Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 124

Analytics

Aan Gunawan; Ridho Hidayah

. Dalam hukum Islam, wakaf berarti menyerahkan sesuatu hak milik yang tahan lama (zatnya) kepada seseorang atau nadzir baik berupa perorangan maupun lembaga, dengan ketentuan bahwa hasilnya digunakan sesuai dengan syari’at Islam. Harta yang telah diwakafkan keluar dari hak milik nazdir/ lembaga pengelola wakaf, tetapi mejadi hak milik Allah S.W.T yang harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Filsafat yang terkandung dari amalan wakaf yaitu menghendaki agar harta wakaf itu tidak boleh hanya dipendam tanpa hasil yang dapat dinikmati oleh mauquf alaih atau pihak yang berhak menerima hasil wakaf. Makin banyak harta hasil wakaf yang dapat dinikmati oleh yang berhak, makin besar pula pahala yang akan mengalir kepada wakif. Selanjutnya persoalan yang menyangkut siapa yang akan melakukan perawatan, pengurusan dan pengelolaan aset wakaf yang dalam istilah fikih dikenal dengan nadzir wakaf, atau mutawalli wakaf termasuk hal yang sangat krusial. Hal itu karena aset wakaf adalah amanah Allah S.W.T yang terletak di tangan nadzir. Oleh sebab itu, nadzir adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap harta wakaf yang dipegangnya, baik terhadap harta wakaf itu sendiri maupun terhadap hasil dan upaya-upaya pengembangannya. Institusionalisasi Nazhir wakaf dapat dilihat pada pengaturan nazhir menjadi nazhir badan hukum, nazhir organisasi dan nazhir perorangan yang akan dibina oleh Badan Wakaf Indonesia. Maka pengembangan harta wakaf di Indonesia didaftar dan diatur oleh suatu lembaga yang khusus menangani wakaf. Salah satu bentuk lembaga yang berkembang di Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia adalah lembaga wakaf produktif. Lembaga ini sudah berdiri dari tahun 1967 dan baru dikembangkan pada tahun 2006. Pada mulanya bentuk wakaf yang berkembang di Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia baru berupa wakaf tanah produktif. Tanah wakaf yang diproduktifkan mulanya seluas 20 Ha. Tanah wakaf tersebut kemudian dikelola dengan ditanami beberapa jenis tanaman seperti karet dan kepala sawit. Selain wakaf berupa tanah yang diproduktifkan, maka berkembang juga layanan wakaf qur’an. Hasil pengelolaan tanah wakaf digunakan untuk membiayai da’i-da’i yang dikirim oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia ke daerah-daerah dengan tujuan syi’ar Islam. Dana-dana yang terkumpul sebagai hasil dari pengelolaan tanah-tanah wakaf yang diproduktifkan sepenuhnya dialokasikan murni untuk kepentingan umat. Selain itu, hasil dari pengelolaan wakaf tersebut juga dialokasikan untuk  pengelola atau nadzir.

Nur Aisyah Qadri Saiful; Nuraeni Octavia

Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study explores the factors influencing coffee cultivation and its impact on farmers' income in Jenetallasa Village. The research applies qualitative methods through semi-structured interviews with 30 coffee farmers and 3 coffee traders. Key factors such as land area, capital, labor, and environmental conditions are analyzed. The findings reveal that these factors significantly influence coffee yield and farmer income. The study highlights the necessity of improving agricultural practices and marketing strategies to enhance farmers' economic stability.

dian, Pramukti; Sri Sularsih Endartiwi; Istika Dwi Kusumaningrum; Novi Wulandari

jurnal ABDIMAS Indonesia 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Dismenore adalah nyeri pada abdomen yang dirasakan sesaat sebelum atau pada saat menstruasi dan mengganggu aktifitas sehari-hari, bahkan sering kali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktifitasnya selama berjam-jam akibat nyeri haid. Latihan fisik dan olahraga akan mengakibatkan pelepasan endoprin, suatu substansi yang diproduksi oleh otak yang ambang rasa nyeri (Prawirohardjo, 2008). Glycine Max L atau sering disebut dengan kedelai merupakan salah satu tanaman jenis kacang-kacangan yang dapat membantu menurunkan nyeri haid. Mengkonsumsi makanan yang terbuat dari kacang kedelai dapat membantu merangsang produksi hormon estrogen saat menstruasi dan mengurangi peradangan serta nyeri menstruasi. Studi Pendahuluan di Trenclass SMA Muhammadiyah Wonosobo dengan wawancara secara langsung kepada 10 santriwati dengan hasil sebagian besar mengalami dismenore dengan skala nyeri ringan 4 snatriwati, skala nyeri sedang 6 santriwati. Ketika sedang dismenore dari 10 orang yang diwawancarai secara langsung mengalami gejala seperti mual, hilang nafsu makan, pusing, pinggang terasa sakit dan ada beberapa santriwati yang sampai tidak bisa menjalani aktivitas sehari-harinya. Penanganan yang biasa diberikan adalah 4 santriwati dengan kompres air hangat dan 6 santriwati lainnya menggunakan obat Pereda nyeri dengan jenis ibuprofen. 

Fani Budi Kartika; Fitri Yani; Tonna Balya; Muhsin Lambok Ilvira; Muhammad Ihsan +2 more

Jurnal Pengabdian Sosial 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service activity aims to develop ornamental plant agribusiness in Bangun Sari Village, Tanjung Morawa District, North Sumatra, through the use of digital technology and increasing understanding of business legality. Bangun Sari Village has great potential in cultivating ornamental plants, but is still limited in terms of using technology for marketing and business management. Therefore, this activity involves training and workshops that focus on the use of social media and e-commerce platforms to expand market reach, as well as providing knowledge regarding the importance of business legality. The results of this activity show that the majority of participants succeeded in adopting digital technology to market their products more efficiently, increase their awareness of the importance of business legality, and expand their market network to outside the region and international markets. Thus, this activity not only improves digital skills, but also encourages significant social change, with agribusiness actors starting to see the potential of ornamental plant agribusiness as a professional and sustainable business. In the future, it is hoped that the application of digital technology in ornamental plant agribusiness will become more widespread, provide new economic opportunities for society, and support the sustainable growth of the agribusiness sector at the local and national levels.

Awaludin Firdaus; Assyira Gapuraning Rahayu; Tri Cahyanto

Tumbuhan : Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian Dan Ilmu Kehutanan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

The katuk plant (Sauropus androgynus) is a herbal plant that has many health benefits. Sauropus androgynus is one of the species of herbal plants that is widely known and spread in various countries, especially the Asian region, including Indonesia. This study aims to investigate the use of katuk leaf plant as an herbal medicine in RW 08 Sindangsari Village, Garut Regency through an ethnobotanical approach and to find out some of the benefits of katuk used as an alternative medicine. Data was taken by purposive sampling and continued with random sampling using electronic media. In data analysis, quantitative and qualitative approaches are used, including calculating Use Values (UV) and Fidelity Level (FL). The results of the study showed that the katuk plant had the highest UV value of 0.87 and FL 66.67% as a breast milk promoter, followed by other benefits, namely as a fever medicine, internal heat, cough medicine and so on. The results of the study showed that the katuk plant had the highest UV value of 0.87 and FL 66.67% as a breast milk promoter, followed by other benefits, namely as a fever medicine, internal heat, cough medicine and so on. The results show that katuk is a crucial plant in traditional medicine used by the residents of RW 08 Sindangsari Village.

Nashwa Intana Putri; Nurin Fatnata; Puput Fuji Aslamiah; Raden Elfa; Rifa Musyaropah +1 more

Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2024 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Vegetative propagation is an effective method for producing high quality plant seeds with similar characteristics to the parent plant. Techniques such as grafting and grafting are used to accelerate growth and increase plant resistance to pests and diseases. The advantages of this method compared to generative propagation include a faster fruiting period and consistency in the aroma and taste of the fruit. This research also highlights the importance of genetic compatibility between rootstock and scion and the use of phytohormones in the success of vegetative propagation techniques. The results show that both techniques can increase plant productivity, speed up fruiting time, and produce plants that are stronger and more adaptive to environmental conditions

Fajar Ramadhan; Tri Cahyanto

Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian 2024 International Forum of Researchers and Lecturers

Medicinal plants are plants that are known to contain beneficial compounds that can prevent, alleviate, or cure diseases. Knowledge about medicinal plants has different characteristics depending on the region. This study aims to document the knowledge of residents of the Legok Hayam Cultural Village, Girimekar Village, Bandung Regency about traditional medicinal plants. The ethnobotanical research method was conducted from September 2024 using semi-structured interviews and observations with measurement parameters of Species Use Value (SUV), Family Use Value (FUV), and Fidelity Level (FL). The research sample used a random sampling technique with a total of 25 respondents. The results identified 25 medicinal plants belonging to 15 families, traditional medicinal plants are often obtained by planting in the yard. The most frequently used medicinal plants are ginger, turmeric, binahong and kencur based on their highest utility value. The Zingiberaceae family has the largest contribution to use. In addition, binahong, kencur, katuk, and ginger plants are widely used to treat certain diseases.

Putu Bagus Adidyana Anugrah Putra; Septian Geges; Oktaviani Enjela Putri; I Made Bayu Artha Pratama

Jurnal Elektronika dan Komputer 2024 STEKOM PRESS

Hydroponic plant cultivation is booming, but stock and sales are hard to predict. Poor prediction can cause farmers to overstock and lose money. This study suggests a framework that uses several machine learning models, including Linear Regression (LR), Random Forest (RF), Decision Tree (DT), and Extreme Gradient Boosting. "Ensemble Learning," which combines these models, should yield more accurate and generalizable results than a single model. This framework is assessed using historical hydroponic plant sales data and related factors like price, weather, and market trends. The model's performance is measured by the difference between predictions and actual values using RMSE and MAE metrics. This framework should improve hydroponic plant stock and sales predictions. Farmers can make better production, inventory, and harvest distribution decisions. Besides reducing financial losses, this reduces food waste and improves food security.

Toiyo, Frandika K.; Fitriyane Lihawa; Dewi Wahyuni K. Baderan

Tumbuhan : Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian Dan Ilmu Kehutanan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman budidaya yang disukai oleh kelompok Macaca hecki di Perkebunan Masyarakat Taluditi, Pohuwato Gorontalo. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi langsung terhadap perilaku makan primata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis tanaman budidaya yang dikonsumsi oleh Macaca hecki, jenis tanaman budidaya paling dominan dikonsumsi adalah jagung (Zea mays) dan kakao (Theobroma cacao). Interaksi antara primata dan praktik pertanian masyarakat berpotensi menimbulkan konflik, sehingga pemahaman mengenai preferensi makanan primata sangat penting untuk mengembangkan strategi budidaya yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi petani dalam memilih tanaman yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga ramah lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati. Kata kunci: Macaca hecki, tanaman budidaya, pertanian berkelanjutan, konflik manusia-satwa liar.

Allifa Khoerurrahmah; Anggi Agustin; Fathin Dhiya Amani; Feby Nurul Asri M; Mohammad Haris Musthofa

Tumbuhan : Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian Dan Ilmu Kehutanan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Vegetative propagation is a crucial technique in horticultural cultivation aimed at improving plant quality and productivity. This study explores budding in citrus (Citrus spp.) and grafting in avocado (Persea americana Mill.) as methods of plant propagation. Budding involves attaching buds from superior varieties to compatible rootstocks, whereas grafting unites scions and rootstocks to obtain desirable traits. The research was conducted at the Horticulture Seed Center, observing the growth and success of plant unions. The results demonstrate that both techniques effectively enhance plant quality, with budding showing faster results in citrus and grafting improving avocado resilience to environmental conditions. This study provides guidance for farmers to select optimal propagation methods tailored to their plants' specific needs.

Syaiful Hasan Abdullah; Zaehol Fatah

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Indonesia, dengan tanahnya yang subur, memiliki potensi besar dalam pertanian, terutama berkat letak geografisnya di wilayah tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi. Kondisi ini mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman secara optimal, menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Salah satu komoditas penting adalah cabai rawit, yang memiliki rasa pedas khas dan sering digunakan sebagai bahan masakan. Selain memberikan rasa pedas yang kuat, cabai rawit juga mempercantik tampilan hidangan dan mampu meningkatkan nafsu makan. Karakteristik ini menjadikan cabai rawit sebagai elemen penting dalam kuliner Indonesia. Cabai rawit adalah salah satu komoditas utama di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian mendalam terkait tingkat produksinya, termasuk upaya mengoptimalkan hasil produksi melalui analisis berbagai faktor yang memengaruhinya. Metode data mining memungkinkan penggalian pola-pola tersembunyi yang menarik dalam kumpulan data. Selain itu, metode ini dapat digunakan untuk mengurangi kesalahan pengguna dalam proses pengolahan data. Salah satu pendekatan data mining yang efektif untuk memetakan atau mengelompokkan data serupa adalah klastering. Klastering memiliki kelebihan unik dibandingkan metode lain karena mampu mengklasifikasikan data tanpa memerlukan pengetahuan awal. Teknik ini membagi data menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kemiripan karakteristik. Ada berbagai algoritma yang digunakan dalam klastering, dan salah satu yang paling populer adalah algoritma K-Means

Syaiful Hasan Abdullah; Zaehol Fatah

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Indonesia, dengan tanahnya yang subur, memiliki potensi besar dalam pertanian, terutama berkat letak geografisnya di wilayah tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi. Kondisi ini mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman secara optimal, menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Salah satu komoditas penting adalah cabai rawit, yang memiliki rasa pedas khas dan sering digunakan sebagai bahan masakan. Selain memberikan rasa pedas yang kuat, cabai rawit juga mempercantik tampilan hidangan dan mampu meningkatkan nafsu makan. Karakteristik ini menjadikan cabai rawit sebagai elemen penting dalam kuliner Indonesia. Cabai rawit adalah salah satu komoditas utama di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian mendalam terkait tingkat produksinya, termasuk upaya mengoptimalkan hasil produksi melalui analisis berbagai faktor yang memengaruhinya. Metode data mining memungkinkan penggalian pola-pola tersembunyi yang menarik dalam kumpulan data. Selain itu, metode ini dapat digunakan untuk mengurangi kesalahan pengguna dalam proses pengolahan data. Salah satu pendekatan data mining yang efektif untuk memetakan atau mengelompokkan data serupa adalah klastering. Klastering memiliki kelebihan unik dibandingkan metode lain karena mampu mengklasifikasikan data tanpa memerlukan pengetahuan awal. Teknik ini membagi data menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kemiripan karakteristik. Ada berbagai algoritma yang digunakan dalam klastering, dan salah satu yang paling populer adalah algoritma K-Means

Wulan Ayu Ningsih; Intan Farhani; Kailla Qothrunnada Qurrota’ayun; Syifa Aulia Rahmawati; Iqbal Mustapha

Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Indonesia is a country rich in useful biodiversity, such as red galangal (Alpinia purpurata K.Schum). The antibacterial and antifungal activity of the compounds isolated from the red galangal rhizome is the beginning of a new innovation to implement the concept on plants. The content of 1,8 sineol and eugenol in it makes red galangal rhizome can be used as a fungicide on lettuce plants. The widespread use of chemical-based pesticides can harm farmers and the environment with repeated exposure and over a long period of time. So biofungicide innovation is needed that can support the concept of Green Chemistry. The purpose of this study is to determine the effectiveness of red galangal rhizome extract as a fungicide on lettuce plants, as well as to analyze and determine under what conditions the fungicide from red galangal rhizome extract is optimal in eradicating Rhizoctonia Solani fungus on lettuce plants. This research was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with 10 treatments. All data were tested for normality followed by homogeneity test and all data were found to be normally distributed and homogeneous. Data were analyzed with parametric statistical tests using one-way ANOVA tests and further tests using Tukey with an error rate of 10% to determine whether there was an effect of the treatment tested on the material. The results of this study indicate that red galangal rhizome extract is effective in eradicating Rhizoctonia Solani fungus on lettuce plants with an optimum concentration of 50%.

Fadillah, hasti; Adinda Tarisyah Hsb; Sriani Sriani

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Tea plantations are an important sector in Indonesia's agricultural industry that contributes significantly to the country's economy. The success of tea cultivation is highly dependent on the quality of the seedlings, making data collection and management of tea seedlings a crucial element. However, the manual data collection process still used at PTPN4 faces various challenges such as recording errors, data loss, and information delays, which will have an impact on operational efficiency and decision making. This study analyzes the application of a web-based information system for data collection of tea seedlings in PTPN4 plantations, with a focus on the provision or stocking of seedlings. The results show that a web-based system using the waterfall method can improve the efficiency, accuracy, and transparency of data management, while facilitating integration between units in the organization. Abstrak. Perkebunan teh merupakan sektor penting dalam industri pertanian di indonesia yang memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi dalam negara. Keberhasilan budidaya tanaman teh sangat bergantung pada kualitas bibit, sehingga pendataan dan pengelolaan bibit teh menjadi elemen krusial. Namun, proses pendataan manual yang masih digunakan di PTPN4 menghadapi berbagai tantangan seperti kesalahan pencatatan, kehilangan data, dan keterlambatan informasi, yang nantinya akan berdampak pada efisiensi operasional dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menganalisis penerapan sistem informasi berbasis web untuk pendataan bibit teh di perkebunan PTPN4, dengan fokus pada penyediaan atau stok terhadap bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis web dengan menggunakan metode waterfall dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, serta transparansi pengelolaan data, sekaligus memfasilitasi integrasi antar unit dalam organisasi.

Rini Puji Astutik; Tomi Ambar Prayitno

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

With the development of an era that increasingly prioritizes technology, the curiosity of a human mind expects technology that can help human work, so it is undeniable that human work can be replaced by technology. This thesis proposal will design a device that can automatically water plants in pots. In plant maintenance, not many people can care for the garden healthily and properly, especially when watering the plants. By making this automatic plant design, it will provide assistance and convenience for ornamental plant lovers. This device aims to facilitate human work that was originally done manually, to be done automatically. By using Arduino Uno as its microcontroller, Soil Moisture Sensor to assess the level of moisture in the soil, as well as motors and Infra Red Sensors to determine the location of the pot that needs water    

James Erick Lumbantoruan

Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

In the era of globalization, technology increases efficiency in various human activities, including plant cultivation. Chili plants require special care, especially in meeting water needs according to ideal soil moisture, which is 30% -50% for chili. Conventional monitoring methods are inefficient because they require a lot of time and energy. A new breakthrough is needed to continuously monitor temperature, air humidity, and soil moisture. The designed tool will be placed in Cipadung Village to monitor soil moisture in chili plants, which require soil moisture that is not too high. This tool facilitates monitoring through the application, allowing automatic and manual watering. Soil moisture stability is also important for tomatoes, so watering can be regulated through the application display. This tool is useful for monitoring soil moisture levels effectively, supporting plant care with stable soil moisture needs, and facilitating the watering process through the application.

Hilwa Kamilatunnuha; Tri Cahyanto

Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

This study discusses the use of beluntas plants (Pluchea indica) as medicinal plants in Bojong Salam Village, Banyuresmi District, Garut. Ethnobotany investigates the interaction between people and plants, particularly in the context of traditional medicine. The people of Bojong Salam Village have long used beluntas plants as medicine to treat body odor, bad breath, back pain, and vaginal discharge. This study involved interviews with 30 respondents using a purposive sampling method. In data analysis, quantitative and qualitative approaches were used, including calculating the Use Value (UV) and Fidelity Level Index (FIC). The results showed that beluntas leaves had the highest UV value of around 0.5 and FIC of around 50% as a medicine for vaginal discharge, followed by other benefits as a medicine to eliminate body odor, bad breath and back pain. The results showed that beluntas is an important plant in traditional medicine used by the people of Bojong Salam Village.

Lathifah Libriyana; Mudji Kuswinarno; Zainiyatul Afifah; Yufita Listiana

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2024 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Pada saat ini jamu yang awalnya hanya sebagai obat tadisional kini mulai berubah menjadi sebuah usaha industri yang terus berkembang. Industri jamu bisa dikembangkan di Indonesia karena  salah satunya didukung dengan adanya fakta bahwa banyaknya tanaman obat yang ada di berbagai daerah di Indonesia kurang lebih sebanyak 30.000 spesies dari jumlah total keseluruhan 40.000 tanaman obat yang ada di dunia. Pulau Madura menjadi salah satu pulau yang cukup terkenal dengan jamu tradisionalnya. Salah satu daerah penghasil jamu di pulau Madura yaitu ada di Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan oleh penulis diketahui bahwa saat ini terdapat penurunan dalam sektor industri jamu yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya minat dan motivasi masyarakat untuk meneruskan usaha jamu tradisional, adanya peratuan menteri kesehatan (PERMENKES) nomor 06 tahun 2012, kebanyakan pemilik usaha jamu pada saat ini sudah berusia tua dan tidak paham mengenai perkembangan digitalisasi yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perencanaan SDM dan motivasi kerja terhadap kinerja pembuat jamu pada industri jamu tradisional di Kabupaten Pamekasan. Sehingga diharapkan nantinya penelitian ini akan dapat membantu industri jamu yang ada di Kabupaten Pamekasan dapat meningkatkan kinerjanya dan mempertahankan eksistensinya.

Nathania Rahadatul ‘Aisy; Tri Cahyanto

Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

The Use of Local Plants in Legok Hayam Cultural Village, Girimekar Village, Cilengkrang District, Bandung Regency for Tali Paranti Traditional Needs. This research aims to explore the community’s knowledge about the use of plants for Tali Paranti traditional activities. Data was collected through open interviews by visiting informants and closed surveys, including the distribution of questionnaires via Google Forms to reach all informants. The results of the study show that Coconut received the highest use value of 0.25, and the Fidelity Level was 25%. Through both qualitative and quantitative methods, this research provides insights into the interaction between the community and plants in the context of local culture.

Dewi Khurun Aini; Soni Setiawan; Manzila Putri Inaaya; Febinnaqiyya

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam hal budidaya aren, meningkatkan luas areal tanaman aren, kualitas bibit, tanaman, dan hasil tanaman, efisiensi biaya pemeliharaan tanaman, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi tanah dan air melalui penanaman tanaman aren. Penanaman aren juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi tanah dan air. Air merupakan kebutuhan vital bagi semua makhluk hidup, dan ketersediaannya sangat bervariasi di setiap daerah. Dukuh Silegok, misalnya, sering mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau, mengakibatkan krisis air yang signifikan bagi warga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial dan alamiah di lapangan. Penelitian ini juga melibatkan sinergi dengan pemerintah desa untuk pengadaan bibit aren dan edukasi masyarakat tentang pentingnya pohon aren dalam konservasi tanah dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pohon aren memiliki manfaat ekologis dan ekonomis yang signifikan, termasuk sebagai tanaman penyeimbang ekosistem yang mampu mencegah erosi. Penanaman pohon aren secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah kekeringan dan meningkatkan ketahanan air di daerah-daerah yang rentan. Dalam jangka panjang, diperlukan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, yang mempertimbangkan perubahan iklim dan pertumbuhan populasi.