📄
Abstract
Beton sebagai material utama konstruksi sering mengalami panas hidrasi yang menyebabkan perbedaan suhu permukaan dengan suhu inti, akan berpotensi retak dini dan penurunan kuat tekan. Penelitian ini menganalisis potensi air es dan fly ash 10% substitusi semen untuk memperkecil suhu beton mutu 35 MPa dengan aditif tipe D (retarder) dan F (superplasticizer), serta pengaruhnya terhadap kuat tekan. Metode deskriptif menggunakan data sekunder mix design tiga variasi: non fly ash, fly ash 10% dan fly ash 10%+air es 10°C. Suhu beton segar diukur dengan thermogun/thermometer lalu kuat tekan uji silinder diameter 150x300 mm umur 7 hari dan 28 hari dengan total 18 benda uji. Hasil menunjukkan suhu beton segar non fly ash berada pada rentang normal, beton fly ash 10% turun 1-2°C (reaksi pozzolanik lambat yang mengurangi panas hidrasi dari C2S, C3S, dan C3A), beton fly ash 10% + air es turun 5-6°C. Kuat tekan 7 hari menunjukkan beton non fly ash 33,69 MPa, beton fly ash 10% 34,14 MPa, beton fly ash 10%+air es 34,73 MPa. Pada umur 28 hari menunjukkan beton non fly ash 39,73 MPa, beton fly ash 10% 39,80 MPa, dan beton fly ash 10%+air es 39,65 MPa – semua melebihi mutu rencana.