SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 40

Analytics

Fatieli Halawa; Yeremia Hia

Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This PKM examines the transformation of traditional burial practices in Terusan Village, Ketapang Regency, West Kalimantan, in light of 1 Timothy 6:7. The local community has a tradition of accompanying and placing all the personal belongings of the deceased on the grave as a form of respect and the belief that the deceased's spirit needs these items to prevent them from returning angry. This belief is reinforced by the community's past spiritual experiences, including the testimony of traditional leaders about dreams in which the deceased's spirit asks for their belongings. Using a theological and anthropological approach, this PKM assesses this tradition in relation to the biblical teaching that humans bring nothing into or out of the world. Using theories from theologians and anthropologists, this PKM formulates a dialogical, inculturative, and transformative spiritual development strategy, so that local culture can be guided without experiencing rejection. This PKM concludes that changes in burial practices must be carried out with a pastoral approach that emphasizes the value of spiritual wealth, the hope of resurrection, and an understanding of death in Christ. Thus, local traditions are not erased, but are guided toward new meanings that align with God's Word, leading the community from cultural heritage to genuine spiritual transformation.

Annisa Nurul Ramadhani; Yunus Karyanto

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Salah satu jenis kuliner yang banyak digemari masyarakat adalah kue kering. Kastengel, sebagai salah satu jenis kue kering warisan Belanda. Kastengel adalah salah satu jenis kue kering yang populer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan keju dangke terhadap hasil jadi produk kastangel ditinjau dari uji organoleptic meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa, serta daya terima masyarakat terhadap olahan produk kastangel dengan tambahan keju dangke. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan konsentrasi keju dangke, yaitu 50%, 100%, dan 150% dari jumlah keju yang digunakan dalam resep standar.Data diperoleh melalui uji organoleptik oleh panelis terhadap lima parameter: rasa, aroma, tekstur luar,tekstur dalam dan warna. Selain itu, dilakukan uji daya terima untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap produk. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap masing-masing parameter yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Penambahan keju dangke memberikan pengaruh yang signifikan (p < 0,05) terhadap parameter rasa dan aroma, namun tidak signifikan terhadap tekstur dan warna. 2). Perlakuan dengan penambahan keju dangke 100% merupakan yang paling disukai berdasarkan hasil uji daya terima masyarakat, dengan skor rata-rata tertinggi pada semua parameter.

Candrakristawan, Wisnu Aditya; Noventari, Widya; Setyaningsih, Nunung; Utama, Annisa Eka; Famelia, Alina Azka +3 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Era digital membawa tantangan sekaligus peluang dalam pelestarian budaya lokal. Desa Ngaru-Aru, yang kaya akan warisan budaya seperti Tari Topeng Ireng, menghadapi kendala dalam promosi budaya akibat kurangnya dokumentasi dan media digital yang representatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan website bundaru.com sebagai media edukasi dan promosi seni budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan FGD dengan pihak-pihak yang terkait. Hasil dari kegiatan ini meliputi peningkatan literasi digital, partisipasi aktif generasi muda, penguatan identitas budaya melalui platform digital dan sarana promosi kebudayaan. Website ini tidak hanya menyajikan informasi tentang sejarah dan filosofi Tari Topeng Ireng, tetapi juga menyediakan galeri, jadwal acara, profil komunitas seni lokal dan kontak dari setiap komunitas atau penggiat seni. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi strategi efektif dalam pelestarian budaya, sekaligus memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi desa berbasis budaya.

Syafa Ayunda Putri; Nurma Yuwita

Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

The Sea Picking Tradition is a cultural ritual of the coastal community in Jatirejo Village, Lekok District, Pasuruan Regency, which is held annually as a form of gratitude for marine products. Amidst the current of modernization, this tradition has an important meaning in preserving local wisdom and cultural heritage of coastal communities. This study aims to understand the symbolic meaning contained in the series of Sea Picking Tradition processions and examine its role as a form of local wisdom in maintaining community identity and solidarity. Cultural symbols displayed through offerings, decorated boats, traditional clothing, collective prayers, and other socio-cultural activities are seen as having deep meanings that represent the relationship between humans with nature, each other, and the Creator. The research method used is a qualitative approach with descriptive methods and symbolic interaction analysis. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed to uncover the hidden meanings in cultural symbols. The results show that the symbols in the Sea Picking Tradition form collective meanings that strengthen individual self-concept, social relations, and ecological awareness of coastal communities. This tradition serves as a means of strengthening social solidarity, solidifying local cultural identity, and preserving spiritual values ​​and local wisdom amidst the challenges of modernization. Thus, the Petik Laut tradition serves not only as a ritual of gratitude but also as a cultural heritage that must be preserved to maintain the social, cultural, and spiritual values ​​of coastal communities.

Ayu Miranti Kusumaningrum; Setiyowati

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Putusan Nomor 188/Pdt.G/2013/PN.Smg terkait kasus surat wasiat yang disusun oleh Kho Bing Nio di hadapan notaris dinyatakan tidak sah karena melanggar hak mutlak ahli waris ab intestato. Ahli waris testamentair bersikukuh mempertahankan isi wasiat dan menolak memberikan bagian warisan yang seharusnya menjadi hak ahli waris ab intestato. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis testamen yang dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Semarang, pertimbangan hakim, dan akibat hukum atas testamen yang dibatalkan dalam Putusan 188/Pdt.G/2013/PN.Smg. Rumusan masalah dalam penelitian ini : 1) Mengapa testamen dapat dibatalkan oleh Pengadilan? 2) Apakah yang menjadi pertimbangan hakim dalam Putusan 188//Pdt.G/2013/PN.Smg? 3) Apakah akibat hukum testamen yang dibatalkan menurut Putusan 188//Pdt.G/2013/PN.Smg? Metode penelitian ini termasuk yuridis normative dengan pendekatan undang-undang dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Testamen dibatalkan oleh Pengadilan melalui putusan Pengadilan Negeri Semarang menyatakan batal demi hukum testamen yang dibuat berdasarkan Akta Nomor 9 tanggal 6 Maret 1999 dan Akta Nomor 1 tanggal 29 Desember 2003 karena bertentangan dengan Pasal 913 KUH.Perdata dan Pasal 881 ayat (2) KUH.Perdata. (2) Hakim memutuskan untuk dilakukan inkorting dalam menerapkan ketentuan Pasal 920 KUHPerdata serta untuk memenuhi rasa keadilan pihak penerima hibah wasiat dan legitimaris (3) Dengan dibatalkannya testamen, ketentuan atau hak penerima testamen menjadi hilang karena dengan dibatalkannya testamen maka peristiwa hukum tersebut menjadi tidak ada. Terlebih alasan pembatalan testamen dikarenakan bagiannya melanggar bagian legitime portie sehingga hakim memutuskan bahwa Para Penggugat dan Tergugat I berhak atas bagian yang sama atas objek sengketa masing-masing 1/5 bagian.

Anggun Mayang Sari; Sri Subekti

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Sumber data utama penelitian ini adalah data primer dengan proses pengumpulan data studi kepustakaan dan dokumen. Metode analisis data menggunakan metode analisis hukum, yaitu suatu analisis yang menggunakan teori, prinsip, kaidah hukum untuk menemukan sebuah petunjuk. Perlindungan hukum bagi ahli waris terhadap harta warisan yang dikuasai oleh salah ahli waris. Pasal 832 dan pasal 833 Kitab Undang- undang Hukum Perdata yang menyatakan para ahli waris dengan sendirinya mendapatkan hak milik atas semua barang dari orang yang meninggal, sehingga ahli waris yang mempunyai hak yang ada pada harta warisan. Namun harta waris tersebut dikuasai oleh salah satu pihak jadi harus mendapatkan perlindungan hukum secara preventif terhadap objek warisan yang kuasai tanpa sepengetahuannya dan mengakibatkan kerugian untuk ahli waris yang lain. Bahwa dasar pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor: 10/Pdt.G/2020/PN.Skt. Dalam menyelesaikan perkara sengketa harta waris ini telah sepadan dengan peraturan hukum dan perundang-undangan hukum perdata yang berlaku dan hakim memutus suatu perkara berdasarkan pada bukti- bukti selama persidangan. Akibat hukum yang timbul pada Putusan Nomor:10/Pdt.G/2020/PN.Skt merupakan persengketaan secara melawan hak merupakan tindakan melawan hukum yang menyebabkan kerugian kepada Para Penggugat, oleh sebab itu telah benar bahwa hakim menjatuhkan hukuman kepada Tergugat guna membayar biaya perkara untuk seluruhnya dan menyerahkan obyek sengketa beserta sertifikat hak milik untuk kemudian dibagi menurut perundang-undangan yaitu diantara Para Penggugat dan Tergugat mendapatkan separuh bagian dari pada total keseluruhan warisan atau obJek persengketaan.

Isnaini Putri Az-Zahra; Syairul Bahar; Meicca Javanisa Utami; Mutiara Cinta; Mutiara Cinta4, Naila Azzahra +2 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study discusses the symbolic meaning of Lipaq Saqbe as a social identity of the Mandar Tribe. This traditional clothing not only functions as a cultural identity but also has a deep symbolic meaning and reflects the values ​​of the Mandar people. This study uses qualitative descriptive methods and Malinowski's functionalist theory to understand the social and cultural functions of Lipaq Saqbe clothing. The results of the study indicate that the motifs and colors of Lipaq Saqbe have certain meanings related to social status and personal identity. In addition, the use of this traditional clothing in various traditional ceremonies shows its important role in preserving culture. The Mandar Tribe has adapted to the development of the times while maintaining the authenticity of its traditional motifs, making Lipaq Saqbe a symbol of their living cultural heritage. This study is expected to contribute to the understanding of socio-cultural dynamics in Indonesia, especially in West Sulawesi.

Wihan Aria Tinandi; Trisiana, Anita; Wartoyo, Wartoyo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini untuk: 1) Untuk mengetahui peran industri rumahan alkohol sebagai upaya penguatan identitas daerah serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa Bekonang kabupaten Sukoharjo; 2) Untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat di industri rumahan alkohol sebagai upaya penguatan identitas daerah serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa Bekonang kabupaten Sukoharjo; 3) Untuk menganalisis upaya pelaksanaan industri rumahan alkohol sebagai upaya penguatan identitas daerah serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa Bekonang kabupaten Sukoharjo. Bentuk penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Strategi penelitian ini menggunakan strategi studi kasus. Subjek dalam penelitian ini antara lain pemilik industri rumahan alkohol, masyarakat Desa Bekonang, dan Kelurahan Desa Bekonang. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan model model analisis interaktif. Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Industri rumahan alkohol di Bekonang, Sukoharjo, memperkuat identitas daerah dan meningkatkan kesejahteraan melalui tradisi, lapangan kerja, dan ekonomi desa; 2) Faktor pendukungnya adalah warisan budaya, bahan baku, keahlian, dukungan pemerintah, dan akses pasar. Hambatannya termasuk regulasi, persaingan, pemasaran, perilaku konsumen, serta keterbatasan modal dan infrastruktur; 3) Upaya pelaksanaan industri rumahan alkohol yaitu Kolaborasi pemerintah, produsen, dan masyarakat meningkatkan kualitas produk, pelatihan, dan memanfaatkan pasar.

Laila Haniatun Nasikah

Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Traditional Indonesian architecture is a cultural heritage that includes deep aesthetic, social and functional values. Limasan houses, as a form of traditional Javanese architecture, have become a symbol of cultural wealth and ancestral heritage that is rich in historical and philosophical values. Limasan houses can still be found in several rural areas, one of which is in Sojomerto Village, Kendal Regency, Central Java. Even though modern architecture has developed rapidly amidst rapid modernization, preserving Limasan houses faces various challenges, both from an economic, cultural and environmental perspective. The research used field observation methods, interviews with local residents, and literature study. The research results show that despite facing the challenges of contemporary developments, Rumah Limasan in Sojomerto still shows its existence as a cultural identity and reflects a balance between ancestral heritage and modern needs.

Friska Bella Ananda; Hendi Thamrin

Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

This guidebook is designed to introduce the culinary delights of Pasar Lama Tangerang to young adults aged 17-25 who may have a limited appreciation for culinary heritage due to a lack of informative media about Pasar Lama Tangerang's cuisine. The author has crafted the guidebook to be unique and engaging, providing various types of information. Additionally, the book offers an interactive element for readers, who can participate in a contest scheduled at specific times by placing stickers in the book once they have tried 50 different foods listed. The research methodology employs a qualitative approach, aiming to describe and obtain detailed data from field results, yielding in-depth and contextual insights. This research utilizes data collection methods such as interviews, questionnaires, direct observations of the research site, and literature searches for relevant journals and articles. The design methodology adopts the design thinking approach to find solutions through creative thinking, with iterative processes to address failures and create innovative work. The visual concept of the guidebook features a simple yet modern and cool design, supported by semi-realistic illustrations to enhance its appeal. The guidebook is expected to effectively convey information and broaden readers' knowledge about the culinary offerings of Pasar Lama Tangerang.  

Gumilar Ari Wijanarko; Dilla Pravita; Isidorus Oky Suhardiya

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Preserving cultural heritage is an important aspect in maintaining the identity of a society. Especially in Aceh, cultural heritage in the form of vocal music groups has high historical and aesthetic value. This research explores how video media can be used effectively in group vocal learning to strengthen understanding and maintenance of Aceh's cultural heritage. This research method involves an analysis of the use of video media in the context of learning Acehnese traditional group vocal music, with a focus on its influence on understanding and appreciation of this cultural heritage. The results of the research show that the use of video media is able to improve the quality of group vocal learning and expand the reach of knowledge about Aceh's cultural heritage among the younger generation. The implication of this research is the importance of integrating modern media in efforts to preserve and develop local cultural heritage in this digital era.    

Nalendra Bani Putratama; Sri Mulyani

Jurnal Akta Notaris 2024 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Seorang pencari keadilan melakukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi untuk uji materi Pasal 6, Pasal 14 ayat (3), Pasal 20 ayat (1), Pasal 20 ayat (2) dan Pasal 21 dari Pasal 20 Ayat (2) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah terhadap UUD-1945 dengan Nomor 10/PUU XIX/2021, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis: 1)Bagaimana perlindungan hukum Kreditur Atas Hak Tanggungan Dalam Perjanjian Kredit Bank (Studi Pada Putusan Mahkamah Konstitusi No. 10/PU-XIX/2021) ? 2) Bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam menjatuhkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 10/PUU-XIX/2021 ? 3) Apa saja hambatan dalam perlindungan hukum Kreditur Atas Hak Tanggungan Dalam Perjanjian Kredit Bank serta solusinya ? Penelitian ini menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif. Spesifkasi penelitian yang dipakai adalah deskriptif analitis. Pengumpulan data menggunakan studi dokumen. Dari penelitian yang dilakukan, penulis mendapatkan hasil sebagai berikut : 1) Bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada kreditur menurut Undang-Undang berupa Akta atau Perjanjian Kredit di bawah tangan dan Akta atau Perjanjian Kredit autentik. 2) Hakim Mahkamah Konstitusi dalam menjatuhkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 10/PUU-XIX/2021 permohonan Pemohon untuk menguji konstitusionalitas norma undang-undang, in casu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah terhadap UUD 1945 maka Mahkamah berwenang mengadili permohonan a quo. 3) Hambatan dalam Eksekusi Hak Tanggungan adalah meliputi hambatan yuridis dan non yuridis, Upaya pemecahan hambatan yuridis dilakukan menurut ketentuan hukum yang ada, hambatan non yuridis upaya pemecahannya dengan melakukan koordinasi antara pihak-pihak terkait dan menambah aparat keamanan.

Della Puji Astuti; Setiyowati

Jurnal Akta Notaris 2024 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Permasalahan tentang waris sering muncul saat akan dilakukan pembagian harta warisan salah satunya apabila terdapat ahli waris yang merupakan anak yang tidak cakap hukum. Masalah warisan telah menjadi sebuah permasalahan dalam masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Sebagai masyarakat tentunya kita akan berpegang teguh pada aturan maupun ketentuan hukum mengenai waris seperti ketentuan Hukum Perdata (B.W.) khususnya menyangkut permasalahan Hukum Waris. Di dalam suatu peraturan perundang-undangan anak yang tidak cakap hukum semestinya memiliki kedudukan hukum yang sama dengan para ahli waris lainnya selama memiliki hubungan pewarisan terhadapnya, dan memiliki kedudukan sebagai ahli waris terhadap ayah dan/atau ibunya atau sebagai ahli waris pengganti orang tuanya, sehingga perlindungan hukum yang di berikan kepada anakyang tidak cakap hukum telah diatur dalam peraturan perundang – undangan. Kedudukan anak yang tidak cakap hukum dalam pembagian harta waris merupakan hak yang tidak dapat dihilangkan atau di gantikan selama anak tersebut masih hidup, sehingga tidak ada alasan yang  dapat digunakan untuk tidak memberikan hak atas anak yang tidak cakap hukum.Apabila si anak tidak dapat melakukan suatu perbuatan hukum maka orang tuanya yang diberi kekuasaan untuk menjalankan kekuasaan sebagai orang tua untuk dapat mewakili anak yang tidak cakap hukum dalam melakukan perbuatan hukum di dalam maupun di luar persidangan. Orang tua yang di berikan kekuasaan sebagai pelaksana kekuasaan orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan menjamin harta anak tidak cakap hukum untuk tidak dialihkan kepada pihak lain dalam bentuk apa pun sebelum anak yang tidak cakap hukum dinyatakan mampu mengelolanya sendiri dan dinyatakan cakap oleh hukum.

Wisnu Aji; Tiara Putri Maulida; Yuzicha Nindia Safira Revizal; Adil Fihukmi Farqi

Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Can Macanan Kaddhuk is a traditional art typical of the Jember region, East Java. The creation of this art has become the sole meaning of Jember culture, which has its own story and has gained public legitimacy for this local culture. Events exist from the founder's subjective composition which continues to be passed down to legitimize society. This art also characterizes itself as an acculturation of several cultures around its region. So, it is very interesting that the presence of its founder at the beginning of the emergence of social culture made the beliefs dominant among each group. Moreover, the development of this culture has a very unique style, representing every art activist's interpretation. The expression of symbolic meaning and aesthetic value in the art of Can Macanan Kaddhuk requires encouragement in the post-modern world in terms of art, so the research uses a qualitative approach with appropriate methods. The results of this research show that it is not only focused on its function, namely as entertainment, but is intended as a medium for conveying the moral and spiritual messages contained therein.

Siti Mariyam; Anggraeni Endah Kusumaningrum; Rr. Widyorini Indriasti W; Retno Mawarini Sukmariningsih; Agus Wibowo +5 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel ini merupakan penyajian yang didasarkan pada pengabdian kepada masyarakat, dimana artikel ini memiliki maksud untuk menganalisis bagaimana kondisi saat ini atas pemanfaatan  teknologi  informasi  dalam  upaya pengenalan serta pemasaran  produk  batik  di wilayah Kabupaten Batang. Pengabdian ini dilaksanakan dengan dasar pemikiran bahwa batik merupakan warisan budaya Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan derajat ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Batang yang Sebagian masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pengrajin batik. Demi mendukung eksistensi pengerajin batik maka sudah sepatutnya pengerajin batik di Kabupaten Batang mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam pengenalan dan pemasaran produk yang dihasilkan agar mampu bersaing baik di level lokal maupun internasional. Pengabdian ini akan mencoba memberikan kontribusi nyata bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang dapat dilakukan oleh para pengrajin dalam mengenalkan dan mempromosikan bati di Kabupaten Batang, dengan memanfaatkan teknologi informasi yang sedang popular saat ini seperti teknologi media sosial, website, konten digital, digital advertising, dan memanfaatkan influencer lokal dan nasional dalam membantu memasarkan produk yang dihasilkan oleh pengerajin. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat sedikit memberikan sumbangsih pengetahuan dan menambah wawasan bagi para pengerajin untuk mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam mengenalkan dan mempromosikan produk batik Kabupaten Batang agar tetap eksis di era yang serba digital saat ini.

Retno Mawarini Sukmariningsih; Hadi Karyono; Jady Zaidi Hassim

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Batik tulis merupakan batik yang teknik pembuatan paling tertua dan paling tradisional yang ada di Indonesia. Hal ini karena teknik pembuatan batik tulis khususnya dilakukan secara manual dengan menggunakan canting dan malam.  Eksistensi batik sudah dikenal luas baik lokal maupun mancanegara. Bahkan, pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda. Pengabdian masyarakat ini focus dalam upaya menumbuh kembangkan eksistensi UMKM batik tulis tradisional di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang bersama Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi Fakultas Hukum UNTAG Semarang serta Fakultas Hukum Universiti Kebangsaan Malaysia. Metode pengabdian masyarakat dengan penyuluhan hukum dan diskusi. Hasil penyuluhan hukum didapat kesadaran bagaimana pelaku pengrajin batik tradisional semakin lebih paham tentang keamanan transaksi bisnis batik baik secara Nasional maupun Internasional serta pentingnya peran sinergis Pemerintahn Daerah, Perguruan Tinggi serta Perbank kan dalam upaya menumbuh kembangkan pelaku pembatik tulis tradisional lebih eksis dan mendunia.

Muhammad Hanif Syofwan; Eko Purnomo

Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Teenagers, especially in West Sumatra, do not know about kerambit as a traditional weapon originating from West Sumatra. Even though the kerambit itself was used by the US army as a military weapon, its origins were not really known by the West Sumatran teenagers themselves. This is the result of teenagers' lack of curiosity about history and a lack of media that can attract their attention. The aim of designing this 2D animation is to foster teenagers' interest in studying history with new media and provide education about kerambit and its history through 2D animation media by utilizing social media as promotional media. The method used in this design is the 4D method, which consists of define, design, develop and disseminate. Using the 5W+1H data analysis method. This design produces main media in the form of 2D animated videos, and supporting media in the form of t-shirts, printed posters, stickers, social media content, Acrylic stands, and x-banners.

Firmansyah, Andre; Tumimomor, Anthony Y.M.

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2024 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Keris merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan, dan dikenalkan untuk generasi sekarang. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, ditemukan data bahwa masih adanya masyarakat Surakarta yang beranggapan bahwa keris hanya digunakan sebagai pajangan atau jimat yang masih disangkut-pautkan dengan hal-hal yang berkaitan mistis.  Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat akan pengetahuan tentang keris dan adanya perbedaan antara keris dalam keraton dan luar keraton Surakarta masih sangat minim di masyarakat. Sehingga perlu adanya media informasi yang mampu memperkenalkan dan memberikan informasi mengenai keris Keraton dan perbedaan keris ini dengan keris luar Keraton melalui media audio visual, salah satunya adalah film dokumenter. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dan strategi linier dalam proses perancangan film dokumenter, sehingga diharapkan mampu menghasilkan media informasi audio visual yang dapat memberikan pengenalan secara detail dan aktual mengenai detail keris dalam keraton dan perbedaanya dengan keris luar keraton kepada masyarakat Surakarta secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum.

Surya Sevi Wijayanna

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The traditional food and beverage industry in Medan, Indonesia, is undergoing significant changes as Industry 5.0 technology becomes more integrated. This research explores the impact of this transformation through data analysis from 143 traditional culinary businesses. The focus is on evaluating the extent to which Industry 5.0 has been adopted, identifying factors that drive or hinder its adoption, and analyzing how this affects business operations and customer experiences. We utilized Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) to examine the relationship between business characteristics, workforce readiness, Industry 5.0 adoption, and its implications for operational and customer experiences. We used descriptive statistics to understand demographic and technological profiles, while measurement model evaluation demonstrated the validity and reliability of our survey. Path analysis and bootstrap analysis were employed to confirm relationships, while fit model evaluation, R², and Q² provided insights into overall model robustness. Our findings contribute to academic knowledge, provide guidance for business owners in making strategic decisions, and establish standards for future research on Industry 5.0 adoption in the traditional sector.

Muhammad Yusrul Falakh; Setiyowati

Jurnal Akta Notaris 2023 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Harta Bersama dalam perkawinan adalah Harta yang didapat secara Bersama – sama maupun sendiri dalam ikatan perkawinan oleh Suami maupun dan Istri, dalam kasus a quo terjadi suatu peristiwa hukum dimana Istri ( Tergugat ) membeli tanah tanah dari Ayahnya dengan bukti AJB tertanggal 2008. Dimana pernikahan antara Penggugat ( Suami ) dan Istri ( Tergugat ) terjadi pada tahun 1999. Bahwa karena AJB tidak terdapat kwitansi jual beli dan penerimaan uang dari Tergugat ( Istri) kepada Ayahnya ( Penjual ), maka hakim menilai itu adalah hibah dan tidak dapat dianggap sebagai Harta Bersama. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pengaturan harta bersama dalam Undang – Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan?  Bagaimana Pertimbangan Hakim terhadap Putusan 0541/Plt.G/2013/PA.Kra terkait Harta Pemberian Orang Tua kepada Anak melalui Jual Beli ? Bagaimana Akibat Hukum terhadap Putusan 0541/Plt.G/2013/PA.Kra terkait Harta Pemberian Orang Tua kepada Anak melalui Jual Beli ?. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Hasil Penelitian ini adalah UU Perkawinan menyatakan bahwa harta warisan tidak dapat dialihkan atau diubah menjadi harta bersama tanpa adanya perjanjian perkawinan terlebih dahulu antara suami dan istri. Sebab, harta diperoleh dari hasil kerja keras satu pihak dan hadiah dari pihak lain. Dalam kasus di Pengadilan Agama Karanganyar, bukti menunjukkan adanya proses jual beli dalam pernikahan. Namun majelis hakim menetapkan tidak ada keuntungan bersama dalam proses tersebut dan tanah serta dua bangunan tersebut bukan merupakan milik bersama. Keputusan tersebut dinilai sejalan dengan keadilan substantif dan hukum progresif yang mengedepankan moral, etika, dan agama. Kasus ini menyoroti pentingnya pluralisme hukum dalam menangani nilai-nilai masyarakat dan hati nurani.