Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 41-60 of 459

Analytics

Budiafosma, Savira Nanda; Budiafosma, Savira Nanda; Daniar, Aninditya; Masnuna, Masnuna

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Tingginya konsumsi makanan instan di kalangan anak-anak sekolah dasar telah menjadi perhatian penting karena potensi risiko kesehatan jangka panjangnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang karakter buku cerita bergambar interaktif sebagai media edukasi bagi anak-anak usia 9–12 tahun untuk memahami bahaya makanan instan dan mengembangkan kebiasaan makan yang sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang dikombinasikan dengan metodologi desain, termasuk tinjauan pustaka, wawancara dengan guru, ahli gizi, dan ilustrator, dan kuesioner yang disebarkan kepada 114 responden untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikan anak-anak dan preferensi visual. Proses desain melibatkan identifikasi masalah, pengembangan konsep, pembuatan prototipe, dan validasi melalui jajak pendapat audiens. Desain ini menampilkan karakter utama Lala, Lita, Ibu, dan Maskot Perut, dengan ilustrasi kartun digital berwarna cerah. Hasil validasi menunjukkan bahwa karakter dan desain visual selaras dengan minat dan kebutuhan audiens target, menjadikan media ini efektif dalam menyampaikan pesan edukasi dengan cara yang menarik sekaligus memotivasi anak-anak untuk memahami risiko makanan instan.

Ema Deva Amilia; Cendy Lestari; Masayu Laila Nadalina; M Juniansyah; Sani Safitri +1 more

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

The advancement of knowledge and technology in the 21st century has changed human life patterns and demands a transformation in the world of education to be able to prepare students to face global challenges. 21st-century education emphasizes the mastery of critical, creative, communicative, collaborative skills, and technological literacy needed in the digital era.The purpose of this study is to investigate the idea of 21st-century learning, relevant learning models, and the role of teachers as facilitators, innovators, and agents of change in the modern learning process. This study uses a library research strategy by reviewing numerous scientific materials linked to 21st-century competencies, Learning methods including cooperative Learning, Project Based Learning, Problem Based Learning, and Discovery Learning, as well as the TPACK framework as a basis for technology integration. The study’s findings show that 21st-century learning requires the implementation of a learner-centered approach and the planned use of technology to raise the standard of learning procedures and results. In addition, teachers have a strategic role in guiding to enable pupils to acquire higher order thinking abilities and adapt to changing times. The implications of this study emphasize the importance of strengthening teacher competencies and implementing innovative learning models is an attempt to raise educational standards in the global era.

Wawo Banggo, Theresitta Febryani; Supeni, Siti; Trisiana, Anita

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui sejauh mana upaya penanggulangan kekerasan verbal verbal dari kesiswaan/STP2K SMA Negeri Colomadu. 2) Mengetahui apa saja peran dari Guru PPKn dalam meningkatkan kesadaran pendidikan kewarganegaraan (civic dispositions) pada siswa/siswi SMA Negeri Colomadu. 3) Mengetahui apa saja yang menjadi faktor utama munculnya kekerasan verbal di kalangaan siswa/siswi SMA Negeri Colomadu. Hasil dari penelitian ini menjelsakan bahwa kasus kekerasan verbal pada siswa/siswi SMA Negeri Colomadu menujukan bahwa sudah ada upaya penanggulangan yang telah di jalankan melalui program seperti sosialisasi, seminar dan penguatan pendidikan karakter dalam mencegah terjadinya kasus tindak kekerasan verbal di sekolah. Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Upaya, Penanggulangan, Kekerasan Verbal This study aims to 1) determine the extente of efforts to oercome verbal violence from stundts/STP2K SMA Negeri Colomadu. 2) to find out the roles of PPKn teacher in incereasing civic education awarness (civic dispositions) among students at Colomadu state high school 3) to find out the main factors that contribute to the emergance of verbal that coseof verbal violance against students at Colomadu State High School indicate that there have been efforts to overcome this promblem that have been iplemented thorugh programs such as socialization, seminars and strengthening character education in preventing cases of verbal violence in school. Keyword: Civic Education, Efforts, Hadling, Verbal Violence

Tutus Sandrika; Ajeng Nova Saputri; Abdul Mustofa; Teguh Maulana; Ahmad Mashuda +1 more

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2025 Universitas Maritim AMNI Semarang

Guidance and Counseling services have a strategic role in supporting students’ holistic development, including academic, social, emotional, and moral aspects. However, in practical implementation, counseling services in schools still show a gap between theoretical ideal concepts and real field practices. This study aims to analyze the role of school counselors in the implementation of Guidance and Counseling services at MTs Ibnu Sina Karawang, focusing on the counselor’s role, teacher-student interaction patterns, supporting factors, and challenges faced during implementation. This research employed a qualitative approach through semi-structured interviews with the school principal, teachers, and selected students. The findings show that the counselor plays multiple roles, namely as a disciplinary guide, personal counselor, moral educator, and facilitator of religious character strengthening. The interaction between counselors and students is carried out through humanistic, empathetic and communicative approaches. Supporting factors include strong collaboration among teachers, principals, homeroom teachers, and religious-based school activities. Meanwhile, several obstacles are found such as limited number of counselors, lack of students’ comprehensive understanding about BK functions, limited time allocation, and negative stigma that counseling services are only for problematic students. This research emphasizes the need for strengthening counseling literacy and transforming services into more preventive, developmental, collaborative, and continuously progressive student-oriented programs.

Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Proses belajar siswa muslim tidak hanya melibatkan kemampuan berfikir (akal), tetapi juga kemampuan dalam mengelola perasaan (emosi). Ketidakseimbangan antara emosi dan akal dapat mengganggu fokus, ketekunan, hingga hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan emosi dan akal pada siswa muslim dalam proses belajar, serta peranan lingkungan pesantren dan pendidik dalam membentuk keseimbangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung dan kajian Pustaka. Observasi langsung dilakukan di Pondok Pesantren KMI Ibnu Abbas Klaten yang menaungi santri setingkat SMP dan SMA. Data dari observasi diperkuat dengan kajian pustaka dari berbagai penelitian dan berbagai teori psikologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang mengendalikan emosinya dengan baik, cenderung lebih focus, tenang, dan tekun dalam proses pembelajaran. Santri tersebut juga mampu menerima teguran tanpa menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan. Peran guru, ustadz dan musyrif yang mengedepankan keteladanan, keseimbangan antara kelembutan dengan ketegasan, serta penanaman adab sebelum ilmu terbbukti memberikan kontribusi yang besar tehadap keseimbangan emosi dan akal santri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan emosi dan akal yang didukung oleh nilai-nilai islam berperan penting dalam peningkatan hasil belajar siswa muslim.

Halawatul Fitri; Putri Nur Hidayah; Neni Neni

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyebaran hoaks keagamaan di media sosial telah menciptakan tantangan serius terhadap narasi keagamaan yang sahih, menuntut peran krusial Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai garda terdepan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kompetensi profesional Guru PAI, menganalisis strategi mereka dalam merespons hoaks, dan merumuskan implikasi kebijakan pelatihan guru. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis konsep Kompetensi Guru PAI (Pedagogik, Sosial, Kepribadian) dan Literasi Media/Digital (KLM) untuk merumuskan model kompetensi ideal. Temuan menunjukkan bahwa Guru PAI memerlukan rekonstruksi filosofis agar mampu menjadi pembimbing etika dan agen perubahan yang mengintegrasikan nilai Islam dengan teknologi. Kompetensi Pedagogik dan Sosial terbukti penting untuk edukasi anti-hoaks dan pembentukan etika digital, diperkuat oleh Integritas Personal dan KLM sebagai keterampilan inti untuk berpikir kritis dan menyaring informasi. Implikasi penelitian merekomendasikan prioritas pelatihan guru pada etika dan literasi digital, serta menyarankan penelitian mendatang untuk studi komparatif kuantitatif guna mengukur efektivitas program.

Ananta Nurjianto Putri; Emi Tahmida; Mochammad Indra Yumanto

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru sebagai subjek pendidikan dalam perspektif tafsir tarbawi berdasarkan Q.S. Al-Kahfi ayat 66-67 serta relevansinya bagi pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kisah dialog antara Nabi Musa dan Nabi Khidir merepresentasikan relasi edukatif antara murid dan guru yang dilandasi adab, kesabaran, kerendahan hati, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir tarbawi, serta buku dan artikel jurnal pendidikan islam yang terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik Analisis tematik menggunakan pendekatan tafsir tarbawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru perspektif Al-Qur‟an tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual peserta didik. Nilai-nilai pendidikan dalam Q.S Al-Kahfi ayat 66-67 memiliki relevansi yang kuat untuk diterapkan dalam pendidikan MI, khususnya dalam penguatan adab belajar dan pembentukan karakter Islami peserta didik.

Erina Widyastuti Fatimah; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini menganalisis peran motivasi spiritual dalam meningkatkan ketahanan belajar siswa muslim di SD IT Ar Risalah Miri dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap siswa kelas IV-VI, guru, dan manajemen sekolah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa motivasi spiritual berkontribusi fundamental terhadap pembentukan resiliensi akademik melalui empat dimensi utama: kesadaran menuntut ilmu sebagai ibadah, penerapan nilai kesabaran dalam menghadapi kesulitan pembelajaran, manifestasi ketekunan dalam konsistensi belajar, dan sikap tawakal yang mengurangi kecemasan akademik. Program pembiasaan keagamaan yang sistematis meliputi shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, hafalan berjenjang, dan mentoring spiritual personal terbukti efektif menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam perilaku belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dimensi spiritual tidak hanya meningkatkan motivasi intrinsik tetapi juga membangun fondasi psikologis untuk menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model pendidikan Islam terpadu holistik dan implikasi praktis bagi stakeholder pendidikan dalam merancang kebijakan berbasis spiritual untuk penguatan resiliensi akademik siswa muslim tingkat sekolah dasar.

Ilham Mukhtar Sya’bani; Intan Pratama Mukti; Muhamad Rizky Akbar; Muhamad Bambang Yudistira; Nur Aini Farida

Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study examines the role of Guidance and Counseling (BK) teachers in helping students face personal, social, academic, and career problems. Using qualitative descriptive methods through interviews, observations, and documentation, this study found that BK services were carried out routinely through classical guidance, group services, and individual counseling that focused on self-development, career exploration, bullying prevention, and exam readiness. The effectiveness of the service is also supported by a conducive BK environment and collaboration between subject teachers, parents, and external parties such as psychologists or related institutions. However, various obstacles are still found, such as a high ratio of counselors to students, changes in education policies that require rapid adaptation, limited support facilities, and generational differences between counselors and students that affect communication patterns. This research emphasizes the importance of improving the professionalism of BK teachers through continuous training and strengthening synergy between educators to realize effective, responsive, and oriented BK services that are oriented towards the development of students' character in a holistic and sustainable manner.

Tahir Rohili

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The rapid advancement of digital technology requires teachers to serve not only as educators but also as digital role models for their students. This study aims to analyze the teacher’s role in instilling digital ethics and responsibility among Generation Z, as well as to identify effective strategies in shaping students’ digital character. A qualitative approach with a case study method was employed in several secondary schools in Lampung Province. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed descriptively through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers play a central role in fostering digital ethics awareness through exemplary behavior, ethical communication, and digital responsibility habituation within the school environment. Teachers’ consistency in using social media, managing information, and engaging ethically in online interactions significantly influences students’ digital behavior. This study highlights the need to strengthen teachers’ digital literacy capacity based on moral and spiritual values. The implications suggest that educational policies should integrate the teacher’s role as a digital role model into the broader strategy for developing ethical and responsible digital citizens in the era of technological transformation.

Haura Taqiya Kamila; Dinda Riswana; Azzahra Kurnia Nur Ramadhan; Deni Ramdani

Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Guidance and counseling is assistance provided to students, either individually or in groups, so they can become more independent and develop optimally in various areas such as personal relationships, social relationships, learning, and careers. This assistance is provided through several types of services and activities in accordance with applicable regulations. Observation and interviews are among the methods used by guidance and counseling teachers to gather information in carrying out their duties at school. Guidance and counseling services at SMPN 2 Telukjambe Timur run smoothly. Guidance and counseling teachers play a creative, innovative, interactive, and communicative role in carrying out their duties. In addition, guidance and counseling teachers are also supported by the presence of Islamic Religious Education (PAI) teachers. The partnership between guidance and counseling teachers is very good and very important, because both have the same goal: to shape good character in students at school.

Lidwina Prada L; Nikolaus Anggal; Komela Avan

Berkat : Jurnal Pendidikan Agama dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to describe the role of Catholic religion teachers in instilling a multicultural spirit through Catholic Religious Education at SMP Katolik 2 W.R. Soepratman Barong Tongkok. The research was motivated by the urgent need to promote multicultural awareness in Catholic schools, especially in response to persistent issues of discrimination and exclusion among students. These challenges highlight the importance of Catholic religion teachers as character builders who foster inclusive and peaceful coexistence within a diverse school community. The research employed a descriptive qualitative approach using method triangulation. Data were collected through in-depth interviews with teachers and the principal, classroom observations, document analysis, and online questionnaires to students as supplementary data. Data analysis followed the Miles and Huberman model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that Catholic religion teachers go beyond teaching doctrinal content; they also act as educators, facilitators, mentors, and promoters of multicultural values. These roles are manifested in learning strategies such as Biblical reflections, group discussions, drama projects, and anti-discrimination classroom agreements. This study emphasizes that Catholic Religious Education plays a vital role in shaping students’ awareness and attitudes toward multiculturalism. Catholic religion teachers hold a strategic position in guiding students to become inclusive, open-minded individuals who are capable of living harmoniously in a pluralistic society.  

Ani Apiyani

Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Human resource management (HRM) in Islamic schools plays a crucial role in shaping the character of teachers, which in turn influences the character development of students. This study aims to analyze the contribution of HRM in enhancing the quality of teachers' character through recruitment, training, and evaluation processes in Islamic schools. A qualitative approach using literature review is employed to analyze theories of HRM and character education. The findings reveal that teacher selection in Islamic schools focuses not only on academic competence but also on moral values and ethics in accordance with Islamic teachings. Ongoing character training helps teachers internalize Islamic values in their daily lives, making them role models for students. Teacher performance evaluations also include character aspects, which are strengthened through a reward system that recognizes the moral and ethical contributions of teachers. In conclusion, effective HRM in Islamic schools produces teachers who are not only academically competent but also of noble character and capable of shaping students' character in line with Islamic values

Ayesha Nayra E.; Mutia Sandrina; Rifa Aska Auliya; Sherly Purnama Sari; Rita Kurnia +1 more

Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to describe the professional competence of Early Childhood Education (ECE) teachers in implementing technology-based learning at PAUD “X”. Teacher professionalism plays a crucial role in determining the quality of early childhood learning, particularly in the digital era where educators are expected to adapt to technological advancements. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing observations and semi-structured interviews to obtain an in-depth understanding of teachers’ abilities in managing learning processes, mastering instructional content, and integrating appropriate learning media. The findings indicate that teachers demonstrate strong pedagogical, social, and personal competencies. They successfully create an engaging and  developmentally appropriate learning environment, use language that is easily understood by young children, and exhibit patience, discipline, and effective communication skills. Positive interaction among teachers, children, and parents contributes to a supportive and collaborative learning atmosphere. Teachers also incorporate simple learning materials, such as origami and visual aids, to enhance student engagement. Nevertheless, the study reveals that teachers’ professional competence in utilizing digital technology remains limited. Although technological tools are available, several teachers lack confidence and technical skills in operating digital devices, such as projectors and interactive media. Insufficient training and mentoring are identified as primary barriers. The study concludes that strengthening teachers’ technological competence should be prioritized through continuous professional development programs, including structured training and peer mentoring. Enhanced technological skills will enable teachers to design learning experiences that are more interactive, innovative, and responsive to the developmental needs of young children.

Joko Purwanto; Umi Faizah; Dea Permataningtyas; Riska Amelia; Tarisa Finanda

Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The need to strengthen literacy in Indonesian language learning requires teachers to be innovative in designing assessment instruments that are relevant to current developments. One approach that can be used is the application of multimodal texts, namely texts that combine various communication modes such as writing, images, sound, and symbols to convey meaning more comprehensively. This community service program was carried out with the aim of improving the competence of Indonesian language teachers at the junior high school level throughout Sragen Regency in developing literacy questions based on multimodal texts that align with the demands of the Independent Curriculum. The activity was carried out through two months of intensive training and mentoring, which included a theoretical understanding of the concept of multimodal texts, analysis of sample questions, and practice in developing literacy-based assessment instruments. The results of the activity showed a significant increase in teachers' understanding of the principles of multimodal texts and their ability to design questions that challenge students' critical and creative thinking skills. Through this program, teachers not only gained new knowledge but also were motivated to be more adaptive to developments in digital media and innovation in learning. Thus, this activity contributed to improving the quality of Indonesian language learning that is contextual, interactive, and meaningful for students.

Hamid Zulfikar Renfaan; A. Arif Rofiki; A. Ubaidillah

Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to determine the role of class teachers in the implementation of multicultural values ​​in the learning of faith and morals to fifth grade students at MI Integral Hidayatullah Holtekamp and describe the variety of multicultural values ​​that exist in the MI Integral Hidayatullah environment. This type of research is qualitative. The research subjects were the Principal, Class Teachers, and three fifth grade students. The data collection methods used were observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out by means of data collection, data reduction, data presentation, and data verification. Data validation used the triangulation method of data sources. The role of class teachers in the implementation of multicultural values ​​in the learning of faith and morals to students at MI Integral Hidayatullah Holtekamp includes: a. Class teacher motivators become encouragement and role models so that students remain diligent and respect differences. b. Class teacher facilitators act as the main intermediaries in the process of changing student behavior, and c. Class teacher evaluators evaluate attitudes by observing student behavior. The variety of multicultural values ​​at MI Integral Hidaytullah: a. Inclusive: Classroom teachers play a role in creating learning that respects diversity. b. Prioritizing Dialogue: Classroom teachers encourage students to discuss. c. Humanistic: Classroom teachers prioritize a humanitarian attitude in educating students.

Nasihin Asyrofi, Abdullah; Bagus Indrawan

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan sosio-kultural agraris dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Hidayatus Shibyan serta pengaruhnya terhadap pembentukan pola komunikasi religius dan moderat siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi kelas, wawancara guru Akidah Akhlak, dan dokumentasi perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghubungkan materi akhlak terpuji dengan aktivitas pertanian yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti kerja sama, amanah, tanggung jawab, dan disiplin dalam budaya bertani. Pendekatan kontekstual ini membuat siswa lebih mudah memahami konsep akhlak yang abstrak karena terkait dengan pengalaman nyata mereka. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan partisipasi, kemampuan berdiskusi, dan pola komunikasi yang lebih sopan, inklusif, serta menghargai perbedaan. Secara keseluruhan, pendekatan sosio-kultural agraris dinilai efektif dalam menjadikan pembelajaran Akidah Akhlak lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami.

Walda Astria; Delsri Alik Matota; Frisilya Priska; Aryanto Dwi saputra; Ronaldo Stefanus

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The emergence of smartphone technology has brought significant changes to the world of education while simultaneously creating new challenges for teachers. This study aims to identify and analyze the challenges teachers face in the learning process following the widespread use of smartphones by students. The method used was a literature review, examining various sources on digital learning, student behavior, and the impact of technology on the educational process. The results indicate that teachers face various challenges, including student concentration disruptions due to entertainment content, over-reliance on technology, student access to age-inappropriate content, lack of parental supervision, unequal access to devices, and the emergence of digital ethics issues such as social media misuse and cyberbullying. These conditions require teachers to have stronger digital competencies, adaptive classroom management skills, and pedagogical strategies that balance technology use with character building and healthy digital discipline. To address these challenges, four main strategies can be implemented: enhancing digital competence, integrating character values in technology use, innovating learning methods, and building collaboration among teachers in designing digital learning.

Fadilah Firdaus; Ahsan Hasbullah

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif yang menekankan kerja sama dalam kelompok heterogen untuk mencapai tujuan belajar bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan implementasi model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) di SMP N 1 Sampang Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pemaparan mendalami mengenai proses penerapan model STAD dalam kegiatan belajar mengajar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul diolah melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi teknik. Penelitian ini menghasilkan deskripsi sebagai berikut: penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran PAI-BP di SMP N 1 Sampang Cilacap dilakukan melalui beberapa tahapan.Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), membentuk kelompok belajar secara heterogen, serta menyiapkan instrumen evaluasi berupa kuis. Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan materi, membimbing diskusi kelompok, memberikan kuis, serta memberikan penghargaan bagi kelompok yang memperoleh nilai terbaik. Sedangkan pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian baik secara individu maupun kelompok untuk mengukur pemahaman dan keaktifan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD mampu meningkatkan motivasi, kerja sama, tanggung jawab, dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PAI-BP. Implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan model STAD dapat menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif dan menyenangkan sehingga pembelajaran PAI-BP menjadi lebih efektif dan bermakna.

Tasya; Aina Maulidia; Ali Iskandar Zulkarnain; Saudah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter merupakan pondasi utama dalam membentuk kepribadian anak sejak usia dini. Masa kanak-kanak adalah periode krusial dalam pengembangan moral, sosial, dan emosional, sehingga peran orang tua dan guru menjadi sangat penting dalam proses ini. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan guru dalam pendidikan karakter anak usia dini serta mengkaji pentingnya kolaborasi antara kedua pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa orang tua sebagai pendidik pertama memberikan pengaruh melalui keteladanan, komunikasi, dan pola asuh yang positif. Sementara itu, guru memiliki peran strategis dalam merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter dan membangun budaya sekolah yang mendukung. Kolaborasi erat antara orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter anak, memungkinkan penerapan nilai-nilai moral secara konsisten di lingkungan rumah dan sekolah. Diharapkan, melalui sinergi yang baik, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter mulia dan siap menghadapi tantangan kehidupan.