SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

49,117 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 50

Analytics

Arie Martuty; Fadhilah Latief; Musfira Musfira; Sri Sufliati Romba

Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of Aisyiyah Kindergarten teachers in developing their potential and professional competence related to the implementation of inclusive education. Inclusive education requires teachers to have a sufficient understanding of the characteristics of children with special needs (ABK) and the ability to manage diverse students in the classroom. This activity was implemented in the form of systematically designed and applicable workshops and seminars. The training materials covered four main components: recognizing the characteristics of children with special needs, the concepts and principles of inclusive education, curriculum accommodations and assessments in inclusive classrooms, and techniques for identifying and evaluating learning for children with special needs. The results of the activity showed a significant increase in teachers' understanding and skills in managing inclusive classrooms, particularly in developing Individual Learning Plans (ILPs) tailored to the needs of the children. Teachers also became more confident in implementing adaptive and responsive learning strategies to the diversity of students. However, the sustainability of the program still faces several challenges, including limited supporting resources and minimal parental involvement and support. Therefore, ongoing synergy between schools, parents, and other stakeholders is needed to support the optimal implementation of inclusive education.

Mutiara Yusdhiana; Johan Erwin Isharyanto

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya persoalan yuridis dalam pelaksanaan mekanisme Agunan yang Diambil Alih (AYDA) oleh perbankan, terutama terkait validasi Pajak Penghasilan atas Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (PPh TB). Kasus BPR RAY memperlihatkan kebuntuan administratif akibat penolakan validasi pajak oleh DJP, yang menimbulkan ketidakpastian hukum dalam penyelamatan kredit bermasalah. Rumusan masalah mencakup: (1) bentuk pertentangan norma antara POJK 33/2018 dan PMK 261/2016; (2) penyebab disharmonisasi norma; dan (3) akibat hukumnya terhadap pelaksanaan AYDA. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk, penyebab, dan akibat hukum dari disharmonisasi tersebut. Metode yang digunakan ialah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bentuk pertentangan antara PMK 261/2016 yang mengedepankan pendekatan formal kepemilikan dan POJK 33/2018 yang menekankan substansi penguasaan aset. Disharmonisasi ini disebabkan oleh pengambilalihan AYDA secara sukarela, penafsiran subjek pajak penghasilan, serta ketiadaan regulasi penghubung antarregulator. Akibat hukum disharmonisasi ini terjadi di sektor perbankan, perpajakan dan pertanahan. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan teori sistem hukum, teori hukum responsif dan teori keadilan distributif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan disharmonisasi norma menimbulkan hambatan dalam praktik AYDA dan menimbulkan akibat hukum di berbagai sektor. Di akhir, peneliti memberikan saran akademik mendorong penelitian AYDA yang multi kasus dengan teori hukum yang lebih variative. Untuk saran praktis penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi antar regulator sehingga pengaturan AYDA tidak saling bertentangan. Beban pajak sebaiknya disesuaikan dengan prinsip keadilan dan kemampuan membayar. BPR maupun masyarakat dapat menempuh judicial review ke Mahkamah Agung untuk menjamin kepastian hukum dan keseragaman tafsir regulasi

Yulies Tiena Masriani; Junaidi

Notary Law Research 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Aktivitas ekonomi mempunyai hubungan yang erat dengan transaksi antara entitas ekonomi, yang terkadang menyebabkan sengketa. Dalam konteks ekonomi syariah, sengketa muncul karena perselisihan antara pelaku ekonomi yang berbisnis berdasarkan hukum ekonomi syariah terkait hak atau kepentingan. Sengketa ini bisa diputus dengan instrumen hukum yang berbagai, baik litigasi di pengadilan agama maupun metode non-litigasi seperti negosiasi, mediasi, dan konsiliasi. Penyelesaian sengketa di pengadilan agama bertujuan agar terjaminlah keadilan dan keteguhan hukum sesuai prinsip syariah. Namun, dengan semakin meningkatnya tuntutan keadilan, penyelesaian sengketa melalui pengadilan relatif lama dan kurang efektif, maka alternatif penyelesaian di luar pengadilan semakin relevan. Negosiasi sebagai salah satu proses tawar-menawar dalam sengketa ekonomi syariah sangat memfokuskan pada persiapan dan komunikasi efektif kedua belah pihak. Salah satu penyebab sengketa ekonomi pada ekonomi syariah adalah wanprestasi dalam transaksi jual beli, terutama transaksi tanah. Oleh karena itu, regulasi ekonomi syariah yang mengatur prinsip keadilan dan keseimbangan hak dan kewajiban sangatlah perlu untuk menyelesaikan sengketa tersebut secara adil dan damai. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penerapan regulasi ekonomi syariah dalam penyelesaian sengketa wanprestasi, khususnya yang berhubungan dengan sengketa tanah, dengan mengidentifikasi metode penyelesaian sengketa yang sesuai dalam hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan mengenai relevansi dan penerapan hukum Islam dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah, serta menyoroti pentingnya penyelesaian sengketa melalui metode yang mengedepankan keadilan dan perdamaian.

Novi Agatha; Sigit Irianto

Notary Law Research 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perjanjian kredit antara lembaga perbankan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan instrumen penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam praktiknya, tidak jarang terjadi wanprestasi dari pihak debitur  yang  berdampak  pada  hubungan  hukum  dan keberlangsungan  usaha.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengkaji: 1) bagaimana proses pengajuan dan pelaksanaan perjanjian kredit antara Bank BRI dan UMKM Konveksi Parasit di Daerah Istimewa Yogyakarta; 2) apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi oleh debitur; dan 3) bagaimana mekanisme penyelesaian wanprestasi yang dilakukan oleh pihak bank. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yang didukung oleh data primer. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis dengan jenis dan sumber data berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka, serta data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif untuk menginterpretasikan norma hukum dan fakta empiris secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses pengajuan kredit dilakukan melalui prosedur formal dengan dokumen pendukung yang sah, dan dituangkan dalam Surat Pengakuan Hutang; 2) wanprestasi terjadi karena kombinasi faktor internal seperti pengelolaan usaha yang kurang optimal dan faktor eksternal seperti penurunan permintaan pasar; dan 3) penyelesaian wanprestasi dilakukan melalui eksekusi agunan, pelaporan ke otoritas keuangan, serta pendekatan persuasif seperti restrukturisasi kredit. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi hukum bagi pelaku UMKM dan penerapan prinsip keadilan dalam penyelesaian sengketa kredit.

Oktavia, Putri Eka; Auliq, Muhammad A'an; Fitriana; Fitriana

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Suhu dan kelembaban merupakan parameter lingkungan yang harus dijaga pada ruang kubikel untuk memastikan peralatan distribusi listrik tetap bekerja secara optimal. Pada multi-kubikel, perbedaan fungsi dan beban menyebabkan karakteristik suhu dan kelembaban pada tiap ruang kubikel tidak sama, sehingga pemantauan secara manual menjadi kurang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototype sistem monitoring dan kontrol suhu-kelembaban pada multi-kubikel berbasis Internet of Things (IoT) yang terdiri dari tiga buah kubikel. Sistem ini menggunakan ESP8266 sebagai mikrokontroler utama dan sensor DHT20 sebagai sensor suhu dan kelembaban yang masing-masing dipasang pada kubikel dengan kondisi lingkungan berbeda. Sistem dilengkapi dengan aktuator kipas dan lampu, serta notifikasi real-time melalui LCD dan Telegram. Meskipun kontrol dan monitoring dilakukan secara terpisah pada tiap kubikel, notifikasi kondisi seluruh kubikel terintegrasi pada satu kanal Telegram yang sama. Pengujian kinerja sistem dengan memberikan variasi suhu dan kelembaban yang berbeda untuk tiap kubikel. Kubikel 1 diberi kondisi normal (suhu 35°C-40°C dan kelembaban 50%-70%), kubikel 2 diberi kondisi overheat (suhu di atas 40°C), sedangkan kubikel 3 diberi kondisi overhumidity (kelembaban > 70%). Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu melakukan kontrol suhu dan kelembaban dalam ruang multi-kubikel serta mengirimkan notifikasi melalui Telegram dengan tingkat keberhasilan 100% dan rata-rata delay 5,6 detik.

M Naufal Ramadhan; Vicky Nursuko Tri Widodo; Fithri Estikhamah

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Beton sebagai material utama konstruksi sering mengalami panas hidrasi yang menyebabkan perbedaan suhu permukaan dengan suhu inti, akan berpotensi retak dini dan penurunan kuat tekan. Penelitian ini menganalisis potensi air es dan fly ash 10% substitusi semen untuk memperkecil suhu beton mutu 35 MPa dengan aditif tipe D (retarder) dan F (superplasticizer), serta pengaruhnya terhadap kuat tekan. Metode deskriptif menggunakan data sekunder mix design tiga variasi: non fly ash, fly ash 10% dan fly ash 10%+air es 10°C. Suhu beton segar diukur dengan thermogun/thermometer lalu kuat tekan uji silinder diameter 150x300 mm umur 7 hari dan 28 hari dengan total 18 benda uji. Hasil menunjukkan suhu beton segar non fly ash berada pada rentang normal, beton fly ash 10% turun 1-2°C (reaksi pozzolanik lambat yang mengurangi panas hidrasi dari C2S, C3S, dan C3A), beton fly ash 10% + air es turun 5-6°C. Kuat tekan 7 hari menunjukkan beton non fly ash 33,69 MPa, beton fly ash 10% 34,14 MPa, beton fly ash 10%+air es 34,73 MPa. Pada umur 28 hari menunjukkan beton non fly ash 39,73 MPa, beton fly ash 10% 39,80 MPa, dan beton fly ash 10%+air es 39,65 MPa – semua melebihi mutu rencana.

Sinta Oktavioni, Sabrina; Mindiastiwi, Tigo; Siswanto, Agus Bambang

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Perhitungan daya dukung pondasi yang akurat menjadi aspek penting dalam memastikan stabilitas dan keamanan struktur bangunan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai daya dukung ultimit (Qu) dari pondasi bored pile dengan menggunakan empat pendekatan berbeda, yaitu perhitungan manual menggunakan metode Schmertmann & Nottingham, Mayerhoff (1976), software Allpile, serta hasil uji lapangan dengan PDA (Pile Driving Analyzer). Studi kasus dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Fave Hotel yang terletak di Banyumanik, Semarang. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Schmertmann & Nottingham dengan nilai Qu tertinggi sebesar 282,25 ton. Sedangkan nilai terendah berasal dari hasil uji PDA 159,61 ton. Metode Mayerhoff (1976), memberikan nilai sebesar 170,30 ton, sementara Allpile menghasilkan nilai 160,79 ton. Selisih nilai ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan dan asumsi yang digunakan oleh masing-masing metode. Secara umum, hasil PDA dianggap paling merepresentasikan kondisi aktual di lapangan karena merupakan hasil uji dinamis langsung pada tiang. Oleh karena itu, pendekatan manual dan software Allpile dapat dijadikan sebagai estimasi awal dalam tahap desain, namun tetap perlu divalidasi melalui pengujian lapangan untuk memperoleh hasil yang lebih realistis dan dapat diandalkan.

I Gede Pramana Ade Saputra; Prastyadi Wibawa Rahayu; Gerson Feoh

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan Sistem Informasi Penjualan berbasis web untuk Gerai Oleh-Oleh Bali yang selama ini masih menggunakan pencatatan manual dengan buku besar dan perhitungan menggunakan kalkulator. Sistem manual tersebut menyebabkan risiko kesalahan pencatatan, lambatnya proses pencarian data, serta kesulitan dalam pengarsipan data penjualan, pembelian, pemesanan, dan pengelolaan stok barang. Penelitian menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Waterfall dengan pendekatan pemodelan Unified Modeling Language (UML). Tahapan yang dilakukan meliputi analisis kebutuhan melalui wawancara dengan pemilik gerai, perancangan sistem (Use Case Diagram dan Class Diagram), implementasi, pengujian unit, pengujian sistem menggunakan metode black-box testing, serta tahap pemeliharaan (maintenance). Sistem yang dibangun mencakup fitur login, dashboard, pengelolaan data master (supplier dan barang), transaksi penjualan dengan dukungan scan barcode, transaksi pembelian, laporan penjualan dan pembelian, serta pengelolaan user. Hasil pengujian black-box menunjukkan seluruh test case berstatus Valid dan sistem berfungsi sesuai harapan. Pada tahap maintenance dilakukan contoh corrective maintenance dengan perbaikan bug pada query laporan penjualan harian.Sistem informasi penjualan berbasis web yang dihasilkan mampu mempercepat proses transaksi, mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan akurasi data, serta memudahkan pengelolaan stok dan pembuatan laporan secara real-time. Implementasi sistem ini memberikan solusi efektif bagi Gerai Oleh-Oleh Bali dalam meningkatkan efisiensi operasional dan interaksi dengan pelanggan.

Cantikawanti, Aninda Putri; Widanti, Yannie Asrie; Suhartatik, Nanik

Agrobioteknologi 2025 Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Unisri Surakarta

Nutritional problems during the growth phase of adolescent are mostly caused by consumption patterns. The most commonly used eating patterns during adolescent are foods that are high in calories, fat, sugar and salt. The habits of an unhealthy eating pattern can affect nutritional status. The foods most consumed by adolescent are often junk food and caffeinated beverages. All kinds of food and drinks are easily found around campuses surrounded by student. The purpose of this study was to determine the relationship between junk food consumption and caffeinated beverages to the nutritional status of students of the Faculty of Technology and Food Industry at Slamet Riyadi University, Surakarta. The respondents involved were students aged 18-24 years. Data was collected using a questionnaire and interview to the student. Data were analyzed using Chi-Square test. The results showed that factor affecting the nutritional status of student was mother’s education (p=0,000) and father’s education (p=0.000). Factors that do not affect nutritional status were energy intake (p=0.545), protein (p=0.085), fat (p=0.204) and carbohydrate (p=0.112), the amount of pocket money (p=0.310), the consumption level of junk food (p=0.671) and caffeinated drinks (p=0.535). The results showed that there was no significant relationship between the consumption patterns of junk food and caffeinated drinks on the nutritional status of students of the Faculty of Food Technology and Industry at Slamet Riyadi University, Surakarta. Permasalahan gizi yang terjadi saat pertumbuhan fase remaja lebih banyak disebabkan karena pola konsumsi.  Pola makan yang sering diterapkan pada masa remaja adalah makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Pola makan yang tidak sehat dapat mempengaruhi status gizi seseorang. Makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh kalangan remaja masuk dalam kategori junk food dan juga minuman berkafein. Makanan dan minuman kategori ini mudah ditemukan di sekitar kampus yang dikelilingi mahasiswa. Tujuan pada penelitian ini ialah menentukan hubungan pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan di Universitas Slamet Riyadi, Surakarta. Responden yang terlibat ialah mahasiswa berusia 18-24 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara kepada mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi status gizi mahasiswa adalah pendidikan ibu (p=0.000) dan pendidikan ayah (p=0.000). faktor yang tidak mempengaruhi status gizi ialah asupan energi (p=0.545), protein (p=0.085), lemak (p=0.204) and karbohidrat (p=0.112), jumlah uang saku (p=0.310), tingkat konsumsi junk food (p=0.671) dan minuman berkafein (p=0.535). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi, Surakarta.

Nusantara, Ana Fitria; Achmad Kusyairi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh defisiensi sekresi insulin, kerusakan sel Beta pankreas, atau resistensi insulin sebagai akibat insulin yang tidak digunakan. DM secara progresif menyebabkan terjadinya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler, dan neuropatik kronis yang mengancam jiwa. Selain berdampak pada masalah kesehatan, DM juga memiliki konsekuensi ekonomi yang besar. Biaya pengobatan meningkat khususnya apabila terjadi komplikasi jangka panjang dan pilihan pengobatan modern. Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup sehingga penderita tidak mengalami komplikasi. Modifikasi gaya hidup dilakukan dengan mengurangi asupan energi, meningkatkan aktivitas fisik sebagai terapi utama untuk pasien DM yang obesitas. Penurunan berat badan dikombinasikan dengan peningkatan aktivitas dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik serta mencegah perkembangan DM tipe 2 terhadap risiko tinggi gangguan toleransi glukosa. Target pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan penderita diabetes mellitus tipe 2 dalam melakukan modifikasi gaya hidup guna mencegah komplikasi diabetes. Kegiatan  ini dilakukan di layanan kesehatan praktik mandiri bidan (LKPMB) dengan melibatkan mitra dari lahan yaitu bidan dan tim kesehatan terkait dalam bentuk pemberian edukasi dan pelatihan keterampilan mengenai cara melakukan menejemen gaya hidup. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta menjadi lebih baik tentang modifikasi gaya hidup dan memiliki motivasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Nurul Laili; Ro’isah; Ainul Yaqin Salam

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Permasalahan yang menimpa remaja dikatakan kompleks yang berkaitan dengan pergaulan, perilaku pacaran, prestasi yang bermasalah di sekolah, dan lain-lain. Berdasarkan hasil survei didapatkan data bahwa seperempat remaja menyatakan mulai berpacaran pada usia 15 tahun dan gaya pacaran yang dilakukan seperti berpegangan tangan, ciuman, dan ada beberapa remaja yang pernah meraba bagian tubuh yang sensitif pada pasangannya. Faktor dominan perilaku seksual di pedesaan adalah teman sebaya sedangkan di perkotaan dipengaruhi oleh pengetahuan. Kurangnya bimbingan dan konseling dari orang tua menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual yang berakibat pada kehamilan, akibat yang lain seperti remaja tertular peyakit mematikan, dan tingginya kasus kriminalitas. Berdasarkan analisa tersebut maka dukungan keluarga berbasis family centered care yang melibatkan orang tua dalam mengatasi permasalahan remaja. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan dukungan kelurga berbasis family centered care dalam mencegah perilaku seksual beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah dan konseling tentang dukungan keluarga berupa emosional, informasional, penghargaan dan instrumental. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta baru mengetahui bentuk-bentuk dukungan yang harus diberikan kepada anak remaja, selain itu ada beberapa peserta yang membiarkan anaknya pacaran tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, selama pelaksanaan peserta antusias sehingga banyak pertanyaan yang muncul tentang perilaku seksual beresiko pada remaja. Hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam mencegah dan menguarangi perilaku seksual beresiko pada remaja.

Rahma Aulia; Rindu Bunga Kasih Firdauzy; Wiwin Luqna Hunaida

International Journal of Education and Literature 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This article explores the application of the Deep Learning approach in inclusive Islamic Religious Education (PAI) for children with special needs (ABK), with a focus on improving the understanding of abstract concepts such as monotheism and morals. The main problems faced by ABK in PAI learning include difficulties in understanding religious concepts due to cognitive, emotional, and sensory challenges. The purpose of this study is to analyze the urgency of Deep Learning in improving the spiritual understanding, motivation, and well-being of ABK through more personalized and reflective learning. The methods used include reflective strategies such as journals and discussions, adaptive media in the form of animation and audio, and collaborative learning with peers. The findings show that the application of Deep Learning improves ABK's in-depth understanding of religious values, as well as spiritual motivation and the ability to apply ethics in everyday life. The conclusion of this study is that Deep Learning can be an effective solution in inclusive PAI learning, supporting teachers in developing more humanistic learning designs and focusing on the character building of ABK.

M., Iqbal.M.Ag,; Siregar, Samuel Natanael; Marpaung, Difa Aprilia

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam perspektif norma dan konstitusi, mengidentifikasi penyebab krisis kepercayaan publik, serta menegaskan urgensi penguatan peran wakil rakyat dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan normatif-yuridis melalui telaah terhadap UUD 1945, peraturan perundang-undangan, literatur akademik, dan laporan survei kepercayaan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis kepercayaan publik terhadap DPR disebabkan oleh kesenjangan antara norma konstitusional yang menempatkan DPR sebagai representasi rakyat dan praktik politik yang terjadi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPR perlu memperkuat posisinya dengan menegakkan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan integritas. Penguatan ini diperlukan guna memulihkan legitimasi publik, memperkuat kualitas demokrasi, dan memastikan DPR menjalankan fungsi konstitusionalnya secara optimal.

Fahrudin Ahmad; Roni Kartika Pramuyanti; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penutupan perlintasan kereta api Alastuo terhadap peningkatan volume kendaraan dan intensitas kebisingan di kawasan Fly Over Bangetayu, Kota Semarang. Fenomena ini mencerminkan tantangan tata kelola lalu lintas urban akibat perubahan infrastruktur transportasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini dilakukan melalui metode studi kasus di lokasi terdampak. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dokumentasi visual, serta pengukuran intensitas kebisingan menggunakan sound level meter pada sembilan titik waktu berbeda selama tiga hari pengamatan. Partisipan meliputi warga sekitar, pengguna jalan, dan petugas lalu lintas. Hasil analisis tematik menunjukkan adanya korelasi positif antara peningkatan volume kendaraan dan intensitas kebisingan, dengan nilai puncak kebisingan mencapai 93,6 dB pada sore hari. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan rute akibat intervensi kebijakan infrastruktur dapat menyebabkan beban akustik yang signifikan di jalur alternatif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang relasi spasial antara kebijakan lalu lintas dan degradasi lingkungan akustik. Implikasi teoretis mengarah pada integrasi studi kebisingan dalam perencanaan transportasi berkelanjutan, sementara implikasi praktis mencakup kebutuhan akan pengaturan lalu lintas yang adaptif serta mitigasi kebisingan melalui vegetasi, jalur alternatif, dan edukasi berkendara. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan pendekatan interdisipliner untuk mengevaluasi dampak kebisingan terhadap kesehatan masyarakat secara langsung.

Raihan Sulaiman Payapo; I Wayan Restu; Suprabadevi Ayumayasari Saraswati; I Ketut Wija Negara

Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Fishermen are an essential group in supporting national food security; however, their lives are still characterized by various social and economic challenges, such as unstable income, low education levels, and high household expenditure burdens. This research aims to provide an overview of the socio-economic conditions and welfare of Bouke Ami fishermen in the Nusantara Fisheries Port (PPN) Muara Angke, North Jakarta, through the Fishermen’s Exchange Rate (NTN) and Fishermen’s Exchange Rate Index (iNTN). The study was conducted in May–June 2025 using a descriptive method with quantitative and qualitative approaches. Data collection techniques included observation, interviews, and questionnaires distributed to 100 Bouke Ami crew members (ABK). The results showed that the majority of crew members were aged 30–39 years, had completed only junior high school education, received health services through community health centers (puskesmas), had three family dependents, and most lived in their own homes. The average total monthly income of Rp5.733.500 is considered high as it exceeds the 2025 DKI Jakarta minimum wage (UMP) of Rp5.367.381. Meanwhile, the average total expenditure of Rp5.396.761 remains below income, indicating manageable household finances. The NTN value was 1,06 in April and 1,07 in May, resulting in an iNTN of 101%, indicating that Bouke Ami fishermen in PPN Muara Angke, North Jakarta, are at a level of economic welfare classified as prosperous with slight improvement. This increase reflects a modest rise in fishermen’s purchasing power between the two months and can serve as basis for formulating policies aimed at empowering coastal fishermen.

Maulina, Dina

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk betina spesies aedes aegypti yang membawa virus dengue. Anak usia sekolah rentan terhadap penularan DBD sehingga sangat penting diberikan edukasi tentang penyakit ini. Metode edukasi yang tepat untuk anak usia sekolah salah satunya yaitu dengan permainan edukatif seperti permainan ular tangga. Metode permainan ini bisa memudahkan anak sekolah untuk menambahkan pengetahuan tentang penyakit DBD pada anak sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi permainan ular tangga tentang penyakit DBD terhadap tingkat pengetahuan pada anak sekolah. Jenis penelitian ini yaitu pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi adalah seluruh siswa-siswi sebanyak 193 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling yang ditetapkan berdasarkan rumus Slovin sehingga jumlah sampel sebanyak 66 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon sampel t-test. Hasil penelitian pengaruh sebelum dan sesudah pemberian edukasi permainan ular tangga tentang penyakit DBD didapatkan p-value 0,000 (< 0.05). Kesimpulan penelitian ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian edukasi permainan ular tangga tentang penyakit DBD pada anak sekolah.

Erika Apriliani

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Hipertensi merupakan salah satu kondisi medis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal . Manajemen perawatan diri (self-care management) menjadi faktor penting dalam mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi . Self-care management mencakup regulasi diri, kepatuhan terhadap pengobatan, pemantauan tekanan darah, serta interaksi dengan tenaga medis . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 159 pasien hipertensi yang berobat di RS Islam Sultan Agung Semarang. Dari analisis univariat, mayoritas responden berada dalam rentang usia 45-59 tahun, berpendidikan terakhir SD, bekerja sebagai wiraswasta, serta memiliki tekanan darah tinggi selama rata-rata 3 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-care management dan tekanan darah sistolik (p = 0,035) serta tekanan darah diastolik (p = 0,041) . Kesimpulannya terdapat hubungan antara self-care management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi . Dengan meningkatkan self-care management, pasien dapat mengelola tekanan darah secara lebih efektif.

Wicaksono, Wilibrordus Megandika; Widiastuti, Rosalina Yani; Kusuma Hariningsih, Rosa Ratri; Malindir, Lukas; Haris, Raymond

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Panti Wreda Catur Nugraha di Kabupaten Banyumas merupakan lembaga sosial yang merawat sekitar 30 lansia dengan berbagai kondisi kesehatan. Pencatatan rekam medis yang masih dilakukan secara manual menyebabkan data rawan hilang, sulit dianalisis, dan kurang efisien. Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari STIKOM Yos Sudarso Purwokerto menyelenggarakan pelatihan pembuatan laporan rekam medis berbasis digital dengan memanfaatkan Google Forms untuk pengumpulan data dan Microsoft Word untuk penyusunan laporan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 pengasuh dan karyawan panti. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan komputer, terbukti dari kenaikan nilai rata-rata dari 47 pada pre-test menjadi 60,5 pada post-test, dengan dua peserta mencapai nilai sempurna. Pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi digital peserta dan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu dokumentasi kesehatan lansia di Panti Wreda Catur Nugraha.

Citra Berlianta Situmeang, Samsinar; Friska Sembiring; Mardiati Barus

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Keluarga yang menunggu pasien di ruang ICU dapat mengalami kecemasan, hal ini disebabkan karena menunggu anggota keluarga yang sedang mengalami perawatan kritis merupakan salah satu faktor kecemasan keluarga pasien dirawat di ruang intensive. Kelcelmasan melrulpakan sulatul keladaan pikiran dimana selselorang melrasakan keltakultan yang telruls-melnelruls dan belrlelbihan selrta sullit dikelndalikan selhingga dapat belrdampak bulrulk dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk Melngidelntifikasi Gambaran Kelcelmasan Kellularga Pasieln Di Rulang Intelnsivel Carel Ulnit (ICUl) Rulmah Sakit Santa Ellisabelth Meldan Tahuln 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskritif menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan tehnik purporsive sampling dengan kriteria inklusi, didapatkan jumlah sampel 96 responden di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kusioner ZSAS (Zulng Sellf-Rating Axielty Scalel). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kecemasan berdasarkan kategori kecemasan paling tinggi adalah kecemasan sedang sebanyak 58 responden (60.4%), kecemasan berat sebanyak 22 responden (22.9%) dan kecemasan ringan sebanyak 16 responden (16.7%). Simpulan ini adalah peran keluarga terhadap pasien menjadi berkurang karena tidak banyak terlibat dalam perawatan pasif dan tidak dapat mendampingi pasien di ruang ICU setiap saat, sehingga keluarga akan mengalami kecemasan. Kecemasan ini disebabkan karena ketakutan keluarga yang dipengaruhi oleh terpisahnya secara fisik dengan anggota keluarga, takut akan kematian, biaya  perawatan, keadaan pasien makin memburuk/ngedrop, atau kecatatan tubuh yang disebabkan banyak terpasang alat.

Rika

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Depresi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering ditemukan pada lansia di Indonesia. Depresi pada lansia dapat menyebabkan dampak yang besar bagi lansia, antara lain dapat menurunkan kemampuan, kemandirian, dan penurunan fungsi tubuh lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, menurunkan kemandirian dan kualitas hidup lansia serta kesedihan ditinggal orang yang dicintai, factor kepribadian, genetik, dan faktor bilogis penurunan neuron-neuron dan neurotransmitter. Salah satu cara untuk mengatasi depresi pada lansia adalah dengan memberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi progrssive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pre test dan post test. Penelitian ini dilakukan pada 11 lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Peneliti melakukan pengukuran awal depresi, setelah itu melakukan terapi Progressive muscle relaxation (PMR) selama 20-30 menit, dan dilanjutkan dengan melakukan pengukuran akhir. Data yang sudah terkumpul kemudian dilakukan analisis secara univariat dan bivariat dengan paired t-test. Hasil penelitian menunjukan nilai rata rata depresi lansia pre test adalah 7,27 setelah lansia diberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR), nilai tingkat depresi lansia mengalami penurunan menjadi 3,36. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p-value= 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi progressive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Diharapkan bagi panti lansia bisa menyediakan program terapi progressive muscle relaxation (PMR) secara teratur, yang dapat membantu meningkatkan mood dan kesejahteraan fisik lansia.