SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 46

Analytics

Hidayati, Arina; Azzakhusna, Famita; Triyono, Triyono

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut menghasilkan lulusan yang siap kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri. Namun, proses pembelajaran akuntansi di beberapa SMK di Kabupaten Karawang masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru dan belum sepenuhnya menerapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah sesuai kebutuhan dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru akuntansi melalui pembelajaran berbasis Design Thinking. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Pelatihan memperkenalkan tahapan Design Thinking yang terdiri atas empathize, define, ideate, prototype, dan test. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, pre-test dan post-test, serta penilaian terhadap perangkat pembelajaran yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran akuntansi yang inovatif. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep Design Thinking, kemampuan menyusun perangkat pembelajaran kontekstual, serta motivasi untuk mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hasil post-test menunjukkan rata-rata pemahaman guru mencapai 75,88 dan lebih dari 80% peserta mampu menjawab dengan benar tahapan Design Thinking. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa Design Thinking dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru serta mendukung pengembangan pembelajaran akuntansi yang kontekstual, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Lilis Nurhalimah; Evi Putri Meilina; Muhammad Lintang Fajar; Didik Tri Setiyoko

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a national priority policy under the Prabowo–Gibran administration aimed at improving students’ well-being and learning quality through school-based nutrition interventions. However, its effectiveness largely depends on the collaborative strength between teacher groups as field implementers and the government as policy makers. This study aims to analyze the collaborative synergy between teachers and the government in implementing MBG and to develop a conceptual model of school-based partnership. The study employs a Systematic Literature Review (SLR) method, reviewing national and international articles published between 2018 and 2024 using keywords “free nutritious meals”, “school feeding program”, “government collaboration”, and “primary school teachers”. Thematic analysis was conducted by categorizing findings into four main themes: the role of government, the role of teachers, collaborative implementation, and impact on students. The results show that the success of MBG depends on policy transparency, teacher training, and cross-sector coordination responsive to local conditions. This article contributes to constructing a conceptual collaborative model that positions teachers as policy mediators and social change agents in schools. The findings strengthen the concepts of collaborative governance and empowerment education within the context of educational nutrition policy in Indonesia.

Sri Puspita Sari; Mukrodi Mukrodi

Jurnal Pemimpin Bisnis Inovatif 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

The rapid development of globalization and the acceleration of digital transformation have encouraged organizations to adopt more adaptive and collaborative work practices. In this context, collaborative culture has become a strategic element that plays a crucial role in enhancing organizational effectiveness and competitiveness. This study aims to comprehensively examine the concept, characteristics, forming factors, and theoretical foundations of collaborative culture in modern organizations. The research employs a qualitative approach through a literature review, analyzing reputable national and international journal articles, textbooks, and relevant institutional reports. Data analysis is conducted using a descriptive-analytical technique by synthesizing findings from previous studies. The results indicate that collaborative culture significantly contributes to improved communication quality, work coordination, adaptability, and both individual and organizational performance. Collaborative culture is shaped through the integration of shared vision, open communication, trust, willingness to share resources, collaborative leadership, flexible organizational structures, and the support of collaborative technologies. This study also highlights that the success of digital transformation largely depends on the strength of an effectively internalized collaborative culture. The findings are expected to provide a theoretical reference for organizations and researchers in developing sustainable collaborative culture strategies.

Jihan Seprina Azzahara; Agus Lestari

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong perubahan besar dalam dunia pendidikan, sehingga pembelajaran abad ke-21 tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga menuntut penguatan empat kompetensi inti atau 4C, yaitu berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Integrasi teknologi menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mensintesis temuan dari sebelas artikel ilmiah yang membahas implementasi teknologi dalam mengembangkan keterampilan 4C pada pembelajaran modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah fokus, desain, serta hasil penelitian dari setiap artikel, kemudian mengintegrasikannya melalui analisis tematik untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai bentuk teknologi seperti platform pembelajaran digital, aplikasi mobile, media interaktif, kecerdasan buatan, serta perangkat kolaboratif mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan peserta didik. Teknologi terbukti memperkuat kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan analisis informasi dan pemecahan masalah berbasis digital; meningkatkan kreativitas melalui pembuatan konten multimedia dan eksplorasi ide; memperluas kemampuan komunikasi melalui diskusi virtual, presentasi digital, dan interaksi sinkron maupun asinkron; serta mendorong kolaborasi melalui proyek kelompok berbasis platform daring yang memudahkan koordinasi dan pembagian tugas. Secara keseluruhan, integrasi teknologi memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan 4C, meskipun keberhasilannya tetap sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan sarana, serta desain pembelajaran yang tepat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi digital pendidik dan penguatan lingkungan belajar berbasis teknologi agar keterampilan 4C dapat dioptimalkan dalam pembelajaran abad 21. Kata kunci: Pembelajaran Abad 21; Keterampilan 4C; Integrasi Teknologi; Pembelajaran Modern; Literasi Digital

Irsyad Aldi Setyoaji; Nafik Salafiyah

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research aims to analyze the adaptive role of a dance teacher in teaching the subject of music art at SMK Asta Mitra Purwodadi, as well as identifying the patterns of collaborative approaches and the implementation of the Deep Learning strategy in the learning process. This phenomenon attracts researchers due to the case of a teacher teaching cross-disciplinary subjects, although still within the domain of the arts. This study employs a qualitative method using observation, semi-structured interviews, and documentation techniques. The main subject of this research is Bu Evi, a dance teacher who also serves as the music art instructor. The research results indicate that the non-specialist teacher (with a dance background) successfully overcomes limitations in teaching music by performing a role transformation into a facilitator focusing on expression, rhythm, and performance. The implementation of Deep Learning is realized effectively through a kinesthetic approach, where abstract music concepts (such as tempo and dynamics) are translated through body movement exploration, which is proven to increase student enthusiasm and understanding. Furthermore, the teacher implements a strategic collaborative pattern with the music extracurricular teacher, where responsibilities are divided between aspects of expression/movement and the deepening of theory/vocal technique, ensuring talented students still receive adequate technical development. Assessment focuses on performative aspects (expression, tempo, teamwork, and self-confidence). This research concludes that the teacher's professionalism and pedagogical creativity are the main keys to bridging competency gaps, while simultaneously ensuring the achievement of the goals of the Merdeka Curriculum in shaping student character and 21st-century skills.

Avidatul Umaidah; Ainur Rofiq Sofa

Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study examines the implementation of an Islamic Religious Education (PAI) learning model based on Project-Based Learning (PjBL) and collaborative approaches in shaping students’ noble character at SD Negeri Besuk Kidul, Besuk District. The study is grounded in the research gap that PAI learning in elementary schools is often still dominated by conventional, teacher-centered methods that emphasize cognitive achievement while providing limited space for the internalization of moral values through authentic learning experiences. This research aims to analyze how PjBL and collaborative learning are designed and implemented in PAI instruction and to explore their contribution to students’ character development. A qualitative approach with a descriptive case study design was employed. The research subjects included the school principal, a PAI teacher, and elementary school students. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using an interactive data analysis model. The findings reveal that the integration of project-based and collaborative learning in PAI instruction enhances students’ noble character, particularly in terms of honesty, discipline, responsibility, cooperation, respect, and social awareness. Students actively engage in learning activities, apply Islamic values in real-life contexts, and demonstrate positive behavioral changes both in and outside the classroom. These results indicate that Project-Based Learning and collaborative approaches constitute an effective and meaningful strategy for strengthening character education in PAI at the elementary school level.

Istiqomah Istiqomah; Rina Apriana; Cyndy Felisya; Sani Safitri; Rani Oktapiani

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study aims to analyze the basic skills of 21st-century teachers that play a role in creating creative and collaborative learning. Technological developments, changes in student characteristics, and modern educational demands place teachers in the role of facilitators who must master critical thinking, creativity, communication, collaboration, and the ability to integrate technology into the learning process. The results of the study show that mastery of these skills can increase student activity, motivation, and interaction, while also encouraging problem-solving and cooperation skills. In addition to pedagogical aspects, teachers' psychological readiness and attitudes toward the use of technology, including artificial intelligence, also influence the effectiveness of its application in the classroom. This study emphasizes the importance of continuous training, the development of relevant learning media, and institutional support so that teachers can adapt to the changes of the digital era. Thus, the basic skills of 21st-century teachers are an important foundation in realizing innovative and relevant learning for the needs of students.  

Yuwana, Yuwana

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study examines how working together in a group affects the critical thinking skills of junior high school students. The reason for this study is because students' critical thinking skills are not very strong, especially because their learning is too dependent on teachers. Collaborative learning is thought to help students be more engaged, talk to each other, and better understand and assess information. This study used a descriptive qualitative method, collecting data through questionnaires given to 27 ninth-grade students. The tools used check things like how active students are in the discussion, how well they can explain their ideas clearly, as well as how often they think about and check the ideas and information they hear. The results showed that most students liked the group learning method and believed that their critical thinking skills had improved after participating in the activity. In addition, students feel more confident in expressing opinions, are more able to listen to the views of their peers, and are more likely to understand the material being discussed. These findings confirm that working together in a group is an effective learning strategy to enhance critical thinking while encouraging students' active participation in the classroom.

Rayanti, Rosiana Eva; Natalia, Theresia Destin; Noya, Wilda Pascalia; Natawirarindry, Catherine; Yanto, Oliviani +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedesaan. Upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin menjadi strategi dalam menurunkan risiko PTM pada berbagai kelompok usia. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan guna mendeteksi faktor risiko PTM melalui pengukuran kadar asam urat, kolesterol, glukosa darah, tekanan darah, serta pengukuran antropometrik (berat badan dan tinggi badan). Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara kampus dan Posbindu di Desa Ngrawan, Jawa Tengah pada bulan Juli-September 2024. Pemeriksaan dilakukan terhadap tekanan darah, kadar glukosa, asam urat, kolesterol, berat, dan tinggi badan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memetakan risiko PTM pada kelompok usia produktif dan lanjut usia. Hasil: Sebanyak 70 warga mengikuti pemeriksaan, terdiri atas 59% usia lanjut dan 41% usia produktif, dengan mayoritas perempuan (90%). Sebagian besar kadar asam urat dan glukosa normal, namun ditemukan kolesterol tinggi pada usia produktif (45%) dan lanjut usia (67%), serta hipertensi pada kedua kelompok (66% dan 59%). Kesimpulan: Kegiatan kolaboratif antara kampus dan Posbindu di Desa Ngrawan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi serta mengungkap potensi risiko hipertensi dan kolesterol tinggi. Sinergi ini menegaskan kebutuhan penguatan kader dan keberlanjutan Posbindu dalam deteksi dini dan pencegahan PTM di pedesaan.

Fauziyah, Anissa; Rejekiningsih, Triana

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan tantangan kepala dusun perempuan dalam penyelenggaraan tugas kewilayahan di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala dusun berperan dalam penyelenggaraan tugas kewilayahan, namun masih menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan tugasnya. Solusi yang ditawarkan adalah penguatan dalam komunikasi dua arah yang lebih terbuka dan partisipatif serta pendekatan yang lebih kolaboratif agar hubungan antar warga lebih harmonis.

Nuralawiyah, Rispiyanti Siti; Komalasari, Kokom; Insani, Nisrina Nurul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Fenomena pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan permasalahan yang mengancam keselamatan lalu lintas serta mencerminkan rendahnya kesadaran hukum remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mampu menginternalisasikan nilai-nilai hukum dalam membentuk sikap berkendara yang bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 1 Ciamis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan penyebaran kuisioner kepada siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran PKN telah memberikan pemahaman normatif terhadap hukum lalu lintas, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan implementasi. Faktor lingkungan sosial, pola asuh orang tua, serta lemahnya pengawasan eksternal menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan internalisasi nilai hukum.

Zahiya Zahiya

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2025 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis audio-visual menggunakan kesenian Madihin dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks tanggapan, serta menganalisis efektivitas pendekatan tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 14 Banjarmasin dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah pengajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang menerapkan inovasi pembelajaran CRT berbasis budaya lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Formulir, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CRT dengan media Madihin mampu meningkatkan hasil belajar siswa, membangun keterlibatan aktif, serta menumbuhkan sikap positif terhadap pembelajaran. Inovasi ini juga mampu menghubungkan materi pelajaran dengan latar belakang budaya siswa sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Kendala teknis terkait keterbatasan akses teknologi berhasil diatasi melalui strategi kolaboratif dalam kelas. Secara keseluruhan, pendekatan CRT berbasis audio-visual Madihin terbukti efektif dan layak dikembangkan sebagai model pembelajaran yang adaptif terhadap keberagaman budaya di Indonesia.

Susi Suharyanti; Zainal Fatah; Amirul Mustofah

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2025 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

This research examines tourism development strategies through an industrial tourism programme in Sidoarjo Regency as an alternative for regional tourism diversification. Sidoarjo Regency is known as an industrial hub with various production centres, such as shrimp crackers, batik, and shrimp paste (terasi), which have considerable potential to be developed into industrial tourism destinations. The objectives of the study are to analyse industrial tourism development strategies, identify supporting and inhibiting factors, and formulate a collaborative model for sustainable industrial tourism development. The research employs a qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, participant observation, and documentation study. Research informants include the Sidoarjo Regency Tourism Office, industry stakeholders, tourism communities, and tourists. The results indicate that the industrial tourism development strategy in Sidoarjo utilises a pentahelix approach involving the government, academia, businesses, the community, and the media. Supporting factors include the diversity of local industrial products, good accessibility, and government policy support. However, there are constraints such as minimal digital promotion, limited tourism facilities, and low awareness among business actors regarding the concept of industrial tourism. The recommended collaborative model encompasses institutional strengthening, increasing Human Resources (HR) capacity, developing supporting infrastructure, innovating tourism products, and integrated digital marketing. This research provides a practical contribution to the development of industrial tourism in regions with a strong small and medium-sized industrial economic base.

Rahmi Putri; Marwah Hidayah; Gusmaneli Gusmaneli

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to describe the implementation of an active learning model based on collaboration to improve students’ conceptual understanding in Islamic Religious Education (PAI). The background of this research stems from the low level of student engagement in the learning process, which has resulted in less optimal understanding of religious concepts. The research employed a qualitative approach with a classroom action research (CAR) design conducted in two cycles. The subjects were eleventh-grade students at a senior high school in City X. Data were collected through observation, interviews, and conceptual understanding tests. The findings revealed that the implementation of the collaborative active learning model increased students’ participation in learning activities, fostered critical thinking skills, and enhanced their conceptual understanding of Islamic Education materials. Through group discussions, problem-solving activities, and reflection sessions, students became more cognitively and affectively engaged in the learning process. Therefore, the collaborative active learning model can serve as an effective alternative strategy to improve both the process and outcomes of Islamic Religious Education learning.

Rahma Tirtaningrum; Ulul Albab; Kristyan Dwijosusilo

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2025 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

This study aims to explore collaborative management between local governments, educational institutions, and communities in improving the quality of basic education in Sidoarjo Regency. The background of this research stems from the increasing need for an adaptive, participatory, and sustainable education system in the era of decentralization, where intersectoral collaboration is key to realizing quality and equitable education. Sidoarjo Regency, as a region with rapid economic and social growth, faces obstacles in the distribution of quality basic education, particularly related to community participation, policy collaboration, and human resource capacity building at the school level. This study applies a qualitative approach through a case study method, involving resource persons from the Sidoarjo Regency Education Office, principals, teachers, school committees, and the education community. Data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and analysis of regional education policy documents. Research findings indicate that collaboration between various actors has successfully improved education quality through community-based learning mentoring programs, teacher training, and innovative policies in school management. However, the implementation of collaboration continues to face obstacles such as lack of coordination between agencies, budget constraints, and ineffective joint program evaluation. The study concludes that successful collaborative management requires shared commitment, transparent communication, and ongoing policy support. Research recommendations emphasize the importance of enhancing intersectoral collaboration capacity, local education dialogue forums, and performance-based evaluation systems to maintain the sustainability of basic education quality in Sidoarjo Regency.

Rahmi Putri; Marwah Hidayah; Gusmaneli Gusmaneli

Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to describe the implementation of an active learning model based on collaboration to improve students’ conceptual understanding in Islamic Religious Education (PAI). The background of this research stems from the low level of student engagement in the learning process, which has resulted in less optimal understanding of religious concepts. The research employed a qualitative approach with a classroom action research (CAR) design conducted in two cycles. The subjects were eleventh-grade students at a senior high school in City X. Data were collected through observation, interviews, and conceptual understanding tests. The findings revealed that the implementation of the collaborative active learning model increased students’ participation in learning activities, fostered critical thinking skills, and enhanced their conceptual understanding of Islamic Education materials. Through group discussions, problem-solving activities, and reflection sessions, students became more cognitively and affectively engaged in the learning process. Therefore, the collaborative active learning model can serve as an effective alternative strategy to improve both the process and outcomes of Islamic Religious Education learning.

Hikmaharyanti, Putu Desi Anggerina; Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung; Verayanti Utami, Ni Made; Deni Ariyaningsih, Ni Nyoman; Oktarina Wisudayanti, Kadek Heni +1 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Artikel ini menyajikan rancangan, pelaksanaan, dan hasil dari program intensif empat sesi yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penerjemahan dan penjurubahasaan di kalangan mahasiswa. Program ini merupakan proyek kolaboratif pengabdian masyarakat antara dua universitas yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran teoretis dan penerapan di dunia nyata. Setiap sesi mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik langsung, dan kolaborasi antarmahasiswa, dengan fokus pada kompetensi utama seperti ketepatan linguistik dan kepekaan terhadap konteks. Mahasiswa berinteraksi dengan materi autentik dari berbagai bidang, termasuk penerjemahan dan penjurubahasaan hukum, akademik, dan komunitas. Latihan reflektif dan umpan balik formatif dimasukkan untuk mendukung keterampilan individu. Evaluasi awal melalui pre-test peserta dan penilaian post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri mahasiswa. Hasil dari umpan balik memberikan komentar positif mengenai pelatihan ini sebab tema serta materi yang disajikan sangat relevan dengan substansi yang mereka sudah pelajari dan bisa diterapkan nantinya di dunia kerja.

Stefani Nurul Husna; Eceh Trisna Ayuh

Federalisme : Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi komunikasi publik yang diterapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah proses transformasi digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi literasi digital sebagai salah satu kompetensi penting di era teknologi informasi, khususnya dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu (hoaks), perlindungan data pribadi, serta etika bermedia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Diskominfo, staf pelaksana program, serta anggota masyarakat yang terlibat dalam kegiatan edukasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo Kota Bengkulu menerapkan strategi komunikasi publik yang terencana dengan memadukan pendekatan informatif, persuasif, dan partisipatif. Media yang digunakan meliputi saluran daring seperti media sosial, website resmi, dan aplikasi pesan instan, serta saluran luring berupa pelatihan tatap muka, sosialisasi di tingkat kelurahan, dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Penyusunan pesan literasi digital dilakukan dengan mempertimbangkan isu-isu terkini, di antaranya pencegahan hoaks, keamanan data pribadi, dan etika penggunaan media digital. Strategi ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, namun penelitian juga mengidentifikasi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, ketimpangan infrastruktur teknologi, dan kesenjangan tingkat literasi digital antar kelompok sosial. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan strategi komunikasi publik sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan karakteristik dan kebutuhan audiens. Selain itu, studi ini menggarisbawahi relevansi teori Difusi Inovasi dalam memahami pola adopsi literasi digital di masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan strategi komunikasi publik yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif dalam mendorong literasi digital di era transformasi digital yang terus berkembang.

Juanna Soehardy; Victor Palapessy; Julia Veronika Larasati; Suryani Suryani

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Blood donation activities are an essential form of community service to help meet the growing demand for blood in Indonesia. The collaboration between IKT Kartini Batam, Yayasan Buddha Tzu Chi, and the Indonesian Red Cross (PMI) represents a strategic approach to enhance public social awareness through blood donation. This activity aims to educate the community about the benefits of blood donation and encourage more individuals to participate in this social cause. Held on June 22, 2025, the blood donation event involved 120 donors and successfully raised new awareness among the community, particularly about the importance of blood donation as part of social responsibility. Moreover, the collaboration between the three institutions strengthened existing social networks and enriched the academic community's understanding of community service. The event's evaluation showed positive results with an increase in the number of donors and active community participation, despite some technical challenges related to the number of medical staff. Overall, this activity had a significant impact both socially and academically, and it is expected to continue growing, offering greater benefits to society in the future.

Atika Mutiarachim; Aditya Putra Ramdani; Ahmad Zubair; Yohana Maritza

Digital Business Intelligence Journal 2025 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini mengeksplorasi peran manajemen risiko digital dalam meningkatkan keamanan siber Industri 4.0. Adopsi teknologi canggih seperti IoT, sistem siber-physical, dan AI berbanding lurus dengan meningkatnya risiko keamanan siber baru, sehingga perlu pendekatan manajemen risiko yang kuat. Tinjauan ini mensintesis penelitian terbaru (2020–2024) dari sumber Google Scholar, IEEE Xplore, ScienceDirect, Scopus, dan ACM Digital Library. Tujuan dari penelitian ini adalah identifikasi strategi utama dalam mitigasi risiko siber, seperti kerangka kerja penilaian risiko yang komprehensif, pemantauan ancaman secara real-time, dan kebijakan keamanan yang adaptif. Studi literatur menekankan pentingnya mengintegrasikan langkah-langkah keamanan siber dalam proses transformasi digital untuk melindungi sistem manufaktur dan infrastruktur kritis. Upaya kolaboratif antara pemangku kepentingan industri, penyedia teknologi, dan regulator sangat penting untuk membangun ekosistem industri yang tangguh dan aman. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa manajemen risiko digital yang efektif sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan keamanan data sensitif di era Industri 4.0, serta menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.