Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 3,507

Analytics

Yosef Keladu; Fransiskus Bhoga; Fidelis Boli Uran; Gregorius Huin Taen Oes; Bertolomeus Ape Lerek +3 more

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kebijakan kesejahteraan sosial merupakan instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi bantuan publik. Namun demikian, dalam praktik implementasinya di tingkat lokal, kebijakan ini kerap menghadapi berbagai persoalan, terutama terkait ketepatan sasaran, transparansi, dan keadilan distribusi bantuan. Fenomena tersebut juga terlihat di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, di mana masih ditemukan indikasi ketimpangan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kesejahteraan sosial dan ketimpangan distribusi bantuan publik dengan menggunakan tinjauan teori keadilan, khususnya keadilan distributif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan aparat desa dan masyarakat penerima bantuan, serta dokumentasi terkait kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesejahteraan sosial di Desa Ladogahar belum sepenuhnya berjalan secara optimal, ditandai oleh lemahnya validitas data penerima, adanya pengaruh kedekatan sosial dalam penentuan penerima manfaat, serta kurangnya transparansi dalam proses distribusi. Dalam perspektif teori keadilan, kondisi ini mencerminkan belum terpenuhinya prinsip keadilan distributif yang menekankan pemerataan dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui peningkatan akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan distribusi bantuan publik yang lebih adil dan merata.

Nisrina Shani Aziza; Dewi Suprihatin; Slamet Triyadi

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study aims to describe the types of meaning contained in the short story collection Ihwal Nama Majid Pucuk through a semantic study and to produce a recommendation for handout teaching material in learning short story texts for grade XI of senior high school. This research employs a qualitative approach with a descriptive method and a text-analysis model, while the data consist of word, phrase, and sentence quotations collected through documentation techniques. The main theory used is Abdul Chaer's theory of meaning, supported by Geoffrey Leech's theory of associative meaning, with data analysis following the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the three analyzed short stories contain eight types of meaning, namely lexical and grammatical meaning, referential and nonreferential meaning, denotative and connotative meaning, word and term meaning, conceptual and associative meaning, idiomatic meaning, figurative meaning, as well as locutionary, illocutionary, and perlocutionary meaning. Lexical and grammatical meanings dominate the findings, while proverbial meaning is not found in the data source. The diversity of these meanings confirms that this short story collection is suitable to be used as handout teaching material for short story texts in grade XI of senior high school. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis makna yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek Ihwal Nama Majid Pucuk melalui kajian semantik sekaligus menghasilkan rekomendasi bahan ajar handout pada pembelajaran teks cerpen kelas XI SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan model analisis teks, sedangkan data berupa kutipan kata, frasa, dan kalimat yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Teori utama yang digunakan adalah teori makna Abdul Chaer dan teori pendukung makna asosiatif Geoffrey Leech, dengan analisis data mengikuti tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ketiga cerpen yang dianalisis ditemukan delapan jenis makna, yaitu makna leksikal dan gramatikal, makna referensial dan nonreferensial, makna denotatif dan konotatif, makna kata dan istilah, makna konseptual dan asosiatif, makna idiomatikal, makna kias, serta makna lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Makna leksikal dan gramatikal mendominasi temuan, sementara makna peribahasa tidak ditemukan dalam sumber data. Keberagaman makna tersebut menegaskan bahwa kumpulan cerpen ini layak dijadikan bahan ajar handout teks cerpen kelas XI SMA.

Ivander, Davin Danny; Khiroh, Siti Muhimatul

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Ketidaksesuaian kualitas pada proses assembly sepatu kulit kerap memicu siklus rework berulang yang menguras sumber daya waktu maupun biaya produksi secara signifikan. Penelitian ini mengkaji mekanisme pengendalian cacat yang diterapkan pada Product D-01 di Lini C PT XYZ, dengan menggunakan DMAIC sebagai kerangka perbaikan utama serta Pareto, P-Chart, Fishbone Diagram, 5 Whys, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), dan Cost of Quality (COQ) sebagai alat pendukung. Data primer bersumber dari catatan produksi internal perusahaan, pengamatan lapangan, dan wawancara terstruktur bersama pengawas produksi dan staf quality control. Pengukuran baseline menunjukkan bahwa Lini C menyumbang volume cacat paling tinggi di antara seluruh lini yang ada, dengan Product D-01 mencatat 10.487 pair cacat dari total output 80.387 pair, sehingga menghasilkan defect rate sebesar 13,05%. Distribusi Pareto mengidentifikasi wrinkle, incorrect colour, dan not straight sebagai tiga kategori cacat paling kritis. Penilaian FMEA menetapkan Risk Priority Number tertinggi sebesar 245 pada perilaku operator yang terburu-buru selama proses lasting dan brushing. Tindakan korektif mencakup pemasangan SOP visual, implementasi checklist QC pra-shift, verifikasi kondisi mesin secara rutin, dan penyediaan sampel referensi warna serta bentuk yang terstandar. Pemantauan selama dua periode berikutnya mengkonfirmasi penurunan defect rate secara bertahap menjadi 12,80% dan kemudian 11,65%, disertai penurunan estimasi biaya kegagalan internal dari Rp 2,36 juta menjadi Rp 1,86 juta per periode.

Meisya Hidayatika; Wirmie Eka Putra

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Pembiayaan Pra Pensiun Berkah merupakan salah satu produk pembiayaan syariah yang ditujukan bagi pegawai aktif yang akan memasuki masa pensiun untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumtif maupun produktif. Dalam pelaksanaannya, pembiayaan tersebut harus dilakukan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) agar terhindar dari unsur riba, gharar, dan maisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur akad Pembiayaan Pra Pensiun Berkah serta menganalisis kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Jambi Pattimura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pembiayaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur Pembiayaan Pra Pensiun Berkah meliputi tahap pengajuan pembiayaan, pemeriksaan dokumen, pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), analisis kelayakan, persetujuan pembiayaan, pelaksanaan akad, pencairan dana, hingga monitoring pembayaran angsuran. Akad yang digunakan dalam pembiayaan ini umumnya adalah akad murabahah dan musyarakah mutanaqisah (MMQ) yang disesuaikan dengan tujuan pembiayaan nasabah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pelaksanaan Pembiayaan Pra Pensiun Berkah telah memenuhi prinsip transparansi, keadilan, dan kehati-hatian serta sesuai dengan rukun, syarat, dan ketentuan yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prosedur Pembiayaan Pra Pensiun Berkah pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Jambi Pattimura telah berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan Fatwa DSN-MUI. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kajian perbankan syariah dan bahan evaluasi bagi lembaga keuangan syariah dalam meningkatkan kualitas layanan serta kepatuhan terhadap prinsip syariah.

Meisyi Hidayatika; Wirmie Eka Putra

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pencairan pembiayaan gadai emas pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Jambi Pattimura serta menganalisis kesesuaiannya dengan ketentuan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Produk gadai emas merupakan salah satu layanan pembiayaan jangka pendek yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dana dengan menjadikan emas sebagai barang jaminan tanpa harus menjual aset yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pegawai yang menangani produk gadai emas, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan, buku, jurnal, peraturan, dan fatwa yang berkaitan dengan pembiayaan gadai emas syariah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan praktik yang diterapkan di perusahaan dengan ketentuan syariah yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pencairan pembiayaan gadai emas pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Jambi Pattimura meliputi tahap pengajuan pembiayaan, pemeriksaan dan penaksiran emas, penentuan jumlah pembiayaan, pelaksanaan akad, dan pencairan dana kepada nasabah. Berdasarkan hasil analisis, prosedur yang diterapkan telah sesuai dengan ketentuan Fatwa DSN-MUI mengenai pembiayaan gadai emas, baik dari aspek pelaksanaan akad maupun penetapan biaya pemeliharaan dan penyimpanan barang jaminan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prosedur pencairan pembiayaan gadai emas pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Jambi Pattimura telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan yang berlaku dalam kegiatan perbankan syariah

Moch Nizar Dava Ramadhan S; Puspanantasari Putri, Erni

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. This research aims to analyze the effectiveness and reliability of production machines in the process of making public street lighting poles (PJU) at PT. XYZ The main problem faced by the company is high machine downtime so that production targets are not achieved. Therefore, a method is needed that is able to measure machine effectiveness as a whole and identify the main causes of production losses. The method applied includes Overall Equipment Effectiveness (OEE) to measure machine effectiveness based on three components, namely availability, performance and quality. The Total Productive Maintenance (TPM) approach is used to identify factors causing low effectiveness through Six Big Losses analysis. Apart from that, Mean Time To Repair (MTTR) and Mean Time Between Failure (MTBF) are calculated to determine the level of machine reliability. The data used includes machine working hours, downtime, operating time, production quantities, defective products, as well as machine damage and repair data. The analysis results are expected to show the level of machine effectiveness and identify the dominant factors causing downtime. Based on these results, improvement proposals are prepared to reduce downtime, increase machine reliability and improve production productivity Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime, Efektivitas   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan keandalan mesin produksi pada proses pembuatan tiang penerangan jalan umum (PJU) di PT. XYZ Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah downtime mesin yang tinggi sehingga target produksi tidak tercapai. Oleh karena itu, diperlukan metode yang mampu mengukur efektivitas mesin secara menyeluruh dan mengidentifikasi penyebab utama kerugian produksi. Metode yang diterapkan meliputi Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga komponen, yaitu availability, performance, dan quality. Pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya efektivitas melalui analisis Six Big Losses. Selain itu, dilakukan perhitungan Mean Time To Repair (MTTR) dan Mean Time Between Failure (MTBF) untuk mengetahui tingkat keandalan mesin. Data yang digunakan mencakup jam kerja mesin, downtime, waktu operasi, jumlah produksi, produk cacat, serta data kerusakan dan perbaikan mesin. Hasil analisis diharapkan dapat menunjukkan tingkat efektivitas mesin dan mengidentifikasi faktor dominan penyebab downtime. Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan untuk mengurangi downtime, meningkatkan keandalan mesin, dan memperbaiki produktivitas produksi Kata kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime Mesin, Efektivitas Mesin

Andrianto, Rival; Puspanantasari Putri, Erni

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. PT XYZ, a wooden furniture manufacturing company, served as the research site for this study which applied the Theory of Constraints (TOC) method to analyze production performance and identify bottlenecks. The company faces capacity imbalances between workstations, resulting in production targets that have not been achieved optimally. Data collection involved direct observation and interviews with related parties in the production area. The analysis was conducted by comparing the required capacity with the available capacity at each production workstation. The findings reveal that solid processing, machining, sanding, assembling, painting, and packing have sufficient available capacities to meet production requirements, thus categorized as non-bottleneck processes. In contrast, the panel processing station is identified as the main bottleneck due to its highest workload among all processes. By implementing the Theory of Constraints, the company can identify major constraints and establish improvement priorities to enhance production flow smoothness. It is expected that improvements in bottleneck processes will increase production efficiency, balance capacity among workstations, and support more optimal achievement of production targets. Keywords: bottleneck; capacity; manufacturing; production performance; theory of constraints   Abstrak. PT XYZ sebuah perusahaan manufaktur furnitur kayu, menjadi lokasi penelitian ini yang menggunakan metode Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kinerja produksi dan mengidentifikasi bottleneck. Perusahaan menghadapi ketidakseimbangan kapasitas antar stasiun kerja yang menyebabkan target produksi belum terdengar secara optimal. Pengumpulan data meliputi observasi langsung dan wawancara dengan pihak terkait di area produksi. Analisis dilaksanakan dengan membandingkan kapasitas yang dibutuhkan terhadap kapasitas yang tersedia pada setiap stasiun kerja produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembahanan solid, machining, sanding, assembling, painting, dan packing memiliki kapasitas yang tersedia yang masih mampu memenuhi kebutuhan produksi, sehingga termasuk kategori non-bottleneck. Sebaliknya, stasiun kerja pembahanan panel diidentifikasi sebagai bottleneck utama karena memiliki tingkat beban kerja tertinggi di antara seluruh proses. Dengan penerapan Theory of Constraints, perusahaan dapat mengidentifikasi kendala utama dan menentukan prioritas perbaikan untuk meningkatkan kelancaran aliran produksi. Diharapkan perbaikan pada proses bottleneck dapat meningkatkan efisiensi produksi, menyeimbangkan kapasitas antar stasiun kerja, serta mendukung pencapaian target output perusahaan secara lebih optimal. Kata kunci: bottleneck; kapasitas; kinerja produksi; manufaktur; theory of constraints

Rista Nurul Hidayah; Sukini Sukini; Nanik Herawati

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study aims to describe the learning process and explain the improvement of popular scientific article writing skills using the blog-media-based Genre-Based Approach (GBA) model among Grade VIII E students at SMP Negeri 2 Mlati Sleman. This study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, with all 32 students of Grade VIII E as subjects. Data analysis was performed using descriptive quantitative techniques to measure the increase in the average writing performance score and the percentage of learning mastery based on the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 80. The results showed a significant improvement in each cycle. In the initial condition (pre-cycle), the average writing score was only 68.67 with 19% mastery (6 students), then increased to 79.06 with 50% mastery (16 students) in Cycle I, and reached optimal results in Cycle II with an average of 89.53 and 81% mastery (26 students). Thus, the implementation of the blog-media-based Genre-Based Approach (GBA) model is proven to significantly improve popular scientific article writing skills and the learning mastery of Grade VIII E students at SMP Negeri 2 Mlati Sleman. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran serta menjelaskan peningkatan keterampilan menulis artikel ilmiah populer menggunakan model Genre-Based Approach (GBA) berbasis media blog pada murid kelas VIII E SMP Negeri 2 Mlati Sleman. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek seluruh murid kelas VIII E yang berjumlah 32 siswa. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif untuk mengukur peningkatan rata-rata nilai unjuk kerja menulis dan persentase ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 80. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Pada kondisi awal (pra-siklus), rata-rata nilai menulis hanya 68,67 dengan ketuntasan 19% (6 siswa), kemudian meningkat menjadi 79,06 dengan ketuntasan 50% (16 siswa) pada Siklus I, dan mencapai hasil optimal pada Siklus II dengan rata-rata 89,53 serta ketuntasan 81% (26 siswa). Dengan demikian, penerapan model Genre-Based Approach (GBA) berbasis media blog terbukti secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan menulis artikel ilmiah populer serta ketuntasan belajar murid kelas VIII E SMP Negeri 2 Mlati Sleman.

Bernadeta Cintya Dewi Lestari; Masna Alfiyatu Saadah; Annisa Lintang Sabawa Asri; Enjelika Ajeng Supadi

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja dan kualitas pelayanan organisasi. Pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadipiro 4 Kota Surakarta, tingginya tuntutan pekerjaan, sistem kompensasi, dan potensi stres kerja menjadi isu yang diduga memengaruhi kepuasan kerja pegawai. Selain itu, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh workload, kompensasi, dan stres kerja terhadap job satisfaction masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workload, kompensasi, dan stres kerja terhadap job satisfaction pegawai SPPG Kadipiro 4 Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 35 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan workload, kompensasi, dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction (F = 42,971; sig. = 0,000). Secara parsial, kompensasi berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction (sig. = 0,000), sedangkan workload (sig. = 0,783) dan stres kerja (sig. = 0,310) tidak berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,806 menunjukkan bahwa 80,6% variasi job satisfaction dapat dijelaskan oleh ketiga variabel penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai.

Dian Rimayanti; Prisca Trifena Puspita; Sinta Tri Hapsari; Felisya Natalia Purwanto; Tries Ellia Sandari

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kecurangan (fraud) di sektor perbankan daerah merupakan ancaman serius yang dapat merugikan keuangan negara dan menurunkan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kasus korupsi pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) menggunakan pendekatan Fraud Triangle Theory yang mencakup tiga elemen utama: tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, didukung oleh studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kasus Bank BJB mencerminkan interaksi ketiga elemen Fraud Triangle secara simultan. Tekanan bersumber dari kebutuhan dana non-budgeter yang besar dalam pengelolaan anggaran promosi senilai Rp409 miliar. Kesempatan muncul akibat lemahnya sistem pengendalian internal, tidak adanya verifikasi dokumen yang memadai, serta penyimpangan dalam proses pengadaan. Rasionalisasi terbentuk melalui persepsi pelaku bahwa praktik tersebut merupakan hal yang lazim dalam lingkungan birokrasi dan korporasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemahaman teoritis dan praktis terkait pencegahan fraud di lembaga keuangan daerah Indonesia, khususnya melalui penguatan tata kelola perusahaan dan sistem pengawasan internal.

Arifin, Ridwan Kholiiful; Setyawan, Kartika Wijaya; Karyana, Rana

Amphibious Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

The rapid development of information and communication technology has encouraged military organizations to adopt modern systems capable of supporting operational effectiveness. One of the challenges faced by the Indonesian Marine Corps is the limitation of conventional monitoring methods that still rely on voice reports through tactical radios and manual communication systems. This condition often causes delays in information delivery, inaccuracies in troop positioning data, and difficulties in controlling personnel and logistics in dynamic operational environments. This study aims to formulate a conceptual model for the utilization of a GPS Tracking System integrated with Marine Corps communication equipment to improve troop and material movement monitoring. The study employed a Research and Development (R&D) method with a descriptive qualitative approach. Data were collected through literature review, observation, interviews, questionnaires, and documentation involving operational personnel and military communication experts. The results indicate that integrating GPS Tracking Systems with communication equipment can provide real-time location information, improve command and control effectiveness, accelerate reporting processes, enhance logistics supervision, and support operational evaluations through recorded movement data. The proposed concept is expected to strengthen situational awareness, increase operational efficiency, and support mission success in future Marine Corps operations.

Haryanto; Auliya Alja, Dzakiyyah Azizah; Adzzariaat Zalza, Sysca; Munsir, Ana; Selviana, Murni +2 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas ekstrak etanol daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina menggunakan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengujian toksisitas sebagai tahap awal dalam mengevaluasi keamanan dan potensi bioaktivitas senyawa bahan alam. Metode yang digunakan adalah uji toksisitas BSLT dengan variasi konsentrasi ekstrak diikuti dengan pengamatan jumlah kematian larva, kemudian dihitung nilai LC₅₀ menggunakan dua pendekatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons dimana peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 332,86 ppm dengan metode Reed-Muench dan 384,7689 ppm dengan analisis probit. Berdasarkan nilai tersebut ekstrak etanol daun trembesi tergolong dalam kategori toksik sedang (moderat). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas biologis yang nyata dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif di bidang farmasi khususnya sebagai kandidat agen sitotoksik.

Haryanto; Fauzan Pratama, Ahmad; Roudhina, Arisya; Nur Athifah, Andi; Helendika Al Asyahra, Niska +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Prasman (Peperomia pellucida) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak metanol batang prasman terhadap mortalitas larva udang (Artemia salina L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memberikan ekstrak metanol batang prasman pada berbagai konsentrasi, yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10000 ppm serta kontrol. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Data dianalisis menggunakan metode interpolasi dan analisis probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva secara bertahap hingga mencapai 100% pada konsentrasi 10.000 ppm. Perhitungan LC₅₀ dengan metode interpolasi menghasilkan nilai 680,2 ppm pada pengujian pertama dan 529,66 ppm pada pengujian duplo. Analisis probit pada pengujian duplo menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 198,97 ppm. Nilai LC₅₀ yang berada di bawah 1000 ppm menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang prasman bersifat toksik terhadap larva Artemia salina dengan kategori moderat atau racun sedang. Aktivitas toksik tersebut diduga berasal dari kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam batang prasman seperti Flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsirinya. Dengan demikian, ekstrak metanol batang prasman berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi, khususnya sebagai kandidat antikanker, antimikroba, dan bioinsektisida alami.

Melisa Octaviana; Kavita Risang Putri Santoso; Karenina Gadis; Riska Fii Ahsani

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja karyawan dalam mendukung produktivitas dan keberhasilan organisasi di tengah perubahan sistem kerja yang semakin fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Flexible Working Arrangement, Work Life Balance, dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Hearts Asesoris Surakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 37 karyawan yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Flexible Working Arrangement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Work Life Balance dan kompensasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan kontribusi sebesar 60,8%. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu mempertahankan dan mengembangkan kebijakan kerja yang fleksibel serta meningkatkan perhatian terhadap keseimbangan kehidupan kerja dan pemberian kompensasi guna meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

Haryanto; Yunasti, A. Audia; Ulfaidah, Novi; Ramadhani, Besse; Ratna Dewi Angraeni, Sri +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.

Haryanto; Passalowongi, A. Alya; Hadira; Ramadhani, Salsabila; Rois, Adelia +2 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 60% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode Reed-Muench diperoleh sebesar 351,07 ppm, sedangkan analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 468,05 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik (30–1000 ppm). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 60% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.

Haryanto; Amalia, Fitrah; Ramadhan, Ahmad; Kartika Ayu Ridwan, Maretta; Hatima, Husnul +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode 823 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik moderat / sedang. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.

Haryanto; Febrianti Sahar, Salsabila; Norita; Rizky Aulia Fitri, Nur; Ayu Pratiwi, Nabila +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Batang prasman (Eupatorium triplinerve. Vahl) merupakan salah satu tanaman yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas biologis, sehingga perlu dilakukan pengujian toksisitas sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan kategori toksisitas ekstrak etanol batang prasman terhadap larva udang (Artemia salina Leach) menggunakan metode analisis probit. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol batang prasman diuji pada konsentrasi 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Data mortalitas dihitung dalam bentuk persentase kematian, kemudian dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 25%, 35%, 50%, 75%, dan 85%. Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC₅₀ ekstrak etanol batang prasman sebesar 846 mg/L. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, nilai tersebut termasuk dalam kategori moderat atau racun sedang. Dengan demikian, ekstrak etanol batang prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan termasuk dalam kategori toksisitas sedang

Haryanto; Buna, Nafila; Hafifah, Nurul; Arrahmah, Muftiha; Febrianti, Febi +1 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva udang (Artemia salina) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap senyawa toksik dan sering digunakan sebagai indikator awal aktivitas bioaktif. Ekstrak diuji pada berbagai konsentrasi bertingkat untuk mengamati persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Nilai LC₅₀ yang diperoleh dengan metode Reed-Muench adalah sebesar 567,02 ppm, sedangkan dengan analisis probit diperoleh nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm. Perbedaan nilai ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan analisis, di mana metode probit dinilai lebih akurat karena melibatkan transformasi statistik yang lebih kompleks. Berdasarkan klasifikasi toksisitas BSLT, nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm termasuk dalam kategori sangat toksik (LC₅₀ < 30 ppm). Tingginya tingkat toksisitas ekstrak diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sitotoksik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki potensi bioaktivitas yang tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif dalam bidang farmasi maupun bioteknologi.

Rianto Timu Tirinna

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to examine relevant and effective Christian Religious Education (CRE) learning methods in the digital era. The rapid development of information and communication technology has brought significant changes in education, including CRE instruction. The research method employed is a literature study with a descriptive-analytical approach to various academic sources and technology-based CRE learning practices. The results indicate that integrating digital media such as online learning platforms, Bible-based interactive applications, and social media creatively can enhance students' engagement and understanding of Christian faith values. Furthermore, the use of digital technology opens wider opportunities for contextual and meaningful faith formation across diverse learning environments. The study also identifies key challenges faced by CRE teachers, namely digital readiness, infrastructure limitations, and maintaining relational and spiritual dimensions in virtual learning environments. Teachers must therefore be equipped not only technologically but also theologically to navigate these complexities. The research concludes that the transformation of CRE methods in the digital era is not merely a technology adoption but a holistic theological integration of faith, technology, and pedagogy.