SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 43

Analytics

Jihan Seprina Azzahara; Agus Lestari

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong perubahan besar dalam dunia pendidikan, sehingga pembelajaran abad ke-21 tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga menuntut penguatan empat kompetensi inti atau 4C, yaitu berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Integrasi teknologi menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mensintesis temuan dari sebelas artikel ilmiah yang membahas implementasi teknologi dalam mengembangkan keterampilan 4C pada pembelajaran modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah fokus, desain, serta hasil penelitian dari setiap artikel, kemudian mengintegrasikannya melalui analisis tematik untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai bentuk teknologi seperti platform pembelajaran digital, aplikasi mobile, media interaktif, kecerdasan buatan, serta perangkat kolaboratif mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan peserta didik. Teknologi terbukti memperkuat kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan analisis informasi dan pemecahan masalah berbasis digital; meningkatkan kreativitas melalui pembuatan konten multimedia dan eksplorasi ide; memperluas kemampuan komunikasi melalui diskusi virtual, presentasi digital, dan interaksi sinkron maupun asinkron; serta mendorong kolaborasi melalui proyek kelompok berbasis platform daring yang memudahkan koordinasi dan pembagian tugas. Secara keseluruhan, integrasi teknologi memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan 4C, meskipun keberhasilannya tetap sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan sarana, serta desain pembelajaran yang tepat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi digital pendidik dan penguatan lingkungan belajar berbasis teknologi agar keterampilan 4C dapat dioptimalkan dalam pembelajaran abad 21. Kata kunci: Pembelajaran Abad 21; Keterampilan 4C; Integrasi Teknologi; Pembelajaran Modern; Literasi Digital

Agrian Wardani; Rossa Hermelia; Andina Marianita; Sarmauli, Sarmauli

Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Tulisan ini membahas pendekatan refleksi teologis menggunakan metode lingkaran pastoral dalam konteks pendidikan Kristen. Lingkaran pastoral, yang terdiri dari tahapan melihat, menilai, bertindak, dan merayakan, menjadi alat yang efektif untuk mengintegrasikan pengalaman hidup dengan ajaran Kristiani. Pendekatan ini bertujuan agar pendidikan Kristen tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk karakter, spiritualitas, dan kepekaan sosial peserta didik. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kompleksitas sosial, refleksi teologis ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami iman secara kontekstual dan menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Dengan penerapan yang tepat, pendidikan Kristen berbasis lingkaran pastoral dapat melahirkan individu yang memiliki iman kuat serta komitmen nyata terhadap nilai-nilai Kerajaan Allah.  

Muhammad Ilyas; Usman Al Hudawi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana implementasi nilai-nilai pendidikan multikultural dilakukan di SMK Negeri 1 Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan naturalistik inquiry studi kasus.Data dikumpulkan melalui pengamatandan wawancara.Keabsahan data diperkuat dengan mengonfirmasi hasil observasi dan wawancara. Untuk menguji kredibilitas data, dilakukan pengamatan yang lebih lama, peningkatan ketelitian, triangulasi data, member check, dan referensi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai multikultural di SMK Negeri 1 Binjai memiliki beberapa aspek sebagai berikut:1) pembelajaran dilaksanakan secara terpadu melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. 2) Peran kepala sekolah, guru, dan siswa memiliki peranan penting dan pemahaman yang sama dalam pengembangan nilai-nilai multikultural, yang berpengaruh positif dalam membangun karakter peserta didik.. 3) Program kurikulum internasional (Cambridge) dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan interaktif dengan dunia, serta mendorong pendekatan pembelajaran aktif yang memandu siswa menjadi fasih dan memiliki pengetahuan luas dalam berbagai mata pelajaran. 4) Program ini juga berusaha merangkul keragaman yang ada dalam hati siswa, seperti latar belakang etnis, keyakinan agama, dan cita-cita, dengan tujuan menciptakan individu yang mampu bersosialisasi dengan budaya yang berbeda. 5)SMK Negeri 1 Binjai merupakan tempat pertemuan antara peserta didik dan guru yang berasal dari latar belakang yang berbeda, yang memiliki ide, keyakinan, dan nilai yang beragam. Festival dan acara budaya diadakan untuk mengekspresikan keragaman multikultural tersebut. 6)Seluruh orang di lingkungan sekolah sangat waspaddan berkomitmen dalam menerapkan kebijakan no bullying (bebas penindasan). Dengan demikian,penelitian ini menyajikan gambaran tentang penerapan nilai-nilai multikultural dalam membangun karakter peserta didik yang beragam budaya.

Cahyanto, Septian Eko; Priyanto, Kaleb; Kurniadi, Ninda; Baihaqi, Setyo Bhahak Fendi; Gojandra, Farda Pega Libra +4 more

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Guna mendukung proses pembelajaran sistem otomasi di sebuah lembaga pendidikan dibutuhkan sebuah alat peraga yang mudah dipelajari dan dimengerti oleh mahasiswa. Tujuan pembuatan alat peraga ini agar peserta didik mengetahui dan dapat mengimplementasikan proses kerja sistem otomasi di industri menggunakan media yang disimulasikan dalam bentuk alat peraga. Alat peraga yang digunakan adalah integrasi PLC-HMI pada aplikasi pengisian tangki air. Alat peraga dirangkai dengan  menggunakan PLC dan HMI merk Omron dengan software CX-Programmer dan NB-Designer. Rangkaian wiring alat peraga PLC-HMI disusun secara teratur dan sistematis agar mudah dibongkar pasang dan disesuaikan dengan diagram wiring oleh peserta didik. Program ladder pada software CX-Programmer didesain dengan menerapkan logika dasar, instruksi dan beberapa fungsi program yang sesuai dengan level kompetensi dasar pembelajaran PLC. Desain tampilan dan fungsi HMI dirancang menggunakan software NB-Designer yang diintegrasikan dengan program ladder, serta disesuaikan penggunaan alamat I/O nya. Wiring alat peraga berfungsi secara normal sehingga seluruh perangkat dapat terkoneksi dengan baik. Program ladder yang telah dirancang dapat berfungsi optimal dan tidak didapati error pada hasil kompilasi. Desain HMI dapat berfungsi secara efektif untuk monitoring proses maupun saat berfungsi sebagai programmable terminal. Secara keseluruhan hasil rancang bangun alat peraga simulasi sistem pengisian tangki air telah diuji coba dan berfungsi sesuai rancangan yang telah ditetapkan.

Khidayat Muslim; Nur Aziz; Annisa Nurahmayanti; Yayat Hidayat

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Kepemimpinan yang efektif dalam konteks ini memegang peranan kunci dalam memastikan pengalaman belajar yang bermakna dan berkualitas bagi siswa. Artikel ini membahas konsep kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islami dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, artikel ini mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Islam dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan efektivitas guru dalam mengajar PAI. Temuan dari artikel ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik kepemimpinan sekolah dasar, seperti kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan empati, untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berdaya. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa para pemimpin sekolah dasar perlu memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai Islam dalam strategi kepemimpinan mereka guna memperbaiki kualitas pendidikan agama Islam dan membentuk karakter yang kuat pada generasi muda Muslim.

Sujati, Arinda; Trisiana, Anita; Yusuf, Yusuf

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh penggunaan teknologiinformasi internet terhadap perilaku sopan santun peserta didik kelas IX SMP 18 Surakarta. Penelitianini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data korelasi. Penelitian inidilaksanakan di SMP Negeri 18 Surakarta.Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didikberjumlahkan 60 peserta didik. Variabel penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu variable bebas X(penggunaan teknologi informasi internet) dan variable terikat Y (perilaku sopan santun peserta didik)yang dilakukan dengan memberikan angket kepada pserta didik untuk di isi dengan jumlahpertanyaan 18 butir dan 5 opsi alternatif jawaban. Sebelum angket digunakan, dilakukan uji validitasdan reliabilitas. Data setelah terkumpul dilakukan analisis. Teknik analisis data yang digunakandengan uji analisis statistic korelasi.Berdasarkan hasil analisis data menujukan bahwa hasil uji korelasi menunjukan hasil 0,189.Hasil uji korelasi ini jika dikonsultasikan table lebih besar dari 0,05 berarti Ha ditolak dan menerimaHo, sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan teknologi informasi internet tidak berpengaruh atautidak signifikan terhadap perilaku sopan santun peserta didik kelas IX SMP Negeri 18 Surakartakarena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel penggunaan teknologi informasi internet lebih besardari 0,05 yang berarti tidak membawa dampak terhadap perilaku sopan santun peserta didik.

Arga Wening Oktoriza; Sutoyo, Sutoyo; Supeni, Siti

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini untuk : (1) Untuk mengetahui Peran Guru PPKn dalam internalisasi Pancasilasebagai pandangan hidup bangsa untuk penguatan karakter demokratis pada peserta didik kelas VII;(2) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang ditemui Guru PPKn dalam internalisasi Pancasilasebagai pandangan hidup bangsa untuk penguatan karakter demokratis pada peserta didik kelas VII;(3) Untuk mengetahui bahwa internalisasi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dapatmempengaruhi penguatan karakter demokratis pada peserta didik kelas VII.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Subjek dalam penelitianini: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru PPKn Kelas VII, dan Peserta didik Kelas VII.Sumber data menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengantriangulasi teknik dan triangulasi sumber. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptifkualitatif model interaktif.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Guru PPKn sangat berperan aktif dalamprogram internalisasi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa untuk penguatan karakterdemokratis ini dengan diwujudkannya beberapa budaya sekolah baru yang menarik yaitu:Democrazy Day/pemilihan ketua OSIS, Kartu Haid, serta Kultum dan Adzan bergilir. Selain ituGuru PPKn juga berperan sebagai pengarah, pengawas, dan Pembina dalam implementasinya; 2)hambatan yang ditemui dalam proses berjalannya program Internalisasi Pancasila sebagaipandangan hidup bangsa untuk penguatan karakter demokratis adalah culture shock (budaya kejut;kaget) dan belum sepenuhnya beradaptasi dengan lingkungan baru karena masih dalam masaperalihan; 3)internalisasi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa benar dapat menguatkankarakter demokratis pada peserta didik.

Ramandita Arliani; Dindin M.Z.M; Yeni Cania Puspita

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Puisi menjadi salah satu karya sastra yang di dalamnya mengandung nilai moral religi dan sosial yang memiliki keterkaitan dengan pendidikan karakter salah satunya karakter toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral religi dan sosial yang terkandung dalam antologi puisi “Kusebut Nama-Mu dalam Seribu Warna” karya Achmad Subchan Darussalam bin ‘Umar, dkk. serta mengidentifikasi pemanfaatan hasil analisis antologi puisi “Kusebut Nama-Mu dalam Seribu Warna” karya Achmad Subchan Darussalam bin ‘Umar, dkk. sebagai peningkatan karakter toleransi peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deksriptif. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran apresiasi puisi di sekolah. Selain itu juga dapat mempengaruhi peningkatan karakter toleransi peserta didik, seperti menghormati dan menghargai keberagaman, memberi pesan kebijaksanaan dan kasih sayang, membuka pandangan baru terhadap keberagaman, menginspirasi dalam berdialog dan berinterkasi dengan sesama, dan membangun kepedulian. Nilai-nilai yang terkandung di dalam antologi puisi “Kusebut Nama-Mu dalam Seribu Warna” karya Achmad Subchan Darussalam bin ‘Umar, dkk. juga sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. 

Belen Keban, Yosep; Soi Leton, Susana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Persoalan bangsa yang akhir-akhir ini mengemuka bahkan menjadi semacam hantu adalah fenomena yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Aneka konflik terjadi baik itu kasus suku, ras, agama, dan antar golongan yang membuktikan bahwa wawasan kebangsaan di Indonesia mulai luntur terutama pada era disrupsi ini. Sikap ini tentu sangat disayangkan di tengah keberagaman agama di tanah air Indonesia. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan moderasi beragama dalam penguatan wawasan kebangsaan untuk menghadapi era disrupsi di SD Inpres Ekasapta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa pendidikan moderasi agama di  SD Inpres Ekasapta sejauh ini sudah dipraktekkan oleh lembaga pendidikan ini namun belum secara optimal diterapkan. Pendidikan moderasi beragama dalam penguatan wawasan kebangsaan di SDI Ekasapta dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.  Untuk itu lembaga pendidikan SD Inpres Ekasapta perlu terus melakukan peningkatan pendidikan moderasi keagamaan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler secara terstruktur agar dapat menanamkan sejak dini pendidikan moderasi agama dalam penguatan wawasan kebangsaan peserta didik.  

Suci Rahmatul Adla; Siti Tiara Maulia

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Saat ini di dunia pendidikan terus mengalami berbagai perkembangan kurikulum, Hal ini dibuktikan dengan perubahan kurikulum 2013 kurikulum merdeka. Pada hal ini, kurikulum merdeka diartikan sebagai upaya pembaharuan pemebelajaran dengan kerangaka yang lebih mudah, materi yang disajikan lebih penting atau langsung pada inti, penegmbangan karakter, dan pengetahuan peserta didik. Pemerintahan menetapkan kebijakan implementasi kurikulum merdeka mulai tahun pelajaran 2022/2023 yang diresmikan pada keputusan menteri pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Menindaklanjutkan bentuk implementasi merdeka belajar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan keleluasaan kepada satuan Pendidikan untuk menentukan kuriklulum yang akan digunakan yaitu Kurikulum 2013 secara utuh, Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan) dan Kurikulum Merdeka.

Aisyah Sekar Tri Wardani; Anisa Tulhalizah; Ratna Sari Dewi

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter sangat signifikan dan mendapat banyak perhatian oleh kalangan masyarakat. Pendidikan karakter dianggap sangat penting, apalagi mengingat saat ini sering terjadi kejadian-kejadian negatif yang tidak mencerminkan karakter yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pendekatan terbaik yang dapat digunakan guru saat membuat pelajaran pembentukan karakter. Dengan menyelidiki objek penelitian dan melakukan wawancara, penelitian lapangan digunakan sebagai metodologi penelitian. wawancara tatap muka digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang diperlukan dari pendidik SMAN 1 Kota Tangerang dengan mengajukan serangkaian pertanyaan terlebih dahulu. Hasil penelitian yang telah diperoleh bahwa pendidik melaksanakan strategi penerapan ruang kelas berkarakter sudah berjalan dengan baik dan semestinya di SMAN 1 Kota Tangerang melalui penerapan dengan adanya program Pelaksanaan tata tertib di SMAN 1 Kota Tangerang cukup baik, karena adanya Penegak Disiplin Sekolah (PDS) terdiri dari Wakasek sebagai ketuanya dan guru-guru yang memiliki kepedulian terhadap disiplin. Untuk memenuhi visi dan tujuan sekolah, aturan tata tertib yang berlaku di sekolah harus ditegakkan dengan baik, serta aturan yang mengatur tingkah laku siswa dalam hal perilaku, penampilan, dan seragam.

Ikariyani Ikariyani

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatar belakangi oleh berlakunya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Pendidik Dalam Jabatan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Pendidik diwajibkan membuat RPP yang lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan peluang yang cukup bagi prakarsa, kreaifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Metode Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan dengan model Stephen Kemmis. Strategi Kerja Praktek dengan Teknik Umpan Balik, dirancang dalam 3 (tiga) siklus. Hasil penelitian : 1). Terjadinya peningkatan komitmen pendidik-pendidik menyusun RPP inovatif, yaitu sebanyak 94% pendidik-pendidik mampu mencapai nilai 4,00-5,00 dalam skala 1-5, dan 2). Terjadinya peningkatan kemampuan pendidik-pendidik menyusun RPP Inovatif, yaitu sebanyak 88% pendidik mampu mencapai nilai 4,00-5,00 dalam skala 1-5. Kesimpulan penelitian ini, bahwa Strategi Kerja Praktek dengan Teknik Umpan Balik dapat meningkatkan kinerja pendidik-pendidik  menyusun RPP Inovatif.

Muhamad Ali Nursalim

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Model pembelajaran Complete Sentence secara sederhana dapat diartikan sebagai model pembelajaran yang dilakukan dengan cara berdiskusi kelompok dimana setiap kelompok diberikan lembar kerja yang berisi paragraf yang belum lengkap kalimatnya yang akan diisi oleh peserta didik. Indikator keberhasilan peningkatan pembelajaran peserta didik pada penelitian ini dilihat dari 75% peserta didik tuntas KKM (dengan nilai 75). Hasil penelitian yang didapat dari data tes memperlihatkan bahwa pada prasiklus terdapat 44% (14 orang) peserta didik tuntas KKM. Pada siklus I terdapat 63% (20 orang) peserta didik tuntas KKM sehingga siklus dilanjutkan. Kemudian pada siklus II terdapat 81% (26 orang) peserta didik tuntas KKM sehingga siklus dihentikan. Data tersebut memperlihatkan terjadi peningkatan dari prasiklus sampai siklus II. Keberhasilan penelitian sesuai dengan indikator keberhasilan didapat saat siklus II, yaitu 81% peserta didik tuntas KKM. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik di setiap siklus mengalami kenaikan. Pada prasiklus nilai rata-rata peserta didik adalah 70,3 atau di bawah KKM. Pada siklus I nilai rata-rata peserta didik adalah 74,4 atau di atas KKM. Pada siklus II nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 77,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Complete Sentence berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII-F MTsN 8 Sleman pada pelajaran Bahasa Indonesia materi Teks Berita semester gasal tahun pelajaran 2019/2020.

Muhamad Ali Nursalim

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IX-A MTsN 8 Sleman pada tahun pelajaran 2020/2021 berjalan dengan kurang efektif. Peserta didik kurang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan ramai di kelas. Hal tersebut berakibat pada rendahnya nilai peserta didik yang hanya mencapai 44% tuntas KKM. Peneliti melihat diperlukannya sebuah penelitian untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Peneliti memilih sebuah model pembelajaran Student Recap. Student Recap adalah model pembelajaran mudah dan sederhana di mana peserta didik belajar melengkapi paragraf yang belum sempurna dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia. Indikator keberhasilan penelitian ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar peserta didik ditandai  75% peserta didik lolos nilai KKM dengan nilai 75. Hasil peningkatan dapat terlihat dari data sebagai berikut: prasiklus 47%; siklus pertama 66%; siklus kedua 78%. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%. Hasil peningkatan dapat terlihat dari nilai rata-rata peserta didik sebagai berikut: prasiklus 71,3; siklus pertama 75,9; siklus kedua 80,3. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah melebihi indikator keberhasilan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Student Recap mampu meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia materi Buku Fiksi dan Nonfiksi pada peserta didik kelas IX-A MTsN 8 Sleman di semester genap tahun pelajaran 2020/2021.

Nursam Nursam

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran al-Qur’an Hadits Materi Mad Zila, Mad Badal, Mad Tamkin dan Mad Farqi di kelas VIII MTs. Politani Maccirinnae Jengeng menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit oleh peserta didik. Hasil ulangan harian rata-rata nilainya di bawah standar ketuntasan, dimana dari 23 peserta didik yang nilainya diatas KKM 70 hanya sekitar 30%. Oleh karena itu guru al-Qur’an Hadits harus berupaya untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam penerapan metode reading aloud pada pembelajaran al-Qur’an siswa kelas VIII MTs. Politani Maccirinnae Jengeng, serta untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan membaca al-Qur’an siswa kelas VIII MTs. Politani Maccirinnae Jengeng setelah menggunakan metode reading aloud. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi dan tes kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualifikasi aktivitas guru pada siklus I dikategorikan “baik ”, dengan nilai 80,35 dan pada siklus II meningkat menjadi ”baik sekali” dengan nilai rata-rata 94,64. Adapun kualifikasi aktivitas siswa pada siklus I masih kurang baik atau belum maksimal , karena baru mencapai 69,56. Sedangkan pada siklus II, aktivitas siswa sudah ada peningkatan menjadi baik dengan nilai rata-rata 84,23. (2) Penerapan metode reading aloud dapat meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an. Hal ini dibuktikan bahwa ada peningkatan pada ketuntasan hasil belajar siswa, yaitu pada siklus I nilai rata-rata 66,30 dan pada siklus II meningkat menjadi 80,43. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode reading aload dalam pembelajaran al Quran Hadits materi Madzilah, Mad Badal, Mad Tamkin dan Mad Farqi dapat meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an dan antusiasme siswa dalam belajar.

Asmuri Asmuri; Moh Gufron

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah di aspek pendidikan, pandemi Covid-19 ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pelaksanaan pembelajaran di Indonesia yang harus dilakukan secara online atau jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Gondang tepatnya pada kelas IX. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian fenomenologi, yang mendeskripsikan segala bentuk tindakan dan juga fenomena yang dilakukan oleh subjek yang diteliti dalam pelaksanaan pembelajaran daring, Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di SMP Negeri 2 Gondang kelas IX sudah terlaksana cukup baik, peserta didik dan guru sudah memiliki peralatan dasar yang diperlukan, hal itu menggambarkan kesiapan pelaksanaan pembelajaran daring. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring, guru menerapkan RPP dan melaksanakan pembelajaran dengan baik yaitu menggunakan media pembelajaran, strategi, metode dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan peserta didik. Pembelajaran online fleksibel dalam pelaksanaannya dan dapat mendorong guru untuk mengajar lebih kreatif, dan siswa juga harus mandiri dan termotivasi untuk belajar lebih aktif.

Rizqie Dwiyanti Ayuningtias; Agus Ahmad Wakih; Winarti Dwi Febriani

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Latar belakang penelitian ini yaitu, rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajar 4 gerakan tari kupu-kupu di kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan keterampilan 4 gerakan tari kupu-kupu dengan menggunakan video learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sesuai dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari perncanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi dalam setiap siklus. Bahasan penelitian ini menggunakan video learning dalam proses pembelajaran 4 gerakan tari kupu-kupu yang dilakukan tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar peserta didik pada pembelajaran 4 gerakan tari kupu-kupu menggunakan video learning di kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalya mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan tersebut sebelum menggunakan video learning (Pra tindakan) memperoleh nilai rata-rata 63,5 dengan presentase 15%  kategori “kurang” Setelah menggunaan video learning pada siklus I memperoleh nilai rata-rata  68,5 dengan presentase 44% kategori “kurang” Kemudia pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 80,5 dengan presentase 81% kategori “baik”.

Tebi Hariyadi Purna; Candra Viamita Prakoso; Ratna Sari Dewi

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Pendidikan adalah hal esensial yang sepanjang hayat tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Di era digital sekarang pendidikan karakter penting sekali untuk ditanamkan dan diajarkan secara masif kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pendidikan karakter dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Studi literatur merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan menggalang data dan melakukan pencatatan, kajian pustaka ataupun dengan membaca. Studi literatur bisa didapatkan dari bermacam sumber seperti buku, jurnal, internet, pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong semua pihak baik itu institusi pendidikan, keluarga, maupun masyarakat agar secara masif dapat membantu terlaksananya pendidikan karakter yang dapat diajarkan dan diperoleh oleh peserta didik sehingga dapat membangun generasi bangsa yang berkarakter dan berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.    

Robingun Suyud El Syam; Mukromin, Mukromin

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tantangan dunia pendidikan diantaranya sistem pendidikan yang memungkinkan optimalisasi semua otak sehingga ia bisa merima, mengolah, menyimpan serta menggunakan informasi secara efisisen. Tujuan peneltian ini untuk mengungkap edutainment Islam dalam joke "gitu aja kok repot": harmoni pendidikan dan hiburan. Edutainment Islam dianggap bisa mengatasi problem tersebut. Penelitian merupakan jenis kualitatif dengan menggunakan metode library research dianalisis dengan content isi. Penelitian menyimpulkan joke "gitu aja kok repot" lahir dari pikiran positif sehingga nuansa humor terasa menggiring meredakan ketegangan. Pesannya jelas. Jangan merumitkan yang sederhana. Paktek humor tersebut dapat diadaptasi menjadi model edutainment Islam dengan motede sikap lemah lembut dalam melarang perbuatan maksiat, dilakukan secara bertahap diawali dengan kemudahan untuk bisa memikat hati dan menambah rasa cinta. Dengan pendekatan yang menghibur menambah daya tarik bagi peserta didik. Penelitian merokemdasi agar temuan ini menjadi salah satu model edutainment Islam.    

Mohamad Fatkhurohman; Robingun Suyud El Syam

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Hasil kegiatan penilaian pada materi gerak lurus peserta didik kelas MIPA 5 semester 1 tahun pelajaran 2021/2022 nampak bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan menyelesaikan soal-soal yang termasuk pada ranah berpikir C-4. Hal ini mencerminkan bahwa kemampuan peserta didik dalam hal keterampilan berpikir tingkat tinggi perlu ditingkatkan. Mengacu keadaan tersebut penulis terdorong untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan mengetahui sejauh mana penggunaan unit kegiatan belajar mandiri (UKBM) memberikan pengaruh pada keterampilan berpikir tingkat tinggi/ higher order thinking skill (HOTS) peserta didik pada materi gerak lurus. Dengan subyek penelitian peserta didik kelas MIPA 5 semester 1 SMA Takhassus Al-Qur’an tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 33 peserta didik. Penilaian diberikan pada setiap akhir siklus untuk mengukur sejauh mana keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal tingkat tinggi. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada setiap siklusnya. Pada prasiklus, peserta didik yang mampu menyelesaikan soal-soal kategori HOTS adalah 13 peserta didik dari 33 peserta didik atau 39,39 %. Pada siklus I, peserta didik yang mampu menyelesaikan soal-soal kategori HOTS meningkat menjadi 22 peserta didik dari 33 peserta didik atau 67,7 %. Pada siklus II, peserta didik yang mampu menyelesaikan soal-soal kategori HOTS meningkat menjadi 30 peserta didik dari 33 peserta didik atau 91 %. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan UKBM dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik sehingga peserta didik mampu menyelesaikan soal-soal yang menggunakan ranah berpikir C-4, C-5 dan C-6 pada taksonomi Bloom versi penyempurnaan Anderson & Krathwohl.