SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 21

Analytics

Nanang Abdillah; Ria Resti Fauziah; Ary Rachman; Naungi Atkin Insan Agamis; Moch Yogie Firmansah +6 more

Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

This research examines the mentoring of nationalistic activities by students from the Al-Azhar Menganti Gresik Institute and field supervisors at MI Darunnajah Lebani Suko, Wringinanom District, Gresik Regency, in commemoration of Heroes' Day. Thru a descriptive qualitative approach, this program involves four main activities: the red and white parade, patriotic love songs, little warrior strokes (coloring and writing hero stories), and a colossal drama of patriotic fervor. These activities are creatively designed and based on direct experience to instill nationalistic values in elementary school students. The research results show a significant improvement in students in terms of courage, discipline, creativity, cooperation, and respect for national symbols such as the flag and national anthem. Collaboration between students as facilitators, teachers as pedagogical directors, and the school environment creates a conducive learning ecosystem where participatory methods are more effective than conventional approaches. This experiential learning approach not only enhances cognitive understanding of the struggles of national and local heroes but also builds emotional empathy and social skills. Positive impacts include high student enthusiasm, reduced learning boredom, and character strengthening in accordance with the Pancasila Student Profile, such as mutual cooperation and integrity. Overall, this mentoring program serves as a relevant model for non-formal character education that can be replicated in other schools to strengthen nationalism from an early age amidst the challenges of post-pandemic globalization and individualism.

Zulfa, Aulia; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Era globalisasi di mana segala macam arus informasi serta kebudayaan berkembang pesat dan dapat diakses dengan mudah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan keutuhannya. Hasil yang terlihat terlihat di lingkungan saat ini, terdapat beberapa poin permasalahan yang disorot dan dinilai memiliki pengaruh besar terhadap generasi muda : 1.) Gaya hidup: 2.) budaya luar ; 3.) liberalisasi ; 4.) teknologi ; 5.) sosial dan moral. Tujuan penulisan jurnal ilmiah ini adalah untuk menekankan kesadaran generasi milenial untuk selalu berjiwa nasionalisme untuk menjaga identitas bangsa serta keutuhan NKRI untuk mencapai tujuan negara di tengah arus globalisasi dan modernisasi.

Suhaidi, Moh.; Matroni, Matroni; Salamet, Salamet

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pemudaran rasa nasionalisme sering kali beririsan dengan tumbuhnya paham radikalisme yang dapat mengancam stabilitas sosial di masyarakat. Fenomena ini semakin terasa di daerah-daerah multikultur seperti Kecamatan Dungkek, Sumenep, yang memiliki keragaman budaya, etnis, dan agama. Dalam konteks ini, radikalisasi dapat berkembang subur jika rasa nasionalisme tidak ditanamkan dengan baik sejak dini. Untuk itu, PAC GP Ansor Dungkek, sebagai organisasi pemuda tingkat lokal, berperan aktif dalam upaya menanamkan semangat nasionalisme guna mencegah penyebaran paham radikal di kalangan masyarakat, khususnya Generasi Z. Melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini menggali lebih dalam mengenai strategi yang diterapkan oleh PAC GP Ansor Dungkek dalam membentuk dan memperkuat rasa nasionalisme di tengah masyarakat yang multikultur. Temuan-temuan tersebut pertama Pembentukan Sikap Nasionalisme di antaranya adanya (1) Kegiatan Sosial dan Keagamaan dan (2) Peneladanan terhadap Tokoh Masyarakat; kedua Dampak dari Pembentukan Sikap Nasionalisme yaitu Meningkatnya Kesadaran Cinta Tanah Air.

Al Amin; Suttrisno Suttrisno

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This research aims to instill and strengthen the spirit of democracy and nationalism in every student. When they have the spirit of democracy and nationalism, their love for the nation and enthusiasm for fighting for this nation will be strong and great. One effort to instill a spirit of democracy and nationalism in the next generation is by learning Pancasila and citizenship education. The type of method used in this article is a literature review. The writing of this literature review adopts national articles published on various journal provider platforms on a national scale which discuss the importance of increasing democratic values ​​and nationalism in students through learning Pancasila and citizenship education. The results of the research show that increasing democratic values ​​and nationalism in students through learning Pancasila and citizenship education shows a positive direction. This means that students who have received Pancasila and citizenship education material have experienced a good improvement in their democratic attitudes and nationalist feelings. This learning is implemented in Indonesia with the aim of forming students into individuals who have strong character and are based on the values ​​of Pancasila, who have faith and devotion to God Almighty, have global diversity, mutual cooperation, independence, critical reasoning and creativity. Apart from that, through Pancasila and citizenship education we are present to provide in-depth understanding from teachers about the essence of Pancasila and the urgency of citizenship education.

Murtiningsih, Ika; Untari, Aryanti Dwi; Luthfi, Zaky Farid

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Abstrak Tujuan penelitian ini yakni mengetahui peran pendidikan kewarganegaraan untuk membangun karakter bangsa dalam pembentukan generasi berkualitas. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur (literature study) yang bertujuan untuk menyusun dasar teoritis dan konsep problematika yang diteliti yang merujuk pada buku, artikel ilmiah, dan penelitian lainnya yang dipublikasikan. Hasil penelitian berkaitan dengan peran Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai peran yang strategis dalam membangun karakter bangsa, karena melalui pendidikan ini nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara dapat ditanamkan sejak dini. Karakter bangsa yang kokoh dan tangguh dibentuk oleh internalisasi nilai-nilai seperti nasionalisme, tanggung jawab sosial, keadilan, serta toleransi. Hasil nyata dari pembangunan karakter bangsa adalah terciptanya generasi yang memiliki rasa kebangsaan yang tinggi, mampu menghargai keberagaman, dan memiliki semangat gotong royong. Selain itu, pembangunan karakter juga membentuk individu yang berpikir kritis, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan global, tanpa kehilangan jati diri sebagai negara Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi "Profil Pelajar Pancasila" yang menekankan pentingnya integritas, kemandirian, dan kemampuan untuk bekerja sama dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan global.

Az-Zahra, Aisyah Hilwa; Supriyono , Supriyono; Afghani, Shalma Herwinadira Afghani; Ajmi Niamala; Ferawati , Rizki +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Rasa nasionalisme adalah sebuah rasa dimana kesetiaan  seseorang diberikan atau diabdikan langsung kepada bangsa dan negara. Dari rasa nasionalisme, seseorang akan memiliki rasa solidaritas, semangat gotong royong dan rela berkorban. Mengenal tokoh Soekarno merupakan salah satu cara menghargai seorang pahlawan, dalam penelitian ini penulis menggunaakan metode kuantitatif menggunakan skala guttman untuk mengetahui apakah dengan mengenal perjuangan seseorang dalam membela dan mempertahankan bangsa dan negaranya dapat meningkatkan rasa nasionalisme seseorang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, yaitu sebanyak 20 orang siswa sebagai sampel dari 69 siswa kelas 3 MMI penulis mendapatkan hasil bahwa 74,5% siswa menyatakan bahwa rasa nasionalisme mereka meningkat setelah mengenal tokoh Ir Soekarno sebagai pejuang kemerdekaan bangsa dan negaranya.

Ronaldo Aprili

JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI 2024 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana citra merek dan kualitas produk dapat memengaruhi loyalitas konsumen generasi milenial terhadap Mie Instan Sedaap, dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi. Generasi milenial dipilih sebagai fokus karena mereka merupakan kelompok usia produktif yang memiliki karakteristik konsumsi yang unik, kritis terhadap merek, dan cenderung loyal terhadap produk yang sesuai dengan nilai dan preferensi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, sedangkan kualitas produk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan. Namun, secara langsung, baik citra merek maupun kualitas produk terbukti berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Sementara itu, kepuasan konsumen tidak memiliki pengaruh langsung terhadap loyalitas, dan tidak berperan sebagai mediator antara citra merek maupun kualitas produk terhadap loyalitas. Temuan ini memberikan wawasan bagi produsen Mie Sedaap dalam merancang strategi merek yang lebih relevan dengan nilai-nilai generasi milenial untuk meningkatkan loyalitas mereka.

Najicha, Fatma Ulfatun; Kurniawati, Arini

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kewarganegaraan sendiri bertujuan untuk mengajarkan warga negara meliputi hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam masyarakat, nilai - nilai kemanusiaan, dan pilar – pilar kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk sikap kritis, partisipatif, dan etnis dalam berperilaku sebagai warga negara. Metode penelitian studi literatur secara kualitatif yang diperoleh melalui literasi berbagai buku, artikel, dan jurnal yang berkaitan dengan materi yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukkan peran mahasiswa terhadap peningkatan kesadaran kewarganegaraan dalam mengatasi acaman – ancaman dari luar yang memungkinkan pudarnya jiwa kewarganegaraan hingga mengawal untuk terwujudnya mahasiswa yang memiliki pendirian dan jiwa nasionalisme yang tinggi, taat, berpikir kritis, dan bertanggung jawab pada aturan yang berlaku.   Kata Kunci : Pendidikan Kewarganegaraan, Nilai – nilai kewarganegaraan, Nasionalime

Dyah Larasati; Putri Aulya Andriani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak Lunturnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu tampaknya mulai marak di kalangan generasi muda. Banyak sekali generasi muda yang justru bangga ketika dalam kesehariannya fasih dalam berbahasa asing dan justru tidak memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Di tengah keironian tersebut, penulis memberikan analisis singkat mengenai betapa pentingnya berbahasa Indonesia dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme. Diharapkan dengan adanya analisis singkat ini akan menyadarkan generasi muda betapa pentingnya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Analisis kali ini menggunakan metode analisis deskriptif dimana penelitian berusaha mendiskripsikan suatu fenomena atau kejadian yang terjadi yang datanya berupa sajian data lisan ataupun tertulis dari orang-orang disekitar kawasan objek penelitian yaitu bahasa Indonesia itu sendiri. Dari analisis singkat ini didapatkan kesimpulan bahwa untuk membentuk generasi bangsa yang nasionalis dapat dimulai dari langkah kecil seperti membiasakan diri sendiri untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian dan terus menerus mengasah kemampuan berbahasa Indonesia baik melalui keterampilan menulis ataupun berbicara.

Wasilah Wasilah; Siminto Siminto

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter semakin mendapatkan prioritas dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah no 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab sekolah untuk memperkuat karakter siswa (Pasal 1 PP no.87/2017). Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter dilaksanakan dengan prinsip manajemen berbasis sekolah yang merupakan tanggung jawab kepala sekolah dan guru, sebagai pemenuhan beban kerja guru dan kepala sekolah (Pasal 6 ayat 3,4,5 PP 87/2017). Sesuai arahan presiden Joko Widodo bahwa pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan, untuk Sekolah Dasar sebesar 70 persen sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama sebesar 60 persen. Ketertarikan peneliti untuk mengkaji pendidikan karakter didasari oleh adanya penurunan karakter siswa kelas tinggi dibanding karakter siswa kelas rendah. Fokus kajian utama penelitian ini adalah manajemen penguatan pendidikan karakter di Sekolah Dasar yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kajian dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan.  Hasil penelitiannya bahwa pertama, Perencanaan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP IT Al-Manar Bun Kobar telah dilaksanakan dengan baik melalui penyusunan tujuan, strategi dan pemetaan kebijakan serta pemetaan prosedur dan penyempurnaan program menggunanakan rancangan RPP dan silabus; kedua, pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP IT Al-Manar Bun Kobar berjalan dengan baik melalui kegiatan kegiatan bersifat religius, penanaman nasionalisme, peduli sosial dan kepedulian terhadap lingkungan; ketiga, evaluasi Perencanaan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP IT Al-Manar Bun Kobar  melalui kegiatan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dengan melaksanakan refleksi, analisis dan rencana tindak lanjut berbasis pendidikan kewarganegaraan.

Yohanis Kristianus Tampani

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Isu Borderless dan Dual Nationalities : Pemicu disintegrasi bangsa di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yakni mengumpulkan atau melakukan studi dokumen terhadap sumber dan literatur-literatur yang terkait dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Isu Borderless merupakan suatu keadaan di mana batas-batas yang ada dalam suatu masyarakat kian memudar. Tak ada batasan-batasan yang mengatur perilaku-perilaku seseorang dalam bertindak dan menilai sebuah tindakan. Infrastruktur yang memadai, maka komunikasi menjadi sulit dan tidak akan tercipta dan perhatian yang diberikan oleh Pemerintah, kadangkala juga bisa membuat permasalahan yang terjadi di daerah perbatasan. Pemerintah lebih giat dalam menekankan program-programnya hanya pada wilayah tertentu hal tersebut sering menimbulkan kecemburuan sosial dari wilayah-wilayah lain yang belum terjangkau program dari pemerintah tersebut. Dari situlah, bibit-bibit konflik mulai muncul, bahkan jika konflik atau masalah tersebut tidak segera ditanggulangi, akan menjadikan suatu ancaman yang besar, dan justru membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di lain pihak banyak warga masyarakat Timor-Timur yang masih memegang paspor Republik Indonesia (RI) yang secara hukum masih berstatus WNI yang secara de facto merupakan warga negara Timor-Timur tapi secara de jure merupakan warga negara Indonesia (warga Indonesia pasif) sehingga dapat disimpulkan terdapatnya tiga kategori kewarganegaraan yakni kewarganegaraan ganda (dual nationalities), tanpa kewarganegaraan, dan kewarganegaraan pasif. Peran pembelajaran sejarah sebagai upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme untuk memberi peringatan kepada kita tentang pentingnya memahami identitas kebangsaan yang kita miliki dengan cara menengok kembali kepada masa lalu waktu identitas tersebut terbentuk.    

Moh. Fakhruddin Farhan

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Nationalism is a form of ideology that places the highest love, loyalty, and commitment on the nation-state. The concept of nationalism leads to the desire to live together as a nation that has goals and aspirations to be achieved together. Nationalist understanding and behavior must be based on the awareness of being part of a nation and oriented toward achieving common national goals. In the context of practicing nationalism and supporting national defense, the defense industry is a vital strategic industry to pay attention to. The defense industry is engaged in the area of ​​national defense-supporting products. With the arrival of the 4.0 industrial revolution era, the defense industry cannot remain silent and requires adaptation in its application both in the production of defense products and in their use to support national defense. Nationalism is the basis for the development of national independence as the main capital for realizing the ideals of independence, namely becoming an independent, sovereign, and prosperous nation. For this reason, the independence of the defense industry is an implementation of nationalism and part of the national defense strategy in dealing with state threats that are always developing in tandem with technological developments. The independence of the defense industry must be implemented and fully supported by the government and related parties so that it can play a role in realizing the aspirations of the nation and fostering a spirit of nationalism for the Indonesian people.

Insani, Angesti Ardelia

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Today the world has faced the era of globalization, where we can exchange news and communicatewith each other effectively through today's technological innovations. However, this world ofglobalization has resulted in the younger generation entering and leading to various problems inthis country, such as a reduced sense of love for one's own language and culture at a young age.Indonesian culture may disappear over time, because Indonesian people do not want to be out ofdate with foreign cultures. As the next generation, we should have the principle of participating topreserve and strengthen our cultural defense as Indonesian people. We should focus on learning theIndonesian language and the various cultures that exist, so that our love for our own culture cangrow and develop. Our current struggle is to return the love for the homeland to the younggeneration of Indonesia.

Kundharu Saddhono; Budhi Setiawan; Muhammad Rohmadi; Ani Rakhmawati; Raheni Suhita +1 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam rangka mewujudkan perlindungan terhadap masyarakat pedesaan terhadap paham radikalisme maka pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan untuk masyarakat pedesaan diperlukan sebagai bentuk kepedulian dari setiap pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan untuk masyarakat pedesaan akan terbentuk jika semua pihak memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan nilai kebangsaan dimulai semenjak dini. Masyarakat saat ini sangat rentan disusupi oleh paham dan gerakan radikalisme. Hal ini dikarenakan belum ada satu pun kebijakan spesifik untuk melindungi atau memproteksi masyarakat dari penetrasi paham dan gerakan radikalisme. Untuk itu, perlu adanya langkah konkret dalam hal mencegah radikalisasi dan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan nilai kebangsaan pada masyarakat inilah yang menjadi dasar pembentukan awal karena meluruskan sebatang ranting jauh lebih mudah daripada meluruskan sebatang pohon, maka dari itu pendidikan nilai kebangsaan yang paling efektif adalah pendidikan pada masyarakat, terutama di pedesaan Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di masyarakat harus dilakukan dengan tepat. Pengembangan nilai moral untuk masyarakat bisa dilakukan di dalam tiga tri pusat yang ada, yaitu, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Dalam pengembangan nilai moral untuk masyarakat perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini dikarenakan masyarakat adalah tempat berbagai macam karakter yang heterogen. Maka dari itu, tim pengabdi mengajukan kegiatan pengabdian berkaitan dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan terhadap masyarakat pedesaan yang bertujuan untuk mengatasi perpecahbelahan masyarakat Indonesia ini dan mencegah radikalisme di masyarakat, mengingat banyaknya kelompok separatis lahir di Indonesia ini maka salah satu cara untuk memutuskan rantai gejolak yang bertujuan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan pembekalan tentang internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada masyarakat tetapi juga akan diintegrasikan dengan aktivitas masyarakat dalam keseharian yang akan dibimbing secara komprehensif dengan mengambil tema penguatan wawasan kebangsaan Indonesia dan nasionalisme bagi masyarakat sebagai pilar bangsa.  

Syifa Aulia; Adisti Choiri Andani; Izzah Khaiurunnisaa; Zaytunil Hikma; Dede Indra Setiabudi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Efforts to increase, a sense of nationalism, a psyche where loyalty. someone who is totally devoted directly to the nation state on behalf of the entire nation. From Nationalism will flow a sense of social solidarity, a spirit of self-sacrifice and can foster a spirit of patriotism. The Quiz Competition is a learning technique through competitions, to be able to increase potential, talents, abilities, in thinking about general knowledge, as well as train thinking sharpness and dexterity in answering questions quickly and accurately. With this technique, students can measure their abilities by answering questions correctly and quickly. Generating students' interest in learning through a game approach is more effective in fostering curiosity and experience in playing smartly in an effective and motivating learning environment than not in the form of games. Nationalism is a deep understanding, loving the Nation and the state with a conscious sense of its citizens who jointly achieve to maintain, and devote the identity, integrity, prosperity, and strength of the Nation. 

Septiano, Andika Kavin; Ulfatun Najicha, Fatma

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

The development of technology is something that cannot be avoided. Technological developments have more or less affected our daily lives. With the development of technology, our lives have been made easier. One of the conveniences offered is the ease of finding information and finding it easy. With the existing facilities, we can access various information and culture very easily. With very easy access to culture and information, we must be able to sort out which ones are in accordance with the culture and norms that exist in Indonesia. We must have love to love our homeland so that we are not easily influenced by cultures that are not in accordance with the norms and culture that exist in Indonesia. Civic education here plays an important role in instilling the spirit of nationalism and love for the homeland as early as possible to the younger generation.

Puspita Ratri, Elisa; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Globalisasi terjadi secara menyeluruh di seluruh negara tak terkecuali di Indonesia. Globalisasi tentunya membawa tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia, namun dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam segala hal, hendaknya dapat menjadi benteng dalam mempertahankan jati diri bangsa dan eksistensinya. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk membahas tentang pentingnya Pancasila dalam menanamkan jiwa nasionalisme generasi muda di era globalisasi. Apabila semangat nasionalisme sudah tertanam dalam benak dan jiwa generasi muda sejak dini, maka hal tersebut akan membuat mereka lebih tangguh terhadap berbagai dampak negatif serta pergantian moral yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengulas dan membahas artikel-artikel penelitian sebelumnya mengenai bagaimana pentingnya Pancasila sebagai upaya untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme setiap warga negara, khususnya generasi muda. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman dan pengimplementasian Pancasila mempunyai peran yang strategis dalam membangkitkan jiwa nasionalisme terhadap generasi muda di tengah-tengah era globalisasi. Kata Kunci: Globalisasi, Pancasila, Nasionalisme, Generasi Muda

Ratih, Lilis Dewi; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tantangan dan ancaman yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di zaman sekarang ini setidaknya harus dapat dihadapi dengan pemahaman mengenai wawasan nusantara yang memadai sehingga rasa nasionalisme dapat terwujud dengan baik. Pemahaman mengenai wawasan nusantara menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme warga negara Indonesia sebagai dasar untuk menjaga persatuan Indonesia dan keutuhan NKRI. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana wawasan nusantara sebagai upaya membangun rasa dan sikap nasionalisme warga negara. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengulas dan membahas artikel-artikel penelitian sebelumnya mengenai bagaimana wawasan nusantara diperlukan sebagai upaya untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme setiap warga negara. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman wawasan nusantara mempunyai peran yang strategis dalam membangkitkan jiwa nasionalisme terhadap warga negara di tengah-tengah era globalisasi.

suargana, lisnawati; Anggraeni Dewi, Dinie

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Bangsa Indonesia selaku negara yang tidak dapat menjauhi tantangan globalisasi, namun dengan berpegang pada Pancasila selaku panduannya, prinsip Indonesia hendaknya bisa mempertahankan jati diri serta eksistensinya. Riset ini berisi tentang apabila memelihara semangat nasionalisme dalam benak generasi muda semenjak masa anak- anak akan membuat mereka lebih tangguh terhadap pengaruh negatif serta pergantian moral yang menjadi- jadi di masa globalisasi. Jadi, dengan memantapkan moralitas serta etika lewat pembelajaran Pancasila, generasi muda Indonesia bakal lebih siap buat hadapi globalisasi serta mempertahankan fakta diri Indonesia dikala yang bersamaan. Nilai kebudayaan yang jadi ciri bangsa Indonesia, semacam gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam warga jadi keistimewaan dasar yang bisa menjadikan masing- masing orang warga Indonesia untuk mencintai serta melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Tetapi ciri masyarakat Indonesia yang diketahui selaku masyarakat yang ramah serta sopan santun disaat ini mulai pudar semenjak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa dipilih dengan baik oleh warga Indonesia. Hingga, dalam Mengenai ini pemerintah mempunyai peranan berarti buat mempertahankan nilai- nilai kebudayaan Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya. ABSTRACT Indonesia as a country that cannot resist the challenges of globalization, but by adhering to the pancasila as its guidelines, its principles should be able to defend itself and existence. The research is about keeping a nationalistic spirit in the minds of youth since childhood will make them more resilient to the negative influences and the demoralizations of globalization. So, by reinforcing morality and ethics through pancasila study, the Indonesian younger generation will be better equipped to face globalization and maintain Indonesian fact at the same time. The cultural value of the Indonesian people, such as cooperation, silahturahmi, isa basic privilege that can make indonesians love and preserve their own culture. But the Indonesian people known as a friendly and civilised society have begun to wane since the influx of foreign cultures into Indonesia that Indonesia has not been able to choose well. Until then, governments have a meaningful role to maintain Indonesian cultural values in their societies

W, Vela Tiara; Trisiana, Anita; U, Bagus Khotibul; A, Salsa Rizka; Dwi S, Intan +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAKNasionalisme adalah suatu ajaran untuk mewujudkan dan juga mempertahankan  negara. Dengan cara menciptakan suatu gagasan nama bangsa untuk kelompok warga yang memiliki tujuan dan masa depan yang sama untuk menciptakan kepentingan negara, dan nasionalisme juga dapat di artikan sebagai ajaran untuk mencintai bangsa dan negaranya sendiri.Coronavirus atau sering di sebut Covid-19 termasuk spesies jenis virus yang mengakibatkan penyakit yang menyerang makhluk hidup yaitu manusia dan hewan. Corona virus ini menyerang manusia dan menimbulkan sakit yang menyerang pada pernapasan, dimuali dari pilek hingga penyakit yang parah, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah contoh penyakit. Dalam penelitian, Corona bisa ditemui di feses, akan tetapi tetapi sampai bulan Maret 2020 belum  diketahui jika penularannya melalui feses, dan dampaknya diperkirakan cukup rendah. Covid-19 jenis baru ini ditemukan  manusia dalam kejadian luar biasa yang berasal dari Wuhan China, pada bulan Desember 2019, dan kemudian dinamai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS- COV2), dan mngakibatkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). COVID-19 yang memiliki ukuran dengan diameter 60- 140 nm. Corona secara genetic ini berbeda dari virus SARS-CoV dan MERS-CoV.Ketahanan Nasional merupakan cara yang digunakan untuk mengarahkan seluruh sumber daya nasional yang berisi kegigihan dimana kegigihan terdapat kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, guna menyambut dan mengutik semua rintangan, resiko, kendala, dan provokasi baik  internal maupun dari eksternal, langsung dan tidak langsung yang dapat mengubah moralitas, jati diri, dan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara dan kerja keras untuk menjejaki tujuan dari perjuangan nasional di Indonesia. Kata Kunci : Nasionalisme, Covid-19, Ketahanan Nasional NegaraÂ