Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 1,145

Analytics

Rini, Wafia Silvi Dhesinta; Sugiarto, Fiona Felicia

Ethos and Pragmatic Law Review (EPLR) 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Implementasi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 berpotensi menyebabkan terjadinya ketidakadilan terhadap pekerja di sektor batu bara, khususnya terkait isu pengakhiran dini masa operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia. Pelaksanaan kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan misinformasi atau bahkan sampai pada pengakhiran masa kerja  bagi pekerja yang bergantung pada operasional PLTU. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi para pekerja pada sektor batu bara, khususnya di PLTU dalam kaitannya dengan rencana pensiun dini PLTU karena adanya transisi energi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang ada belum sepenuhnya mengakomodasi perlindungan yang memadai, khususnya terkait mitigasi risiko PHK serta penyediaan program peningkatan kompetensi dan penyesuaian peran bagi pekerja terdampak. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penyusunan kebijakan yang komprehensif dan berkeadilan sosial guna menjamin perlindungan hak-hak pekerja. Pelatihan dan juga kajian atas pengakhiran masa operasional PLTU perlu  melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pekerja yang merupakan bagian integral dalam mewujudkan transisi energi yang inklusif, tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja di sektor batu bara. 

Nugroho, Zahra Mesvari; Linda Agustina Ningtyas; Mashur Hasan Bisri

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diperkenalkan pada 6 Januari 2025 melalui Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2024, menjadi salah satu inisiatif sosial terbesar di Indonesia dengan dana sebesar Rp71 triliun dan memperkirakan 82,9 juta penerima manfaat. Pengelolaannya ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG. Studi ini menganalisis pemanfaatan TikTok sebagai alat transparansi dalam manajemen SOP MBG untuk meningkatkan akuntabilitas publik dalam konteks hubungan keuangan antara pusat dan daerah melalui DAK Nonfisik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan analisis dokumen dan konten publik di TikTok. Sumber data terdiri dari dokumen resmi BGN, Juknis No. 401.1 Tahun 2026, laporan dari ICW dan CISDI, akun TikTok SPPG, serta penelitian akademik. Validitas ditentukan melalui triangulasi serta analisis perbandingan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok SPPG berperan dalam tiga dimensi transparansi: verifikasi di tingkat pusat, pengawasan lokal, dan akuntabilitas publik di tingkat nasional. Namun, ada empat tantangan utama, yaitu kurangnya konsistensi konten di berbagai akun SPPG, ketimpangan digital di daerah 3T, ketiadaan mekanisme tindak lanjut resmi, dan potensi kriminalisasi partisipasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan model optimalisasi yang mencakup standardisasi konten, perlindungan partisipasi masyarakat, serta integrasi dengan sistem pengawasan resmi untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas MBG dengan pendekatan digital.

Salsabila Tiara Maharani; Cristiawan Hendratmoko

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to examine the effect of Social Media Brand Engagement, Brand Trust, and Customer Satisfaction on Nescafé Brand Loyalty. A quantitative approach was employed using a explanatory research. Data were collected through questionnaires distributed to Nescafé consumers and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results indicate that Social Media Brand Engagement has a positive and significant effect on Nescafé Brand Loyalty, with a significance value of 0.001 (< 0.05). Customer Satisfaction also has a positive and significant effect on Nescafé Brand Loyalty, with a significance value of 0.001 (< 0.05). In contrast, Brand Trust does not have a significant effect on Nescafé Brand Loyalty, as indicated by a significance value of 0.506 (> 0.05). The coefficient of determination (R²) shows that Social Media Brand Engagement, Brand Trust, and Customer Satisfaction explain 61.2% of the variation in Nescafé Brand Loyalty, while the remaining 38.8% is influenced by other factors not included in this study. The findings suggest that consumer engagement on social media and customer satisfaction play important roles in strengthening brand loyalty toward Nescafé. Therefore, companies should focus on improving social media engagement strategies and maintaining customer satisfaction to enhance consumer loyalty.

Muhamad Budi Nursabari; Nisaun Nabilah; Nurhayati Nurhayati

Jurnal Pajak dan Analisis Ekonomi Syariah 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Studi ini meneliti peran digitalisasi pajak dalam memoderasi hubungan antara kesadaran wajib pajak dan kepatuhan pajak penghasilan. Isu ini relevan karena Indonesia terus memperkuat layanan pajak elektronik, sementara kepatuhan wajib pajak masih bergantung pada kesadaran internal dan kemudahan praktis dalam memenuhi kewajiban pajak. Studi ini menggunakan pendekatan kausal kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 170 wajib pajak perorangan yang memiliki nomor identifikasi wajib pajak, telah melaporkan SPT pajak penghasilan, dan telah menggunakan layanan pajak digital seperti DJP Online atau e-Filing. Sampel dipilih melalui purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan analisis regresi moderasi. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan pajak penghasilan. Digitalisasi pajak juga mendukung kepatuhan dengan meningkatkan akses, kecepatan, transparansi, dan efisiensi administrasi. Lebih penting lagi, digitalisasi pajak memperkuat pengaruh kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan pajak penghasilan. Wajib pajak dengan kesadaran yang lebih kuat lebih cenderung menerjemahkan niat mereka menjadi perilaku patuh ketika sistem digital mudah digunakan dan bermanfaat. Studi ini berkontribusi pada penerapan Teori Perilaku Terencana dan Model Penerimaan Teknologi dalam penelitian kepatuhan pajak dan menawarkan masukan praktis untuk meningkatkan kebijakan pajak digital, panduan pengguna, dan pendidikan wajib pajak.

Rusmana, Rian; Elisa; Riyadi, Hendi; Novianah; Rohmatullah

Synergy: Journal of Collaborative Sciences 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Meningkatnya transaksi e-commerce di Indonesia turut diiringi oleh lonjakan kasus penipuan dalam transaksi jual beli online yang secara tidak proporsional menyasar konsumen muda dengan literasi hukum yang minim. Penelitian hukum normatif-empiris ini mengkaji efektivitas intervensi pendidikan hukum terstruktur dalam meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap kerangka hukum yang mengatur transaksi jual beli online di Indonesia. Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental pre-test dan post-test, data dikumpulkan dari 40 siswa SMKN 6 Kota Serang, Kecamatan Kasemen, Provinsi Banten. Program intervensi terdiri dari empat sesi terstruktur yang mencakup UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016, hak perlindungan konsumen berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999, serta identifikasi tipologi penipuan yang lazim terjadi di platform jual beli digital. Analisis kuantitatif menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test) menunjukkan peningkatan skor pengetahuan hukum yang signifikan secara statistik (p < 0,001), dengan skor rata-rata naik dari 48,3 menjadi 76,9 (skala 100), menghasilkan effect size Cohen's d sebesar 2,37. Temuan kualitatif memperlihatkan meningkatnya kemampuan peserta dalam mengidentifikasi pola transaksi berindikasi penipuan serta menyebutkan upaya hukum yang tersedia berdasarkan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pendidikan hukum terstruktur di tingkat sekolah menengah merupakan strategi efektif untuk mengurangi kerentanan remaja terhadap penipuan komersial digital, dan merekomendasikan pengintegrasian literasi hukum konsumen digital ke dalam kurikulum SMK nasional.

Kirana, Tia Aggeng; Fatimah, Fatma Siti Fatimah; Sarwadhamana, Raden Jaka; Putri, Imram Radne Rimba; Aulia, Afifah +1 more

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Hasil survey Indeks Kepuasan Peserta BPJS Kesehatan pada pasien rawat jalan sebesar 81%, sedangkan indeks kepuasan pasien berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit pada unit rawat jalan seharusnya ? 90%.  Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang mereka terima. Kualitas pelayanan dikatakan baik adalah jika mampu memenuhi harapan dari pasien sebagai pelanggannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan persepsi kualitas pelayanan berdasarkan sumber pembiayaan kesehatan pada pasien rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien umum, pasien BPJS dan pasien asuransi komersial unit rawat jalan RSUD Panembahan Senopati. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 orang yang diambil menggunakan non probability sampling dengan teknik accidental sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun 2023. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner kualitas pelayanan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan Pos-Hoc Test.  Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan berdasarkan sumber pembiayaan kesehatan pasien rawat jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul dimana p value 0,000 (p<0,05). Ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan pada pasien BPJS dengan pasien umum (p=0,000), ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan pada pasien BPJS dengan pasien asuransi pihak ke-3/komersial (p=0,000), dan tidak ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan pada pasien umum dengan pasien asuransi pihak ke-3/komersial (p=0,172).

Adityanata, Made Ray; Ni Luh Made Mahendrawati; I Made Pria Dharsana

Jurnal Akta Notaris 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Penelitian ini membahas dua permasalahan utama, yaitu pengaturan keabsahan akta otentik apabila salah satu pihak menandatanganinya dalam keadaan tidak bebas dan akibat hukum terhadap akta otentik yang ditandatangani dalam keadaan tidak bebas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keabsahan akta otentik tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan syarat formil sebagaimana diatur dalam Pasal 1868 KUHPerdata dan Pasal 38 Undang-Undang Jabatan Notaris, tetapi juga harus memenuhi syarat subjektif sahnya perjanjian yaitu adanya kesepakatan yang lahir dari kehendak bebas sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Apabila akta ditandatangani dalam keadaan tidak bebas karena adanya kekhilafan, paksaan, penipuan, atau penyalahgunaan keadaan, maka akta tersebut mengandung cacat kehendak sehingga berstatus dapat dibatalkan (vernietigbaar). Akibat hukumnya, akta tetap memiliki kekuatan pembuktian selama belum ada putusan pengadilan yang membatalkannya, namun apabila dibatalkan maka akta kehilangan kekuatan otentiknya dan para pihak dikembalikan pada keadaan semula (restitutio in integrum). Penelitian ini juga menemukan kekosongan norma dalam UUJN yang tidak mengatur secara eksplisit larangan pembuatan akta dalam keadaan tidak bebas serta tidak adanya PERMA atau SEMA yang menjadi pedoman bagi hakim dalam memeriksa perkara cacat kehendak. Penelitian ini merekomendasikan agar notaris meningkatkan prinsip kehati-hatian dalam menggali kehendak bebas para penghadap, serta pemerintah segera merevisi UUJN dan Mahkamah Agung menerbitkan pedoman indikator cacat kehendak bagi hakim.

Kaha, Yulsan Rengki; Apryanto, Frengki; Trias, Angernani

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan dan menjadi indikator penting dalam menilai kualitas layanan di fasilitas kesehatan. Survei awal di Puskesmas Batu menunjukkan masih terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan protokol keselamatan pasien, terutama pada kondisi beban kerja tinggi dan keterbatasan jumlah tenaga keperawatan Mengetahui hubungan antara kepuasan kerja perawat dengan pelaksanaan protokol keselamatan pasien di ruang rawat inap di Puskesmas Batu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara kepuasan kerja perawat dengan pelaksanaan. Analisis bivariat dilakukan untuk menguji hubungan antara kepuasan kerja perawat dan pelaksanaan protokol keselamatan pasien menggunakan uji Somers’ d karena kedua variabel berskala ordinal. Hasil Analisis Korelasi Somers’d dengan hasil  Nilai korelasi sebesar 0,865 menunjukkan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja perawat, maka semakin tinggi pula kepatuhan perawat dalam menerapkan protokol keselamatan pasien. Nilai signifikansi p = 0,000 menegaskan bahwa hubungan tersebut bermakna secara statistik. Semakin tinggi kepuasan kerja perawat, maka semakin tinggi pula kepatuhan mereka dalam melaksanakan protokol keselamatan pasien. Seluruh perawat yang berada pada kategori puas (100%) menunjukkan kepatuhan penuh.

Dewi Mujta Indah; Harsini

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang menuntut keterlibatan berbagai aktor lintas sektor dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai pendekatan berbasis komunitas, namun implementasinya masih terkendala minimnya keterlibatan sektor swasta secara sistematis serta terbatasnya koordinasi antaraktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor swasta dalam implementasi ProKlim di Kampung Kayu Ara Permai menggunakan kerangka collaborative governance. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan validitas triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor swasta menjalankan peran strategis sebagai fasilitator, enabler, penyedia sumber daya, mediator, dan pelaksana kegiatan lapangan. Keterlibatan aktor seperti PHR, CIFOR, SPLP, dan PT ITA berdampak positif secara lingkungan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Namun, dominasi sektor swasta berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan peran antaraktor dan integrasi yang lebih baik dengan kebijakan pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang.

Naja Musyafa, Nirina Khoirun; Aini Dzumirroh, Fitria Nur; Mairantika, Nabila; Reiha Nisa, Aulia

Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Gen z merupakan kelompok masyarakat yang aktif dalam mengakses informasi dan mengonsumsi berbagai konten digital, termasuk informasi psikologi yang ada di berbagai platform media sosial. Akan tetapi, paparan konten tersebut sering kali memicu munculnya kecenderungan pada individu untuk mengaitkan pengalaman pribadinya dengan deskripsi yang mereka temukan di media sosial. Akibatnya, tidak sedikit individu atau Gen z yang kemudian melakukan self-diagnose, yaitu upaya mendiagnosis kondisi psikologis dirinya sendiri berdasarkan informasi yang tersedia yang berkaitan dengan gejala yang dirasakan tanpa melalui proses asesmen profesional. Salah satu faktor psikologis yang dapat menjelaskan kecenderungan tersebut adalah Burnum effect. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan bagaimana Burnum effect berkaitan erat dengan perilaku self-diagnose pada Gen z, yaitu bagaimana kecenderungan individu mempercayai deskripsi kepribadian yang bersifat umum dapat mendorong mereka untuk mendiagnosis kondisi psikologisnya sendiri tanpa bantuan profesional. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui studi literatur. Hasil dan pembahasan studi literatur mengenai burnum effect yang menjadi faktor utama dalam perilaku Self-Diagnose, ditemukan bahwa burnum effect berkaitan erat dengan perilaku Self-Diagnose karena burnum effect merupakan kondisi psikologis dimana individu memiliki kecenderungan mempercayai sebuah deskripsi terkait kepribadian yang bersifat umum namun seolah olah menggambarkan dirinya secara khusus. Kesimpulannya artikel ini menegaskan bahwa Burnum effect dan kemudahan akses informasi di media sosial merupakan kombinasi yang mendorong Gen z untuk melakukan Self-Diagnose, yang pada akhirnya berpotensi membahayakan kesehatan mental mereka jika tidak disertai dengan literasi digital yang memadai.

Afifah Novi Pujianingrum; Sri Katiwi; Amalia Khoirunisa

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Filsafat dan etika bisnis memiliki peran penting dalam mengarahkan korporasi untuk bertindak dengan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari keputusan bisnis yang diambil. Dalam konteks global yang terus berkembang, perusahaan-perusahaan dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga untuk memenuhi tanggung jawab sosial mereka. Namun, ketidaksesuaian antara tanggung jawab sosial dan praktik korporasi yang terjadi dalam banyak kasus, mengindikasikan adanya celah dalam pemahaman dan penerapan etika bisnis yang efektif (Carroll, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana filosofi etika bisnis dapat berperan dalam menyelaraskan tanggung jawab sosial dengan praktik korporasi, serta mengeksplorasi model-model yang dapat diadopsi oleh perusahaan untuk menjembatani ketimpangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus sebagai metodologi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori etika bisnis yang lebih aplikatif dalam dunia korporasi, dengan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dalam strategi bisnis jangka panjang.

pegi idha amarela; Sri astutik; timotius budi irawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas filsafat eksistensialisme dalam konteks dunia modern, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi oleh individu dalam pencarian makna hidup di tengah kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan kompleksitas kehidupan kontemporer. Filsafat eksistensialisme, yang berakar pada pemikiran tokoh seperti Søren Kierkegaard, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre, menekankan pentingnya kebebasan, tanggung jawab pribadi, dan pencarian makna yang autentik. Dalam artikel ini, eksistensialisme dianalisis dalam kaitannya dengan dinamika sosial dan budaya modern, serta relevansinya dalam membantu individu mengatasi masalah seperti kecemasan eksistensial, alienasi, dan pencarian identitas dalam masyarakat yang cepat berubah. Diharapkan bahwa pemahaman yang lebih dalam tentang eksistensialisme dapat memberikan wawasan tentang cara-cara individu dapat menemukan makna dalam kehidupan mereka di dunia yang serba cepat dan serba digital.

Timotius Ferry Setiawan; Alyacitra Eka Dewi2; Dedi Hermawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas peran kepemimpinan Kristen dalam pendidikan sebagai sarana untuk membangun generasi yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dalam konteks globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, penting untuk menanamkan prinsip-prinsip moral dan etika Kristiani dalam setiap aspek pendidikan. Kepemimpinan Kristen di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa dengan mengintegrasikan ajaran kasih, pengampunan, dan kerendahan hati. Artikel ini mengkaji bagaimana para pemimpin pendidikan Kristen dapat menjadi teladan bagi siswa, memotivasi mereka untuk hidup dengan integritas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Diharapkan, melalui penerapan nilai-nilai Kristiani, generasi mendatang dapat tumbuh dengan wawasan yang holistik, mengedepankan kedamaian, dan saling menghormati dalam menghadapi tantangan dunia.

Buchori Muslim; Khusnul Yaqin; Tahegga Primananda Alfath

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami keabsahan akta yang ditandatangani tidak bersamaan oleh para penghadap dan akibat hukumnya terhadap akta autentik yang dibuat oleh Notaris. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dimana bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku, keputusan-keputusan pengadilan, teori-teori maupun konsep hukum dan pandangan para sarjana hukum. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) Ketika pihak tertentu mendatangi notaris agar dituangkan kehendak mereka dalam sebuah akta dokumen resmi, lalu Notaris menyusun akta berdasarkan permintaan para pihak tersebut maka telah terbentuk sebuah akta yang berlaku sebagai hukum bagi para pihak yang terlibat. (2) Notaris wajib memastikan waktu dalam pembuatan dan penandatanganan akta tersebut dan bertanggung jawab jika di kemudian hari muncul masalah terkait keabsahan akta tersebut yang mana waktu penandatangannya tidak sesuai. (3) Notaris wajib memberikan kepastian waktu kedatangan dan penandatanganan akta yang disebutkan di bagian awal akta untuk membuktikan bahwa para pihak benar-benar hadir dan menandatangani dokumen pada waktu yang telah disebutkan dengan prosedur pembuatan akta berdasarkan UUJN, sehingga kekuatan pembuktiannya bersifat sempurna. Kelalaian dan kesalahan yang dilakukan oleh Notaris akan mengakibatkan akta terdegradasi menjadi dibawah tangan dan kemudian Notaris tersebut akan dikenai sanksi dan dikenakan tanggung jawab secara perdata di mana pihak yang menderita kerugian dapat menuntut penggantian biaya, kompensasi, dan bunga dari Notaris yang bersangkutan.

Bisri, M Mustofah

Ethos and Pragmatic Law Review (EPLR) 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Kebijakan pelibatan 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad) mulai April 2026 menimbulkan persoalan yuridis dalam sistem ketatanegaraan dan administrasi negara di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi yuridis pelibatan ASN sebagai Komcad serta implikasinya terhadap reformasi birokrasi dan supremasi sipil pasca-Reformasi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi UUD 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021, Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 27 Tahun 2021, dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 81/PUU-XVIII/2020. Hasil penelitian menunjukkan adanya konflik norma signifikan antara UU ASN dan UU PSDN, khususnya Pasal 31 UU PSDN yang mewajibkan anggota Komcad tunduk pada hukum dan peradilan militer ketika dimobilisasi. Ketentuan tersebut bertentangan dengan status hukum sipil, profesionalitas, dan prinsip netralitas ASN. Penafsiran frasa “tugas negara lainnya” sebagai dasar legitimasi fungsi militer dinilai terlalu ekstensif dan tidak sejalan dengan tujuan reformasi birokrasi. Kebijakan ini juga berpotensi mengaburkan batas antara ranah sipil dan militer sehingga melemahkan prinsip supremasi sipil pasca-Reformasi 1998. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi legislasi melalui legislative review serta penundaan implementasi kebijakan hingga terdapat kepastian hukum dan perlindungan hak ASN.

Nurul Afiah Almunawarah; Siti Hasbiah; Ilma Wulansari Hasdiansa; Isma Azis Riu; Nurul Fadilah Aswar

JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

This study aims to analyze the influence of electronic word of mouth (E-WOM) on purchase intention of iPhone brand smartphone through brand image as a mediating variable in Management students of Makassar State University. This study is motivated by the rapid development of digital technology and the increasing use of social media as a source of information that influences consumer perceptions and purchasing decisions, especially among students. The phenomenon of the rise of online product reviews, comments, and recommendations makes E-WOM an important factor in shaping brand image and driving consumer purchase intention. This study uses a quantitative explanatory approach survey method with purposive sampling technique, then analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS. The results show that electronic word of mouth (E-WOM) has a positive and significant effect on purchase intention and brand image, brand image also has a positive and significant effect on purchase intention, and is able to significantly mediate the relationship between E-WOM and purchase intention of iPhone brand smartphone. These findings indicate that the better the quality of information and reviews conveyed through E-WOM, the stronger the brand image formed and the higher the consumer's purchase intention.

Andri Irawan; Wati Susilawati; Adam Malik

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan minat belajar yang melekat di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan minat belajar pada mahasiswa STAI Sebelas April mengacu pada tiga tipe gaya belajar, yaitu auditory, visual dan kinestetik berdasar gender. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode komparasional menggunakan analisis data statistik melalui uji Two Way Anova dengan General Linear Model. Hasil penelitian ini mengungkap temuan yaitu: Terdapat pengaruh gaya belajar auditory, visual dan kinestetik terhadap minat belajar mahasiswa (p = < 0.001); Namun tidak terdapat pengaruh gender terhadap minat belajar (p = 0.610); Dan tidak terdapat interaksi gaya belajar dengan gender dalam membangun minat belajar mahasiswa (p = 0.704 > 0.05). Penelitian ini berimplikasi bahwa keragaman gaya belajar mahasiswa terkait erat dalam memupuk minat belajarnya. Penelitian merekomendasikan agar dosen mengakomodir semua keragaman gaya belajar di dalam proses perkuliahan.

Ridha Handayani; Asep Kurnia Saputra; Edison Bonartua Hutapea

This study analyzes the formation of a digital brand community through Persib Bandung fan interactions on social media. The research aims to examine how content distribution, message functions, and engagement patterns contribute to the construction of collective identity and digital rituals among supporters. Using a qualitative-interpretative content analysis supported by quantitative descriptive data, this study analyzes 418 posts published on Persib Bandung's official Instagram, TikTok, Facebook, X/Twitter, and YouTube accounts from November 27 to December 10, 2025. The findings reveal that Persib Bandung generated 29,543,663 total interactions, with Instagram and TikTok emerging as the most affective platforms for engagement. Non-match content (41.4%) and emotional or motivational messages (40.2%) dominate communication. Despite high public engagement, no evidence of two-way talkback from the official account was found, indicating a predominantly one-way communication model. The study concludes that Bobotoh function as a digital brand community characterized by collective identity, digital rituals, loyalty, symbolic ownership, and co-creation of brand meaning through measurable public interactions. This research contributes to the understanding of sports communication and digital brand communities in emerging football markets.

Mantiri, Joshua Marcelino Yantje; Tulung, Jessica Christy

Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura

Penelitian ini mengkaji kompleksitas praksis empiris dalam kesadaran relasional antara manusia, alam dan Allah, di mana kecenderungan antroposentris berkontribusi signifikan terhadap krisis ekologis. Oleh karena itu, kesadaran eko-teologis perlu dikonstruksikan dalam kerangka teologi sakramen lingkungan guna menghadirkan pembebasan etis. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menelisik dimensi batin manusia, refleksi iman, dan praksis ekologis. Tujuan penelitian ini adalah meninjau kembali konsep sakramen dalam perspektif eko-teologi sebagai upaya membangun kesadaran iman yang ekologis dan transformatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan eko-psikologi dan teologi dalam memahami sakramen lingkungan sebagai medium kehadiran ilahi yang membentuk kesadaran batin dan etika ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sakramen lingkungan merupakan paradigma teologis yang mampu merekonstruksi relasi manusia dengan alam dari yang bersifat instrumental menjadi relasional dan partisipatif. Dengan demikian, kesadaran ekologis tidak hanya menjadi kewajiban moral, tetapi juga praksis iman yang menghadirkan transformasi spiritual, psikologis, dan ekologis secara holistik.

Lumbantobing, Minar Trisnawati; Barus, Maria; Marasi Siagian, Yosua; Lamriana Hutagalung, Salome

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu program pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan prinsip-prinsip pragmatis dan prosedural yang berusaha untuk mengembangkan sifat kemanusiaan, budaya, serta memberikan kekuatan kepada individu, hususnya siswa, agar mereka dapat menjadi warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan yang diakui secara moral dan konstitusional oleh  negara. Pada pembelajaran kewarganegaraan ada tiga yang menjadi dasar dalam pembelajaran yang salah satunya adalah mengembangkan kecerdasan warga negara, membina tanggung jawab warga negara, serta mendorong partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan Prioritas yang dihadapi adalah di SD Negeri 095207 Sorba Tonduhan, yaitu keterbatasan pembelajaran berbasisi proyek, tidak tersedianya fasilitas pendukung seperti computer yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran kurang Kreatif: Kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan berbasis konteks lokal masih terbatas. Penggunaan metode pembelajaran tradisional cenderung mendominasi, sehingga kurang menarik bagi siswa. Solusi yang diberikan adalah berupa pembelajaran proyek penerapan model pembelajaran berbasis proyek, Dimana pembelajaran berbasis proyek melibatkan antara guru dengan siswa. Guru berperan aktif dalam memotivasi siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru mempunyai masukan dan kreativitas yang besar serta dapat meningkatkan motivasi belajar untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik, (Magdalena et al., 2024). Menurut (Norhikmah et al., 2022), Model pembelajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk membuat proyek yang berkaitan dengan mata pelajaran terkait. Proyek pada pembelajaran ini dibangun berdasar ide-ide para siswa yang berasal dari keresahan permasalahan riil, sehingga peserta didik terjun secara langsung dalam memecahkan masalah.