Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Dyah Larasati; Putri Aulya Andriani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak Lunturnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu tampaknya mulai marak di kalangan generasi muda. Banyak sekali generasi muda yang justru bangga ketika dalam kesehariannya fasih dalam berbahasa asing dan justru tidak memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Di tengah keironian tersebut, penulis memberikan analisis singkat mengenai betapa pentingnya berbahasa Indonesia dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme. Diharapkan dengan adanya analisis singkat ini akan menyadarkan generasi muda betapa pentingnya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Analisis kali ini menggunakan metode analisis deskriptif dimana penelitian berusaha mendiskripsikan suatu fenomena atau kejadian yang terjadi yang datanya berupa sajian data lisan ataupun tertulis dari orang-orang disekitar kawasan objek penelitian yaitu bahasa Indonesia itu sendiri. Dari analisis singkat ini didapatkan kesimpulan bahwa untuk membentuk generasi bangsa yang nasionalis dapat dimulai dari langkah kecil seperti membiasakan diri sendiri untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian dan terus menerus mengasah kemampuan berbahasa Indonesia baik melalui keterampilan menulis ataupun berbicara.

Fahrina Yustiasari Liriwati; M.Ilyas; Abdul Syahid; Kafrawi, Kafrawi; Mulyadi, Mulyadi

SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Parenting merupakan pilar utama orang tua dalam mengasuh dan membimbing anak agar terwujudnya generasi yang berkarakter. Kegiatan ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan pengetahuan parenting yang sesuai dengan perkembangan anak dalam kelompok ibu rumah tangga. 2) membentuk keterampilan parenting pada kelompok ibu rumah tangga. Partisipan adalah kelompok 30 ibu rumah tangga yang dipilih secara purposive sampling. Hasil dari kegiatan ini 1) meningkatnya pengetahuan yang baik tentang pola asuh yang sesuai dengan perkembangan anak. 2) terbentuknya keterampilan parenting pada kelompok ibu rumah tangga Sehingga dapat disimpulkan pelatihan parenting pada orang tua sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang pembentukan karakter pada anak.  

Sarip Hidayatuloh; Siskha Putri Sayekti; Dinda Widiya Pitaloka; Nurhasanah

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Perkembangan strategi pembelajaran berubah dari waktu kewaktu. Tergantung pada keadaan dan karakteristik siswa yang diajar, guru harus dapat memperhatikan peMIlihan strategi pembelajaran, karna nantinya akan menjadi jelas seberapa efektif untuk meningkatkan kinerja siswa, MIsalnya MI Sirojul Athfal 3 Cipayung Depok meMIliki startegi pembelajaran berbasis masalah yaitu dimata pelajaran sejarah kebudayaan Islam penelitian dilakukan dengan wawancara di Ii Sirojul Athfal 3 Cipayung Depok dikelas 3 A. Yaitu 1. Seorang guru SKI tahu bagaimana membimbing siswa 2. Bagaimana guru mengatur siswa untuk belajar 3. Guru tahu bagaimana meMImpin pembelajaran individu dan kelompok 4. Guru SKI mengetahui cara mengembangkan dan menyajikan karya untuk anak 5. Guru SKI dapat menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah dikelas. Hasil penelitian;1). Meningkatkan kemandirian belajar 2). Mendorong anak untuk berpatisipasi dan aktif dalam belajar 3). Mengembangkan keterampilan nyata  4). Meningkatkan kerja sama  5). Mendorong penghargaan intrinsic. Guru SKI harus menciptakan suasana yang menyenangkan didalam kelas. Dan di MI Sirojul Athfal 3 guru menerapkan model pembelajaran berbasis masalah, yaitu seperti guru yang tahu bagaimana membimbing siswa, mengatur siswa untuk belajar, mengarahkan pembelajaran individu dan kelompok, serta mengembangkan dan mempresentasikan hasil kerja yang dilakukan siswa. kemudian guru juga dapat menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Novita Romaito Sinaga; Hesti Yulianti; Rut Lumayan Silitonga; Turnip, Helena

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajar. Suatu proses pembelajaran agar siswa dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tujuan dari penelitian ini adalah perencanaan kurikulum dalam pembangunan karakter siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pengembangan sekolah dalam pengembangan karakter melalui pembelajaran, kepemimpinan dan proses kegiatan ekstrakurikuler yang lebih intensif dan teratur bagi siswa. Kurikulum adalah hal yang sangat penting bagi keberhasilan siswa menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, tertib, dan disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam pendidikan karakter memiliki rasa kesopanan, kepatuhan kepada orang tua dan guru, dan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Dengan hal yang sangat penting ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan agama, dengan pendidikan karakter religius yang terencana dengan baik, kerangka, visi, dan misinya, berupa RPP, dan Pelaksanaan kegiatan Kegiatan Maksimal Belajar Mengajar (KBM).

Puspita Lamalundu; Sutasi Manggopa; Srisusanty Srisusanty; Abdul Rahmat; Rusmin Husain

Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan (JUSHPEN) 2022 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Pendidikan sangat berperan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, sikap dan nilainilai dalam masyarakat. Setiap individu dituntut untuk mampu berkarya, menciptakan karya yang berguna baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain disekitarnya untuk mendorong hari depan yang lebih baik. Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam pembentukan moral. Menurut Lickona (dalam Isnaini, 2016:36) karakter berkaitan dengan konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral. Berdasarkan tiga komponen tersebut maka dapat disimpulkan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, serta melakukan perbuatan yang baik. Perkembangan kreativitas sangat erat kaitanya dengan perkembangan kognitif individu karena kreativitas merupakan perwujudan dari pekerjaan otak manusia. Oleh karena itu, guru perlu melakukan pembelajaran yang dapat meningkatkan hal tersebut. Penggunaan media barang bekas dapat dijadikan media pembelajaran bagi guru untuk siswa sebagai media pendorong/peningkatan kreativitas siswa di dalam pembelajaran yang efektif dan efisien. Penggunaan barang bekas dalam penelitian ini adalah sebagai media peningkatan kreativitas siswa kelas V A di SD Negeri 22 Dungingi.

Laila Nurhana; Henri Peranginangin; Dadan Mardani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan implementasi pendekatan kontekstual pada pembelajaran tematik serta mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam penerapan pendekatan kontekstual siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta Sirojul Muslimin Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukanpenerapan implementasi pendekatan kontekstual pada pembelajaran tematik dapat mempengaruhi keaktifan belajar siswa, dapat mengembangkan potensi diri siswa, kemandirian siswa dalam mencari sumber informasi, menunjang keterampilan yang dimiliki siswa dan mampu menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan kehidupan sehari-hari. Adapun faktor pendukung pada penerapan implementasi pendekatan kontekstual pada pembelajaran tematik yaitu terdapat pada tema yang bervariatif dalam pembelajaran tematik sehingga antusias belajar siswa semakin meningkat, siswa dengan mudah mengaitkan materi dengan situasi kehidupan sehari-hari, dan penggunaan media pembelajaran yang beragam. Sedangkan faktor penghambat terdapat pada segi waktu yang kurang maksimal, berbedaan karakter anak dalam menguasai pembelajaran, dan fasilitas internet kurang memadai.

Anggi Nurul Baity; Putri Kholida Faiqoh

KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2022 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Kemunculan pembaharuan abad 21 telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap segala aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan yang terus berkembang, menginisiasi para pendidik untuk senantiasa menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dengan memanfaatkan kemajuan zaman. Begitu pula dengan pembelajaran Bahasa Arab. Kedudukan Bahasa Arab sebagai bahasa asing yang dipelajari oleh banyak lembaga pendidikan di Indonesia, menuntut para pembelajarnya untuk dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki untuk mendalami bahasa yang dipelajari. Meskipun demikian, pola pembelajaran bahasa Arab antara anak-anak dan orang dewasa tentulah berbeda. Mahasiswa sebagai manusia yang memasuki fase dewasa, memiliki karakterikstik tersendiri dalam mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa asing. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualititatif jenis library research yang dilakukan oleh penulis, penelitian ini menghasilkan data bahwa pebelajaran abad 21 ini seyogyanya mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Utamanya dalam pembelajaran bahasa Arab untuk pembelajar jenjang perguruan tinggi, dengan menginternalisasikan keterampilan 4C (Critical thinking and problem-solving, communication, collaboration, dan creativity and inovation) yang digagas dalam era ini akan sangat mambantu pembelajar untuk lebih optimal dalam mempelajari bahasa Arab yang notabenenya bukan merupakan bahasa ibu mereka.

Mawikere, Marde Christian Stenly; Hura, Sudiria

Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini 2022 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Artikel ini merupakan Studi Mengenai Implementasi Pendekatan Proses Pembelajaran dan Metode-metode Pembelajaran Pendidikan Kristen Anak Usia Dini.  Di dalamnya, peneliti mengungkapkan mengenai pentingnya pelayanan Pendidikan Kristen kepada anak-anak usia dini sebagaimana kepada orang-orang dewasa.  Oleh karena Alkitab menyatakan bahwa anak-anak adalah subyek pelayanan dan masa yang menentukan dalam pengenalan akan Tuhan dan pertumbuhan iman menuju masa dewasa. Dalam dunia pendidikan, kategori anak usia dini adalah masa usia emas (golden age) untuk menanamkan nilai-nilai rohani dan pembentukan karakter serta memperkenalkan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dengan sederhana. Studi ini diawali dengan paparan sekilas dalam bagian pendahuluan mengenai hasil kajian Alkitab (hermeneutika Alkitab) mengenai pendidikan anak usia dini, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.  Kemudian dilanjutkan dengan paparan sekilas dalam pendahuluan juga mengenai hasil kajian teoritis yang menelaah dengan fokus masalah penelitian dari tesis ini yakni pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran terhadap anak usia dini.  Adapun penelitian empiris dalam penelitian ini dilakukan pada satuan pendidikan KBTRI dan TK Ceria Terpadu PESAT Wamena untuk memperoleh gambaran mengenai relevansi pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran dengan mengumpulkan data-data yang diperoleh melalui pengamatan dan wawancara terhadap dinamika pembelajaran di kelas antara guru dan murid. Adapun penelitian dalam artikel ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dibangun dari penelitian literatur, dalam hal ini literatur mengenai kajian Alkitab dan kajian teoritis yang berkaitan dengan pendidikan Kristen anak usia dini serta penelitian empiris yaitu pengamatan lapangan yang dilakukan dengan metode pengamatan partisipan dan wawancara yang dilaksanakan tahun 2016 pada lokus penelitian. Hasil studi memperlihatkan bahwa pendekatan proses pembelajaran maupun metode-metode pembelajaran PAK yang relevan terhadap anak usia dini tidak sekedar mengikuti teori-teori pembelajaran sekuler yang cenderung menekankan pengetahuan dan ketrampilan seorang guru/pendidik, kurikulum dan bahan pelajaran atau sarana yang canggih serta fasilitas belajar yang memadai melainkan penting sekali adanya dasar-dasar Firman Tuhan (Alkitab) yang menjadi pedoman utama.  Hasil studi ini juga memperlihatkan adanya dua pendekatan proses pembelajaran yakni dari golongan interaksionisme dan kategorial yang masing-masing berorientasi kepada anak sebagai subyek pendidikan serta bermacam-macam metode  pembelajaran yang menekankan peran anak untuk memahami, menangkap dan mengetahui apa yang hendak diajarkan oleh guru terhadap mereka.  Hal ini yang nampak dan efektif dalam penelitian empiris terhadap KBTRI dan TK Ceria Terpadu Wamena, Papua, setidaknya dalam kurun waktu tahun 2016.