Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21341-21360 of 23,752

Analytics

Nifida Alsya Khairunnisa; Ikaputra

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Kauman merupakan permukiman perkotaan di Kota Surakarta, Jawa Tengah yang juga memiliki nilai sejarah tinggi. Dahulunya merupakan tempat tinggal para abdi dalem Keraton serta para khatib Masjid Agung Surakarta. Selain sebagai permukiman, kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Seiring perkembangan zaman dengan bertambahnya penduduk beserta kebutuhan ekonominya, kawasan sekitar Kauman tumbuh menjadi pusat komersial. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat kemudian memicu beberapa bangunan termasuk Kauman beralih fungsi menjadi pertokoan. Terletak di tengah kota dan menjadi pusat aktivitas memicu peningkatan tekanan pembangunan di Kauman, sehingga menjadikan kawasan ini tidak sepenuhnya lagi berfungsi sebagai permukiman. Eksistensi budaya di Kauman perlahan menurun seiring terjadinya perubahan fungsi lahan dan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kehilangan atau keaslian permukiman perkotaan. Maka dari itu, Kauman sudah selayaknya mendapat perhatian khusus untuk keberlanjutan kawasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan kawasan Kauman Surakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan kawasan sehingga dapat melestarikan Kampung Kauman Surakarta.

Angger Pandu Waskito; Astari Wulandari; Eko Nursanty

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, menghadapi tantangan signifikan dalam mengembangkan identitas metropolitan yang kuat di tengah pertumbuhan urbanisasi yang cepat. Dua pendekatan utama yang diterapkan untuk mencapai tujuan ini adalah Transit-Oriented Development (TOD) dan city branding. TOD berfokus pada pengembangan kawasan perkotaan yang mengintegrasikan transportasi publik dengan lingkungan sekitar untuk menciptakan mobilitas yang efisien dan lingkungan yang ramah. Sementara itu, city branding bertujuan membentuk citra positif kota melalui strategi pemasaran dan komunikasi yang efektif. Penelitian ini menganalisis penerapan TOD dan city branding di Jakarta serta dampaknya terhadap identitas metropolitan kota tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif, termasuk studi literatur, survei, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TOD di Jakarta telah berhasil dalam menunjang kehidupan masyarakat, meskipun masih menghadapi tantangan dalam hal keamanan di kawasan TOD. Strategi city branding Jakarta juga berhasil memperbaiki citra kota sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakatnya. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara TOD dan city branding dalam membangun identitas metropolitan yang kuat di Jakarta.

Eko Nursanty; Rahmawaty

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Paper ini mengkaji hubungan kompleks antara batas visual dan fisik dengan keaslian situs warisan di Jawa. Studi ini mengidentifikasi bagaimana elemen batas tertentu, seperti gaya arsitektur, pengaturan taman, dan penghalang protektif, berkontribusi pada persepsi keaslian di antara pengunjung dan konservasionis. Melalui analisis komparatif beberapa kota di Jawa, makalah ini menonjolkan peranan batas-batas ini tidak hanya dalam menjaga integritas fisik tetapi juga dalam membentuk narasi sejarah yang dialami oleh publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara dengan pemangku kepentingan lokal dan pengamatan di lokasi, untuk menarik kesimpulan tentang efektivitas strategi pelestarian saat ini dan dampaknya terhadap warisan budaya Jawa. Temuan menunjukkan bahwa batas yang dirancang dan dipelihara dengan baik dapat meningkatkan keaslian situs warisan, sehingga mendukung upaya konservasi yang lebih luas dan memperdalam koneksi publik terhadap situs sejarah. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan manajer situs yang mencari keseimbangan antara tekanan pengembangan dengan kebutuhan untuk menjaga keaslian budaya.

Dinka Sekar Tiara; Benny Bintarjo; Darmansjah Tjahja Prakasa

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Wisata Pantai Indah Popoh yang berada di Desa Besole Kecamatan Besuki merupakan wisata unggulan Kabupaten Tulungagung. Akan tetapi, Wisata Pantai Indah Popoh ini kalah bersaing dengan wisata- wisata baru yang memiliki desain yang menarik sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung semakin menurun. Beberapa fasilitas pada destinasi wisata juga rusak, tidak layak, dan masih belum memadai. Hal ini juga dipengaruhi oleh pemilihan material dalam pengembangan fasilitas penunjang wisata yang kurang tepat sehingga diperlukan adanya metode pemilihan material sehingga diperoleh material yang berkualitas dan ideal.  Selain itu, pendekatan Neo-Vernakular dugunakan untuk terciptanya keselarasan antara material, desain, dan lingkungan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan penjabaran eliminir pada prosesnya. Hasilnya penelitian ini menunjukan bahwa pemilihan material yang ideal dapat diperoleh dari karakteristik material gaya arsitektur, analisis SWOT, manufacturing and logistics, end of life recycling.

Ridha Wahyutomo; Robert Rianto Widjaja

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Persepsi individu terhadap desain arsitektur dapat diukur dengan perangkat Electroencephalography (EEG) yang menangkap aktivitas kelistrikan otak termasuk emosional terkait suatu desain arsitektur. Emotiv EPOC merupakan perangkat lunak berbasis sistem EEG yang digunakan dalam penelitian dengan pertimbangan kemudahan penggunaan namun tetap memiliki kemampuan menerjemahkan aktivitas otak secara aktual. Teknologi yang digunakan dalam Emotiv EPOC untuk mempelajari otak adalah Brain Computer Interfaces (BCI). Dalam dunia medis EEG lazim digunakan dibandingkan Emotiv, sehingga perlu diketahui terkait kevalidan keduanya. Kedua perangkat ini memiliki fungsi sama, namun belum ada penjabaran secara statistik terkait sensitivitas dan spesifisitas keduanya. Sehingga uji diagnostik diperlukan sebagai alat untuk memberikan bukti statistik terkait penggunaan EEG dan Emotiv sebagai perangkat penilaian fungsi otak. Penulisan ini merupakan review penelitian dengan menggunakan beberapa sumber uji diagnostik, EEG, dan Emotiv. Hasil yang muncul adalah penjelasan secara teoritis yang berurutan dan jelas terkait metode kuantitatif uji diagnostik pada EEG dan Emotiv dalam penilaian persepsi terhadap desain.

Novariza Yasmin; Lia Rosmala Schiffer

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kenyamanan pengguna pada bangunan Tanatap Coffee di Bekasi. Dalam perkembangan arsitektur modern, keberlanjutan telah menjadi fokus penting untuk mengurangi dampak negatif lingkungan, sekaligus menciptakan ruang yang efisien dan nyaman bagi penggunanya. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, melibatkan observasi langsung pada elemen-elemen arsitektur yang diterapkan, seperti pemanfaatan energi alami, material ramah lingkungan, dan efisiensi tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanatap Coffee telah memanfaatkan beberapa prinsip arsitektur berkelanjutan, seperti ventilasi silang, pencahayaan alami, dan pemilihan vegetasi yang mendukung kenyamanan termal. Selain itu, pemanfaatan material daur ulang serta desain terbuka pada fasad bangunan turut mendukung pengalaman ruang yang nyaman bagi pengguna.

Achmad Nizar Fernanda; Farida Murti; Ibrahim Tohar

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Pasar Tradisional Blimbing merupakan pasar berstandar kelas A yang terletak di Kota Malang dan termasuk dalam kategori pasar tradisional kota. Pasar ini mencakup area seluas 1,9 hektar dengan fungsi utama sebagai zona perdagangan dan jasa. Salah satu ciri khas dari pasar ini adalah adanya dua jenis sirkulasi ruang yang berbeda dalam satu bangunan, yang menjadikannya objek menarik untuk kajian mengenai kriteria sirkulasi ruang interior. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memahami kelebihan serta kekurangan faktor-faktor yang mempengaruhi sirkulasi interior di Pasar Tradisional Blimbing, dengan fokus pada konfigurasi jalur sirkulasi, hubungan antara jalur dan ruang, bentuk ruang sirkulasi, serta dimensi lebar ruang sirkulasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait desain sirkulasi ruang untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pergerakan di dalam pasar. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan desain sirkulasi ruang pasar tradisional pada umumnya.

Andadari, Tri Susetyo

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Kampung Naga merupakan permukiman masyarakat tradisional yang masih memegang praktek dan budaya lokal dalam memaknai dan menciptakan tatanan ruang. Kemampuannya mempertahankan ke’ruang’an ditengah gempuran teknologi saat ini menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis wujud makna ruang di Kampung Naga melalui pendekatan filosofis yang mendalam. Metode yang digunakan ialah observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan partisipasi dalam aktivitas masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa ditemukan 11 makna ruang berdasarkan filosofis, paradigma, teori dan order. Makna tersebut meliputi makna ruang berdasarkan support system, otentifikasi pengguna, kebersihan aktifitas, simbolisasi kontur, hukum adat, gender, komunikasi vertikal, fungsi koloni, fungsi sosial, hajat hidup dasar dan jalur sirkulasi. Setiap wujud ruang, berpijak pada tiga prinsip utama yaitu kesakralan, keseimbangan, dan keberlanjutan.

Wibowo, Tangguh; Syafuddin, Khairul

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2025 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Social media undeniably contributes to changing how a teacher figure is portrayed and how communication patterns with students occur. Social media users, particularly TikTok, can upload audiovisual content of teachers and students joyfully dancing together. This research aims to present a depiction of teachers in the current digital era. It is a multidisciplinary study that examines educational and social contexts. The research method employed is semiotics by Roland Barthes. The researchers analyze the myths conveyed in the audiovisual content to unveil the image of teachers in the digital era. The results reveal the current depiction of teacher-student relationships in the context of dancing on social media, which has significant implications. It emphasizes the importance of teachers' role in assisting students in managing social media usage wisely and serving as positive role models. Through dancing content on social media, teachers can strengthen social connections with students outside the school, creating an informal space for closeness and better understanding of students as individuals.

Purnamasari, Asri Indah; Prahani, Binar Kurnia; Suryanti

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2025 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Critical thinking skills are crucial for preparing students to face complex real-world problems and are a key component of 21st-century learning. This study aims to identify the critical thinking skill profile of 5th-grade elementary school students on the respiratory system material. Critical thinking is an essential skill in 21st-century education, particularly for developing students' abilities in analysis, evaluation, and argumentation. However, it is often neglected in science education at the elementary level. This research employs a qualitative descriptive method with survey techniques. Data were collected through questionnaires, interviews, and classroom observations to assess students' critical thinking skills. The results indicate that among the 30 students tested, 15 were categorized as Fair, 12 as Low, and only 3 as Good. No student achieved the Very Good or Very Low category. The analysis of critical thinking indicators including analyzing, evaluating, composing arguments, and problem-solving reveals that while students possess a basic understanding, they struggle with more advanced critical thinking tasks. The study concludes that students' critical thinking skills remain limited to basic comprehension. This limitation is attributed to the dominance of rote learning methods and the lack of interactive and problem-solving-based instructional strategies. Future teaching approaches should prioritize active learning and the integration of critical thinking practices to enhance students' higher-order thinking skills.

Siregar, Martua; Lubis, Fitri Romaito; Harahap, Yusniar; Nasution, Sarip Parmohonan; Siregar, Helmi Suryana

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2025 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Integrating modern leadership approaches with local wisdom remains a challenge in enhancing the quality of education in Indonesian higher education institutions. This study examines the impact of integrating instructional leadership with ethnopedagogy based on the Dalihan Na Tolu philosophy on learning quality at Graha Nusantara University. Using a mixed-method approach with a sequential explanatory design, the study involved 50 lecturers selected through systematic random sampling and 100 students. Data were collected through validated questionnaires (validity coefficients ranging from 0.72 to 0.89; reliability with Cronbach's Alpha of 0.88), in-depth interviews, and participatory observations. The findings reveal that instructional leadership independently accounts for 67 percent of the variation in learning quality (coefficient of determination, R-squared = 0.670, with p < 0.001), with key determinants being guidance (correlation coefficient = 0.820) and vision-mission communication (correlation coefficient = 0.790). Ethnopedagogical leadership contributes significantly through the values of Somba Marhula-hula (regression coefficient = 0.45), Manat Mardongan Tubu (regression coefficient = 0.41), and Elek Marboru (regression coefficient = 0.38). The integration of these approaches produces significant synergistic effects (R-squared = 0.830), resulting in a 70 percent increase in active interaction, a 68 percent improvement in the effectiveness of learning strategies, and a 66 percent boost in productivity. This study contributes to developing an integrated leadership model that combines modern values with local wisdom. It also provides practical implications for designing training programs and implementing dual-approach monitoring systems in higher education institutions.

Saputro, Eko Prasetyo Nugroho; Herda, Rozanah Katrina; Margana; Atibrata, Tyas Gita

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2025 Universitas Veteran Bangun Nusantara

This research aims to investigate vocational school learners' perspectives on the cybergogy approach for an enhanced English language instruction. Utilizing a quantitative research design, the study surveyed 619 students across 17 vocational schools in Yogyakarta Province. The results indicate that the majority of learners find the cybergogy approach engaging and effective, particularly due to its interactive nature and the flexibility it offers. Learners appreciated the ability to access learning resources at their own pace, which is crucial given their varying schedules. However, the study also highlights challenges, including the reliance on consistent access to quality techno-logy, which may limit the approach's effectiveness for some students. The findings underscore the importance of integrating multimedia resources and fostering peer collaboration to enhance English language instruction. The study concludes that while the cybergogy approach shows promise in improving language skills and learner engagement, its implementation must be carefully managed to address technological disparities among students.

Iriani, Tuti; Saleh, Rosmawita; Febriyanti, Ine

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2025 Universitas Veteran Bangun Nusantara

This research is motivated by the lack of ability of prospective teachers in communicating with students which causes the learning process to be less effective. The purpose of this study is to analyze learning communication using the VICS (Verbal Interaction Category Systems) model for prospective vocational teachers in the Teaching Skills Practice (PKM). This research method uses a qualitative descriptive approach with case study analysis. The sample is students who are taking part in the Teaching Skills Practice (PKM) at SMK Teknik Bangunan as many as 3 people. Data collection uses interaction observation instruments, interviews and documentation. The results of the study showed that the average frequency of areas A, B, D, E, D, H, I was very high at 46.65% which stated that prospective teachers still dominate during learning activities compared to students, the frequency of areas C, G, J, K, L, M, P, Q, R was 30.37% which stated that there was already feedback interaction between prospective teachers and students, and the frequency of areas N, O, S, T was only 22.98% which stated that student activities were still too passive compared to teachers during the learning process in class. Thus, it can be concluded that learning communication carried out in teaching skills practice is dominated by the teacher.

Yudha, Reza Praditya; Chaphichith, Xayapheth; Hakim, A. Rahman

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2025 Universitas Veteran Bangun Nusantara

The pandemic has globally become a turning point for social change. Including, the learning process and communication practices becoming more integrated with digital media. This study aims to understand undergraduate students' engagement with media in the post-pandemic era in Indonesia. Drawing on mediatization, this study uses surveys, interviews, and students’ daily notes to collect data. The researcher then visualizes data using Nvivo. Informants are 92 undergraduate students who wrote a daily note from 16th March to June 6th, 2024. The findings show an interrelation between undergraduate students' social dynamics, communication practice, and media engagement. This study reveals distinct patterns in media engagement among Indonesian students that were not previously documented, particularly regarding their adaptation to hybrid learning environments. Government regulations regarding social restrictions do not limit students’ social interaction and learning process. Students’ social interaction and communication practice become more embedded into media usage. The communication practices that are increasingly engaging with media keep continuing even after the pandemic is over. Media are converged so that students do not adopt or are dominated by one type of media. Likewise, students can get information from different types of media.

Putri, Siti Anisa; Rohmani

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2025 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Scientific literacy which involves the ability to understand scientific concepts, think critically, and apply this knowledge in everyday life, has become one of the main focuses in the Natural Sciences curriculum. The purpose of this research is to analyze the trends in the development of scientific literacy research in elementary school science education through a bibliometric approach. The method used is bibliometric analysis, with four stages of literature search on the Scopus website. The results show that there are three frequently appearing terms or research topics. First, the topic of scientific literacy, which appears 29 times with a link strength of 65, included in cluster 4 colored yellow. Second, the topic of elementary schools, which appears 12 times with a link strength of 52, included in cluster 2 colored green. Third, the topic of students, which appears 10 times with a link strength of 45. Based on the research findings and discussion, it can be concluded that the development of scientific literacy research in elementary science education is still relatively low because this topic has not attracted much attention from researchers in various countries. Therefore, it is recommended that future research focuses on these areas. This implies that these topics can be new areas of interest for authors, readers, or other researchers in this field to explore further. Consequently, future research is advised to discuss these areas.

Muhammad Pikri; Yudhanto Satyagraha Adiputra; Eki Darmawan

Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Food security is a condition of food fulfillment for the entire community. The phenomenon of the problem that occurs in this study is the imbalance between the food needs of the Bintan community and local production. Over the past four years from 2019 to 2022, the production of local food needs from various commodities such as rice, vegetables, fruits, and so on has experienced a significant decline in production. This condition certainly triggers concerns regarding the ability of the Regional Government of Bintan Regency to maintain food security and meet the needs of the community. This research aims to formulate a food security strategy in Bintan Regency. This research uses Koteen's theory which consists of four strategy indicators, namely Organizational Strategy, Program Strategy, Resource Support Strategy, and Institutional Strategy. This research uses a qualitative approach method with data collection through interviews and documentation. The results show that the vision and mission of regional apparatus organizations are aligned with the district's vision to improve food security. Programs are focused on increasing food production and price stability. Resource support in the form of budget and facilities is important for program success. Institutional strategies emphasize SOPs, monitoring, divisional coordination and employee training to improve program effectiveness. The findings indicate the importance of inter-organizational synergy and resource strengthening in maintaining food security. 

Dewi, Elsa Adhista Aulia; Sari, Anggi Farika; Sapira, Septia Nike Bela; Pinem, Agusta Praba Ristadi

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Pada era modern yang ditandai oleh dinamika ekonomi yang terus berkembang dan tantangan keuangan yang semakin kompleks, pengambilan keputusan mengenai kelayakan penerima pinjaman kredit menjadi sangat krusial. Untuk mengatasi kompleksitas ini, pen-erapan Metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dan Rank Order Centroid (ROC)  dalam Sistem Pendukung Keputusan dianggap sebagai langkah strategis. MAUT adalah metode perbandingan kuantitatif yang menggabungkan pengukuran biaya risiko dan keuntungan yang berbeda, mengubah berbagai kepentingan menjadi nilai numerik dalam skala 0-1, di mana 0 merepresentasikan nilai terburuk dan 1 nilai terbaik, sedangkan ROC membantu menentukan bobot kriteria secara efisien berdasarkan prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan konsep dasar MAUT dan ROC serta integrasinya dalam mengevaluasi kelayakan penerima pinjaman kredit. Penelitian ini fokus pada kredit sebagai pinjaman dengan perjanjian pembayaran antara peminjam dan pemberi pinjaman. MAUT dan ROC diaplikasikan untuk menilai kelayakan nasabah peminjaman kredit FIF Group dengan melibatkan 8 alternatif dan 5 kriteria. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Teguh Syahputra dengan alternatif A2 mendapatkan nilai tertinggi 0.875, sehingga direkomendasikan sebagai nasabah yang layak menerima Kredit Pinjaman dari perusahaan Finance.

Putri, Tiara; Rahma, Syifa Aurellia; Novitasari, Aas; S.Djawas, Fathia Wardah; Zy, Ahmad Turmudi

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Penenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan data pada Sistem Informasi Manajemen Masjid (SIM Masjid) dengan menggunakan algoritma Caesar Cipher. Algoritma ini mengenskripsi data login, seperti username dan password, dengan metode pergeseran karakter. Hasil pengujian menunjukan bahwa algoritma ini mampu menjaga kerahasiaan data tingkat dasar, meskipun rentan terhadap serangan brute force. Oleh karena itu, metode ini cocok untuk sistem dengan kebutuhan keamana rendah dan dapat dikombinasikan dengan algoritma lain untuk meningkatkan perlindungan. Pendekatan ini memberi solusi sederhana dan efisien untuk sistem informasi di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya.

Wibowo, Muhammad Nanang Khilmi; Cholil, Saifur Rohman

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Penanganan bencana merupakan isu krusial dalam mengurangi dampak negatif bencana alam dan non-alam di Kota Semarang, yang memiliki potensi bencana seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan bencana di Kota Semarang pada tahun 2024 dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan VIseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR), untuk menentukan prioritas tindakan yang paling efektif dalam mitigasi dan respons bencana. Metode AHP digunakan untuk memberikan bobot pada kriteria-kriteria yang mempengaruhi penanganan bencana, seperti kesiapsiagaan, infrastruktur, dan sumber daya manusia. Selanjutnya, metode VIKOR diterapkan untuk memilih solusi terbaik berdasarkan alternatif penanganan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas penanganan bencana di Kota Semarang sebaiknya difokuskan pada penguatan sistem peringatan dini dan pengembangan infrastruktur evakuasi, dengan memperhatikan kesiapsiagaan masyarakat sebagai faktor pendukung utama. Berdasarkan perhitungan AHP, kriteria "kesiapsiagaan masyarakat" memperoleh bobot tertinggi, sementara perhitungan VIKOR menunjukkan bahwa tindakan penguatan infrastruktur evakuasi adalah solusi terbaik untuk mengurangi dampak bencana. Penelitian ini merekomendasikan Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan investasi pada infrastruktur penanganan bencana dan memperkuat pelatihan serta keterlibatan masyarakat dalam program kesiapsiagaan bencana.  

Mangunsong, Ikhwanda Buyung; Irawan, Muhammmad Dedi

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemilihan supplier yang efektif dengan menggunakan metode TOPSIS dan pendekatan Rapid Application Development (RAD). CV. Berjaya Jaya Abadi, sebuah perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang penyediaan berbagai jenis cat, menghadapi tantangan dalam memilih supplier terbaik di antara beberapa alternatif. Metode TOPSIS digunakan karena kemampuannya untuk memberikan hasil yang lebih objektif berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, dibandingkan dengan metode subjektif yang sebelumnya digunakan oleh perusahaan., mengalami kesulitan dalam menentukan supplier terbaik di antara banyak pilihan yang tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemilihan supplier menggunakan metode TOPSIS yang diimplementasikan melalui pendekatan Rapid Application Development (RAD). Sistem ini dirancang untuk mempermudah pengambilan keputusan dalam memilih supplier dengan mempertimbangkan enam kriteria utama, yaitu Pengiriman, Sejarah Kinerja, Harga, Kualitas, Loyalitas, dan Pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan dapat memberikan peringkat supplier berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, sehingga dapat membantu perusahaan dalam memilih supplier yang paling sesuai dengan kebutuhan. Metode RAD yang digunakan dalam pengembangan sistem juga terbukti efektif dalam mempercepat proses perancangan dan implementasi sistem. Dengan pengujian Black Box Testing, sistem yang dibangun menunjukkan hasil yang memuaskan dalam mendukung pengambilan keputusan di perusahaan.