Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Natasya Sylvia Dewi; Anjar Wati; Oman Farhurohman

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research delves into examining how the Contextual Teaching and Learning (CTL) model can be applied to enhance students' academic performance in Social Sciences (IPS) for fourth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah (MI). This research centers on studying literature to examine how the CTL model connects academic content with students' everyday experiences. By enhancing students' critical and social thinking abilities, this study aims to offer insights to educators on how to incorporate successful teaching approaches in madrasas to enhance student academic performance.

Artha Yoma Nendra Yhakti; Jani Jani

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2024 Universitas Maritim AMNI Semarang

This research is motivated by problems experienced by students, such as continuous problems, the lack of interaction between friends can actually affect the student learning process, especially for class VII. Students are more limited or less active because they lack self-confidence and have difficulty communicating. Therefore, by implementing the contextual teaching and learning model, it is hoped that students can grow their self-confidence so that they can increase social interaction between students and create good learning activities. The research objectives are, to find out the step, supporting and inhibiting factors, impact of implementing the Contextual Teaching And Learning model in social studies learning in increasing the social interaction of class VII students at MTsN 3 Tulungagung. This research uses a qualitative approach, descriptive research type. Descriptive research is presented in the form of words found from observations which are then analyzed, interpreted and conclusions drawn. The population of this study was class VII MTsN 3 Tulungagung and school residents. Data collection techniques use interviews, observation and documentation. The results of the research are drawn to conclusions which show that the implementation of the Contextual Teaching and Learning model can increase social interaction between students, so that students tend to be more active and learning activities can run well.

Sri Marhaendra Agustin

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran seni budaya di SMP sangat membutuhkan kreatifitas. Setiap orang memiliki kapasitas kreatif hanya kadarnya yang berbeda oleh karenanya dapat dikembangkan atau dimaksimalkan melalui berbagai pendekatan, salah satunya adalah Contextual Teaching and Learning melalui latihan yang terstruktur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peningkatan kreatifitas siswa menggunakan Contextual Teaching and Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IX.1 SMP Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2022/2023. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.1 SMP Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 24 siswa yang terdiri dari 7 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Dari Siklus I diketahui bahwa nilai rata-rata siswa masih rendah dan belum memenuhi KKM. Hal ini terlihat dari rendahnya nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I yaitu 69,50. Jumlah siswa memperoleh nilai ³ 70 hanya 13 orang atau 54,17% dari jumlah siswa secara keseluruhan dan siswa yang belum berhasil sebanyak 11 orang atau 45,83% dari jumlah siswa keseluruhan, artinya tindakan yang diberikan pada siklus I belum dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari Siklus II diketahui bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus II sudah mengalami peningkatan dari siklus I. Ini dapat diketahui dari hasil belajar siklus II yang diikuti oleh 24   siswa. Nilai rata-rata yang diperoleh meningkat dari 54,17 pada siklus I menjadi 72,50pada siklus II. Dan jumlah siswa memperoleh nilai ³ 70 sebanyak 18 orang, ini berarti keberhasilan klasikal telah mencapai 75%. Sedangkan siswa yang belum berhasil 6 orang sekitar 25% maka tindakan dilanjutkan pada siklus III. Dari Siklus III diketahui bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus III sudah mengalami peningkatan. Ini dapat diketahui dari siklus I yang diikuti oleh 24 orang siswa, nilai rata-rata yang diperoleh meningkat dari  69,6 pada siklus I menjadi 72,5pada siklus II dan meningkat menjadi 77,6 pada siklus III. Siswa yang memperoleh nilai ³ 70 sebanyak 23 orang. Ini berarti keberhasilan klasikal mencapai 95,83% sedangkan siswa yang belum berhasil sebesar 4,17%. Angka keberhasilan ini menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan dapat dikatakan berhasil.