Lestari, Mustika Ayu; Rosita; Herawati, Meitia
Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah infeksi pada bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat yang benar dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, omfalitis, bahkan tetanus neonatorum. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komunitas berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga melalui edukasi dan pendampingan secara langsung. Memberikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan fokus pada perawatan tali pusat bayi usia 2 hari untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mencegah terjadinya infeksi tali pusat. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, interpretasi data, diagnosis potensial, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi pada keluarga Tn. S di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah. Hasil pengkajian menunjukkan bayi laki-laki usia 2 hari dalam keadaan umum baik dengan tanda vital normal, namun tali pusat masih basah sehingga berisiko mengalami infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai tujuan dan manfaat perawatan tali pusat, tanda-tanda infeksi, demonstrasi cara perawatan tali pusat yang benar menggunakan prinsip bersih dan kering, anjuran pemberian ASI eksklusif, serta kunjungan ulang. Pada evaluasi dan kunjungan lanjutan, ibu telah memahami cara perawatan tali pusat, mampu mengenali tanda bahaya, dan tali pusat bayi telah puput tanpa tanda infeksi. Asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi dan pendampingan mengenai perawatan tali pusat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat tali pusat bayi baru lahir sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi serta mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Edukasi berkelanjutan dan kunjungan neonatal perlu terus dilakukan untuk mempertahankan praktik perawatan tali pusat yang sesuai standar