Publication Search

62,860 articles from 506 journals · 1,579 citations tracked

Showing 4441-4460 of 4,604

Analytics

Nanik Suhartatik, Rollyana Ajeng Ovihapsany Akhmad Mustofa

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Buah bit (Beta vulgaris L.) merupakan sumber utama pewarna merah alami. Bit kaya akan karbohidratyang mudah menjadi energi serta zat besi yang membantu darah mengangkut oksigen ke otak. Bit bewarnamerah, warna ini disebabkan oleh gabungan pigmen ungu betasianin dan pigmen kuning betasantin. Salahsatu inovasi pemanfaatan buah bit yaitu pembuatan minuman beralkohol. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui karakteristik kimiawi dan sensori wine buah bit dengan lama fermentasi dan persentase ekstrakbuah bit yang berbeda serta mengetahui tingkat penerimaan buah bit yang dijadikan minuman beralkoholbagi para konsumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari duafaktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak buah bit (10, 20, dan, 30%) dan faktor kedua yaitu variasilama fermentasi (8, 11, dan 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak buah bit 20%dan lama fermentasi 11 hari paling optimal. Wine buah bit tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut :kadar alkohol 4,82%, padatan terlarut 5,47%, kadar gula reduksi 0,67%, aktivitas antioksidan 48,08%, derajatkeasaman (pH) 4,23, kadar total asam 0,031%, warna merah maroon pekat, rasa yang sedikit pahit, aromaalkohol yang khas dan disukai oleh panelis.Kata kunci: Wine, bit, lama fermentasi

Gunawan Wijonarko, Luluk Arum Mawar Nur Aini

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Sari ubi jalar yang mengandung senyawa antioksidan dan ditambahkan kultur bakteri probiotikmenghasilkan produk pangan fungsional untuk menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan, yaitu: 1)Mengetahui komposisi optimum formula minuman sinbiotik yang dihasilkan; 2) Mengetahui pengaruhsubstitusi rasio susu skim dan sari ubi jalar (1:3, 1:1 dan 3:1) dan penambahan konsentrasi (2%, 3% dan4%) terhadap sifat fisik, mikrobiologi, kimia dan sensori minuman sinbiotik yang dihasilkan sehinggamenghasilkan produk minuman sinbiotik terpilih. Metode yang digunakan yaitu Response SurfaceMethodology (RSM) pada perangkat lunak Design Expert v.9.06. Minuman sinbiotik dengan formula terbaikyaitu persentase Lactobacillus casei 2% dan perbandingan sari ubi jalar : susu skim (3:1) Memiliki hasilnilai pH 5,6, total padatan terlarut 26o Brix, total probiotik 1,56x 109 CFU, ketahanan terhadap pH rendah337,4 %. Viabilitas minuman sinbiotik dengan formula terbaik menunjukkan penurunan dari 1,56x 109 CFUmenjadi 6,3,2x108CFU pada minggu ke tiga. Jumlah total BAL pada penelitian ini sudah memenuhi syaratsebagai minuman fungsional pada SNI yogurt yaitu SNI (2981:2009) sebesar 1x107 CFU dan masih dapatdikonsumsi. Karakteristik sensoris berwarna coklat, viskositas sedikit kental, rasa enak dan tingkat kesukaan(overall) disukai.Kata kunci : Formulasi, Lactobacillus casei, minuman sinbiotik, ubi jalar

Nanik Suhartatik, Eka Wahyu Ismail, Linda Kurniawati &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Beras analog merupakan sebutan lain dari beras tiruan (artificial rice) yang dibuat dari bahan non padidengan kandungan karbohidrat yang mendekati atau melebihi dengan bentuk menyerupai beras dapatberasal dari tepung lokal atau padi. Metode pembuatan beras analog terdiri dua cara, yaitu metode granulasidan ekstruksi. Hasil cetakan metode granulasi adalah butiran sedangkan hasil cetakan metode ekstruksiadalah bulat lonjong dan sudah lebih menyerupai beras.Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktorjenis ubi jalar (ubi jalar putih, ubi jalar kuning, ubi jalar ungu) dan rasio tepung singkong dan tepung ubijalar (putih, kuning, dan ungu) sebagai berikut: 100:0, 85:15, 70:30, 55:45.Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang terbaik rasio tepung singkong dan ubi jalar 55:45 pada jenisubi jalar putih. Hasil beras analog yang terbaik mengandung kadar air 10,07%; kadar abu 2,52%; kadar gulatotal 8,87%; kadar betakaroten 326 mg/100 g; dan kadar serat kasar 6,74%.Kata kunci: beras analog, tepung singkong ubi jalar, rasio tepung, jenis ubi jalar

Nanik Suhartatik, Farida Haznah Ma’ruf, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tortilla merupakan makanan khas dari Meksiko berbentuk keripik dengan bahan baku jagung. Dalampenelitian ini dipergunakan penambahan tepung sukun terhadap perbandingan jagung dan kacang hijau untukmeningkatkan nilai ekonomis produk serta meningkatkan kandungan protein produk dengan penambahankacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi jagung dan kacang hijau dengan penambahantepung sukun dalam pembuatan tortilla yang dapat diterima konsumen serta untuk mengetahui pengaruh variasijagung dan kacang hijau dengan penambahan tepung sukun terhadap karakteristik sensori dan kimia tortilla yangdihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan perbandingan antaratepung sukun, jagung dan kacang hijau dengan komposisi tepung sukun (90, 120, dan 150 g) dan perbandinganjagung dengan kacang hijau (75 : 135, 75 : 105 , 75 : 75 g). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragampada jenjang nyata 0,05. Jika ada beda nyata dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwatortilla yang terbaik adalah dengan penambahan tepung sukun 120 g dan perbandingan jagung dengan kacanghijau 75 g : 135 g. Hasil tortilla terbaik mengandung kadar air 2,96%, kadar abu 4,63%, kadar protein 7,83%, kadarlemak 25,06%, karbohidrat (by different) 59,49%, warna kuning kecoklatan 3,66%, kerenyahan tortilla renyah3,46%, cita rasa tepung sukun dan kacang hijau nyata atau terasa 3,13% dan kesukaan keseluruhan 3,20%.Kata kunci:Tortilla, tepung sukun, jagung, kacang hijau

Oktiva Anggraini, Dyah Titin Laswati, Natalia Retno Ika Sundari &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat kimia dan sensoris terhadap 3 jenis olahan kersen dari daun,bunga,dan buah. Parameter yang diuji adalah rasa, warna, aroma, tekstur dan kesukaan. Metode yangdilakukan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan diulang 3 kali sebagai blok untuk tiap produk.Pengujian organoleptik secara uji pembedaan nilai dan Hedonic scale test. Panelis yang digunakan 30 panelistidak terlatih yakni masyarakat khususnya anggota KWT Karya Bunda di Dusun Patukan, Ambarketawang,Gamping, Sleman dan mahasiswa. Pembuatan produk olahan daun diolah menjadi kripik bunga menjaditeh yang diseduh, kemudian buah diolah menjadi selai. Hasil penelitian meliputi analisis kimia pada kersensegar dan olahan. Berturut-turut daun, bunga dan buah segar yaitu kadar air adalah 68,33%; 76,12% dan80,43%, kadar lemak (%b/b) 1,1; 0,50; dan 0,05, kadar protein (%b/b) adalah 2,99; 2,06 dan 0,53, kadarabu (%b/b) adalah 5,08; 2,32 dan 0,78, kadar karbohidrat by different (%b/b) adalah 28,76; 7,43 dan 16,85,serta kadar serat (%b/b) adalah 49,6%; 11,61% dan 4,22%. Sedangkan pada bunga juga mengandung kadartanin sebesar 0,37(% b/b); pada buah mengandung kadar gula total 4,53 (%b/b); vitamin C 23,79 mg/100 g(b/b) dan kadar pektin 0,05 (%b/b). Berturut-turut olahan daun(kripik), bunga (teh) dan buah (selai) yaitukadar air adalah 8,33%; 20,21% dan 70,50%, kadar lemak (%b/b) 8,71; 0,72; dan 0,20; kadar protein (%b/b)adalah 6,45; 2,06 dan 0,26, kadar abu (%b/b) adalah 3,26; 7,60 dan 1,02, kadar karbohidrat by different(%b/b) adalah 39,05; 48,53 dan 33,30, serta kadar serat (%b/b) adalah 16,46%; 16,42% dan 5,70%. kadartanin (% b/b) sebesar 0,10; 0,49; 0,70. Hasil uji organoleptik terhadap kripik daun kersen, 66,67% panelismenyatakan suka; terhadap teh bunga kersen 36.67% panelis menyatakan suka serta selai 70% panelismenyatakan suka .Kata kunci: Kersen, kripik, selai, teh.

Linda Kurniawati, Angestia Sindu Fernanda, Yannie Asrie Widanti &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Pisang jenis plantain salah satunya yaitu pisang tanduk tidak banyak disukai karena rasa yang kurangmanis, sehingga lebih cocok diolah menjadi tepung pisang tanduk. Tempe mempunyai kandungan gizi yangcukup tinggi salah satunya yaitu sebagai sumber protein. Substitusi tepung pisang tanduk dan tempe padapembuatan stik vegetarian sebagai salah satu upaya peningkatan mutu ekonomi pisang tanduk dan tempe,serta peningkatan nilai gizi pada produk stik vegetarian. Penelitian ini menggunakan metode RancanganAcak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu kadar tepung pisang tanduk (10, 20, 30%) dan kadartempe (10, 20, 30, 40%). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar tepung pisang tanduk dan kadartempe yang optimal untuk menghasilkan stik vegetarian yang berkualitas dan disukai oleh konsumen. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang terbaik adalah pada kadar tepung pisang tanduk30% dan kadar tempe 40%. Hasil stik vegetarian tersebut mempunyai karakteristik sebagai berikut : kadarair 2,92%; kadar abu 2,52%; kadar protein 13,40%; warna coklat (2,00); rasa pisang tanduk sangat terasa(2,40); rasa tempe terasa (2,60) memiliki kerenyahan atau tekstur renyah (3,46); dan disukai panelis (3,46).Kata kunci: Tepung pisang tanduk, stick, substitusi, tempe.

Linda Kurniawati, Lilly Candra Eka Putri, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biskuit merupakan salah satu produk makanan yang popular di masyarakat dan mengandungkarbohidrat, protein, dan lemak sehingga baik dikonsumsi anak-anak sekolah. Bahan baku biskuit adalahtepung terigu, yang sampai saat ini masih impor dari luar negeri, sehingga ketergantungan terhadap tepungterigu cukup besar. Pemanfaatan tepung bekatul beras merah sebagai substitusi dalam pembuatan produkpangan akan mengurangi impor tepung terigu, serta lebih meningkatkan kandungan gizinya. Penelitianini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis bekatul beras merah yaitu dengan mengolah bekatulberas merah menjadi tepung, selanjutnya menjadi biskuit dengan penambahan ekstrak jahe merah, danmenambah nilai gizi biskuit fungsional. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu substitusi tepung bekatul beras merah (20, 30, dan 40%) dankadar ekstrak jahe merah (0, 2, 4, dan 6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuansubstitusi tepung bekatul beras merah dan kadar ekstrak jahe merah yang terbaik adalah pada substitusitepung bekatul beras merah 30% dan kadar ekstrak jahe merah 4%. Perlakuan ini menghasilkan biskuityang mengandung kadar air 3,91%; kadar abu 2,23%; kadar gula total 34,27%; aktivitas antioksidan 85,94%;volume pengembangan 0,36%; warna coklat (3,40); rasa/aroma jahe merah (2,93); memiliki kerenyahanatau tekstur renyah (3,13); dan disukai panelis (3,47).Kata kunci: Biskuit, tepung bekatul beras merah, ekstrak jahe merah, substitusi.

Nanik Suhartatik, Samuel Bayu Saputro, Merkuria Karyantina &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biskuit merupakan produk kering dengan daya awet yang relatif tinggi dan salah satu produk makananyang popular di masyarakat. Bahan baku biskuit adalah tepung terigu, yang sampai saat ini masih impordari luar negeri, sehingga ketergantungan terhadap tepung terigu cukup besar. Pemanfaatan tepung sorgumsebagai substitusi dalam pembuatan produk pangan akan mengurangi impor tepung terigu dan menambahnilai fungsional sorgum, serta lebih membudayakan bahan baku lokal dengan maksimal. Penelitian inibertujuan untuk menentukan formulasi dan mengetahui karakteristik biskuit dengan substitusi tepungsorgum dan penambahan ekstrak jahe. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi tepung sorgum (10, 20, dan 30%) dan penambahanekstrak jahe (10, 15, dan 20 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi tepung sorgum20% dan penambahan ekstrak jahe 10 ml adalah yang paling disukai. Biskuit dengan perlakuan ini memilikikadar air 4,01%; kadar gula total 34,28%; kadar protein 6,39%; kadar lemak 21,33%; rasa terasa manis (2,8000);aroma jahe sedikit terasa (2,0000); kerenyahan terasa renyah (2,8000); dan kesukaan keseluruhan disukai(2,6000).Kata kunci: Biskuit, tepung sorgum, ekstrak jahe, substitusi.

Akhmad Mustofa, Nurtika Sari, Yannie Asri Widanti &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Labu kuning merupakan sumber karoten (pro vitamin A) yang tinggi, serta mengandung antioksidansebagai penangkal radikal bebas. Labu kuning tersusun atas karbohidrat, protein, lemak, kalsium, fosfor,zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenissusu dengan tingkat penambahan bubur labu kuning terhadap karakteristik fisik dan kimia es krim yangdisukai konsumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis susu (susu kedelai, susu sapi UHT, dan susu kambing) dan faktor yangkedua yaitu konsentrasi labu kuning (20, 30, dan 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa es krim labukuning dengan jenis susu kambing dan konsentrasi labu kuning 20% yang paling banyak disukai konsumendan memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar protein 2,39%, kadar lemak 0,36%, kadar betakaroten555,79μg, kadar gula total 12,90%, kadar air 55,48%, kadar abu 1,45%, titik leleh 13,45 menit; warna kuning(2,05); aroma sangat khas susu (1,45); rasa labu kuning agak terasa (3,35); tekstur sangat lembut (1,40);disukai (1,55).Kata kunci: es krim, susu, fisikokimia, sensori, labu kuning.

Akhmad Mustofa, Elang Wahyu Putra Adityas, Linda Kurniawati &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Marmalade merupakan produk yang menyerupai selai dibuat dari sari buah beserta kulitnya dengangula. Standar mutu marmalade mempunyai kadar pektin 0,75-1,5%, kadar gula 65-73%, pH 3,2–3,5 dan totalpadatan terlarut 66%-68%. Studi ini bertujuan untuk menghasilkan marmalade fungsional yang mengandungvitamin C tinggi serta disukai konsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan AcakLengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama rasio buah jeruk sunkist-nanas (1:4,2:3, 3:2, dan 4:1) sedangkan faktor yang kedua yaitu kadar gula (65, 69, dan 73%). Hasil penelitian yangdirekomendasikan adalah kombinasi perlakuan rasio buah 4:1 dan kadar gula 69%. Perlakuan ini mempunyaikarakteristik sebagai berikut: kadar air 15,30%; kadar gula 68,20%; vitamin C 37,08 mg; pH 5; kadar pektin2,8650%; warna kuning (2,80); rasa manis (2,73); aroma buah kuat (2,36); dan disukai (2,66).Kata kunci: Marmalade, jeruk sunkist, nanas, Vitamin C

Nanik Suhartatik, Rendra Lukmana Septiaji, Merkuria Karyantina &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Cookies merupakan salah satu produk makanan yang popular di masyarakat. Bahan baku cookies adalahtepung terigu, yang sampai saat ini masih impor dari luar negeri, sehingga ketergantungan tepung terigucukup tinggi. Pemanfaatan tepung biji alpukat akan mengurangi penggunaan tepung terigu dan dapatmengolah limbah dari alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan karakteristik cookiesdengan substitusi tepung biji alpukat dan tepung jahe. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancanganacak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu rasio tepung biji alpukat (10, 20, 30%) dan tepungjahe (2, 4, 6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan rasio tepung biji alpukat 10%dan tepung jahe 2% yang terbaik. Perlakuan tersebut menghasilkan karakteristik sebagai berikut kadar air3,28%, kadar abu 1,53%, kadar protein 5,75%, Kadar lemak 30,60%, Kadar gula 33,36%, volume pengembangan1,07%, warna ( 1,80%), rasa (2,13%), kerenyahan (1,93%) dan disukai panelis (3,80%).Kata kunci: cookies, tepung biji alpukat, tepung jahe, substitusi

Sugiaryo, Deni Kristiyanto &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh “PenerapanMetode Debat Aktif Berbasis Pendidikan Karakter Terhadap Prestasi BelajarPPKn Kelas VIII di SMP N 23 Surakarta 2016/2017. Jenis penelitian yangdigunakan adalah Penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain pretest postesgroup design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII G sebagai kelaskontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional dan H sebagai kelaseksperimen, yang menggunakan pembelajaran metode debat aktif berbasispendidikan karakter. yang masing masing kelas berjumlah 34 siswa. Penelitian inidilakukan dua kali pertemuan setiap kelas, dan diberikan pretest dan postest untukmengukurnya. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi,dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t test.Hasilpenelitian menunjukan bahwa penerapan metode debat aktif pada hasil belajarsiswa pada kelompok eksperimen rata-rata 63,53, pada kelompok kontrol rata-rata64,56. Nilai p =0,651 (p>0,05 Data posttest hasil belajar siswa pada kelompokeksperimen rata-rata 87.79,. Pada kelompok kontrol rata-rata 74.56. Nilai p=0,000 (p<0,05). Data selisih pretest-posttest hasil belajar siswa pada kelompokeksperimen rata-rata 24.26, pada kelompok kontrol rata-rata 10.00. Nilai p =0,000(p<0,05), yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajarsiswa sesudah perlakuan, dimana diketahui bahwa kelompok eksperimen (metodedebat aktif berbasis pendidikan karakter) mendapatkan peningkatan hasil belajaryang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian ada“Pengaruh Metode Debat Aktif Berbasis Pendidikan Karakter EfektifMeningkatkan Prestasi Belajar PPKn Kelas VIII di SMP N 23”.Kata Kunci : Metode Debat Aktif, Pendidikan Karakter, Prestasi Belajar, PPKn.

Anita Trisiana, Luthfi Nur Alfiati &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Peran guru PPKn dalammembentuk karakter siswa sebagai Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 KaranganomKabupaten Klaten, 2) Kendala yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter siswasebagai Pendukung Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 Karanganom KabupatenKlaten.Metode penelitian ini adalah diskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatankualitatif deskriptif, dalam penelitian ini juga memanfaatkan pendekatan kuantitatif sebagaipelengkap atau pendukung.Strategi penelitian yang digunakan adalah strategi tunggalterperancang.Sumber data diperoleh dari informan, tempat, peristiwa dan dokumen. Tekniksampling yang digunakan adalah kombinasi purposive sampling dan snow ball. Teknikpengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalahdengan wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Untuk memperoleh validitas datadigunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakanadalah model analisis interaktif dengan tahap-tahap sebagai berikut : 1) Pengumpulan Data,2) Reduksi Data, 3) Sajian Data, 4) Pengumpulan Kesimpulan. Prosedur penelitian yangdigunakan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Tahap Pra Penelitian, 2) TahapPekerjaan, 3) Tahap Analisis Data, 4) Tahap Penyusunan Laporan Penelitian.Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa : 1) Peranguru PPKn dalam membentuk karakter siswa sebagai Pendukung Revolusi Mental padakasus siswa SMP Negeri 4 Karanganom Kabupaten Klaten melalui perubahan sikap darikomponen pokok dalam teori Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan civicdispotision sebagai kompetensi yang terkait pada Pasal (3) Undang-Undang No. 20 Tahun2003 tentang Pendidikan Nasional dalam mengembangkan dan membentuk watak ataukarakter. 2) Kendala yang dihadapi oleh peran guru PPKn dalam membentuk karakter siswasebagai Pendukung Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 Karanganom KabupatenKlaten yaitu kurang mampu mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang tidak di anggappenting dari kepribadian, belum adanya good govermance dan good cooperate govermanceserta minimnya mutu law entorcement.Kata Kunci :Guru, PPKn, Revolusi Mental, Karakter

Sugiaryo, Dian Yuliani &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungankesadaran politik dengan partisipasi politik pemilih pemula dalam pilkades di Desa Klodran,Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar tahun 2016; 2) Untuk mengetahui adatidaknya hubungan civic disposition dengan partisipasi politik pemilih pemula dalam pilkadesdi Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar tahun 2016; 3) Untukmengetahui ada tidaknya hubungan kesadaran politik dan civic disposition dengan partisipasipolitik pemilih pemula dalam pilkades di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, KabupatenKaranganyar tahun 2016.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adala metode penelitian eksplanatif,yaitu mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Populasi dalam penelitianini adalah masyarakat pemilih pemula masyarakat Desa Klodran, Kecamatan Colomadu,Kabupaten Karanganyar tahun 2016, yakni 383. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomsampling, yaitu simple random atau cara pengambilan sampel secara acak. Teknikpengumpulan data yang digunakan dalam teknik ini adalah teknik angket atau kuisoner.Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang kesadaran politik, civic disposition danpartisipasi politik. Dalam penelitian ini validitas yang dicari adalah validitas eksternal danreliabelitas yang dicari adalah reabilitas internal. Teknik analisis data yang digunakan adalahteknik korelasi ganda.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai F hitung > F table (67.536 >3.090)jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan yang positif dan signifikan kesadaran politik dancivic disposition dengan partisipasi politik pemilih pemula di Desa Klodran, KecamatanColomadu, Kabupaten Karanganyar, terbukti kebenarannya.Kata Kunci: Kesadaran politik, Civic Disposition, Partisipasi Politik, Pemilih Pemula,Pemilihan Kepala Desa

Yusuf, Sri Lestari &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Hubungan pembelajaran PPKn dalampembentukan karakter religius pada siswa kelas X MAN 3 Sragen Tahun Ajaran 2016/2017;2) Hubungan pembinaan sikap spiritual dalam pembentukan karakter religius pada siswakelas X MAN 3 Sragen Tahun Ajaran 2016/2017; 3) Hubungan Pembeljaran PPKn danpembinaan sikap spiritual dalam pembentukan karakter religius pada siswa kelas X MAN 3SragenTahun Ajaran 2016/2017.Bentuk penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 3 Sragen yang berjumlah 53siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa. Teknik pengambilan sampelmenggunakan teknik non probability sampling dengan jenis sistematis samping. Teknikpengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket. Angketdigunakan untuk mengumpulkan data tentang pembelajaran PPKn, pembinaan sikap spiritualserta pembentukan karakter religius. Dalam penelitian ini validitas yang dicari adalahvaliditas eksternal dan reliabilitas yang dicari adalah reliabilitas internal. Teknik analisis datayang digunakan adalah teknik korelasi ganda.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai F-hitung sebesar 14,862. Kemudiandibandingkan dengan Ftabel taraf signifikan 5% sebesar 3,354. Berarti nilai Fhitung =14,862> Ftabel = 3,354. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan “Ada hubungan yangposistif dan signifikan pembelajaran PPKn dan Pembinaan sikap Spiritual dalampembentukan karakter religius pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Sragen TahunAjaran 2016/2017”, terbukti kebenarannya.Kata kunci: Pembelajaran PPKn, Pembinaan Sikap Spiritual, Pembentukan KarakterReligius.

Anita Trisiana, Vivit Dwi Puspitasari &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk memperoleh gambaran pelaksanaan modelpembelajaran Project Citizen pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 3. Penelitian inidilaksanakan pada siswa Kelas VIII A di SMP Negeri 3 Kebakkramat Tahun 2016/2017.Data dalam penelitian ini berupa karakter kreatif dan disiplin dalam PPKn sebelum dansetelah menggunakan model pembelajaran Project Citizen. Sumber data dalam penelitianini di peroleh dari guru, siswa, interaksi antara siswa dengan guru tempat dan peristiwasedang berlangsung. Prosedur penlitian menggunakan dua siklus yaitu, sikuls I dan siklusII, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, observasi danrefleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan, dokumentasi, wawancara, tes, danmetode observasi. Validitas data menggunakan validitas isi dan validitas kontruksi.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan kritis kooperatif.Berdasarkan hasil penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan pada siswaKelas VIII A SMP Negeri 3 Kebakkramat dengan model pembelajaran Project Citizendalam PPkn maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ditunjukan dari kondisi awal ke siklusI dari 6 siswa menjadi 23 siswa peningkatan 17 siswa sebesar 53,13 jadi ketuntasanbelajar pada siklus I sebesar 71,88%. Pada siklus I ke siklus II dsari 23 siswa meningkatmenjadi 25 dengan prosentase sebesar 6,25% ketuntasan belajar pada siklus II sebesar78,13%.Kata Kunci : Karakter Kreatif, Disiplin, Model Project Citizen, PendidikanPancasila dan Kewarganegaraan

Maruanaya, Amelia; Suliantoro, Adi

DINAMIKA HUKUM 2017 Universitas Stikubank

Konsumen memiliki risiko yang lebih besar daripada pelaku usaha, dengan kata lain hak-hak konsumen sangat rentan. Hal ini disebabkan karena posisi tawar konsumen yang lemah, maka hak-hak konsumen sangat riskan untuk dilanggar. Hal ini dikemukakan oleh Edmon Makarim pada buku hukum perlindungan konsumen.  Terhadap posisi konsumen tersebut, ia harus dilindungi oleh hukum, karena salah satu sifat, sekaligus tujuan hukum adalah memberikan perlindungan (pengayoman) kepada masyarakat. Perlindungan kepada masyarakat tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kepastian hukum yang menjadi hak konsumen. Dari latar belakang masalah diatas maka didapat perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :(1).Bagaimana kekuatan hukum putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)? (2). Apakah putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dapat dilaksanakan eksekusinya? (3). Adakah hambatan yang muncul saat pelaksanaan eksekusi? Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Dalam pendekatan yuridis, hukum dilihat sebagai norma atau das sollen, karena pendekatan yuridis merupakan suatu pendekatan yang mengacu pada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Sedangkan pendekatan normatif dipergunakan untuk menganalisis hukum sebagai suatu perangkat aturan perundang-undangan yang bersifat normatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan dari hasil penelitian tersebut sebagai berikut : (1). Putusan BPSK yang diambil berdasarkan penyelesaian konsiliasi dan mediasi tidak memiliki kekuatan hukum. Sedangkan penyelesaian melalui arbitrase adalah yang memiliki kekuatan hukum.(2).Berdasarkan ketentuan Pasal 57 UUPK, pelaksanaan eksekusi putusan BPSK dilakukan dengan melalui penetapan putusan BPSK. BPSK tidak memiliki kekuasaan untuk melaksanakan eksekusi putusannya sendiri, sehingga diperlukan penetapan Pengadilan Negeri atas putusan arbitrase BPSK. (3).Hambatan yang muncul saat pelaksanaan eksekusi antara lain adalah BPSK berpendapat bahwa seharusnya konsumenlah yang mengajukan permohonan penetapan eksekusi kepada pengadilan negeri. Selain itu ada kerancuan dalam sisi aturan, dimana jika dalam permintaan pengesahan Pengadilan Negeri atas putusan arbitrase BPSK didapati adanya upaya hukum keberatan, maka Pasal3 UU No. 30 Tahun 1999 menyebutkan bahwa pengadilan negeri tidak berwenang untuk mengadili sengketa para pihak yang telah terikat dalam perjanjian arbitrase. Sementara pada Pasal 56 Ayat (2) UUPK membuka peluang pengajuan keberatan kepada pengadilan negeri terhadap putusan arbitrase yang dikeluarkan oleh BPSK. UU No . 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.

Lusiana, Veronica; Al Amin, Imam Husni; Hartono, Budi

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jumlah dimensi data yang optimal untuk proses pencarian citra. Proses ekstraksi fitur citra menggunakan matriks GLCM (Grey- Level Co-occurrence Matrix), dengan memilih fitur tekstur citra. Fitur yang digunakan adalah mean, entropi, energi, kontras, dan homogenitas. Matriks ini menyimpan data co- occurrence tingkat keabuan piksel untuk ketetanggaan pada arah 0°, 45°, 90°, dan 135°. Proses reduksi dimensi data menggunakan analisis komponen utama (Principal Component Analysis, PCA). Melalui hasil percobaan diperoleh, fitur yang dominan (signifikan) adalah mean dan entropi untuk ketetanggaan pada sudut 0 derajat. Pada ketetanggaan sudut 45 derajat maka fitur yang dominan adalah entropi dan kontras untuk. Fitur dominan disini adalah fitur utama yang dapat mewakili beberapa fitur-fitur lain yang digunakan untuk pencarian isi citra.

Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita; Rejeki, Rara Sri Artati

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Manajemen rumah sakit perlu melakukan monitoring dan pengukuran secara terus-menerus terhadap kinerja layanan pasien untuk memastikan ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. Proses monitoring kinerja memerlukan data dan informasi yang didapatkan dari umpan balik pasien terhadap layanan dokter dan perawat. Hasil monitoring kinerja selanjutnya akan disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, secara efisien dan efektif. Performance Dashboard merupakan alat untuk menyajikan informasi secara sekilas . Dashboard menginformasikan Key Performance Indicators (KPI) dengan menggunakan media penyajian yang efektif. KPI yang digunakan dalam pembangunan Dasboard adalah kuesioner tingkat kepuasan layanan pasien terhadap dokter dan perawat. Penelitian ini lebih menitikberatkan bagaimana rancangan dashboard ini bisa memberikan kemudahan informasi terhadap manajemen rumah sakit untuk memonitor dan mengevaluasi capaian kinerja layanan pasien.

Yulianton, Heribertus; Sutanto, Felix Andreas; Hadiono, Kristophorus

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Kesan masyarakat terhadap suatu penyedia jasa layanan komunikasi dapat dianalisa melalui respon mereka. Salah satu media yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesan tersebut adalah media sosial twitter. Seiring dengan perkembangan Internet, saat ini WoM telah berkembang menjadi electronic word-of-mouth. Electronic  Word  of  Mouth  (e-WoM)  communication  merujuk  pada  pernyataan  positif  atau  negatif  dari pelanggan potensial, pelanggan aktual atau mantan pelanggan mengenai suatu produk atau perusahaan via internet. Salah satu motif dalam e-Wom adalah Venting Negative Feelings, yaitu keinginan mengungkapkan ketidakpuasan konsumen terhadap produk atau perusahaan. Penelitian ini akan menganalisa percakapan tentang venting negative feelings pada media sosial twitter. Untuk mendapatkan data  dari  twitter akan  mengunakan  bahasa  R  yang  telah  menyediakan library untuk mengaksesnya. Hasil penelitian ini berupa data motif e-wom Venting Negative Feelings yang dapat digunakan sebagai pendukung keputusan pengguna internet dalam memilih penyedia jasa layanan internet yang baik.