Abstract
Teori konstruksi sosial menekankan bahwa realitas bukanlah sesuatu yang objektif dan, melainkan dibentuk melalui interaksi sosial dan proses kognitif individu. Dalam perspektif ini, pengetahuan dan makna sosial muncul dari aktivitas manusia, yang meliputi eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Artikel ini mengkaji konsep dasar teori konstruksi, penerapannya dalam konteks pendidikan, serta implikasinya dalam membentuk pemahaman sosial dan budaya di lingkungan masyarakat. Studi ini juga menyoroti kritik terhadap teori konstruksi dan kontribusinya dalam memahami dinamika realitas sosial. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang bagaimana realitas sosial dibangun dan direproduksi melalui interaksi manusia.
Keywords
How to Cite

Shofiyyatul Fuadah, et al. (2026). TEORI KONSTRUKSI SOSIAL. Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen), 2(1).

Shofiyyatul Fuadah; Muhammad Hikam Ainul Atho’; Mohammad Rofiq, "TEORI KONSTRUKSI SOSIAL," Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen), vol. 2, no. 1, 2026.

Shofiyyatul Fuadah; Muhammad Hikam Ainul Atho’; Mohammad Rofiq. "TEORI KONSTRUKSI SOSIAL." Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen), vol. 2, no. 1, 2026.

Shofiyyatul Fuadah; Muhammad Hikam Ainul Atho’; Mohammad Rofiq. "TEORI KONSTRUKSI SOSIAL." Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2, no. 1 (2026).

Shofiyyatul Fuadah, et al. (2026) 'TEORI KONSTRUKSI SOSIAL', Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen), 2(1).

Shofiyyatul Fuadah; Muhammad Hikam Ainul Atho’; Mohammad Rofiq. TEORI KONSTRUKSI SOSIAL. Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen). 2026;2(1).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal