Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 3921-3940 of 3,978

Analytics

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakterpeserta didik melalui media tembang macapat pangkur di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Peranguru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untukmengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanyasekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran.Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama mediaberbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survey yangawal yang dilakukan di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 GaumTasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukanmulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahapsosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang dihasilkanadalah 9 guru dari 12 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun materi pembelajaran seni berbasiskearifan lokal. Luaran yang dihasilkan berupa materi pembelajaran seni tembang macapat pangkur sertapublikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapatmemberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalammenanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didikdidekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur, maka pada diri merekaakan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.Kata Kunci: Peran guru, pendidikan karakter, media tembang macapat pangkur.

Yusefina Yusi Nuris; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to understand, describe and analyze children faith education in families who marry in different churches. The focus of his research is the implementation of children faith education that has been carried out by parents of different Churches so far. Identifying the efforts of parents of different Churches, both Catholics and non-Catholics, in overcoming the faith education of their children. explain the form of children faith education given by parents of different Churches. Describe the implications of this study for an ecumenically married couple. In this study the method used is a qualitative method Data collection techniques carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis techniques using interactive patterns with stages performed 1) gathering information from field data, 2) selecting information based on categories, 3) compiling information in the form of qualitative text and presented in a narrative text, 4) drawing conclusions. The study was conducted at the Cathedral Parish of Santa Maria Palangka Raya Parish. Informants interviewed numbered 8 people consisting of 5 parents who married in different churches and 3 children from couples who married in different churches.

Nurbeta Nurbeta; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu; Widya Ariyani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

The purpose of this thesis is to depart from the problems faced by Catholic adolescents, relating to the number of teenagers not active in activities in the Church, and falling into promiscuity. Departing from this issue, the need for the role of Catholic Religious Education to transfer the values of Faith to Catholic youth. Thesis entitled "Catholic Religion Education as a Media of Faith Communication for Youth in Saint Francis Benagin" aims to provide correct understanding to Catholic youth about the importance of Catholic Religion Education as a medium to translate Catholic Faith values so that Catholic youth can become adolescents with integrity , productive, competitive, innovative and has a good spirituality life. The method used in this research is qualitative method. Data obtained by observation, interviews and documentation. Research steps include, conversations with informants, informant profiles, reflection, synthesis, prospects or possibilities that will occur.

Bernardus Bani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

The aim of this research is to know how far the ecology education for the parishoners in the region of St.Ana Maria, Simpang Naneng in St.Petrus  an& Paulus parish, Ampah. Ecological education can help people in maintaining and treating  the environment properly. This is  descriptive qualitative research. Data obtained by observation, interview methods and documentation. The research steps include conversations with informants, informant profiles, determining themes, reflections, implications, synthesis, prospects or possibilities that occur. Information  are pastoral officers, parish priests and some parishioners The results of the study showed that the parishioner’s ecological knowledge was still lacking. It is caused by the level of human resources and also the  limitation of reporting about ecological education  by pastoral officers to the parishioner. In particular, the  church can explain ecological education through catechesis for  people in the region of St. Ana Maria, Simpang Naneng, st.petrus  and Paulus parish, Ampah.

Anita Trisiana, Feri Agus Nugroho, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaranPendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 26 Surakarta. 2) Untuk mengetahui faktorapa saja yang dapat mendukung dan menghambat siswa dalam meningkatkan keterampilankewarganegaraan pada Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Untuk mengetahui upayamengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran PendidikanKewarganegaraan dalam meningkatkan keterampilan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber datamenggunakan data primer dan data sekunder. Subjek penelitian ini adalah guru PendidikanKewarganegaran, kepala sekolah dan siswa, untuk memperoleh data mengenai pendidikankewarganegaraan dalam penguatan keterampilaan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dandokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh kesimpulan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraandi SMP Negeri 26 Surakarta tahun pelajaran 2018/2019 dilaksanakan dengan gurumenyusun perangkat pembelajaran, baik berupa silabus, RPP dan lembar penilaian siswa,selanjutnya guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan berbagaimetode pembelajaran, misalnya ceramah bervariasikan tanya jawab, diskusi dan resitasi(penugasan). 2) Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Pelajaran Kewarganegaraanguna membentuk keterampilan kewarganegaraan yaitu adanya dukungan dari kepalasekolah yang mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan sekolah serta kompetensiguru PKn dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Sedangkan faktor yang menghambatsiswa dalam mengikuti Mata Pelajaran Kewarganegaraan yaitu terlalu banyak materi yangharus dikuasai oleh siswa, materi Pendidikan Kewarganegaraan terkesan overload,tumpang tindih, begitu banyak hal yang harus diajarkan dan dihafalkan oleh siswa,sehingga membebani siswa, keterbatasan metode dan media pembelajaran, latar belakangsiswa yang beraneka ragam, keterbatasan waktu dalam mengajar, kurangnya minat siswaterhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Upaya mengatasi hambatantersebut adalah setiap pertemuan diberikan informasi terbaru terkait persoalan yang sedangterjadi untuk menarik perhatian siswa agar lebih fokus dalam pembelajaran, menerapkanpembelajaran yang sifatnya non-akademik atau ekstrakulikuler seperti lewat kegiatanupacara, kegiatan kepramukaan, serta pemberian motivasi di setiap kegiatan pembelajaranguna menumbuhkan semangat dan minat siswa terhadap pembelajaran PendidikanKewarganegaraan.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Keterampilan Kewarganegaraan

Anita Trisiana, Irmawati Pratiwi, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antarapendidikan karakter dengan sikap nasionalisme pada siswa kelas VII SMP N 1Colomadu tahun pelajaran 2018/2019. 2). Untuk mengetahui ada tidaknya korelasiantara sikap bela Negara dengan sikap nasionalisme pada siswa kelas VII SMP N 1Colomadu tahun pelajaran 2018/2019. 3). Untuk mengetahui ada tidaknya korelasiantara pendidikan karakter dan sikap bela Negara dengan sikap nasionalisme pada siswakelas VII SMP N 1 Colomadu tahun pelajaran 2018/2019. SMP N 1 Colomadu terletakdi jalan Adi Sumarmo No. 51, Klolokan Rt 01/ Rw 01 Kelurahan Gawanan, KecamatanColomadu, Kota Karanganyar.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Populasidalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP N 1 Colomadu Tahun Pelajaran2018/2019 yang berjumlah 220 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian iniyaitu berjumlah 55 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian inimenggunakan teknik Proportional Random Sampling. Teknik pengumpulan datamenggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji korelasiproduct moment dankorelasi ganda.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1)Korelasi antara Pendidikan Karakter dengan Sikap Nasionalisme pada Siswa Kelas VIISMP N 1 Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019 menunjukkan bahwa nilai rx1y = 0,944> r tabel 5% = 0,266. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa: “Terdapathubungan yang positif dan signifikan antara Pendidikan Karakter dengan SikapNasionalisme pada siswa kelas VII di SMP Negeri I Colomadu tahun pelajaran2018/2019” terbukti kebenarannya. 2) Korelasi antara Sikap Bela Negara dengan SikapNasionalisme pada Siswa Kelas VII SMP N 1 Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019menunjukkan bahwa nilai rx2y = 0,989 > r tabel 5% = 0,266. Dengan demikian hipotesisyang menyatakan bahwa: “Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara SikapBela Negara dengan Sikap Nasionalisme pada siswa kelas VII di SMP Negeri IColomadu tahun pelajaran 2018/2019” terbukti kebenarannya. 3) Korelasi antaraPendidikan Karakter dan Sikap Bela Negara dengan Sikap Nasionalisme pada SiswaKelas VII SMP N 1 Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019 menunjukkan bahwa nilaiRx1x2y = 0,984 > r tabel 5% = 0,266. Dengan demikian hipotesis yang menyatakanbahwa: “Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pendidikan Karakter danSikap Bela Negara dengan Sikap Nasionalisme pada siswa kelas VII di SMP Negeri IColomadu tahun pelajaran 2018/2019” terbukti kebenarannya.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Sikap Bela Negara, Sikap Nasionalisme

Rispantyo, Anita Trisiana, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu perwujudan karakter masyarakatIndonesia. Tujuan jangka panjang penelitian ini menemukan desain pengembangan ModelPembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan karakter masyarakatIndonesia di era media digital dan Revolusi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakanpenelitian dan pengembangan yaitu untuk menguji validitas dan efektivitas produk. Penelitianini menggunakan model pengembangan prosedural. Prosedur model ADDIE yang diadaptasi(Analisis, Desain, Pengembangkan, Implementasi, dan Evaluasi). Hasil penelitianmenunjukkan sebagai berikut: Analisis, Desain, dan Pengembangan inovasi media digitaldapat mengadopsi media digital dan revolusi teknologi; yang Implementasinya adalahlangkah nyata untuk sistem pembelajaran yang dibuat; Evaluasinya adalah proses untukmelihat apakah sistem yang dibangun sesuai dengan harapan awal atau tidak, yaitu padamodel desain sistem pembelajaran ADDIE. Berdasarkan model pengembangan instruksionalADDIE, model ini diadopsi pada tahap pengembangan model pembelajaran PendidikanKewarganegaraan, dengan modifikasi bernama "MPC" (Modification of Project Citizen).Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Media Digital,Revolusi Industri 4.0

Sutoyo, Ayu Meindy Saputri, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui Ada Tidaknya Korelasiantara Pendidikan Karakter Dengan Perilaku Religius Pada Siswa Kelas VII SMPN 1Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri IColomadu Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 220 siswa. Sampel yang digunakandalam penelitian ini yaitu berjumlah 55 siswa. Teknik pengambilan sampel dalampenelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Teknikpengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis datamenggunakan uji korelasi product moment.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa hasil analisis datamengenai Korelasi antara Pendidikan Karakter Dengan Perilaku Religius Pada Siswa KelasVII SMPN 1 Colomadu Tahun Pelajaran 2018/2019 diperoleh nilai r hitung yaitu rxy =0,401 > r tabel 5% = 0,266. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa:“Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Korelasi antara PendidikanKarakter Dengan Perilaku Religius Pada Siswa Kelas VII SMPN 1 Colomadu TahunPelajaran 2018/2019” terbukti kebenarannya.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Perilaku Religius

Yusuf, Didik Surawan &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui peran masyarakat dalammenanggulangi politik uang dalam pelaksanaan pemiliham umum 2019 di Desa PulosariKecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar. 2) Mengetahui faktor-faktor yangmelatar belakangi masyarakat menerima politik uang dalam pelaksanaan pemiliham umum2019 di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar. 3) Untukmengetahui upaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam memanggulangi politik uangpada pemilu 2019.Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber datamenggunakan data primer dan data sekunder. Subjek penelitian ini adalah masyarakatpeserta pemilu 2019 di Desa Pulosari Keacamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisisdata menggunakan model analisis interaktif.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Peran masyarakatdalam menanggulangi politik uang dalam pelaksanaan pemiliham umum 2019 di DesaPulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar masih rendah, masyarakat DesaPulosari cenderung membiarkan dan bersikap terbuka terhadap praktik politik uang yangterjadi di desanya dan tidak melaporkan praktik politik uang tersebut kepada pihakpengawas pemilu. 2) Faktor-faktor yang melatarbelakangi masyarakat Pulosari dalammelakukan Money politics dalam pemilu yaitu karena masalah ekonomi, kebiasaan ketikapemilu, pendidikan politik yang rendah, sehingga masyarakat cenderung terbuka danmenerima kegiatan money politics yang dilakukan oleh calon kandidat dan menerimasegala macam bentuk pemberian. Pemberian uang yang membuat masyarakat merasa wajibuntuk mengikuti proses pemilu karena adanya bentuk kesepakatan tidak tertulis denganunsur-unsur paksaan dari para pelaku money politics. 3) Upaya yang dapat dilakukanmenanggulangi politik uang dalam pelaksanaan pemiliham umum 2019 di Desa PulosariKecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar yaitu dilakukan dengan memberikanpendidikan politik kepada masyarakat serta melaporkan kejadian politik uang kepadapengawas pemilu yang disertai dengan bukti-bukti yang cukup.Kata Kunci: Peran Masyarakat, Pemilihan Umum, Politik Uang

Dewi, Ressi Kartika

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Berbasis ICT Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas V di SDN 01 Suruh. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Efektifitas pengimplementasi media pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Berbasis ICT dapat dikemukakan sebagai berikut, terdapat peningkatan keaktifan, minat dan motivasi yang mengarah pada peningkatan hasil belajar PKn dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning pada siswa kelas V SD Negeri 01 Suruh Kecamatan Tasikmadu. Hal tersebut dapat terlihat dari beberapa temuan di kelas, yaitu (1) siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran PKn, (2) siswa sudah mampu mengatasi kesulitan belajar dengan berdiskusi dengan teman yang lebih paham akan materinya dan belajar bertanya sehingga mampu memahami materi PKn dengan baik, (3) guru telah mampu melaksanakan metode pembelajaran PKn dengan nuansa baru yang inovatif dan kreatif sesuai perkembangan zaman. Kata Kunci: CTL, ICT, Minat Belajar, Hasil Belajar, Pendidikan Kewarganegaraan

Putri Pertiwi, Erinda Dhayana; Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau biasa disebut kekerasan domestik (domestic violence) merupakan suatu masalah yang sangat khas karena kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada semua lapisan masyarakat. Sebagian besar korban kekerasan dalam rumah tangga khususnya penelantaran rumah tangga ini adalah anak. Kedudukan anak dalam rumah tangga lebih lemah, dan lebih rendah dari pada orang dewasa dan masih bergantung pada orang-orang dewasa di sekitarnya. Penelantaran anak merupakan bagian dari bentuk kekerasan terhadap anak, karena ia masuk kedalam kekerasan secara sosial (social abuse), Kekerasan yag bersifat psikis dan sosial (struktural) juga membawa dampak buruk dan permanen terhadap anak. Berdasarkan uraian diatas, perumusan masalah dalam penulisan skripsi ini yang pertama adalah faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penelantaran terhadap anak didalam rumah tangga, kedua adalah bagaimana kajian kriminologi terhadap penelantaran anak sebagai jenis kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Untuk mendekati permasalahan dalam penelitian ini penulis menggunakan spesifikasi penelitian secara deskriptif analitis. Analisis ini yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penelantaran terhadap anak didalam rumah tangga dapat dijelaskan menggunakan teori kriminologi meliputi teori differential association dan teori sosio-kultural (sosiologi kriminal), adapula faktor-faktor lain yang berkaitan dengan penelantaran terhadap anak, antara lain: faktor perceraian orang tua, faktor kemiskinan, faktor lingkungan dan faktor pendidikan. Kajian Kriminologi Terhadap Pelaku Penelantaran Anak dapat dijelaskan dengan teori kriminologi yaitu differential association terkait dengan perilaku kejahatan yang dipelajari karena faktor eksternal dan yang meliputi teknik dan motifnya. Kajian Penelantaran Anak Sebagai Jenis Kekerasan Dalam Rumah Tangga yaitu berupa penelantaran anak yang dilakukan oleh orang tuanya temasuk dalam jenis kekerasan yang terjadi dalam lingkup rumah tangga yaitu penelentaran dalam rumah tangga yang sesuai menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada pasal 9 ayat 1.

Komang Agus Jerry Widyanata; I Made Sukma Wijaya; Kurniasih Widayati

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Every two minutes one person dies of cardiac arrest. death rates can  be prevented if the victim gets immediate assistance, if someone who is trained in pulmonary cardiac resuscitation (CPR) provides basic life support until medical assistance takes over. Basic life support can be done by anyone and anywhere as soon as possible at the beginning of the occurrence of cardiac arrest to increase survival. This activity aims to provided health education to the community so that they can know and demonstrate how to provide basic life support in cases of cardiac arrest. Methods: Health education uses the lecture method of discussion accompanied by demonstration with power point media which is assisted with LCD and projector for 30 minutes then followed by demonstration using CPR manikin(Cardiopulmonary Resuscitation) for 10 minutes. A sample size of 30 people in Br. Tek-Tek, Desa Peguyangan, Denpasar Utara with accidental sampling technique. Results: The minimum results achieved are 80% at the point of practicing how to provide pulmonary heart resuscitation and a value of 100% is at 2 points of each evaluation which mentions the meaning of basic life support and mentions the steps of basic life support, while for indications and contraindications from basic life support 90% of participants were able to mention it. Conclusion: Health education program activities and demonstrations about basic life support that have been implemented are very useful to increase knowledge and are expected to be able to practice and provide first aid in cases of respiratory arrest and cardiac arrest. 

Yuni Astuti; Erni Suprapti; Apriliya Dwi S; Badriyatul Khasanah; Dina Farkhana +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Anak remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Perkembangan yang mencolok pada masa remaja usia 10 sampai 19 tahun adalah terjadinya kematangan identitas seksual dan perkembangan organ reproduksi untuk memasuki masa dewasa (Supartini, 2012). Perubahan terpenting yang terjadi pada remaja perempuan adalah haid pertama kali (menarche). Menarche dianggap  sebagai tanda kedewasaan  pada remaja perempuan di beberapa daerah, sehingga mereka dianggap sudah mampu melakukan tugas sebagai seorang wanita. Santrock (2010), menyimpulkan bahwa anak perempuan yang mengalami menarche akan mengalami kondisi psikologis seperti cemas, stres, takut dan beresiko mengalami depresi karena terjadi perubahan fisik setelah menarche. Salah satu cara menghadapi hal tersebut dengan meningkatkan pengetahuan anak melalui pendidikan kesehatan di sekolahan mengenai menarche. Sekolah merupakan tempat yang paling tepat untuk melakukan pendidikan kesehatan karena sekolah merupakan lingkungan terdekat anak setelah lingkungan keluarganya. Sekolah dapat menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan kesehatan pada anak usia sekolah    

Emirensiana Mamo Sele; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Menyampaikan pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) kepada anak tunanetra bukanlah suatu hal yang mudah.  Guru yang kompeten dan mumpuni dalam mengatasi anak berkebutuhan khusus seperti kelompok difabel tunanetra. Penelitian dengan judul peran guru Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Luar Biasa (SLB-A) Karya Murni Medan, dilakukan dengan tujuan  untuk mengetahui bagaimana peran guru  Agama Katolik di sekolah luar biasa (SLB) Karya Murni Medan dalam memberikan pejalaran Agama Katolik kepada murid penyandang tunanetra.              Dalam penelitian ini,  Peneliti  menggunakan teknik analisisi deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, yang mana melibatkan pihak sekolah,yaitu: Kepala Sekolah, guru pendidikan Agama Katolik dua orang, rekan guru Agama Katolik dua orang dan murid difabel tunanetra enam orang. Data yang diperoleh dengan menggunakan teknik analisis data yaitu : wawancara, observasi dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi, percakapan dengan informan, profil informan , penentuan tema, implikasi, sintesis, dan prospek atau kemungkinan yang akan terjadi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan sangatlah dibutuhkan.             Guru Pendidikan Agama Katolik memiliki peran yang penting sekaligus tanggung jawab yang besar untuk mengenalkan Yesus Kristus dan Ajaran Iman Katolik kepada para murid difabel tunanetra. Tanggung jawab yang berat ini dikarenakan Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan menggunakan kurikulum pendidikan 2013, yang  diperuntukan lembaga pendidikan umum, sehingga guru Pendidikan Agama Katolik Sekolah Luar Biasa  Karya Murni Medan harus menterjemahkan terlebih dahulu kedalam huruf braile. Tidak hanya itu sarana dan prasarana yang tidak memadai menjadi kesulitan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Katolik ditambah lagi para guru harus menghadappi beberapa murid dengan IQ dibawah rata-rata. Namun terlepas dari semua itu guru Pendidikan Agama Katolik Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan sudah menunjukkan perannya dalam mentransferkan ilmu pendidikan  kepada murid tunanetra di Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan.

Yasinta Yasinta; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Permasalahan yang dihadapi remaja di rumah yaitu masalah antar remaja dengan orang tua atau sebaliknya masalah orang tua dengan anak ( remaja). Orang tua menjadi contoh dan teladan bagi anak (remaja). Untuk menjadi contoh bagi anak-anak (remaja) orang tua harus mampu membangun sikap yang harmonis dalam keluarga, dan menanamkan  nilai-nilai keagamaan bukan hanya  melalui kata-kata  namun  yang  paling  dibutuhkan  oleh  anak  (remaja)  yaitu  tindakan konkrit. Itulah mengapa peranan orang tua dalam keluarga sangat penting. Karena mengikuti perkembangan zaman, maka tantangan makin berat dan maju pula. Orang  tua  dituntut  untuk  ikut  mengerti  arus  zaman,  menguasai  semampunya untuk membantu anak-anak (remaja) meniti kehidupan dijalan yang baik dan benar. Orang tua hendaknya tidak melalaikan pendidikan dan pembinaan terhadap anak, karena kesibukan dan tuntutan kerja. Dua hal yang sama berat, sama pentingnya dan sama berharganya bagi kebahagiaan keluarga.

Mahmudah, Khoirul Siti; Sunismi, Sunismi; Fathani, Abdul Halim

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar matematika dengan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel untuk Siswa Kelas VIII. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan Sadiman yang meliputi 7 tahap yaitu menganalisis kebutuhan siswa dan guru, merumuskan tujuan instruksional, merumuskan butir-butir materi, perumusan alat ukur keberhasilan, penulisan naskah, tes/uji coba dan mengadakan revisi. Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar matematika yang telah di validasi. Validator ahli materi menyatakan cukup valid dengan presentase skor 72,71%, ahli desain menyatakan valid dengan presentase skor 82,49%, ahli praktisi menyatakan cukup valid dengan presentase 75%. Sedangkan hasil uji coba pengguna (user) menyatakan cukup valid dengan presentase skor 77,49%. Dengan demikina, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar matematika yang dikembangakan sudah cukup valid untuk digunakan dalam pembalajaran.

Purwanto, Agus

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Kualitas siswa dalam Program Pendidikan Biologi Universitas Veteran Bangun Nusantara tidak dalam kualitas tertinggi. Tetapi kompetensi kelulusan standar diperlukan di tingkat yang baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterampilan dalam kegiatan belajar. Peningkatan aktivitas pembelajaran telah dilakukan melalui pendekatan saintifik berbasis lesson study pada mata kuliah sistematika tumbuhan tinggi melalui 4 siklus. Setiap siklus memiliki tahapan perencanaan-lihat-lihat. Data diperoleh dari deskripsi tahapan plan-do-see dan analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi rencana itu layak dan teliti. Implementasi do bahwa perkuliahan dapat mengatur waktu dengan baik, memberikan motivasi dan ketepatan pada kesalahpahaman yang disampaikan oleh mahasiswa; selain itu, aktivitas belajar siswa dan kemandirian mereka selama kegiatan belajar semakin meningkat. Implementasi see dapat meningkatkan kolaborasi antar dosen dalam menyusun rencana selanjutnya. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan ilmiah berdasarkan studi pelajaran dapat meningkatkan keterampilan dosen dalam melakukan kegiatan belajar siswa, meningkatkan kegiatan belajar siswa dan meningkatkan kemandirian siswa.Kata kunci: keterampilan belajar, lesson study, pendekatan saintifik

Sutanto, Felix Andreas; Yulianton, Heribertus; Hadiono, Kristophorus

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Kelulusan merupakan hal yang pasti terjadi dalam akhir proses sebuah pendidikan. Mendapatkan predikat wisudawan terbaik merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa diakhir masa studinya. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Stikubank, setiap semester selalu dihadapkan pada proses tersebut. Penetapanwisudawan terbaik dari FTI Unisbank memiliki lebih dari satu kriteria yaitu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK),Nilai Prestasi yang diperoleh dari Kartu Rencana Prestasi (KRP), masa studi siswa yang bersangkutan, dansertifikasi kompetensi atau sertifikasi pelatihan bertaraf internasional. Metode yang digunakan untuk membantu menentukan wisudawan terbaik adalah metode TOPSIS. Pemilihan metode tersebut karena beberapa alasan salah satunya adalah kemudahan penerapan. Implementasi metode TOPSIS atas masalah tersebut diterapkan dengan membuat sebuah aplikasi berbasis web. Hasil yang diperoleh dengan menerapkan metode TOPSIS, adalah alternatif/wisudawan yang memiliki skor tertinggi dari hasil perhitungan akhir.

Anita Trisiana, Dalintang Ketut Dwi Saputri, Diana Wati &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Setiap siswa memiliki peran terhadap lingkungan disekitarnya dan juga dapatmenciptakan perubahan, terutama dalam kebersihan lingkungan.Keperdulian siswa terhadaplingkungan bisa dilakukan disekolah.Tujuan disini adalah meningkatkan karakter cintalingkungan sebagai mana keperdulian siswa terhadap pendidikan lingkungan hidup melaluimata pembelajaran. Sehingga disini siswa akan selalu diingatkan dan termotivasi untuk selaluperduli dan cinta terhadap lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan kebiasaan danpartisipasi. Penerapan pembelajaran inidapat dilakukan dengan carasepertiPengembanganproses pembelajaran dan pendidikan lingkungan hidup yang mencakup aspekkognitif, afektif, dan psikomotorik.Kata Kunci: Karakter, Lingkungan, Kepedulian

AnitaTrisiana, Yohanes Sudarmodjo, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media sosial dan motivasi belajarterhadap prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa kelas VII SMP Negeri1 Gatak Sukoharjo 2017/2018.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gatak Sukoharjo. Subjek dalam penelitian iniadalah siswa kelas VII berjumlah 74, kelas kontrol berjumlah 31 siswa dan kelas eksperimenberjumlah 41 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif yaitu mendeskripsikandata yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksudmembuat kesimpulan yangberlaku untuk umum atau generalisasi. Metode penelitian eksperimen yaitu digunakan untukmencari pengaruhperlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.Berdasarkan hasil uji-t independent sample t test media sosial, motivasi belajar, dan prestasibelajar ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang artinyakeduanya memiliki media sosial yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian tersebut media sosial,motivasi belajar, dan prestasi belajar untuk kelas kontrol dan kelas eksperimenkeduanya yangberbeda. Kelas kontrol untuk hasil media sosial, motivasi belajar, dan prestasi belajar lebih tinggidibandingkan kelas eksperimen.Kata Kunci : Media Sosial, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar