Publication Search

73,753 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 1,349

Analytics

Nurmalasari, Siti; Durrotun Nasikha, Novita; Devian Lumban Gaol, Indra

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengelolaan keuangan desa yang bersifat transparan dan akuntabel adalah salah satu prinsip utama untuk mewujudkan pemerintahan desa yang baik. Perkembangan teknologi digital mendorong pemerintah desa agar menggunakan teknologi informasi dalam mengelola dan mempublikasikan keuangan desa dengan menerapkan Sistem Keuangan Desa atau SISKEUDES. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa efektif implementasi SISKEUDES dalam mendukung transparansi APBDes melalui media digital di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara semi terstruktur, observasi, dokumentasi, serta analisis isi terhadap media informasi digital desa. Narasumber dalam penelitian ini adalah Sekretaris Desa dan operator SISKEUDES di Desa Rahayu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi SISKEUDES di Desa Rahayu telah berkontribusi pada peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan desa, mempercepat proses administrasi dan pelaporan, serta mendukung transparansi informasi publik melalui website desa, media sosial, banner APBDes, dan papan informasi pembangunan desa. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan keuangan desa tidak hanya berfungsi untuk alat administrasi, tetapi juga bagian dari transformasi digital dalam pemerintahan di tingkat desa. Namun, implementasi transparansi digital masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat yang rendah dalam komunikasi publik secara digital di desa. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas implementasi SISKEUDES dipengaruhi oleh kemampuan pemerintahan desa dalam menggabungkan sistem administrasi keuangan dengan media komunikasi publik yang berbasis digital.

Febrianti, Dina; Radjikan, Radjikan; Indonesia, Indonesia

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

ABSTRAK Perkembangan tata kelola digital di Indonesia mendorong berbagai instansi pemerintah, termasuk rumah tahanan negara (rutan), untuk mentransformasi sistem pelayanan publiknya melalui aplikasi berbasis digital. Rutan Kelas I Surabaya menginisiasi aplikasi RUSABAYA sebagai platform digital terintegrasi untuk mengelola pelayanan kunjungan tatap muka warga binaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi aplikasi RUSABAYA dalam meningkatkan kualitas pelayanan kunjungan warga binaan, mengidentifikasi hambatan implementasi di lapangan, serta merumuskan rekomendasi strategis perbaikan layanan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif selama kegiatan magang, wawancara terbatas dengan petugas dan pengunjung, serta studi dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa RUSABAYA telah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi, dan ketertiban pelayanan kunjungan. Aplikasi ini memungkinkan pendaftaran kunjungan secara daring, pengelolaan antrean digital melalui tiket berbasis kode QR, penjadwalan berbasis sesi dengan kuota 80 orang per sesi, serta fitur riwayat kunjungan yang lengkap. Namun, dua hambatan kritis teridentifikasi: aplikasi tidak tersedia di platform distribusi populer seperti Google Play Store dan Apple App Store, serta sosialisasi penggunaan aplikasi kepada masyarakat belum optimal sebagaimana tercermin dari ketiadaan petunjuk penggunaan di loket pelayanan. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas digitalisasi pelayanan publik tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas teknis sistem, tetapi juga oleh aksesibilitas, dukungan literasi digital, dan komitmen institusional terhadap pelayanan yang inklusif.

Kurniawati, Priskila; Sitanggang, Rena

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan penggunaan layanan perbankan digital dalam masyarakat. Kondisi tersebut diikuti dengan meningkatnya kejahatan siber, khususnya Phishing, yang menyebabkan hilangnya dana nasabah melalui manipulasi data dan penyalahgunaan sistem elektronik. Kejahatan Phishing tidak hanya menimbulkan kerugian bagi nasabah, tetapi juga menimbulkan persoalan hukum mengenai tanggung jawab perbankan terhadap keamanan sistem dan perlindungan dana nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kelalaian perbankan dalam perlindungan sistem elektronik serta pertanggungjawaban pidana bank terhadap raibnya dana nasabah akibat Phishing. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang terdiri dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelalaian perbankan dapat dilihat dari lemahnya sistem keamanan digital, pengawasan transaksi elektronik, serta perlindungan data nasabah. Pertanggungjawaban pidana terhadap pihak perbankan dapat dikaitkan dengan prinsip corporate criminal liability apabila terbukti terdapat unsur kelalaian yang mengakibatkan kerugian nasabah. Pengaturan mengenai perlindungan konsumen, keamanan sistem elektronik, dan perlindungan data pribadi menjadi dasar penting dalam menentukan tanggung jawab hukum perbankan terhadap korban Phishing. Katakunci: Pertanggungjawaban Pidana, Perbankan, Phishing, Cybercrime, Perlindungan Nasabah.

Nurul, Amelia; Nurul, Amelia; Nuralvianti, Regita

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Image Quality Assessment has become an important research area in computer vision due to the increasing use of digital imaging in medical, industrial, and remote sensing applications. This study conducted a Systematic Literature Review (SLR) using articles retrieved exclusively from the Scopus database. A total of fifteen Scopus-indexed articles were selected through the PRISMA process consisting of identification, screening, eligibility, and inclusion stages. The findings indicated that convolutional neural networks, transformer architectures, and no-reference approaches dominated recent studies because of their ability to capture complex visual features and improve evaluation accuracy. The application domain strongly influenced method selection, particularly in medical imaging, industrial quality control, and remote sensing. Deep learning methods achieved high performance but required large datasets and high computational resources. Overall, recent research trends shifted from traditional image enhancement toward artificial intelligence-based quality evaluation.

Arisyana, Dwi Jaya

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Perkembangan komik digital di Indonesia telah mendorong transformasi mitologi Indonesia ke dalam bentuk visual kontemporer. Salah satu representasi tersebut adalah karakter Roro Kidul dalam komik digital Nusantara Droid War, yang menampilkan tokoh mitologi Jawa dalam setting futuristik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis representasi visual Roro Kidul menggunakan Teori Bahasa Visual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menggunakan teknik observasi visual, dokumentasi panel komik, dan tinjauan pustaka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi isi wimba (komik tradisional Indonesia), metode wimba (komik tradisional Indonesia), dan bentuk ekspresi internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Roro Kidul direpresentasikan melalui elemen visual seperti pakaian yang didominasi warna hijau, ornamen emas, gerak tubuh yang tenang, dan manifestasi naga putih dan hitam sebagai simbol kekuatan ganda. Penerapan skala, perspektif, dan komposisi panel memperkuat hierarki visual dan posisi karakter sebagai tokoh utama. Bentuk ekspresi internal dan eksternal membangun kesinambungan makna dan menekankan otoritas simbolik karakter. Studi ini menunjukkan bahwa komik digital dapat menjadi media komunikasi budaya yang efektif dalam mentransformasikan mitologi Indonesia tanpa menghilangkan struktur makna budayanya, dan menekankan relevansi Teori Bahasa Visual dalam analisis visual media populer.

Gerit Dewise Renciana Nenohalam; Putri Yosina Kollo Wijaya; Ferdi Markus Lanata; Petrus Selestinus Mite; Lasarus Jehamat

Jurnal Nusantara Berbakti 2026 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Children with special needs, particularly those with intellectual disabilities, often experience difficulties in emotional development, communication skills, and social interaction. These conditions may make it challenging for them to express their feelings, regulate their emotions, and adapt to their surroundings. Based on observations conducted at SLBN Pembina Kupang, several children were found to be easily angered, lacking in self-confidence, and experiencing difficulties in social interaction. The implementation of this program consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The program began with coordination with the school, the preparation of coloring materials and equipment, and the selection of participants. Subsequently, the children participated in play therapy through coloring activities under the guidance of the service team and teachers. Evaluation was carried out by observing the children's participation, changes in emotional expression, and social interaction skills throughout the activities. The results showed that play therapy through coloring activities had a positive impact on the children's emotional development. The children became calmer, more confident, and better able to express their feelings. In addition, the activities helped improve their social skills, cooperation, concentration, discipline, and fine motor skills. Therefore, play therapy through coloring activities can serve as an effective, simple, and sustainable intervention to support the emotional development of children with special needs at SLBN Pembina Kupang.

Naomi Agustina, Amelia

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemurnian vitamin E dari berbagai sumber bahan alami dan limbah agroindustri terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan industri pangan, nutraseutikal, kosmetik, dan farmasi. Berbagai metode pemurnian telah diterapkan meliputi saponifikasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan distilasi molekuler. Studi ini mengkaji secara sistematis perkembangan metode pemurnian vitamin E dari berbagai sumber serta mengevaluasi keunggulan, keterbatasan, serta prospek penerapan teknologi yang lebih berkelanjutan. Penelusuran literatur dilakukan terhadap publikasi dalam 10 tahun terakhir yang diperoleh dari jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sumber alami vitamin E banyak terdapat pada minyak nabati, sedangkan sumber dari limbah agroindustri dengan kandungan vitamin E tertinggi diperoleh pada Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Kandungan vitamin E yang bervariasi tergantung dari jenis bahan baku, kondisi proses, dan metode pemurnian yang digunakan. Studi komparatif terkait potensi kandungan vitamin E pada bahan alam dan limbah agroindustri lokal Indonesia masih terbatas, khususnya yang mempertimbangkan variasi varietas genetik. Dari aspek teknik pemurnian, metode ekstraksi konvensional memerlukan beberapa tahapan proses sehingga perlu ditinjau dari sisi efisiensi operasional dan keekonomian. Hasil kajian menunjukkan penggunaan green solvent seperti ekstraksi dengan scCO2 dan DES yang berpotensi meningkatkan keamanan proses dan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan metode pemurnian yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan menjadi kunci dalam mendukung pemanfaatan berbagai sumber vitamin E secara berkelanjutan.

Moh. Bahruddin; Kurniawati

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk makanan yang berlabelisasi halal semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan industri halal dunia. Selain itu, Halal bukan sekadar totalitas hukum agama, tetapi juga menjadi strategi dalam memperluas segmentasi pemasaran suatu produk yang berlabelisasi halal di tingkat internasional. Namun, dari hasil observasi di lapangan ditemukan bahwa masyarakat muslim Bali, khusus Dusun Wanasari yang belum menyadari arti penting dari labelisasi halal. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) kesadaran pelaku usaha muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan; dan 2) kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian akan dituangkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesadaran pelaku usaha muslim Bali terhadap labelisasi halal masih rendah. Hanya dua produk yang bersertifikat halal, sementara sebagian besar masyarakat masih mengandalkan keyakinan agama sebagai tolok ukur kehalalan. 2) kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap label halal tergolong cukup baik, namun label halal bukan menjadi faktor utama dalam keputuskan pembelian. Selama aman untuk dikonsumsi. hal ini, tidak lepas dari kenyataan tidak semua produk tanpa labelisasi halal dianggap haram.

Rizki Ni’matul Khasanah; Abdul Khobir; Alfiyatun Nur Fadhilah; Najwa Nafi’ah Zahra; M. Adham Adil Santoso

This study aims to provide the benefits of a psychological approach in education through a learning adjustment strategy based on the developmental stage and age limits of students. The study used a library method with a qualitative descriptive-analytical approach through a review of educational psychology literature, cognitive development theory, national education regulations, and various relevant scientific journals. The results of the study indicate that learning effectiveness is greatly influenced by the alignment between material, teaching methods, and students' psychological readiness. Piaget's cognitive development theory indicates that elementary school-aged children are at the concrete operational stage, thus requiring contextual learning, the use of real-life media, and active interaction in the learning process. This study also found that age limits in the education system have an important function as a means of synchronizing students' biological, emotional, social, and intellectual readiness with learning targets. Through the "Psychological Navigation" model, this study offers a strategic framework for educators to create adaptive, humanistic learning that is oriented towards optimal student development. The implications of this study emphasize that teachers need to understand the individual characteristics of students so that the educational process does not only focus on academic achievement, but also supports the psychological well-being and character formation of students as a whole.

Ardia Ayuning Safitri; Setiyowati

Jurnal Akta Notaris 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Perkara tentang pengesahan asal usul anak dari hasil perkawinan siri terdapat pada Penetapan Pengadilan Agama Nomor 61/Pdt.P/2023/PA.PBUN tanggal 23 Juni 2023 yang menyatakan bahwa anak telah disahkan sebagai anak sah pasangan suami istri yang sebelumnya melakukan perkawinan siri. Penelitian ini bertujuan mengkaji: (1) perlindungan hukum bagi anak yang dilahirkan dari hasil perkawinan siri; (2) pertimbangan hukum hakim terkait asal usul anak dari hasil perkawinan siri dalam penetapan tersebut; dan (3) akibat hukum penetapan asal usul anak dari hasil perkawinan siri. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif-analitis dan analisis kualitatif terhadap data sekunder, yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak hasil perkawinan siri merupakan refleksi perkembangan hukum keluarga Indonesia yang semakin berorientasi pada perlindungan hak anak. Majelis Hakim dalam Penetapan Nomor 61/Pdt.P/2023/PA.PBUN menilai bahwa anak yang lahir dari perkawinan siri dapat ditetapkan sebagai anak sah sepanjang terbukti adanya hubungan perkawinan dan hubungan biologis antara ayah dan ibu kandungnya, dengan mendasarkan pada alat bukti autentik, keterangan saksi, serta dalil fikhiyah dan ketentuan perundang-undangan. Penetapan asal usul anak menimbulkan akibat hukum yang signifikan, meliputi pengakuan status keperdataan anak, timbulnya hubungan keperdataan dengan ayah biologis, kewajiban nafkah dan pemeliharaan, perlindungan hak ekonomi anak, serta pemenuhan hak administrasi kependudukan

Dwi Anggun Lestari

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Cognitive development is an important aspect of early childhood growth because it forms the foundation for children’s abilities to think, remember, understand concepts, solve problems, and make decisions. Early childhood is often referred to as the golden age since development occurs very rapidly during this period, requiring appropriate stimulation from the surrounding environment, particularly the family. In this context, parents play a crucial role through the parenting styles they apply in daily life. This study aims to examine the relationship between parenting styles and early childhood cognitive development based on findings from previous research. The method used is a narrative review by analyzing relevant scholarly articles published between 2020 and 2026. Articles that met the inclusion criteria were then analyzed descriptively to identify the relationship between parenting styles and children’s cognitive development. The results of the review of 15 selected articles indicate that there is a significant relationship between parenting styles and early childhood cognitive development. Authoritative parenting emerged as the most consistently positive style, characterized by effective communication, emotional support, balanced supervision, and opportunities for children to develop independent thinking skills. Other factors, such as parents’ educational level, involvement in children’s learning activities, and a supportive learning environment, also contribute to cognitive development. In conclusion, authoritative parenting is considered the most effective approach in supporting optimal cognitive development in early childhood.

Sharon Sheilla Shane; Wilmaya Firmandatiyas; Gabriella Paulita Morong; Febrina Lusianna Manik; Afifah Trista Ayunda

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong organisasi, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui penerapan sistem yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Enterprise Architecture (EA) pada UMKM Golden Spice menggunakan pendekatan The Open Group Architecture Framework (TOGAF) melalui metode Architecture Development Method (ADM). Permasalahan utama yang dihadapi adalah sistem penjualan dan manajemen stok yang masih dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi, sehingga menyebabkan inefisiensi operasional, ketidaksesuaian data, serta keterbatasan dalam pengambilan keputusan. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi literatur dengan referensi terbaru pada rentang tahun 2021-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan Arsitektur Perusahaan yang diusulkan mampu mengintegrasikan sistem penjualan dan manajemen stok secara terstruktur, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi data. Selain itu, sistem yang diusulkan juga mampu menyediakan informasi secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi UMKM dalam mendukung transformasi digital serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.

Fitri Wijayanti; Avia Masliani; Yanto Abdilah; Ema Suraya; Muhammad Syifa Zakariya +1 more

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

The rapid advancement of digital technology has significantly influenced various aspects of children's and adolescents' lives, particularly emotional development and social interaction. Excessive and uncontrolled use of digital media may negatively affect emotional regulation, communication skills, and interpersonal relationships. Therefore, educational institutions play an important role in helping students develop positive character and social behavior. Islamic Religious Education (IRE) is expected to contribute to character formation by instilling moral values, strengthening self-control, and encouraging healthy social interactions. This study aimed to analyze the effectiveness of Islamic Religious Education learning on the emotional development and social interaction of late childhood students in the digitalization era. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted among 40 students at MIS As-Syafi'iyah 10 Bogor in 2026. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the Chi-square test. The findings revealed that 32 respondents (80%) demonstrated a good level of Islamic Religious Education learning. In addition, 23 respondents (57.5%) showed good emotional development, while 28 respondents (70%) demonstrated good social interaction. Statistical analysis showed a p-value of 0.001 (<0.05), indicating a significant effectiveness of Islamic Religious Education learning on students' emotional development and social interaction. These findings suggest that Islamic Religious Education contributes positively to fostering emotional maturity and improving social relationships among students in the digital era.

Anis Siti Qayyummah; Utary Rahayu; Andrey Pramudia; Dika Habib Permana; Miftahul Huda

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to analyze the internalization of Islamic developmental psychology values through the Qur'an memorization (Tahfidz Al-Qur'an) program in shaping the character of middle adolescents aged 13–17 years in the digital era at Al Hayya Orphanage Foundation, Depok. Adolescence is a transitional stage characterized by significant physical, emotional, social, and spiritual changes. In the digital era, adolescents face various challenges, such as social media addiction, cyberbullying, declining social interaction, and moral degradation, all of which may affect character development. Therefore, strengthening character education based on Islamic values has become increasingly important. This research employed a qualitative approach using a case study method to gain an in-depth understanding of the phenomenon under investigation. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving orphanage caregivers, Tahfidz instructors, and students at Al Hayya Orphanage Foundation, Depok. The findings indicate that the Tahfidz program plays a positive role in character formation through habituation, role modeling, spiritual guidance, and a supportive religious environment. From the cognitive perspective, students demonstrated improvements in discipline, concentration, responsibility, and self-regulation. Emotionally, they became more patient, better able to control their emotions, and experienced inner peace through intensive engagement with the Qur'an. Socially, the program fostered attitudes of mutual assistance, respect, empathy, and stronger social relationships among students.This study reveals that the Tahfidz program serves not only as a means of memorizing the Qur'an but also as an effective medium for internalizing the values of Islamic developmental psychology and fostering Qur'anic character among adolescents in facing the challenges of the digital era.  

Khotimah, Khosnol; Arga Christian Sitohang

Perkembangan industri fashion muslim di Surabaya yang pesat diiringi dengan persaingan yang ketat antar pedagang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, dan kreativitas terhadap pendapatan usaha pedagang fashion muslim di Pasar Atom Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, data primer diperoleh melalui kuesioner dari 50 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis regresi linear berganda digunakan setelah uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha (p=0,263), harga berpengaruh positif dan signifikan (p=0,000; B=0,565), dan kreativitas berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien tertinggi (p=0,000; B=0,633). Secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha (F=61,629; p=0,000) dengan Adjusted R² sebesar 0,788. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks pasar tradisional modern, kreativitas dan strategi harga lebih menentukan pendapatan dibandingkan kualitas produk. Implikasi manajerial bagi pedagang adalah memprioritaskan kreativitas dan fleksibilitas harga serta mempertahankan kualitas pada tingkat standar layak jual.

Siska Febiana; Hanny Setyawati; Indah Yulianti

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas hubungan antara pikiran dan realitas melalui kajian filsafat kognitif, serta implikasinya terhadap pemahaman manusia. Filsafat kognitif, yang mengintegrasikan elemen-elemen filsafat, psikologi, dan ilmu kognitif, memberikan perspektif baru dalam memahami bagaimana manusia berinteraksi dengan dunia nyata. Artikel ini mengulas berbagai teori kognitif yang mempengaruhi pemahaman kita terhadap realitas, serta bagaimana persepsi, interpretasi, dan pengalaman membentuk cara kita mengerti dunia. Selain itu, implikasi dari kajian ini terhadap bidang-bidang seperti etika, pendidikan, dan perkembangan teknologi juga dibahas, dengan fokus pada dampak terhadap kesadaran dan pengambilan keputusan manusia.

Evalusiana Evalusiana; Chyntia wongso; Andinna Salsabela

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas pentingnya integrasi iman dan ilmu dalam kurikulum pendidikan Kristen di era digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan Kristen menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pengajaran nilai-nilai iman dan penerapan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam konteks ini, artikel ini mengeksplorasi berbagai pendekatan untuk mengintegrasikan kedua aspek tersebut, serta tantangan dan peluang yang muncul dalam implementasinya. Pembahasan juga meliputi bagaimana teknologi digital dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembelajaran berbasis iman tanpa mengorbankan kualitas akademik. Diharapkan artikel ini dapat memberikan wawasan bagi pendidik, orang tua, dan pengambil kebijakan dalam merancang kurikulum pendidikan Kristen yang responsif terhadap dinamika zaman dan tetap setia pada ajaran Kristiani.

Maria Nurwulan Yulliandari; sellina diah rifani; dwi fitri ukgraini

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas pentingnya teologi kasih dan pengampunan dalam pendidikan Kristen, dengan fokus pada penerapannya dalam pembelajaran holistik. Teologi kasih dan pengampunan, yang merupakan inti ajaran Kristus, menawarkan dasar yang kuat untuk membentuk karakter dan nilai-nilai dalam pendidikan. Melalui pendekatan pastoral, artikel ini mengkaji bagaimana nilai-nilai kasih dan pengampunan dapat membimbing proses pembelajaran yang tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga moral, spiritual, dan emosional siswa. Penulis juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang penuh kasih antara pendidik dan peserta didik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, penuh empati, dan mendukung perkembangan holistik individu. Artikel ini berargumen bahwa penerapan teologi kasih dan pengampunan dapat memperkuat pendidikan Kristen sebagai sarana untuk membentuk pribadi yang utuh dan berkarakter Kristus.

Salma Nur Hanifah; Sri Retno Widyorini

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi mekanisme transaksi ekonomi dengan mendorong penggunaan kontrak elektronik sebagai instrumen utama dalam aktivitas e-commerce. Kajian ini menyoroti dominasi klausula baku yang disusun sepihak oleh pelaku usaha, yang mengakibatkan ketimpangan posisi tawar serta berpotensi menimbulkan kerugian sistemik bagi konsumen. Secara empiris, rendahnya literasi hukum masyarakat, kompleksitas bahasa kontrak, serta mekanisme persetujuan instan memperkuat kondisi kerentanan konsumen dalam memahami hak dan kewajibannya. Meskipun kerangka regulasi nasional seperti UUPK dan UU ITE telah memberikan dasar perlindungan, implementasinya masih menghadapi hambatan serius, termasuk lemahnya pengawasan, kesenjangan antara norma dan praktik, serta tantangan yurisdiksi lintas negara dalam transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris untuk menganalisis efektivitas perlindungan hukum serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakseimbangan dalam kontrak elektronik. Hasil kajian menunjukkan perlunya rekonstruksi model perlindungan konsumen berbasis keadilan kontraktual yang menekankan transparansi, keseimbangan, dan akuntabilitas dalam penyusunan klausula. Selain itu, integrasi aspek teknologi, desain sistem digital, dan peningkatan literasi konsumen menjadi elemen krusial dalam menciptakan ekosistem transaksi yang adil. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teori hukum digital sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pembentukan regulasi adaptif guna memperkuat kepercayaan publik terhadap ekonomi digital.

Nababan, Christon; Simanjuntak, Joksan; Dini Situmorang; Reva Tessalonika; Stevan Bako +3 more

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2026 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pengasuh dalam mengembangkan spiritualitas anak di Panti Asuhan Elim HKBP Pematangsiantar melalui pendekatan attachment (kelekatan). Latar belakang masalah menunjukkan bahwa anak panti asuhan sering mengalami trauma, kesepian, dan krisis kepercayaan kepada Tuhan akibat ketidakhadiran orang tua kandung. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada pimpinan dan pengasuh, serta pendekatan halus kepada anak-anak, penelitian ini mendasarkan analisis pada teori attachment John Bowlby dan konsep spiritualitas anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh berperan sebagai pengganti orang tua yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membangun kelekatan emosional yang aman (secure base) melalui pembagian tugas kekeluargaan, kegiatan ibadah rutin (pagi dan malam), serta pendampingan personal. Tantangan terbesar terjadi pada masa adaptasi anak baru yang sering menunjukkan perilaku menangis, menyendiri, dan keraguan spiritual. Pendekatan holistik dan konsisten berbasis kasih agape terbukti efektif menumbuhkan rasa aman, kepercayaan diri, dan nilai religius anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pengasuh sebagai figur kelekatan sangat fundamental dalam pembentukan spiritualitas anak panti asuhan.