Publication Search

67,429 articles from 567 journals · 1,699 citations tracked

Showing 64641-64660 of 67,429

Analytics

Afifah Fadhilah; Andi Kartika

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2022 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

The purpose of this research is find out how the influence of firm size, free cash flow, leverage, and profitability on earnings management. The population used in this study uses hotel, tourism, and restaurant sub-sector service companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2013-2020.  The test results show that firm size and profitability have a positive effect on earnings management, this indicates that the larger the firm size and the level of profit, the greater the opportunity for management to practice earnings management. Free Cash Flow has a negative effect on earnings management, this shows that if the amount of free cash flow is low in a company, the higher earnings management practices will be. Leverage has no effect on earnings management, this shows that the level of leverage does not make management perform earnings management.

Pucantika, Nichen Ria Pucantika; Sartika Wulandari

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2022 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

This study aims to examine the analysis of the effect of management compensation, profitability, capital intensity, and leverage on tax avoidance in mining sub sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period. The sampling method used purposive sampling in order to obtain 32 mining sub sector companies. The results showed that the variable of management compensation, capital intensity, and leverage had on effect on tax avoidance. While the profitability variable has a significant negative effect on tax avoidance. For the upcoming research, it is expected to apply other independent variable which have highly connection with tax avoidance as dependent variable. Furthermore, the research is expected to choose different company as well, in order to receive the accurate result and to describe the actual situation/condition.

Nahira Nahira; Sumarni Sumarni

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan. Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak. Seiring perkembangan masa, dengan semakin mudahnya akses internet yang bisa digunakan oleh semua orang. Sehingga pada saat ini kebanyakan orang cenderung melakukan pencarian informasi lewat media online. Adapun aplikasi yang di rekomendasikan ialah “Si DITA’’ pengunaan mobile aplikasi ini diharapkan kapanpun dan dimanapun orang tua dapat selalu memantau tumbuh kembang anaknya serta menjadi panduan bagi orang tua merujuk ke puskesmas, klinik tumbuh kembang, dan dokter bila anak mengalami hambatan tumbuh kembang agar dilakukan screening lebih akurat. Dengan digunakan mobile aplikasi ini menjadi solusi teknologi yang dapat mempermudah dalam mendekteksi penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dita Rahmaditiani Junaidi; Evi Satispi; Aldira Lindawati; Dalila Afif

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

This research is motivated by the success of phenomenon educational institution based on nature that serve as one of the alternative educational institutions in Indonesia. The success of the phenomenon came from from the ability of sekolah alam to shape and transform the sought-after core values. This research aims to explain the process of forming and transforming core values based on environmental uniqueness and local wisdom at Sekolah Alam Kebun Tumbuh (SAKT) which conducted in August – December 2021, and located in the middle of an urban area. Researcher used a qualitative approach with data collection techniques, interviews, and documentation as well as analysis using interactive model qualitative techniques which included data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research indicate that all educational and learning activities in sekolah Alam carried out with an integrative holistic approach with nature as a place, source, and learning media in the context of cognitive processes, awareness, enlightenment, empowerment, character building and children's behavior. The core values developed by Sekolah Alam Kebun Tumbuh are based on five values, includes noble character, critical thinking, leadership, entrepreneurial spirit, and toughness. These core values are the hallmark and differentiator from Sekolah Alam Kebun Tumbuh from other sekolah alam as well as the brand image of Sekolah Alam Kebun Tumbuh. In addition, it continues to embody the three dimensions of core values in general, namely curriculum, methods, environment and physics.

Veronika Pina; Henni Somantik; Markus Amid; Eliantri Putralin

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Tanggung jawab gembala sidang dalam membimbing kerukunan hidup jemaat GSJA Anugerah SP IV Jangkang sangat dibutuhkan dalam hidup berjemaat, karena jemaat merupakan bagian dari masyarakat luas yang harus hidup rukun. Tujuan penelitian untuk mendorong gembala Sidang dalam membimbing kerukunan hidup jemaat di GSJA Anugerah SP IV Jangkang supaya jemaat tetap hidup dalam kerukunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif karena data dan informasi yang diperoleh kata atau narasi kemudian dapat dideskripsikan, dinarasikan, dan dijelaskan agar maknanya semakin jelas. Sumber data berasal dari para informan yaitu gembala sidang, majelis jemaat, dan anggota jemaat GSJA dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan data dari penelitian ini adalah: (1) Gembala sidang memotivasi jemaat agar hidup rukun; (2) gembala sidang dapat mengunjungi Jemaat GSJA Anugerah SP IV Jangkang; (3) gembala sidang mengajar jemaat agar hidup percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat; (4) harapan gembala sidang agar seluruh anggota jemaat dapat menguasai diri dari dosa, selalu berdoa, dan mendukung gembala dalam pelayanan. Kesimpulan: gembala sidang GSJA Anugerah SP IV Jangkang telah melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik dalam membimbing dan mengarahkan jemaat berdasarkan pengajaran Yesus Kristus. 

Rialestari Rialestari; Meryantje Anabokay; Esau Yesyurun Tang

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Kreativitas guru PAK memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan rohani peserta didik. Oleh karena itu diperlukan pengajaran karena melalui pengajaran yang kreatif, inovatif dan inspiratif untuk dapat memberi pemahaman yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Itu sebabnya guru PAK perlu melihat kebutuhan peserta didik dengan harapan bahwa dasar-dasar iman Kristen dapat betul-betul dipahami dan diterapkan dalam kehidupan peserta didik. Tujuan penelitian ini ialah guru PAK perlu mengajar, membimbing, memperkenalkan Tuhan kepada peserta didik, dan membentuk karakter peserta didik sehingga karakternya seperti karakter Kristus dalam pribadinya. Metodologi penelitian yang digunakan ialah metodologi penelitian kuantitatif dengan pendekatan wawancara, penyebaran angket, dan kepustakaan. Dari hasil perhitungan, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,301 dan signifikansi pada α = 0,05. Melalui hasil pengujian hipotesis untuk melihat keberartian korelasi yang diperoleh t hitung = 4,812 > t tabel = 3,065. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif  dan signifikan, kreativitas guru PAK dengan pertumbuhan rohani peserta didik di SDN 07 Tubang Raeng. Dari hasil perhitungan, diperoleh koefisien detrminasi sebesar 0,350 atau sebesar 35% sedangkan 65% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain yang tidak diteliti oleh penulis. Hal ini berarti bahwa varibel kreativitas guru PAK berpengaruh terhadap pertumbuhan rohani peserta didiK di SDN 07 Tubang Raeng Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.

Megawati Manullang

Abstract. The Koinonia ministry is one of the tri-duties of the church's vocation which at this time seems to have begun to weaken quite a number of churches due to the development of the times which requires that the koinonia strategy must be improved or in other words quality. Therefore, a quality Koinonia ministry is able to protect the congregation to remain faithful in fellowship. A good Koinonia is to divide certain categories to improve the quality of the congregation in its growth in quality and quantity. In this paper, I provide Koinonia services by dividing into five categories, namely: Child Category (Age 0-2, 2-5, 6-12), Youth Category (Age 15-35 years), Early Adult Category (Age 17- 22, 22-28, 28-33, 40-45 years), Middle Adult Category (45-65 years old), and Advanced Adult Category (over 60 years old). Each category has its own portion and needs according to their psychological condition and situation, which should be seen from the point of view of their age. This will make it easier for the church to improve or even improve the quality of Koinonia's service to the congregation, especially in today's churches that require an increase in their Koinonia.

Fengky Luky Masengi

Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan tentang fungsi dan peran Pendidikan agama Kristen dalam pertumbuhan gereja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dipakai untuk menggambarkan fenomena factual yang terjadi di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Ekklesia kota Semarang. Dari kajian ini didapati bahwa terdapat peran yang besar dari kegiatan Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Eklesia Kota Semarang baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Jumlah anggota jemaat dari waktu ke waktu mengalami pertumbuhan jumlah, baik penambahan jumlah petobat baru maupun penambahan jumlah anggota yang ingin dilayani.    

Firdaus Piga Leo

Catholic youth are the heart of the Church, nation and state. The existence of a church will be determined by the young people in it. Likewise with the pastoral ministry of the Catholic Church, which requires young people to become drivers and motors to contribute talents and talents for the development of the people. Non-catechist religious teachers play an important role in proclaiming the Catholic faith through more concrete witness to life, education and teaching. The lack of involvement of young Catholics in the pastoral care of the Church is a big question that deserves to be investigated and resolved. This study focuses on young Catholics in Parish of Keluarga Kudus, Banjarmasin Cathedral. Young Catholics who are less active are also caused by many factors that must be studied one by one. This study aims to highlight the role and activity of young Catholics in the Holy Family Parish, Banjarmasin Cathedral and review their role in catechesis efforts among the people.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

Galuh Wicaksono; Antonius Denny Firmanto

Pembinaan calon imam merupakan bagian penting untuk menyiapkan tenaga pastoral yang mampu memimpin sebuah paroki. Lima aspek pembinaan: kepribadian, intelektual, komunitas, pastoral, komunitas menjadi bagian utama dalam proses formasi. Berbagai bentuk pembinaan dibuat guna mencetek para pemimpin yang baik. Saat ini dunia yang sedang manghadapi wabah virus corona juga mempengaruhi proses pembinaan calon imam. Merujuk pada dokumen gereja mengenai pembinaan calon imam Optatam Totius yang mengatakan bahwa pembinaan calon imam adalah bagian penting bagi Gereja. Fokus penulisan yaitu meneliti proses pembinaan selama masa pandemi. Tujuan dari tulisan ini adalah memahami proses pembinaan seminari dalam masa pandemi. Permasalahan yang hendak diangkat yaitu: mengapa formasi calon imam itu perlu dalam Gereja Katolik? Mengapa fenomena pandemi covid-19 ini perlu didalami dalam konteks pembinaan seminari? Mengapa pandemi covid-19 di Seminari Tinggi San Giovanni XXIII perlu diteliti? Metodologi penulisan menggunakan analisis deskriptif-naratif dengan menelaah pembinaan seminari selama pandemi. Temuan dari penulisan ini adalah pembinaan di seminari Giovanni selama pandemi mengalami keterbatasan. Keterbatasan ini tidak menciutkan semangat untuk terus memformat para calon imam.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Carolus Aditya Nouvanto; Sugiyana Sugiyana; Anselmus Joko Prayitno

Masa transisi pandemi covid-19 mendorong penggunaan sistem pembelajaran hybrid menggantikan sistem daring dimana siswa sekarang dibagi dalam dua tempat belajar yaitu dari rumah dan juga ada yang berada di kelas. SMA Tarakanita Magelang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran hybrid pada masa transisi. Kemampuan guru dalam memberikan metode yang efektif dalam masa pembelajaran hybrid akan menunjukkan kompetensi dari guru tersebut. Dalam memaksimalkan pembelajaran hybrid, guru ditawarkan metode Problem Based Learning berbantuan ThinkLink yang diasumsikan bahwa metode tersebut akan efektif bagi prestasi belajar siswa selama pembelajaran hybrid. Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rataan prestasi belajar kelas eksperimen mendapat 80,15 sedangkan kelas kontrol 73,45. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penerapan metode pembelajaran yang digunakan masih memiliki beberapa hambatan meskipun sudah efektif bagi prestasi belajar yang menunjukkan rataan kelas eksperimen lebih baik dan mendapatkan respon yang positif dari siswa di kelas, sehingga diharapkan metode Problem Based Learninng dapat diterapkan dan semakin dikembangkan oleh para tenaga pendidikan.

Deri Saputra; Andarweni Astuti; Gunawan Gunawan

Sike Rabano adalah dzikir yang menggunakan alat musik rebana. Sike rabano pada awalnya berfungsi  untuk mengajak masyarakat untuk berdzikir melalui hiburan untuk penyebaran agama Islam. Tujuan dari penelitian ini ditinjau dari (1), Sejarah kemunculan kesenian ini. (2), perkembangan dan perubahan nilai yang terjadi di masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir. (3), dan Strategi dalam pelestarian kesenian tradisonal Sike Rabano di tengah perubahan sosial masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1), Sike rabano muncul diperkirakan pada awal abad ke-13 M. Kemunculan sike rabano dikaitkan dengan munculnya penyebaran agama islam di Kabupaten Kerinci. (2). Perkembangan dan perubahan dari kesenian sike rabano ini meliputi perubahan dalam pelaksanaan, perubahan pada syair dan perubahan pada segi nilai yang terjadi pada masyarakat. (3). Strategi untuk pelestarian sike rabano dengan solidaritas antar warga, kesadaran dan regenerasi pengajaran sike rabano secara turun temurun pada masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir.

Megawati Manullang

Abstract. The Koinonia ministry is one of the tri-duties of the church's vocation which at this time seems to have begun to weaken quite a number of churches due to the development of the times which requires that the koinonia strategy must be improved or in other words quality. Therefore, a quality Koinonia ministry is able to protect the congregation to remain faithful in fellowship. A good Koinonia is to divide certain categories to improve the quality of the congregation in its growth in quality and quantity. In this paper, I provide Koinonia services by dividing into five categories, namely: Child Category (Age 0-2, 2-5, 6-12), Youth Category (Age 15-35 years), Early Adult Category (Age 17- 22, 22-28, 28-33, 40-45 years), Middle Adult Category (45-65 years old), and Advanced Adult Category (over 60 years old). Each category has its own portion and needs according to their psychological condition and situation, which should be seen from the point of view of their age. This will make it easier for the church to improve or even improve the quality of Koinonia's service to the congregation, especially in today's churches that require an increase in their Koinonia.

Fengky Luky Masengi

Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan tentang fungsi dan peran Pendidikan agama Kristen dalam pertumbuhan gereja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dipakai untuk menggambarkan fenomena factual yang terjadi di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Ekklesia kota Semarang. Dari kajian ini didapati bahwa terdapat peran yang besar dari kegiatan Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Eklesia Kota Semarang baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Jumlah anggota jemaat dari waktu ke waktu mengalami pertumbuhan jumlah, baik penambahan jumlah petobat baru maupun penambahan jumlah anggota yang ingin dilayani.    

Firdaus Piga Leo

Catholic youth are the heart of the Church, nation and state. The existence of a church will be determined by the young people in it. Likewise with the pastoral ministry of the Catholic Church, which requires young people to become drivers and motors to contribute talents and talents for the development of the people. Non-catechist religious teachers play an important role in proclaiming the Catholic faith through more concrete witness to life, education and teaching. The lack of involvement of young Catholics in the pastoral care of the Church is a big question that deserves to be investigated and resolved. This study focuses on young Catholics in Parish of Keluarga Kudus, Banjarmasin Cathedral. Young Catholics who are less active are also caused by many factors that must be studied one by one. This study aims to highlight the role and activity of young Catholics in the Holy Family Parish, Banjarmasin Cathedral and review their role in catechesis efforts among the people.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

Galuh Wicaksono; Antonius Denny Firmanto

Pembinaan calon imam merupakan bagian penting untuk menyiapkan tenaga pastoral yang mampu memimpin sebuah paroki. Lima aspek pembinaan: kepribadian, intelektual, komunitas, pastoral, komunitas menjadi bagian utama dalam proses formasi. Berbagai bentuk pembinaan dibuat guna mencetek para pemimpin yang baik. Saat ini dunia yang sedang manghadapi wabah virus corona juga mempengaruhi proses pembinaan calon imam. Merujuk pada dokumen gereja mengenai pembinaan calon imam Optatam Totius yang mengatakan bahwa pembinaan calon imam adalah bagian penting bagi Gereja. Fokus penulisan yaitu meneliti proses pembinaan selama masa pandemi. Tujuan dari tulisan ini adalah memahami proses pembinaan seminari dalam masa pandemi. Permasalahan yang hendak diangkat yaitu: mengapa formasi calon imam itu perlu dalam Gereja Katolik? Mengapa fenomena pandemi covid-19 ini perlu didalami dalam konteks pembinaan seminari? Mengapa pandemi covid-19 di Seminari Tinggi San Giovanni XXIII perlu diteliti? Metodologi penulisan menggunakan analisis deskriptif-naratif dengan menelaah pembinaan seminari selama pandemi. Temuan dari penulisan ini adalah pembinaan di seminari Giovanni selama pandemi mengalami keterbatasan. Keterbatasan ini tidak menciutkan semangat untuk terus memformat para calon imam.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.