Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 1,850

Analytics

Putri Sellawati; Idawati

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran Tari Tradisional Rentak Bulian pada peserta didik kelas VIII.5 SMP Negeri 35 Pekanbaru Tahun Ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya inovasi pembelajaran seni budaya yang tidak hanya menekankan penguasaan gerak tari, tetapi juga membangun pemahaman yang mendalam terhadap nilai budaya, sejarah, dan filosofi yang terkandung dalam Tari Rentak Bulian. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru Seni Budaya dan peserta didik kelas VIII.5 SMP Negeri 35 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Deep Learning telah terlaksana dengan baik melalui penerapan prinsip mindful, meaningful, dan joyful dalam proses pembelajaran. Guru berhasil menciptakan pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami sejarah, makna gerak, dan nilai budaya Tari Rentak Bulian, sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengaplikasikan serta merefleksikan pengalaman belajarnya. Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, kreativitas, serta apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, penerapan Deep Learning mampu menjadikan pembelajaran tari tradisional lebih bermakna, kontekstual, dan menyenangkan sehingga mendukung pelestarian budaya daerah melalui pendidikan. Kata kunci: Deep Learning, Pembelajaran Seni Tari, Tari Rentak Bulian, Pembelajaran Mendalam, Seni Budaya.

Muh. Khusnul Himam; Imam Nur Aziz; Maftuh

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan masa kini menuntut siswa mampu berpikir kritis, berargumentasi berbasis bukti, dan melakukan refleksi terhadap permasalahan nyata.Tapi kenyataannya, kemampuan-kemampuan tersebut masih rendah pada banyak siswa akibat dominasi model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan kurang merangsang daya pikir kritis secara aktif. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana penggabungan model Problem-Based Learning (PBL) dan Analisis Kasus dapat meningkatkan kemampuan penyelidikan (inquiry cycle), argumentasi ilmiah, dan refleksi kritis siswa secara bersamaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah buku pendidikan, jurnal nasional terakreditasi Sinta, dan jurnal internasional ,kemudian dianalisis secara komparatif dan disintesis secara konseptual.Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi PBL dan Analisis Kasus membentuk pola pembelajaran yang saling menguatkan: kasus nyata mendorong siswa aktif menyelidiki, proses penyelidikan menghasilkan bukti untuk membangun argumen yang kuat, dan diskusi kelompok mendorong siswa mengevaluasi cara berpikir mereka sendiri. Ketiga proses ini berjalan secara bersamaan sehingga kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa berkembang secara menyeluruh. Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky, pedagogi kritis Freire, dan taksonomi kognitif Anderson-Krathwohl.

Eka Nanda Kurniawansyah; Chusnul Chotimah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pembelajaran Fiqih memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman dan pengamalan hukum Islam peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran Fiqih yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan dinilai kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterlibatan aktif peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengintegrasikan modul ajar modern ke dalam pembelajaran Fiqih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, penerapan, serta kelebihan dan kekurangan integrasi modul ajar modern dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih pada siswa kelas X di MA Al-Ihsan Kalijaring Tembelang Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, waka kurikulum, dan guru Fiqih. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi modul ajar modern di MA Al-Ihsan dilaksanakan melalui pemanfaatan media digital, PowerPoint, video pembelajaran, internet, dan Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran aktif berbasis diskusi, presentasi, dan studi kasus. Penerapannya mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan berpusat pada siswa. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kemampuan teknologi sebagian guru, keterbatasan penggunaan telepon genggam bagi siswa pondok pesantren, serta risiko ketergantungan siswa terhadap AI dan internet dalam mencari jawaban secara instan.

Lina Wulandari

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan pemahaman konsep aljabar siswa kelas VII SMPI Raudhotul Ulum Brangkal Bandar Kedungmulyo yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, metode yang monoton, dan minimnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terintegrasi video pada pembelajaran matematika siswa kelas VII, dan (2) mengetahui hasil belajar matematika siswa kelas VII setelah diterapkan model tersebut pada materi aljabar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian tindakan kelas mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart, melibatkan 21 siswa kelas VII sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (pretest dan posttest) berjumlah masing-masing 5 soal, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji N-Gain ternormalisasi, dan uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 37,14 meningkat menjadi 82,38 pada posttest, dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 85,71% (18 dari 21 siswa) dan nilai N-Gain rata-rata sebesar 0,72 yang tergolong kategori tinggi. Hasil uji-t menunjukkan nilai t hitung sebesar 25,48 lebih besar dari t tabel 2,086, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terintegrasi video efektif dan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII pada materi aljabar.

Okta Rosfiani; Tazkia Mahabbatul Fuadi; Nabila Ika Priyani; Yesi Juliawati; Muhammad Fikri Ghozali +2 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan strategis untuk memulihkan pembelajaran pasca pandemi dengan menawarkan fleksibilitas dan otonomi bagi guru. Namun, penelitian mengindikasikan adanya kesenjangan signifikan antara idealitas kebijakan dan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dengan fokus pada strategi dan tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan mengungkap tiga tema utama: (1) pembentukan karakter sebagai tujuan utama untuk merespons dampak teknologi digital terhadap kesehatan mental dan kepercayaan diri siswa; (2) strategi penerapan meliputi program "Selasa Kreasi", pendekatan emosional, dan metode deep learning; serta (3) tantangan meliputi peran orang tua, keragaman gaya belajar siswa, kesiapan guru, fase transisi siswa kelas 1, dan dampak gawai terhadap perilaku siswa. Penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada perangkat ajar, tetapi juga pada kompetensi reflektif dan adaptif guru dalam menerjemahkan nilai-nilai kurikulum ke praktik kelas. Temuan ini berimplikasi pada penguatan pelatihan guru berbasis kontekstual dan perancangan media pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman karakteristik siswa. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Tantangan Guru, Deep Learning

Shafira Rhamadhan; Jaeni, Jaeni; Yahfenel Evi Fussalam

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Sanggar tari merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi melalui proses pembelajaran dan regenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sanggar Getar Pakuan Bogor sebagai lembaga pendidikan seni nonformal dalam pelestarian dan pengembangan tari Jaipongan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Getar Pakuan tidak hanya berfungsi sebagai ruang latihan pertunjukan, tetapi berkembang menjadi lembaga pendidikan seni yang memiliki sistem pembelajaran terstruktur. Sistem pembelajaran dilakukan melalui tahapan kelas berdasarkan kemampuan peserta didik, mulai dari tingkat pemula hingga tingkat mahir. Melalui sistem tersebut, sanggar berperan dalam membangun kompetensi teknik tari, pemahaman budaya, serta proses regenerasi penari Jaipongan. Dengan demikian, Sanggar Getar Pakuan memiliki kontribusi penting sebagai ruang pendidikan nonformal dalam mempertahankan keberlanjutan seni tari Sunda.

Naufa Ilia Khotijah Muthmainah; Nur laila Eka Rahmawati; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Aktivitas belajar siswa adalah faktor penting yang membantu anak-anak berhasil dalam belajar mata pelajaran IPAS di sekolah dasar. Namun, cara belajar yang masih menggunakan metode lama membuat beberapa siswa tidak begitu antusias dalam berpartisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana media Wordwall digunakan sebagai alat pembelajaran yang interaktif dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas V di SDN 1 Bandengan Jepara, khususnya pada materi mengenai hubungan antara kondisi geografis dengan keberagaman rumah adat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan dalam dua siklus dan melibatkan 26 siswa sebagai subjeknya. Teknik mengumpulkan data mencakup pengamatan, kuesioner, dan perekaman dokumen, sedangkan pemrosesan data dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall berhasil meningkatkan partisipasi belajar siswa.Hal ini terlihat dari peningkatan persentase partisipasi belajar dari 86,63% pada siklus pertama menjadi 91,97% pada siklus kedua. Dengan demikian, media Wordwall terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar mata pelajaran IPAS.

Aulia Izzatun Nisa’; Nailia Jami’atul Muna; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kurangnya fokus saat belajar siswa kelas III sekolah dasar menjadi salah satu hal yang mengganggu pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi itu ditunjukkan dengan siswa yang sering teralihkan perhatiannya, kurang mampu berkonsentrasi selama belajar, serta kurang aktif dalam kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan fokus belajar siswa dengan cara menggunakan media pembelajaran yang berbentuk permainan edukatif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan dalam dua siklus, yaitu tahap perencanaan, penerapan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, dokumen, dan penilaian terhadap tingkat konsentrasi belajar siswa. Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan media pembelajaran berupa permainan edukatif dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa.Hal ini terlihat dari peningkatan fokus, partisipasi aktif, serta keterlibatan siswa selama proses pembelajaran di setiap siklusnya. Sehingga, media pembelajaran berupa permainan edukatif bisa menjadi pilihan yang baik untuk membuat proses belajar lebih menarik, interaktif, dan meningkatkan fokus siswa sekolah dasar dalam belajar.

Atiqul Zulfatun Nikmah; Tesha Vais Afriani; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Motivasi belajar menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam menunjang keberhasilan siswa pada proses pembelajaran, terutama di jenjang sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi di kelas IV SD Negeri 2 Kecapi, motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih belum optimal. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rendahnya perhatian siswa selama pembelajaran, kurangnya keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta minimnya partisipasi ketika mengikuti kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan media pembelajaran berbasis Wordwall. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan 18 siswa kelas IV SD Negeri 2 Kecapi sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Persentase motivasi belajar mengalami peningkatan dari 72,22 pada siklus I, kemudian meningkat lagi menjadi 88,89 pada siklus II. Peningkatan tersebut terlihat dari bertambahnya perhatian siswa terhadap pembelajaran, meningkatnya keaktifan dalam mengikuti kegiatan, tumbuhnya keberanian untuk mengemukakan pendapat, serta kesungguhan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, media Wordwall terbukti dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.

Nella Eka Ariyanti; Nandria Elsya Syarif Hidayah; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita materi luas dan keliling bangun datar melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media video animasi pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Menganti. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa kelas IV Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL berbantuan media video animasi mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 60,4 pada tahap pra siklus menjadi 81,5 pada Siklus I, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 21,2% menjadi 100%. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan keaktifan dalam mengikuti pembelajaran, berdiskusi, serta menyelesaikan soal cerita secara mandiri. Dengan demikian, penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media video animasi efektif dalam meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita luas dan keliling bangun datar pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Menganti.

Laisa Safira; Vika Rifayani; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Keaktifan belajar merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang menunjukkan tingkat keaktifan belajar yang rendah karena pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Bugel Kedung melalui penerapan model pembelajaran Game Based Learning. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 21 peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Bugel Kedung Tahun Pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Diharapkan penerapan model Game Based Learning mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna.

Lathifah, Nabilah Nur; Kholifah, Afiyatun

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Pembelajaran SKI tidak hanya diarahkan pada penguasaan aspek kognitif berupa pengetahuan sejarah, tetapi juga memiliki tujuan untuk membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai keteladanan. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu memahami, menghayati, serta meneladani perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tokoh-tokoh Islam lainnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkat SD/MI, materi SKI pada dasarnya telah disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala yang cukup berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Di MI Ar-Rahmah Karawang, pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), permasalahan yang ditemukan meliputi dominasi metode ceramah, terbatasnya variasi media pembelajaran, serta rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap pemahaman siswa pada materi SKI yang cenderung bersifat historis dan abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang memengaruhi pembelajaran SKI serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru SKI, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan pembelajaran terletak pada pemanfaatan media video yang membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Kelemahan utama terdapat pada dominasi metode ceramah yang menyebabkan pembelajaran kurang interaktif. Sementara itu, peluang muncul dari tingginya rasa ingin tahu siswa serta perkembangan teknologi pembelajaran, sedangkan ancaman berkaitan dengan kurangnya pengulangan materi yang menyebabkan siswa mudah lupa terhadap materi yang telah dipelajari. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran SKI di MI Ar-Rahmah masih memerlukan peningkatan pada aspek metode dan strategi pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan strategi PAIKEMI direkomendasikan sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, dan bermakna.

Meilia Khasanah Putri; Haliza Salsabila Ulfa; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas II SD Negeri 7 Kecapi melalui penerapan pembelajaran diferensiasi yang dipadukan dengan metode fonik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian sebanyak 5 siswa kelas II. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes kemampuan membaca, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi yang dipadukan dengan metode fonik berhasil meningkatkan kemampuan membaca siswa secara bertahap dalam dua siklus. Pada tahap pra-siklus, rata-rata nilai kelas hanya mencapai 62 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 40%. Setelah penerapan tindakan pada Siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 71 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 60%. Memasuki Siklus II, rata-rata nilai meningkat signifikan menjadi 82,4 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 100%. Aktivitas belajar siswa juga meningkat dari 71,6% pada Siklus I menjadi 89,2% pada Siklus II. Dengan demikian, pembelajaran diferensiasi yang dipadukan dengan metode fonik terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa di sekolah dasar.

Kurniawati, Priskila; Sitanggang, Rena; Monardo, Doni; Sugiyanto

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Di era Industri 5.0, adaptabilitas tenaga kerja menjadi urgensi utama karena terjadinya pergeseran paradigma dari fokus pada otomatisasi dan efisiensi menuju kolaborasi harmonis antara manusia dan teknologi yang berpusat pada manusia (human-centric), berkelanjutan, dan resilien. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 40 artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan tahun 2020–2025 dari basis data Google Scholar, Scopus, dan Garuda. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi strategi upskilling dan reskilling yang efektif sebagai mekanisme adaptabilitas tenaga kerja terhadap disrupsi AI dan otomatisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) kesenjangan keterampilan global merupakan ancaman nyata dengan 50% karyawan membutuhkan reskilling pada 2025; (2) strategi upskilling dan reskilling yang efektif mencakup pembelajaran berbasis proyek, microlearning, platform digital adaptif, dan kemitraan industri; (3) dukungan organisasi, kepemimpinan transformasional, dan budaya belajar berkelanjutan merupakan faktor penentu keberhasilan; serta (4) hambatan utama implementasi meliputi keterbatasan anggaran, resistensi perubahan, dan kesenjangan infrastruktur digital. Temuan ini menegaskan bahwa investasi pada pengembangan modal manusia melalui program upskilling dan reskilling merupakan imperatif strategis untuk menjaga ketahanan organisasi dan daya saing tenaga kerja di era transformasi digital.

Yunda; Kurniati

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pembelajaran seni budaya memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan estetis, kreativitas, serta karakter peserta didik melalui pengenalan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Salah satu materi yang diajarkan pada mata pelajaran Seni Budaya di tingkat Sekolah Menengah Atas adalah Tari Persembahan sebagai identitas budaya Melayu Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya materi Tari Persembahan di kelas X SMA Negeri 2 Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Seni Budaya dan delapan orang siswa kelas X yang dipilih sebagai informan, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah berlangsung sesuai dengan tahapan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Guru mampu melaksanakan pembelajaran secara sistematis dengan melibatkan peserta didik secara aktif melalui diskusi, demonstrasi, latihan gerak, dan evaluasi praktik. Pembelajaran Tari Persembahan tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa dalam menguasai ragam gerak tari, tetapi juga menumbuhkan pemahaman terhadap makna filosofis, nilai sopan santun, penghormatan kepada tamu, serta pelestarian budaya Melayu. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala berupa perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan sarana pendukung, proses pembelajaran tetap berjalan efektif melalui strategi pembelajaran yang diterapkan guru. Dengan demikian, pembelajaran Seni Budaya Tari Persembahan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat apresiasi peserta didik terhadap budaya daerah. Kata Kunci : Pembelajaran Seni Budaya, Tari Persembahan, Seni Tari, Budaya Melayu, Pembelajaran Kualitatif.

Zuhroh Kamilatul Munawaroh; Moh. Faridl Darmawan; Mohammad Saat Ibnu Waqfin

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan menjelaskan penerapan metode Quantum Teaching dalam pembelajaran Qur'an Hadis di kelas XI MA Al-I'dadiyyah Bahrul Ulum, mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya kreativitas peserta didik, serta menganalisis peningkatan kreativitas yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Quantum Teaching melalui langkah TANDUR menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Metode ini meningkatkan kreativitas peserta didik melalui partisipasi, keberanian berpendapat, kerja sama kelompok, dan kemampuan menghasilkan karya kreatif sehingga efektif diterapkan dalam pembelajaran Qur'an Hadis.

Maulida Azizah; Nasichah; Putri Nadzwa

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Transisi dari lingkungan sekolah menengah ke perguruan tinggi menuntut mahasiswa baru, terutama mahasiswa perantau, untuk melakukan penyesuaian diri yang kompleks terhadap sistem akademik dan lingkungan budaya yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyesuaian diri mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan akademik, sosial, emosional, dan budaya di lingkungan kampus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang sedang menjalani masa transisi di perguruan tinggi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif analitis untuk memetakan strategi koping mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami culture shock, homesickness, kesulitan komunikasi, dan tekanan akademik akibat perubahan sistem pembelajaran serta tuntutan kemandirian. Namun, kemampuan adaptasi tersebut dapat berkembang optimal melalui adanya motivasi internal, pengelolaan emosi yang baik, strategi koping yang adaptif, serta dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan kampus. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan adaptasi mahasiswa tidak hanya bertumpu pada kemampuan akademik, melainkan pada kesiapan mental dan relasi sosial, sehingga institusi kampus perlu menyediakan lingkungan yang inklusif serta sistem dukungan sosial yang memadai.

Ananda Gilang Farhan Syach; Nurmalinda

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya pada materi teknik bermain alat musik recorder di kelas VII MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru mata pelajaran Seni Budaya dan empat orang peserta didik kelas VII yang dipilih sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan peningkatan ketekunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah berlangsung dengan baik melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan guru menyusun perangkat pembelajaran yang memuat tujuan, materi, metode, media, dan penilaian sesuai dengan capaian pembelajaran. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dengan menerapkan metode ceramah, demonstrasi, latihan, serta praktik langsung menggunakan alat musik recorder. Selama proses pembelajaran peserta didik menunjukkan antusiasme, partisipasi aktif, serta kemampuan memainkan recorder yang semakin meningkat. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui penilaian aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, dengan seluruh peserta didik memperoleh nilai di atas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan jumlah alat musik recorder, perbedaan kemampuan peserta didik, dan terbatasnya waktu praktik. Meskipun demikian, hambatan tersebut dapat diatasi melalui strategi pembelajaran yang diterapkan guru sehingga tujuan pembelajaran tetap tercapai secara optimal. Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Recorder, Teknik Bermain Recorder, Pembelajaran Musik.

Hani’ Rahmania; Nurul Arifah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Hermeneutika Paul Ricoeur merupakan salah satu pendekatan penafsiran yang berupaya memahami makna teks secara mendalam dan tidak hanya berfokus pada makna literal, tetapi juga memperhatikan konteks, simbol, narasi, serta tujuan yang terkandung di balik teks. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep hermeneutika Paul Ricoeur, penerapannya dalam memahami hadis, serta kontribusinya terhadap pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan pemikiran Paul Ricoeur dan hermeneutika hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep distansiasi, simbol, dan narasi yang dikemukakan Paul Ricoeur memungkinkan teks dipahami secara lebih kontekstual tanpa mengabaikan nilai-nilai pokok yang dikandungnya. Dalam kajian hadis, pendekatan ini membantu mengungkap tujuan moral (maqāṣid) di balik suatu hadis, seperti hadis tentang mahram yang dipahami tidak semata-mata sebagai larangan literal, melainkan sebagai upaya menjaga keamanan dan keselamatan perempuan sesuai dengan konteks zamannya. Selain itu, dalam pendidikan agama, hermeneutika Paul Ricoeur mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berdialog dengan teks, serta menghargai keberagaman penafsiran sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dengan perkembangan masyarakat. Dengan demikian, hermeneutika Paul Ricoeur memberikan kontribusi penting dalam pengembangan studi hadis dan pendidikan agama melalui pemahaman teks yang lebih mendalam, dinamis, dan kontekstual tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.

Muhamad Imam Ghozali; Naili Nadhifah; Indri Yani; Yurid Ilyuna; Karissa Sofi +1 more

Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an dan Hadis 2026 Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Kemampuan membaca Al-Qur’an secara tepat dan sesuai kaidah tajwid merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh santri di lembaga nonformal seperti TPQ. Namun, masih banyak santri yang kesulitan dalam aspek makhraj huruf, panjang-pendek bacaan, dan kelancaran membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode An-Nahdliyyah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada santri TPQ Al-Huda Kalijambe Sragi secara sistematis dan bertahap. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara terhadap ustadz dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode An-Nahdliyyah yang menekankan penggunaan ketukan, sistem jilid terstruktur, serta pembelajaran sorogan dan munaqosah efektif meningkatkan kelancaran, ketepatan pelafalan huruf, dan pemahaman hukum tajwid santri. Faktor pendukung keberhasilan meliputi kompetensi pengajar, keterlibatan orang tua, dan kebiasaan murojaah di rumah, sementara faktor penghambat adalah perbedaan kemampuan antar santri dan keterbatasan waktu pembelajaran di TPQ. Kesimpulannya, penerapan metode An-Nahdliyyah mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri secara menyeluruh, sekaligus membentuk kedisiplinan dan pemahaman dasar keagamaan yang mendukung kualitas bacaan Al-Qur’an.