Publication Search

79,595 articles from 740 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 83

Analytics

Mariva Triwinia Djonathan

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penting dalam perekonomian Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah mencapai 171.264 unit usaha pada tahun 2023. Sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses pembiayaan formal, rendahnya literasi keuangan, serta minimnya pendampingan usaha. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menginisiasi Program KURDA SAYANG melalui Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2025 yang dilaksanakan bersama BPR Delta Artha. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Program KURDA SAYANG menggunakan teori implementasi kebijakan Charles O. Jones yang meliputi aspek organisasi, interpretasi, dan aplikasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek organisasi didukung struktur kelembagaan yang cukup jelas, meskipun koordinasi dan sinkronisasi data UMKM belum optimal. Dari aspek interpretasi, regulasi program berkembang dari Perbup No. 95/2020, No. 52/2023, hingga No. 8/2025, namun masih terdapat perbedaan pemahaman kriteria penerima dan sosialisasi yang belum merata. Pada aspek aplikasi, program memberikan dampak positif terhadap kapasitas usaha, perluasan pasar, dan pertumbuhan omzet UMKM, dengan kendala kredit macet, minimnya pendampingan pascapencairan, dan monitoring berbasis dampak yang belum optimal.

Maghfira Arum Lestari; Dennis Farina Nury; Puji Rahayu; Amelia Naomi Agustina; Muhamad Iqbal Putra +5 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Karbohidrat dan protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Penelitian ini diarahkan untuk melakukan identifikasi kualitatif karbohidrat (gula pereduksi) dengan uji benedict dan uji fehling, serta melakukan identifikasi/konfirmasi protein dengan uji biuret pada berbagai sampel pangan, serta mendiskusikan interpretasi hasil uji. Pada uji biuret, perubahan warna menjadi ungu / violet menandakan adanya protein (ikatan peptida). Pada uji benedict, perubahan warna menjadi hijau berarti terdapat sedikit gula reduksi, kuning berarti sedang, oren berarti signifikan, dan terberntuk endapan merah bata berarti banyak terdapat gula reduksi. Pada uji fehing, hasil positif ditandai dengan berubahnya warna larutan biru menjadi hijau dan terdapat endapan merah bata. Pangan yang signifikan mengandung protein adalah tempe, ayam, nugget, sosis, dan telur mentah. Pangan yang mengandung protein tetapi tidak begitu siginifikan adalah roti tawar dan croissant. Bahan pangan yang tidak terdeteksi adanya kandungan protein pada uji biuret adalah mie dan jeruk nipis. Bahan pangan yang signifikan mengandung gula pereduksi adalah nasi, mie, croissant, dan roti tawar. Bahan pangan yang tidak begitu signifikan mengandung gula pereduksi adalah jeruk nipis, tempe, nugget, dan telur mentah. Bahan pangan yang tidak mengandung gula pereduksi pada penelitian ini adalah ayam dan sosis.

Lestari, Mustika Ayu; Rosita; Herawati, Meitia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah infeksi pada bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat yang benar dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, omfalitis, bahkan tetanus neonatorum. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komunitas berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga melalui edukasi dan pendampingan secara langsung. Memberikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan fokus pada perawatan tali pusat bayi usia 2 hari untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mencegah terjadinya infeksi tali pusat. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, interpretasi data, diagnosis potensial, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi pada keluarga Tn. S di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah. Hasil pengkajian menunjukkan bayi laki-laki usia 2 hari dalam keadaan umum baik dengan tanda vital normal, namun tali pusat masih basah sehingga berisiko mengalami infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai tujuan dan manfaat perawatan tali pusat, tanda-tanda infeksi, demonstrasi cara perawatan tali pusat yang benar menggunakan prinsip bersih dan kering, anjuran pemberian ASI eksklusif, serta kunjungan ulang. Pada evaluasi dan kunjungan lanjutan, ibu telah memahami cara perawatan tali pusat, mampu mengenali tanda bahaya, dan tali pusat bayi telah puput tanpa tanda infeksi. Asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi dan pendampingan mengenai perawatan tali pusat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat tali pusat bayi baru lahir sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi serta mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Edukasi berkelanjutan dan kunjungan neonatal perlu terus dilakukan untuk mempertahankan praktik perawatan tali pusat yang sesuai standar

Yunisa, Ria; Rizki, Sekar Dwi; Kuswadi, Didik

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

Kegiatan pertambangan memiliki resiko merubah fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan melakukan perbandingan terhadap penggunaan citra Google Satellite Imagery dan ESRI World Imagery dalam interpretasi sebaran lahan tambang. Interpretasi menggunakan pendekatan spasial yang diolah menggunakan ArcGIS 10.8. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan luasan tambang yang teridentifikasi berdasarkan sumber citra satelit yang digunakan. Google Satellite Imagery mampu mendeteksi luasan pertambangan yang lebih besar, yaitu 12.022,02 Ha, dibandingkan ESRI World Imagery yang menghasilkan 11.485,41 Ha, sedangkan data acuan dari KLHK tahun 2023 mencatat luas tambang sebesar 10.798,46 Ha. Perbedaan ini dipengaruhi oleh resolusi spasial, kejelasan tekstur permukaan, serta pembaruan data pada masing-masing citra. Persentase perubahan luas lahan pertambangan yang dihitung dari perbandingan Google Satellite Imagery dengan data KLHK mencapai 11,33%, sementara perbandingan dengan ESRI World Imagery hanya sebesar 6,37%. Hasil ini menunjukan Google Satellite Imagery lebih sensitif dalam mengidentifikasi ekspansi tambang, meskipun berpotensi menghasilkan overestimation, sedangkan ESRI World Imagery cenderung lebih konservatif dalam estimasi luas. Untuk memastikan konsistensi dan akurasi pemantauan perubahan lahan tambang, diperlukan pemilihan sumber citra yang tepat, penggunaan metode interpretasi yang konsisten, serta validasi silang dengan data resmi maupun observasi lapangan.

Siska Febiana; Hanny Setyawati; Indah Yulianti

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas hubungan antara pikiran dan realitas melalui kajian filsafat kognitif, serta implikasinya terhadap pemahaman manusia. Filsafat kognitif, yang mengintegrasikan elemen-elemen filsafat, psikologi, dan ilmu kognitif, memberikan perspektif baru dalam memahami bagaimana manusia berinteraksi dengan dunia nyata. Artikel ini mengulas berbagai teori kognitif yang mempengaruhi pemahaman kita terhadap realitas, serta bagaimana persepsi, interpretasi, dan pengalaman membentuk cara kita mengerti dunia. Selain itu, implikasi dari kajian ini terhadap bidang-bidang seperti etika, pendidikan, dan perkembangan teknologi juga dibahas, dengan fokus pada dampak terhadap kesadaran dan pengambilan keputusan manusia.

Misye Waliana; Elka Anakotta

Culture and traditions in Southwest Maluku contain a wealth of local wisdom that serves as a social glue, one of which is reflected in the use of the greeting Kalwedo. This greeting is not just a mere pleasantry, but has a very strong meaning in presenting the values ​​of brotherhood and local wisdom of the people of Southwest Maluku. This study shows several things, including, this study aims to interpret the antagonistic meaning of the greeting Kalwedo as a symbol of brotherhood by using the hermeneutic approach of Hans-Georg Gadamer. The research method used is qualitative descriptive-analysis. Data analysis was carried out through three hermeneutic movements, namely phenomenology, reconstruction, and dialogue. The results of the study show that Kalwedo contains the meaning of "we are together" or "we are one" which means emphasizing the unity of existence between the greeter and the greeted. Based on Gadamer's perspective, this meaning is formed from the fusion of horizons, namely between the past and the present, where the tradition will remain alive and meaningful in the contemporary context. The Kalwedo greeting serves as a medium for erasing barriers of difference, strengthening bonds of brotherhood, and building awareness of an inclusive collective identity. In conclusion, Kalwedo is a manifestation of wirkungsgeschichte (influential history) that continuously shapes and maintains social harmony amidst the dynamics of community life in Southwest Maluku.

Fikri, Humaidi; Muchlis, Muchlis; Fikri, Humaidi; Muchlis, Muchlis

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2026 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Pengembangan dashboard kesehatan berbasis digital semakin banyak dikembangkan sebagai sarana untuk mendukung gaya hidup sehat melalui pemanfaatan data dan teknologi Artificial Intelligence (AI). Namun, sebagian besar dashboard yang ada terlalu berfokus pada grafik visualisasi dan tidak memberikan insight kepada pengguna, sehingga pengguna sering kali kesulitan memahami makna dari grafik visualisasi yang ada di dashboard serta pengguna tidak tahu langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dashboard kesehatan berbasis AI untuk pengambilan sebuah keputusan dengan mengintegrasikan hasil prediksi model Machine Learning (ML) dan kemampuan interpretasi Large Language Model (LLM). Data sintetis digunakan untuk merepresetasikan data kesehatan harian seorang pengguna, seperti tren indeks massa tubuh, asupan kalori, asupan nutrisi, durasi tidur dan tingkat stres. Model regresi dipilih untuk mengidentifikasi pola, tren, dan kondisi kesehatan pengguna berdasarkan data tersebut. Hasil prediksi dari model ML bisa menjadi sebuah sinyal awal untuk pengguna, namun dalam penelitian ini model ML diintegrasikan ke dalam model LLM untuk dilakukan interpretasi berbasis konteks. Model LLM kemudian mengeluarkan penjelasan dan insight kesehatan yang bersifat deskriptif dan preskriptif sehingga lebih mudah dipahami dan ditindaklanjuti oleh pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi model ML dan model LLM mampu meningkatkan fungsi dashboard dari sekadar alat visualisasi grafik menjadi sistem pengambilan keputusan. Meskipun penelitian ini masih menggunakan data sintetis, metode yang digunakan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan data kesehatan yang nyata.

Parluhutan, Teguh; Gultom, Antonius

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan merumuskan Model Tridarma Berbasis Panggilan Abraham sebagai paradigma transformasional bagi Perguruan Tinggi Teologi (PTT) di Indonesia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari krisis identitas PTT yang sering terjebak dalam dikotomi antara tuntutan akademik dan panggilan gerejawi, sehingga Tridarma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—kerap kehilangan orientasi teologis dan relevansi sosialnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka “Hermeneutika Filosofis-Kontekstual” yang mengintegrasikan studi filosofis dan critical case study pada STT Suwarnadwipa sebagai living prototype. Data penelitian diperoleh melalui analisis teks Kejadian 12:1–3, dokumen institusional, serta literatur teologis dan filsafat pendidikan. Analisis dilakukan melalui “Siklus Interpretasi Tiga Lapis” yang mencakup lapis eksplanatori, komparatif, dan konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panggilan Abraham mengandung tiga DNA utama, yaitu divine initiative, costly obedience, dan instrumental blessing, yang dapat menjadi fondasi filosofis-teologis bagi transformasi Tridarma PTT. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian ini menghasilkan tiga pilar utama model, yakni pendidikan sebagai Abrahamic Discipleship, penelitian sebagai Pro Deo et Ethne Inquiry, dan pengabdian masyarakat sebagai Shalom-Based Engagement. Implementasi model pada STT Suwarnadwipa menunjukkan bahwa paradigma Abrahamik mampu mengintegrasikan kesetiaan teologis dengan relevansi kontekstual secara operasional. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis melalui pengembangan kerangka “Teologi Dwipa Nusantara,” secara metodologis melalui pendekatan “Hermeneutika Filosofis-Kontekstual,” dan secara praktis melalui penyediaan model operasional yang dapat diadaptasi oleh PTT lain di Indonesia.

Maulana, Habibi; Fitriyanti, Hilda; Indriyany, Ika Arinia

Synergy: Journal of Collaborative Sciences 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana iklan kosmetik mereproduksi makna kecantikan melalui praktik hegemoni yang menempatkan kulit putih sebagai standar kecantikan ideal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus menurut John W. Creswell untuk memahami fenomena representasi kecantikan dalam konten iklan kosmetik whitening di TikTok. Data dikumpulkan melalui kajian literatur dari jurnal, buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang relevan, kemudian diklasifikasikan berdasarkan prinsip bukti multisumber, dokumen studi kasus, dan rantai bukti. Analisis dilakukan melalui tahap analisis, deskripsi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan kosmetik whitening secara konsisten menampilkan perempuan berkulit cerah, wajah bersih, dan tampilan glowing sebagai citra kecantikan ideal. Narasi promosi seperti “kulit lebih cerah” dan “lebih percaya diri” memperkuat hubungan antara warna kulit dan nilai sosial perempuan. Pengulangan visual tersebut diperkuat algoritma media sosial sehingga menormalisasi standar kecantikan tertentu. Respons audiens dalam kolom komentar menunjukkan internalisasi makna tersebut melalui keinginan memiliki kulit putih, rasa iri, dan kecenderungan membandingkan diri dengan figur dalam konten. Dengan demikian, iklan kosmetik berfungsi bukan hanya sebagai strategi pemasaran, tetapi juga sebagai sarana reproduksi makna kecantikan secara hegemonik.

Lilipory, Anna Novinta; Soplanit, Felani; Anakotta, Elka

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study seeks to interpret the meaning of the lyrics in the song “Ada Titik‑Titik di Ujung Doa” by Sal Priadi through Schleiermacher’s hermeneutic approach. The song reveals a subtle spiritual dimension by means of metaphor and poetic language, portraying prayer as a personal, reflective, and hope‑laden form of inner conversation amid the uncertainty of life in the post‑pandemic era. By adopting a qualitative interpretive method, the research examines the song lyrics through Schleiermacher’s two principal dimensions: grammatical interpretation and psychological interpretation. The analysis shows that prayer in this song is not merely a conventional religious ritual, but an existential expression of human beings facing loss, isolation, and unfulfilled hopes. The phrase “titik‑titik di ujung doa” functions as a symbolic space of incomplete psycho‑spiritual longing, in which prayer is understood as an open, fragmented, and repetitive process, as well as a medium for reconciling with the past and seeking forgiveness for both oneself and others. Within Schleiermacher’s hermeneutic framework, the interpretation of these lyrics suggests that prayer in contemporary Indonesian pop music serves as a representation of human resilience, personal, reflective, and subtly critical of the notion that divine response must always be complete and perfectly resolved.

Ridho Sastro Panjaitan; Grace Evelyn Hutabarat; Tabita Tesalonika Simaremare; Mutiara Aprilia; Mannawa Salwa +2 more

Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study analyzes pragmatic phenomena in digital communication, particularly those related to speech acts and their impact on public perception in the controversial case of an ice cube seller accused without clear basis by the authorities. This study applies a qualitative approach with a pragmatic analysis method based on discourse analysis. Data sources were obtained from online media news, social media posts, and official statements circulating in the digital public space. The analysis techniques used include identifying types of speech acts, interpreting implied meanings based on context, and analyzing public responses. The results show that statements from the authorities contain implications that trigger negative views even though they are not supported by strong evidence. This results in perlocutionary effects in the form of social stigma, reputational damage, and psychological stress for the victim. Conversely, the victim's communication strategies, which include being polite, defensive, and informative, can build a positive image and attract public sympathy. Furthermore, social media plays a crucial role in accelerating the spread of meaning and strengthening the construction of opinions through mass support and criticism. This research makes a significant contribution to enriching the study of pragmatics in the context of digital communication and emphasizes the importance of language ethics, media literacy, and pragmatic awareness in creating responsible public communication.

Ragil Pangestu; Muhammad Zalva Zakira; Herni Mandala Putri; Syarifuddin Syarifuddin; Rani Oktapiani

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2026 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

History education at the secondary level continues to face challenges in fostering higher order thinking skills, particularly students’ interpretative and critical analytical abilities, which are often constrained by textual and chronological instructional approaches. This study aims to conceptually examine the role of digital storytelling as a pedagogical strategy to strengthen historical interpretation and critical analysis within the frameworks of constructivism, historical thinking, and critical thinking theory. The research employs a qualitative approach based on literature review, utilizing descriptive and thematic analysis of scholarly works and educational policy documents. The findings indicate that digital storytelling promotes active cognitive engagement through processes of source selection, credibility evaluation, evidence based narrative construction, and multiperspective reflection. The production of digital narratives functions not merely as a creative activity but as a cognitive mechanism that trains logical argumentation and validation of historical evidence. Furthermore, the integration of multimedia elements enhances contextual understanding and deepens students’ meaning making of historical events. Nevertheless, its implementation encounters challenges related to teachers’ digital competence, students’ digital literacy readiness, infrastructural limitations, and instructional time allocation. The study implies that digital storytelling holds strategic potential as a pedagogical approach to develop historical thinking competencies in the digital era, provided that it is supported by systematic instructional planning and sustained capacity building in educational institutions.

Kurnia Nur Fitriyani; Deden Mauli Darajat

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The era of globalization and the rapid advancement of information technology have transformed the landscape of dakwah (Islamic propagation), shifting from conventional pulpits to virtual communication platforms (social media, podcasts, streaming). This transition, in line with the Diffusion of Innovation Theory, enables Islamic messages to reach a broad audience without geographical boundaries. Digital dakwah is highly relevant and urgent to research given the dominant use of social media by Muslim Youth, a group that seeks attention but also possesses a tendency toward critical thinking. This research has a dual aim: (1) to analyze the Interpretation of Muslim Youth towards virtual dakwah studies, and (2) to analyze the Effectiveness of Implementing Dakwah Studies through social media platforms. The accessibility of fragmented and competitive content makes the interpretation process active and crucial, where youth are no longer passive recipients but choose sources based on algorithms and their own interests. This study uses the Constructivism Paradigm to understand a dynamic and complex social reality, employing a Descriptive Qualitative Approach and the Online Ethnography Method. Data is collected through Observation, Interviews, and Documentation, with Data Triangulation (source, technique, and time) to ensure the validity of the findings. Social media holds great potential as an effective and inclusive dakwah tool. However, the effectiveness of its expansion must be balanced with the quality of the content and the capacity of Muslim Youth to perform critical, contextual, and responsible interpretation.

Anggono, Sigit Umar; Achaqie, Haikal Nur Rachmanrachim; Kuncoro, Wreda Agung; Huda, N.A. Miftahul; Anggono, Sigit Umar +3 more

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2026 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Perkembangan teknologi informasi mendorong sektor hospitality, termasuk café dan guest house, untuk mengadopsi sistem pemesanan berbasis digital guna meningkatkan efisiensi layanan dan kualitas pengalaman pengguna. Di Guest House Gethsemane Salatiga, proses pemesanan menu, pencatatan transaksi, dan pembuatan laporan masih dilakukan secara manual, sehingga diperlukan evaluasi terhadap solusi digital yang dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat usability dan pengalaman pengguna pada Sistem Informasi Pemesanan Menu Berbasis Web dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionnaire (UEQ). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed-methods dengan desain evaluatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner SUS dan UEQ yang diberikan kepada 30 partisipan yang terdiri dari pengguna internal (petugas café dan pengelola) serta pengguna eksternal (pelanggan). Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara singkat untuk memperkaya interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem memperoleh skor rata-rata SUS sebesar 78,2, yang berada pada kategori “Good” dan menunjukkan penerimaan usability yang tinggi. Evaluasi UEQ menunjukkan skor positif pada seluruh dimensi, dengan nilai tertinggi pada perspicuity dan efficiency, yang mengindikasikan bahwa sistem mudah dipahami dan efisien dalam penggunaannya. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang positif di lingkungan Guest House Gethsemane Salatiga. Kontribusi penelitian ini terletak pada penerapan kombinasi SUS dan UEQ dalam konteks sistem pemesanan berbasis web pada usaha hospitality berskala kecil. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar perbaikan sistem dan referensi bagi pengembangan sistem serupa di industri layanan.

Matuan, Helson; Dude, Esau; Mallo, Atius; Yowey, Herlina; Patey, Yusuf Selius +7 more

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2026 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Ritel modern di Indonesia tumbuh pesat dengan keragaman produk yang makin kompleks, sehingga pengelolaan data penjualan menjadi penting bagi pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan produk di Indomaret Kotaraja berdasarkan perilaku penjualan untuk mendukung keputusan terkait persediaan, penataan rak, dan promosi. Metode yang digunakan adalah klastering K-Means dengan implementasi di RapidMiner. Dataset mencakup penjualan bulanan selama satu tahun untuk produk makanan dan minuman kemasan. Sebelum pemodelan, dilakukan preprocessing yang meliputi pembersihan data, validasi tipe, penghapusan duplikasi, penanganan nilai hilang, dan normalisasi fitur, dengan variabel penjualan Januari hingga Desember sebagai masukan numerik, sementara identitas produk disimpan untuk interpretasi. Jumlah klaster alternatif K = 2, 3, dan 4 dievaluasi menggunakan Davies Bouldin Index, koefisien Silhouette, dan tren SSE atau WCSS. Hasil menunjukkan K = 4 memberikan pemisahan dan kekompakan terbaik dibanding K = 2 dan K = 3. Model akhir membagi 99 produk ke dalam klaster beranggotakan 16, 27, 31, dan 25 item. Profil centroid mengungkap pola yang berbeda: satu klaster memiliki penjualan tinggi dan relatif stabil pada kuartal empat fast moving, satu klaster menunjukkan lonjakan kuat di akhir tahun sensitif promosi atau musiman, satu klaster rendah namun stabil slow moving, dan satu klaster lebih volatil sehingga memerlukan pengendalian ketat. Penelitian ini menyajikan alur kerja yang dapat diulang dan profil klaster yang mudah ditafsirkan untuk tindakan operasional, seperti memprioritaskan pengisian ulang untuk fast mover, promosi terarah bagi kelompok menengah atau musiman, serta pengetatan stok dan optimasi rak untuk kelompok lambat atau volatil, sehingga membantu penyederhanaan kompleksitas data penjualan dan peningkatan keputusan berbasis data.

Yan Apriadi; Dodo Zaenal Abidin; Jasmir Jasmir

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

This study develops an interpretable machine learning model to predict the settlement status of Hajj fees in Jambi Province, Indonesia. Utilizing the XGBoost algorithm on a dataset of 4,332 prospective pilgrims from 2025, the research addresses the critical challenge of class imbalance where only 28.5% of samples are labeled "Unsettled". The baseline XGBoost model achieved a ROC-AUC of 0.7778, with a recall of 0.3482 for the minority class. SHAP (SHapley Additive exPlanations) analysis was employed to interpret model predictions, revealing that financial features specifically NILAI_VA (Virtual Account Value), JML_SETORAN (Deposit Amount), and JML_PELUNASAN (Settlement Amount) are the most significant factors influencing repayment risk, with negative SHAP values indicating increased default probability. The findings demonstrate that an interpretable XGBoost framework can provide both predictive accuracy and actionable insights for policymakers, enabling targeted interventions such as flexible payment schemes and enhanced financial monitoring for high-risk pilgrims..

Hamiruddin Hamiruddin; Iftitah Jafar; Mudzhira Nur Amrullah

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini mengkaji rasionalitas pewahyuan Al-Qur’an melalui pendekatan skripturalis-filosofis guna menegaskan relevansi epistemologis wahyu dalam konteks keilmuan modern. Kajian ini berangkat dari pandangan bahwa wahyu bukan sekadar fenomena teologis, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat diuji secara rasional. Analisis dilakukan menggunakan kombinasi metode hermeneutik filosofis, analisis wacana, filologi Semitik, dan pendekatan komputasional berbasis pemrosesan bahasa alami. Pendekatan ini memungkinkan interpretasi mendalam terhadap struktur argumentatif teks dan konteks historisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewahyuan Al-Qur’an memiliki koherensi internal yang kuat, dibuktikan melalui stabilitas filologis manuskrip, kontinuitas transmisi, serta konsistensi retorika dan struktur teologisnya. Wahyu terbukti berfungsi sebagai fondasi epistemik yang menuntun akal dan ilmu pengetahuan menuju kesatuan kebenaran. Penelitian ini juga mengungkap relevansi universal Al-Qur’an dalam etika, pluralisme, dan integrasi sains melalui paradigma tawhidic yang menolak dikotomi antara agama dan ilmu. Hasil analisis memperlihatkan bahwa rasionalitas wahyu memiliki nilai universal dan aplikatif dalam membangun sistem pengetahuan yang komprehensif, interdisipliner, dan berorientasi nilai. Studi ini memperkaya filsafat Islam kontemporer dengan menawarkan model epistemologi integratif yang dapat digunakan untuk mengembangkan wacana etika global, pendidikan spiritual, serta kebijakan ilmu berbasis nilai-nilai wahyu.

Putri Maharani; Sofia Nida’ul Laili; Nadia Regita Cahyani; Ika Putri Lestari; Setiawaty, Rani

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah pustaka mengenai pemanfaatan media film dalam membentuk karakter peserta didik di tingkat Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan adalah literature review dengan langkah-langkah berupa identifikasi, analisis, evaluasi, dan interpretasi terhadap sejumlah artikel ilmiah yang relevan. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal yang terindeks dalam Google Scholar, dengan kata kunci "film pendidikan", "pembentukan karakter", dan "Sekolah Dasar". Dari proses pencarian, ditemukan 15 artikel yang dijadikan dasar analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan film sebagai media pembelajaran berkontribusi positif terhadap penguatan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kejujuran, toleransi, dan kerja sama. Media film yang sesuai dengan usia anak dan konteks pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mempermudah guru dalam menyampaikan nilai-nilai karakter. Dengan demikian, media film layak dijadikan sebagai alternatif pendukung dalam pembelajaran karakter di Sekolah Dasar.

Surayda, Helen Intania; Dwi Nuryanto, Ahmad; Suwandi, Dedi; Hartono Ilham, Ismoro

DINAMIKA HUKUM 2025 Universitas Stikubank

Perang siber adalah suatu kondisi konflik dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi dan komunikas dimana menjadi sebuah fenomena sosial dalam relasi internasional yang menjadi masalah serius bagi bangsa-bangsa di dunia dalam membangun stabilitas internasional. Mmenghadapi variasi bentuk perang siber, dibutuhkan adanya proses pembangunan nasional berbasis keamanan siber/cyber security sebagaimana telah dilakukan oleh beberapa bangsa-bangsa di dunia. Perang siber sesungguhnya merupakan bentuk dari perang dunia ketiga yang sudah terjadi. Kekosongan dalam literatur hukum internasional membuat model serangan siber semakin menunjukkan kesiapannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata. Konflik siber, yang melibatkan serangan terhadap sistem komputer dan jaringan digital, menimbulkan pertanyaan kompleks mengenai bagaimana prinsip-prinsip hukum humaniter yang ada dapat diterapkan dalam konteks konflik ini. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif (legal  study  research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus dari bahan primer dan sekunder. Tantangan HHi dalam mengatur konflik siber mulai dari definisi, pelacakan pelaku, perlindungan masyarakat, sampai penyesuaian hukum dengan teknologi baru. Diperlukan pembaruan hukum, peningkatan kerja sama antar negara, dan penguatan cara penegakan hukum agar perlindungan kemanusiaan tetap terjaga di zaman digital. HHI dapat diterapkan pada konflik siber tetapi perlu adaptasi melalui instrumen baru atau interpretasi progresif sebagaimana Kasus Rusia-Ukraina yang menjadi bukti urgensi penyesuaian hukum.

Darmaka, Benediktus James Widya; Sutopo, Yohanes Eddie; Purwanto, Philipus

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Air memiliki peran penting dalam banyak narasi di dalam Perjanjian Lama, berfungsi sebagai simbol yang kuat dari penciptaan, pemurnian, dan pembebasan. Penelitian ini mengkaji simbolisme air yang multifaset, menjelajahi implikasi spiritual, sosial, dan ekologisnya dari kisah penciptaan hingga pembebasan bangsa Israel dari Mesir. Dengan menggunakan analisis kualitatif terhadap teks-teks alkitabiah dan interpretasi ilmiah yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang lebih dalam dari air dalam narasi-narasi ini dan bagaimana makna tersebut beresonansi dengan isu-isu kontemporer terkait keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya. Temuan menunjukkan bahwa simbolisme air melampaui konteks alkitabiah, menawarkan wawasan tentang tantangan modern terkait dengan kelangkaan air dan pengelolaan lingkungan.