Publication Search

79,575 articles from 739 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 493

Analytics

Damara Risa Cahya Maulidya; M Bimo Bramantyo Aji; Fithri Estikhamah

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Pierhead casting is a critical activity in toll road infrastructure projects that requires continuous concrete supply to maintain quality and execution time. Factors influencing the smooth casting process include the regularity of truck mixer arrival intervals and the work cycle of the truck concrete pump. This study aims to analyze the effect of truck mixer intervals and truck concrete pump performance on the productivity of pierhead casting at Pierhead P37S on the Solo–Yogyakarta–NYIA Toll Road Project, Section 2 Package 2.1A. The analysis method used field observation through time study techniques to measure the cycle duration of truck mixers and the operating time of the truck concrete pump. The analysis stages included calculating cycle time, productivity, production capacity, and working duration of each equipment. The results show that the truck concrete pump achieved a productivity of 0.425 m³/minute, while the truck mixer reached 0.989 m³/minute. These values were influenced by cycle time, equipment condition, work area condition, execution method, and work volume. Based on duration analysis, the truck concrete pump required about 4.7 hours to complete the casting of 120 m³ of ready-mix concrete, while the truck mixer required 2.022 hours to support the concrete supply process.

Nabila Nur ‘Aini Husna; Novi Mariskha Fihandari; Rafika Meilia Sari

Pusat Publikasi Ilmu Manajemen 2026 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Univ

Changes in work patterns driven by digital technology development and post-pandemic dynamics have encouraged organizations to implement Work From Home (WFH) as an alternative working system. This policy has attracted considerable attention because it affects employee productivity and well-being, which are essential for organizational performance. However, previous studies have reported inconsistent findings regarding the effectiveness of WFH. Therefore, this study aims to analyze the impact of WFH on employee productivity and well-being. A qualitative approach was employee using the Systematic Literature Review (SLR) method by reviewing 19 scientific articles related to productivity, job satisfaction, work-life balance, and mental health. The findings show that 89,5% of articles reported positive effects of WFH through greater flexibility, work comfort, time efficiency, and improved work-life balance, wich contribute to higher productivity and well-being. Meanwhile, 10,5% identified negative effects due to inadequate work facilities, internet disruptions, burnout, and coordination difficulties. These findings indicate that WFH effectiveness is influenced by technological support, job characteristics, and organizational culture. The study implies that organizations should adopt adaptive work policies, strengthen digital infrastructure, and provide mental health support to optimize employee productivity and well-being.

Moch Nizar Dava Ramadhan S; Puspanantasari Putri, Erni

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. This research aims to analyze the effectiveness and reliability of production machines in the process of making public street lighting poles (PJU) at PT. XYZ The main problem faced by the company is high machine downtime so that production targets are not achieved. Therefore, a method is needed that is able to measure machine effectiveness as a whole and identify the main causes of production losses. The method applied includes Overall Equipment Effectiveness (OEE) to measure machine effectiveness based on three components, namely availability, performance and quality. The Total Productive Maintenance (TPM) approach is used to identify factors causing low effectiveness through Six Big Losses analysis. Apart from that, Mean Time To Repair (MTTR) and Mean Time Between Failure (MTBF) are calculated to determine the level of machine reliability. The data used includes machine working hours, downtime, operating time, production quantities, defective products, as well as machine damage and repair data. The analysis results are expected to show the level of machine effectiveness and identify the dominant factors causing downtime. Based on these results, improvement proposals are prepared to reduce downtime, increase machine reliability and improve production productivity Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime, Efektivitas   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan keandalan mesin produksi pada proses pembuatan tiang penerangan jalan umum (PJU) di PT. XYZ Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah downtime mesin yang tinggi sehingga target produksi tidak tercapai. Oleh karena itu, diperlukan metode yang mampu mengukur efektivitas mesin secara menyeluruh dan mengidentifikasi penyebab utama kerugian produksi. Metode yang diterapkan meliputi Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga komponen, yaitu availability, performance, dan quality. Pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya efektivitas melalui analisis Six Big Losses. Selain itu, dilakukan perhitungan Mean Time To Repair (MTTR) dan Mean Time Between Failure (MTBF) untuk mengetahui tingkat keandalan mesin. Data yang digunakan mencakup jam kerja mesin, downtime, waktu operasi, jumlah produksi, produk cacat, serta data kerusakan dan perbaikan mesin. Hasil analisis diharapkan dapat menunjukkan tingkat efektivitas mesin dan mengidentifikasi faktor dominan penyebab downtime. Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan untuk mengurangi downtime, meningkatkan keandalan mesin, dan memperbaiki produktivitas produksi Kata kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime Mesin, Efektivitas Mesin

Melisa Octaviana; Kavita Risang Putri Santoso; Karenina Gadis; Riska Fii Ahsani

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja karyawan dalam mendukung produktivitas dan keberhasilan organisasi di tengah perubahan sistem kerja yang semakin fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Flexible Working Arrangement, Work Life Balance, dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Hearts Asesoris Surakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 37 karyawan yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Flexible Working Arrangement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Work Life Balance dan kompensasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan kontribusi sebesar 60,8%. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu mempertahankan dan mengembangkan kebijakan kerja yang fleksibel serta meningkatkan perhatian terhadap keseimbangan kehidupan kerja dan pemberian kompensasi guna meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

Hayatli, Miftahurrahmah El; Azzahrah, Sarah Haq; Harahap, Diva Nazwa; Annisa, Fadilah; Sitorus, Rezki Alya Mawaddah

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap angka kesakitan, kematian, dan produktivitas masyarakat. Perilaku pencegahan menjadi faktor penting dalam menurunkan risiko penularan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pencegahan terhadap risiko kejadian malaria pada masyarakat di Kabupaten Asahan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup penggunaan kelambu, penggunaan anti nyamuk, penggunaan pakaian pelindung, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, kebersihan lingkungan, dan perilaku pencarian pengobatan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan yang baik (62,0%) dan risiko kejadian malaria yang rendah (66,0%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan dengan risiko kejadian malaria (p=0,003). Responden dengan perilaku pencegahan kurang memiliki peluang 6,88 kali lebih besar mengalami risiko malaria tinggi (OR=6,88; 95% CI=1,84–25,68). Disimpulkan bahwa perilaku pencegahan berhubungan signifikan dengan risiko kejadian malaria di Kabupaten Asahan.

Salsabillah, Agnes Aulia; Zunaedi, Rosly; Yuliyanik

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta produktivitas. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah pola makan. Mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Widyagama Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 24 siswi. Pengumpulan data pola makan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang telah dimodifikasi, sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Easy Touch. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Sebagian besar responden memiliki pola makan sehat sebanyak 13 responden (54,2%), pola makan kurang sehat sebanyak 9 responden (37,5%), dan pola makan tidak sehat sebanyak 2 responden (8,3%). Sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal sebanyak 20 responden (83,3%), sedangkan 4 responden (16,7%) memiliki kadar hemoglobin tinggi. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,051 dengan nilai p-value sebesar 0,812 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Widyagama Malang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Widyagama Malang.

Saputro, Bambang Rinanto Adi; Novitasari, Dian; Febriana, Riska; Pujiastuti, Anasthasia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri dan wanita usia subur. Rendahnya pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui media leaflet yang dilaksanakan pada masyarakat Gintungan RT 06/RW 02, Desa Gogik, Ungaran Barat. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas remaja putri, wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat umum. Materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, faktor risiko, manfaat tablet tambah darah dan vitamin B kompleks, aturan konsumsi, efek samping, faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi, serta pola makan bergizi untuk mencegah anemia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,1% setelah penyuluhan. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat suplemen, cara konsumsi yang benar, dan upaya pencegahan anemia. Penyuluhan menggunakan media leaflet efektif sebagai sarana edukasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan anemia.

Astuti, Lutfia Andi; Zainuddin , Asnia; Pratiwi, Arum Dian

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kelelahan mata (astenopia) merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh pekerja yang menggunakan komputer dalam waktu yang lama. Penggunaan komputer secara terus-menerus dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti mata perih, mata kering, mata berair, penglihatan kabur, dan sakit kepala yang dapat memengaruhi kenyamanan serta produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan mata (astenopia) pada pekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 yang meliputi usia, jarak monitor, masa kerja, lama paparan komputer, dan istirahat mata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2026. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah sampel sebanyak 188 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,000) dan masa kerja (p-value = 0,000) dengan kelelahan mata (astenopia), sedangkan jarak monitor (p-value = 0,051), lama paparan komputer (p-value = 0,056), dan istirahat mata (p-value = 0,452) tidak menunjukkan adanya hubungan dengan kelelahan mata (astenopia).  Kesimpulan: Usia dan masa kerja berhubungan dengan kelelahan mata (astenopia) pada pekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, sedangkan jarak monitor, lama paparan komputer, dan istirahat mata tidak berhubungan dengan kelelahan mata.  

Asri Muhammad; Muhammad Ilham Wardhana Haeruddin; Zainal Ruma; Uhud Darmawan Natsir; Widhi Nugraha Sumiharja Darmawinata

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan budaya kerja terhadap kepuasan kerja pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gowa. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas pegawai, khususnya dalam instansi pemerintah yang berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gowa dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert, serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Budaya kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Secara simultan, disiplin kerja dan budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gowa. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat disiplin kerja dan semakin baik budaya kerja yang diterapkan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Putri, Gracia Esti; Pratiwi, Arum Dian; Afa, Jusniar Rusli

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja, khususnya pada lingkungan kerja smelting dengan suhu tinggi dan aktivitas fisik berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu lama kerja, paparan panas, beban kerja, keluhan subjektif gangguan pernapasan, dan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan variabel terikat yaitu kelelahan kerja pada pekerja smelting PT. Antam (Persero) Tbk. UBPN Kolaka Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja smelting sebanyak 120 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan alat ukur fatique Reaction Timer SLS-L77. Berdasarkan hasil uji normalitas, data penelitian tidak berdistribusi normal sehingga analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara lama kerja dengan kelelahan kerja dengan nilai p-value sebesar 0,049 dan nilai korelasi (r) sebesar 0,180 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangat lemah. Sementara itu, paparan panas memiliki nilai p-value 0,669 dan nilai korelasi (r) 0,039, beban kerja memiliki nilai p-value 0,363 dan nilai korelasi (r) -0,073, keluhan subjektif gangguan pernapasan memiliki nilai p-value 0,596 dan nilai korelasi (r) 0,049, serta MSDs memiliki nilai p-value 0,807 dan nilai korelasi (r) 0,023, yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Disimpulkan bahwa lama kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja smelting PT. Antam (Persero) Tbk. UBPN Kolaka Tahun 2026

Furqon Furqon; Shabrina Aisyah; Sulaeman Sulaeman; Wahyudi Wahyudi

JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Human Resource Management (HRM) plays a strategic role in enhancing organizational productivity through effective management of human capital. This study aims to analyze the influence of training and development, compensation, work environment, and work motivation on employee productivity. The research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of employees at manufacturing companies in Banten Province, with a sample of 120 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that training and development (t = 4.071; sig. = 0.000), compensation (t = 3.397; sig. = 0.001), work environment (t = 3.384; sig. = 0.001), and work motivation (t = 3.046; sig. = 0.003) each had a significant positive effect on employee productivity. Simultaneously, the four independent variables explained 67.4% of the variance in productivity (R² = 0.674; F = 59.821; sig. = 0.000). These findings underscore the importance of integrated HRM practices in improving employee productivity and organizational competitiveness.

Anjar Dwi Arvita; Nasuhaidi Nasuhaidi; Galank Pratama; Muliono Muliono

Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

The implementation of agricultural productivity improvement policies is an important effort to increase agricultural production and improve farmers' welfare. Policy implementation is influenced not only by program design and resource availability but also by the interests of actors involved in the implementation process. This study aims to analyze actor interests in the implementation of agricultural productivity improvement policies in Rantau Indah Village, Tanjung Jabung Timur Regency. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving representatives of the Food Crops and Horticulture Office, Agricultural Extension Workers, village government officials, farmer group leaders, and community leaders. The findings indicate that each actor has different interests in policy implementation, reflecting their respective institutional roles, responsibilities, and expectations. These differences influence program planning, coordination, decision-making, and policy execution. Nevertheless, effective communication, collaboration, and coordination among stakeholders contribute positively to minimizing conflicts of interest and supporting policy implementation. The active involvement of farmer groups and agricultural extension workers also strengthens the dissemination of agricultural innovations and encourages community participation in improving productivity. The study concludes that actor interests constitute an important factor influencing the implementation of agricultural productivity improvement policies in Rantau Indah Village. Therefore, strengthening stakeholder collaboration, improving institutional coordination, and ensuring transparent communication are essential to achieving sustainable agricultural development and enhancing farmers' welfare.

Esti Liana; Primadi Candra Susanto; Siska Yuli Anita; Indra Nuryanneti

JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Flight crew productivity is a strategic factor in maintaining flight safety, operational efficiency, and airline competitiveness in the high-reliability aviation industry. This study aims to analyze and synthesize factors influencing flight crew productivity through a conceptual approach based on literature review. The research method used is library research with a systematic literature review technique. The type of data used is secondary data in the form of scientific articles, proceedings, and relevant previous research reports. Data sources were obtained from scientific databases such as Scopus, EBSCO, Copernicus, and SINTA. The results of the study indicate that adequate individual capabilities, a high level of work engagement, a measurable KPI system, and a fair and competitive remuneration scheme have a positive relationship with increasing aircrew productivity. Managerial implications emphasize the importance of designing integrated human resource policies, particularly in competency development, a safety- and efficiency-based performance appraisal system, and compensation management oriented towards sustainable performance.

Fitrianto; Kian, Lia

Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Keterbatasan fasilitas loading bay pada perusahaan industri kawat baja berpotensi menyebabkan antrian kendaraan, peningkatan waiting time, dan bottleneck pada aktivitas bongkar muat kontainer impor dan ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas optimalisasi loading bay terhadap peningkatan kinerja bongkar muat kontainer. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif dan studi kasus. Analisis dilakukan menggunakan teori antrian (queueing theory) dengan model antrian M/M/1 berdasarkan data operasional periode Oktober 2025 dan April 2026 yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu kontainer dalam sistem mengalami penurunan dari 818,07 menit / kontainer pada Oktober 2025 menjadi 401,32 menit / kontainer pada April 2026 atau turun sebesar 50,95%. Selain itu, waiting time pada periode Oktober 2025 lebih tinggi dibandingkan April 2026 akibat ketidakseimbangan antara tingkat kedatangan dan kapasitas pelayanan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model antrian M/M/1 sebagai alat analisis untuk mengevaluasi dampak optimasi loading bay terhadap efisiensi bongkar muat pada industri kawat baja. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya berfokus pada pengukuran kinerja antrian, penelitian ini mengintegrasikan analisis parameter antrian sebelum dan sesudah optimasi sehingga mampu menunjukkan pengaruh langsung perbaikan operasional terhadap kinerja sistem.Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi penggunaan loading bay dan pengelolaan sistem antrian mampu meningkatkan efisiensi operasional bongkar muat secara signifikan. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai efektivitas model M/M/1 dalam mendukung evaluasi dan pengambilan keputusan operasional pada fasilitas loading bay, serta menyediakan referensi bagi industri manufaktur yang memiliki keterbatasan kapasitas pelayanan dalam upaya mengurangi bottleneck dan meningkatkan produktivitas logistik.

Samosir, Triwira; Siregar, Tiara Anggrini; Clarissya Shatala Revi; Lubis, Nabila; Silaban, Putri Sari Margaret Julianty

Indonesia merupakan produsen padi terbesar di kawasan ASEAN dengan produksi mencapai 60,3 juta ton pada tahun 2025. Meskipun demikian, tingginya produksi tersebut belum mampu meningkatkan ekspor beras secara signifikan dan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan output pertanian belum tentu mencerminkan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi yang mendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan sawah, jumlah petani, dan penyaluran pupuk bersubsidi terhadap produksi padi di Indonesia menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data cross section pada 10 provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah model memenuhi pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi dengan elastisitas sebesar 1,038743. Sebaliknya, jumlah petani berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sedangkan penyaluran pupuk bersubsidi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi padi lebih dipengaruhi oleh ketersediaan dan pemanfaatan lahan yang produktif dibandingkan penambahan tenaga kerja maupun subsidi input pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan produksi padi memerlukan kebijakan yang berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, perlindungan lahan pertanian produktif, serta penerapan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Hanaa Hafizhah; Muhamad Fadhilah Yahya; Lulu Dwi Ghania; Syifa Maharani; Neila Maulidya +9 more

Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

Postharvest handling of leafy vegetables, such as kale (Brassica oleracea var. acephala), is crucial for maintaining product quality and market value. This study aims to review the application of sorting and grading processes in improving the quality of horticultural products. The method used is a literature review of scientific journals and relevant references related to postharvest handling of vegetables. The findings indicate that sorting functions to separate damaged and unmarketable products based on physical condition, while grading classifies products into quality categories based on size, shape, and visual appearance. These processes contribute to reducing postharvest losses, improving product uniformity, and increasing market value. Furthermore, proper sorting and grading support quality control and enhance efficiency in distribution and marketing systems. Therefore, sorting and grading are essential components of postharvest management to ensure product quality and market competitiveness.

Alleta Aurel Kanayla; Padly Rachmat Hanansyah; Nadya Ayu Narasanti; Nadya Ayu Narasanti; Hafizha Novrilia Azzahra +11 more

Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

Poor soil quality and inefficient nutrient utilization remain major constraints in tomato (Solanum lycopersicum L.) cultivation, often resulting in reduced plant growth, lower productivity, and suboptimal fruit quality. This study aims to evaluate the growth performance of rose tomatoes through the integration of open-field cultivation and hydroponic planting systems. The research methods included land preparation using the Pythagorean technique to ensure proper spacing and planting layout, the application of organic fertilizers to improve soil fertility, and the transition to a hydroponic drip irrigation system using rockwool as the growing medium during weeks 1 to 7 of plant development. Plant growth parameters, including plant height, leaf development, stem vigor, and overall plant health, were observed throughout the cultivation period. The results indicated that the combination of appropriate soil management practices and precise nutrient delivery in the hydroponic system significantly enhanced nutrient uptake and supported healthy plant growth. Furthermore, the drip irrigation system helped optimize water use efficiency while reducing nutrient losses. This integrated cultivation approach demonstrated its potential as an effective solution for maintaining crop quality and productivity, particularly in areas with limited land resources. Overall, the findings suggest that integrated management practices can provide a practical, efficient, and sustainable strategy for farmers seeking to improve horticultural production in modern agricultural systems.

Hariyono Rakhmad; Agus Purwadi; Surateno; Elly Antika

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan pada usaha jasa pengetikan Metronet di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, melalui optimalisasi tiga fitur produktivitas Microsoft Office: autocorrect, autoformat, dan template dokumen. Tim pelaksana memakai metode riset tindakan partisipatif dengan menggabungkan metode ini dengan pelatihan dan bimbingan. Pelaksanaan program menunjukkan hasil yang jelas pada semua parameter evaluasi. Kemampuan karyawan meningkat sekitar 93,2%. Waktu penyelesaian dokumen berkurang rata-rata 58%. Tingkat kesalahan juga turun menjadi 1,2%. Kapasitas layanan bertambah 40%, dan adanya pelanggan baru dari kecamatan lain yang dapat dilayani. Ditemukan bahwa perbaikan kecil ini dengan tetap terfokus pada perangkat lunak perkantoran sehari-hari mampu mempertajam kualitas pelayanan usaha mikro dan memperluas jangkauan pasarnya dalam waktu relatif singkat.

Tito Arie Ananta Mahendra; Agus Winarno; Rety Winonazada; Harjuni Hasan; Tommy Trides

Jurnal Sains dan Teknologi 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

PT. Bukit Baiduri Energi (BBE) is a coal mining company that utilizes hauling roads as the main infrastructure for material transportation. This study focuses on a 1.7 km road segment selected as the object of technical evaluation. The objective of this research is to analyze the effect of road geometry improvements on hauling time efficiency and equipment productivity. The method employed includes direct field measurements and calculations of operational parameters such as travel time, cycle time, and productivity. The results indicate that improvements in road grade reduced travel time from 10.13 minutes to 9.86 minutes. This reduction was followed by a decrease in cycle time from 16.29 minutes to 16.22 minutes. In addition, productivity increased from 65.4 bcm/hour to 66.69 bcm/hour. Also, improvements in curve radius and superelevation were implemented on the hauling road. These improvements resulted in a further decrease in travel time from 9.86 minutes to 8.6 minutes. Consequently, the cycle time also decreased from 16.22 minutes to 16.18 minutes. The productivity of hauling equipment increased from 66.69 bcm/hour to 67.02 bcm/hour. Overall, the evaluation of road geometry provided a positive contribution to operational performance. The productivity of overburden removal increased from 65.4 bcm/hour to 67.02 bcm/hour, representing an improvement of 2.48%.

Winarni, Marti; Susanto, Anang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pemanfaatan sisa-sisa hasil pertanian di Desa Jabung yang berpotensi digunakan sebagai bahan perbaikan tanah masih belum optimal, meskipun ketersediaannya cukup melimpah baik di lahan sawah maupun lahan kering. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan penggunaan bahan kimia pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jabung mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta observasi lapangan. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif melalui pengalaman langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang diberi perlakuan biochar memiliki kondisi tanah yang lebih gembur dan mampu mempertahankan kelembapan lebih baik dibandingkan lahan tanpa perlakuan. Selain itu, pembelajaran lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan biochar dari sisa-sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biochar dapat menjadi alternatif yang ekonomis, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung perbaikan kualitas tanah serta peningkatan hasil pertanian.