Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 121-140 of 1,850

Analytics

Cindy Widiyanti; Ishmatun Naila; Lilik Binti Mirnawati

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to examine and review the impact of language learning through text-based methods on the cognitive abilities of elementary school students. The research approach used is a qualitative study with the main instrument being the researcher, and supporting instruments including observation, interviews, and documentation of student learning outcomes at the elementary school level. Research data was obtained from various library sources, such as books, scientific articles, national and international journals, and other relevant scientific works related to text-based learning and student cognitive development. The results of the study indicate that the implementation of Indonesian language learning with text-based methods has a diverse impact on students. Differences in learning outcomes are not only influenced by the strategies and learning processes implemented by teachers, but are also closely related to students' cognitive abilities in understanding, interpreting, and processing information from Indonesian texts. Thus, text-based methods need to be adapted to the characteristics and levels of students' cognitive abilities so that learning objectives can be optimally achieved.

Della Pramudita; Astuti Darmiyanti; Fatimah Az Zahro

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

The ability to recite the Qur'an accurately and in accordance with the rules of tajwid is an essential competency for every Muslim. Therefore, appropriate learning strategies are needed to accommodate learners' characteristics and improve the effectiveness of Qur'anic instruction. One of the widely implemented approaches is the Ummi Method, which emphasizes gradual, systematic, and practice-oriented learning. This study aims to describe the learning strategies based on the Ummi Method at Majelis Qur'an Ummahat Karawang. A descriptive qualitative approach was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Data credibility was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that the learning strategy begins with systematic planning, including the formulation of learning objectives, identification of learners' initial abilities, determination of learning targets, and preparation of instructional media based on the Ummi Method standards. The implementation stage applies the mother language approach, direct method, repetition, read-and-listen activities, and instructional teaching aids. These strategies contribute to a more structured learning process, encourage learner participation, and improve Qur'anic reading accuracy, learning motivation, and self-confidence.

Salsabila, Salsabila; Fauzan, Muhammad

KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2026 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Pembelajaran Bahasa Arab di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab adalah keragaman kompetensi awal siswa yang dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang pendidikan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan terganggunya kemampuan yang berdampak pada dinamika dan efektivitas pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi kompetensi awal siswa Pendidikan Bahasa Arab, mengidentifikasi kesenjangan kemampuan yang muncul, serta menganalisis efektivitasnya terhadap proses pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis reflektif terhadap fenomena pembelajaran Bahasa Arab di pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang pendidikan, khususnya antara lulusan pesantren dan lulusan sekolah umum, berkontribusi terhadap kesenjangan kemampuan awal siswa, baik pada aspek kebahasaan maupun adaptasi akademik. Kesenjangan tersebut berimplikasi pada dinamika kelas, partisipasi siswa, serta perencanaan pembelajaran. Temuan ini menekankan pentingnya pemeliharaan kompetensi awal siswa sebagai bagian dari perencanaan pembelajaran Bahasa Arab yang adaptif dan inklusif di perguruan tinggi agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan proporsional.

Anggraini, Rizka; Iqbal Hs, Ahmad; Zuliana, Erni; Wulandari, Puspita

KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2026 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas efektivitas penggunaan aplikasi Kahoot sebagai alat evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar kosakata Bahasa Arab siswa kelas IX di MTsN 1 Bandar Lampung. Penelitian ini berada dalam ruang lingkup kajian evaluasi pembelajaran Bahasa Arab berbasis teknologi digital. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tujuan untuk mengukur hasil belajar, observasi untuk mengetahui keaktifan dan partisipasi siswa, serta dokumentasi sebagai data pendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Kahoot sebagai media evaluasi mampu meningkatkan hasil belajar siswa Bahasa Arab secara signifikan. Persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 63,33% pada tahap pretest menjadi 84,38% pada siklus II, sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Selain peningkatan hasil belajar, penggunaan Kahoot juga berdampak positif terhadap motivasi, keaktifan, dan partisipasi siswa dalam proses evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Kahoot efektif digunakan sebagai media evaluasi pembelajaran bahasa Arab dan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan di era digital.

Dedi Irwansah; Heny Sulistyowati

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan keterampilan membaca interaktif peserta didik pada materi teks hikayat yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional dan kurangnya media pembelajaran yang menarik. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi media berbasis digital yang mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran scrapbook digital berbasis FLIPHTML5 serta mengetahui keefektifannya dalam meningkatkan kemampuan membaca interaktif siswa kelas X SMK NJ 01 Jogororto. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk yang dihasilkan berupa media scrapbook digital interaktif yang memadukan teks, gambar, dan elemen visual menarik serta dilengkapi fitur latihan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif berdasarkan hasil validasi ahli, respon guru dan siswa, serta peningkatan aktivitas dan pemahaman belajar siswa. Penggunaan media ini terbukti mampu meningkatkan minat baca, keterlibatan aktif, serta pemahaman siswa terhadap teks hikayat secara lebih optimal. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media scrapbook digital berbasis FLIPHTML5 dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya untuk meningkatkan keterampilan membaca interaktif serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Rostiana, Aneva; Cantika, Cherin Denis Fera; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan memahami pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 5A di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terpusat dan observasi langsung terhadap guru serta proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan guru berperan aktif sebagai teladan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan kejujuran siswa. Penguatan nilai Pancasila juga didukung budaya sekolah melalui program pagi rutin dan kegiatan literasi berkelanjutan. Faktor pendukung utama ialah keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif, sedangkan tantangan meliputi kebutuhan siswa yang beragam serta keterbatasan sarana digital. This study aims to understand the implementation of Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) as an effort to enhance students’ understanding of Pancasila values among fifth-grade students at SDN 1 Bendogerit, Blitar City. The research is motivated by the importance of character education based on Pancasila in shaping a generation that is virtuous, disciplined, and responsible amid the challenges of globalization. A descriptive qualitative approach was employed, using focused interviews and direct classroom observations involving teachers and the learning process. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing systematically. The results indicate that teachers play an active role as role models in cultivating students’ values of discipline, responsibility, cooperation, politeness, and honesty. The reinforcement of Pancasila values is also supported by the school culture through regular morning programs and continuous literacy activities. The main supporting factors include teacher exemplarity and a conducive school environment, while challenges involve diverse student needs and limited digital learning facilities. 

Rusliyani, Dewi; Murdiono, Murdiono

KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2026 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan komunikatif dalam membentuk lingkungan berbahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif diimplementasikan melalui penggunaan metode langsung, integrasi materi Islami dan linguistik dari sumber Arab, penekanan pada pengucapan dan ketepatan tata bahasa, dan penggunaan bahasa Arab secara konsisten sebagai media pengajaran. Selain itu, kegiatan linguistik di kelas dan ekstrakurikuler dioptimalkan untuk mendukung penggunaan bahasa Arab secara aktif oleh siswa, sementara guru memainkan peran penting dalam memotivasi siswa dan menumbuhkan kebiasaan berbahasa. Temuan ini menyiratkan bahwa pengembangan lingkungan berbahasa Arab membutuhkan strategi sistematis, paparan bahasa yang konsisten, dan partisipasi aktif dari semua elemen di lembaga tersebut. Secara praktis, studi ini memberikan model referensi untuk mengimplementasikan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Arab. Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada pengembangan pengajaran bahasa komunikatif dalam pendidikan bahasa Arab, khususnya dalam mengintegrasikan pembelajaran formal dengan lingkungan bahasa yang imersif.

Widodo, Arif; Yusuf, Hasan Abdul Alim Abdul Jawad; Widodo, Arif

KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2026 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran Virtual Reality di era pembelajaran digital dengan pemanfaatan Millealab Platform dalam pembelajaran  materi di kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur terkait pembelajaran bahasa Arab digital berbasis Virtual Reality. Melalui penelitian ini, ditemukan data bahwa pemanfaaatan media berbasis virtual reality mendorong efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media virtual reality dengan menggunakan Millealab Platform mempermudah guru untuk menyampaikan materi dan meningkatkan perhatian siswa dalam mempelajari materi.

Saputra, Rio; Ayuningsih, Seftia; Hardyansah, Rommy; Dirgantara, Febrian; Darmawan, Didit

Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin (JAMMU) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Kegiatan bercocok tanam dan membersihkan area kampus merupakan upaya strategis dalam menumbuhkan kesadaran serta kepedulian lingkungan di kalangan mahasiswa sejak awal perkuliahan. Melalui kegiatan rutin ini, mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam perawatan tanaman, penataan ruang terbuka hijau, serta pembersihan area kampus. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), yaitu metode yang melibatkan kelompok sasaran sebagai bagian dari proses penelitian. Melalui metode ini, peneliti bekerja sama dengan peserta untuk mengidentifikasi masalah, merencanakan tindakan, melaksanakan solusi, dan mengevaluasi hasil kegiatan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi nyata lingkungan mampu meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Selain memperbaiki kondisi fisik lingkungan kampus, kegiatan ini juga berperan dalam membentuk karakter, tanggung jawab, dan perilaku peduli lingkungan mahasiswa. Dengan demikian, program bercocok tanam dan pembersihan kampus tidak hanya berkontribusi terhadap keindahan dan kenyamanan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter serta pembentukan budaya kampus hijau yang berkelanjutan.

Magfirah, Titing; Arridha, Riyadh

Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kaa Mieera (JIPKAM) 2026 Politeknik Negeri Fakfak

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris dasar pada siswa SD Inpres 2 Wagom melalui penerapan metode Total Physical Response (TPR). Berdasarkan analisis situasi, kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai kosakata Bahasa Inggris masih tergolong rendah. Metode TPR dipilih karena mengintegrasikan gerakan fisik dengan proses pembelajaran, sehingga memudahkan siswa dalam memahami dan mengingat kosakata secara lebih efektif serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode ceramah dan praktik meliputi pengenalan kosakata dasar, seperti perintah (commands) dan bagian tubuh (parts of the body), yang dipadukan dengan aktivitas fisik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan responsif terhadap instruksi dalam Bahasa Inggris dan juga adanya peningkatan penguasaan kosakata siswa dari kategori sedang (±50%) sebelum pelatihan menjadi tinggi (82%) setelah penerapan metode Total Physical Response (TPR). Evaluasi kegiatan melalui kuesioner menunjukkan bahwa 89% siswa merasa metodemTPR memudahkan mereka dalam mengingat kosakata, dan 91% siswa menyatakan puas serta antusias mengikuti kegiatan ini. Secara keseluruhan, metode TPR terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris dasar sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa sekolah

Widodo, Arif; Widodo, Arif

KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2026 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran bahasa, termasuk dalam pembelajaran bahasa Arab. Salah satu platform digital yang banyak digunakan dalam pembelajaran bahasa adalah YouTube. Platform ini menyediakan berbagai konten audiovisual yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran bahasa Arab berbasis YouTube dalam meningkatkan keterampilan istima’ (listening skill) Mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi kelas yang diikuti oleh Mahasiswa, serta dokumentasi proses pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan YouTube dalam pembelajaran bahasa Arab mampu meningkatkan keterampilan istima’ Mahasiswa melalui tiga aspek utama, yaitu penyediaan input bahasa yang autentik, peningkatan motivasi belajar Mahasiswa, dan fleksibilitas akses pembelajaran. Selain itu, penggunaan video pembelajaran membantu Mahasiswa memahami konteks komunikasi bahasa Arab secara lebih konkret melalui dukungan visual dan audio secara bersamaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa integrasi YouTube dengan metode pembelajaran konvensional dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Dengan demikian, pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab, khususnya dalam pengembangan keterampilan istima’

Hermansyah Hermansyah; Mukamat Suyatno

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kemampuan baca tulis Al-Qur’an (BTQ) merupakan kompetensi dasar dalam pendidikan Islam yang perlu dikembangkan secara sistematis sejak usia dini. Namun, dalam praktik pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), masih ditemukan permasalahan berupa rendahnya kemampuan membaca, menulis huruf hijaiyah, serta ketidakseimbangan antara aspek tajwid, makhraj, dan kefasihan bacaan santri. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi metode pembelajaran yang lebih efektif dan terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan BTQ santri melalui pendampingan berbasis integrasi metode imla’ dan talaqqi di TPQ Nurul Huda Sentani Jayapura. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain library research yang didukung oleh data lapangan kegiatan pengabdian. Proses pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan aplikatif melalui tahapan pembelajaran membaca (talaqqi), menulis (imla’), serta penguatan melalui muroja’ah terjadwal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan santri pada berbagai aspek. Pada aspek kelancaran membaca dan hafalan, lima santri memperoleh nilai 5, empat santri nilai 4, dan enam santri nilai 3. Pada aspek tajwid, empat santri mencapai nilai 5, enam santri nilai 4, dan lima santri nilai 3. Sementara itu, pada aspek kefasihan bacaan, sembilan santri mencapai nilai 5. Secara umum, penerapan metode imla’ dan talaqqi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca, menulis huruf hijaiyah, serta ketepatan makhraj dan tajwid santri. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi metode imla’ dan talaqqi efektif dalam meningkatkan kemampuan BTQ santri, serta berdampak positif terhadap motivasi, kedisiplinan, dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Model ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran BTQ di TPQ, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber belajar.  

Wening Nur Habibah Alif; Arif Fitra Setyawan; Chandra Yogatama; Dyah Ratna Kusuma Mayang Sari; Muhammad Bhayu Bramantyo +2 more

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Transformasi digital menuntut tenaga pendidik menjadi fasilitator yang adaptif terhadap teknologi. Menghadapi tuntutan tersebut, guru di SMPIP Nihadul Qulub mengalami hambatan kompetensi dalam menciptakan media pembelajaran berbasis digital. Selain itu, kurangnya sumber referensi praktis yang dapat diakses secara mandiri membuat guru kesulitan untuk meningkatkan kompetensi digitalnya di tengah padatnya aktivitas mengajar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital melalui pelatihan Canva guna merancang media interaktif berbasis web. Diikuti sebanyak 20 guru, kegiatan pengabdian berupa pelatihan ini dilaksanakan secara langsung dan luar jaringan (luring) di SMPIP Nihadul Qulub, Ungaran. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi perencanaan, analisis kebutuhan mitra, implementasi workshop praktik langsung, serta evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 90% guru berhasil mempublikasikan modul ajar interaktif dalam format situs web tanpa keahlian pemrograman. Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan peran guru menjadi desainer pengalaman belajar yang kreatif, sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Abdul Halim Manan; Zulihi Zulihi; A. Ubaidillah

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to analyze the implementation of the Reconnecting active learning method in Islamic Religious Education (PAI) for ninth-grade students at SMP Negeri 2 Sentani and to examine its role in enhancing students’ learning interest and engagement. This research employs a descriptive qualitative approach with a case study design to gain an in-depth understanding of the learning process. Data were collected through in-depth interviews with three PAI teachers, the school principal, and three students, and were further supported by classroom observations and documentation. The data analysis technique used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the Reconnecting method has a positive impact on students’ learning experiences, particularly in increasing their interest, active participation, and ability to relate learning materials to real-life contexts. Students become more responsive and motivated during the learning process. However, several challenges were identified, including limited instructional time and varying levels of teacher readiness in applying the method effectively. Therefore, continuous teacher training and better time management are recommended to optimize the use of this method in PAI learning

Maimunah Adeliana; Muhammad Iqbal Ansari; Sari Kumala

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya ruang kelas, mendorong penerapan sistem pendidikan berbasis waktu belajar melalui pembelajaran bergiliran (shift) di MI TPI Keramat Banjarmasin. Kebijakan ini memunculkan beragam persepsi dari orang tua sebagai pihak yang berperan penting dalam mendukung proses belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi orang tua terhadap pelaksanaan sistem tersebut, mengidentifikasi dampaknya terhadap proses belajar siswa, serta mengkaji strategi yang dilakukan orang tua dalam menyikapinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah orang tua siswa kelas II, sedangkan informan meliputi kepala sekolah dan wali kelas. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memandang sistem pembelajaran bergiliran sebagai solusi sementara atas keterbatasan ruang, namun berdampak pada berkurangnya durasi belajar efektif, menurunnya konsentrasi siswa, dan perubahan rutinitas harian. Di sisi lain, sistem ini mendorong kemandirian dan kedisiplinan belajar anak. Orang tua merespons dengan meningkatkan pendampingan belajar di rumah, pengawasan tugas, serta komunikasi intensif dengan guru. Temuan ini mengindikasikan perlunya optimalisasi manajemen waktu belajar dan peningkatan fasilitas pendidikan guna mendukung mutu pembelajaran.

Rusadi, Ahmad; Ali, Ahmad Jamal

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Penguatan karakter berbasis akhlak mulia pada generasi muda menjadi urgensi di era modern yang ditandai oleh perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat. Fenomena degradasi moral, krisis keteladanan, serta rendahnya kesadaran etika di kalangan remaja menuntut adanya strategi pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penguatan karakter melalui internalisasi nilai-nilai akhlak mulia dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur terkait pendidikan karakter dan konsep akhlak dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan karakter efektif dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi nilai dalam pembelajaran, serta pemanfaatan media digital secara bijak. Sinergi antara pendidik, orang tua, dan lingkungan sosial menjadi faktor kunci dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, penguatan karakter berbasis akhlak mulia diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.

riya, Riyadian; war, Ummi Wardah

Al Madjid : jurnal Pendidikan Islam 2026 Prodi PAI Fakultas Tarbiyah STIT Sunan Giri Trenggalek

Pendidikan berbasis akhlak merupakan salah satu pilar utama dalam tradisi keilmuan Islam yang menempatkan pembentukan karakter sebagai tujuan esensial dari proses pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran para tokoh Islam klasik dan modern terkait konsep pendidikan berbasis akhlak serta mengevaluasi relevansinya dalam konteks pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis terhadap karya-karya Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Ibnu Sina, dan Syed Muhammad Naquib al-Attas, yang dikenal sebagai pemikir penting dalam perkembangan gagasan pendidikan akhlak. Hasil kajian menunjukkan adanya keselarasan pandangan di antara keempat tokoh tersebut mengenai pentingnya sinergi antara aspek spiritual, intelektual, dan moral sebagai inti dalam pembentukan karakter peserta didik. Al-Ghazali menitikberatkan pada proses tazkiyatun nafs sebagai landasan pengembangan akhlak, sementara Ibn Miskawaih menyumbang gagasan melalui teori keseimbangan jiwa. Ibnu Sina menyoroti peranan lingkungan dan keteladanan pendidik dalam membangun karakter anak didik, sedangkan al-Attas menggarisbawahi pentingnya konsep adab sebagai elemen fundamental dalam struktur pendidikan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan berbasis akhlak yang digagas para pemikir tersebut tetap memiliki daya relevansi untuk menghadapi tantangan pendidikan modern, khususnya dalam upaya memperkuat pendidikan karakter, mencegah kemerosotan moral, dan membangun pendekatan pembelajaran yang holistik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran yang menjadikan akhlak sebagai pusat dari proses pendidikan secara menyeluruh.

Devi Fatwanti; Riski Utami; Anisa; Ayu Destiana; M. Haikal Zidni +4 more

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Abad ke-21 menghadirkan tantangan kompleks bagi dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam, yang menuntut respons kurikuler yang bukan sekedar relevan secara akademis, tetapi juga kontekstual dan berwawasan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang model pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang inovatif dan adaptif sebagai jawaban atas dinamika perubahan global, perkembangan teknologi digital, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengintegrasikan berbagai sumber literatur terkait kurikulum pendidikan Islam, teori pembelajaran kontemporer, serta kebijakan pendidikan nasional dan internasional. Analisis dilakukan secara sistematis terhadap berbagai model pengembangan kurikulum yang relevan, dengan mempertimbangkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang inovatif dan adaptif dapat diwujudkan melalui: (1) integrasi nilai-nilai Islam dengan kompetensi global secara holistik; (2) pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang berbasis karakter; (3) pendekatan pembelajaran aktif dan berbasis proyek (project-based learning); serta (4) penguatan peran guru sebagai fasilitator yang melek budaya digital. Kurikulum yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan agama, tetapi juga membekali peserta didik dengan kecakapan hidup (life skills) yang komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi kurikulum pendidikan Islam di era abad ke-21 memerlukan sinergi antara otentisitas nilai-nilai Islam dan fleksibilitas terhadap perubahan zaman, sehingga mampu melahirkan generasi Muslim yang beriman, berilmu, dan berdaya saing secara global.

Ikram Humaidi; Adil Nuruddin Syamil; Annisa Ramadhanti; Asrarie Siti Ariyanggi; Biah Sabandyani +2 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini membahas konsep pendidikan Islam menurut pemikiran Imam Al-Ghazali yang menekankan pembentukan manusia yang sempurna (insan kamil) melalui keseimbangan antara ilmu, amal, dan akhlak. Pendidikan menurut Al-Ghazali tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembinaan moral, spiritual, serta pembentukan karakter peserta didik. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan Islam menurut Al-Ghazali, mengkaji pandangannya tentang psikologi pendidikan dan perkembangan anak, serta mengetahui peran pendidik, metode pendidikan, dan klasifikasi ilmu dalam proses pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review atau studi kepustakaan, yaitu dengan mengkaji berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang anak sebagai amanah yang memiliki potensi bawaan yang harus dikembangkan melalui pendidikan yang tepat sejak usia dini. Guru memiliki peran penting sebagai pembimbing dan teladan dalam membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik. Metode pendidikan yang dianjurkan meliputi keteladanan, nasihat, pembiasaan melakukan kebaikan, serta pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Selain itu, Al-Ghazali juga mengklasifikasikan ilmu pengetahuan menjadi ilmu yang terpuji, ilmu yang tercela, dan ilmu yang perlu dibatasi, sehingga pendidikan diarahkan pada pengembangan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dengan demikian, konsep pendidikan Al-Ghazali menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, moral, dan spiritual dalam membentuk manusia yang berilmu, berakhlak mulia, serta bertakwa kepada Allah SWT.

Muhammad Nashrullah Jamil

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran qirā’ah sab‘ah di Majelis Al-Umri yang dilaksanakan dengan metode talaqqi serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran qirā’ah sab‘ah telah dirancang secara sistematis meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Seiring berjalannya waktu, pihak majelis terus melakukan perbaikan sehingga kualitas pembelajaran semakin meningkat. Strategi yang digunakan meliputi: pertama, direct modelling (teladan langsung) yang efektif meningkatkan kemampuan murid dalam menirukan dan menjaga ketepatan bacaan. Kedua, drill and repetition (latihan dan pengulangan) untuk memperkuat ingatan, meningkatkan ketepatan, serta membentuk kebiasaan membaca yang benar. Ketiga, scaffolding (bantuan bertahap) untuk membimbing murid menguasai bacaan secara perlahan meskipun membutuhkan kesabaran dan waktu lebih panjang. Keempat, muqabalah (penyetoran hafalan) yang menumbuhkan ketelitian, konsistensi, dan keakuratan bacaan. Kelima, muraja‘ah yang berfungsi memperkuat hafalan, menjaga konsistensi, serta membangun rasa percaya diri santri. Adapun tantangan yang dihadapi antara lain perbedaan pemahaman murid, keterbatasan waktu, dan kurangnya evaluasi individual akibat padatnya jadwal.