Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 72221-72240 of 73,319

Analytics

Harsoyo Harsoyo; Christine Diah Wahyuningsih

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Perpustakaan bukan hanya sebuah institusi penyedia layanan untuk membaca, namun sebuah proses belajar bagi masyarakat untuk membangun peradapan sebuah bangsa. Perpustakaan merupakan elemen penting bukan hanya dalam dunia pendidikan namun secara luas menjadi jantung bagi pengembangan karakter dan kecerdasan bangsa. Kehadiran perpustakaan masih belum mampu mendorong minat membaca masyarakat. Anggapan bahwa perpustakaan hanya tempat menyediakan buku, bukan tempat belajar, menjadikan perpustakaan kurang diminati. Kebijakan penyelenggaraan  perpustakaan sudah ada, bahkan mewajibkan kepada seluruh pemerintah daerah menyediakan layanan tersebut. Implementasi atas penyelenggaraan perpustakaan inilah yang harus terus diperjuangkan agar makin mendekati tujuan yaitu peningkatan kecerdasan masayrakat. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana imlementasi kebijakan penyelengagraan perpustakaan di Kabupaten Rembang. Tujuannya untuk mengekplorasi sejauhmana perpustakaan mampu mendorong masyarakat untuk gemar membaca.

Muriyati Rokani; Dewi Modjo; Fadli Husain; Frangky S. Djafar

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Setiap orang yang sakit pasti sangat membutuhkan dukungan dari keluarga mereka agar bisa memotivasinya untuk sembuh, masih ada juga yang memiliki dukugan keluarga yang kurang tetapi dia memiliki kemampuan untuk melakukan perawatan dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga, Pengetahuan, terhadap Perawatan Diri Penderita Kusta. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan Cross sectional menggunakan kuesioner. Sampel diambil menggunakan tekhnik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 27 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden serta wawancara yang menggunakan metode cek list dan analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak keluarga yang mendukung maka akan semakin baik pula penderita kusta melakukan perawatan diri, dan semakin tinggi pengetahuan seseorang akan semakin baik pula sesseorang melakukan perawatan diri dengan hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,05 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga, penegetahuan terhadap perawatan diri penderita kusta.

Arifandi Pelealu; Fitriya Pakaya; Sofyan Salama

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kecerdasan spiritual perawat sangat penting dalam memenuhi kebutuhan spiritual pasien, hal ini menjadi salah satu indicator kualitas pelayanan di sebuah Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional. Dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Jumlah sampel sebanyak 35 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual perawat berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 68,6% dan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien yaitu sebesar 68,6% dengan tingkat signifikan p=0,000 (p<0.05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan spiritual perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hasri Ainun Habibie. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan spiritual perawat dalam memberikan pelayanan asuhan spiritual pada pasien dan memenuhi kebutuhan spiritual pasien.

Iskandar Simbala; Fadly Syamsudin; Stevanny Polontalo; Tias R. Nahu

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lansia sangat rentang terkena penyakit hipertensi. Penatalaksanaan secara nonfarmakologis yang dapat menurunkan hipertensi adalah tanaman herbal salah satunya bawang putih. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Griya Lansia Jannati Provinsi Gorontalo. Desain penelitian quasi eksperimen dengan pre test-post test with control group. Populasi semua lansia di Griya Lansia Jannati sebanyak 23 lansia dan  di Panti Sosial Tresna Werdha Beringin Hutuo sebanyak 140 lansia. Sampel berjumlah 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi tekanan darah, tensimeter air raksa, stetoskop dan SOP seduhan bawang putih serta menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian kelompok perlakuan rata-rata tekanan darah pre-test 152.50/90 mmHg dan post-test 128.75/80 mmHg, sedangkan kelompok kontrol rata-rata tekanan darah pre-test 148.13/81.88 mmHg dan  post-test 147.50/80.63 mmHg dengan nilai p-value 0.000. Kesimpulan ada pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran  lansia dapat menerapkan terapi ini dalam menurunkan tekanan darah dengan cara yang mudah dan lebih terjangkau.

Ade Yuni Andreani; Himatul Khoeroh

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Based on data from the Indonesian Ministry of Health, the number of MMR in 2020 reached 4,627 people. This number increased by 10.25% compared to 2019 of 4,197 people. The number of infant deaths in 2019 was 26,000 cases and increased by almost 40% to 44,000 cases in 2020. The Bumiayu Health Center, one of the auspices of the Brebes Regency in Central Java, contributed 2 cases of AKI and 5 cases of IMR in 2020. by conducting comprehensive midwifery care with a continuity of care approach which is carried out starting from the mother during pregnancy to family planning. Researchers implemented comprehensive midwifery care for pregnant women, childbirth, newborns, postpartum, and family planning using Varney and SOAP documentation. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection uses interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies, and literature studies, as well as medical record documentation studies, the main informant is Mrs. W with 2 additional informants namely 1 coordinating midwife and 1 patient's family and 1 triangulation informant namely the head section of the brebes district health office. Based on the results of pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning, there are problems in pregnancy, namely at 30+3 weeks of gestation with an Hb level of 10.4 g/dl in the category of mild anemia. There is no gap between theory and practice. From the results of the study, it can be concluded that comprehensive care for Mrs. W 25 years of gestation, psychological postpartum, physiological delivery, and physiological BBL. There is no gap between theory and practice.

Sri Wahyuni; Siti Astariyani Latjui

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Workload is the ability of the worker's body to accept the job. From the standpoint of ergonomics, every workload received must be appropriate and balanced against the physical and psychological ability. The good Response time for patients is <5 minutes. Handling of emergency is the whole act performed in emergency conditions that are effectively and efficiently. The purpose of this study was to determine the relationship workload response time nurses with nurses in emergency departments of RSUD Bitung General Hospital. This study was descriptive and cross sectional study. Samples were taken based on the number of respondents as many as 31 nurses by using total sampling. The data collection is done by filling out the observation sheet and questionnaire. Furthermore, the data that has been collected processed with the aid statistics analyzed by chi square test with significance level is ? = 0.05. After the results, the value of p = 0.008, this may imply that there is a relationship between the workload of nurses response time. CONCLUSIONS of this study found that there is a relationship between nurses workload response time. Suggestions for the research was taking place is setting a good system including facilities and infrastructure in order to nurse response time can be improved.

Arief Fahmi Lubis

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2020 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Handing over a case to a military court is the authority of the Case Handing Officer (Papera) not the authority of the Military Prosecutor as a general summons, which is a specialty of military justice that handing over a case to a military court is an order from the Case Handing Officer (Papera) to the Military Prosecutor all summoning the public to do so. Linking the case at the conference. The purpose of this research is to analyze the existence of the authority of the Case Handing Officer (Papera) which is only directed at criminal acts committed by TNI soldiers who are under the authority of their command which is an order to the Military Prosecutor. The entire military summons the public to summon the matter at the conference. Qualitative research uses a descriptive approach to collect data systematically, factually, and quickly according to the description at the time of the research. The results of this research indicate that the submission of criminal charges (requisitoir) made by the Military Prosecutor for all general summonses must be based on a conference because the conference facts are legal facts produced through the conference examination process by analyzing all the evidence submitted.

Joshua Christian; Edward Nimits Abraham; Eunike Eunike; Lucky Antonio; Matius Kala'tiku

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2019 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

This research focuses on the importance of Mandarin language proficiency for active students of Sekolah Tinggi Teologi (STT) Kerusso in the context of global evangelism missions. The urgency of this study lies in the growing role of foreign languages, particularly Mandarin, in reaching unreached communities across different parts of the world. With a large number of Mandarin speakers worldwide, proficiency in this language is essential for those involved in evangelism missions to establish effective communication and expand the mission's reach. The primary objective of this research is to demonstrate the importance of foreign language proficiency, especially Mandarin, for active STT Kerusso students involved in global evangelism missions. This study aims to provide insights for theological education institutions in designing curricula that better support foreign language acquisition as an integral part of mission preparation. This research employs a qualitative method with an approach that includes in-depth interviews, literature review, and participatory observation. Interviews were conducted with active students and alumni of STT Kerusso who have been involved in evangelism missions in Mandarin-speaking communities. The collected data were analyzed descriptively to identify key themes related to the role of foreign languages in evangelism. The findings of this study are expected to provide a deeper understanding of the urgency of foreign language proficiency in global evangelism missions and offer strategic recommendations for STT Kerusso in preparing its students to face future challenges in evangelism.

Djuwansah Suhendro P. Stephanus

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2019 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Evangelism must become the lifestyle of all believers. Evangelism agrees to preach the good news about salvation in Jesus Christ and win people to Him, according to the Great Commission in Matthew 28:19-20. We have to be a witness of Jesus Christ and His Gospel as our lifestyle. Being a Christian is like being a witness for Jesus. Evangelism and witnessing are a major part of a believer's life with values that are in accordance with Christ's teachings. The Lord Jesus became a positive example of how evangelism became His lifestyle. In practice, the church develops a discipleship process to help, direct and produce the results of the gospel message and establish new believers in fellowship, holy baptized, discipleship, and practice. Being externally applied in two important parts namely go and make all the tribes become disciples of Christ. These two external parts will be accomplished by an effective compilation that has been disciplined as a disciple of Christ holistically. This external implementation guides and encourages each church to diligently preach the Gospel of Christ as a lifestyle in various life discussions.

Yeyen Darmadji

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2019 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Improving living standards is a problem that continues to roll from time to time, both with the theme of poverty alleviation or economic empowerment. In the context of the Christian world the church must provide education about the importance of people doing entrepreneurship in order to improve their economy. This article is a qualitative study with a literary approach to reflect biblically about entrepreneurship and how the church cares to do that as its responsibility. In conclusion, Christian counseling approaches can be used to encourage Christian entrepreneurship activities.

Eny Suprihatin; Merci Padaela

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2019 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Play and games are an inseparable part of the learning process to develop early childhood skills. Knowledge of arithmetic can be delivered to early childhood, ages 5-6 years, by playing a game. The game is a game of congklak. Congklak is a traditional game that has the benefit of stimulating fine motor skills, and training the child's concentration. Research on Teacher Creativity in Improving Counting Ability of Group B Through the Congklak Game in the Integrated Mahanaim Christian Kindergarten, using the Classroom Action Research methodology. The research model used is the Kurt Lewin model. Four stages are carried out: planning, implementing, observing and reflecting. From the four cycles carried out the results are: of the 20 subjects studied the average achievement value was 6.6. 15 children in the high achievement category, 2 children in the moderate category, and 3 children in the low achievement category. Based on initial observations, it was concluded that there was a significant increase in numeracy skills.

Simon Simaremare

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2019 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Abstract The word "new creation" appears twice in the Bible, and is only found in Paul's writings, namely in 2 Corinthians 5:17 and Galatians 6: 15. However, there are various interpretations that appear on this word. By using a qualitative literature approach and descriptive method for the text of 2 Corinthians 5:17 it is found that Paul uses sentences in the present form, not the form that will come; "Who is in Christ, he is a new creation," not "Who is in Christ, he will be a new creation." The word kainos refers to a change in attitude, behavior, character and not in material/body. Next is that the word new creation is closely related to change. Change is very closely related to things that are psychological (unconscious mind), not things that are outward. In other words, change is related to things that are "from within" not "from outside" human life.

Agrosamdhyo, Raden; Sari, Putu Linda

Tingkat kesehatan keuangan bank adalah hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank melalui Penilaian Kuantitatif dan atau Penilaian Kualitatif terhadap faktor-faktor CAMEL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat kesehatan keuangan bank pada BPR Lestari periode Maret 2017-2018. Subjek penelitian ini adalah bagian Financial Management. Objek penelitian ini adalah Neraca, Laporan Laba/Rugi, Laporan Komitmen dan Kontijensi dan Informasi Lainnya periode Maret 2017-2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data yang digunakan laporan keuangan. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis Capital, Asset Quality, Management, Earning, dan Liquidity (CAMEL) yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan keuangan bank. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, tingkat kesehatan keuangan bank dilihat dari faktor permodalan periode maret 2017-2018 masing-masing 14,30% dan 14,38%. Rasio ini termasuk dalam kategori sehat. Rasio aktiva produktif masing-masing sebesar 2% dan 1%. Rasio ini termasuk dalam kategori sehat. Faktor rentabilitas berdasarkan Return On Asset (ROA) masingmasing sebesar 4,72% dan 4,54% yang termasuk kategori sehat. Faktor rentabilitas berdasarkan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) masing-masing sebesar 70,58% dan 69,01% nilai ini termasuk dalam kategori cukup sehat. Faktor likuiditas berdasarkan Cash Ratio (CR) masing-masing sebesar 3,65% dan 11,90% hasil rasio ini termasuk dalam kategori cukup sehat menjadi sehst, sedangkan Loan Deposit Ratio (LDR) masing-masing sebesar 70,23% dan70,12% yang termasuk pada kategori sehat.

Kurniawati, Kurniawati; Mansur, Ely; Adhenin, Jannatun

Masalah yang pertama apakah ada pengaruh motivasi intrinsik terhadap kepuasan kerja karyawan, yang kedua apakah ada pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap kepuasan kerja karyawan, dan yang ketiga apakah ada pengaruh motivasi instrisik dan motivasi ekstrinsik terhadap kepuasan kerja karyawan di Bank Muamalat Indonesia Cabang Denpasar. Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah yang pertama untuk mengetahui pengaruh motivasi instrinsik terhadap kepuasan kerja karyawan, untuk mengetahui pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap kepuasan kerja karyawan, dan untuk mengetahui pengaruh motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap kepuasan kerja karyawan di Bank Muamalat Indonesia Cabang Denpasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan metode sensus. Hasil penelitian yang didapatkan adalah yang pertama motivasi instrinsik berpengaruh cukup positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, yang kedua motivasi ekstrinsik berpengaruh positif sangat rendah dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, dan yang ketiga motivasi instrinsik dan ekstrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Bank Muamalat Indonesia Cabang Denpasar. Berdasarkan hasil dari penelitian ini motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan khususnya di Bank Muamalat indonesia Cabang Denpasar.

Sudarsono, Sudarsono

Budaya organisasi adalah perangkat sistem nilai-nilai (values), keyakinan-keyakian (beliefs), asumsi-asumsi (assumptions), atau sebuah norma yg sudah berlaku, disepakati dan di ikuti sumber daya manusia di sebuah organisasi sebagai prinsip atau pedoman dan pemecahan masalah yang timbul disebuah organisasi. Dalam membangun budaya organisasi tentu masing-masing organisasi apapun jenis dan level organisasi memiliki pengalaman yang berbeda pada beberapa keadaan dan memiliki sebuah persamaan dalam keadaan tertentu. Hal ini, menandakan adanya dinamisasi dalam sebuah organisasi dalam membangun budaya organisasi sebagai pedoman dan prinsip setiap individu di sebuah organisasi dalam menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing untuk mensukseskan tujuan organisasi dibangun. Budaya organisasi lahir dari proses panjang di mulai sejak awal pendirian organisasi sampai ke fase pembentukan dan ke fase kesuksesan. Sebuah perjalan panjang terserbut, baik perjalan yang berupa kegagalan dan kesuksesan merupak perjalan yang kemudian dijadikan pijakan dalam membagun budaya organisasi.

Irawan, Feri

Abstrak: Dalam pembiayaan murabahah fungsi BMT adalah sebagai penjual barang untuk kepentingan nasabah. Dengan cara membeli barang yang diperlukan nasabah dan kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga jual yang setara dengan harga beli ditambah keuntungan BMT. Dan BMT harus memberitahukan secara jujur harga pokok barang berikut biaya yang diperlukan dan menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian barang kepada nasabah. Disini penulis akan membahas BMT Insan Samawa yaitu mengenai pelaksanaan akad pembiayaan murabahah dalam perspektif ekonomi syariah, ketertarikan penulis ini dikarenakan adanya rasa ingin tahu secara lebih jelas dan lebih rinci tentang pembiayaan dengan akad murabahah di BMT Insan Samawa, dan apakah yang membedakan dalam  pelaksanaan pembiayaan dengan akad murabahah di BMT Insan Samawa dengan lembaga keuangan syariah lainya.

Farida, Siti; Jamilah, Fitrotin; Khotib, Ahmad; Joni, Joni

ABSTRAKIntegrasi adalah penggabungan suatu hal agar menjadi satu kesatuan yang utuh dalam satu tujuan. Pada Globalisasi saat ini, pengembangan teknologi dan era revolusi industry 4.0, sebuah era baru yang menekankan pada pola digital economy,artificial intelligence (kecerdasan buatan), big data, robotic. Dimana era 4.0 merupakan fenomena disruptive innovation. Istilah disruptive innovation dicetuskan pertama kali oleh Clayton M. Christensen dan Joseph Bower; inovasi yang membantu menciptakan pasar baru yang mengubah konsep pekerjaan, struktur pekerjaan, dan kompetensi yang dibutuhkan dunia pekerjaan. Era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekedar cara mengajar, tetapi jauh lebih esensial, yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri. Pendidikan karakter bukan hal yang baru di Indonesia. Tokoh-tokoh pendidik Indonesia prakemerdekaan, seperti Kartini, Ki Hajar Dewantara, Soekarno Hatta, Moh Natsir sudah memulai apa yang dinamakan pendidikan karakter sebagai semangat pembentukan kepribadian dan identitas bangsa sesuai konteks dan situasi yang terjadi saat itu. Membangun dan mencetak karakter merupakan keprihatinan pokok para tokoh tersebut. Mereka menggagas sebuah bangsa yang memiliki sebuah identitas tersendiri. Ide dan gagasan itu mulai dari hasil pengembaraan dan perantauan mental para pemikir dan cendikiawan. Dari ide dan gagasan itu, muncullah semangat karakter kebangsaan yang harus diperjuangkan dengan perjuangan tanpa akhir sehingga muncullah Negara Indonesia saat ini. Ki Hajar Dewantara misalnya, telah mengajarkan pendidikan karakter melalui praktekpendidikan yang mengusung kompetensi alam murid, bukan dengan perintah paksaan, tetapi dengan tuntunan. Cara mendidik seperti ini lebih dikenal dengan pendekatan among, yang lebih menyentuh pada tataran etika dan perilaku yang tidak terlepas dengan karakter seseorang. Membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan, mutlak dibutuhkan. Mulai diri sendiri, lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat dengan meneladani para tokoh tersebut.

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

AbstrakSebagai tugas akhir mata kuliah PAR, mahasiswa melakukan penelitian langsung ke lapangan untuk mengimplementasikan keilmuan yang telah didapat terpada masyarakat. Mereka melakukan penelitian di TPQ AL-Magfiroh di Denpasar. Kondisi TPQ yang terletak di Mushola Al-Magfiroh telah berdiri sejak tahun 2019 dengan jumlah peserta didik 145 siswa. Penelitian ini menggunakan acuan teori Zuber dan pendekatan metode PAR, dengan tahapan observasi, pengumpulan data, monitoring/aksi, dan evaluasi. PAR bersifat transformatif dan memberdayakan komunitas lokus penelitian, sehingga menghasilkan program kerja, yaitu mengajar di TPQ tersebut dengan metode Yanbua dan bersama wali murid memberikan semangat pada siswa berupa buku dan alat tulis, padakegiatan kenaikan jilid. Evaluasi penelitian adalah menemukan kondisi kelas kurang kondusif dan kurangnya tenaga pengajar. Sebagai bahan tindaklanjut, mengkondisikan penambahan dan meningkatkan kualitas tenaga pengajar. Abstract As a final assignment for PAR subject, students have done conduct research directly into the field to implement the knowledge they have gained in the community. They conducted research at the AL-Magfiroh TPQ in Denpasar. The condition of TPQ which is located in Al- Magfiroh Mosque has been established since 2019 with 145 students. This research uses Zuber's theory reference and PAR method approach, with stages of observation, data collection, monitoring / action, and evaluation. PAR is transformative and empowers the research locus community, so that it produces a work program, which is teaching at the TPQ with the Yanbua method and together with the guardians of students encourages students in the form of books and stationery, on the activities of increasing volumes. The evaluation of the research is finding the condition of the class is less conducive and the lack of teaching staff. As follow-ups are material, condition the addition and increase the quality of the teaching staff.

Kusjuniati, Kusjuniati

AbstrakPemikiran sosioekonomi Al-Ghazali berakar dari sebuah konsep yang dia sebut sebagai fungsi kesejahteraan sosial islami. Seluruh karya Al-Ghazali memiliki konsep maslahat atau kesejahteraan sosial atau utilitas (kebaikan bersama). Imam Al-Ghazali mengidentifikasi semua masalah baik yang berupa masalih ( utilitas, manfaat ) maupun mafasid (disutilitas, kerusakan) dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Kesejahteraan (maslahah) dari suatu masyarakat tergantung kepada pencarian dan pemeliharaan lima tujuan dasar, yakni agama(al- dien), hidup atau jiwa (nafs), keluarga atau keturunan (nasl), harta atau kekayaan (mal) dan intelek atau akal (aql). Al-Ghazali menitikberatkan bahwa sesuai tuntuan wahyu, tujuan utama kehidupan umat manusia adalah untuk mencapai kebaikan di dunia dan di akhirat (maslahat al-din wa al-dunya) Kelima kebutuhan tersebut tidak akan terpenuhi dengan baik bila orientasi semua orang hanya terfokus pada kehidupan akhirat. Oleh karenanya melakukan aktivitas ekonomi merupakan sebuah keharusan bagi setiap orang bila mereka menginginkan keselamatan baik di dunia maupun akhirat. AbstractAl-Ghazali's socioeconomic thinking has its roots in a concept which he calls an Islamic social welfare function. All of Al-Ghazali's works have the concept of maslahat or social welfare or utility (the common good). Imam Al-Ghazali identified all the problems in the form of masalih (utility, benefits) and mafasid (disutility, damage) in improving social welfare. The welfare ( maslahah) of a society depends on the search and maintenance of five basic objectives, namely religion ( al-dien) , life or soul (nafs), family or offspring (nasl), wealth or wealth (mal) and intellect or reason (aql) ).Al-Ghazali emphasized that according to the revelation, the main purpose of human life is to achieve good in the world and in the hereafter (maslahat al-din wa al-duny a) These five needs will not be fulfilled properly if everyone's orientation is only focused on life hereafter. Therefore doing economic activity is a must for everyone if they want salvation both in the world and the hereafter.

Dinia Restuningtyas; Artha Febriana

JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2019 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

The research objectives are to analyzing the impact of work motivation, work discipline, and work culture on employee performance. CV. Roda Jati The research method used is a quantitative type with an explanatory design. The research subjects were all employees of CV. Roda Jati, totaling 57 people. The method of collecting power used was observation, documents, and questionnaires. The results of the study concluded that: 1) work motivation has a positive and significant effect on employee performance by 0.324 or 32.4%; 2) work discipline has a positive and significant effect on employee performance by 0.326 or 32.6%; 3) work culture has a positive and significant influence on employee performance by 0.314 or 31.4%; and 4) work motivation, work discipline, and culture have a positive and significant impact on employee performance CV. Roda Jati amounted to 0.321 or 32.1%.