Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 64

Analytics

Rizky Handayani Pasaribu; Refnita Refnita; Liza Efriyanti

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pemanfaatan media pemberlajaran memiliki pengaruh yang besar terhadap kemauan para siswa dan siswi dalam belajar. Powtoon merupakan aplikasi web yang bisa dibuka siapa saja, aplikasi ini bisa digunakan untuk membuat media pembelajaran dikarenakan didalamnya banyak fitur-fitur yang yang membantu dalam membuat media pembelajaran seperti fitur animasi dan lainnya yang bisa di gunakan dengan mudah. Pemasalahan yang muncul adalah apakah media pembelajaran berbasis web ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Informatika kelas VII pada SMP Negeri 2 Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dan berdasarkan penetitian dengan cara menyebar angket penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran dengan menggunakan powtoon dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.  

Sylviana Stefanie

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mengingat pendidikan karakter akan berjalan dengan baik jika sistem pendidikan nasional mendapat dukungan yang baik, maka nilai-nilai dalam pendidikan karakter dapat dilaksanakan secara berbeda berdasarkan metode pengajaran guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi guru bahasa Inggris SMP dan SMA dalam menyampaikan nilai-nilai karakter dalam pembelajarannya di sebuah sekolah swasta di wilayah Bandung. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif melalui kuesioner, wawancara dalam pengumpulan data, penelitian ini menghasilkan bahwa sebagian besar guru di sekolah menengah telah menerapkan pembentukan nilai karakter dalam cara mereka mengajar, dalam berbagai kegiatan di kelas. Kesimpulannya, meskipun implementasi dari implementasi character building bisa berbeda-beda untuk setiap guru bahasa Inggris, dan kemajuannya tidak dapat diketahui secara instan, upaya tersebut telah dilakukan secara efektif. Oleh karena itu, guru harus terus-menerus mengubah cara mengajarnya agar siswa tidak benar-benar “sadar” bahwa karakter mereka dibangun secara singkat, dan mengabaikannya sebagai pendidikan nilai yang diacu.

Winda Rahmasari Pangaribuan; Katrina Samosir

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis penelitian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan yaitu mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan objek penelitian yang bersifat kepustakaan. Metode studi kepustakaan atau studi literature adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka,membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian. Hasil temuan kepustakaan menunjukan adanya peningkatan setelah diberikan model pembelajaran Creative Problem Solving terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Hal tersebut dilihat dari hasil penelitian beberapa sumber data dalam penelitian ini.

Saskia, Annisa; Ulva Rahmi; Murmahdi Murmahdi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Metode pembelajaran adalah proses untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Macam-macam metode pembelajaran itu banyak salah satunya yaitu metode demonstrasi. Pentingnya metode demonstrasi diterapkan dalam pendidikan agama islam, karena metode ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman anak didik materi pernikahan kelas XII di SMP Negeri 1 Kec Payakumbuh. Dengan dilaksanakannya metode demonstrasi ini diharapkan bagi pendidik berperan sebagai penggerak dan juga pembimbing. Dan anak didik sebagai penerima dan juga dibimbing.  Penelitian ini bertujuan supaya apakah menggunakan metode demonstrasi ini bisa meningkatkan hasil belajar PAI materi pernikahan pada anak didik kelas XII di SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh . dalam penelitian ini menggunakan penelitian PTK yang mana mengguakan 2 siklus da nada 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh dengan jumlah 34 orang siswa. Memperoleh data dari hasil tes, hasil pengamatan pelaksanaan dalam pembelajaran. Dengan menggunakan metode demonstrasi ini pemahaman anak didik mengalami peningkatan dari siklus 1 sampai siklus 2. Rata-rata penilaian yang diperoleh siklus 1 70,17, siklus 2 80,23. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa metode demonstrasi ini bisa dibuktikan bahwa pemahaman anak didik meningkat setelah menerapkan metode demonstrasi yang terjadi di siklus 1 dan siklus 2.

Riska Nurjannah; Yeni Afrida; Yuniarti Yuniarti

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Confidence is a deep belief that a person has about all the abilities he has and is aware of his shortcomings and is able to do something useful for himself and others. This study aims to find out how the role of the counselor in increasing the confidence of students of SMP Negeri 2 Bukittinggi in carrying out the learning process and in students' daily behavior. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The variables used are Student Confidence and the Counselor's Role. The technique used is non-test instrumentation in the form of interviews and observations. The key informants are counselors and student support informants. The results show that most of the students at SMPN 2 Bukittinggi are able to develop their self-confidence as best they can, such as being able to ask questions when they don't understand something and even being able to display their talents and interests according to the field at the school, but sometimes there are also students who are shy and are afraid to ask about something they don't know, the counselor's role here is to provide solutions for students who are unable to develop themselves properly to be able to develop the potential and problems students face everyday. It turns out that not only that, but students also use a lot of self-confidence in terms of doing bad things, which means that students use too much time just for promiscuity, so this can trigger students' self-confidence during the learning process. Not spared from the increasingly sophisticated technology used, most students use it in terms of seeking entertainment and being narcissistic in cyberspace so that this can result in low student motivation during the learning process.

Yusnia Istikamah; Iltvia Iltvia; Rosnidar Rosnidar

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dan mengetahui hubungan self-efficacy dengan hasil belajar metematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ampek Angkek. Populasi berasal dari siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ampek Angkek dan diperoleh danpel sebanyak 31 siswa. Data diperoleh dengan mengumpulkan data dari kuesioner atau angket  tentang self-efficacy dan nilai HPTS untuk hasil belajar matematika siswa. Analisis data menggunakan uji asumsi, uji normalitas, uji linieritas dan uji korelasi Pearson Product Moment. Data analisis menggunakan teknik analisis tersebut menghasilkan ” self-efficacy berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa”. Menghasilkan kor  r = 0,528 dan p = 0,002 < 5%. Nilai dari self-efficacy 54% yang diperoleh dari 17 siswa  dengan kriteria “sangat kuat”, dan  hasil akademik dalam matapelajaran  matematika “sangat tinggi” dengan persentase 65% dari 20 siswa.

Nur Melansari; Asti Wahyuni B; Baharudin Adu; Narni Narni

The purpose of the study was to identify the most common types of code mixing employed by the teacher at SMP Negeri 14 Baubau, as well as the justifications for doing so. The research used a descriptive qualitative approach. One of the English teachers at SMP Negeri 14 Baubau was the subject. Interviews and observation were used as the data collection methods. Data reduction, data visualization, and conclusion drawing/data verification were the three data analysis techniques used in this study. Based on the results of this study, the teacher at SMP Negeri 14 Baubau employed insertion, alternation, and congruent lexicalization as three different methods of code mixing. The most common type of code mixing used was alternation. The results of the interview session revealed that the instructor at SMP Negeri 14 Baubau mixed codes when teaching English in the classroom because of the students' poor English proficiency and habit. It made it simpler for students to comprehend the lessons that the teacher was conveying or explaining by using code mixing when teaching English.

Zulyusri; Ida Elfira; Violita Violita; Tomi Apra Santosa

International Journal of Education and Literature 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study intends to investigate the relationship between motivation and student learning outcomes. Impact measures in several studies that examined the relationship between the influence of motivation on student learning outcomes were analyzed using a meta-analysis procedure. Empirical data were collected using electronic search engines such as Google Scholar, Garuda Portal, and national journal URLs. The effect size is used as a starting point for data analysis. A systematic review of research findings in Indonesia's national e-journal was used, with 18 articles selected as a sample that met the criteria. The results of calculating the combined effect size obtained a p-value of less than 0.001 and an estimated value of 0.825. A meta-analysis study found that motivation and learning outcomes had a significant relationship, with the strength of the relationship in the high category. The variance of the studies analyzed is also very high, with I2 test results far exceeding 50%, implying that this study is heterogeneous, with a significant estimate value in the SMK subgroup category (estimated value 1,031) with a p-value of 0.001 and the SMP subgroup (estimated value 1.186) with a p-value of 0.005.

Wasilah Wasilah; Siminto Siminto

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter semakin mendapatkan prioritas dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah no 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab sekolah untuk memperkuat karakter siswa (Pasal 1 PP no.87/2017). Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter dilaksanakan dengan prinsip manajemen berbasis sekolah yang merupakan tanggung jawab kepala sekolah dan guru, sebagai pemenuhan beban kerja guru dan kepala sekolah (Pasal 6 ayat 3,4,5 PP 87/2017). Sesuai arahan presiden Joko Widodo bahwa pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan, untuk Sekolah Dasar sebesar 70 persen sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama sebesar 60 persen. Ketertarikan peneliti untuk mengkaji pendidikan karakter didasari oleh adanya penurunan karakter siswa kelas tinggi dibanding karakter siswa kelas rendah. Fokus kajian utama penelitian ini adalah manajemen penguatan pendidikan karakter di Sekolah Dasar yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kajian dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan.  Hasil penelitiannya bahwa pertama, Perencanaan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP IT Al-Manar Bun Kobar telah dilaksanakan dengan baik melalui penyusunan tujuan, strategi dan pemetaan kebijakan serta pemetaan prosedur dan penyempurnaan program menggunanakan rancangan RPP dan silabus; kedua, pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP IT Al-Manar Bun Kobar berjalan dengan baik melalui kegiatan kegiatan bersifat religius, penanaman nasionalisme, peduli sosial dan kepedulian terhadap lingkungan; ketiga, evaluasi Perencanaan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP IT Al-Manar Bun Kobar  melalui kegiatan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dengan melaksanakan refleksi, analisis dan rencana tindak lanjut berbasis pendidikan kewarganegaraan.

Laury M. Ch. Huwae; Stela Salamor; Sri J. A. Bandu; Karan Silaratubun; Hubert A. Mainake +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Drugs are one of society's diseases that are growing very rapidly and are difficult to eradicate. The main target of the largest distribution and use is dominated by the younger generation while the younger generation is the backbone and driver of change for the Indonesian nation. Formation of morals and ethics from an early age is the first step as an effort to prevent drug use, so that in real work lectures in Amahusu Village students run a program namely socialization of the dangers of drug use for the millennial generation. The purpose of this program is to shape the character of students by introducing caused by drug use. This activity was carried out on November 15 2022 located at SMP Negeri 11 Ambon. The implementation method uses lecture and sharing methods. With this activity, it is hoped that students will not only know the dangers but can fight drugs for the sake of creating a healthy life, a harmonious family and a bright future.

Ledis Izzah Harahap; Silvia Fransiska; Dini Lestari

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami program pendidikan yang dilaksanakan oleh masjid. Masjid Nurul Huda yang terletak di desa Simpang Mandepo merupakan contoh masjid yang produktif dengan program-program aktif yang dilaksanakan setiap hari. Masjid ini dijalankan oleh pengurus masjid yang disiplin dan jujur. Penelitian ini dikaji secara kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pendidikan dilakukan dengan cara aman dan menyeluruh, serta dana dikelola dengan baik dan benar. Pengelolaan masjid ini dilakukan secara profesional, dengan mambayar gaji para pengurus masjid. Tiap jumat dilakukan pelaporan untuk semua kegiatan dan berapa zakat, infaq maupun wakaf yang diterima, serta biaya pengeluaran masjid. Penelitian ini menggambarkan bagaimana pendidikan itu tidak hanya dilakukan di sekolah tetapi juga dilingkungan masyarakat dan keluarga. Namun kebanyakan masyarakat mengartikan bahwa pendidikan itu hanya formal yang  dilakukan di sekolah. Jarang yang beranggapan bahwa pendidikan secara luas mencakup seluruh tatanan yang ada di dalam kehidupan tak terkecuali pendidikan nonformal yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Seperti halnya di masjid Nurul huda sudah melakukan kegiatan, seperti pengajian rutin setiap malam bagi anak sd, smp dan sma dimulai setelah sholat magrib sampai dengan setelah sholat isya, pengajian tersebut mengajak anak-anak untuk ikut dalam sholat magrib dan isya secara jamaah.    

Melianah Melianah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan kemmapuan guru selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan kualitaif deskriptif.  Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Kemampuan mengajar guru SMP Negeri 1 Prabumulih dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka selama pendemi covid-19 telah berjalan dengan baik; (2) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan mengajar antara lain kendala waktu, kesibukan guru, kondisi peserta didik yang beragam, faktor pengalaman mengajar dan masa kerja,guru merasa kesulitan mengoperasikan media pembelajaran, lingkungan dan media pembelajaran yang tersedia di sekolah jumlahnya terbatas, kendala ruang atau laboratorium; (3) Upaya-upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi permasalahan dalam meningkatkan kemampuan mengajar antara lain mencari informasi dari internet, melakukan diskusi dengan teman sejawat, belajar secara mandiri, menyusun modul ajar untuk beberapa pertemuan sekaligus, menggunakan media pembelajaran yang sederhana seperti media gambar atau benda-benda konkrit yang ada di lingkungan sekitar, guru menggunakan media pembelajaran yang sudah tersedia di sekolah.

Siti Robiah Adawiyah; Mujiyanto, Mujiyanto; Wanto, Wanto; Kuni Munawaroh; Avifah Faricha Nisa +7 more

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Desa Karangluhur yang cangkupan wilayahnya membentang dari arah timur dimulai dari Dusun Krakal Tamanan sampai wilayah barat. Karena letaknya yang strategis, dan hanya berjarak 1 km dari pasar kertek yang berada di Desa Karangluhur diantaranya Puskesmas 1 Kertek, koramil kertek, dan juga beberapa lembaga keuangan. Selain itu juga ada lembaga pendidikan formal yaitu SMP Negeri 1 Kertek. Selain itu juga ada tempat pendidikan dasar formal dan non formal seperti SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Karangluhur serta MI Maarif Karangluhur yang berlokasi di Dusun Marong. Selain itu juga letak geografis dengan penyebaran penduduk yang terbilang merata, tersebar di empat dusun dengan mata pencaharian sebagian besar adalah petani atau buruh tani. Potensi lain yang ada di Karangluhur yaitu potensi sumber daya manusia (SDM) dengan dibuktikan banyaknya para wirausaha atau usahawan yang menekuni bidang usaha dalam segala hal. Upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur-jalur komunikasi sebagai media berbagai informasi, dengan menggunakan Penelitian Community Based Participatory Research (CBPR), yaitu penelitian dengan pola kolaborasi antara komunitas dengan dunia pendidikan tinggi yang berorientasi aksi dengan service learning untuk mendukung gerakan sosial demi terwujudnya keadilan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat membantu dan meningkatkan kesadaran pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta keindahan lingkungan terkhusus masyarakat Dusun Marong, Desa Karangluhur, Kecamatan Kertek.  

Oktavia Adela Lumandung; Jhon R. Wenas; Anetha L. F. Tilaar

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penerapan model pembelajaran yang tepat pada pembelajaran sangatlah berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada penelitian ini difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi SPLDV. Penelitian ini mengambil subjek kelas VIII SMP Negeri 2 Tatoareng yang terdiri dari 15 siswa sebagai kelas eksperimen. Kemudian data dikumpul berdasarkan hasil tes akhir setelah perlakuan diberikan pada subjek penelitian. Penelitian ini juga melakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas dimana didapatkan hasil yang data yang normal dan homogen, serta dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil diperoleh bahwa t-hitung = 1,941 dan t-tabel = 1,710 dengan taraf nyata yang digunakan adalah 0,05. Kesimpulan yang diperoleh adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model kooperatif tipe make a match lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model konvensional, sehingga model make a match cocok untuk digunakan dalam pembelajaran SPLDV

Fiorentina D. C. Runturambi; Jhon R. Wenas; Derel F. Kaunang

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk yaitu untuk menganalisis kesalahan siswa SMP Negeri 6 Tondano dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat berdasarkan Taksonomi Solo. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yang diikuti oleh 20 orang siswa dan dilakukan wawancara terhadap 5 orang siswa untuk mewakili setiap tahapan jawaban tes siswa berdasarkan Taksonomi Solo.. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah persentase tahapan Prastruktural sebesar 10%; persentase tahapan Unistruktural sebesar 10%; persentase tahapan Multistruktural sebesar 55%; persentase tahapan Rasional sebesar 20%; dan persentase tahapan Exented Abstract sebesar 5%. Dimana kesalahan yang paling dominan dilakukan oleh siswa dibanding dengan lainya termasuk dalam tahapan Multistruktural yakni 55%.

Dirga Walingkas; Jhon R. Wenas; Victor R. Sulangi

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam pembelajaran matematika khususnya materi himpunan siswa sering melakukan berbagai kesalahan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui berbagai kesalahan yang dilakukan siswa pada saat mengerjakan soal terkait materi himpunan. Jenis kesalahan yang difokuskan pada penelitian ini adalah kesalahan dalam memahami masalah, Menyusun rencana pemecahan masalah, melakukan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali solusi yang diperoleh. Penelitian itu tergolong penelitian deskriptif, dengan jumlah populasi sebayak 20 siswa, dan diambil sampel 3 orang dan dijadikan sebagai subjek penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis, diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan Masalah pada pokok bahasan himpunan yaitu: (a) kesalahan dalam memahami masalah yaitu 60% (b) Kesalahan menyusun rencana yaitu 61% (c) kesalahan melaksanakan rencana yaitu 52% (d) Kesalahan dalam memeriksa kembali solusi yang diperoleh 52%.

Dina Mariana Br Tarigan; Angla Florensy Sauhenda

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

This study aims to describe training in the use of the ClassDojo learning application as an effort to increase learning for YPK Merauke Middle School teachers. This study discusses the training provided to YPK Merauke Middle School teachers to the assistance provided by the team. Implementation of learning using learning applications can increase teacher creativity in conducting learning in class. This, of course, must be carried out by training so that teachers can apply it in the classroom. This research uses descriptive qualitative method as a process in conducting research. This research was conducted at YPK Merauke Middle School by involving YPK Merauke Middle School teachers as training participants. This study uses data collection techniques with the stages of observation, interviews, documentation, and recording

Hellen Hervinda

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh antara keterampilan menulis naskah drama dengan menggunakan model Circuit Learning dan Direct Instruction pada siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Teknik pengambilan sampel digunakan teknik simple random sampling. Terpilih siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa lembar hasil kerja siswa dalam menulis naskah drama yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dalam penerapan model Circuit Learning terhadap keterampilan menulis naskah drama, dengan rata-rata skor pretest sebesar 62,43 dan skor posttest sebesar 80,5. Sedangkan, pengaruh model Direct Instruction terhadap keterampilan menulis naskah drama dengan rata-rata skor pretest sebesar 59,26 dan skor posttest sebesar 72,3. Berdasarkan data hasil pembelajaran memiliki peningkatan pada nilai posttest di kelas eksperimen yang memiliki selisih 8,2 point, dari hasil tersebut terlihat adanya perbedaan yang signifikan yakni nilai yang menggunakan model Circuit Learning lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model Direct Instruction terhadap hasil menulis naskah drama. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran Circuit Learning lebih baik dibanding dengan model Direct Instruction untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama.  

Riska Oktavia Lurina

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan di Indonesia. Bahasa Indonesia bertujuan untuk mempersatukan dan untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi antarsuku daerah, karena di Indonesia memiliki banyak ragam bahasa yang berbeda. Oleh karena itu bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan. Bahasa juga merupakan alat penghubung bagi kita dalam kegiatan sehari-hari. Karena manusia termasuk makhluk sosial yang selalu berkomunikasi dengan makhluk sosial lainnya. Saat ini di era modern yang perkembangan teknologi informasinya sangat luas kita bisa mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat. Adanya Media Sosial yang cepat merambah ke seluruh pelosok negeri maka menambah cepat pula penggunaan bahasa-bahasa gaul di kalangan remaja. tidak terkecuali siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Kutawaringin yang berada di lingkungan pegunungan. Bahasa Gaul ini ternyata tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan bisa dikatakan sebuah anomali Bahasa.

Tri Prasetyowati, Niken; Sutoyo, Sutoyo; Supeni, Siti

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

              The objectives of this study were to: (1) find out how the implementation of anti-corruption education in order to strengthen the value of honesty character in class VIII students at SMP Negeri 1 Mojolaban (2) find out whether the implementation of anti-corruption education is correct to strengthen the value of honesty character in class VIII students. (3) Knowing the factors that support and hinder the implementation of anti-corruption education in order to strengthen the value of the character of honesty in class VIII students.This research was conducted at SMP Negeri 1 Mojolaban. The subjects of this research include principals, vice principals, PPKn teachers, and students. The data source uses primary data sources and secondary data sources. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The validity of the data was tested by technique triangulation and source triangulation. The research data were analyzed using a qualitative descriptive analysis technique with an interactive model.             The results of the study can be concluded that: 1) SMP Negeri 1 Mojolaban has provided anti-corruption education lessons because anti-corruption education is very important to learn with anti-corruption education in the curriculum can teach students to be honest, responsible and teach things about the dangers of committing crimes. corruption, so that students in the future of our country can be free from corrupt behavior. 2) True anti-corruption education is a reinforcement of the character value of honesty. 3) there are 2 influencing factors, namely: a. supporting factors: teacher commitment, adequate school infrastructure, parental support, conducive environment, cooperation of all components, teachers working together, the role of BK teachers in dealing with students; b. Inhibiting factors: The Covid-19 outbreak, lack of motivation, differences of opinion, teachers feel overwhelmed, the ability of teachers to choose subjects, anti-corruption education has not been fully implemented, there are still some teachers who have not integrated, and students' low interest in learning.