Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Dhea Permatasari Putri; Syaisariyana Alfin Wahida; Marlinda Marlinda

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2022 Politeknik Negeri FakFak

Industri laundry merupakan salah satu industri yang banyak dijumpai di indonesia. Akibat dari pembuangan limbah laundry tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu kontak adsorben yang berasal dari kulit pisang kepok sebagai karbon aktif terhadap penurunan konsentrasi nilai COD (Chemical Oxygen Demand) pada limbah laundry melalui model persamaan adsorpsi isothermal Freundlich dan isothermal Langmuir. Metode yang digunakan untuk pengolahan limbah yakni metode adsorbsi dengan karbon aktif yang berasal dari kulit pisang kepok. Variasi perlakuan pada penelitian ini menggunakan karbon aktif sebanyak 0,5 gram dengan variasi waktu 20 menit, 30 menit, 40 menit, 50 menit dan 60 menit. Pada penelitian ini, hasil terbaik diperoleh pada variabel waktu adsorbsi 60 menit dengan kapasitas COD (chemical Oxygen Demand) yang teradsorbsi sebesar 82,9917 mg/g dan persentase 78,78%. Pola isotherm adsorpsi yang terjadi pada COD (Chemical Oxygen Demand) menggunakan karbon aktif kulit pisang kepok mengikuti persamaan isotherm Langmuir dengan nilai kapasitas maksimum adsorbsi sebesar 33,8983 mg/g

Inrianti; Patras Pumoko; Sepling Paling; Alber Tulak

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Abstract: Wamena is one of the areas with the potential to develop a wide variety of food crops and plantations in large and medium quantities because it is supported by its natural conditions. Wamena, especially throughout Jayawijaya Regency and even other Regencies in the Central Highlands of Papua, are known for their organic farming. In order to support and maintain the productivity of organic farming systems, as an academic activist in the agricultural sector, it is necessary to conduct training on making organic fertilizer through the use of banana weevils known as Local Microorganism Fertilizer (MoL). This training was based on observations of farmer groups in the Wesaput district, where all farmers in the farmer groups had never used organic liquid fertilizers or inorganic fertilizers as additional nutrients to increase the growth and production of their agricultural products. Therefore we try to provide understanding and approaches to farmer groups through community service on how to make Local Microorganism Liquid Fertilizer in order to increase the yields of local farmers in the Wesaput District, especially the village of Kama. As a result of this activity, we saw that the farmer group community in Wesaput gave a good response so they asked for similar activities to be carried out again so that the farmer group community was more independent in making and using liquid organic fertilizer using the natural resources around them.

Ramadhani Chaniago; Haruni Ode; Rahman Dani Lasamadi; Darni Lamusu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Tanaman pisang banyak tumbuh di Desa Buon Mandiri, banyaknya hasil tanaman pisang selama ini belum dijual dalam bentuk olahan tetapi dijual dalam bentuk buah pisang per sisir atau per tandannya. Biasanya pisang ini dibeli oleh pengepul dengan harga rata-rata Rp. 35.000,00 pertandan. Jenis pisang yang ada di desa Buon Mandiri kebanyakan adalah pisang raja, pisang tanduk, pisang kepok dan pisang lowe. Buah pisang sering dikonsumsi sebagai buah segar serta dapat dimanfaatkan menjadi keripik. Kegiatan ini disosialisasikan melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) yang bertemakan“Diversifikasi olahan pisang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi Kelompok Lapak Jalapagos Biot Matami Desa Buon Mandiri Luwuk Utara”. Kegiatan ini bertujuan untuk agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra sasaran dalam mengolah pisang menjadi keripik sekaligus dapat menentukan harga pokok penjualannya.  Pada  artikel  ini,  kami  menjelaskan   proses   pengolahan   keripik pisang   dan   pengemasannya serta dilanjutkan dengan kegiatan menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) produk.

Yasmin Aulia Rachma; Riya Andila; Christin Ardianto

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Produksi buah pisang di Indonesia melimpah setiap tahunnya, salah satunya jenis pisang raja. Pisang termasuk ke dalam buah klimaterik, sehingga kondisi penyimpanannya mempengaruhi kualitas organoleptik dan masa simpannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa kondisi penyimpanan terhadap karakteristik organoleptic rasa, tekstur, dan aroma buah pisang raja selama penyimpanan. Buah pisang raja disimpan pada 6 kondisi, yaitu penyimpanan tanpa pengemas pada suhu ruang, tanpa pengemas di kulkas (chiller), dikemas plastic pada suhu ruang, dikemas plastik di kulkas (chiller), dikemas plastic yang ditambahkan kalsium karbida pada suhu ruang, dan dikemas plastic yang ditambahkan silica gel pada suhu ruang. Uji organoleptik dilakukan pada hari ke 0, 1, 3, 5, dan 7 dengan metode scoring. Data dianalisis dengan SPSS pada tingkat kepercayaan 95%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Kondisi penyimpanan yang berbeda mempengaruhi perubahan karakteristik organoleptik warna, tekstur dan aroma buah pisang raja selama penyimpanan dengan signifikan. Perubahan karakteristik warna tercepat adalah pada pisang raja yang disimpan dengan perlakuan penyimpanan tanpa pengemas, perubahan karakteristik tekstur tercepat adalah pada perlakuan dikemas plastik dan ditambahkan kalsium karbida pada suhu ruang, dan perubahan karakteristik aroma tercepat adalah pada perlakuan penyimpanan dengan plastik pada suhu ruang.  

Risman Tunny; Cut Bidara Panita Umar; Sari Siompu

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) seringkali hanya di buang, padahal pelepah pisang ambon memiliki antibakteri yang tinggi. Staphylococus aureus adalah salah satu gram positif berbentuk kokus dan merupakan bakteri patogen bagi manusia. Staphylococus aureus termasud bakteri yang banyak resistensi terhadap antibiotik. Tujuan.  Untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder Tanin, Saponin, Flavanoid, Fenol, dan Alkaloid pada pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum). Untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak pelepah pisang ambon terhadap pertumbuhan Staphylococus aureus. Untuk mengetahui konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 100% ekstrak etanol pelepah pisang ambon yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococus aureus. Metodologi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan empat varian konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 100% . Kontrol positif yang digunakan  adalah Ciprofloxacin dan kontrol negatif yang digunakan adalah Aquades. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode tabung. Hasil penelitian. Skrining fitokimia menunjukan ekstrak pelepah pisang ambon mengandung tanin, saponin, flavonoid, alkaloid dan fenol. Pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% pelepah pisang ambon terhadap Staphylococus aureus di tandai dengan terbentuknya zona hambat pada  konsentrasi 20% zona hambat 13 mm, konsentrasi 40% zona hambat 16 mm, konsentrasi 60% zona hambat 18 mm dan konsentrasi 100% zona hambat 20 mm. Kesimpulan. Pelepah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococus aureus dengan konsentrasi yang efektif yaitu 100% degan zona hambat 20 mm dengan kategori sangat kuat.

Siti Amanah; Luluk Atirotu Zahro; Nik Haryanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penelitian ini didasarkan pada gambaran kontekstual  TK Darmawanita Kromasan Ngunut Tulungagung  sebagian anak masih kurang dalam hal kreativitasnya.  anak yang belum mampu mengaplikasikan pelepah pisang untuk dijadikan sebuah karya yang dibuat oleh anak itu sendiri, karena kurangnya kemampuan anak dalam berpikir lebih kreatif dan kurangnya pemahaman anak dalam membuat sebuah kesenian menggunakan bahan alam tersebut. Serta perlu adanya peningkatan seni karya pada anak dalam pembuatan media bahan alam pelepah pisang untuk dijadikan sebuah hasil karya yang dihasilkan oleh anak itu sendiri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini jika ditinjau dari lokasi sumber datanya termasuk kategori penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara (interview), dokumentasi.