Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Rini Selviani; Rima Nurhavsyakh; Nazua Fatia Harahap; Dwi Herliani; Miftahul Rizqa

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Guru ngaji memegang peran penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, baik dari segi teknis maupun spiritual. Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi multidimensional yang meliputi penguasaan makhraj, tajwid, kefasihan, konsistensi latihan, dan adab membaca. Semua aspek ini membutuhkan bimbingan langsung dan berkelanjutan yang paling efektif diberikan oleh guru ngaji. Selain sebagai pengajar, guru ngaji berperan sebagai pembimbing spiritual, motivator, teladan, evaluator, dan manajer pembelajaran. Metode seperti sorogan, talaqqi-musyafahah, Iqra’/Ummi, Tilawati, drilling, dan muroja’ah rutin membantu menyampaikan intervensi pembelajaran yang sistematis dan sesuai kebutuhan siswa. Strategi individualisasi, pembiasaan, penguatan motivasi, serta kolaborasi dengan orang tua turut memperkuat hasil belajar. Kajian literatur menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah formal belum sepenuhnya cukup, sehingga kehadiran guru ngaji menjadi sangat penting dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an dan membangun budaya literasi Qur’ani di masyarakat.

Nadhifa, Dina; Sri Nurhayati Selian

Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Learning motivation is a crucial factor influencing student success in the learning process at school. However, in reality, many students still suffer from low learning motivation, characterized by a lack of interest in lessons, passive behavior, and a tendency to engage in negative behavior in the school environment. This study aims to explore in-depth the strategies used by teachers to improve student learning motivation in junior high schools (SMP). This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation with 3 teachers experienced in teaching students with diverse backgrounds and characteristics. The results show that teachers employ various strategies to improve learning motivation, including building positive emotional relationships between teachers and students, creating a pleasant classroom atmosphere, implementing active learning methods, and providing positive reinforcement such as praise and rewards. These strategies have proven effective in increasing student engagement, self-confidence, and responsibility for the learning process. This study confirms that the role of teachers is not only as instructors but also as motivators and mentors, significantly influencing the development of students' enthusiasm for learning. The implications of this research demonstrate the importance of training and professional development for teachers to design learning strategies that adapt to the needs and characteristics of students in the modern education era.

Hulipa Hulipa

Penelitian ini bertujuan untuk memahami  peran  wali  kelas  dalam  peningkatan  kedisiplinan  peserta  didik di MTs Yasrib Batu-Batu Soppeng. Metodologi yang digunakan yakni penelitian kualitatif berbasis  Field  Research dengan menggunakan pendekatan pedagogik, fenomenologi, dan sosiologi dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Peran  wali  kelas  dalam  peningkatan  kedisiplinan  peserta  didik  adalah  sebagai  fasilitator  berupa  mengayomi  peserta  didik  dan  memberikan  kenyamanan  kepada  peserta  didik  selama  proses  pembelajaran,  sebagai  motivator  berupa  memotivasi  peserta  didik  dalam  mengikuti  proses  pembelajaran,  memotivasi  peserta  didik  dalam  berdisiplin  berpakaian,  memotivasi  peserta  didik  untuk  memanfaatkan  waktu  belajar,  memberi  dorongan  kepada  peserta  didik  untuk  memanfaatkan  waktu  luang,  dan  memberi  motivasi  kepada  peserta  didik  untuk  meningkatkan  prestasi  belajar.  Peran  wali  kelas  sebagai  problem  solving  secara  pribadi  ialah  memahami  karakter  masing-masing  peserta  didik,  secara  sosial  ialah  dengan  memahami  kondisi  sosial  peserta  didik,  secara  akademis  ialah  memahami  dan  meningkatkan  kemampuan  akademis  perserta  didik.