Publication Search

79,575 articles from 739 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 1,474

Analytics

Ferdiansyah Ferdiansyah; Irwansyah Irwansyah; Firmansyah Firmansyah

JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

This study aims to analyze the influence of organizational culture and leadership on work discipline in employees of the Woja District Office, both partially and simultaneously. Using a saturated sample, all employees in the agency were directly involved as respondents as many as 45 respondents. Primary data were collected through a structured questionnaire and analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The results of the study showed that partially, organizational culture had a positive and significant effect on employee work discipline, while leadership did not have a significant influence independently. However, simultaneous testing proves that organizational culture and leadership together have a positive and significant influence on shaping employee work discipline. These findings indicate that although personal leadership style is not the primary determinant of discipline that has been bound by bureaucratic regulations, the synergy between internalizing strong work culture values and leadership support remains an important combination for an orderly work ecosystem. This research provides practical implications for government organizations in strengthening work culture, increasing leadership effectiveness, and creating a work environment that is able to encourage employee compliance, responsibility, and productivity in a sustainable manner.

Kurniawati, Priskila; Sitanggang, Rena

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Di era Industri 5.0, adaptabilitas tenaga kerja menjadi urgensi utama karena terjadinya pergeseran paradigma dari fokus pada otomatisasi dan efisiensi menuju kolaborasi harmonis antara manusia dan teknologi yang berpusat pada manusia (human-centric), berkelanjutan, dan resilien. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 40 artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan tahun 2020–2025 dari basis data Google Scholar, Scopus, dan Garuda. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi strategi upskilling dan reskilling yang efektif sebagai mekanisme adaptabilitas tenaga kerja terhadap disrupsi AI dan otomatisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) kesenjangan keterampilan global merupakan ancaman nyata dengan 50% karyawan membutuhkan reskilling pada 2025; (2) strategi upskilling dan reskilling yang efektif mencakup pembelajaran berbasis proyek, microlearning, platform digital adaptif, dan kemitraan industri; (3) dukungan organisasi, kepemimpinan transformasional, dan budaya belajar berkelanjutan merupakan faktor penentu keberhasilan; serta (4) hambatan utama implementasi meliputi keterbatasan anggaran, resistensi perubahan, dan kesenjangan infrastruktur digital. Temuan ini menegaskan bahwa investasi pada pengembangan modal manusia melalui program upskilling dan reskilling merupakan imperatif strategis untuk menjaga ketahanan organisasi dan daya saing tenaga kerja di era transformasi digital.

Kurniawan, Rafi; Mulyawan, Budy; Widayat, Wisnu

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan paspor bagi pemohon disabilitas di Indonesia, khususnya di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, masih menghadapi kesenjangan signifikan dalam implementasi prinsip pelayanan publik ramah Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk hambatan fisik dan prosedural. Meskipun ada kebijakan afirmatif, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak pemohon disabilitas masih mengalami kesulitan. Kendala ini mencakup aspek normatif, kelembagaan, sumber daya, infrastruktur, dan budaya pelayanan yang belum sepenuhnya menjadikan HAM sebagai inti orientasi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan penerapan prinsip ramah HAM dalam pelayanan paspor bagi pemohon disabilitas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) untuk menggali dan menganalisis urgensi implementasi prinsip pelayanan publik ramah HAM, didukung oleh studi kasus kontekstual dari analisis kebijakan, laporan lembaga, dan publikasi daring. Penerapan prinsip keselamatan, kemudahan, kegunaan, dan kemandirian di Kantor Imigrasi Semarang menunjukkan arah positif dalam pelayanan paspor yang selaras dengan semangat pelayanan publik ramah HAM. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan standar teknis, kurangnya petugas terlatih, fasilitas fisik yang belum universal, dan orientasi kinerja yang fokus pada efisiensi administratif. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang telah berada pada jalur pelayanan publik yang inklusif dan berdimensi HAM, namun memerlukan penguatan melalui standar operasional eksplisit, pelatihan SDM berkelanjutan, penataan fasilitas universal, dan reformasi budaya pelayanan untuk mewujudkan pelayanan yang manusiawi dan nondiskriminatif.

Risti Puspita Sari Hunowu; Hunowu, Risti Puspita Sari; Siska Udilawaty; Hinta, Mohammad Rizki Putra

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Studi ini menganalisis elemen desain dan semiotika visual konten Instagram pada akun @disparekrafpora_gorontaloprov milik Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Gorontalo sebagai media komunikasi visual dalam membangun identitas pariwisata daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode semiotika Roland Barthes pada tiga tingkat makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Objek penelitian adalah konten visual pada akun Instagram dengan 1.989 unggahan dan 5.643 pengikut per Mei 2026, yang dipilih secara purposif berdasarkan kategori foto destinasi alam, infografis promosi, dan konten budaya/agama. Analisis berfokus pada elemen desain termasuk tipografi, warna, tata letak, dan fotografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten secara konsisten menggunakan palet warna hijau-putih yang mewakili alam Gorontalo, tipografi sans-serif yang berani yang memproyeksikan modernitas, dan fotografi destinasi (pantai, air terjun, hiu paus, Masjid Baiturrahim) yang membentuk narasi mitologis Gorontalo sebagai surga tersembunyi dan 'Serambi Madinah' Sulawesi. Elemen-elemen desain ini bekerja secara sinergis untuk membangun identitas pariwisata Gorontalo di ruang digital.

Arisyana, Dwi Jaya

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Perkembangan komik digital di Indonesia telah mendorong transformasi mitologi Indonesia ke dalam bentuk visual kontemporer. Salah satu representasi tersebut adalah karakter Roro Kidul dalam komik digital Nusantara Droid War, yang menampilkan tokoh mitologi Jawa dalam setting futuristik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis representasi visual Roro Kidul menggunakan Teori Bahasa Visual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menggunakan teknik observasi visual, dokumentasi panel komik, dan tinjauan pustaka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi isi wimba (komik tradisional Indonesia), metode wimba (komik tradisional Indonesia), dan bentuk ekspresi internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Roro Kidul direpresentasikan melalui elemen visual seperti pakaian yang didominasi warna hijau, ornamen emas, gerak tubuh yang tenang, dan manifestasi naga putih dan hitam sebagai simbol kekuatan ganda. Penerapan skala, perspektif, dan komposisi panel memperkuat hierarki visual dan posisi karakter sebagai tokoh utama. Bentuk ekspresi internal dan eksternal membangun kesinambungan makna dan menekankan otoritas simbolik karakter. Studi ini menunjukkan bahwa komik digital dapat menjadi media komunikasi budaya yang efektif dalam mentransformasikan mitologi Indonesia tanpa menghilangkan struktur makna budayanya, dan menekankan relevansi Teori Bahasa Visual dalam analisis visual media populer.

Dewi Afriyani Putri Siregar; Hataya Zalfa; Jheny Ferlisya Syahara; Ananda Arumbinang; Hoktaviandri Hoktaviandri

Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This article examines the relationship between Islam and the local traditions of the Minangkabau community in West Sumatra, Indonesia. The focus covers three main issues: the historical process of Islamization, the philosophy of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), and the coexistence of the matrilineal kinship system with Islamic inheritance law. Using a qualitative approach through systematic literature review of peer-reviewed journals published between 2020 and 2025, the study synthesizes findings from multiple academic sources. The results reveal that Islam entered Minangkabau gradually through trade and the surau educational institution, rather than through forced conversion. The resulting ABS-SBK philosophy meaning customary law is grounded in Islamic law, which is grounded in the Quran serves as a comprehensive life guide integrating religious norms with adat practices. The matrilineal inheritance system (pusaka tinggi) coexists with Islamic inheritance law (faraid) through a functional distinction: communal ancestral property follows adat, while individually acquired property follows Islamic law. Contemporary challenges such as globalization, urbanization, and weakened institutional roles of adat leaders threaten the vitality of ABS-SBK, though cultural revitalization efforts show promising resilience. This study concludes that Minangkabau represents a unique model of Islam-culture integration in the Indonesian archipelago.

Damayanti, Fhadila

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Integrasi keilmuan Islam merupakan konsep fundamental untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan pada era kontemporer. Perkembangan sains dan teknologi yang semakin maju mampu menghubungkan dua ilmu yang berbeda, yakni ilmu agama dan ilmu umum yang saling melengkapi dan tidak bertentangan satu sama lain. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengertian, unsur-unsur, manfaat integrasi ilmu dalam konsep berpikir menurut perspektif Islam, konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian integrasi ilmu, menganalisis unsur-unsur yang membentuknya, menelaah manfaat integrasi ilmu, memganalisis konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan memahami kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai sumber yang kredibel dan relevan terkait topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang ilmu agama dan ilmu umum sebagai satu kesatuan utuh yang saling berkaitan dan berperan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Globalisasi abad ke-21 mengalami perubahan signifikan dari segi sosial, budaya, dan teknologi, sehingga sektor pendidikan harus beradaptasi. Pendidikan tidak hanya bertujuan sebagai wadah ilmu melainkan menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter, kreativitas, dan pola pikir seseorang agar dapat bersaing dalam lingkup global. Teknologi yang semakin berkembang berdampak pada pembentukan pola pikir masyarakat. Konsep unity of knowledge juga menekankan bahwa seluruh cabang ilmu berasal dari sumber yang sama tanpa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi ilmu juga dibangun melalui dua unsur utama, yaitu landasan filosofis yang berperan dalam pembentukan pola pikir dan strategi implementasi yang berperan dalam pembentukan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan integrasi ilmu memberikan dampak positif untuk pemecahan masalah, memperkuat nilai moral dan etika, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membentuk keseimbangan antara spiritual dan intelektual setiap individu.

Nilam Sari, Putti; Kian, Lia

Synergy: Journal of Collaborative Sciences 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan implementasi manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia, dengan fokus pada proses perizinan, pengelola SDM dan Knowledge transfer. Peningkatan jumlah TKA di Indonesia menunjukan kebutuhan Perusahaan terhadap kompetensi global yang tidak sepenuhnya tersedia dipasar tenaga kerja lokal. Menurut data Kementerian ketenagakerjaan jumlah TKA meningkat dari 102.902 orang (2021) menjadi 183.964 orang (2024), menunjukan tren peningkatan signifikan yang membutuhkan sistem manajemen SDM  yang efektif dan adaptif. Metode penelitian menggunakan pendekatan  metode kualitatif deskriptif melalui studi Pustaka dengan menggunakan sumber primer berupa peraturan perundang-undangan serta sumber sekunder dari jurnal ilmiah dan dan laporan penelitian terdahulu. Analisis menggunakan perspektif Manajemen sumber daya manusia (HRM) dan Resource-Based View (RBV) untuk memahami bagaimana Perusahaan memanfaatkan tenaga kerja asing sebagai sumber daya strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen SDM dalam proses perizinan dan pengelolaan tenaga kerja asing telah dilakukan  melalui proses administrasi perizinan, perekrutan, penempatan kerja, pelatihan, pengawasan, serta evaluasi kinerja tenaga kerja asing. Namun, perusahaan masih menghadapi beberapa kendala seperti perubahan peraturan ketenagakerjaan, hambatan administrasi terkait otorisasi, perbedaan budaya ditempat kerja, dan proses knowledge transfer kepada tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan koordinasi antara perusahaan dan pemerintah serta memperkuat sistem manajemen SDM agar pengelolaan tenaga kerja asing dapat beroperasi dengan cara yang lebih efisien dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Khoirunnazwa, Zahrani; Afiyatun Kholifah

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman sejarah Islam, karakter, serta nilai-nilai keislaman peserta didik. Namun, pelaksanaan pembelajaran SKI di madrasah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, rendahnya partisipasi siswa, serta perbedaan kemampuan belajar peserta didik. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pembelajaran SKI kelas VII di MTs Al-Fathimiyah Karawang sehingga diperlukan analisis yang mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran SKI di kelas VII MTs Al-Fathimiyah Karawang menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) serta merumuskan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan madrasah berbasis pesantren dan budaya religius menjadi kekuatan utama dalam mendukung pembelajaran SKI. Sementara itu, penggunaan metode ceramah yang masih dominan serta perbedaan kemampuan belajar siswa menjadi kelemahan dan tantangan yang perlu diatasi. Ketersediaan fasilitas Smart TV memberikan peluang untuk mengembangkan pembelajaran berbasis media yang lebih interaktif. Berdasarkan hasil analisis, strategi pembelajaran kolaboratif yang dipadukan dengan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, pemahaman, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran SKI. Oleh karena itu, analisis SWOT dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di madrasah.

Suswianti, Dwi; Kurniyanti, Mizam Ari; Apryanto, Frengky

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Asam urat merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah, yaitu >7,0 mg/dL pada laki-laki dan >6,0 mg/dL pada perempuan. Kondisi ini sering dialami lansia akibat penumpukan kristal urat yang dapat menimbulkan nyeri dan gangguan mobilitas. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah senam ergonomik berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inovasi senam ergonomik berbasis budaya terhadap kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan two-group pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (10 responden) dan kelompok kontrol (10 responden). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perubahan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan hasil antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,046; p<0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,317; p>0,05). Perbandingan kadar asam urat pascaintervensi antara kedua kelompok juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001; p<0,05). Dengan demikian, inovasi senam ergonomik berbasis budaya yang dilakukan sebanyak empat kali selama dua minggu terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang.

Ainun Fatimah; Nurasia Natsir

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

Traditional wedding rituals constitute intangible cultural heritage rich in symbolic meaning, serving to strengthen social solidarity and transmit cultural values. The massive penetration of modernization and digitalization has created new pressures for the Bugis-Makassar community in maintaining this heritage. This study analyzes the transformation of Bugis-Makassar traditional wedding rituals in South Sulawesi within the digital era context, focusing on how the community negotiates their cultural identity between the forces of tradition and modernity. Using a critical ethnographic approach with a multiple case study design grounded in Bhabha's concept of the third space, the study involved 42 informants from three groups: young couples (digital generation, aged 22–35), parents/family (middle generation, 40–60), and customary elders (to panrita lopi/bissu, 65+) in Makassar City, Bone Regency, and Wajo Regency. Data were collected through in-depth interviews, participant observation in 12 wedding ceremonies, and social media content analysis. Results reveal three main transformation patterns: (1) digital spectacularization—rituals adapted for social media consumption; (2) reflective selectivity—young couples actively choosing which traditional elements to retain; and (3) procedural hybridization—the integration of customary procedures with contemporary elements. These transformations are colored by intergenerational contestation that generally ends in compromise between demands for customary completeness and the aesthetic preferences of the younger generation. The study concludes that this transformation is not merely a loss of tradition, but a creative form of identity negotiation in which the Bugis-Makassar community actively reconstructs the meaning of siri' (self-esteem/dignity) and pesse (solidarity) within the changed socio-cultural landscape. The findings imply the need for cultural preservation policies that understand change as inherent to living culture, and open avenues for longitudinal studies on the intergenerational transmission of cultural values.

Nauroh Nurhumaida; Sinta Nuraini; Dhea Andaresta

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This study aims to describe the implementation of Islamic school culture in shaping the religious character of students at SMK Islam Insan Mulia. The research employed a descriptive qualitative approach based on interview transcripts with three students from different vocational programs, namely Mechanical Engineering, Accounting, and Culinary Arts. Data were analyzed through data condensation, thematic coding, data presentation, and interpretive conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of students’ experiences. The findings indicate that Islamic school culture is implemented through religious routines, student discipline, teacher guidance, ethical vocational learning, and the development of a clean and orderly school environment. These practices contribute to the formation of religious character, which is reflected in students’ worship awareness, moral responsibility, honesty in learning, discipline, cooperation, and future orientation. The study also identified several challenges, including limited student independence, peer dependence in group assignments, and the gradual development of facilities in a new vocational program. These findings suggest that Islamic school culture needs to be managed consistently through habituation, teacher role modeling, continuous monitoring, and integration with vocational competencies. The study implies that strengthening Islamic school culture can support both religious character formation and vocational readiness among students.

Ulzana Nurlian Nawa; Nawir Yuslem; Ardiansyah Ardiansyah

Student Research Journal 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study is motivated by the rapid proliferation of hadith dissemination in the digital era, which has Living hadith in a socio-cultural context is a contemporary approach in hadith studies that emphasizes how the traditions of Prophet Muhammad SAW are practiced, internalized, and brought to life within society. This study does not only focus on textual aspects such as sanad (chain of transmission) and matn (text), but also on its practical manifestations in the form of traditions, rituals, and local culture. This paper aims to analyze the epistemology of living hadith, examine the theoretical frameworks utilized, and observe its relevance in modern society, particularly within Muslim communities. The research method employed is qualitative with a descriptive-analytical approach based on a literature review. The findings indicate that living hadith serves as a bridge between normative texts and dynamic empirical reality. In practice, living hadith manifests in oral traditions such as lectures and religious advice, written traditions like hadith calligraphy, and practical traditions like tahlilan and grave visitation (ziarah kubur). Thus, living hadith allows Islamic teachings to remain contextual, adaptive, and relevant in facing modern socio-cultural transformations.

Ayu Mei Sinta Miranda; Ganes Gunansyah

The low creative thinking skills of students in learning Social Science (IPS) in elementary school, especially in the aspect of originality, is the background of this research. This research aims to find out the influence of Augmented Reality-based interactive cultural map media on the creative thinking skills of primary school grade IV students. This research uses a quantitative approach with a one group pretest-posttest design. The research subjects were 35 grade IV students at one of the elementary schools in Gresik who were selected with a saturated sampling technique. A research instrument in the form of a description test that measures creative thinking skills based on four aspects, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration. Data analysis was carried out using the normality test and the paired t test. The research results show that there is an average increase in the student's creative thinking skills score from 9.31 in the pretest to 12.80 in the posttest. The t test results show a significant difference between before and after treatment. These findings show that Augmented Reality-based interactive cultural map media has a positive effect on students' creative thinking skills. The implication of this research is that Augmented Reality-based media can be used as an alternative to IPS learning innovation in elementary schools to improve students' creative thinking skills in 21st century learning.

Faza Khilwan Amna; Sandu, Yulius Virlando; Mayang, Setyani

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kepuasan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan radiologi yang berperan dalam menunjang diagnosis dan keputusan klinis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kepuasan pasien terhadap pelayanan Instalasi Radiologi Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan data sekunder survei kepuasan pasien Bulan Januari – Maret 2026. Sampel penelitian adalah 202 responden yang menerima pelayanan radiologi. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, persentase, rerata skor dan indeks kepuasan terkonversi. Hasil penelitian menunjukkan rerata kepuasan keseluruhan sebesar 3,53 dari skala 4,00 atau indeks 88,17. Nilai tertinggi terdapat pada perilaku petugas yang ramah, sopan, salam, senyum, dan empati (rerata 3,65; indeks 91,21), diikuti kompetensi tenaga kesehatan (rerata 3,57; indeks 89,23). Nilai terendah terdapat pada kewajaran biaya pelayanan (rerata 3,41; indeks 85,27), namun tetap berada pada persepsi positif. Pelayanan radiologi dipersepsikan baik oleh pasien, terutama pada aspek interpersonal dan kompetensi profesional. Perbaikan berkelanjutan perlu difokuskan pada budaya pelayanan Islami, waktu tunggu, penanganan keluhan, dan komunikasi biaya.

Jaenal Untung; Hendri Sucipto; Slamet Bambang Riono; Dumadi Dumadi

JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

This study aims: 1) To determine and analyze the influence of Digital Service Quality on public satisfaction 2) To determine and analyze the influence of Employee Competence on public satisfaction 3) To determine and analyze the influence of Service Culture on public satisfaction 4) To determine and analyze the influence of Digital Service Quality, Employee Competence, and Service Culture simultaneously on public satisfaction. The type of research used in this study is a quantitative approach, this study has a population of 7076 with a sample of 99 respondents. Based on the analysis and discussion, it can be concluded that H1: Digital Service Quality has a positive and significant effect on Public Satisfaction at the DPMPTSP Public Service Mall in Brebes Regency with a t-count of 2.257 > 1.984 and significant, H2: Employee Competence has no effect and is not significant on Public Satisfaction at the DPMPTSP Public Service Mall in Brebes Regency with a t-count of 0.569 < 1.984 and a significant value of 0.571 > 0.05, H3: Service Culture has a positive and significant effect on Public Satisfaction at the DPMPTSP Public Service Mall in Brebes Regency with a t-count of 3.391 > 1.984 and significant, H4: Digital Service Quality, Employee Competence, and Service Culture simultaneously have a positive and significant effect on Public Satisfaction with an F-count of > F-table (8.350 > 2.696) and a significant value of 0.000 < 0.05. The coefficient of determination (Adjusted R Square) is 0.612, meaning that the variables Digital Service Quality, Employee Competence, and Service Culture collectively influence customer satisfaction by 61.2%.

Asri Muhammad; Muhammad Ilham Wardhana Haeruddin; Zainal Ruma; Uhud Darmawan Natsir; Widhi Nugraha Sumiharja Darmawinata

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan budaya kerja terhadap kepuasan kerja pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gowa. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas pegawai, khususnya dalam instansi pemerintah yang berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gowa dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert, serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Budaya kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Secara simultan, disiplin kerja dan budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gowa. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat disiplin kerja dan semakin baik budaya kerja yang diterapkan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Fitria Alha; Nasuhaidi Nasuhaidi; Aditya Romadhon; Dimas Subekti

Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This study aims to analyze the political culture of the community in supporting the implementation of social assistance programs in Rantau Indah Village, Tanjung Jabung Timur Regency. This research employed a descriptive qualitative approach to understand community political culture through cognitive, affective, and evaluative orientations toward social assistance programs. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving village officials, RT/RW leaders, and social assistance beneficiaries. The findings indicate that community political culture plays an important role in supporting the implementation of social assistance programs. In the cognitive aspect, most people understand the existence and objectives of social assistance, although some still have limited understanding of beneficiary criteria. In the affective aspect, the community shows trust in village officials despite perceptions of inequality in aid distribution. Meanwhile, the evaluative aspect reflects community participation in supervision and feedback. Overall, community political culture tends to be participatory in supporting social assistance implementation. The study also reveals that transparent communication, active community involvement, and accountability of village authorities contribute significantly to strengthening public trust and improving the effectiveness of program implementation. Community participation in monitoring and evaluating the distribution process helps minimize potential conflicts and encourages greater transparency. These findings suggest that strengthening political awareness, enhancing public access to information, and promoting participatory governance are essential to ensure that social assistance programs are implemented fairly, effectively, and sustainably while improving community welfare and reinforcing good local governance practices.

Karimuna, Siti Rabbani; Indri, Gracia; Inun; Nurzana; Ocin

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kebersihan lingkungan kampus merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana akademik yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Namun, perilaku membuang sampah sembarangan masih sering ditemukan sehingga mencerminkan rendahnya kesadaran lingkungan dan kepatuhan mahasiswa dalam menjaga kebersihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesadaran lingkungan dengan kepatuhan mahasiswa dalam membuang sampah pada tempatnya di Kampus Universitas Halu Oleo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 mahasiswa yang dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (81%), berusia 20 tahun (37%), dan berasal dari semester 6 (63%). Sebagian besar responden memiliki tingkat kesadaran lingkungan yang sangat baik (72%), kepatuhan membuang sampah pada tempatnya yang sangat baik (78%), serta menilai faktor lingkungan kampus berperan dalam mendukung pengelolaan sampah (53%). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik cenderung memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dalam membuang sampah pada tempatnya. Kesimpulannya, kesadaran lingkungan berperan penting dalam membentuk perilaku mahasiswa untuk menjaga kebersihan kampus. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lingkungan yang berkelanjutan, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, serta penguatan kebijakan kampus guna meningkatkan budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa.