Publication Search

63,163 articles from 507 journals · 1,579 citations tracked

Showing 81-100 of 106

Analytics

Herni Hasifah; Iga Maliga

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

COVID-19 telah menjadi permasalahan yang serius bagi dunia. Dan sekarang WHO menetapkan physical distancing sebagai salah satu bentuk pencegahan COVID-19. Selain physical distancing kepatuhan terhadap protokol kesehatan juga merupakan salah satu upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19. Protokol kesehatan sering disebut dengan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan pakai sabun. Di kabupaten Sumbawa, berdasarkan data pantauan COVID-19 tanggal 24 Oktober 2021, masih tercatat sebanyak 4 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Dengan masih adanya kasus positif COVID-19, sistem pembelajaran pun diganti dengan sistem belajar daring. Akan tetapi di STIKES Griya Husada Sumbawa sistem pembejaran tidak sepenuhnya daring, melainkan sistem pembejalaran diselingi dengan pembelajaran tatap muka. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk mengetahui kepatuhan mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka guna mencegah penularan COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian sebanyak 42 responden. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2021. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 71,4% responden melakukan skrining mandiri sebelum berangkat ke kampus. Diketahui sebanyak 100% responden menggunakan masker saat berada di kampus. Dan sebanyak 36% responden mengatakan masih berkumpul dengan teman lebih dari 4 orang saat berada di kampus atau di dalam kelas. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa mahasiwa belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan selama pembejaran tatap muka.

Ahda Aulia Fajriah; Halimatu Sadiah; Dede Indra Setiabudi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Media pembelajaran merupakan  hal yang terpenting dalam tercapainya tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ulang media pembelajaran berupa media Pop-Up Book untuk membantu ketercapainnya tujuan pembelajaran di kelas. Penggunaan media Pop-Up Book dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan, keterterapan serta kefektifitasan media Pop-Up Book dalam pembejaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengefektifkan penggunaan media pembelajaran Pop-Up Book dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode Analisis meta yaitu menganalisis hasil penelitian sebelumnya. Data tersebut diperoleh dengan cara menelusuri jurnal-jurnal online melalui google scholer dengan kata kunci Media Pembelajaran Pop-Up Book, Hasil Belajar, Sekolah Dasar. Dari penelusuran tersebut kemudian hasil penilaian dihitung rata ratanya untuk mengetahui validitas media pop-up book yang telah dibuat. Dari hasil penilaian5 jurnal itu, diperoleh skor rata-rata sebesar 4.68 dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pop-up book dalam meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar sudah valid dengan kategori sangat baik.

Ramadhan Almadani; , Dede Indra Setiabudi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Orang tua memiliki persepsi terhadap pembelajaran di masa Covid-19 oleh sebab itu munculnya internet pada pembelajaran membuat orang tua peserta didik mempunyai kekhawatiran tersendiri terhadap peranan internet dalam hasil belajar peserta didik. Maka dari itu pada penelitian di dalam jurnal ini peneliti mencoba menggali persepsi orang tua dengan metode wawancara dan pengumpulan data berupa dekripsi kualittatif dengan pendekatan induktif dan teknik analisa naratif. Persepsi yang didapat dengan adanya peran internet dalam hasil belajar peserta didik adalah bahwa banyak orang tua yang mengeluhkan hasil belajar peserta didik turun karena penyalahgunaan internet dan kurangnya pendampingan orang tua dalam proses belajar mengajar di rumah sebab banyak kendala yang di dapatkan dengan adanya penggunaan internet. Salah satu faktor kendala adalah tidak semua orang tua paham penggunaan internet, kurangnya kuota dan signal yang tidak memungkinkan sehingga banyak miscommunication antara pengajar dan peserta didik. Terlebih lagi banyak peserta didik yang malas untuk mengerjakan tugas rumah dan mengandalkan orang tua serta internet .

Indah Hafizhah; Ikhwan Aldi Wardana; Dede Indra Setiabudi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Strategi yang dilakukan oleh guru dalam menentukan metode pelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika salah satunya yaitu, dengan menggunakan metode quantum learning. Dengan metode ini guru dapat mencakup penanaman konsep matematika yang kreatif dan menyenangkan, sehingga proses pembelajaran yang dilakukan sangat bervariasi dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika menggunakan metode Quantum. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif menyusun data yang terkumpul dari wawancara dengan reduksi data dan melakukan meta-analisis jurnal, melalui berbagai macam jurnal yang berhubungan dengan variabel penelitian dikumpulkan kemudian dikaji dan ditarik suatu kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika efektif jika menggunakan metode quantum learning dampaknya adalah adanya peningkatan belajar pada setiap siswa secara  garis besar, peningkatan yang terlihat adalah siswa lebih kritis, lebih berekspresi dan semangat ketika belajar, hal ini sangat berguna untuk meningkatkan psikomotorik pada anak. Namun, menurut narasumber metode ini penerapannya masih 90% untuk saat ini kendala yang dihadapi hanya alokasi waktu Karena di sekolah tersebut sangat terbatas dan membutuhkan waktu lebih lama agar anak dapat mengeksplorasi lebih banyak tentang konsep matematika yang diajarkan. Dan guru selalu berupaya untuk menggali informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya agar dapat diterapkan dalam pembelajaran.

Carolus Aditya Nouvanto; Sugiyana Sugiyana; Anselmus Joko Prayitno

Masa transisi pandemi covid-19 mendorong penggunaan sistem pembelajaran hybrid menggantikan sistem daring dimana siswa sekarang dibagi dalam dua tempat belajar yaitu dari rumah dan juga ada yang berada di kelas. SMA Tarakanita Magelang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran hybrid pada masa transisi. Kemampuan guru dalam memberikan metode yang efektif dalam masa pembelajaran hybrid akan menunjukkan kompetensi dari guru tersebut. Dalam memaksimalkan pembelajaran hybrid, guru ditawarkan metode Problem Based Learning berbantuan ThinkLink yang diasumsikan bahwa metode tersebut akan efektif bagi prestasi belajar siswa selama pembelajaran hybrid. Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rataan prestasi belajar kelas eksperimen mendapat 80,15 sedangkan kelas kontrol 73,45. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penerapan metode pembelajaran yang digunakan masih memiliki beberapa hambatan meskipun sudah efektif bagi prestasi belajar yang menunjukkan rataan kelas eksperimen lebih baik dan mendapatkan respon yang positif dari siswa di kelas, sehingga diharapkan metode Problem Based Learninng dapat diterapkan dan semakin dikembangkan oleh para tenaga pendidikan.

Carolus Aditya Nouvanto; Sugiyana Sugiyana; Anselmus Joko Prayitno

Masa transisi pandemi covid-19 mendorong penggunaan sistem pembelajaran hybrid menggantikan sistem daring dimana siswa sekarang dibagi dalam dua tempat belajar yaitu dari rumah dan juga ada yang berada di kelas. SMA Tarakanita Magelang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran hybrid pada masa transisi. Kemampuan guru dalam memberikan metode yang efektif dalam masa pembelajaran hybrid akan menunjukkan kompetensi dari guru tersebut. Dalam memaksimalkan pembelajaran hybrid, guru ditawarkan metode Problem Based Learning berbantuan ThinkLink yang diasumsikan bahwa metode tersebut akan efektif bagi prestasi belajar siswa selama pembelajaran hybrid. Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rataan prestasi belajar kelas eksperimen mendapat 80,15 sedangkan kelas kontrol 73,45. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penerapan metode pembelajaran yang digunakan masih memiliki beberapa hambatan meskipun sudah efektif bagi prestasi belajar yang menunjukkan rataan kelas eksperimen lebih baik dan mendapatkan respon yang positif dari siswa di kelas, sehingga diharapkan metode Problem Based Learninng dapat diterapkan dan semakin dikembangkan oleh para tenaga pendidikan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Sofhie Suhartini

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya media pembelajaran yang dinilai kurang aktif, kreatif dan inovatif untuk menunjang proses belajar siswa. Terutama dalam hal menulis puisi. Manfaat dari animasi Powtoon ini di antaranya adalah media pembelajaran yang melibatkan audio visual. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Model yang digunakan merupakan turunan dari model ADDIE namun dalam penelitian ini peneliti hanya menggunakan tahap awal yaitu tahap (analysis) analisis dan (Design) desain. Berdasarkan hasil analisis kurikulum, peneliti merancang desain pembelajaran menulis teks puisi berbasis animasi Powtoon. Pertama, peneliti menggunakan Microsoft Word untuk membuat kerangka desain, kemudian menggunakan aplikasi Powtoon untuk mendesain pembelajaran. Peneliti membahas proses pembuatan desain media pendidikan. Perbaikan yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam perancangan media pembelajaran. Diharapkan hasil rancangan pembelajaran menulis teks puisi untuk kelas X  SMA yang dikembangkan peneliti dapat bermanfaat bagi siswa. Artinya, siswa secara mandiri dapat mencapai tingkat kemahiran dan meningkatkan kreativitas menulis khususnya dalam  teks puisi.    

Midya Yuli Amreta; Nurul Mahruzah Yulia

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

 Berdasarkan hasil observasi, menunjukkan bahwa dalam  proses pembelajaran matematika materi pecahan masih berorientasi pada guru (teacher centered) yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan dominasi metode ceramah. Hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa. Tujuan yang ingin dicapai adalah, Mendeskripsikan motivasi belajar siswa, Mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, serta Mendeskripsikan kendala yang dihadapi siswa saat berlangsungnya pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share). Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan tes. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan siswa, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif  Subjek penelitian adalah kelas IV MI Nahdlatul Ulama Unggulan Sumberrejo Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat. Pada siklus I persentase yang diperoleh sebesar  58,25%, siklus II sebesar 74,64%, dan siklus III sebesar 87,78%. Selain itu, dari hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.    

Andi Fatmawati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penggunaan berbagai pendekatan pembelajaran, metode dan media dalam pembelajaran mempunyai peran yang besar terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu bidang studi yag sulit dipelajari oleh siswa di sekolah dasar yaitu IPA. Fakta di lapangan ditemukan bahwa guru dalam menyampaikan materi hanya menggunakan metode konvensional sehingga proses pembelajaran menjadi belum optimal, pembelajaran fakta dan konsep masih mengandalkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, siswa kurang dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran, motivasi belajar IPA siswa kelas VIII masih kurang, dan siswa mudah lupa terhadap pelajaran yang telah dipelajarinya karena hanya menghafal tidak secara langsung mengamati media belajar yang nyata sesuai materi. Berdasarkan hal tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan suatu penelitian tindakan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan penerapan metode eksperimen upaya peningkatan motivasi belajar IPA pada Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun pelajaran 2021-2022. Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan terjadi peningkatan daya serap kelompok pada Siklus I dan II sebesar 68,82% dan 84,49%. Sedangkan peningkatan ketuntasan kelompok pada Siklus I dan II sebesar 60,00% dan 90,00%. Dan peningkatan ketuntasan individu pada Siklus I dan II masing-masing sebanyak 12 dan 18 siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode eksperimen memiliki efektivitas dan dapat meningkatkan motivasi belajar IPA pada siswa Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun pelajaran 2021-2022.    

Kasmawati Kasmawati

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses belajar mengajar di kelas merupakan suatu proses yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Permasalahan yang ditemukan di lapangan bahwa guru belum dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan baik, pembuatan perencanaan pembelajaran dilakukan setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, dan masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Permasalahan tersebut mendorong peneliti sebagai Kepala Madrasah untuk melakukan penelitian tindakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan dan keefektifan supervisi akademik Kepala Madrasah sebagai upaya peningkatan kinerja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses belajar MTs Darul Muttaqin Bungasunggu Kab. Gowa Tahun Pelajaran 2021-2022. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah yang dilakukan dalam 3 siklus. Peningkatan kinerja guru pada siklus I, II, dan III sebesar 73,90%, 80,40%, dan 89,10%. Sedangkan ketuntasan individu pada siklus I, II, dan III sebesar 40%, 60%, 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan melalui penerapan supervisi akademik Kepala Madrasah dapat meningkatkan kinerja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar. Selain itu juga, kegiatan supervisi akademik ini juga efektif dalam meningkatkan kinerja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses belajarn mengajar.    

Rokhmad Afif; Wasito, Wasito; Mukh Nursikin

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui seberapa tingkat pengaruhnya dan penelitian survey untuk mengetahui fenomena variabel, dalam hal analisis data menggunakan regresi, dari persamaan regresi antara lingkungan sekolah dan prestasi siswa, pengaruh kinerja guru PAI terhadap prestasi siswa. Penelitian kuantitatif pengaruh lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa berdasarkan hasil uji statistik dinyatakan terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini terbukti dari perhitungan korelasi product moment yang diambil dari responden siswanya dengan nilai positif sebesar 0,696 antara pengaruh lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa. Apakah koefisien korelasi hasil perhitungan tersebut signifikan (dapat digeneralisasikan) atau tidak, Hasil analisis regresi parsial maupun ganda menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang positif lingkungan sekolah SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa sebesar 2,7% dengan persamaan regresi Y = 74,776 + 0,238 X1. Ini menunjukkan jika lingkungan sekolah meningkat 1 poin maka prestasi siswa akan meningkat sebanyak 2,7%, (2) terdapat pengaruh yang positif kinerja guru PAI SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi belajar siswa sebesar 13,7% dengan persamaan regresi Y = 51,354 + 0,773 X2. Ini menunjukkan jika kinerja guru PAI meningkat 1 poin maka prestasi belajar siswa akan meningkat sebanyak 13,7%. Dan (3) terdapat pengaruh yang positif lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI SMK Ma’arif Walisongo Kajoran secara bersama-sama terhadap prestasi  siswa sebesar 13,7% dengan persamaan regresi Y= 51,578 - 0,014 X1 + 0,783 X2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa.

Didik Lestari

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

: Sikap kedisiplinan siswa sangat rendah, dikarenakan pergaulan anak sekarang berbeda dengan anak zaman dulu, dan di sini guru dituntut agar dapat mengembangkan sikap disiplin, dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik agar siswa dapat semakin terpacu untuk belajar, selain itu pola asuh orang tua yang tidak tepat dapat menyebabkan turunnya sikap disiplin siswa, sehingga diperlukan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua. Salah satu bentuk yang dianggap paling efisien untuk meningkatkan sikap disiplin siswa adalah melalui pola asuh orang tua. Dari hasil analisis data terbukti  bahwa 1) Implementasi pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa dengan jalan: siswa diberi beberapa aturan-aturan seperti harus bantu orang tua, siswa bisa membagi waktu belajar dan bermain, dan pemberian sangsi apabila siswa melanggar untuk aturan yang sudah ditentukan. 2) Faktor pendukung pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa yaitu diberi pengarahan-pengarahan yang positif, adanya pengajaran dari orang tua dan guru ngaji tentang kedisiplinan, jadi anak bisa disiplin, pengawasan dari kedua orang tua dan saudara (kakak) agar memonitoring untuk disiplin,  adanya suatu aturan-aturan agar berdisiplin. Faktor penghambat pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa yaitu siswa kurang memperhatikan mengenai kedisiplinan, siswa kadang kurang mendengarkan nasehat orang tua, keluarga kurang harmonis, kurang memberikan arahan yang positif dalam perkembangan anak-anaknya.  

Syafaruddin Syafaruddin; Nurasia Natsir; Abdul Sahid; Andi Tungke Rusdi

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja tenaga kependidikan di UPT SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang dan untuk mengetahui Pengembangan Sumber daya manusia Tenaga kependidikan di UPT SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang.Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observation), wawancara (interview) dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan aplikasi NVIVO 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja tenaga kependidikan di UPT SMPN 2 Kulo Kabupaten Sidenrang Rappang menggunakan indikator menurut Stephen P. Robbins (2012) yaitu: kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektifitas dan kemandirian diketahui tingkat kualitas kerja, kuantitas kerja dan kemandirian kerja tenaga kependidikan sudah dapat dikatakan cukup memadai meskipun dalam pelaksanaannya masih perlu pengembangan sedangkan efektifitas kerja dan ketepatan waktu penyelesaian kerja belum dapat dikatakan memadai ini dikarenakan jumlah tenaga kependidikan yang masih minim. Pengembangan Sumber Daya Manusia tenaga kependidikan UPT SMPN 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang menggunakan 2 tahapan yakni : langkah – langkah pengembangan sumber daya manusia tenaga kependidikan dan metode pengembangan sumber daya manusia tenaga kependidikan. Langkah – langkah pengembangan sumber daya manusia tenaga kependidikan meliputi: a. Menyusun program/merencanakan pengembangan, b. Penentuan sasaran, c. Penentuan kebutuhan, d. Penetapan program, e. Identifikasi prinsip belajar, f. Pelaksanakan program, dan g. Penilaian pelaksanaan program. Sedangkan metode pengembangan sumber daya manusia berupa : a. metode on the job dan b. metode off the job. Metode on the job meliputi : 1)rotasi jabatan, 2)pelatihan(training), 3)bimbingan/penyuluhan, 4)Latihan instruktur pekerjaan

Wahyuni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Kenyataan yang terjadi pada Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Ngrayun Ponorogo yaitu siswa mengobrol bersama teman sebangkunya, siswa memainkan pensil yang diputar- putar dan sesekali menggambar di buku catatannya, maka sangatlah perlu dilakukan perubahan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang berbasis sosial adalah model pembelajaran kooperatif Tipe TGT. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatife tipe TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar pada materi kedudukan warga negara dan penduduk Indonesia  di  SMA Negeri 1 Ngrayun Ponorogo ?” Rancangan penelitian yang akan dilakukan adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode yang pengumpulan data melalui   tes, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah: setelah dilakukan tindakan dengan menerapkan  pembelajaran  kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament)  siswa Kelas X MIPA 1  SMA Negeri 1 Ngrayun Ponorogo  perubahan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajarnya yang cenderung meningkat dan hasil observasi aktivitas siswa. Hal itu dapat dilihat dari hasil observasi bahwa aktivitas siswa pada siklus I sebesar 66.66%, sedangkan pada siklus II sebesar 82.5%. Dengan demikian, berarti pada siklus II hasil belajar siswa sudah meningkat dibanding dengan siklus I. Hal ini juda dibuktikan dengan perolehan hasil belajar siswa pada tes pra tindakan, siklus I dan siklus II. Nilai taraf keberhasilan mengalami perubahan yang cenderung meningkat dari 60.41 pada pra tindakan, meningkat 70.63 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 84.79 pada siklus II. Dengan demikian, penerapan  pembelajaran  kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament)  dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Matematika di  Kelas X MIPA 1  SMA Negeri 1 Ngrayun Ponorogo.

Khanifah Nurul Bahiyah; Mohammad Fatchurrohman

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan learning obstacles  siswa terkait materi bangun ruang sisi datar khususnya kubus dan balok, mendesain bahan ajar berbasis kemampuan pemahaman matematis pada materi bangun ruang sisi datar yang valid, dan untuk membuat rencana implementasi bahan ajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP. Kurangnya kemampuan pemahaman matematis siswa dilihat dari kesulitan yang dialami siswa saat mempelajari materi bangun ruang sisi datar yang disebut juga dengan hambatan belajar. Adapun salah satu cara mengatasi hambatan belajar tersebut adalah dengan menggunakan desain bahan ajar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah  39 siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Jamblang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan tes dan non tes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 5 macam hambatan beajar siswa terkait kemampuan pemahaman matematis pada materi bangun ruang sisi datar. Validasi terhadap bahan ajar modul matematika dilakukan oleh lima ahli. Berdasarkan hasil validasi yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul dan rencana implementasi bahan ajar yang dibuat untuk memudahkan guru dalam mengimplementasikan bahan ajar yang didesain layak digunakan dalam proses pembelajaran.    

Haris Munandar; Mangara Sihaloho; Najmah Najmah

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The results of observations on Class VII students of National Junior High School teaching and learning activities only run theoretically and are not related to the real environment where students are located. The incompleteness of student learning outcomes, one of which is the selection of learning methods that are not appropriate, learning media are less attractive and the level of student activity is low. The purpose of the study was to improve student learning outcomes through the Picture and Student Active (PASA) model with a Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to the seventh grade students of the Makassar National Junior High School. This research is classroom action research with 2 cycles, namely the stages of planning, action, observation and reflection. The data collection instrument used observation sheets and test questions. The success indicator is 85% with an acquisition score of 75. The results show that the Picture and Student Active (PASA) Model with this Contextual Teaching and Learning (CTL) approach, can improve biology learning outcomes in class VII students of Makassar National Junior High School which is marked by an increase in the category student learning outcomes from cycle I to cycle II. In the first cycle is in the category of 20 people or 50% and in the second cycle is in the high category that is 40 people or 100% and the completeness of learning outcomes in the first cycle is 20 people or 50% and the second cycle is 40 people or 100%..    

Ahmad Fahrudin; Eka Maryam

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis review isi artikel sintesa dengan fokus pada daerah penelitian, tujuan, variasi metode, dan temuan. Metode pengumpulan data penelitian mengadopsi desain PRISMA (preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses), terdiri dari empat langkah: identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan aplikasi publish or perish yang ditautkan langsung ke pencarian Google Cendekia. Jumlah artikel yang ditemukan adalah 3000 artikel pada periode 2017 hingga 2022. Penelitian ini memutuskan untuk mereview 15 artikel dengan sebaran Pendidikan Fisika Berbasis Etnosains  6 artikel, Pendidikan Fisika Berbasis Budaya 4 Artikel, dan Pendidikan Fisika Berbasis Kearifan Lokal 5 Artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan merupakan daerah di Indonesia yang dijadikan tempat penelitian terbanyak yaitu 20% dengan topik pendidikan fisika berbasis budaya, dan pendidikan fisika berbasis kearifan lokal. tujuan penelitian rata-rata adalah mengembangkan produk, menganalisis, mendiskripsikan dan mengembangkan karakter. Metode penelitian yang digunakan juga bervariasi, antara lain: R&D, kualitatif deskriptif, kuasi-eksperimental, dan pendekatan rasch model. Temuan menunjukkan bahwa topik ini menarik untuk dipelajari karena berpengaruh positif terhadap hasil belajar, meningkatkan berpikir kritis, kemampuan literasi sains, meningkatkan kreativitas serta meningkatkan motivasi belajar

Sri Kuntari

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The problem in this study is the low quality of learning Business Economics class X Office Automation and Governance, which is known from the average student learning outcomes in the subject of Business Economics only reaching 67.43, in other words it has not reached the specified KKM, which is equal to 78, this is due to the lack of use of media images with learning models in the teaching and learning process, lack of student interest, and low student learning outcomes in learning Business Economics. Therefore, this research discusses the use of media images with the Examples Non Examples learning model to improve student learning outcomes in class X Business Economics Automation and Office Management at SMK Negeri 8 Samarinda. This study uses the Classroom Action Research (PTK) method, the research procedure used is in the form of cycles and each cycle is carried out through four stages, namely: planning, implementing, observing, and reflecting. The data collection technique was carried out using qualitative techniques, while the data collection tool used was a question instrument. The subjects of this study were class X students of Office Automation and Governance at SMK Negeri 8 Samarinda with a total of 35 students. The results showed that the use of media images with the Examples Non Examples learning model can improve student learning outcomes in learning Business Economics. This can be seen from the completeness of student learning outcomes in the pre-cycle, namely 18 students (51.43%), there was an increase in cycle I, namely 27 students (77.14%) and in cycle II it increased to 35 students (100%). Based on the results of the study, it can be concluded that the use of media images with the Examples Non Examples learning model can improve student learning outcomes in the subject of Business Economics class X Office Automation and Management at SMK Negeri 8 Samarinda.