SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Sintia Pratama; Irna Yanti; Erva Siti Nurchotimah

Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris 2023 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to determine the comparison between Indonesian and Malay from a phonological aspect by using the cartoon series "Upin and Ipin" as research subjects. The research was conducted using descriptive qualitative methods using free listening techniques. Researchers found phonetic elements in the entire Malay language that aired on the episode Season 15 Gerobok Rezeki. It has been found that Malay and Indonesian have almost the same function of stress, tone, intonation and duration in the pronunciation of vocabulary sounds. The difference between the two is the nasal sound that is more inherent in Malay. There are also differences in phonological aspects in the form of changing the vowel "a‟ to the vowel "ə‟ in some vocabulary words with the same pattern of wording and meaning.    

Putri, Putri Malia; Idris Supriyadi; Dede Imtihanudin

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

English learning in children in the village is quite underdeveloped, as kkn students empathize so that children in the village can learn English well, making tutoring as a means is often done so that children can learn comfortably at times other than school, making singing as a learning method so that learning becomes light, the results obtained from this method are children memorizing new vocabulary, and good pronunciation.

Prasetyo Yuli Kurniawan; Setiawan Setiawan; Evi Rahmawati

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Campur kode berarti menggunakan dua bahasa atau lebih dalam waktu yang bersamaan. Kode mengacu pada bahasa berdasarkan ragam daerah, dialek sosial (siolek), ragam dan gaya, serta ragam pemakaian dan pencatatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan fenomena campur kode dalam komunikasi pada masyarakat desa Kedungbokor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber bahan penelitian adalah para pedagang pasar tradisional desa Kedungbokor yang melakukan transaksi jual beli dan komunikasi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pedagang pasar tradisional yang digunakan sebagai sumber data diidentifikasi terlebih dahulu. Pedagang pasar diobservasi dan diwawancarai oleh peneliti dengan menggunakan kuesioner.

Azimah Azzahra; Husna Ibrahim; Nur Rohimah; Shakira Fadla Nasution; Zulfa Zakiyyah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kata ‘menyimak’ dalam bahasa Indonesia memiliki kemiripan makna dengan ‘mendengar’ atau ‘mendengarkan’. Oleh karena itu, kedua kata tersebut sering menimbulkan kerancuan pemahaman. Menyimak mempunyai arti menangkap suatu bunyi dengan telinga. Namun, mendengarkan dilakukan secara kebetulan dan tidak direncanakan. Menyimak berarti memperhatikan baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Akan tetapi, mendengarkan merupakan menangkap bunyi dengan sungguh-sungguh. Contohnya pada anak sekolah yang lagi belajar dan anak yang sedang membangunkan temannya karena ada gempa. Menyimak merupakan kegiatan keterampilan berbahasa mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi bunyi bahasa atas makna yang terkandung di dalamnya. Dengan pengertian lain menyimak berarti kemampuan memahami pesan yang disampaikan melalui bahasa lisan. Berbicara dan menyimak sangatlah berhubungan, terutama dalam proses komunikasi, saling tukar informasi, saling bergantian peran, dan saling memahami apa yang dikatakan oleh lawannya. Oleh karena itu menyimak dapat dikatakan sebagai kegiatan berbagasa reseptif dalam suatu kegiatan bercakap-cakap dengan medium audio atau visual. Misalnya pada saat khutbah jumat dan mendengarkan pengumuman di stasiun atau bandar udara. Kegiatan menyimak dilakukan oleh seseorang dengan bunyi bahasa sebagai sasarannya, sedangkan mendengarkan sasarannya dapat berupa bunyi apa saja. Selain itu menyimak dilakukan dengan sengaja, terencana dan ada usaha untuk memahami atau menikmati apa yang disimak dan ada tanggapan setelahnya, sedangkan mendengarkan dilakukan dengan bisa sengaja  dan tidak serta tidak ada usaha untuk memahami apa yang didengar.  

Hilda Melani Purba; Humairo Sakinah Zainuri; Nadia Syafitri; Rizky Ramadhani

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan untuk melatih keterampilan dalam berkomunikasi lisan. Membaca adalah suatu proses pembacaan sandi yang penulis buat untuk pembaca. Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa di dalam atau pelajaran Bahasa Indonesia. Mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan sampai di perguruan tinggi ini masih dipelajari. Keterampilan membaca sangat penting di semua kalangan Pendidikan, karena Ketika seorang peserta didik atau mahasiswa tidak memiliki keterampilan membaca, maka akan terjadi ketertinggalan zaman yang diakibatkan ketidaktahuan membaca. Pembelajaran membaca memiliki peran penting dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Semua pendidik berharap anak didiknya menguasai keterampilan membaca. Salah satunya adalah siswa dapat membaca dengan cepat untuk menemukan ide pokok.