Self-Diagnose dan Dampak Burnum Effect pada Gen z di Era Digital

Abstract
Gen z merupakan kelompok masyarakat yang aktif dalam mengakses informasi dan mengonsumsi berbagai konten digital, termasuk informasi psikologi yang ada di berbagai platform media sosial. Akan tetapi, paparan konten tersebut sering kali memicu munculnya kecenderungan pada individu untuk mengaitkan pengalaman pribadinya dengan deskripsi yang mereka temukan di media sosial. Akibatnya, tidak sedikit individu atau Gen z yang kemudian melakukan self-diagnose, yaitu upaya mendiagnosis kondisi psikologis dirinya sendiri berdasarkan informasi yang tersedia yang berkaitan dengan gejala yang dirasakan tanpa melalui proses asesmen profesional. Salah satu faktor psikologis yang dapat menjelaskan kecenderungan tersebut adalah Burnum effect. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan bagaimana Burnum effect berkaitan erat dengan perilaku self-diagnose pada Gen z, yaitu bagaimana kecenderungan individu mempercayai deskripsi kepribadian yang bersifat umum dapat mendorong mereka untuk mendiagnosis kondisi psikologisnya sendiri tanpa bantuan profesional. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui studi literatur. Hasil dan pembahasan studi literatur mengenai burnum effect yang menjadi faktor utama dalam perilaku Self-Diagnose, ditemukan bahwa burnum effect berkaitan erat dengan perilaku Self-Diagnose karena burnum effect merupakan kondisi psikologis dimana individu memiliki kecenderungan mempercayai sebuah deskripsi terkait kepribadian yang bersifat umum namun seolah olah menggambarkan dirinya secara khusus. Kesimpulannya artikel ini menegaskan bahwa Burnum effect dan kemudahan akses informasi di media sosial merupakan kombinasi yang mendorong Gen z untuk melakukan Self-Diagnose, yang pada akhirnya berpotensi membahayakan kesehatan mental mereka jika tidak disertai dengan literasi digital yang memadai.
Keywords
How to Cite

Naja Musyafa, et al. (2026). Self-Diagnose dan Dampak Burnum Effect pada Gen z di Era Digital. Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights, 2(1). https://doi.org/10.69836/nexus.v2i1.311

Naja Musyafa, Nirina Khoirun; Aini Dzumirroh, Fitria Nur; Mairantika, Nabila; Reiha Nisa, Aulia, "Self-Diagnose dan Dampak Burnum Effect pada Gen z di Era Digital," Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights, vol. 2, no. 1, 2026.

Naja Musyafa, Nirina Khoirun; Aini Dzumirroh, Fitria Nur; Mairantika, Nabila; Reiha Nisa, Aulia. "Self-Diagnose dan Dampak Burnum Effect pada Gen z di Era Digital." Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights, vol. 2, no. 1, 2026.

Naja Musyafa, Nirina Khoirun; Aini Dzumirroh, Fitria Nur; Mairantika, Nabila; Reiha Nisa, Aulia. "Self-Diagnose dan Dampak Burnum Effect pada Gen z di Era Digital." Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights 2, no. 1 (2026).

Naja Musyafa, et al. (2026) 'Self-Diagnose dan Dampak Burnum Effect pada Gen z di Era Digital', Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights, 2(1). doi: 10.69836/nexus.v2i1.311.

Naja Musyafa, Nirina Khoirun; Aini Dzumirroh, Fitria Nur; Mairantika, Nabila; Reiha Nisa, Aulia. Self-Diagnose dan Dampak Burnum Effect pada Gen z di Era Digital. Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights. 2026;2(1).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal