Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 66981-67000 of 67,732

Analytics

Aminah, Siti

Wacana Hukum 2019 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

The mechanism for removing The Head of local goverment from the Office based on Article 83 Subsection (1) of Law Number 23 Year 2014 on local Government begins with the status of a head of local goverment being charged with criminal offense, followed by temporary removal from his/her office based on a register at a Court. It is also found that the officer in charge of removing a Head of local goverment is the President for an offending Governor and a Minister for an offending Regent or Mayor, without the need for a consultation with the local House of Representatives. Meanwhile, the legal consequences of a removal of a Head of local goverment  that the offender’s rights and responsibilities are assumed by Vice Head of local goverment, until a legally binding verdict on the matter has been issued by the Court. Whenever a Head of local goverment being indicted is not removed from his/her office, then the President or the Minister concerned may be charged of unlawful conduct that cause legal uncertainties within the bureaucracy of the regional government involved.

toro, Iswan

Wacana Hukum 2019 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

The journey of the Regional Representative Council (DPD) in the constitution is considered to still not compensate for the dynamics of proliferation of legislation. The reason is that the function of the DPD with the DPR in the field of legislation has been tugging and there has been intense competition in the formation of legislation, on the one hand the existence of the DPR as an institution holding a legislative function born earlier is considered to dominate the formation of legislation. On the other hand, the existence of the DPD as a new institution that is also given a legislative function, its authority is considered to be too small when compared to the authority of the DPR in the process of establishing legislation. Even the DPD is considered to add to the problem of over regulation in Indonesian legislation. Borrowing the term Richard Susskind mentions that hyper regulations or obesity are legal and over regulation. This situation led to the implementation of the DPD's legislative function not being optimal because it tends to be half-hearted. In other words, the existence of the DPD as the holder of legislative power is still under the shadow of the DPR, so it has not been taken into account in the process of establishing legislation in Indonesia, even though it has been corrected by the Constitutional Court through Decision of the Constitutional Court Number 92/PUU-X/2012 and Decision Constitutional Court Number 15/ PUU-XIII/2015, but the decision was ignored.

Basuki, Udiyo; Jaelani, Abdul Kadir

Wacana Hukum 2019 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

In the legislative system, Pancasila is a basic norm (staatsfundamental), which successively then verfassungnorm UUD 1945, grundgezetznorm or MPR provisions, and gezetznorm or the Act. But in reality, Pancasila is equalized and equated with the 1945 Constitution, the Unitary State of the Republic of Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, which is then referred to as the Four Pillars of Nation and State. The Constitutional Court as the constitution gatekeeper institution returns the position of the Pancasila as the state foundation through the Decision of the Constitutional Court Number 100/PUU-XI/2012. The decision is part of the implementation of the authority of the Constitutional Court which has 4 (four) authorities and 1 (one) obligation as stipulated in Article 24C paragraph (1) and paragraph (2) of the 1945 Constitution. In addition to being a guardian of democracy ) The Constitutional Court is also the Protector of the state's foundation and legal source.

Raden Sugiarto, Irma Laxiana &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Sampai saat ini perkakaoan Indonesia cenderung meningkat baik luas areal maupun jumlah produksidan masih didominasi oleh Perkebunan Rakyat, namun peningkatan produksi tersebut ternyata tidakdiimbangi dengan penyiapan sarana pengolahan yang memadai dan cocok untuk diterapkan di PerkebunanRakyat. Permasalahan di tingkat internasional mutu biji kakao Indonesia adalah mutu yang masih dianggaprendah. Salah satu penyebab rendahnya mutu biji kakao Indonesia adalah keasaman relatif tinggi (pHkurang dari 5,5). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi antara pemeraman buah denganmodifikasi kotak fermentasi yang menghasilkan pH biji kakao kering 5,5. Perlakuan dalam penelitian ini:fermentasi biji kakao di dalam kotak kecil (K), fermentasi biji kakaodiantara kotak dalam dan kotak luar (A),dan fermentasi dalam kotak tanpa sekat (B). Yangdikombinasikan dengan pemeraman buah dengan variasilama pemeraman; 0 hari (H0); 4 hari (H4)dan 6 hari (H6). Rancangan dalam penelitian ini menggunakanmetode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, dengan 3 kali ulangan yang berarti ada 27 unit percobaan(3x3x3). Pengamatanselama fermentasi adalah pH dan suhu timbunan biji.Analisa yang dilakukan padabiji kakao kering:kadar air,pH, indeks fermentasi dan nilai uji-belah.Data yang diperoleh ditabulasi dandianalisis varian. Jika terjadi perbedaan nyata dengan selang kepercayaan 5% dilanjutkan dengan Uji Duncan’sMultiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemeraman buah 4 hari dalam kotak antara(A)menghasilkan biji kakao kering dengan pH berkisar 5,5 dan kadar air 7,5 % yang sesuai StandarMutu(SNI: 2323:2008) yang ditetapkan.Kata kunci : fermentasi;kakao;pemeraman buah

Wahjuningsih, Sri Budi

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tepung mokaf dan tepung garut dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat non beras padapembuatan beras analog.Tepung kacang merah digunakan sebagai sumber protein dan kandungan amilosanyayang tinggi dapat membantu membentuk butiran beras analog..Pembuatan beras analog menggunakanteknologi ekstrusi sehingga menghasilkan karakteristik produk seperti beras. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menentukan indeks glikemik beras analog berbasis tepung mokaf, tepung garut dan tepung kacangmerah sebagai pangan alternative bagi penderita diabetes. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap, satu faktor yaitu perbandingan tepung mokaf, tepung garut dan tepung kacang merah dengan5 taraf perlakuan, yaitu B1: 90%: 0% : 10%; B2 80%:10%: 10%; B3 70% : 20% : 10%; B4 60%: 30%; 10%; danB5 50%: 40%: 10%.Penelitian ini terdiri dari tahapan: persiapan bahan, formulasi tepung komposit sesuaiperbandingan untuk pembuatan beras analog dan pengujian indeks glikemiknya. Formula terbaik beras analogdengan indeks glikemik 74 diperoleh dari perlakuan B5 yaitu perbandingan tepung mokaf, tepung garut dantepung kacang merah 50%:40%:10%.

Yannie Asrie Widanti, Naradhita Dewi Marganingsih, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Antioksidan merupakan senyawa yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh karena fungsinya sebagaipenangkap radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh.Daun katuk, rosella, dan jahe termasuk tanaman yangkaya antioksidan.Salah satu usaha untuk memperoleh sumber antioksidan secara praktis adalah denganmengolah daun katuk, bunga rosella dan jahe menjadi minuman fungsional.Penelitian ini bertujuan untukmenentukan formula minuman fungsional katuk-rosella dan penambahan ekstrak dari berbagai jenis jaheyang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen.Penelitian dilakukan dengan RancanganAcak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor.Faktor pertama dengan perbandingan daun katukdan rosella (90:10, 80:20, 70:30) sedangkan faktor yang kedua yaitu variasi jenis jahe (jahe emprit, jahegajah dan jahe merah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi daun katuk: rosella 80:20 dengan ekstrak jahe merah 8% merupakan perlakuan terbaik didasarkan pada aktivitasantioksidan dan uji organoleptik terbaik yang terdapat pada minuman. Pada perlakuan ini dihasilkan pH2,83, padatan terlarut 15,46%, aktivitas antioksidan DPPH 54,65%, total fenol 0,98 mg GAE/100ml, vitaminC 68,82 mg/100ml, serta uji organoleptik terhadap flavor jahe 2,13, flavor katuk 1,86, rasa asam 2,73, warna3,65 dan kesukaan keseluruhan 2,20.Kata kunci:antioksidan, minuman fungsional, daun katuk, rosella, jahe

Febi Diningtyas Listyawati, Sri Winarti, Murtiningsih &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mie gluten free merupakan mie yang dibuat dari tepung selain terigu yang baik bagi anak penyandangautis. Gadung dan mocaf memiliki kandungan pati yang tinggi sehingga baik dikembangkan untuk produkmie bebas gluten. Salah satu upaya untuk memperbaiki karakteristik mie gadung-mocaf yaitu denganpenambahan gliserol sebagai plasticizer (pemlastis). Selain itu, guna memperbaiki tampilan mie dilakukanpenambahan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaikantara tepung gadung-mocaf dan penambahan gliserol untuk menghasilkan mie yang disukai konsumen.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor yaitu proporsitepung (gadung:mocaf) (80%:20%; 70%:30%; 60%:40%) dan penambahan gliserol (1%; 2%; 3%). Data-datayang diperoleh dianalisis menggunakan analisa ragam, bila terdapat perbedaan nyata dilakukan uji duncan(DMRT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah proporsi tepung gadung: tepung mocaf60%:40% dan penambahan gliserol 1%, yang menghasilkan mie kering dengan karakteristik kadar air 7,20%;kadar abu 1,49%; kadar pati 68,59%; kadar amilosa 12,55%; daya patah 10,44%; daya rehidrasi 118,89%; cookingloss 2,85%; dan elastisitas 29,24%. Hasil uji sensoris adalah nilai rata-rata warna 3,90 (agak suka); rasa 3,75(agak suka); tekstur 3,70 (agak suka); dan aroma 3,60 (agak suka). Hasil perlakuan terbaik dianalisa kadarprotein adalah 3,02%, warna L 48,6; a*24,4; b*14,2 dan aktivitas antioksidan 385,00 (mg/ml).Kata kunci : mie kering, tepung gadung, tepung mocaf, gliserol.

Akhmad Mustofa, Rossida Setya Aji Amanda, Yannie Asrie Widanti &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kulit ari kedelai dapat dimanfaatkan sebagai olahan makanan atau tambahan makanan yangfungsinya untuk memenuhi kebutuhan protein dan serat pada makanan yang dikonsumsi. Tujuan penelitianini adalah untuk menghasilkan cookies yang memiliki sifat fungsional dan mengurangi penggunaantepung terigu sebagai bahan pembuatan cookies serta dapat menghasilkan cookies yang bergizi tinggi.Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktoryaitu perbandingan tepung kulit ari kedelai dan tepung terigu dan penambahan puree pisang ambon.Faktor pertama perbandingan berat berat tepung kulit ari kedelai dan tepung terigu (1:9, 2:8 dan 3:7 Faktorkedua penambahan puree pisang ambon sebesar 6, 8 dan 10%. Hasil pnelitian ini menunjukan kombinasiperbandingan tepung kulit ari kedelai dengan tepung terigu 2:8 dan puree pisang ambon 10% adalahyang paling optimal selain mengandung serat yang cukup yaitu sebesar 10,95% juga disukai para panelis.Perlakuan ini menghasilkan cookies dengan kadar air 4,59%, kadar gula 31,72%, kadar serat kasar 9,53%,kadar protein 7,75%, Warna kuning keemasan 3,07, tekstur renyah 3,27, rasa dan aroma pisang 3,67 dankesukaan keseluruhan 3,87 (paling disukai).Kata kunci: Cookies, kulit ari kedelai, puree pisang ambon , serat

Yannie Asrie Widanti, Erik Lukman, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Aloe barbandensis miller yang kita kenal dengan nama lidah buaya adalah tanaman yang dapat tumbuhdengan cepat dan mudah dibudidayakan. Lidah buaya memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi, anti jamur,anti bakteri untuk mengontrol tekanan darah. Tanaman lidah buaya sudah dikenal luas di Indonesia,khususnya di daerah pedesaan, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari.Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2faktor. Faktor pertama dengan rasio kulit lidah buaya dan rosela (2:1, 1:1, 1:2) sedangkan faktor yang kedua lamapengeringan (60, 70, 80 menit). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan teh kering yang bersifatfungsional dan mengandung antioksidan tinggi serta disukai konsumen. Hasil penelitian menunjukkankombinasi perlakuan rasio kulit lidah buaya dan rosela 1:3 dengan lama pengeringan 60 menit adalah yangpaling optimal. Pemilihan ini didasarkan pada aktivitas antioksidan yang tinggi dan disukai konsumen. Padaperlakuan ini dihasilkan kadar air 7,91%, kadar abu 5,12%, total fenol 20,67%, aktivitas antioksidan 55,98%,pH 2,00, serta uji organoleptik terhadap kesukaan keseluruhan yaitu 3,40 (suka).Kata kunci: Antioksidan, teh, lidah buaya, rosella, pengeringan.

Yannie Asrie Widanti, Dobby Rohmadianto, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Zea mays L. sacharata adalah nama latin dari tanaman jagung yang banyak dibudidayakan oleh petanidi Indonesia. Bagian yang sering dimanfaatkan adalah bagian buah, sedangkan rambut jagung masih banyakdibuang atau menjadi limbah. Rambut jagung mempunyai kandungan vitamin B (niasin, riboflavin dantiamin) dan kaya akan mineral (abu, alumunium, krom, kobalt, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium,selenium, natrium, saponin, tanin, dan flavonoid). Selain itu rambut jagung dapat digunakan sebagai obattradisional sebagai peluruh air seni, penurun tekanan darah tinggi dengan senyawa yang diduga berperanadalah saponin.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi perlakuan konsentrasi rambut jagung-roseladan lama pengeringan yang mempunyai aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen. Penelitiandilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktorpertama dengan konsentrasi rambut jagung dan rosela (85:15, 70:30, 55:45) sedangkan faktor yang kedua lamapengeringan (1,5; 2; 2,5 jam). Hasil penelitian menunjukan kombinasi perlakuan konsentrasi rambut jagungdan rosela 55:45 dengan lama pengeringan 2,5 jam adalah yang paling optimal, karena kandungan aktivitasantioksidan yang tinggi dan disukai berdasarkan uji organoleptik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air1,72%, aktivitas antioksidan DPPH 90,63%, aktivitas antioksidan FRAP 97,35%, total fenol 24,24 mg asamgalat/100ml, vitamin C 0,50 mg/100g, pH 2,00 serta uji organoleptik terhadap kesukaan keseluruhan yaitu3,67 (suka). Lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan DPPH, FRAP, vitamin Cdan pH, sedangkan pada kadar air dan total fenol lama pengeringan tidak berpengaruh.Kata kunci: Antioksidan, teh, rambut jagung, rosela, pengeringan.

Yannie Asrie Widanti, Hangga Wahyudi, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Moringa olifiera yang kita kenal dengan nama Kelor adalah salah satu tanaman yang bergizi, sejakdahulu dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman yang berkhasiat. Daun kelor dalam pembuatanteh sangat bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung kandungan flavonoid sebagai antioksidan danantiinflamasi. Tanaman kelor sudah dikenal luas di Indonesia, khususnya didaerah pedesaan, tetapi belumdimanfaatkan secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan dengan menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dengan rasio daun kelordan rosela (1:1, 2:1, 1:2) sedangkan faktor yang kedua lama pengeringan (60, 80, 120 menit). Tujuan penelitianini adalah untuk menghasilkan teh kering yang bersifat fungsional dan mengandung antioksidan tinggiserta disukai konsumen. Hasil penelitian menunjukan kombinasi perlakuan rasio daun kelor dan rosela 1:2adalah yang paling optimal, selain karena aktivitas antioksidan yang tinggi dan agak disukai berdasarkanuji organoleptik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar abu 6,33%, aktivitas antioksidan 64,59%, fenol 2,21%,pH 4,79, serta uji organoleptik terhadap kesukaan keseluruhan yaitu 2,87 (sedikit suka).Kata kunci: Antioksidan, teh, kelor, rosela, pengeringan.

Nanik Suhartatik, Rizky Khaerul Ikhwan, Linda Kurniawati &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biji wijen merupakan salahsatubahan nabati yang mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatantubuh. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan produk olahan wijen adalah denganfermentasi seperti olahan susu dalam bentuk yoghurt. Namun pada proses pembuatan yoghurt, susuwijen tidak mampu membentuk gel sehingga perlu adanya penambahan gelling agent untuk membantupembentukan gel pada yoghurt susu wijen. Salah satu bahan pembentuk gel tersebut adalah susu skim.Dengan adanya penambahan skim dalam proses pembuatan yoghurt diharapkan dapat memperbaiki teksturyoghurt yang dihasilkan, sehingga dapat menemukan formulasi terbaik yang disukai konsumen. Penelitiandilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktorpertama persentasebijiwijen (8, 10, dan 12%) sedangkan faktor yang kedua persentase susu skim (2, 4, dan6%). Hasil penelitian yang optimal adalah kombinasi perlakuan persentase biji wijen 12% dan persentasesusu skim 6%. Yoghurt susu wijen tersebut mempunyai karakteristik sebagai berikut: aktivitas antioksidan44,99%; kadar protein 11,70%; gula total 4,70%; pH 4,9; kadar lemak 1,33%; warna ungu (3,73); rasa asam(3,07), tekstur agak cair (2,27), aroma sedikit aroma yoghurt (2,73) dan panelis suka (3,00).Kata kunci: Biji wijen, susu skim, tekstur, yoghurt

Yustina Wuri Wulandari, Novea Stevani, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Nori merupakan olahan yang berbentuk lembaran kering yang terbuat dari rumput laut merah berjenisPorphyra. Rumput laut jenis ini tidak dapat ditemukan di Indonesia, karena hanya dapat tumbuh di Negarayang beriklim sub-tropis. Penelitian ini merupakan upaya inovasi untuk mengganti bahan baku pembuatannori menggunakan daun kangkung yang banyak dan mudah ditemukan di Indonesia. Tujuan penelitianini adalah untuk memperoleh produk nori kangkung dengan perbedaan lamanya waktu pengeringan danpenambahan konsentrasi karagenan terhadap karakteristik nori daun kangkung.Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktoryaitu lama waktu pengeringan (8, 10, dan 12 jam) dan perbandingan penambahan karagenan (0,5; 1; dan 1,5%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lamanya waktu pengeringan 12 jam dengan penambahankaragenan 1% yang hampir menyerupai nori komersial dan paling disukai. Nori kangkung dengan perlakuantersebut memiliki kadar air 12,673%; kadar abu 5,230%; kadar gula total 5,676%; kadar serat kasar 7,603%;uji kekuatan tarik 7,7167 N/; warna (3,8533); kerenyahan (2,900); tekstur (3,700); flavor kangkung (2,513);dan tingkat kesukaan keseluruhan (3,113).Kata kunci: Karagenan, pengeringan,nori, kangkung

Setyoko, Heru

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa melalui model Discovery Learning pada pelajaran memperbaiki sistem bahan bakar Diesel. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran Discovery, dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.  Peningkatan ditunjukkan pada keaktifan dan hasil belajar siswa dalam memperbaiki system bahan bakar diesel. Keaktifan belajar siswa dari prasiklus ke siklus I, meningkat dari 56,25% menjadi 69,44%, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 91.67%. Peningkatan lainnya terjadi pada hasil belajar aspek pengetahuan dari prasiklus meningkat dari nilai rata-rata sebesar 72,85 meningkat menjadi 77,54 pada siklus I dan menjadi 85.14 pada akhir siklus II.  Jumlah siswa yang tuntas pada prasiklus sebanyak 17 siswa meningkat pada siklus I menjadi 26 siswa, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 36 siswa, dengan hasil belajar aspek pengetahuan prasiklus ke siklus II meningkat sebanyak 19 siswa. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pembelajaran Discovery, dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada  mata pelajaran ”Memperbaiki sistem bahan bakar diesel” siswa SMK di Sragen.

Juwariyah, Siti

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar  matematika  melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak semester I tahun pelajaran 2016/ 2017. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak  tahun pelajaran 2016/ 2017  sebanyak 36 siswa, sebagai subjek penerima tindakan, sedangkan untuk  subjekpelaku tindakan adalah guru matematika kelas IX D selaku guru, teman sejawat selaku subjek yang melakukan observasi proses pembelajaran, Kepala Sekolah selaku subjek sumber data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian Tindakan ini dilakukan dalam dua siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan prestasi belajar  matematika siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak tahun pelajaran 2016/ 2017. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar  matematika siswa juga mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 68,9, pada siklus I sebesar 79,4 dan pada siklus II sebesar 83,7. Selain itu, presentase ketuntasan belajar siswa, yaitu sebelum tindakan sebesar 50%, pada siklus I sebesar 69,5% dan pada siklus II sebesar 91,7%.

Wahyudi, Eko Nur; Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah merupakan kota pusat perdagangan dan industri dengan sektor unggulan di bidang manufaktur, agrikultur dan pariwisata. Dari sisi laju pertumbuhan ekonomi (LPE), kota Semarang mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu 5,7 di tahun 2015 menjadi 5,8 di tahun 2016. Artinya laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya sangat tinggi, khususnya di sektor pariwisata. Banyak industri kecil tumbuh yang menopang laju pertumbuhan ekonomi menjadi meningkat, seperti di bidang makanan dan minuman olahan dan kerajinan. Beberapa wilayah dikhususkan dalam pengembangan industri tersebut, namun demikian tidak semua dapat menjadi sentra dari setiap bidang industri tetapi bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, seperti contoh dalam usaha kerajinan batik ada di beberapa lokasi demikian juga dengan industri olahan pangan.Pola pertumbuhan industri mikro, kecil dan menengah tersebut agar dapat dimonitordan dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah industri dengan metode KMeans untuk bisa memetakan pembinaan dan pendampingan pengembangan yang tepatsesuai dengan bidang usaha para pelaku industri mikro, kecil menengah dan potensi wilayahkecamatan.

Sutanto, Felix Andreas; Yulianton, Heribertus; Hadiono, Kristophorus

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Kelulusan merupakan hal yang pasti terjadi dalam akhir proses sebuah pendidikan. Mendapatkan predikat wisudawan terbaik merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa diakhir masa studinya. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Stikubank, setiap semester selalu dihadapkan pada proses tersebut. Penetapanwisudawan terbaik dari FTI Unisbank memiliki lebih dari satu kriteria yaitu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK),Nilai Prestasi yang diperoleh dari Kartu Rencana Prestasi (KRP), masa studi siswa yang bersangkutan, dansertifikasi kompetensi atau sertifikasi pelatihan bertaraf internasional. Metode yang digunakan untuk membantu menentukan wisudawan terbaik adalah metode TOPSIS. Pemilihan metode tersebut karena beberapa alasan salah satunya adalah kemudahan penerapan. Implementasi metode TOPSIS atas masalah tersebut diterapkan dengan membuat sebuah aplikasi berbasis web. Hasil yang diperoleh dengan menerapkan metode TOPSIS, adalah alternatif/wisudawan yang memiliki skor tertinggi dari hasil perhitungan akhir.

Retnowati, Retnowati; Listiyono, Hersatoto; Purwatiningtyas, Purwatiningtyas; Wedaningsih, Alana Sharfina; Rahmaziana, Liana

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Indonesia telah menerapkan Open Government Data (OGD) sejak tahun 2008, yaitu ketika Undang-UndangKeterbukaan Informasi Publik (UU KIP) No. 14 tahun 2008 disahkan. Penerapan UU KIP bagi segenap badanpublik, termasuk pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mulai diberlakukan pada tahun 2010, melalui PPNomor 61 tahun 2010. Pengelola KIP di Indonesia dilakukan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi(PPID), yang dilaksanakan melalui surat keputusan (SK) pimpinan tertinggi pada badan publik, dimana ketikakonteksnya adalah pemerintah daerah, maka SK ditandatangani oleh Walikota atau Bupati. Secara faktual, Indonesiadimasukkan ke negara yang telah menginisiasi penerapan KIP tetapi berpotensi menghadapi kendala keberlanjutanpenerapannya. Sampai dengan tahun 2017, jumlah kota yang telah menunjuk dan memiliki PPID masih sebesar86,73% (85 kota dari 98 kota) se Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya persoalan atau faktor-faktor yangmempengaruhi kesediaan atau kesiapan (readiness) untuk mengadopsi sistem baru di dalam ruang lingkupkelembagaannya. Penelitian ini bermaksud untuk untuk mengeksplorasi tentang kesiapan (readiness) untukmengadopsi pengelolaan KIP untuk memberikan layanan informasi dan dokumen kepada masyarakat. Hasilnyadiketahui bahwa faktor komitmen organisasi dan pengelola menjadi bagian dari rendahnya kualitas readinesspengelolaan KIP. Direkomendasikan melalui hasil pendekatan Soft Systems Methodology (SSM), agar dilakukanstrategi readiness organisasi dan pengelola melalui penguatan tata kelola dan penguatan individu dengan dukunganinfrastruktur dan pendanaan yang memadai.

Ardhianto, Eka; Handoko, Widiyanto Tri; Supriyanto, Edy

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Proses kriptografi masih sering dikombinasikan dengan steganografi dalam mekanisme pengamanan data dan penyembunyian data. Pengamanan data ini tidak hanya dilakukan pada data yang bersifat berhenti dan tersimpan pada komputer. Perkembangan teknologi komunikasi dalam jaringan memberikan revolusi dalam mengamankan data berjalan melalui saluran transmisi. Dalam paper ini dilakukan sebuah systematic literatu rereview (SLR) yang membahas perkembangan teknik steganografi data berjalan serta memberikan gambaran pengembangan penelitian untuk meningkatkan kekuatan proses pengamanan data.

Budiarso, Zuly; Nurraharjo, Eddy; Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Komponen penggerak yang sering digunakan sebagai sumber gerakan dalam berbagai perlalatan listrik adalah motor arus searah. Dalam berbagai keperluan, besanya kecepatan putaran motor arus searah sangat diperlukan untuk menentukan kinerja sistem gerak.Untuk mengatur kecepatan motor arus searah dapatdilakukan dengan cara yaitu menambah potensial catu daya. Dengan berkembangnya teknologi digital yang semakin pesat, menyebabkan teknologi sistem pengaturan juga mengalami perkembangan yang pesat pula. Sebuah sistem pengaturan tidak lagi menerapkan rangkaian elektronik sebagai alat pengendali. Arduino Mega 2560 merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang sering digunakan dalam sistem kendali. Sistem pengaturan kecepatan motor arus searah merupakan sebuah sistem pengaturan yang berfungsi mengatur kecepatan motor arus searah menggunakan perangkat lunak. Proses utama yang terjadi dalam sistempengaturan kecepatan motor arus searah adalah mengatur kondisi pin-pin digital pada arduino yang akandijadikan sebagai triger untuk memicu motor arus searah. Sinyal dari arduino menjadi triger bagi sebuah modul driver motor dc yang berupa rangkaian elektronik yang bekerja dengan cara Dual H-Bridge. Modul terdiri dari 2 pasang masukan dan keluaran. Pin masukan berfungsi menerima sinyal dari arduino, sedangkan pin keluaran dihubungkan dengan 2 buah motor arus searah. Kecepatan motor tergantung frekuensi sinyal sinyal dari arduino, sedangkan frekuensi tergantung sketch program pada arduino.