Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 25

Analytics

Syadam Arviyoga Pratama

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Main engine merupakan mesin utama pada kapal yang terdiri dari beberapa unit yang berfungsi untuk menggerakkan kapal. Sebelum kapal beroperasi, kondisi main engine harus dipastikan dalam keadaan baik. Untuk memastikan mesin dalam keadaan baik, perlu dilakukan perawatan dan pengujian untuk menjaga keamanan mesin. Pengujian dilakukan menggunakan system safety device yang merupakan salah satu perangkat keamanan yang digunakan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada main engine. Pengujian safety device ini dilakukan untuk memastikan pada saat mesin beroperasi, kecepatan dan suhu dari mesin tersebut dalam kondisi sesuai standard yang sudah ditetapkan agar mesin beroperasi dalam keadaan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan dan keselamatan diesel main engine melalui beberapa tahapan pengujian safety device dengan standard yang sudah ditetapkan oleh perusahaan mesin dan disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan metode pengamatan secara langsung saat proses pengujian. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan pengujian safety device melalui tahapan mulai dari pengujian fresh water temperature, pengujian oil pressure, pengujian oil leaking, pengujian over speed. Dari keempat pengujian tersebut maka didapatkan hasil yang optimal dan aman dalam mengoperasikan mesin induk kapal Tug Boat karena memenuhi persyaratan sistem safety device dari standar maker serta di approve oleh Biro Klasifikasi Indonesia.

Khoirunnissa, Rosiana; Maharani, Putri; Rachma, Yasmin Aulia

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Biji lamtoro mlanding [Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit] memiliki kulit yang keras dan tebal sehingga jarang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Proses perkecambahan biji lamtoro mlanding dilakukan untuk meningkatkan fungsionalitasnya. Perkecambahan dinyatakan berhasil apabila telah muncul radikula dari biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan panjang radikula dan senyawa gizi biji lamtoro mlanding selama perkecambahan. Biji lamtoro mlanding diskarifikasi kemudian dikecambahkan dengan media tisu pada suhu ruang selama 72 hari. Penyinaran dilakukan 8 jam sinar matahari dan 16 jam sinar lampu. Dilakukan pengamatan setiap 24 jam hingga jam ke-72. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial. Data diolah menggunakan ANOVA dibantu dengan aplikasi SPSS pada tingkat kepercayaan 95%. Didapatkan hasil selama proses perkecambahan terjadi peningkatan panjang radikula, protein, dan karbohidrat dengan signifikan.

Nurtekto

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Daging merupakan salah satu produk makanan yang bernilai gizi tinggi. Umumnya daging segar juga mudah rusak seiring dengan berjalannya waktu berjualan para perdagang. Tujuannya untuk mengetahui jenis mikroorganisme yang tumbuh pada daging dan juga laju dari pertumbuhan mikroorganisme tersebut pada daging. Metoda Analisa yang digunakan adalah jenis Identifikasi Mikroorganisme dan juga laju pertumbuhan mikrobia pathogen. Serta Analisa statistika menggunakan geometric mean. Berdasarkan hasil uji identifikasi mikrobia pathogen maka di dapatkan 2 jenis bakteri yaitu Bacillus. Sp dan Staphylococcus sp. Dimana morfologi bacillus dalam media selektif. Hal ini terlihat dari bentuk koloni yang besar-besar, koloninya menyebar atau dalam bentuk rantai, serta terbentuknya hemolisis pada beberapa spesies bacillus dalam media Blood Agar Plate. Sedangkan Staphylococcus sp di tandai dengan terbentuknya warna reddish-purple pada media tersebut yang menunjukkan karakteristik dari warna staphylococcus. Jadi dapat disimpulkan bahwa Bacillus sp dan Staphylococcus sp umumnya hidup pada daging segar yang berada di suhu ruang. Sebaiknya daging segar disimpan pada suhu freezer agar tidak mudah rusak oleh bakteri patogen.

Ni Komang Ayu Artiningsih, Ayu

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Lingkungan zero waste adalah lingkungan yang bebas dengan limbah disekitarnya, manakala kita membicarakan lingkungan nyaman, terbersit di benak kita adalah keadaan yang bersih tanpa banyak kotoran yang ada disekitarnya. Lingkungan saat ini banyak sekali kendala yang dihadapi, salah satunya adalah sampah yang menumpuk dan menjadi masalah berkepanjangan. Untuk menjadi lingkungan yang bersih maka kita harus ada keperdulian kita, salah satu cara dengan mengolah limbah menjadi bermanfaat. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan janjang kosong dijadikan briket, sehingga lingkungan menjadi zero waste, mengetahui kualitas briket yang dibuat dari limbah janjang kosong.Metode eksperimental, yang dipakai dalam pembuatan briket adalah dengan cara penepungan kemudian mencampur dengan lem dan dilakukan pengovenan, selanjutnya untuk mengetahui kualitas briket yang dibuat dari limbah janjang kosong denagn cara uji analisis briket yang meliputi kadar air, kadar abu, lama nyala dan kekuatn tekan. Berdasarkan dari modifikasi metode penambahan janjang kosong yang berbeda beda. Proses awal sampel pertama  dari pembuatan briket adalah melakukan penimbangan bahan baku yaitu janjang kosong, dengan diameter prallon 2 inchi, dibutuhkan janjang kosong sebanyak 30, 40, 50, 60, 70 gr dan lem sebanyak 15 gr, dalam pencampurannya tidak menggunakan air. Setelah semua bahan sudah siap, kemudian dilakukan pengadukan secara rata, dan pengovenan pada suhu 60˚C, selama 6 Jam. Test uji yang dilaksanakan adalah kuat tekan 3.035 cm, lama nyala 2.8 menit, kadar air rata-rata 8.43 %, kadar abu rata-rata 24.2 %. Kesimpulan pada penelitian ini adalah test uji pada kadar abu terlalu tinggi sehingga perlu inovasi dalam pengeringan bahan baku.

Teodora Dasilva; Ahmad Shobib; Ery Fatarina; Fadhila Inas Zhafira; Benneth Laurent +2 more

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2022 Politeknik Negeri FakFak

Tanaman jarak pagar merupakan tanaman yang digunakan sebagai pembatas atau pagar dan tanaman obat oleh masyarakat Indonesia. Biji jarak mengandung 40 -55% minyak lebih banyak dari kedelai, bunga matahari, dan kelapa sawit. Minyak jarak merupakan trigliserida dari lemak, yang apabila dihidrolisis oleh air akan menghasilkan asam lemak bebas dan gliserol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel perbandingan mol pereaktan terhadap konversi hidrolisa minyak jarak, nilai konstatan kecepatan reaksi pada hidrolisa minyak jarak dan nilai konstanta kesetimbangan reaksi pada hirdolisa minyak jarak. Pada percobaan ini hidrolisa dilakukan hidrolia minyak jarak dalam labu leher tiga pada suhu 60oC dan setiap 4 menit sampel diambil untuk dianalisis kadar asam lemak bebas. Kemudian hasil analisis kadar asam lemak bebas untuk menentukan konstantan kecepatan reaksi pada hidrolisa minyak jarak dan arah kesetimbangan reaksi pada hirdolisa minyak jarak. Bahan yang digunakan saat hidrolisa antara lain minyak jarak, aquadest, HCl, NaOH, PP, methanol dan sabun cair (sebagai surfaktan). Pengaruh rasio mol minyak jarak dan air terhadap konversi minyak jarak adalah semakin besar mol reaktan air maka konversi yang dihasilkan semakin besar, untuk nilai konstanta kecepatan reaksi adalah dengan adanya air yang ditambahkan dan semakin lama waktu hidrolisa maka konstanta kecepatan reaksi juga semakin besar. Sedangkan pada konstanta kesetimbangan reaksi hidrolisa minyak jarak adalah semakin cepat waktu pengambilan produk pada reaksi hidrolisis, konversi minyak menjadi asam lemak juga semakin besar.

Yasmina Amalia; Nirawaty Bethris Lumbantoruan; Bambang Kuncoro Prasongko

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Nikel merupakan logam transisi yang berwarna putih keperak-perakan dan memiliki sifat yang keras, ulet dan sedikit ferromagnetis. Pada penelitian ini dilakukan pelindian nikel laterit dengan H2SO4 untuk menganalisis kandungan unsur Ni, preparasi dilakukan dengan drying, grinding dan kemudian sizing. Hasil preparasi dilakukan uji ED-XRF untuk mengetahui unsur yang terdapat dalam bijih tersebut. Pelindian kemudian dilakukan dalam tabung reaktor dengan bijih nikel ukuran kurang dari 150 mesh sebanyak 60gram dan 300 ml larutan H2SO4 1,4 M, proses pelindian dilakukan selama 3 jam dengan kecepatan pengadukan 320 rpm dan pada suhu 80oC. Larutan kaya hasil pelindian dilakukan uji AAS untuk mengetahui kadar unsur Ni. Pada uji ED-XRF didapatkan Ni sebesar 8,892 % dan NiO sebesar 4,961 % sedangkan pada uji AAS diketahui kadar nikel dari hasil pelindian nikel laterit yaitu sebesar 3458,25 mg/L.

Emmyra Shania Mayta; Ratna Dewi; Ira Zulfa

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38 Celcius) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Memasukkan sendok kedalam mulut, menahan gerakan anak, memberikan selimut tebal, memberikan kopi, merupakan perilaku salah dalam penanganan kejang demam sebelum dibawa ke rumah sakit. Kejang demam pada dasarnya merupakan penyakit yang tidak berbahaya dan tidak berdampak pada sistem neurologi. Namun, kejang demam ini merupakan pengalaman yang menakutkan dan menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disadari sebagai salah satu faktor tingkat kecemasan pada sebagian orang tua bertambah. Tujuan penelitian untuk memberi pengetahuan keluarga tentang kejang demam dengan perilaku penanganan kejang demam sebelum dibawa ke rumah sakit.

Indra Ava Dianta; Moh Muthohir; Ilham Ramasyahdani; Fatkhul Amin

Jurnal Elektronika dan Komputer 2022 STEKOM PRESS

In this final project the author discusses the problem entitled "Design of Smoke Detector and Room Temperature of SAP ERP Server at PT Apac Inti Corpora". This design aims to support the improvement of the security system in the server room with smoke and temperature detectors and microcontroller-based automatic countermeasures. Against the background of problems with sensors and countermeasures systems in the server room and lack of insight into sensor installation. This tool uses a gas sensor MQ-2 as a smoke detector, a DHT-11 sensor as a temperature detector, Arduino as a microcontroller that controls I/O, buzzer and LED as an alarm, a fan as a temperature controller, and an LCD to display conditions in the room. The output of the MQ-2 and DHT-11 sensors will be processed in a programmed microcontroller so that it can display conditions on the LCD. This tool will turn on the alarm and fan if smoke and high temperature are detected at the specified conditions.

anto, Supriyanto; Arie Atwa Magriyanti

Jurnal Elektronika dan Komputer 2022 STEKOM PRESS

Water is very important for all aspects of life on earth, agriculture is one of the fields that really need large amounts of water because of the use of water in the process of plant photosynthesis. Water that has good quality is if the water is not excessively polluted by harmful chemicals or minerals. One indicator that water is polluted is a change in temperature and pH (acidity) of the water. Temperatures that are too hot in the water will interfere with the growth of plants and other microorganisms. While the normal pH of water has a pH that ranges from 6.5 to 7.5. The quality of water and soil is very important in agriculture. The level of acidity (pH) and soil temperature are one of the things that affect plant fertility. Therefore, the quality of water and soil on agricultural land is one of the important things that needs special attention in its management. One solution so that water and soil quality can be monitored and managed efficiently is to utilize a Wireless Sensor Network based on the Internet of Things (IoT). The use of the ESP8266 Module as a WIFI module, is widely used by Internet of Things-based applications because the price is cheap so it reduces a lot of costs and has a fairly good speed of 80 MHz. This study aims to develop the concept of a Wireless Sensor Network by utilizing the ESP8266 module to monitor pH values using a pH Meter Analog Kit sensor and temperature from agricultural land using a DS18B20 Waterproof sensor and can be monitored at any time using a smartphone.

Mona Rian Manik; Tetty Lumbantoruan; Hotma Bugis; Sara Widora Purba; Salda May Tantri +1 more

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Neonatus adalah Bayi Baru Lahir yang berusia 0 sampai dengan 28 hari WHO (Word Health Organization, 2015).Ciri-ciri bayi baru lahir yang sehat yaitu bayinya bergerak aktif, berat lahir sekitar 2.500 – 4000 gram, memiliki warna kulit yang mencerahkan, segera menangis ketika lahir, memiliki suhu tubuh normal yaitu 36,5-37,5C. Tali pusat merupakan tali penghubung yang memanjang dari umbilicus sampai ke permukaan fetal plasenta. Pada tali pusat terdapat funikulus umbilicalis yang terbentang dari permukaan fetal plasenta sampai daerah umbilikus fetus dan berlanjut sebagai kulit fetus. Dalam sister kerjanya tali pusat berfungsi sebagai penghubung antara plasenta dan bagian tubuh janin supaya mendapatkan asupan oksigen, makanan, dan antibody dari ibu. Pada umumnya umbilicus atau tali pusat saat satu minggu setelah bayi lahir dan luka sembuh dalam lima belas hari (Baety, 2011). Tujuan: penelitian untuk memberikan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020.  Metode: Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dengan cara pengambilan primer menggunakan pedoman wawancara terstruktur dan pemeriksaan langsung kepada Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020. Data disajikan dalam bentuk management helen varney. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020. Asuhann yang tepat diberikan pada by Ny M yaitu memberikan asuhan kebidanan dengan Memberikan ibu penkes PerawatanTali Pusat. Saran:  kepada petugas kesehatan harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan asuhan yang tepat Bayi Baru Lahir tentang Perawatan tali pusat.  

Rika Asmirah

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lip balm merupakan sediaan yang diaplikasikan pada bibir yang berfungsi sebagai pelembab dan pencerah bibir. Tanaman Mentimun dan jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit, khususnya kulit yang kering dan juga kulit yang menghitam akibat penggunaan kosmetik yang salah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis sebagai pencerah bibir dan mengetahui formulasi dari kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis yang memiliki sifat yang baik. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen meliputi formulasi sediaan lip balm dengan konsentrasi perasaan buah mentimun (Cucumis sativus L.) dan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) konsentrasi 5%, 6% dan 7%. Dengan bahan dasar oleum cacao dan cera flava. Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, suhu lebur, dan iritasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perasan buah mentimun dan buah jeruk nipis dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan lip balm dengan konsentrasi 5% (F1), 6% (F2), 7% (F3) dan telah memenuhi persyaratan uji homogenitas, titik lebur sediaan dan tidak mengiritasi kulit. Karakteristik buah mentimun dan buah jeruk nipis yang dapat membentuk sediaan lip balm yang baik yaitu sediaan ketiga karena dilihat dari hasilnya warna pada bibir lebih banyak menunjukan kecerahan dan juga kelembaban.

Muhammad Zakiyul Fikri; Ahmad Fauzan Lubis; Ayu Diana; Elvi Suardi

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Ikan asap merupakan salah satu produk olahan yang digemari konsumen baik di Indonesia maupun di mancanegara karena rasanya yang khas dan aroma yang sedap spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemasakan terhadap karakteristik ikan lele (Clarias batrachus) asap cair dan mengetahui penerimaan konsumen melalui uji hedonik serta mengetahui hasil uji proksimat terhadap produk ikan asap cair. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan. Tahapan I merupakan tahap preparasi bahan baku. Tahapan II yaitu tahap pembuatan ikan lele (Clarias batrachus) asap menggunakan asap cair dengan tiga perlakuan terhadap lama pemasakan yaitu ( A1 = 12 jam, A2 = 24 jam, A3 = 36 jam), selanjutnya tahapan III adalah tahap pengujian. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian hedonik dan pengujian proksimat ikan lele (Clarias batrachus) asap. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan lama pemasakan memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap karakteristik ikan lele (Clarias batrachus) asap cair. Hasil terbaik adalah perlakuan A3 dengan lama pemasakan selama 36 jam pada suhu 65 ℃ dengan nilai kadar air 10,5%, kadar abu 2,8%, kadar lemak 17,2%, kadar protein 37,47%, karbohidrat 32,03%, kenampakan 6,31, aroma, 6,31, rasa 5,29 dan tekstur 5,71.

Yunita Sari Rioni; Tia Novira Sucipto; Oktarini Khamilah Siregar; Anwar Suhut

The International Conference on Education, Social Sciences and Technology 2022 International Forum of Researchers and Lecturers

The community service activity with the title "Socialization of Technology Utilization and Tax Modernization at SMK Negeri 1 Medan" was carried out well and smoothly. The participation and interaction of the participants in this activity greatly support the success of the activities that have been carried out. Basically, this community service activity is carried out to contribute to the field of education related to taxation.

Dino Ramandha Ashari

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Perubahan iklim membawa dampak terhadap semua lapisan kehidupan manusia. Perubahan iklim secara langsung atau tidak langsung merubah lingkungan fisik manusia di mana mereka tinggal dan melakukan kegiatan kesehariannya. Perubahan iklim juga memberikan dampak terhadap perubahan parameter iklim (suhu udara, suhu radiasi, kelembaban, kecepatan angin) kota, kawasan di sekitar bangunan, serta parameter iklim di dalam bangunan itu sendiri. Dalam pencapaian kenyamanan fisik manusia, suhu udara luar yang tinggi perlu diselesaikan dengan rancangan bangunan dengan pertimbangan parameter iklim sehingga perlu kiranya untuk segera dimodifikasi. Bangunan diciptakan untuk melindungi penggunanya dari bahaya yang berasal dari alam. Dengan demikian, dalam mendesain sebuah bangunan, penting untuk banyak belajar dari alam, Cabang ilmu pengetahuan ini muncul disebut "Biomimikri" yang berarti (Simulasi Alam) adalah metode inovasi yang mencari solusi berkelanjutan dengan meniru pola alam. Paper ini memberikan gambaran contoh model ornament arsitektural Biomimikri dalam bangunan guna merespon perubahan iklim yang terjadi, agar kebutuhan kenyamanan fisik manusia tetap tercapai, dan permasalahan pemanasan bumi dapat diminimalkan.    

Rima Iska Marito Marbun

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke paruparu.Tetapi bukan hanya di paruparu,bakteri ini juga dapat menuju organ tubuh lain,seperti ginjal, limpa, tulang dan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Hubungan antara kejadian penyakit Tuberculosis paru dengan beberapa faktor kondisi rumah yaitu Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, suhu, kelembaban, dan pencahayaan . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan Uji Chi-Square, adapun sampel dalam penelitian ini yaitu 65 rumah. Hasil dari penelitian ini didapatkan kepadatan penghuni yang memenuhi syarat dan menderita penyakit TBC paru yaitu 11 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 39 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat sebanyak 14 rumah dan yang tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kamarisasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 12 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 38 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 15 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 0 rumah. Ventilasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Suhu yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kelembaban yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 22 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 28 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah.Pencahayaan yang tidak memenuhi syarat dan menderita sebanyak 17 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 33 rumah yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 4 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 11 rumah. Kesimpulan yang didapatkan yaitu ada hubungan yang signifikan antara TBC paru dengan Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, Suhu,dan Kelembaban,Tidak ada hubungan anatara TBC paru dengan Pencahayaan terhadap kejadian penyakit Tuberculosis Paru . Maka itu disarankan untuk mengadakan penyuluhan tentang bahaya serta penanganan penyakit Tuberculosi Paru secara rutin oleh tenaga kesehatan terkait PHBS.    

Ulfaturrokhmah; Nur Ngazizah; Arum Ratnaningsih

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas V di SD Gugus Nyi Ageng Serang dan hasil perolehan PISA pada tahun 2019 menunjukkan bahwa kemampuan problem solving peserta didik masih rendah. Oleh sebab itu, perlu dibuatnya soal untuk menganalisis kemampuan problem solving peserta didik melalui penilaian IPA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan problem solving peserta didik di SD gugus Nyi Ageng Serang baik itu perempuan maupun laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil analisis kemampuan problem solving peserta didik melalui penilaian IPA materi suhu dan kalor kelas V SD Gugus Nyi Ageng Serang memperoleh nilai rerata yaitu 81,89% dengan kategori tinggi. Hasil analisis perbedaan kemampuan problem solving peserta didik laki-laki dan perempuan di SDN Jatimalang dan SDN Maduretno yaitu terdapat perbedaan nyata antara peserta didik laki-laki dan perempuan karena nilai signifikan <5%. Sedangkan di SDN Jatinegoro, SDN Geparang, SDN Nampurejo tidak terdapat perbedaan nyata antara peserta didik laki-laki dengan perempuan karena nilai signifikan >5%.

Ria Safitri; Nur Ngazizah

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi suhu dan kalor kelas V SD Negeri Ketangi melalui model pembelajaran VAK.  Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa, hasil tes siswa untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah IPA siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran VAK dari siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 42% dengan persentase 35% yang berada pada kategori (sangat kurang), kemudian meningkat pada siklus II sebesar 85% dengan persentase 85% yang berada pada kategori (sangat baik). Demikian dapat dikatakan bahwa model pembelajaran VAK pada siklus II telah berhasil dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA siswa melalui keberhasilan telah mencapai angka diatas 68%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa menggunakan model pembelajaran VAK dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA siswa kelas V SD Negeri Ketangi.

Ayu Wulandari Setyobudi, Dewi; Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Nori merupakan olahan rumput laut jenis Phorphyra yang dibuat dengan cara dihaluskan, dibumbui dan dikeringkan sehingga menghasilkan bentuk lembaran tipis. Penelitian ini menggunakan penambahan daun kelor untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dari nori rumput laut hijau yang dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi yang tepat dalam pembuatan nori dari rumput laut hijau dan daun kelor sehingga diperoleh produk nori yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan rumput laut hijau dan daun kelor  dengan variasi suhu pengeringan. Faktor pertama perbandingan rumput laut hijau dan daun kelor (10:90, 20:80, dan 30:70), sedangkan faktor kedua variasi suhu pengeringan nori (45, 55 dan 65ËšC). Hasil uji kimia dan sensorik terbaik berdasarkan aktivitas antioksidan adalah substitusi daun kelor dan rumput laut hijau (30:70) dengan variasi suhu pengeringan 45ËšC dengan hasil kadar air 13,38%, kadar abu 8,82%, aktivitas antioksidan 69,73% dan kuat tarik 0,86. Hasil uji warna hijau kehitaman pada skor  4,06, flavor daun kelor agak langu pada skor 2,65, kerenyahan nori tidak terlalu renyah pada skor 2,96, kelaotan nori tidak alot pada skor 2,76 dan kesukaan keseluruhan 2,68.

Sari, Febby Intan; Slamet, Agus; Kanetro, Bayu

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Bubur instan merupakan bubur yang telah mengalami proses pengolahan lebih lanjut sehingga dalam penyajiannya tidak diperlukan proses pemasakan. Penyajian bubur instan dapat dilakukan hanya dengan menambahkan air panas. Pemanfaatan beras merah, labu kuning dan kacang tunggak sebagai bahan baku pembuatan bubur instan merupakan alternatif diversifikasi pangan instan yang mempunyai sifat fisik, kimia yang memenuhi syarat dan disukai panelis. Rancangan penelitian menggunakan  pola faktorial 2 faktor dengan 2 kali ulangan. Faktor pertama adalah rasio beras merah, labu kuning dan kacang tunggak dengan perbandingan 1:1:1, 1:2:1, dan 1:3:1. Faktor kedua adalah suhu pengeringan sebanyak 3 taraf yaitu 130°C, 140°C, dan 150°C. Bubur instan yang dihasilkan  dilakukan uji fisik, tingkat kesukaan dan analisis kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada pengaruh rasio beras merah, labu kuning, dan kacang tunggak serta suhu pengeringan terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan bubur instan, yaitu penurunan rendemen, penurunan densitas kamba dan penurunan intensitas warna. Bubur instan yang paling disukai panelis adalah bubur instan dengan rasio beras merah, labu kuning, dan kacang tunggak 1:2:1 serta suhu pengeringan 140°C yang memiliki kadar air 5,69%, kadar abu 2,34%, kadar protein 14,48%, kadar lemak 4,17%, aktivitas antioksidan 26,46% RSA, total fenol 11,52 mg EAG/g dan kadar beta karoten 127,5 µg/g.

Ardani, Monica Novia; Sugiharto, Agung

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Ikan nila merupakan ikan air tawar yang dibudidayakan masyarakat indonesia. Ikan nila mengandung protein, lemak, dan kalsium.Kandungan asam amino pada gelatin tulang ikan nila cukup lengkap sehingga sangat diperlukan oleh tubuh serta berpotensi sebagai sumber bahan pangan .Salah satunya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan sirup yang menggunakan gelatin dari tulang ikan nila. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi asam klorida dan waktu perendaman yang optimal untuk pembuatan gelatin yang ditambahkan pada sirup. Sirup yang dihasilkan diarapkan dapat memenuhi standar mutu SNI dan disukai oleh konsumen. Metode yang digunakan yaitu metode ekstraksi dengan tahapan sebagai berikut: tahap persiapan bahan baku, degreasing, pembuatan larutan, demineralisasi, ekstraksi, pengeringan dan pengaplikasian pada sirup nanas. Pada proses degreasing dilakukan perendaman tulang ikan nila selama 1 jam yang bertujuan untuk membersikan tulang ikan nila. Selanjutnya tahap demineralisasi, sebanyak 20 gram bahan baku direndam dengan larutan konsentrasi asam klorida 1%, 3% dan 5% dengan waktu (10, 12, dan 24) jam sampai terbentuk Ossein (tulang lunak). Pada proses ekstraksi menggunakan hotplate dengan suhu 60oC selama 4 jam setelah itu disaring dengan kertas saring. Lalu untuk proses selanjutnya pengeringan menggunakan oven dengan suhu 60oC selama 12 jam hingga benar-benar kering. Lalu pengaplikasian gelatin tulang ikan nila dengan sirup. Analisa pada gelatin tulang ikan nila terdiri dari rendemen, derajat keasaman (pH) dan viskositas. Berdasarkan hasil penelitiannya diperoleh bahwa rendemen tertinggi pada konsentrasi 1% dengan waktu 24 jam yaitu sebesar 4,41 %. Sedangkan hasil penelitian gelatin sebagai pengental sirup sesuai dengan mutu SNI, pada konsentrasi HCL 1% dan waktu 24 jam didapatkan pH 3.8 dan viskositas 5.0149 Cp.