Publication Search

73,319 articles from 710 journals · 2,111 citations tracked

Showing 361-380 of 435

Analytics

Alya Siti Kulsum; Marcela Isma Mardiana

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Tujuan artikel ini untuk mengetahui potensi dan daya tarik wisata alam yang ada di Kabupaten Majalengka tepatnya di Sukasri Kidul. Kabupaten Majalengka memiliki wisata alam yang bernama terasering Panyaweuyan. Wisata alam tersebut menyajikan panorama alam yang indah nan asri, dari gugusan bukit yang ditanami sayuran seperti daun bawang,bawang merah,selada dan lainya. Penelitian pada artikel ini mengunakan prosedur penelitian kualitatif mengacu kepada pengumpulan data,deskriptif dan membaca. Wisata alam ini dahulunya hanya sebuah bukit gundul yang digunakan sebagai lahan pertanian. Karena bentang alamnya yang curam, satu- satunya cara mengolahnya dengan membuat terasering. Asal mula terasering Panyaweuyan ini berawal dari sebuah gagasan kecil dari seorang petani bawang merah yang bernama Tatang, Tatang menjadi pengerak bagi para petani di daerahmya dengan mengembangkan sistem budidaya bawang dilahan miring dengan model konservasi terasering. Lahan tersebut kini dikenal dengan terasering Panyaweuyan bahkan, terasering tersebut telah di daftarkan ke badan pangan dunia atau food and agriculture organization (FAO) sebagai terasering terbaik di dunia untuk kawasan bawang merah. Pada tahun 2015 para petani di datangi oleh seorang fotografer yang berasal dari kecamatan Maja fatografer tersebut naik turun terasering sambil terus memotret para petani. Para petani belum mengetahui tujuan dari fotografer tersebut, fotografer tersebut datang ke terasering bertujuan untuk mengikuti lomba pameran foto lalu memenangkan lomba tersebut di Jakarta sejak saat itu wisata alam tersebut banyak dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara. fotografer tersebut sampai membuat tempat sampah dan toilet fotografer tersebutlah yang pada akhirnya membuat wisata alam terasering Panyaweuyan itu diketahui banyak orang.

Reza Al Alif; Said Iskandar Al Idrus

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sapi merupakan hewan yang hidup di darat, yang menjadikan salah satu dari sekian banyak sumber protein dan lemak yang dibutuhkan manusia. Sapi merupakan hewan pemakan tumbuhan yang sangat berguna bagi banyak orang terutama dari segi susu, daging, kulit dan kotorannya. Komoditas telur, daging, dan susu ialah komoditas pangan yang memiliki protein dan lemak yang tinggi. Sapi juga termasuk dalam kategori hewan ternak. Dalam menjaga kualitas serta pemeliharaan sapi ditemukannya kendala, yakni adanya penyakit yang menyerang sapi. Hal ini menjadi hambatan bagi peternak sapi. Kendala dalam mendiagnosis penyakit sapi ialah kurangnya pengetahuan peternak tentang penyakit sapi, keterbatasan waktu, dan pengambilan keputusan dalam proses pencegahan. Dari teknik berternak hingga penanganan penyakit, seharusnya berkonsultasi dengan ahlinya (dokter hewan) untuk mendapatan solusi terbaik dari permasalahan tersebut agar peternak mendapatkan hasil yang maksimal Dalam hal ini sistem pakar dijadikan sebagai alternatif kedua dalam membantu mengatasi pemecahan masalah. sistem pakar ini memberikan informasi tentang berbagai jenis penyakit yang menyerang hewan sapi, sistem pakar ini menggunakan metode Forward Chaining, dimana Sistem ini diharapkan dapat membantu dalam penanganan konsultasi peternak sapi dalam mendiagnosa penyakit. Sistem ini disediakan untuk memberi peluang peternak agar dapat membantu mengetahui gejala sebelum ditangani dokter hewan dan dapat mencegah gejala penyakit tersebut secara cepat.

Sandra Maleachi; Gracia Kilisya Tasmalia; Madeline , Madeline; Nadya Valerie; Holly Felisa +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Laporan Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan melaporkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Pembuatan Keripik, Kefir dan Sherbet Dengan Bahan Dasar Biji Nangka Pada Ibu-Ibu PKK Di Desa Wisata Bantaragung Majalengka. Permasalahan yang dihadapi  pada daerah PKM  yakni:  pertama,  minimnya pengetahuan anggota PKK terhadap manfaat biji Nangka karena  selama ini anggota PKK tidak pernah mengolahnya dan dianggap limbah. Kedua,   minimnya kemampuan peserta PKK dalam pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana sosial media. Laporan PKM ini menjelaskan solusi atas minimnya keterampilan dalam pemanfaatan biji Nangka sebagai diversifikasi pangan, pemberian materi pemanfaatan biji nangka untuk ide bekal usaha, memberikan pelatihan pembuatan produk untuk memanfaatkan biji nangka, dan membantu mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial. Persiapan yang dilakukan adalah melakukan perjanjian dengan Kepala Desa Wisata Bantaragung, mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan, membuat kartu resep, mempersiapkan alat dan bahan, dan mempersiapkan buah tangan untuk peserta. Jalannya kegiatan PkM sangat baik dan lancar sehingga membuahkan hasil yang memuaskan.

Mayangsari, Andina; Sulistyaningsih

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Ketahanan pangan adalah tersedianya pangan dari suatu negara atau perseorangan. Bagi Indonesia, pangan sering diidentikkan dengan beras karena jenis pangan ini merupakan makanan pokok utama Kegiatan penananam tanaman padi dilakukan dengan manual dan dengan moderen. Pengenalan teknologi pertanian sangat penting untuk meningkatkan produktivitas. Salah satu daerah pertanian padi di Kabupaten Situbondo adalah di desa Wringin Anom. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah : (1) Penyuluhan pentingnya penananam secara mekanisasi dan efisiensinya terhadap pemotongan biaya, (2) Praktek kepada petani cara mengoprasikan mesin transplanter. kegiatan Sosialisasi Pemakaian mesin teansplanter dalam penanaman padi menuju ketahanan pangan di Desa Wringin Anom, Kabupaten Situbondo ini berjalan dengan baik dimana warga yang berpartisipasi terlihat antusias dalam kegiatan ini.

Azizah, Siti; H. Djunaidi, Irfan; Hamidah, Siti; Yunita Titisari, Ema

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Homeyard farming merupakan alternatif usaha untuk memperbaiki nutrisi dan pendapatan keluarga. Pemanfaatan pekarangan adalah upaya meningkatkan pemasukan masyarakat dengan menyediakan pangan, bahan bangunan, obat-obatan dan berkontribusi pada pendapatan kotor rumah tangga. Pengembangan program homeyard farming puyuh ini merupakan usaha pemberdayaan keluarga peternak di sekitar kawasan hutan yang memberikan beberapa manfaat sekaligus.  Puyuh sebagai ternak homeyard farming memberikan aspek positif karena modal, luas lahan dan tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit, dan dapat dilakukan wanita tani sebagai usaha sambilan. Kegiatan ini dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan Desember 2022 di Dusun Karangtekok, Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih, Situbondo sebagai salah satu desa penyangga Taman Nasional Baluran. Pengembangan farmyard ternak puyuh ini dilakukan oleh kelompok Wanita tani Sri Muljojaya pada 8 orang anggota yang masing masing membudidayakan 250 ekor. Hasil produksi telur puyuh yang dihasilkan diolah menjadi produk pangan olahan berbasis telur puyuh, sehingga mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Melalui pola pengembangan farmyard diharapkan wanita tani ternak berpartisipasi dalam pembangunan desa dan menjadi mandiri secara ekonomi.      

Bambang Hermanu

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Fenomena yang sering dilihat dan didengar, tidak sedikit kasus yang terjadi terkait dengan pencantuman tanggal daluwarsa pada produk makanan. Masih banyak ditemukannya produk-produk kemasan yang tidak mencantumkan label tanggal kadaluarsa terutama produk industri rumah tangga, yang tentunya akan sangat merugikan bahkan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan konsumen. Perlindungan konsumen harus mendapatkan perhatian yang lebih, tidak saja terhadap barang-barang berkualitas rendah, akan tetapi juga terhadap barang-barang yang membahayakan kehidupan masyarakat. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan  merupakan landasan hukum bagi pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap kegiatan atau proses produksi, peredaran  dan atau perdagangan pangan. Peraturan yang mengatur tentang  produk pangan sampai saat ini sebenarnya sudah dirasakan cukup memadai, namun permasalahannya adalah sampai seberapa jauh para produsen pangan mampu menerapkan atau menindaklanjuti setiap ketentuan dimaksud. Perlindungan terhadap konsumen dipandang dari aspek materiil maupun formal makin terasa sangat penting dan sangat dibutuhkan, mengingat produk pangan yang beredar luas di masyarakat ada indikasi tidak memenuhi standar sebagai produk yang tidak layak.  Dalam rangka mengejar dan mencapai kedua hal tersebut akhirnya baik langsung maupun tidak langsung perlu adanya upaya-upaya untuk memberikan perlindungan yang memadai terhadap kepentingan konsumen. Peran  BPOM  terhadap  konsumen  dan pembinaan  kepada  pelaku  usaha  merupakan  bentuk  perlindungan  hukum  kepada  masyarakat  melalui  proses  sosialisasi,  pembinaan,  pemeriksaan,  dan  pengawasan  terhadap peredaran produk pangan yang beredar di pusat atau sarana pembelanjaan konsumen. Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui penerapan undang-undang perlindungan konsumen  terhadap  produk  pangan  daluwarsa  dan  bagaimana  upaya pengawasan dan pencegahan  produk pangan / makanan  dan  minuman daluwarsa  yang  beredar  di  masyarakat. 

Eser Dison Biloro; Rio Febrian Laine; Aimar Hakan Lestaluhu; Amin Rais Hitimala; Ampi Alexandro Nahusona +7 more

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2022 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana peran mahasiswa KKN dalam pemanfaatan ikan puri sebagai salah satu produk pangan lokal di Negeri Hatiwe Besar, Ikan Puri (Stolephorus comersonii) adalah salah satu sumber daya hayati laut serta merupakan salah satu kelompok ikan pelagis yang tersebar di perairan pesisir pantai, Ikan puri banyak digemari oleh masyarakat dikarenakan kandungan yang baik dan mudah untuk didapatkan. Ikan puri memiliki kandungan lemak, kaya akan protein, asam lemak omega 3, vitamin, dan mineral. Ikan puri banyak dikonsumsi langsung oleh masyarakat dan banyak juga yang menjadikan ikan puri sebagai bahan baku suatu produk hasil perikanan. Salah satu produk yang dapat menggunakan ikan puri sebagai bahan baku utama yaitu produk sambal yang mana masyarakat Indonesia sendiri sudah mengenal sambal sejak lama dikarenakan sambal telah menjadi salah satu kuliner khas nusantara yang dinikmati oleh masyarakat dari semua kalangan. Pemanfaatan sambal ikan puri ini juga merupakan salah satu produk pangan lokal sambal ikan puri khas untuk peningkatan ekonomi pada masyarak setempat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, hasil penelitian dan wawancara serta observasi, menunjukkan bahwa peran mahasiswa KKN Negeri Hatiwe Besar Universitas Pattimura dalam pemanfaatan sambal ikan puri sangat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat pada Negeri Hatiwe Besar.    

Khoirunnissa, Rosiana; Maharani, Putri; Rachma, Yasmin Aulia

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Biji lamtoro mlanding [Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit] memiliki kulit yang keras dan tebal sehingga jarang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Proses perkecambahan biji lamtoro mlanding dilakukan untuk meningkatkan fungsionalitasnya. Perkecambahan dinyatakan berhasil apabila telah muncul radikula dari biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan panjang radikula dan senyawa gizi biji lamtoro mlanding selama perkecambahan. Biji lamtoro mlanding diskarifikasi kemudian dikecambahkan dengan media tisu pada suhu ruang selama 72 hari. Penyinaran dilakukan 8 jam sinar matahari dan 16 jam sinar lampu. Dilakukan pengamatan setiap 24 jam hingga jam ke-72. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial. Data diolah menggunakan ANOVA dibantu dengan aplikasi SPSS pada tingkat kepercayaan 95%. Didapatkan hasil selama proses perkecambahan terjadi peningkatan panjang radikula, protein, dan karbohidrat dengan signifikan.

Alwan Azhari; Haritz Harahap; Muhammad Fauzan Azmi; Nabiil Salasa Ramadhan

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

PT Indofood merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pangan dan sudah ada sejak lama, perusahaan ini dibilang sudah memiliki Nama yang cukup terkenal dengan melihat umur perusahaan serta produk-produk pangan yang mereka jual juga cukup diminati. Produk-produk perusahaan ini cukup menjadi favorit dikalangan masyarakat Indonesia, terkhusus dibagian produk Indomie. Produk Indomie merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari PT Indofood yang produknya sangat menjadi salah satu kebutuhan pokok setelah nasi bagi masyarakat Indonesia. Dari hal ini kita bisa lihat, perusahaan Indofood yang bergerak pada bidang pangan memiliki image perusahaan yang cukup baik dengan memproduksi barang pokok yang menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat dengan melihat kebutuhan pasar. Untuk itu pengembangan perusahaan sangat dibutuhkan untuk membuat kemajuan dan memperbesar nama perusahaan juga. Seiring dengan tinggi nya permintaan konsumen, maka Indofood melakukan peningkatan produksi dan melakukan ekspor produk Indomie ke beberapa negara tetangga. Dan respon dari masyarakat di negara tersebut sangat welcome dengan produk Indomie dengan cita rasa khas Indonesia dan bumbu yang cukup berasa dibandingkan dengan produk mie yang lain. Dari hal ini saja kita bisa lihat, dari satu produk PT Indofood yaitu produk Indomie sudah memiliki prospek yang menjanjikan kedepannya, bagimana pula dengan beberapa produk yang dijual selain Indomie. Tentu hal ini menjadi pertimbangan yang cukup signifikan bagi perluasan cabang dan peningkatan kinerja serta produktivitas dari perusahaan yang secara umum berkaitan dengan Good Corporate Governance. Maka dari itu, pembahasan pada penelitian kali ini kita akan melihat bagaimana perusahaan PT Indofood dalam melakukan peningkatan produktivitas dan bagaimana dalam menerapkan konsep Good Corporate Governance terhadap peningkatan dan pengembangan perusahaan, apakah berpengaruh atau tidak kita akan lihat berdasarkan data yang kita dapat dari laporan yang ada di situs resmi PT Indofood.

Khairun Nisa; Hayati Solin; Nur Hikmah; Eni Lestari; Rendi Ardiansyah +1 more

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Berdasarkan survei keamanan pangan yang dilakukan oleh Badan POM RI (2009) pada 1.504 industri rumah tangga pangan di 18 provinsi menyebutkan bahwa terdapat penyalahgunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti boraks (8,80%)  Zat ini mengandung 99% sodium tetraborat decyhydrate yang cukup berbahaya jika terkonsumsi manusia karena akan membahayakan kesehatan khususnya pada hematokrit. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah tentang  pemberian ekstrak Andaliman terhadap nilai hemaktokrit, MCV, MCH dan MCHC pada tikus putih yang di induksi  boraks. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan dengan tahapan yatitu pembuatan ekstrak andaliman, perlakuan hewan coba, induksi boraks, pemberian ekstrak, pengambilan darah, dan analisis data.  Hasil dari penelitian ini yaitu hasil ujia one way anova hematotokrit taraf signifikan p=0,049, MCV p=0,54, MCH p=0,25, dan MCHC p=0,01 , pada tikus yang terinduksi boraks dengan dosis 40mg/kg BB memberikan pengaruh nyata keadaan nornal terhadap jumlah Hematokrit dan MCHC yang dapat menangkal radikal bebas atau zat toksik yang terkandung dalam boraks, dan mengalami penurunan terhadap jumlah MCV dan MCH sehingga Andaliman tidak memberikan pengaruh nyata.  

Suloi, Andi Fitra; Rahayu, Asti; Hakim, Muh Haidir

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2022 Politeknik Negeri FakFak

Ikan asin merupakan produk pangan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Ikan asin memiliki cita rasa yang khas dan tahan lama. Namun, ikan segar juga memiliki sifat yang mudah rusak atau cepat mengalami proses pembusukan karena memiliki kadar air yang tinggi dan kandungan nutrisi ikan yang cocok untuk pertumbuhan bakteri. Secara umum kerusakan ikan secara mikrobiologi disebabkan oleh adanya cemaran mikroba pembusuk seperti Acromobacter, Pseudomonas, Micrococcus, dan Bacillus. Metode yang digunakan untuk menganalisis cemaran mikroba yang terdapat pada ikan asin adalah metode Total Plate Count (TPC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi total mikroba pada ikan asin belanak di pasar Tumburuni Kabupaten Fakfak dan untuk menganalisis cemaran mikroba pada ikan asin belanak di pasar Tumburuni Kabupaten Fakfak. Hasil analisis data total plate count jumlah mikroba pada ikan asin di pasar Tumburuni Kabupaten Fakfak secara berturut-turut yaitu 2,9 x 103 cfu/ml pada faktor pengenceran 10-1, sedangkan pada pengenceran 10-2 hingga pengenceran 10-4 tidak dilakukan perhitungan jumlah mikroba karena jumlah koloni yang tumbuh tidak mencapai syarat yang di tentukan. Derajat keasaman (pH) yang diperoleh pada pengenceran 10-1 hingga pengenceran 10-4 adalah 5 ± 0,00, sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan asin di pasar Tumburuni Kabupaten Fakfak layak komsumsi sebab angka lempeng total (ALT) atau total plate count tidak melewati batas minimum Standar Nasional Indonesia.

Septiyanti, Septiyanti; Sartika, Sartika

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

The period from infancy in the womb to the first few years of birth is known as the Golden Age, which is a golden period in growth and development in human life. The Golden age is also known as a critical time which, if not used properly, will cause permanent damage. Nutritional intake has an important role in the Golden Age period. Not fulfilling adequate nutritional intake at this time will greatly affect the growth and development of children. The provision of complementary food for ASI (MP-ASI) is one of the factors that can influence this growth and development. Given the importance of nutritional intake during this golden period of child development, it is necessary to provide complementary feeding education to mothers. As the smallest and foremost structure in government health services, posyandu cadres are expected to be able to empower mothers to pay attention to children's health, especially in providing MP-ASI. This community service was carried out with the target of posyandu cadres in Padanglampe Village, Pangkep Regency, South Sulawesi. This community service activity uses an action research approach. This activity succeeded in increasing the knowledge and attitudes of the cadres which were measured using questions before and after the intervention. Sustainability coaching is needed for cadres in order to obtain updated knowledge and skills, especially those related to balanced nutrition, so that they have sufficient provisions in empowering family nutrition.

Marinus Ronal Marinus Ronal

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembudidayaan secara umum adalah suatu kegiatan yang mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya nabati dan dilakukan oleh manusia dengan memanfaatkan modal, teknologi atau sumber daya lainnya supaya bisa menghasilkan produk barang yang mampu memenuhi kebutuhan manusia secara lebih baik. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan contoh kepada masyarakat unutk memanfaatkan lahan yang masih kosong untuk membudidayakan ikan lele pada kolam terpal. Kegiatan ini dilaksanakan Pada Lembang Bulian Massa’bu Kabupaten Tana Toraja. Pengenalan dan pelaksanaan kegiatan pembudidayaan harus menggunakan strategi dan metode yang tepat, kreatif, dan menarik bagi masyarakat agar dapat meningkatkan dan memenuhi kebutuhan manusia akan pangan, terutama protein. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Lembang Bulian Massa’bu. Adapun tujuan pemanfaatan pembudidayaan ikan lele ini, diharapkan agar dapat memberi perubahan dan peningkatan khususnya dalam bidang ekonomi bagi masyarakat di Lembang Bulian Massa’bu.

Delvian Yosuky; Ricky Ricky; TioSaniaRachmi; Felix Felix

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2022 Universitas 17 Agustus 1945

PT Indofood Sukses Makmur Tbk is a company engaged in the food sector, located in Jakarta. The company was founded on August 14, 1990 under the name PT Panganjaya Intikusuma, and changed its name to Indofood Sukses Makmur on February 5, 1994. The company exports its food ingredients to Asia, Australia and Europe. This research will review the strategic management of a company, namely PT Indofood Sukses Makmur Tbk. In this study the authors used qualitative method techniques with a descriptive qualitative method approach. This study shows that PT Indofood Sukses Makmur Tbk carries out strategic management by promoting it on various platforms such as Instagram and TV shows. Then another management strategy is to continue to innovate to produce new products that can attract the attention of consumers and have added value.  

Yugo Asmo Dewanto; Sumarji; Samudi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Jagung (Zea mays L.) menjadi salah satu tanaman pangan alam yang terpenting, selain gandum dan padi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian pupuk kotoran ternak ayam petelur, macam varietas, pertumbuhan, dan hasil tanaman jagung. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada tanggal 16 November 2021 sampai 23 Februari 2022. Tempat penelitian ini di Dusun Plaosan, Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dengan ketinggian 212 mdpl, jenis tanah regosol dengan pH 7 saat penelitian. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor terdiri dari 2 faktor perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Adapun dosis pupuk kotoran ayam petelur dan macam varietas tanaman jagung yang terdiri dari Perlakuan tunggal pupuk kotoran ayam petelur P1 = 2,5 ton/ha, P2 = 5 ton/ha, P3 = 7,5 ton/ha, dan P4 = 10 ton/ha. Perlakuan tunggal varietas V1 = Jagung BISI-18, V2 = Jagung BISI-228, V3 = Jagung Pertiwi-3. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan pupuk kotoran ayam petelur dan macam varietas jagung terhadap produktivitas tanaman jagung terjadi interaksi sangat nyata pada variabel pengamatan generatif panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, dan potensi hasil. Pada perlakuan tunggal macam varietas jagung terjadi pengaruh nyata pada pengamatan panjang tongkol, sedangkan terjadi pengaruh sangat nyata pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun 42 hst, bobot 1000 biji kering, dan potensi hasil.

Mardit N. Nalle; Achmad S.Maulana; Ody W.Matoneng; Carles Y.A Nalle; Rita Indrasti

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Utilization of local raw materials available in the market can be the basis for the development of entrepreneurship training activities at the Gembor Farmer Group in the Benpasi area. In the implementation of this activity, it is done by looking for several people who are members of farmer groups or communities in the area to join in developing these activities. This is done to provide knowledge to the community to take advantage of the existing potential so that the resulting product can be sold at a reasonable price at the consumer level and provide hope for an increase in demand for a product. One form of this entrepreneurship is by training to make some processed products or market snacks such as several kinds of cakes which can later be used for the sales process to consumers. This will have an effect on increasing the community's income if the price is sold in accordance with the costs incurred. This training program is carried out by providing a positive influence on knowledge for the community so that in the future they can also play a role in developing these activities.

Fitrian Prila Wardani; Alfi Muklis Kurniawan; Siti Nasiroh

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Belakangan ini, telah banyak varian produk minuman dan makanan dalam kemasan sachet yang setiap hari kita konsumsi sebagai kebutuhan pangan kita. Kita menggunakan produk yang berkemasan sachet karena dianggap lebih praktis dan lebih simple dibandingkan dengan membuat makanan atau minuman secara manual. Namun seiring dengan berkembangnya produk varian makanan dan minuman sachet, berkembang pula limbah sampah dari bungkus makanan dan minuman sachet tersebut di kehidupan sekitar kita, sehingga kita meningkatkan upaya membersihkan limbah tersebut baik dibuang, dibakar, dan sebagainya. Maka dari itu kelompok kami akan memulai sebuah usaha dimana usaha ini cukup menjajikan yaitu meminimalasir penggunaan plastik salah satunya dengan memanfaatkan bungkus sachet minuman seperti kopi menjadi tas belanja, atau barang lainnya. Belakangan ini, telah banyak varian produk minuman dan makanan dalam kemasan sachet yang setiap hari kita konsumsi sebagai kebutuhan pangan kita. Kita menggunakan produk yang berkemasan sachet karena dianggap lebih praktis dan lebih simple dibandingkan dengan membuat makanan atau minuman secara manual. Namun seiring dengan berkembangnya produk varian makanan dan minuman sachet, berkembang pula limbah sampah dari bungkus makanan dan minuman sachet tersebut di kehidupan sekitar kita, sehingga kita meningkatkan upaya membersihkan limbah tersebut baik dibuang, dibakar, dan sebagainya. Maka dari itu kelompok kami akan memulai sebuah usaha dimana usaha ini cukup menjajikan yaitu meminimalasir penggunaan plastik salah satunya dengan memanfaatkan bungkus sachet minuman seperti kopi menjadi tas belanja, atau barang lainnya.Masyarakat yang hadir cukup antusias dalam mengikuti pelatihan pemanfaatan bungkus plastik. Masyarakat menirukan apa yang dicontohkan oleh tim pelaksana, kebanyakan masyarakat belum pernah membuat tas dari bungkus plastik. Namun, Alhamdulillah dengan adanya pelatihan, masyarakat dapat membuat tas dari bungkus plastik bahkan salah beberapa masyarakat bisa membuat tas jinjing dengan sangat bagus sehingga tim pelaksana memberikan hadiah sebagai penghargaan dan apresiasi agar merangsang masyarakat untuk menekuni pemanfaatan bungkus plastik untuk dijual,Program Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan dunia pendidikan. Dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu " Pelatihan Usaha Bungkus Ekonomis” dapat menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman, kreativitas, produktivitas dan keterampilan serta tingkat ekonomi masyarakat Desa Surusunda Kecamatan Karangpucung

Sari, Febby Intan; Slamet, Agus; Kanetro, Bayu

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Bubur instan merupakan bubur yang telah mengalami proses pengolahan lebih lanjut sehingga dalam penyajiannya tidak diperlukan proses pemasakan. Penyajian bubur instan dapat dilakukan hanya dengan menambahkan air panas. Pemanfaatan beras merah, labu kuning dan kacang tunggak sebagai bahan baku pembuatan bubur instan merupakan alternatif diversifikasi pangan instan yang mempunyai sifat fisik, kimia yang memenuhi syarat dan disukai panelis. Rancangan penelitian menggunakan  pola faktorial 2 faktor dengan 2 kali ulangan. Faktor pertama adalah rasio beras merah, labu kuning dan kacang tunggak dengan perbandingan 1:1:1, 1:2:1, dan 1:3:1. Faktor kedua adalah suhu pengeringan sebanyak 3 taraf yaitu 130°C, 140°C, dan 150°C. Bubur instan yang dihasilkan  dilakukan uji fisik, tingkat kesukaan dan analisis kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada pengaruh rasio beras merah, labu kuning, dan kacang tunggak serta suhu pengeringan terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan bubur instan, yaitu penurunan rendemen, penurunan densitas kamba dan penurunan intensitas warna. Bubur instan yang paling disukai panelis adalah bubur instan dengan rasio beras merah, labu kuning, dan kacang tunggak 1:2:1 serta suhu pengeringan 140°C yang memiliki kadar air 5,69%, kadar abu 2,34%, kadar protein 14,48%, kadar lemak 4,17%, aktivitas antioksidan 26,46% RSA, total fenol 11,52 mg EAG/g dan kadar beta karoten 127,5 µg/g.

Ardani, Monica Novia; Sugiharto, Agung

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Ikan nila merupakan ikan air tawar yang dibudidayakan masyarakat indonesia. Ikan nila mengandung protein, lemak, dan kalsium.Kandungan asam amino pada gelatin tulang ikan nila cukup lengkap sehingga sangat diperlukan oleh tubuh serta berpotensi sebagai sumber bahan pangan .Salah satunya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan sirup yang menggunakan gelatin dari tulang ikan nila. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi asam klorida dan waktu perendaman yang optimal untuk pembuatan gelatin yang ditambahkan pada sirup. Sirup yang dihasilkan diarapkan dapat memenuhi standar mutu SNI dan disukai oleh konsumen. Metode yang digunakan yaitu metode ekstraksi dengan tahapan sebagai berikut: tahap persiapan bahan baku, degreasing, pembuatan larutan, demineralisasi, ekstraksi, pengeringan dan pengaplikasian pada sirup nanas. Pada proses degreasing dilakukan perendaman tulang ikan nila selama 1 jam yang bertujuan untuk membersikan tulang ikan nila. Selanjutnya tahap demineralisasi, sebanyak 20 gram bahan baku direndam dengan larutan konsentrasi asam klorida 1%, 3% dan 5% dengan waktu (10, 12, dan 24) jam sampai terbentuk Ossein (tulang lunak). Pada proses ekstraksi menggunakan hotplate dengan suhu 60oC selama 4 jam setelah itu disaring dengan kertas saring. Lalu untuk proses selanjutnya pengeringan menggunakan oven dengan suhu 60oC selama 12 jam hingga benar-benar kering. Lalu pengaplikasian gelatin tulang ikan nila dengan sirup. Analisa pada gelatin tulang ikan nila terdiri dari rendemen, derajat keasaman (pH) dan viskositas. Berdasarkan hasil penelitiannya diperoleh bahwa rendemen tertinggi pada konsentrasi 1% dengan waktu 24 jam yaitu sebesar 4,41 %. Sedangkan hasil penelitian gelatin sebagai pengental sirup sesuai dengan mutu SNI, pada konsentrasi HCL 1% dan waktu 24 jam didapatkan pH 3.8 dan viskositas 5.0149 Cp.

Budi Hartoyo

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kekurangan gizi merupakan permasalahan serius, sekitar 30% penduduk dunia termasuk Indonesia, terutama anak-anak, berisiko menderita kekurangan gizi Zn. Kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan (stunting) yang prevalensinya cukup besar dan merata di Indonesia. Demikian pula masalah anemia karena kekurangan asupan zat gizi mikro terutama zat besi. Beras adalah makanan pokok sebagian besar penduduk di Indonesia. Sebagai pangan utama, beras diketahui memiliki nilai gizi mikro yang tidak memadai sehingga berpotensi menimbulkan kekurangan gizi bagi konsumen. Biofortifikasi merupakan salah satu inovasi dalam meningkatkan mutu gizi beras. Keuntungan biofortifikasi antara lain : (1) dapat dikembangkan pada bahan makanan pokok, (2) lebih murah dan menguntungkan dari aspek budidaya karena benih yang sudah melalui proses fortifikasi akan terikut pada generasi selanjutnya, (3) bermanfaat bagi masyarakat konsumen rawan gizi. Kandungan mineral penting seperti Fe (besi) dan Zn (seng) pada beras dapat ditingkatkan melalui biofortifikasi menjadi beras kaya Fe atau Zn. Beras kaya gizi mineral hasil biofortifikasi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan Pemerintah guna menanggulangi masalah gizi pada masyarakat, terutama dari golongan ekonomi lemah.