Publication Search

70,607 articles from 615 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 169

Analytics

Nur Miftakhan Ilmi Tsabitul Azmi; Owin Bambang Wijanarko; Khilmi Maulana Syifa

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Latar Belakang: Kehilangan seluruh gigi (complete edentulism) dapat menyebabkan gangguan fungsi mastikasi, fonetik, estetika, serta menurunkan kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien. Gigi tiruan lengkap (GTL) berbahan resin akrilik masih menjadi pilihan rehabilitasi yang banyak digunakan karena memiliki sifat estetik yang baik, mudah dimanipulasi, dan relatif ekonomis. Laporan Kasus: Seorang pasien perempuan berusia 42 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri Surakarta dengan keluhan kehilangan seluruh gigi pada rahang atas dan rahang bawah sejak tiga tahun yang lalu. Pasien mengalami kesulitan mengunyah, berbicara, dan merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi edentulous lengkap pada kedua rahang disertai penurunan dimensi vertikal wajah. Rencana perawatan berupa pembuatan gigi tiruan lengkap berbahan resin akrilik heat-cured. Tahapan perawatan meliputi pencetakan anatomis dan fisiologis, pembuatan sendok cetak individual, pencatatan hubungan rahang, penyusunan gigi tiruan, try-in, insersi, serta evaluasi pasca pemasangan. Hasil: Setelah pemasangan gigi tiruan lengkap, diperoleh retensi dan stabilisasi yang baik, oklusi yang harmonis, serta perbaikan fungsi mastikasi, fonetik, dan estetika. Pada evaluasi satu minggu pasca-insersi, pasien tidak mengeluhkan rasa sakit maupun ketidaknyamanan, kondisi jaringan pendukung dalam keadaan sehat, dan pasien menyatakan puas terhadap hasil perawatan. Kesimpulan: Rehabilitasi pasien edentulous lengkap menggunakan gigi tiruan lengkap resin akrilik memberikan hasil klinis yang baik dalam mengembalikan fungsi pengunyahan, bicara, dan estetika. Keberhasilan perawatan dipengaruhi oleh ketepatan prosedur klinis, kualitas pembuatan gigi tiruan, serta kerja sama yang baik antara dokter gigi dan pasien.

Adfan Majdi, Muhammad; Puspıta Bhakti, Nabila Hani; Azzahra Zakiya, Lyontin Azka; Muliono Redjosar, Slamet

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Penelitian ini membahas program UKPI Pengajaran yang dilaksanakan oleh UKPI UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan, dampak, dan luaran dari program UKPI Pengajaran terhadap mahasiswa maupun siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program UKPI Pengajaran memberikan dampak positif terhadap siswa dalam meningkatkan motivasi, semangat belajar, kedisiplinan, serta keaktifan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa dalam bidang komunikasi, pengajaran, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar. Kehadiran siswa dalam kegiatan pengajaran mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. Program UKPI Pengajaran merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat yang tidak hanya membantu proses pendidikan di sekolah, tetapi juga mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, dan karakter siswa maupun siswa secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat lingkungan.

Rostiana, Aneva; Cantika, Cherin Denis Fera; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan memahami pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 5A di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terpusat dan observasi langsung terhadap guru serta proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan guru berperan aktif sebagai teladan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan kejujuran siswa. Penguatan nilai Pancasila juga didukung budaya sekolah melalui program pagi rutin dan kegiatan literasi berkelanjutan. Faktor pendukung utama ialah keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif, sedangkan tantangan meliputi kebutuhan siswa yang beragam serta keterbatasan sarana digital. This study aims to understand the implementation of Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) as an effort to enhance students’ understanding of Pancasila values among fifth-grade students at SDN 1 Bendogerit, Blitar City. The research is motivated by the importance of character education based on Pancasila in shaping a generation that is virtuous, disciplined, and responsible amid the challenges of globalization. A descriptive qualitative approach was employed, using focused interviews and direct classroom observations involving teachers and the learning process. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing systematically. The results indicate that teachers play an active role as role models in cultivating students’ values of discipline, responsibility, cooperation, politeness, and honesty. The reinforcement of Pancasila values is also supported by the school culture through regular morning programs and continuous literacy activities. The main supporting factors include teacher exemplarity and a conducive school environment, while challenges involve diverse student needs and limited digital learning facilities. 

Herlina Putri Khawismaya; Muhammad Zihni Naim

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran permainan tradisional dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar di Jawa Tengah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengacu pada tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Penelusuran literatur menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan basis data Google Scholar pada rentang tahun 2016-2026, sehingga diperoleh 10 artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, egrang, bakiak, dan congklak berkontribusi dalam menumbuhkan nilai kerja sama, empati, tanggung jawab, disiplin, ketekunan, serta kemampuan mengendalikan diri. Permainan yang dilakukan secara berkelompok cenderung memperkuat karakter sosial, sedangkan permainan individual lebih menekankan pada pembentukan karakter personal. Temuan-temuan tersebut membuka ruang pengembangan penelitian lanjutan dengan pendekatan metodologis yang lebih beragam serta penguatan integrasi permainan tradisional sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.

Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.

Aryanti Agripina Winata; Gunardi Lie

Mahkamah : Jurnal Riset Ilmu Hukum 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This study aims to analyze the legal regulation of joint ventures in Indonesia as a form of Foreign Direct Investment (FDI) implemented through Limited Liability Companies based on Law Number 25 of 2007 concerning Investment, Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies, and the Indonesian Civil Code. The research employs a normative legal method with a library research approach to examine legal provisions and concepts related to cooperation between foreign investors and domestic parties. The findings indicate the existence of structural imbalances between the parties, where foreign investors possess advantages in capital, technology, business experience, and access to information, resulting in asymmetrical bargaining power. This condition may lead to domination in decision-making, information gaps, and potential exploitation of domestic parties. Furthermore, existing legal protection is considered insufficient to fully implement the principle of equitable bargaining. Therefore, this study proposes a normative reconstruction through the application of principles of balance of power, good faith, transparency, and proportionality in joint venture agreements. The study also recommends preventive supervision through mandatory due diligence by the Financial Services Authority and the Investment Coordinating Board, including the standardization of contractual clauses and disclosure obligations, in order to create fair, sustainable joint venture relationships that protect national interests.

Gratiana Manik; Laura Mairenza Efendes; Tia Putri Yundaris; Indri Melati; Wella Dwi Arianti

Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

High dependence on the United States Dollar (USD) in international transactions has long been a challenge for economic stability in the Southeast Asian region, especially amidst global exchange rate fluctuations and geopolitical tensions. This study aims to analyze the effectiveness of Local Currency Settlement (LCS) cooperation in supporting intra-ASEAN trade stability. The main focus of this study is how local currency mechanisms can mitigate exchange rate risks and strengthen regional economic integration as part of a de-dollarization strategy. The research method used is descriptive qualitative with a literature review approach, relying on secondary data from central bank reports, ASEAN policy documents, and relevant academic literature. The results show that the implementation of the LCS framework, particularly in countries such as Indonesia, Malaysia, and Thailand, has provided more efficient transaction alternatives by reducing double conversion costs. However, its effectiveness still faces challenges such as low awareness among business actors, limited local currency liquidity compared to the USD, and the need for broader cross-border digital payment system integration. These findings imply the need for strengthened synergy between central banks in the ASEAN region and increased literacy for the private sector so that the economic stability benefits of LCS can be optimally achieved. This strategy not only strengthens monetary sovereignty but also encourages a more resilient ASEAN economic integration against external shocks.

Wilky Refalina Ferli; Marta Widian Sari; Ai Elis Karlinda

Jurnal Kewirausahaan Cerdas dan Digital 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The purpose of this study is to determine and examine the influence of leadership style, work facilities on employee performance with job satisfaction as an intervening variable at PT Samantaka Batuabra, Peranap District, Indragiri Hulu Regency. The data analysis method uses a questionnaire, with a sample of 40 respondents. The analysis method used is structural equation modeling (SEM) analysis using the partial least squares (SMART PLS) program. Partial least square (PLS) based on the research result shows that, (1) There is a positive and significant between Leadership Style on Job Satisfaction at PT Samantaka Batubara, Peranap District, Indragiri Hulu Regency, (2) There is a positive and significant influence between Work Facilities on Job Satisfaction at PT Samantaka Batubara, Peranap District, Indragiri Hulu Regency, (3) There is no positive and significant influence between Leadership Style on Employee Performance at PT Samantaka Batubara, Peranap District, Indragiri Hulu Regency, (4) There is a positive and significant influence between Work Facilities on Employee Performance at PT Samantaka Batubara, Peranap District, Indragiri Hulu Regency, (5) There is no positive and significant influence between Job Satisfaction on Employee Performance at PT Samantaka Batubara, Peranap District, Indragiri Hulu Regency, (6) Job Satisfaction does not mediate Leadership Style on Employee Performance at PT Samantaka Batubara, Peranap District, Indragiri Hulu Regency, (7)  Job Satisfaction cannot mediate Facilities The Effect of Workplace Perspectives on Employee Performance at PT Samantaka Batubara, Peranap District, Indragiri Hulu Regency.

Dwi Ela Rahmawati; Musthafa Kamil

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The work environment and teamwork are factors that play a role in improving employee performance, especially in the administration division which has a crucial role in supporting the smooth operation of the company. Unsupportive work environment conditions and suboptimal teamwork can have an impact on declining employee performance. Therefore, this study aims to determine the effect of the work environment and teamwork on improving the performance of employees in the administration division of PT Rick Auto. The method used is a quantitative method with a data collection technique through distributing questionnaires to all employees of the administration division of PT Rick Auto as many as 60 respondents using a saturated sampling technique. Data analysis was carried out using SPSS version 26 through multiple linear regression tests, t-tests, f-tests, and coefficient of determination tests. The results of the study indicate that partially the work environment does not have a significant effect on improving employee performance, while teamwork has a positive and significant effect on improving employee performance. Simultaneously, the work environment and teamwork have a significant effect on improving employee performance in the administration division of PT Rick Auto.

Mefri Yudi Wisra; Muhammad Rahmat; Syarifuddin Syarifuddin; Febdi Edward; Rahmad Budi Harto

Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study examines the influence of Work Motivation, Leadership Style, Work Commitment, and Teamwork on the Work Performance of employees at the Directorate of Security (Ditpam) of the Batam Business Agency (BP Batam). A quantitative approach with an associative research design was employed. The population consisted of all Ditpam BP Batam employees, totaling 94 respondents, selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability. The collected data were analyzed using multiple linear regression, along with simultaneous testing (F-test) and partial testing (t-test). The results indicate that simultaneously, Work Motivation, Leadership Style, Work Commitment, and Teamwork have a significant effect on employee Work Performance, as shown by an F-count of 12.455, which exceeds the F-table value of 2.47, and a significance value of 0.001 (< 0.05). Partially, each independent variable also demonstrated a significant influence on work performance, with t-count values exceeding the critical t-table value. These findings suggest that higher motivation, effective leadership, strong work commitment, and solid teamwork play an important role in improving employee performance. Therefore, it is recommended that the management of the BP Batam Security Directorate continuously enhance employee motivation, apply participatory leadership practices, strengthen organizational commitment, and foster harmonious teamwork to improve overall work performance.

Nadhira Afifah; Annory Langga’o

Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This research aims to understand the representation of cooperation between the older and younger generations and work ethic in the film "The Intern" by Nancy Meyers. This research uses a descriptive qualitative approach with Charles Sanders Peirce's semiotic analysis in the form of a meaning triangle, namely sign, object, and interpretant. Signs are in the form of visuals, dialogue, and symbols. The object is what the sign represents, and the interpretant is the understanding derived from both the sign and the object. In this study, the researcher carried out an analysis by selecting each scene that shows generational differences, the emergence of cooperation, and the work ethic applied in the film The Intern. We collected data through library research, which included relevant books, articles, and scientific writings. The data collection techniques used are interviews, observations, and documentation. The results of this research show that this film succeeded in presenting generational differences not as obstacles but as a way to work together well and develop. This film demonstrates work ethic values such as hard work, responsibility, honesty, and cooperation. This research concludes that the film The Intern is not only entertaining but also provides many social messages about cooperation and work ethic.

Adhe Fadli Farhan; Eki Darmawan; Kustiawan Kustiawan; Yudhanto Satyagraha Adiputra; Erta Kurnia Sapitri +2 more

Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This study evaluates the effectiveness of the SOSEK MALINDO (Malaysian-Indonesian Socio-Economic) regional collaboration program in addressing human trafficking, coordinated by the Regional Border Management Agency (BPPD) of the Riau Islands Province (Kepri). The Riau Islands Province, which borders Malaysia and Singapore, is a strategic entry point vulnerable to transnational crimes, including human trafficking. The main factors driving the people of Kepri to choose illegal routes to become Indonesian Migrant Workers (TKI) to Malaysia are economic pressure, limited job opportunities, attractive promises from brokers (tekong), complex and expensive official bureaucracy, and a lack of accurate information about official procedures. This situation is exploited by human trafficking networks through hidden routes, illegal ports, and methods of illegal labor and sexual exploitation. Although SOSEK MALINDO aims to improve the socio-economic welfare of communities in border areas and indirectly functions to reduce vulnerability to human trafficking, this program does not specifically make human trafficking its main focus. The BPPD plays a very important role as a liaison in cooperation with the Indonesian National Police, Immigration, and BP3MI for prevention and supervision. However, the BPPD faces challenges such as limited funding, overlapping authority between institutions, and a lack of accurate data on human trafficking. Strategic recommendations include making human trafficking a primary focus of the SOSEK MALINDO forum agenda, establishing a dedicated cross-border human trafficking task force, strengthening the BPPD's role in coordination and information gathering, and involving local communities, NGOs, and international organizations in mitigation efforts.

Nurun Nisaul Khusna; Haya Fatimah; Sri Oktavianah; Efnita Mayang Sari

Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Teamwork is a fundamental factor in social, organizational, and educational life, because in essence humans are social creatures that require the interaction and involvement of other individuals to meet their needs and achieve life goals. In the context of work, teamwork can be defined as the result of coordinated individual efforts that are able to produce higher performance than if work is done individually, or as a group of individuals working collectively to achieve common goals that are easier to achieve through collaboration. The implementation of teamwork plays an important role in accelerating job completion, improving individual and organizational performance, and being able to prevent overlapping tasks through good synchronization. Through intensive interaction, teamwork can have a positive impact on the overall performance of the group and also improve individual abilities through the process of knowledge and experience transfer between employees. The dimension of teamwork includes active member contributions, interaction and communication, consistency in maintaining focus on goals, quality of work results, and relevance of team members' knowledge and skills. Therefore, the effectiveness of teamwork is seen as the most important competitive advantage in an organization, making it a major factor that influences the increase in work productivity.

Novita Dwi Indriani; Mangihut Siregar

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This kind of research can reveal a purpose, namely to be able to carry out an analysis of the important role of the government together with the community in realizing policies to combat corruption of village funds. It is necessary to understand that village funds have been made one of the government's priority programs in order to increase the level of prosperity of rural communities and village development through the Village Law. Therefore, the purpose of this study is to identify policy solutions provided by the government and the community to prevent corruption of village funds. This study utilizes a literature study method through a qualitative approach that can be used to assess the role of the government and the community in implementing policies to combat corruption of village funds as an effort to uphold the integrity of the village administration system. Meanwhile, the research data sources obtained came from secondary data, which included the collection of scientific journals in the last five years, reading books in the last ten years, reports in the mass media, and government regulations. The findings of this study describe that the Corruption Eradication Commission (KPK) has identified several loopholes that are often exploited by village officials in misappropriating Village Funds. Then there were 98 cases of corruption that caused the state to lose up to Rp. 37.2 billion. This creates an urgency for the government and the community to play a role in creating village regulations that are capable of overcoming corruption of village funds.

Adi Nugraha; Khoirul Amin; Mohamad Dziqie Aulia Al Farauqi; Rizki Tegar Sembada

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to analyze the involvement of the Nusantara Nature Conservation Foundation (YKAN) in mangrove management in Berau Regency. This study explains how YKAN, as a broker organization in an advocacy network, encourages the local Forlika community to obtain resources from global partnerships. This study uses a qualitative descriptive method. The research data is sourced from primary data through interviews and uses primary data from relevant literature studies related to the research variables. The results of this study show that there is cooperation between each actor in international relations in managing mangrove areas in Berau Regency. YKAN's partnerships with global and local institutions give YKAN a strategic position in transnational advocacy networks. YKAN functions as a liaison that advocates for the needs of coastal communities at the international level, so that YKAN's role is to represent local communities in cross-actor cooperation in Berau Regency.

Dewi Alis Kasiyati; Edy Lisdiyono

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Penelitian ini membahas kekuatan hukum akta perjanjian kerja sama yang dibuat di bawah tangan antara Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta dan Yakes Telkom Area Jawa Tengah–DIY. Perjanjian ini menimbulkan persoalan hukum ketika terjadi wanprestasi berupa keterlambatan penagihan sebesar Rp5.962.000 pada periode Juni–Agustus 2023. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) kekuatan hukum akta bawah tangan dalam perspektif hukum perdata, (2) efektivitas pembuktian akta bawah tangan dibandingkan akta otentik serta implikasinya terhadap penyelesaian sengketa dan (3) perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta bawah tangan sah menurut Pasal 1320 KUH Perdata, namun memiliki kelemahan pembuktian karena mudah disangkal dan tidak memiliki kekuatan eksekutorial. Perlindungan hukum tetap tersedia bagi pihak yang dirugikan, tetapi prosesnya lebih kompleks di pengadilan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan akta otentik melalui notaris agar perjanjian kerja sama memperoleh kekuatan pembuktian sempurna, kepastian hukum, serta perlindungan lebih kuat bagi para pihak

Raihan Ade Ghuffar; Ropiah Daulay; Kurnia Fitri Siagian

Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study discusses the 17th Sustainable Development Goal (SDG), Partnership for the Goals, which highlights the importance of global collaboration in achieving shared prosperity. The main focus of this research is on three key instruments of global partnership: external debt, foreign investment, and foreign aid. These instruments play a crucial role in supporting development in developing countries, but they also raise controversies related to economic dependence, global power imbalances, and the effectiveness of aid. This study employs a descriptive qualitative approach based on a literature review of international reports and academic research. The analysis shows that although debt, investment, and foreign aid offer opportunities for technology transfer, economic growth, and poverty reduction, their sustainability largely depends on governance, transparency, and equality among nations. Therefore, global partnerships should be directed toward more inclusive and equitable systems to ensure that global development goals can be achieved sustainably.

Hilma Harmen; Albert Tunggul Ardiansyah Manalu; Dinni Ria Anggita; Ika Khairi Dzaky Nasution; Muhammad Afdal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan human capital dalam meningkatkan kompetensi dan perencanaan karier karyawan di PT. Wang Bintan Konsultan. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan meliputi belum optimalnya sistem manajemen kinerja, penilaian yang masih subjektif, kurangnya indikator kerja yang jelas, sistem insentif yang belum efektif, rendahnya motivasi dan disiplin kerja, serta lemahnya kerja sama tim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian kinerja perlu diperkuat dengan indikator terukur (KPI) dan Balanced Scorecard, sementara kompensasi harus dikaitkan langsung dengan pencapaian kerja (performance-based system). Selain itu, perusahaan perlu menanamkan budaya disiplin, memberikan pelatihan rutin, serta membangun kolaborasi tim yang kuat. Strategi penguatan human capital yang terintegrasi dengan sistem pembinaan, penghargaan, dan komunikasi dua arah terbukti mampu meningkatkan motivasi, kompetensi, dan loyalitas karyawan terhadap organisasi.

Khusniyati, Nia; Yunisman Roni; Wardatul Uyuni; Wiwiek Delvira

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang prevalensinya tinggi pada kelompok lanjut usia serta berperan signifikan dalam timbulnya komplikasi kardiovaskular. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam penatalaksanaan hipertensi adalah rendahnya tingkat aktivitas fisik. Tujuan: untuk memberdayakan lansia dalam melakukan aktivitas fisik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa pembelian Latihan fisik pada lansia dengan tujuan menurunkan tekanan darah yang terdiri dari tahap I: sharing materi perihal pentingnya aktivitas fisik terhadap tekanan darah sebanyak 1 kali pertemuan dan tahap II berupa kegiatan pelatihan aktivitas fisik berupa senam lansia 1 hari seklai dilakukan selama 3 kali seminggu dan diukur tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan senam lansia. Hasil: kegiatan ini menghasilkan meningkatnya pengetahuan lansia perihal pentingnya aktivitas fisik berupa senam lansia terhadpa tekanan darah dan menurunnya tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Kesimpulan: lansia dengan hipertensi sudah mampu melakukan aktivitas fisik untuk menurunkan tekanan darah dan mempraktekkan senam lansia secara mandiri ataupun golongan (secara bersama-sama dengan lansia yang lain).

Dela Sekar Diani; Handini Pionita Sari; Herlina Yustati; Yetti Afrida Indra

Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Penelitian ini menjelaskan perbedaan pemahaman tentang utang dari sudut pandang ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya di masyarakat dan institusi keuangan. Dalam ekonomi konvensional, utang dianggap sebagai perjanjian keuangan yang melibatkan bunga, digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan investasi. Sementara, dalam ekonomi Islam, utang dipahami sebagai alat sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan larangan riba, sehingga perjanjian utang harus bebas dari bunga serta ketidakadilan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian literatur untuk meninjau konsep, prinsip, serta berbagai hambatan yang dijumpai dalam penerapan kedua sistem. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis konten. Tujuan penelitian adalah untuk memahami secara mendalam konsep utang menurut perspektif Islam dan konvensional, mengidentifikasi tantangan dalam pengelolaan utang di kedua sistem ekonomi, dan menyajikan perbandingan aspek moral, akad, risiko, serta tujuan penggunaan utang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi Islam, utang menekankan pada prinsip keadilan dan etika syariah yang melarang riba, berfokus pada kerja sama, serta mengutamakan perjanjian yang jelas dan tertulis dengan disertai saksi. Sementara itu, utang dalam ekonomi konvensional lebih mengedepankan aspek keuntungan dengan penggunaan bunga sebagai sumber utama profit. Dalam praktiknya, manajemen utang syariah menghadapi tantangan seperti rendahnya pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah, terbatasnya akses ke instrumen syariah, dan kurangnya regulasi yang tegas. Di lain pihak, pengelolaan utang konvensional berhadapan dengan risiko suku bunga, ketidakstabilan fiskal, serta masalah transparansi dan akuntabilitas. Penelitian ini memberikan sumbangan akademis untuk pengembangan sistem keuangan yang lebih adil dan berkelanjutan di masa mendatang.