan identitas Kota Gorontalo.(1) Keberagaman bangunan cagar budaya kota Gorontalo menjadi daya tarik utama wisatawan, namun sayangnya masih banyak yang belum mengetahui  bangunan cagar budaya yang ada. Maka dirancanglah sebuah buku dengan tujuan mampu memperkenalkan  keragaman warisan budaya kota Gorontalo dari perspektif sejarah dan budaya. Manfaat  dari Penelitian  yaitu Mendorong masyarakat  Gorontalo untuk mengetahui keberadaan dan jenis benda cagar budaya sebagai peninggalan bersejarah di Gorontalo yang memiliki nilai-nilai historis .Penelitian ini menggunakan metode kualitaitf   dan design thingking . Hasil dari perancangan ini adalah  terciptanya Buku Visual cagar budaya dengan media utama berupa buku   referensi/monograf yang berisi ilustrasi bangunan cagar budaya dan kondisi lingkungan yang mempengaruhinya.  Dan Media pendukung  berupa pembatas buku, notes, dan katalog

Gustina Harahap

Jurnal Relasi Publik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This research aims to determine the heirs in the żawil arḥȃm group according to Islamic law. And to find out the position of żawil arḥȃm in inheritance from the perspective of Islamic law. This research was carried out using library research and paying attention to the field (Field Research). Literature study is a process of searching for various literature, the results of studies related to the research to be carried out. Literature study can be likened to a key that will open everything that can help solve research problems. The results of the research show that the heirs in the żawil arḥȃm group are (1) maternal grandfather, (2) every grandfather or grandmother who dies gets an inheritance, (3) grandchildren from the daughter's side, (4) daughters from the brother's side. son, (5) Sister's son, (6) Mother's brother's son, (7) Mother's uncle, (8) Uncle's daughter, (9) Father's aunt (father's sister), ( 10) Maternal uncles and aunts (mother's brothers and sisters). This is explained by Imam Nawawi in the book Raudhatut Thâlibîn, and Wahbah Zuhaili in the book al-Fiqhul Islam wa Adillatuhu. Meanwhile, according to the Malik and Syafi'i schools of thought, dzawil arham does not inherit. If someone dies without leaving dzawil furudh or ashabah, while he has żawil arḥȃm, then tirkah is given to Baitul mal. Because in the verses Mawaris only explains the ashabul furudh and ashabah parts. Allah does not mention the żawil arḥȃm part at all. Meanwhile, Abu Hanifah and Ahmad are of the opinion that żawil arḥȃm was given a will based on the word of Allah SWT, Surah Al-Ahzab verse 6. And the position of żawil arḥȃm in inheritance is as a non-permanent heir (outside of fardhu and ashobah experts), and as a place to resolve inheritance problems when there are no fardhu and ashobah experts. And those who do not make the dzawil arham an irregular heir, then the settlement is through radd to the żawil furudh which takes precedence over the inheritance of the żawil arḥȃm, but they inherit together with the person who does not get the radd, namely husband and wife.    

Ernawati Br Barus; Harry Dito Meliala; Vera Charoline Br Barus

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2023 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Language is known as a tool for interaction or communication that people use every day in various contexts, including education, economy, travel, and religion. Language skills include four components: speaking, listening, reading, and writing. From the learning outcomes are still low with 6 students failing, researchers need to make improvements to learning. The purpose of this improvement is so that researchers can improve weaknesses in the next. Based on the results obtained by researchers in implementing research at SMA Bersama Berastagi both through assignments, Student Worksheets (LKS) and Based on the results of the exam, students' ability to write drama scripts has increased. This is evidenced by students having mastered the skills of writing drama scripts.

Andy Riski Pratama; Salmi Wati; Rahmat Hidayat Hasan; Wilda Irsyad; Iswandi Iswandi

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This article explores the role of Bayt Al-Hikmah as a monumental intellectual center during the Abbasid Dynasty. Built during the time of Caliph Abu Ja'far al-Mansur, this center developed into a famous library during the reign of Harun al-Rashid and Al-Ma'mun. It functions not only as a library, but also as an educational institution, astronomical observatory, and translation center, housing a collection of more than 60,000 books from various languages and regions. Important factors influencing the development of Bayt Al-Hikmah included the caliph's love of science, extensive translation activities, use of paper, the presence of scientists from various regions, material support, and enthusiasm for studying Islamic teachings. Despite achieving glory, the summary of the Abbasid dynasty started from internal political conflict to the Mongol attack which resulted in the fall of the city of Baghdad and the destruction of Bayt Al-Hikmah. Even though this intellectual center collapsed, the scientific legacy it produced remains a testament to the glory of science at that time, even though it experienced a tragic end.

Mahardhika Budi Putrantia; Setiyowati

Jurnal Akta Notaris 2023 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hak waris anak angkat yang tidak didaftarkan, pertimbangan orang tua angkat dalam memberikan harta warisan, serta perlindungan hukum yang tersedia bagi anak angkat yang tidak didaftarkan. Dalam masyarakat patrilineal atau matrilineal, jika orang tua tidak memiliki keturunan atau penerus keturunan, maka kemenakan bertali darah diangkat sebagai pengganti. Anak kemenakan ini diurus, dipelihara, dan diberikan pendidikan atas dasar rasa kekeluargaan dan perikemanusiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Pendekatan ini berdasarkan pada hukum yang berlaku dan kenyataan dalam praktek, yang bersumber pada data primer berupa wawancara langsung dan data sekunder berupa kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak angkat yang tidak didaftarkan tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua angkatnya karena secara status anak angkat tidak dapat menjadi ahli waris. Namun, anak angkat tetap memiliki porsi dari pembagian harta yang di tinggalkan oleh orang tua angkatnya, yaitu dengan hibah atau wasiat wajibah yang bagianya diatur maksimal hanya 1/3 dari harta pewaris. Pertimbangan orang tua angkat dalam memberikan harta peninggalan kepada anak angkatnya bukan hanya berdasarkan status sebagai anak angkat, melainkan juga karena orang tua angkat masih memiliki hubungan keluarga dengan orang tua kandung dari anak angkat tersebut yang sudah meninggal. Perlindungan hukum bagi anak angkat yang tidak didaftarkan bisa didapatkan berdasarkan KHI Pasal 209, ayat (1), serta ketentuan-ketentuan lain yang mendukung. Oleh karena itu, meskipun tidak didaftarkan, anak angkat tetap memiliki hak yang dilindungi oleh hukum dan dapat menerima bagian dari harta peninggalan orang tua angkatnya melalui hibah atau wasiat wajibah.

Nurul Jumadissaniyah Sitorus; Dedi Masri; M. Alfiansyah; Nor Azwa

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This journal reviews the problems that occurred in Pulau Rakyat District regarding the marital law contained in surah An-Nisa' verses 7.8 and 11.12. 'Ulumul Qur'an as one of the sciences in the study of the Qur'an has been well established since the 7th-9th century Hijriyah. Munasabah science (knowledge of the relationship between one sura/verse and another sura/verse) is part of the 'ulumul qur-an. This knowledge is quite urgent in order to make all the verses of the Qur'an as a unified whole. Starting from Az-Zarqashi's opinion that the Koran is not a word that was revealed by accident, by accident, and without a specific goal and purpose. Thus, every use and arrangement of words, construction of verses and surahs (munasabah) and the transition of themes contained therein have the power of the concept as a complete sentence. By using a qualitative research method that focuses on search libraries, the problem that is being discussed in this research becomes a complex matter. Where also presenting resource persons who know in this field. The population in this study are residents who lack knowledge of inheritance law. The results of the research data are presented in a descriptive form. The result is that 10 out of 12 samples have many problems related to inheritance law.  

Ella Putri Permatasari; Nur Fira Amalia Fabrianti; Qutrotu Salsabila; Muhammad Zalfa Roqiqo Abada

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

As a manifestation of mutual respect and an attitude of living in harmony, it is important to resolve land conflicts through a fair distribution of inheritance. Equitable distribution of inheritance is a process of distributing assets and land rights proportionally according to the needs and contributions of each party involved. Equitable distribution will create social justice and reduce injustice that may occur, so as to reduce conflict, one of which is by means of mediation. Equitable distribution of inheritance can also help develop communities and increase economic well-being. Also intended to eliminate feelings of resentment due to disputes that arise. By means of mediation, it is hoped that this family spirit will be maintained so that a harmonious and peaceful life can be created.

Sukma Ragil Putra; Mualafina Rawinda Fitrotul; Suyoto Suyoto

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tuturan ekspresif yang ditemukan pada novel Hubbu karya Mashuri. Novel Hubbu merupakan karya Mashuri yang memperoleh penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Novel Hubbu karya Mashuri menceritakan kehidupan Jarot yang digadang-gadang sebagai penerus pesantren warisan leluhurnya. Namun, ketika beranjak dewasa,  Jarot dihadapkan dengan berbagai konflik psikologis, antara memilih mengemban tanggung jawab untuk memimpin pesantren warisan leluhur, cinta, dan kehidupan di luar pesantren yang didambakan. Novel Hubbu karya Mashuri  memiliki bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif. Berdasarkan latarbelakang tersebut, rumusan masalahnya adalah bagaimana bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam novel Hubbu karya Mashuri? Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk  dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam novel Hubbu karya Mashuri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatf. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Hasil penelitian ini, ditemukan bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif  berupa tindak tutur meminta maaf, memuji, berterima kasih, mengeluh, memprotes, menyalahkan, mengkritik, marah, dan mengucapkan selamat. Fungsi tindak tutur ekspresif  yang ditemukan adalah mengungkapkan perasaan, mengisyaratkan maksud tertentu, dan memperhalus bahasa.

Bara Abdul Gani; Abdiel Dikma Wicaksono; Achmad Arney Iskandar

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hukum Waris adalah untuk membahas tentang bagaimana ahli waris memperoleh haknya atas benda-benda warisan serta peraturan yang berlaku untuk menentukan bagaimana harta warisan harus didistribusikan kepada ahli waris. Dalam hukum waris juga membahas tentang apa yang dimaksud dengan harta bayar yang disepakati, proses untuk menentukan ahli waris, dan cara untuk memastikan bahwa harta warisan distribusi dengan baik. Penyelesaian waris didefinisikan sebagai proses melepaskan semua hak pewaris yang berujung pada pembagian benda warisan kepada ahli waris. Untuk membahas tuntas masalah ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, termasuk menentukan ahli waris dan mengidentifikasi benda-benda warisan, menetapkan harta bayar yang disetujui, dan mengatur penyebaran harta dengan cermat. Warisan merupakan bagian dari hukum perdata pada umumnya dan bagian dari hukum keluarga. Hukum warisan dikaitkan dengan ruang ruang lingkup kehidupan manusia, karena setiap manusia pasti mengalami peristiwa hukum berupa kematian. Akibat hukum berikut timbul dari terjadinya suatu peristiwa hukum kematian seseorang, termasuk bagaimana hak diatur dan dipertahankan, dan kewajiban almarhum. Pewaris adalah istilah digunakan untuk menyatakan perbuatan melanjutkan harta yang ditinggalkan ahli waris atau surat pembagian warisan kepada ahli waris. Pengirim ini berarti tidak hanya kelanjutan dari warisannya tetapi juga kewajibannya warisan yang belum selesai.    

Krisna Bhayangkara yusuf; Muhammad Daffa Alfie Yamarizky

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam pembagian suatu harta warisan, diperlukan hukum yang mengatur terkait porsi pembagian yang seimbang. Contoh dari hukum yang mengatur pembagian porsi suatu harta warisan di Indonesia adalah Hukum Waris Adat. Jurnal ini bertujuan untuk membahas terkait bagaimana pembagian harta warisan yang dilakukan menggunakan Hukum Waris Adat sebagai acuannya. Penggunaan Hukum Waris Adat sudah ada jauh lebih dahulu daripada hukum yang mengatur waris lainnya (Hukum Waris Barat dan Hukum Waris Islam). Ketentuan dari Hukum Waris Adat dengan hukum waris lainnya tentu saja berbeda. Perbedaan ini dapat dilihat dari segi sistem pembagian apa yang dianut didalam Hukum Waris Adat, siapakah ahli waris yang sesuai dengan Hukum Waris Adat, dan lain sebagainya. Hukum Waris Adat Minangkabau merupakan salah satu daerah yang masih menggunakan hukum adat sebagai acuan pembagian warisannya. Sistem pembagian warisan secara Matrilineal menjadikan posisi dari pihak perempuan lebih tinggi dalam hal porsi warisan ketimbang pihak laki-laki.              

Andi Ines Audryana Bachtiar; Sri Rahayu Oktavia; Annabel Balqis Sharana

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Permasalahan soal waris selalu muncul dan menjadi hal yang sensitif dalam keluarga, hukum waris dengan ruang lingkup kehidupan manusia memiliki hubungan yang saling berkaitan, dimana setiap manusia akan mengalami peristiwa yang disebut dengan meninggal dunia. Seiring berjalannya waktu pembagian warisan semakin kompleks objeknya, dimana yang bisa diwariskan selanjutnya adalah perihal waris saham. Di Indonesia sendiri  aktivitas pasar modal diperbolehkan sebagai warisan menurut Islam. Pengaturan mengenai kegiatan pasar modal tidak lepas dari peran pemerintah Indonesia dan ulama Islam untuk memastikan bahwa penyelenggaraan kegiatan pasar modal tidak menyimpang dari ketentuan syariat Islam. Agar masyarakat Indonesia yang beragama Islam dan aktif di pasar modal tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak segan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraannya. Produk pasar modal yaitu saham yang merupakan surat berharga yang membuktikan kepemilikan suatu perusahaan. Ketika seseorang melakukan transaksi saham yang masih berlanjut di perusahaan dan kepemilikan saham tersebut adalah milik pribadinya. Jika seseorang yang memiliki saham tersebut meninggal dunia, semua aset, termasuk saham perusahaan, beralih ke ahli waris. Pewarisan Saham diatur dengan undang-undang dan dapat dilakukan dengan ketentuan bahwa persetujuan Pemegang Saham dan Pemegang Saham diperlukan untuk menyelesaikan proses pendaftaran dengan membuat alat pengalihan hak.  Ketentuan tentang pewarisan saham menurut Islam tidak dapat dipisahkan dari ketentuan sumber hukum Islam.    

Ucik Fatimatuzzahro; Yohanna Andriani N. H.; Gita Laksmi Zalsabilla

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perkembangan teknologi yang semakin pesat tentunya mempengaruhi aspek kehidupan manusia. Salah satunya ialah aspek sosial masyarakat. Contoh konkret dari perubahan tersebut adalah marak terjadinya fenomena pergantian kelamin. Hal tersebut tentunya memberikan dampak yang besar karena berkaitan dengan perubahan status seksual seseorang tersebut. Fenomena ini banyak menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat terutama dalam hal pembagian waris. Dari fenomena tersebut, timbullah permasalahan hukum yang baru berkaitan dengan pembagian waris terhadap anak yang melakukan pergantian jenis kelamin tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji terkait pembagian harta waris terhadap anak yang melakukan pergantian jenis kelamin dalam perspektif Hukum Perdata dan Hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan mengumpulkan data kepustakaan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah dalam Hukum Perdata tidak terdapat pengaturan yang secara khusus mengatur terkait perubahan jenis kelamin dan pembagian warisan yang sama rata. Sedangkan dalam perspektif Hukum Islam, pergantian jenis kelamin merupakan hal yang diharamkan maka pembagian warisannya pun dilakukan berdasarkan dengan jenis kelamin awal dari seseorang yang melakukan pergantian jenis kelamin.    

I Nengah Budiarta; Muhammad Rafi Hidayatullah

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki hukum adat waris yang dimana anak laki-laki menjadi ahli waris utama karena adat bali menganut sistem garis keturunan patrilineal, namun berbeda dengan ahli waris yang berganti agama dari agama Hindu ke agama lainnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kedudukan anak sebagai ahli waris yang berganti agama dari agama Hindu dan akibat yang diterimanya dalam keluarga maupun masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan adalah teknik penelitian normatif. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari: Teknik studi dokumen, yaitu pengumpulan data dengan mencatat bahan yang ada dalam literatur maupun dokumen lainnya yang membahas tentang kedudukan ahli waris. Hasil penelitian menunjukkan ahli waris yang berganti agama dari Hindu ke agama lain tidak memiliki hak dan kewajiban dalam kegiatan adat Bali namun kewajiban untuk menjaga orang tua tatap dilakukan. Hak untuk menerima warisan dari pewaris juga tidak dapat diberikan ke ahli waris kecuali sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pewaris membahas tentang pembagian waris kepada ahli waris yang lainnya atau bisa dalam bentuk hibah.  

Sri Murbowati

Jurnal Akta Notaris 2022 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penyelesaian sengketa waris sebagai akibat adanya kelalaian penerima hibah menurut Kompilasi Hukum Islam? 2) Bagaimana perlindungan hukum bagi penerima hibah pemegang hak atas tanah yang disengketakan? 3)Bagaimana pertimbangan hakim dalam putusan perkara Nomor: 515/Pdt.G/2019/PA.Kdl., putusan Nomor: 302/Pdt.G/2019/PTA. Smg. dan putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 240 K/AG/2020? Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif (normative legal research) dengan menggunakan data utama adalah data sekunder dan data primer sebagai data pendukung.  Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa waris sebagai akibat adanya kelalaian penerima hibah menurut Kompilasi Hukum Islam dapat mengajukan mengajukan gugatan melalui Pengadilan Agama untuk dilakukan pembagian harta warisan. Perlindungan hukum bagi penerima hibah pemegang hak atas tanah yang disengketakan secara normatif telah diatur  Kompilasi Hukum Islamd. Hibah yang dilaksanakan sesuai ketentuan Kompilasi Hukum Islam, menurut ketetuan Pasal 212 Kompilasi Hukum Islam, tidak dapat ditarik kembali, kecuali hibah orang tua kepada anaknya.  Pertimbangan hakim dalam Putusan Perkara Nomor: 515/Pdt.G/2019/PA. Kdl., tidak memenuhi rasa keadilan, sementara pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor: 302/Pdt.G/2019/PTA.Smg. sudah memberikan rasa keadilan bagi penerima hibah. Pertimbangan hukum dalam Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 240 K/AG/2020 mengenai judex facti telah salah menerapkan hukum, Mahkamah Agung berpendapat judex facti telah mempertimbangkan dengan benar dan tidak salah dalam penerapan hukumnya, sehingga alasan-alasan kasasi yang pada pokoknya menyatakan judex facti telah salah menerapkan hukum tidak dapat dibenarkan sesuai rasa keadilan.

Rintis Uthita Hernanda; Mukhammad Ginanjar Fitrianto; Muhammad Gerald Arsy; Mahendradatta Yadi Wisnu Wardhana

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembagian warisan di antara para ahli waris secara adil sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam ditentukan oleh pengaturan hak waris menurut hukum Islam. Persoalan warisan saat ini terkait dengan warisan kepada anak kandung yang bukan muslim atau non muslim, hal ini dikarenakan peredaran harta warisan kepada anak non muslim atau berbeda agama jelas tidak diperbolehkan. mendapatkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang menitikberatkan pada pendekatan perundang-undangan dan produk perilaku hukum. Oleh karena itu, dalam prakteknya, hakim masih dapat menggunakan putusan pengadilan untuk menentukan hak waris berdasarkan wasiat wajib bagi anak kandung non muslim atau agama lain. Hal ini bertentangan dengan Pasal 171 huruf (c) Sidang Hukum Islam (KHI) yang memaknai bahwa pengaturan umum sebagai penerus utama adalah dia harus beragama Islam, segala sesuatunya sama, pilihan memberikan pemerataan dan keadilan. keuntungan bagi keluarga.  

Hasan Hasan; Haryeni Haryeni; Muslimat Muslimat

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Kalindaqdaq merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari etnis suku Mandar, Sulawesi Barat. Tradisi ini berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang, berkarakteristik layaknya sebuah pantun juga puisi. Kalindaqdaq adalah sebuah ungkapan perasaan dari seseorang, sehingga juga disebut sebagai puisi mandar. Puisi Mandar ini biasanya bertujuan untuk merayu wanita, perjuangan, sindiran, ataupun motivasi.  Asal kata dari kalindaqdaq berasal dari suku kata Kali (Gali) dan daqdaq (dada), jadi secara bahasa, Kalindaqdaq dapat diartikan ’isi dada’ atau cetusan perasaan dan pikiran yang  dinyatakan dalam kalimat-kalimat yang indah. Kalindaqdaq yang merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Mandar, pertama kali disyairkan oleh rakyatnya pada saat raja ke-empat kerajaan Balanipa, Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak mengendarai kuda Pattudu. kalindaqdaq digolongkan dalam berbagai macam tema yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari tema agama yang bernuangsa syaria’ah maupun tasawuf, percintaan, patriotisme sampai ke-yang  jenaka (humor). Kalindaqdaq Mandar disampaikan oleh seorang penutur, biasanya pemuda, atau lelaki paruh baya, bahkan biasanya orang tua, singkatnya ia dilakoni oleh kaum pria. Kalindaqdaq dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di daerah Mandar, utamanya dalam acara-acara khusus sepertia; Mettumae (melamar), Pelantikan Raja dan acara mappatammaq (orang khataman Al Qur’an menunggangi kuda penari).

Octaviani Gita Putri; Denny Asmara

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Karanganyar adalah salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah, Indonesia, yang kaya akan potensi pariwisata yang mempesona bahkan dua diantaranya masuk dalam kategori Situs Warisan Dunia UNESCO serta kaya akan atraksi seni tradisional. Oleh karena itu Karanganyar sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata favorit yang bertaraf nasional maupun internasional. Berdasarkan metode analisis yang didasarkan pada survei obyek wisata, kajian pustaka, dan melakukan wawancara pada wisatawan, dan menggunakan teori Atraksi, Akses dan Amenitas (3A), maka didapatkan bahwa potensi pariwisata di Karanganyar yang sangat besar dan memiliki prospek yang sangat baik tersebut belum diikuti dengan pengembangan yang maksimal. Sehingga dengan mengembangkan potensi pariwisata dengan memperhatikan Atraksi, Akses dan Amenitas tersebut, maka potensi pariwisata di Karanganyar dapat semakin berkembang pesat, semakin meningkatnya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.    

Asiah Sanyah Hasanah Simanjuntak; Yuliza Chintia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Local wisdom atau disebut dengan kearifan lokal yang merupakan cara atau suatu kegitan yang sedang di lakukan masyarakat pada daerah tertentu mengenai suatu pemahahan yang sangat mendalam mengenai suatu pengetahuan mengenai bagaimana asal mula dari suatu tempat tinggal yang sedang di tempati sekitar dan memiliki perkembangan Local wisdom atau kearifan lokal adalah cara atau praktik yang dilakukan masyarakat di daerah tertentu tentang pemahaman mendalam mereka yang berasal dari lingkungan sekitar dan dikembangkan oleh warga setempat secara turun temurun. Kearifan local muncul dari dalam mereka sendiri dan dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam dalam diri masyarakat. Kearifan local merupakan warisan nenek moyang yang menyatu dengan religi, budaya dan adat istiadat.namun sekaran kearifan local sudah mulai memudar karena masyarakat modern menganggap bahwa kehidupan modern lebih baik. Oleh karena iitu literatur ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang kearifan lokal. Metode yang digunakan yaitu sistematik literature review yang didapat dari hasil review dari beberapa sumber artikel.

Najwa Faradilah Tri Utami; Asep Purwo Yudi Utomo; Setiya Adi Buono; Nur Isna Sabrina

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kata baku adalah kata dalam bahasa Indonesia yang telah disesuaikan menurut kaidah atau pedoman bahasa yang telah ditentukan. Kata baku sering ditemukan dalam kalimat-kalimat resmi dan ragam bahasa baku melalui tulisan atau lisan. Sebuah kata dikatakan sebagai tidak baku apabila kata tersebut digunakan menyimpang dari kaidah kebahasaan. Ketidakbakuan sebuah kata tidak hanya disebabkan oleh kesalahan penulisan saja, melainkan faktor ujaran yang menyimpang dan susunan ujaran yang tidak sesuai. Kata tidak baku biasanya ditemukan dalam bahasa penulisan, salah satunya pada penulisan karya sastra cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan bahasa, salah satunya kesalahan penggunaan kata baku dalam cerpen Warisan untuk Doni karya Putu Ayub. Pada penelitian ini kelompok kami menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, maka data yang sudah dikumpulkan dan dideskripsikan oleh peneliti bukanlah angka melainkan kata-kata. Teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat yang mana kami melakukan kegiatan menyimak dan meneliti cerpen berjudul  Warisan untuk Doni serta mencatat data-data yang diperoleh, dengan begitu kelompok kami bisa menemukan dan mengumpulkan kesalahan-kesalahan sintaksis yang ada pada cerpen tersebut. Data pada penelitian yang telah dilakukan ini berupa sebuah kata, kalimat, dan kesalahan bahasa yang terdapat pada cerpen Warisan untuk Doni karya Putu Ayub. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat banyak kesalahan bahasa pada cerpen Warisan untuk Doni karya Putu Ayub, yang terdiri atas kesalahan kata baku berjumlah sepuluh, kesalahan konjungsi berjumlah tiga, kesalahan penggunaan tanda baca berjumlah tiga. Manfaat penelitian ini sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan peneliti dan sebagai sumber pembelajaran dan informasi bagi pembaca mengenai bentuk-bentuk kesalahan penulisan kebahasaan.

Supriyanta, Bambang Ali Kusuma &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Perkawinan merupakan peristiwa penting bagi kehidupan manusia, oleh sebab itu peristiwa ini harus diabadikan atau didokumentasikan atau dicatatkan pada Kantor Pencatat Nikah (KUA atau Kantor Catatan Sipil). Adanya pencatatan atau akta resmi, apabila dikemudian hari ada masalah (warisan, anak sah atau bukan dan lain-lain) menjadi bukti terjadinya perkawinan atau pernikahan di antara para pihak. Dengan demikian ada perlindungan hukum di antara kedua belah pihak, khususnya untuk anak-anak dan isterinya. Mengingat hal yang demikian, maka perkawinan atau pernikahan seharusnya dibuat akta resmi perkawinan atau akta resmi.Kata kunci: Akta, Perkawinan, Manfaat