Publication Search

67,429 articles from 569 journals · 1,699 citations tracked

Showing 2101-2120 of 2,713

Analytics

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

Galuh Wicaksono; Antonius Denny Firmanto

Pembinaan calon imam merupakan bagian penting untuk menyiapkan tenaga pastoral yang mampu memimpin sebuah paroki. Lima aspek pembinaan: kepribadian, intelektual, komunitas, pastoral, komunitas menjadi bagian utama dalam proses formasi. Berbagai bentuk pembinaan dibuat guna mencetek para pemimpin yang baik. Saat ini dunia yang sedang manghadapi wabah virus corona juga mempengaruhi proses pembinaan calon imam. Merujuk pada dokumen gereja mengenai pembinaan calon imam Optatam Totius yang mengatakan bahwa pembinaan calon imam adalah bagian penting bagi Gereja. Fokus penulisan yaitu meneliti proses pembinaan selama masa pandemi. Tujuan dari tulisan ini adalah memahami proses pembinaan seminari dalam masa pandemi. Permasalahan yang hendak diangkat yaitu: mengapa formasi calon imam itu perlu dalam Gereja Katolik? Mengapa fenomena pandemi covid-19 ini perlu didalami dalam konteks pembinaan seminari? Mengapa pandemi covid-19 di Seminari Tinggi San Giovanni XXIII perlu diteliti? Metodologi penulisan menggunakan analisis deskriptif-naratif dengan menelaah pembinaan seminari selama pandemi. Temuan dari penulisan ini adalah pembinaan di seminari Giovanni selama pandemi mengalami keterbatasan. Keterbatasan ini tidak menciutkan semangat untuk terus memformat para calon imam.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Carolus Aditya Nouvanto; Sugiyana Sugiyana; Anselmus Joko Prayitno

Masa transisi pandemi covid-19 mendorong penggunaan sistem pembelajaran hybrid menggantikan sistem daring dimana siswa sekarang dibagi dalam dua tempat belajar yaitu dari rumah dan juga ada yang berada di kelas. SMA Tarakanita Magelang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran hybrid pada masa transisi. Kemampuan guru dalam memberikan metode yang efektif dalam masa pembelajaran hybrid akan menunjukkan kompetensi dari guru tersebut. Dalam memaksimalkan pembelajaran hybrid, guru ditawarkan metode Problem Based Learning berbantuan ThinkLink yang diasumsikan bahwa metode tersebut akan efektif bagi prestasi belajar siswa selama pembelajaran hybrid. Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rataan prestasi belajar kelas eksperimen mendapat 80,15 sedangkan kelas kontrol 73,45. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penerapan metode pembelajaran yang digunakan masih memiliki beberapa hambatan meskipun sudah efektif bagi prestasi belajar yang menunjukkan rataan kelas eksperimen lebih baik dan mendapatkan respon yang positif dari siswa di kelas, sehingga diharapkan metode Problem Based Learninng dapat diterapkan dan semakin dikembangkan oleh para tenaga pendidikan.

Deri Saputra; Andarweni Astuti; Gunawan Gunawan

Sike Rabano adalah dzikir yang menggunakan alat musik rebana. Sike rabano pada awalnya berfungsi  untuk mengajak masyarakat untuk berdzikir melalui hiburan untuk penyebaran agama Islam. Tujuan dari penelitian ini ditinjau dari (1), Sejarah kemunculan kesenian ini. (2), perkembangan dan perubahan nilai yang terjadi di masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir. (3), dan Strategi dalam pelestarian kesenian tradisonal Sike Rabano di tengah perubahan sosial masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1), Sike rabano muncul diperkirakan pada awal abad ke-13 M. Kemunculan sike rabano dikaitkan dengan munculnya penyebaran agama islam di Kabupaten Kerinci. (2). Perkembangan dan perubahan dari kesenian sike rabano ini meliputi perubahan dalam pelaksanaan, perubahan pada syair dan perubahan pada segi nilai yang terjadi pada masyarakat. (3). Strategi untuk pelestarian sike rabano dengan solidaritas antar warga, kesadaran dan regenerasi pengajaran sike rabano secara turun temurun pada masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir.

Megawati Manullang

Abstract. The Koinonia ministry is one of the tri-duties of the church's vocation which at this time seems to have begun to weaken quite a number of churches due to the development of the times which requires that the koinonia strategy must be improved or in other words quality. Therefore, a quality Koinonia ministry is able to protect the congregation to remain faithful in fellowship. A good Koinonia is to divide certain categories to improve the quality of the congregation in its growth in quality and quantity. In this paper, I provide Koinonia services by dividing into five categories, namely: Child Category (Age 0-2, 2-5, 6-12), Youth Category (Age 15-35 years), Early Adult Category (Age 17- 22, 22-28, 28-33, 40-45 years), Middle Adult Category (45-65 years old), and Advanced Adult Category (over 60 years old). Each category has its own portion and needs according to their psychological condition and situation, which should be seen from the point of view of their age. This will make it easier for the church to improve or even improve the quality of Koinonia's service to the congregation, especially in today's churches that require an increase in their Koinonia.

Fengky Luky Masengi

Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan tentang fungsi dan peran Pendidikan agama Kristen dalam pertumbuhan gereja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dipakai untuk menggambarkan fenomena factual yang terjadi di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Ekklesia kota Semarang. Dari kajian ini didapati bahwa terdapat peran yang besar dari kegiatan Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Eklesia Kota Semarang baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Jumlah anggota jemaat dari waktu ke waktu mengalami pertumbuhan jumlah, baik penambahan jumlah petobat baru maupun penambahan jumlah anggota yang ingin dilayani.    

Firdaus Piga Leo

Catholic youth are the heart of the Church, nation and state. The existence of a church will be determined by the young people in it. Likewise with the pastoral ministry of the Catholic Church, which requires young people to become drivers and motors to contribute talents and talents for the development of the people. Non-catechist religious teachers play an important role in proclaiming the Catholic faith through more concrete witness to life, education and teaching. The lack of involvement of young Catholics in the pastoral care of the Church is a big question that deserves to be investigated and resolved. This study focuses on young Catholics in Parish of Keluarga Kudus, Banjarmasin Cathedral. Young Catholics who are less active are also caused by many factors that must be studied one by one. This study aims to highlight the role and activity of young Catholics in the Holy Family Parish, Banjarmasin Cathedral and review their role in catechesis efforts among the people.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

Galuh Wicaksono; Antonius Denny Firmanto

Pembinaan calon imam merupakan bagian penting untuk menyiapkan tenaga pastoral yang mampu memimpin sebuah paroki. Lima aspek pembinaan: kepribadian, intelektual, komunitas, pastoral, komunitas menjadi bagian utama dalam proses formasi. Berbagai bentuk pembinaan dibuat guna mencetek para pemimpin yang baik. Saat ini dunia yang sedang manghadapi wabah virus corona juga mempengaruhi proses pembinaan calon imam. Merujuk pada dokumen gereja mengenai pembinaan calon imam Optatam Totius yang mengatakan bahwa pembinaan calon imam adalah bagian penting bagi Gereja. Fokus penulisan yaitu meneliti proses pembinaan selama masa pandemi. Tujuan dari tulisan ini adalah memahami proses pembinaan seminari dalam masa pandemi. Permasalahan yang hendak diangkat yaitu: mengapa formasi calon imam itu perlu dalam Gereja Katolik? Mengapa fenomena pandemi covid-19 ini perlu didalami dalam konteks pembinaan seminari? Mengapa pandemi covid-19 di Seminari Tinggi San Giovanni XXIII perlu diteliti? Metodologi penulisan menggunakan analisis deskriptif-naratif dengan menelaah pembinaan seminari selama pandemi. Temuan dari penulisan ini adalah pembinaan di seminari Giovanni selama pandemi mengalami keterbatasan. Keterbatasan ini tidak menciutkan semangat untuk terus memformat para calon imam.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Carolus Aditya Nouvanto; Sugiyana Sugiyana; Anselmus Joko Prayitno

Masa transisi pandemi covid-19 mendorong penggunaan sistem pembelajaran hybrid menggantikan sistem daring dimana siswa sekarang dibagi dalam dua tempat belajar yaitu dari rumah dan juga ada yang berada di kelas. SMA Tarakanita Magelang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran hybrid pada masa transisi. Kemampuan guru dalam memberikan metode yang efektif dalam masa pembelajaran hybrid akan menunjukkan kompetensi dari guru tersebut. Dalam memaksimalkan pembelajaran hybrid, guru ditawarkan metode Problem Based Learning berbantuan ThinkLink yang diasumsikan bahwa metode tersebut akan efektif bagi prestasi belajar siswa selama pembelajaran hybrid. Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rataan prestasi belajar kelas eksperimen mendapat 80,15 sedangkan kelas kontrol 73,45. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penerapan metode pembelajaran yang digunakan masih memiliki beberapa hambatan meskipun sudah efektif bagi prestasi belajar yang menunjukkan rataan kelas eksperimen lebih baik dan mendapatkan respon yang positif dari siswa di kelas, sehingga diharapkan metode Problem Based Learninng dapat diterapkan dan semakin dikembangkan oleh para tenaga pendidikan.

Deri Saputra; Andarweni Astuti; Gunawan Gunawan

Sike Rabano adalah dzikir yang menggunakan alat musik rebana. Sike rabano pada awalnya berfungsi  untuk mengajak masyarakat untuk berdzikir melalui hiburan untuk penyebaran agama Islam. Tujuan dari penelitian ini ditinjau dari (1), Sejarah kemunculan kesenian ini. (2), perkembangan dan perubahan nilai yang terjadi di masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir. (3), dan Strategi dalam pelestarian kesenian tradisonal Sike Rabano di tengah perubahan sosial masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1), Sike rabano muncul diperkirakan pada awal abad ke-13 M. Kemunculan sike rabano dikaitkan dengan munculnya penyebaran agama islam di Kabupaten Kerinci. (2). Perkembangan dan perubahan dari kesenian sike rabano ini meliputi perubahan dalam pelaksanaan, perubahan pada syair dan perubahan pada segi nilai yang terjadi pada masyarakat. (3). Strategi untuk pelestarian sike rabano dengan solidaritas antar warga, kesadaran dan regenerasi pengajaran sike rabano secara turun temurun pada masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir.

Riva Meutia Febriana Safitri; Riva Meutia Febriana Safitri; Achmad Badjuri

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2022 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

This study aims to find empirical evidence about the effect of accounting knowledge, owner's perception, entrepreneurship orientation, market orientation, performance of micro, small and medium enterprises. This research is a quantitative research using primary data obtained from questionnaires that have been distributed and measured using a likert scale. The population in this study were all owners of micro, small and medium enterprises in North Semarang sub-district with a total of 1683 businesses. The sampling method used in this research is probability sampling. Based on probability sampling method, obtained 95 respondents. Test results from the instrument in this study is valid and reliable. Data analysis techniques used is multiple linear regression analysis using SPSS version 21. The results in this study indicate that accounting knowledge and owner's perception affect the performance of micro, small and medium enterprises, while entrepreneurship orientation and market orientation have no effect on the performance of micro, small and medium enterprises.

Bagas Paningkas

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan pembatasan masuknya Orang Asing ke wilayah Indonesia melalui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pembatasan Orang Asing Masuk Ke Wilayah Indonesia Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat yang berlaku mulai tanggal 21 Juli 2021. Selain itu, Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi juga menghentikan sementara pelayanan keimigrasian tatap muka di seluruh Kantor Imigrasi di Jawa dan Bali selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan lonjakan Covid-19. Direktorat Jenderal Imigrasi telah melakukan penolakan terhadap 62 orang asing masuk ke Wilayah Indonesia selama periode 3-30 Juli 2021. Penolakan orang asing ini merupakan penerapan dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kemudian dilanjutkan dengan PPKM Level 4. Penghentian pelayanan keimigrasian secara tatap muka ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi menyesuaikan arahan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Pemohon paspor dengan kebutuhan mendesak seperti berobat ke luar negeri atau tujuan darurat lain dipersilahkan untuk datang langsung ke kantor imigrasi terdekat

Delfi Heni Susanti; Dastin Pratiwi; Farida Hani Sri Wahyuni

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pandemi Covid-19 ini telah banyak memakan korban jiwa dan tentunya membawa dampak yang buruk bagi keberadaan negara kita. Banyak sektor pemerintah yang terbengkalai dan mengakibatkan kerugian akibat pandemi ini. Namun, disamping itu pemerintah dalam tugasnya sebagaimana yang terdapat dalam tujuan NKRI pada alinea keempat UUD 1945 yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah dan memajukan kesejahteraan umum. Hal tersebut menjadi acuan pemerintah memberikan layanan kepada masyarakat walaupun dimasa pandemi yang menerjang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang menjelaskan terkait implementasi program PKH di Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang dengan menggunakan teori implementasi Ripley (Purwanto, Erwan Agus & Sulistyastuti, 2012) yang menggunakan metode wawancara untuk mendapatkan data primer. Responden dalam penelitian ini merupakan penerima manfaat dari program PKH. Melalui wawancara ini diketahui bahwa implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) masih menunjukkan kekurangan yang perlu diperbaiki ditahun berikutnya, yakni adanya keterlambatan penyaluran dana kepada masyarakat dan adanya masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima. Namun, tidak mendapatkan program tersebut. Sehingga, hal ini menyebabkan proses implementasi menjadi terhambat di era pandemi saat ini.

Yudianto, Suwah; Sulistyo, Wiwin

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak – Kebutuhan informasi yang semakin cepat. Menjadi alasan dibangun e-government web portal ini. Metode yang digunakan dalam pembuatan Website ini adalah dengan metode Web Development Life Cycle (WDLC). (WDLC) adalah metode yang digunakan dalam membangun sebuah website. Dimana WDLC merupakan sebuah proses pengembangan sebuah website akan disampaikan kepada pengguna. Dalam pembuatannya, dilakukan proses menganalisis data dan informasi yang ada pada dinas komunikasi dan informatika agar dapat di masukan ke proses implementasi perancangan sistem dengan menggunakan metode WDLC dan diterapkan dengan Framework Laravel V7. Disimpulkan bahwa Penerapan Metode ini berhasil dan akan mempermudah pengelola Web dalam mengelola informasi responsif dan compatible. Dengan terciptanya web portal ini akan mempermudah kinerja admin dalam menyebarluaskan informasi yang secara otomatis juga akan mengurangi beban tenaga IT di Dinas Komunikasi dan informatika yang minim tenaga IT.   Kata Kunci – E-Government, WDLC, Website, Internet   Abstract – The need for information is getting faster.Be the reasonbuilt e-government webportalthis. The method used in making this website is the Web Development Life Cycle (WDLC) method. (WDLC) is a method used in building a website. Where WDLC is a process of developing a website that will be delivered to users. In its manufacture, the process of analyzing data and information available at the communication and information technology office is carried out so that it can be input into the system design implementation process using the WDLC method and applied to the Laravel V7 Framework. Conclu ded that the application of this method is successful and will make it easier for Web managers to manage responsive and compatible information.   Keywords – E-Government, WDLC, Website, Internet

Lisda Rahmasari

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

This study aims to analyze the learning orientation on the performance of salespeople through smart work, and hard work owned by salespeople. High sales force performance is needed by the company so that sales success can be achieved. Learning orientation is one of the factors that have an influence on increasing salesperson performance, because with a learning orientation it can make a salesperson able to work smartly, have the ability to sell, so that the salesperson's performance will increase. The research method uses SEM (Structural Equation Modeling) analysis with the AMOS program. The results of the study prove that learning orientation, smart work and hard work have a positive influence on the performance of salespeople.

Kurniadi, Dede; Hanifah, Muhammad Abdul Yusup; Raharja, Indra Trisna; Mulyani, Asri

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Peranan Badan Pusat Statistik (BPS) adalah menyediakan kebutuhan data bagi pemerintah dan masyarakat. Data ini didapatkan dari sensus atau survei yang dilakukan sendiri dan juga dari departemen atau lembaga pemerintahan lainnya sebagai data sekunder. Data ini bisa dilihat dalam bentuk informasi di website resmi BPS, tetapi informasi yang disajikan belum lengkap karena terdapat data-data lain yang belum bisa di tampilkan khususnya untuk BPS Kabupaten Garut. BPS dibagi-bagi kedalam beberapa seksi untuk memenuhi tugas atau peranannya, dan yang menangani tugas diatas adalah seksi IPDS (Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik). Tujuan penelitian ini adalah merancang Aplikasi Indikator Strategis Garut Berbasis Android. Metode yang digunakan adalah Unified Approach dengan tahapannya yaitu Analisis, Desain, dan Kontruksi, sedangkan untuk pemodelannya menggunakan Unified Modelling Language. Penelitian ini menghasilkan sebuah perancangan aplikasi indikator strategis garut berbasis android yang diharapkan dapat digunakan dengan baik dan mampu membantu kinerja bidang IPDS menjadi lebih efektif dan efisien.

Mahendro, Iwan; Zainul Fanani, A.; Al Zami, Farikh

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Perguruan  tinggi di Indonesia saat ini sudah mencapai 2000 lebih perguruan tinggi.  Perguruan tinggi bisa tetap eksis salah satu faktornya adalah dengan adanya mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi tersebut. Dalam penerimaan mahasiswa baru setiap perguruan tinggi tentunya tidak sembarangan, mereka akan melakukan seleksi terhadap calon mahasiswa agar mendapatkan mahasiswa dengan kualitas yang mereka harapkan. Ada beberapa cara dalam melakukan seleksi calon mahasiswa, diantaranya ada yang berdasarkan nilai rapor, ada yang melalui tes tertulis, dan ada jalur mandiri. Tidak semua perguruan tinggi melakukan pengolahan data yang masuk secara maksimal. Biasanya mereka masih mengolah data secara manual atau dengan kata lain belum menggunakan machine learning. Masalah yang ada yaitu adanya perguruan tinggi yang belum secara maksimal dalam mengolah data penerimaan calon mahasiswa. Karena belum optimalnya data yang diolah maka ada perguruan tinggi yang belum dapat membuat prediksi dalam penerimaan calon mahasiswa untuk di tahun ajaran berikutnya. Salah satu untuk dapat membuat prediksi di masa mendatang adalah dengan menggunakan data mining.  Metode yang akan digunakan dalam data mining adalah klasifikasi Decision Tree dioptimasi dengan Particle Swarm Optimization. Hasil dari Decision Tree dengan optimasi Particle Swarm Optimization didapatkan akurasi sebesar 99,94%.