Publication Search

70,511 articles from 610 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 44

Analytics

Olyvia Margaretha Banjarnahor; Verani Sinurat; Stefany N. I Nababan; Nasirwan

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) merupakan instrumen utama pertanggungjawaban pemerintah atas pengelolaan keuangan publik. Kualitasnya tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan teknis terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010, tetapi juga oleh nilai etika yang dipegang aparatur pemerintah. Penelitian ini menganalisis penerapan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam pelaporan keuangan Pemerintah Kota Medan serta kesesuaiannya dengan karakteristik kualitatif LKPD, yang diintegrasikan dengan nilai etika Kristiani. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis data keuangan tahun anggaran 2022–2024. Hasil menunjukkan PAD tumbuh konsisten dari Rp2,23 triliun (2022) menjadi Rp2,44 triliun (2023) dan mencapai Rp2,77 triliun (2024), total realisasi pendapatan daerah mencapai Rp6,29 triliun (2024) dengan capaian 87,84 persen dari target anggaran, surplus APBD Rp36,57 miliar, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama tiga tahun berturut-turut. Nilai kejujuran berkorelasi dengan karakteristik keandalan dan relevansi LKPD, sementara nilai tanggung jawab berkorelasi dengan keterbandingan dan kemudahan dipahami. Penguatan kapasitas SDM, SPIP, dan internalisasi nilai etika di tingkat SKPD/OPD tetap menjadi kebutuhan mendesak.

Ferry Yeferson Tulle; Fendy Ongko; Juanda Julianus

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The wave of digitalization triggers a severe morality crisis among the younger generation through constant exposure to negative content, cyberbullying, and global communication ethics degradation. This descriptive qualitative study aims to analyze the specific internalization of Christian values at GPIB Harapan Kasih Congregation Bekasi to shield youth morality amidst ongoing technological disruption. Employing intensive in-depth interviews and participatory observations, data were analyzed interactively through systemic reduction, structured display, and final verification. The results indicate that the digital morality crisis explicitly manifests as pornography normalization, virtual toxicity, and the severe erosion of academic honesty. In response, pastoral strategies utilizing highly contextualized digital ethics sermons and youth cell groups prove thoroughly effective. The deep internalization of self-control and integrity successfully stimulates a holistic self-censorship mechanism across the youth's cognitive, affective, and behavioral domains. This study concludes that consistent accountability-based mentorship effectively transforms Christian youth from passive digital victims into active agents of change within global cyberspace.

Evalusiana Evalusiana; Chyntia wongso; Andinna Salsabela

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas pentingnya integrasi iman dan ilmu dalam kurikulum pendidikan Kristen di era digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan Kristen menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pengajaran nilai-nilai iman dan penerapan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam konteks ini, artikel ini mengeksplorasi berbagai pendekatan untuk mengintegrasikan kedua aspek tersebut, serta tantangan dan peluang yang muncul dalam implementasinya. Pembahasan juga meliputi bagaimana teknologi digital dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembelajaran berbasis iman tanpa mengorbankan kualitas akademik. Diharapkan artikel ini dapat memberikan wawasan bagi pendidik, orang tua, dan pengambil kebijakan dalam merancang kurikulum pendidikan Kristen yang responsif terhadap dinamika zaman dan tetap setia pada ajaran Kristiani.

Timotius Ferry Setiawan; Alyacitra Eka Dewi2; Dedi Hermawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas peran kepemimpinan Kristen dalam pendidikan sebagai sarana untuk membangun generasi yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dalam konteks globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, penting untuk menanamkan prinsip-prinsip moral dan etika Kristiani dalam setiap aspek pendidikan. Kepemimpinan Kristen di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa dengan mengintegrasikan ajaran kasih, pengampunan, dan kerendahan hati. Artikel ini mengkaji bagaimana para pemimpin pendidikan Kristen dapat menjadi teladan bagi siswa, memotivasi mereka untuk hidup dengan integritas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Diharapkan, melalui penerapan nilai-nilai Kristiani, generasi mendatang dapat tumbuh dengan wawasan yang holistik, mengedepankan kedamaian, dan saling menghormati dalam menghadapi tantangan dunia.

Timotius Ferry Setiawan; Petra Kania Patrecia Putri; Intan Anissa Fitri

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini mengkaji konsep teologi pembelajaran dari perspektif Alkitabiah dalam upaya mengembangkan metode pengajaran yang relevan dan efektif di sekolah Kristen. Melalui penelaahan teks-teks Alkitab, artikel ini menyelidiki prinsip-prinsip dasar yang dapat diterapkan dalam pendidikan Kristen untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang strategi pengajaran yang sejalan dengan ajaran iman dan membangun hubungan yang lebih erat antara pengajaran dan spiritualitas. Selain itu, artikel ini juga menyarankan berbagai model dan metode yang dapat digunakan dalam konteks sekolah Kristen untuk memaksimalkan pengalaman pembelajaran secara holistik.

Simanjuntak, Ayub; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam lingkungan pendidikan multikultural di SDS Unity Primary School. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas keberagaman di lingkungan sekolah yang menuntut adanya pengelolaan peserta didik yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga mampu membangun sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan karakter yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumentasi sekolah, kemudian dianalisis menggunakan kerangka SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan di SDS Unity Primary School diimplementasikan melalui integrasi nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, integritas, tanggung jawab, kerendahan hati, dan pelayanan ke dalam berbagai kebijakan dan program kesiswaan. Keberagaman peserta didik yang terdiri atas berbagai agama dan etnis dikelola melalui pendekatan inklusif yang mendorong interaksi lintas budaya dan lintas agama. Analisis SWOT menunjukkan bahwa identitas spiritual sekolah, program pembinaan rohani, kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan orang tua menjadi kekuatan utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Di sisi lain, keterbatasan pembina rohani dan tantangan sekularisasi menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa harmonisasi program kerohanian, ekstrakurikuler, dan program anti-perundungan berbasis pendekatan restoratif berkontribusi terhadap terciptanya iklim sekolah yang aman, toleran, dan harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani efektif mendukung pembentukan karakter peserta didik serta dapat menjadi model pengelolaan pendidikan multikultural yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter secara holistik.

Febrianus Selvin Sudiman; Cristian Seldjatem

Pengharapan : Jurnal Pendidikan dan Pemuridan Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study examines the integration of Christian values into the Merdeka Curriculum for Christian Religious Education (PAK) in junior high schools (SMP), focusing on the challenges and strategies for its implementation. The Merdeka Curriculum, introduced in 2022, offers flexibility in instructional design; however, its implementation in the field of PAK requires specific adaptations to maintain the relevance of Christian values such as love, justice, and responsibility. This study employs a descriptive qualitative approach using library research combined with empirical content analysis of various case studies in Indonesian Christian schools. The findings indicate that the primary challenges include resource constraints, the readiness of PAK teachers, technological infrastructure gaps, and the influence of secular digital culture. Effective strategies include the development of a contextual curriculum based on Christian values, the utilization of digital technology in learning, the enhancement of teachers’ professional competencies, and collaboration between schools, families, and churches. The implications of this study suggest that the integration of Christian values into the Merdeka Curriculum can foster the holistic character of junior high school students, equipping them with integrity, resilience, and the ability to face the challenges of the digital age.

Natalia Natalia; Lussy Regina Dalawa

Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The unity and order of the Indonesian nation constitute fundamental aspects of national life, particularly within the context of a plural and dynamic society. In this context, Christian values are considered to have significant social and ethical relevance, especially through the role of Christian Religious Education. This study aims to examine the relevance of Christian values to the unity and order of the Indonesian nation and to analyze the role of Christian Religious Education in internalizing these values within national life. This research employs a qualitative method with a library research approach, involving the analysis of theological literature, sources on Christian Religious Education, and scholarly works related to issues of nationhood and character education. The findings indicate that Christian values contribute to strengthening tolerance, social responsibility, and legal awareness, which support national unity and order. This study concludes that the integration of faith-based values and education plays an important role in maintaining the unity and order of the Indonesian nation.

Malelak, Wilsye; Rissi, Marci

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Artikel ini bertujuan untuk memberikan suatu pemahaman tentang bagaimana peran dan tanggung jawab seorang guru dalam mempersiapkan peserta didik menjadi individu-individu yang sesuai dengan kehendak Allah. Peran guru juga sangat penting dalam membentuk karakter spiritual dan perkembangan peserta didik. Dalam konteks pendidikan Agama Kristen, tugas guru tidak hanya terbatas hanya pada aspek akademik, akan tetapi juga mencakup pembentukan moral dan spiritual peserta didik Yang  Berdasarkan Roma 12:2, yang mendorong umat untuk tidak hidup dengan pola dunia ini, tetapi mengalami pembaruan pikiran yang  dapat berkeadaan sesuai dengan kehendak Allah, guru memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan dunia dengan nilai-nilai Kristiani melalui pembaharuan pikiran. Tanggung jawab guru ini dapat meliputi pendampingan dalam pengembangan pribadi, serta pembentukan karakter yang sesuai dengan ajaran agama kristen.  Dengan demikian, guru tidak hanya  sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual yang menuntun peserta didik untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip moral yang benar yang sesuai dengan pengajaran Alkitab.

Gimson Sitinjak; Menderita Lilis Helena Purba; Hisardo Sitorus

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The goal of Christian education is not only to increase students' knowledge but also to shape character that reflects the values ​​of faith in Christ. In the context of a diverse society, an inclusive and tolerant attitude towards differences is crucial for students. This paper aims to illustrate how students can be shaped to develop an inclusive and tolerant attitude based on the values ​​of the Christian faith. Through Christian Religious Education (PAK) learning that emphasizes love, respect for one another, justice, and peace, students are encouraged to recognize that every human being is created in the image and likeness of God. An inclusive and tolerant attitude can develop when students understand that differences are part of God's plan and implement this in their interactions with others. Therefore, Christian education plays a crucial role in instilling the value of Christ's love so that students can live peacefully together, appreciate differences, and become role models in a diverse society.

Sestrix C. Rahabav

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This research is motivated by the persistent difficulty elementary school-aged children have in controlling their emotions and behavior in social situations, particularly within the context of church community development. The study aimed to examine the effect of Christian values-based emotion management training on improving children's self-control. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design on 30 children aged 7–12 years at the GPM Wonreli–Kisar Congregation. The intervention was implemented over four days through activities involving emotion recognition, value reflection, emotion regulation training, and social simulations. Data were collected using a self-control scale and analyzed using paired-difference tests and effect size calculations. The results showed a significant increase in self-control scores after the training, with the largest changes in rule compliance and impulse control, and a more moderate increase in resilience to frustration. The effect size indicates a strong practical impact of the changes. These findings indicate that training that integrates social experiences and value reflection can facilitate the shift in behavioral control from external control to internal awareness. Practically, this research provides a basis for developing a community-based child development program that emphasizes not only discipline but also the understanding of values ​​in character formation and self-regulation.

Lira Tasya; Erika Ratte; Tirsa Tirsa; Nita Toding; Silas Paruru Palabiran

Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to analyze how the implementation of the Kurikulum Merdeka supports the cultivation of Christian moral values among senior high school students in Christian Religious Education (PAK) classes. Using a library research method, the study reviews various written sources including books, scholarly articles, and curriculum documents to obtain a comprehensive understanding of how Christian values are integrated into PAK learning. The findings reveal that the Kurikulum Merdeka provides wide opportunities for student-centered, contextual, and character-oriented learning through the Profil Pelajar Pancasila (P5) Project. Christian values such as love, honesty, responsibility, forgiveness, and compassion can be internalized through intracurricular, co-curricular, and experiential project-based activities. The role of teachers as moral exemplars is crucial in guiding students’ character formation. The study also identifies several challenges, including the influence of digital culture, lack of role models within families, and limited instructional time. In conclusion, the implementation of the Kurikulum Merdeka has significant potential to foster Christian character in students, yet requires collaborative support from schools, families, and churches to achieve maksimal outcomes.

Meliani Kari Wanga; Derla Ra’da'; Gedalya Dame; Hasni Hasni; Ronaldo Stefanus

Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This study explores the role of Christian religious education teachers in shaping students’ character within the school setting. Employing a literature review method, the research analyzes secondary sources that discuss character formation theories grounded in Biblical principles and Christian education approaches. Key values examined include love, honesty, responsibility, forgiveness, and compassion, which are integrated into the learning process. The findings reveal that Christian religious education teachers hold a crucial position as educators, mentors, and role models, responsible for guiding students in internalizing these values. Character development is fostered not only through formal lessons but also through teachers’ personal example, the incorporation of Biblical teachings into classroom activities, and the encouragement of practical faith expressions in daily life. This holistic approach ensures that students not only understand Christian moral principles cognitively but also embody them in behavior and interactions with others. The study emphasizes that effective character formation relies on consistent modeling of values by teachers, meaningful integration of religious teachings into pedagogy, and opportunities for students to practice faith-based actions, thereby strengthening both moral awareness and ethical conduct.

Soumilena, Selfiana

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kode etik guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan keteladanan teologis dalam praktik pendidikan di sekolah menengah. Guru PAK tidak hanya dipandang sebagai penyampai pengetahuan kognitif, tetapi juga sebagai teladan hidup yang menghadirkan nilai-nilai Kristiani melalui sikap, perkataan, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai literatur terkini yang membahas etika profesi guru, teologi pendidikan, serta praktik pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru PAK terhadap kode etik masih bervariasi, mulai dari yang melihatnya sekadar aturan administratif hingga yang menafsirkannya sebagai panggilan iman dan tanggung jawab moral. Keteladanan teologis terbukti menjadi aspek penting dalam implementasi kode etik karena guru PAK dituntut untuk menunjukkan konsistensi antara ajaran iman dan perilaku nyata. Implementasi kode etik dalam praktik pendidikan terlihat dalam pengajaran, relasi interpersonal, dan kerja sama kelembagaan, meski menghadapi tantangan etis seperti dilema nilai, tekanan eksternal, serta pengaruh media digital. Temuan juga menegaskan bahwa kode etik dan keteladanan teologis guru PAK berperan signifikan dalam pendidikan karakter siswa, membentuk integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Kesimpulannya, integrasi antara kode etik profesional dan keteladanan teologis memungkinkan guru PAK menjadi agen transformasi moral dan spiritual yang relevan di tengah kompleksitas pendidikan modern. Penelitian ini menekankan perlunya pembinaan berkelanjutan bagi guru PAK agar mampu menghidupi kode etik dan menghadirkan teladan Kristiani dalam proses pendidikan.

Josefin Harianja; Aritonang Situmeang; Diana Martiani Situmeang

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Christian religioun education regarding values ​​and ethics must be able to guide and  develop the  character and ethical values ​​according to what is taught in the Bible, for students at school have the right foundation from an early age. The method used is an analytical method that analyzes problems using qualitative methods with a study approach. This research relates to data or written material that is appropriate to the topic of discussion. Christ's character education method given to children is not just theoretical, but as parents directly and automatically become teachers who must teach noble values ​​in the family and provide and share role models for children to emulate. Character education is a system of instilling and developing character values ​​in children which includes knowledge, awareness or will, and actions to implement these values, both towards God, oneself, others, the environment and nationality so that they become virtuous human beings.

Karel, Tomy Christian; Rezeki, Sri

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

 Peran Pendidikan Agama Kristen dalam pembentukan karakter siswa di era digital yang membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi yang memberikan akses yang mudah bagi setiap siswa membawa tantangan dalam pembentuk karakternya. Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter siswa di era digital. Setiap nilai-nilai karakter yang diajarkan memiliki pemahaman yang baik bagi setiap siswa di era digital ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter siswa di tengah era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan hubungan antara fenomena yang diteliti. Data yang dikumpulkan melalui observasi selama proses pembelajaran, interaksi siswa dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung lebih tertarik pada dunia digital dan mengalami penurunan dalam hal disiplin, empati dan tanggung jawab. Pendidikan Agama Kristen tetap memiliki peran penting sebagai pembelajaran nilai-nilai Kristen yang relevan dan aplikatif, seperti kasih, penguasaan diri dan integritas. Penelitian ini menekankan perlunya strategi pembelajaran yang kontekstual agar nilai-nilai karakter Kristen dapat diterapkan secara nyata di tengah era digital.

Turege, Lini Widia Astrid; Zasa, Elia Umbu; Rezeki, Sri

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui pengerjaan proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Model ini diyakini mampu memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna sekaligus meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa. Sejumlah penelitian terdahulu menegaskan efektivitas PjBL, antara lain dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, serta motivasi belajar siswa. Dalam konteks pendidikan Kristen, nilai-nilai kerja sama, kerendahan hati, dan kebersamaan yang diajarkan Rasul Paulus dalam Filipi 2:1–11 memiliki relevansi kuat dengan prinsip PjBL. Nilai sehati sepikir, rendah hati, dan menanggung bersama menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama kelompok yang sehat.Namun, realitas di SMA Bhakti Insani menunjukkan bahwa implementasi PjBL belum optimal. Siswa masih menunjukkan sikap pasif, kurang fokus, serta minim kerja sama baik dengan guru maupun teman sebaya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji lebih jauh implementasi PjBL yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Alkitabiah dalam meningkatkan kerja sama siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap 80 responden. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan PjBL terhadap peningkatan kerja sama siswa, dengan korelasi sebesar 0,940 dan kontribusi pengaruh mencapai 94%.Temuan ini menegaskan bahwa PjBL dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kerja sama siswa apabila dijalankan sejalan dengan nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian, PjBL tidak hanya melatih keterampilan akademik dan kolaborasi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berlandaskan kasih, kerendahan hati, dan kebersamaan

Ardi Adonis; Hendrik A. E. Lao; Andrian Wira Syahputra

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Instilling Christian values ​​in adolescents in Indonesia is a strategic effort to form strong character, ethics, and spiritual awareness. In addition to having an impact on individuals, this also creates harmony in a pluralistic society. The family is the first place to build a foundation of faith through teaching, praying together, and being a role model. Parenting patterns greatly influence the growth of adolescent faith. Therefore, Christian families are expected to not only provide material needs, but also attention and love that comes from God to foster adolescent spiritual values. This study aims to determine the form of parenting patterns in instilling Christian values ​​in adolescents aged 13–18 years, as well as the obstacles faced. The method used is qualitative with a naturalistic approach, involving 13 informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study showed three parenting patterns, namely democratic, authoritarian, and permissive, with the authoritarian pattern being the most dominant. The obstacles faced by parents include educational factors, a less conducive environment, economy, and parental busyness.

Nofita R. Asbanu; Harun Natonis

Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The implementation of the PAKEM (Active, Creative, Effective, and Enjoyable Learning) model in Christian Religious Education (PAK) has shown significant potential in improving students’ understanding of Christian values ​​in elementary schools. This qualitative descriptive study analyzes the implementation of the PAKEM model and its effectiveness in fostering a deeper understanding of values ​​such as compassion, honesty, and forgiveness among students. Although conventional teaching methods are often used in PAK, the PAKEM model encourages active participation, creativity, and a fun learning atmosphere. Research shows that the model has a positive impact on students’ motivation and academic achievement. However, challenges such as limited teacher training and inadequate facilities hinder its optimal implementation. Solutions include ongoing professional development for teachers and adaptation of the curriculum to the local context. The study emphasizes the need for collaboration between educators, parents, and the community to support the effective implementation of the PAKEM model. Ultimately, the PAKEM approach not only improves cognitive outcomes but also contributes to students’ moral and spiritual development, preparing them to embody Christian values ​​in their daily lives.  By cultivating an engaging and supportive learning environment, the PAKEM model aims to create a generation of morally resilient individuals who integrate their faith into their actions.

Barbara Green Winslet Bessie; Neti Saekoko; Andrian Wira Syahputra

Berkat : Jurnal Pendidikan Agama dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study explores how popular culture influences Generation Z's understanding of Christian values, a generation raised in the digital age with unlimited information access. Generation Z possesses unique traits, including strong technological skills, multitasking abilities, and quick reactions to social issues. However, they also tend to be individualistic, less independent, and have limited social skills. Popular culture, heavily influenced by mass media and digital trends, significantly shapes the identity and values of Generation Z. This culture often promotes individualism, materialism, and hedonism, which conflict with Christian values like love, humility, and service. Consequently, Generation Z may struggle to understand and apply Christian values in their lives. The study employs a literature review method to gather information from various sources regarding the impact of popular culture on Generation Z's grasp of Christian values. Findings suggest that popular culture can obscure their understanding of these values, leading them to prefer spectacular and emotional spiritual experiences over a deeper understanding of doctrine. Therefore, Christian Religious Education (PAK) plays a crucial role in assisting Generation Z in comprehending and embodying Christian values. PAK must adopt relevant and engaging strategies, utilizing digital media and interactive learning methods. Additionally, it should foster critical thinking skills, enabling Generation Z to differentiate between Christian values and those that conflict with them.