Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1761-1780 of 1,807

Analytics

Mariyani, Anna

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pada saat pembelajaran tematik PKn dalam konsep bangga sebagai anak Indonesia banyak sekali siswa kelas III SD Muhammadiyah Blora yang mendapatkan nilai yang kurang optimal. Dari hasil observasi, guru menggunakan metode pembelajaran yang kurang variatif sehingga kurang menunjang keaktifan siswa dan kurang fokus terhadap materi pelajaran. Oleh sebab itu, untuk memperbaiki proses pembelajaran, dengan menggunakan model problem based learning diharapkan membantu siswa dalam memperbaiki dan meningkatkan hasil belajarnya. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi langkah-langkah dan meningkatkan hasil belajar siswa melalui model problem based learning dalam pembelajaran tematik PKn. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di SD Muhammadiyah Blora dengan jumlah siswa 35. Hasil penelitian ini banyak mengalami peningkatan pada aktivitas dan hasil belajar.dari hasil obeservasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu 57%, dengan kategori cukup dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 84%, dengan kategori Amat baik. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus 36, siklus I 75,2, dan siklus II meningkat menjadi 92, Sehingga dari hasil yang dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning pada pembelajaran tematik PKn pada konsep bangga telah berhasil dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Rekomendasi kepada guru sebagai acuan untuk menyusun RPP dalam meningkatkan kemampuan profesional dalam mengajarkan materi PKn bagi siswa di kelasnya, serta memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning.Kata Kunci: Pembelajaran problem based learning, Penelitian Tindakan Kelas, PKNABSTRACTAt the time of thematic civic learning in the concept of being proud as Indonesian children, there were many grade III students at SD Muhammadiyah Blora who received suboptimal grades. From the observations, the teacher uses learning methods that are less varied so that they do not support student activity and are less focused on subject matter. Therefore, to improve the learning process, using a problem based learning model is expected to help students improve and improve their learning outcomes. The specific purpose of this research is to identify the steps and improve student learning outcomes through the problem based learning model in the thematic learning of Civics. This type of research used was Classroom Action Research conducted at SD Muhammadiyah Blora with a total of 35 students. The results of this study experienced an increase in activity and learning outcomes. From the results of observation of student activity in the first cycle that was 57%, with enough categories and had increased in the second cycle to 84%, with a very good category. While the average value of student learning outcomes in pre-cycle 36, cycle I 75.2, and cycle II increased to 92, so that from the results it can be concluded that learning using the problem-based learning model of learning in the Civics thematic learning on the concept of pride has been successful with increasing student learning outcomes. Recommendations to teachers as a reference for developing lesson plans in improving professional abilities in teaching Civics material to students in their classrooms, as well as broadening teachers' insights and knowledge in applying problem based learning learning models.Â

Wartoyo, Sutoyo,

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sebagai seorang guru perlu memahami penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan upaya untuk mengatasi masalah pembelajaran yang dilakukan oleh guru secara individu maupun kelompok yang dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk : 1). Membantu para guru dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran; 2). Melatih para guru Sekolah dasar agar memiliki kemampuan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Target yang akan dicapai pada pengabdian masyarakat ini adalah 75 % dari sejumlah guru Sekolah Dasar di kecamatan Sukoharjo peserta diklat dapat melakukan penelitian tindakan kelas. Pengabdian kepada masyarakat ini sasarannya adalah para guru Sekolah Dasar di kecamatan Sukoharjo yang telah mengikuti diklat pada tingkat dasar sejumlah 50. Adapun yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Dinas pendidikan kecamatan Sukoharjo. Teknik yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi diskusi,  penugasan, pendampingan dan pembimbingan. Hasil  pengabdian masyarakat ini, menunjukkan bahwa : 1). Secara proses para guru mengikuti pelatihan secara baik, taat azas dan mempunyai motivasi yang tinggi; 2). Dari 50 guru yang mengikuti pelatihan penelitian tindakan kelas 35 guru dapat melakukan penelitian dengan benar. Sedangkan 15 guru sudah mampu menyususn proposal penelitian tetapi belum dapat melakukan penelitian dengan benar.

Wicaksono, Anggit Grahito; Jumanto, Jumanto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Hasil survei TIMSS menunjukkan Indonesia berada di posisi bawah jika dibandingkan dengan beberapa negara di Asia. Upaya yang dapat ditempuh dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah adanya pelatihan penyusunan soal HOTS bagi guru. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah (1) memberikan pemahaman tentang ciri-ciri dan cara pengembangan soal HOTS yang berkualitas baik; (2) memberikan pengalaman langsung dalam mengubah soal biasa menjadi soal HOTS; dan (3) pengembangan soal HOTS bagi guru-guru di SD Djama’atul Ichwan Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Target luaran yang dihasilkan melebihi target luaran yang diharapkan yaitu jumlah guru yang hadir dan mampu mengembangkan perangkat soal HOTS berjumlah 25 guru meningkat dari 21 guru yang ditargetkan. Hasil kuesioner tanggapan guru terhadap pengabdian yang telah dilakukan menunjukan bahwa materi pelatihan pengembangan soal HOTS sangat diminati dan dibutuhkan guru dalam pengembangan pembelajaran abad 21 dan menunjang era revolusi industri 4.0. Guru merasakan manfaat dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan karena dapat menjadi wawasan keilmuan baru dalam pengembangan kegiatan pembelajaran di sekolah. Luaran yang dihasilkan berupa perangkat soal HOTS sesuai dengan materi yang diampu guru serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas, serta publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah.

kusumaningtyas, lydia ersta; Koesdyantho, A. Roedy

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Judul Pengabdian ini adalah “: Mengenal Multiple Intelligences untuk mengembang– kan  Bakat dan Minat Anak”Khalayak sasaran dalam program pengabdian ini adalah Masyarakat Non Produktif yaitu guru dan orang tua peserta didik TK Lakshmi 7 Surakarta. Mereka perlu diberi tambahan pengetahuan dikarenakan guru TK Lakshmi 7 tidak berlatar belakang S1 Pendidikan,  melainkan guru TK Lakshmi 7 hanya dari SMK,         Sedangkan Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Ceramah/penyuluhan, diskusi dan pelatihan..Sebagai evaluasinya dipergunakan angket dan observasi  untuk menjajaki cara mengimplementasi mereka dilapangan setelah ada penyuluhan.            Hasil dari pengabdian ini orang tua dan guru dapat memahami pentingnya Multiple Intelligence untuk mengembangkan bakat sdan minat anak. Sedangkan dari hasil penyebaran angket didapat hasil sebagai berikut  77,8% (21 Orang tua dan guru) dapat memahami Multiple Intelligence.Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan pengabdian Mengenal Multip\Intelligences untuk mengembang– kan  Bakat dan Minat Anak”pada orang tua peserta didik dan guru TK Lakshmi 7 Turisari Surakarta berhasil. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pelatihan yang diikuti oleh 27 orang , 24 orang (88,89%)  diantaranya sdh memahmi baik teori maupun prakteknya sedangkan yang 3 orang (11,11%) kurang menguasai dikarenakan tidak rutin hadir dalam pertemuan

Prastianto, Rudi Walujo; Mustain, Mahmud; Pratikno, Herman; Handayanu, Handayanu; Miftakh D.S, Dwi Purnomo H, Zuhud Ubaidillah &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Inovasi teknologi untuk pendidikan mutlak dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0, karena teknologi digital dapat memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat di sektor pendidikan. Fleksibilitas, efektifitas dan efisiensi penggunaan teknologi yang tepat dapat menembus ruang dan waktu dalam menjembatani komunikasi antar para pemangku kepentingan dalam proses pendidikan. Penerapan sistem monitoring pembelajaran online sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Departemen Teknik Kelautan FTK-ITS dengan mitra sekolah Al Uswah Surabaya, menjadi solusi terhadap sistem yang masih konvensional yang kurang efektif dan efisien serta rentan terhadap ketidakakuratan akibat kesalahan manusia. Pada akhirnya, dengan sistem ini dapat memperbaiki pelayanan dan kinerja, sehingga efektivitas dan efisiensi proses tersebut meningkat. Parameter penting yang direkam menjadi database oleh sistem monitoring pembelajaran terkait kehadiran siswa, kehadiran guru dan durasi waktu proses belajar mengajar dapat dianalisis secara statistik deskriptif. Fitur sistem yang mampu diakses orang tua siswa, bahkan dapat menjadi media promosi untuk meningkatkan reputasi sekolah serta peran serta orang tua/wali siswa dalam mendukung kesuksesan kegiatan pendidikan. Sistem elektronik ini tidak akan memberikan hasil optimum jika tidak diiringi dengan perubahan pemahaman dan perbaikan budaya belajar mengajar guru, siswa, serta manajemen sekolah. Atau sebaliknya, dengan kehadiran sistem ini secara tidak langsung dapat memaksa untuk terjadinya perubahan budaya belajar-mengajar ke arah yang lebih baik secara bertahap. Dalam penelitian ini parameter penting terkait kegiatan proses belajar mengajar selanjutnya dianalisis untuk menemukan hubungan yang mendukung hipotesis terkait peningkatan budaya belajar mengajar dan reputasi sekolah melalui penggunaan sistem berbasis teknologi komunikasi dan informasi ini.

Widhiyoga, Setyasih Harini &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Seorang guru profesional saat ini tidak hanya ditentukan oleh tingginya pencapaian secara akademik namun juga kemampuan dalam membuat kreatifitas dan karya inovasi yang mendukung proses pembelajaran. Permasalahan yang dihadapi oleh guru yang ada di SMK Negeri 4 Surakarta terutama yang perempuan adalah: (1) kurangnya wawasan dari guru-guru perempuan mengenai pentingnya penyusunan publikasi ilmiah sebagai prasyarat untuk meningkatkan kepangkatan (jabatan fungsional); (2) kurangnya kemampuan beberapa guru perempuan dalam penyusunan karya ilmiah; (3) guru masih lemah dalam menyusun artikel ilmiah populer yang dapat dipublikasikan melalui media massa cetak ataupun online. Target dari pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakarat ini adalah sebagai berikut: (1) Melakukan sosialisasi tentang karya ilmiah berdasarkan pada riset yang diwujudkan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK); (2) Melakukan sosialisasi tentang jurnal sebagai bentuk publikasi ilmiah yang bisa digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan profesionalisme; (3) Peningkatan motivasi dalam membuat karya inovasi dan kreativitas guna memperbaiki proses pembelajaran agar lebih menarik bagi para siswa; (4) Meningkatkan kemampuan para guru melalui pelatihan publikasi ilmiah; (5) Memberikan pelatihan penyusunan opini berdasarkan artikel ilmiah untuk diunggah ke media massa online. Luaran yang dapat diberikan melalui pengabdian pada masyarakat ini adalah sebagai berikut: (1) pembuatan laporan hasil pengabdian; (2) pembuatan artikel untuk publikasi ilmiah yang dimasukkan ke dalam jurnal hasil pengabdian; (3) memasukkan artikel dalam bentuk opini ke media massa online. Metode pelaksanaannya adalah melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan motivasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusias dan minat besar dari para guru perempuan terhadap sosialisasi dan pelatihan penyusunan publikasi ilmiah yang bersumber dari riset termasuk artikel yang dihasilkan untuk dimuat di media massa cetak dan online.Kata kunci: guru, profesional, pembangunan, publikasi ilmiah

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakterpeserta didik melalui media tembang macapat pangkur di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Peranguru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untukmengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanyasekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran.Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama mediaberbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survey yangawal yang dilakukan di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 GaumTasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukanmulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahapsosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang dihasilkanadalah 9 guru dari 12 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun materi pembelajaran seni berbasiskearifan lokal. Luaran yang dihasilkan berupa materi pembelajaran seni tembang macapat pangkur sertapublikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapatmemberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalammenanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didikdidekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur, maka pada diri merekaakan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.Kata Kunci: Peran guru, pendidikan karakter, media tembang macapat pangkur.

Hapsari, Alfonsa Maria Sofia; Srianto, Srianto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Proses pembelajaran merupakan suatu rangkaian sistem dimana didalamnya terdapat beberapa komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Proses pembelajaran akan lebih optimal jika dapat memanfaatkan media yang ada di sekitar kita. Penggunaan media dalam proses pembelajaran diharapkan dapat membantu guru agar lebih mudah dalam mengajarkan materi kepada para siswa. Oleh karena diadakan pelatihan pembuatan modul bagi guru-guru SMKN 4 Surakarta yang bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan tentang konsep dasar, teori dan prinsip mengenai penulisan modul, meningkatkan keterampilan peserta pelatihan dalam menulis modul dan meningkatkan motivasi peserta pelatihan untuk menulis modul. Target dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 50 % guru mampu membuat modul dan luarannya adalah terealisasinya rencana kegiatan pengabdian masyarakat yaitu memberikan keterampilan penguasaan pembuatan modul oleh guru SMKN 4 Surakarta

Irmade, Oka; Widjanarko, Paulus

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pendidik dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya baik ditingkat PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah menengah bahkan Perguruan tinggi. Salah satu bentuk kompetensi pedagogik dan profesional seorang pendidik adalah kemampuanya dibidang penguasaan (ICT) Information Communication Technologi. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan ke TK Rumah Pelangi, Dukuh Banukan RT.06/RW.09 DS. Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar penguasaan dan pemanfaatan guru terhadap ICT sangat minim terlebih lagi dalam proses pembuatan media karena masih melum terbiasa dan belum terlatih dalam membuat media berbasis ICT. Sehingga perlu diadakan pelatihan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan membuat media pembelajaran berbasis ICT yang berupa Powerpoin menarik, Flipbook dan Comiclife yang di aplikasikan dalam proses pembelajaran.Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir.Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini telah mencapai target yang diharapkan, 9 guru yang mengikuti pelatihan, telah mampu membuat media pembelajaran berbasis ICT yang terdiri dari Powerpoin menarik, Flipbook, dan Comiclife. Luaran yang dihasilkan berupa media pembelajaran berbasis ICT serta implementasi media pembelajaran yang digunakan pada materi tertentu dan publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah.Kata Kunci: Pembuatan Media, ICT

Ahda Ahda; Yulihasri Yulihasri; Dona Amelia

Jurnal Visi Manajemen 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Teacher profession requires certain expertise and skills, where expertise and skills can be obtained from an education or special education training. The reality is that there are still many teachers who have met the qualifications and certified of educators, but their competence is still far from being expected to be able to produce students who have integrative abilities. The purpose of this study was to determine the effect of work commitment, soft skills and spiritual quotient on teacher professionalismat SMA Negeri 5 Bukittinggi in 2020. This type of research is quantitative research. The study was conducted at SMA 5 Bukittinggi. The study population was all teachers, 63 people. Data management in this study will use the smartPLS software. The results of the t statistic test were found to be 2,727greater than the T-table of 1. 999 with a p value of 0.007 smaller than 0. 05. The results of the t-statistic test were 3,629, greater than the T-table 1. 999 with a p value of 0. 000 less than 0. 05. The t-test results obtained by 3,629greater than the T-table 1. 999 with a p value of 0. 039smaller than 0. 05. The demands of teacher professionalism in the modern era must be balanced with the provision of good competencies through various workshops, competency development and also trainings that are followed on an ongoing basis

Risma, Risma; Bua, Agustinus Toding; Annisa, Muhsina

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran monopoli ditinjau dari validasi ahli materi, media, bahasa, dan praktisi serta respon guru dan respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Model pengembangan media yang digunakan oleh peneliti yaitu model perangkat 4-D modifikasi yang dilakukan hanya sampai 3-D yang terdiri dari Define, Design, dan Develop. Media pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti berupa media monopoli. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, kuesioner atau angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menghasilkan media pembelajaran Monopoli pada tematik tema 5 Ekosistem sub tema 2 hubungan antar makhluk hidup dalam ekosistem ditinjau dari validasi ahli, ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan praktisi serta ditinjau dari respon guru dan respon siswa. Media pembelajaran monopoli termasuk dalam kriteria sangat layak. Hal ini berdasarkan dari keseluruhan validasi ahli dengan presentase 82%, respon guru 86%, dan respon siswa 98%.

Suyahman, Suyahman

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran problem based learning berbasis nilaipancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bagi siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1Kartasura tahun Pelajaran 2018-2019. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjekpenelitiannya: guru PPKn dan siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kartasura, dan objeknya adalahpembelajaran inovatif berbasis nilai pancasila dan refolusi industri 4.0. Metode pengumpulandata menggunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengantrianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatifterdiri dari 4 tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasilpenelitian: berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang dilakukan dari tanggal 14-20 maret2019 ditemukan hal-hal sebagai berikut: dalam pembelajaran terlihat siswa aktif, siswa beranimengemukakan pendapat, guru neghargai pendapat siswa yang berbeda, guru bersikapdemokratis, guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya, guru memposisikan diri hanyasebagai fasilitator, guru mengakui potnsi yang dimiliki siswa berbeda, guru tidak hanyamenekankan pada aspek pengetahuan akan tetapi lebih mengedepankan aspek sikap, gurumemberikan contoh-contoh konkrit sikap positif yang harus dimiliki siswa untuk menghadapirevolusi industri 4.0, guru menginstruksikan pada siswa untuk tidak menolak globalisasi akantetapi menerima dengan filter nilai-nilai pancasila. Simpulannya bahwa dengan penerapanpembelajaran problem based learning yang berbasis nilai-nilai pancasila dapat mendaya dayadukung siswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bagi siswa kelas VIIIsiswa kelas VII diSMP Negeri 1 Kartasura tahun Pelajaran 2018-2019.Kata-kata Kunci: Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Nilai Pancasila dan RefolusiIndustri 4.0

Hartati, Maria Sri

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Metode pembelajaran yang beragam dan membuka keleluasaan guru dalam mengekplorasipeserta didik dan pola pembelajaran yang dijalankan di kelas. Pembelajaran adalah prosesinteraksi antarpeserta didik,antara peserta didik dan pendidik, dan antara peserta dan sumberbelajar lainnya pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar pesertadidik dapat membangun sikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai tujuan yangtelah ditetapkan.Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaiankegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian.Era revolusi industry 4.0dibutuhkan guru yang mampu meningkatkan kompetensi menuju guru 4.0. guru 4.0 memilikitanggungjawab yang lebih besar dalam memdidik peserta didik menghadapi revolusi industri 4.0dan guru harus mampu menguasai dalam pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.Kata Kunci : Metode, Pembelajaran, Revolusi Industry 4.0

Anita Trisiana, Feri Agus Nugroho, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaranPendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 26 Surakarta. 2) Untuk mengetahui faktorapa saja yang dapat mendukung dan menghambat siswa dalam meningkatkan keterampilankewarganegaraan pada Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Untuk mengetahui upayamengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran PendidikanKewarganegaraan dalam meningkatkan keterampilan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber datamenggunakan data primer dan data sekunder. Subjek penelitian ini adalah guru PendidikanKewarganegaran, kepala sekolah dan siswa, untuk memperoleh data mengenai pendidikankewarganegaraan dalam penguatan keterampilaan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dandokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh kesimpulan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraandi SMP Negeri 26 Surakarta tahun pelajaran 2018/2019 dilaksanakan dengan gurumenyusun perangkat pembelajaran, baik berupa silabus, RPP dan lembar penilaian siswa,selanjutnya guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan berbagaimetode pembelajaran, misalnya ceramah bervariasikan tanya jawab, diskusi dan resitasi(penugasan). 2) Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Pelajaran Kewarganegaraanguna membentuk keterampilan kewarganegaraan yaitu adanya dukungan dari kepalasekolah yang mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan sekolah serta kompetensiguru PKn dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Sedangkan faktor yang menghambatsiswa dalam mengikuti Mata Pelajaran Kewarganegaraan yaitu terlalu banyak materi yangharus dikuasai oleh siswa, materi Pendidikan Kewarganegaraan terkesan overload,tumpang tindih, begitu banyak hal yang harus diajarkan dan dihafalkan oleh siswa,sehingga membebani siswa, keterbatasan metode dan media pembelajaran, latar belakangsiswa yang beraneka ragam, keterbatasan waktu dalam mengajar, kurangnya minat siswaterhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Upaya mengatasi hambatantersebut adalah setiap pertemuan diberikan informasi terbaru terkait persoalan yang sedangterjadi untuk menarik perhatian siswa agar lebih fokus dalam pembelajaran, menerapkanpembelajaran yang sifatnya non-akademik atau ekstrakulikuler seperti lewat kegiatanupacara, kegiatan kepramukaan, serta pemberian motivasi di setiap kegiatan pembelajaranguna menumbuhkan semangat dan minat siswa terhadap pembelajaran PendidikanKewarganegaraan.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Keterampilan Kewarganegaraan

Dewi, Ressi Kartika

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Berbasis ICT Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas V di SDN 01 Suruh. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Efektifitas pengimplementasi media pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Berbasis ICT dapat dikemukakan sebagai berikut, terdapat peningkatan keaktifan, minat dan motivasi yang mengarah pada peningkatan hasil belajar PKn dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning pada siswa kelas V SD Negeri 01 Suruh Kecamatan Tasikmadu. Hal tersebut dapat terlihat dari beberapa temuan di kelas, yaitu (1) siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran PKn, (2) siswa sudah mampu mengatasi kesulitan belajar dengan berdiskusi dengan teman yang lebih paham akan materinya dan belajar bertanya sehingga mampu memahami materi PKn dengan baik, (3) guru telah mampu melaksanakan metode pembelajaran PKn dengan nuansa baru yang inovatif dan kreatif sesuai perkembangan zaman. Kata Kunci: CTL, ICT, Minat Belajar, Hasil Belajar, Pendidikan Kewarganegaraan

Mahmudah, Khoirul Siti; Sunismi, Sunismi; Fathani, Abdul Halim

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar matematika dengan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel untuk Siswa Kelas VIII. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan Sadiman yang meliputi 7 tahap yaitu menganalisis kebutuhan siswa dan guru, merumuskan tujuan instruksional, merumuskan butir-butir materi, perumusan alat ukur keberhasilan, penulisan naskah, tes/uji coba dan mengadakan revisi. Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar matematika yang telah di validasi. Validator ahli materi menyatakan cukup valid dengan presentase skor 72,71%, ahli desain menyatakan valid dengan presentase skor 82,49%, ahli praktisi menyatakan cukup valid dengan presentase 75%. Sedangkan hasil uji coba pengguna (user) menyatakan cukup valid dengan presentase skor 77,49%. Dengan demikina, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar matematika yang dikembangakan sudah cukup valid untuk digunakan dalam pembalajaran.

Juwariyah, Siti

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar  matematika  melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak semester I tahun pelajaran 2016/ 2017. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak  tahun pelajaran 2016/ 2017  sebanyak 36 siswa, sebagai subjek penerima tindakan, sedangkan untuk  subjekpelaku tindakan adalah guru matematika kelas IX D selaku guru, teman sejawat selaku subjek yang melakukan observasi proses pembelajaran, Kepala Sekolah selaku subjek sumber data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian Tindakan ini dilakukan dalam dua siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan prestasi belajar  matematika siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak tahun pelajaran 2016/ 2017. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar  matematika siswa juga mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 68,9, pada siklus I sebesar 79,4 dan pada siklus II sebesar 83,7. Selain itu, presentase ketuntasan belajar siswa, yaitu sebelum tindakan sebesar 50%, pada siklus I sebesar 69,5% dan pada siklus II sebesar 91,7%.

Siti Supeni, Venny Andreany Sidauruk &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru PPKndalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pembelajaran PPKn terhadappembentukan karakter disiplin siswa. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri 6Surakarta.Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatankuantitatif dengan rancangan penelitian yang bersifat deskriptif assosiatif.Populasipenelitian siswa Kelas X SMA Negeri 6 Tahun Pelajaran 2017-2018 sebanyak 136siswa dan keseluruhannya digunakan sebagai sampel dengan teknik sensus. Teknikpengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan studi pustaka.Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan pembelajaranberpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswadengan nilai t hitung 3,148 dan p value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalammelakukan pengelolaan pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadappembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 2,561 dan p value 0,012 <0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan evaluasi pembelajaran berpengaruh positif dansignifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 3,120 danp value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan danevaluasi Pembelajaran PPKn berpengaruh terhadap pembentukan karakter disiplin siswasebesar 32,3% sedang sisanya sebesar 67,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar modelpenelitian.Kata kunci : Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Pembelajaran dan KarakterKedisiplinan

Jumanto, Anggit Grahito Wicaksono &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana guru untuk mendapatkan informasi dantambahan pengetahuan tentang penyusunan soal tes. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) guru memiliki kompetensi yang mumpuni dalam penyusunan soal tes kurikulum KTSP; (2) meningkatnya kualitas soal tes yang dibuat guru; dan (3) meningkatnya hasil belajar siswa karena soal tes yang mudah dipahami dan dikerjakan oleh siswa. Tempat pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD Djama’atul Ichwan Program Utama Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Target luaran yang dihasilkan adalah 11 guru dari 15 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Luaran yang dihasilkan berupa Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas, serta publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, guru menjadi lebih memahami dan mengerti tentang kriteria-kriteria penyusunan soal tes kurikulum KTSP yang berkualitas dan baik. Guru menjadi lebih terampil dalam membuat kisi-kisi soal tes dan soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan kaidah penyusunan soal tes ujian tengah semester maupun ujian akhir semester.Kata Kunci: Penyusunan Soal Tes, Evaluasi Pembelajaran, Kurikulum KTSP

Yusuf, Siti Supeni &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini adalah memberdayakan masyarakat khusunya para guru SMP Widyawacana 1 yang sebagian besar belum banyak yang memahami tentang penulisan karya ilmiah, dan penulisan laporan kegiatan yang lain yang berkaitan dengan pengembangan kompetensinya di bidang peningkatan kompetensi profesi guru. Target khusus PPM ini adala.h para guru SMP Widyawacana 1 di Surakarta yang belum memahami tentang penulisan karya ilmiah. Metode dalam pengabdian ini adalah pelatihan, pendampingan, dan diskusi dalam melakukan inovasi semua program pemberdayaan profesi guru yang akan dilaksanakan dalam satu hari dengan melibatkan dua dosen PPKn FKIP Unisri dan satu mahasiswa, melalui program ketrampilan membuat karya ilmiah dalam menulis artikel, makalah, laporan, dan pembuatan proposal PTK. Kemajuan (Progress) pengabdian ini diukur dari (1) peningkatan ketrampilan guru dalam memahami penulisan karya ilmiah, (2) manajemen tata cara penulisan, (3) project yang berupa praktik penulisan proposal dan karyailmiah di akhir pelatihan, dengan menerapkan nilai pre-test dan post-test dilaksanakan pada pertemuan, (4) peningkatan kesadaran menulis, (5) peningkatan peran serta guru, (6) terwujudnya karya ilmiah yang siap dipublikasikan.Kata Kunci: pemberdayaan guru, penulisan karya ilmiah