Campur Kode Di Lingkungan Masyarakat Desa Kedungbokor

Abstract
Campur kode berarti menggunakan dua bahasa atau lebih dalam waktu yang bersamaan. Kode mengacu pada bahasa berdasarkan ragam daerah, dialek sosial (siolek), ragam dan gaya, serta ragam pemakaian dan pencatatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan fenomena campur kode dalam komunikasi pada masyarakat desa Kedungbokor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber bahan penelitian adalah para pedagang pasar tradisional desa Kedungbokor yang melakukan transaksi jual beli dan komunikasi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pedagang pasar tradisional yang digunakan sebagai sumber data diidentifikasi terlebih dahulu. Pedagang pasar diobservasi dan diwawancarai oleh peneliti dengan menggunakan kuesioner.
Keywords
How to Cite

Prasetyo Yuli Kurniawan, et al. (2023). Campur Kode Di Lingkungan Masyarakat Desa Kedungbokor . Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, 1(2). https://doi.org/10.59581/jmpb-widyakarya.v1i2.686

Prasetyo Yuli Kurniawan; Setiawan Setiawan; Evi Rahmawati, "Campur Kode Di Lingkungan Masyarakat Desa Kedungbokor ," Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, vol. 1, no. 2, 2023.

Prasetyo Yuli Kurniawan; Setiawan Setiawan; Evi Rahmawati. "Campur Kode Di Lingkungan Masyarakat Desa Kedungbokor ." Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, vol. 1, no. 2, 2023.

Prasetyo Yuli Kurniawan; Setiawan Setiawan; Evi Rahmawati. "Campur Kode Di Lingkungan Masyarakat Desa Kedungbokor ." Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 1, no. 2 (2023).

Prasetyo Yuli Kurniawan, et al. (2023) 'Campur Kode Di Lingkungan Masyarakat Desa Kedungbokor ', Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, 1(2). doi: 10.59581/jmpb-widyakarya.v1i2.686.

Prasetyo Yuli Kurniawan; Setiawan Setiawan; Evi Rahmawati. Campur Kode Di Lingkungan Masyarakat Desa Kedungbokor . Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa. 2023;1(2).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal