Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1301-1320 of 1,515

Analytics

Hilda Melani Purba; Humairo Sakinah Zainuri; Nadia Syafitri; Rizky Ramadhani

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan untuk melatih keterampilan dalam berkomunikasi lisan. Membaca adalah suatu proses pembacaan sandi yang penulis buat untuk pembaca. Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa di dalam atau pelajaran Bahasa Indonesia. Mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan sampai di perguruan tinggi ini masih dipelajari. Keterampilan membaca sangat penting di semua kalangan Pendidikan, karena Ketika seorang peserta didik atau mahasiswa tidak memiliki keterampilan membaca, maka akan terjadi ketertinggalan zaman yang diakibatkan ketidaktahuan membaca. Pembelajaran membaca memiliki peran penting dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Semua pendidik berharap anak didiknya menguasai keterampilan membaca. Salah satunya adalah siswa dapat membaca dengan cepat untuk menemukan ide pokok.

Rabial Kanada; Kurnia Sari Ayu Ningsih; Kms. Badaruddin; M. Hasbi; Zulkipli Zulkipli

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to determine the role of the school principal in creating discipline in the school environment at SMP Negeri 24 Palembang and to find out the supporting and inhibiting factors for the role of the principal in creating discipline in the school environment at SMP Negeri 24 Palembang. In this study, researchers used a type of qualitative research using a qualitative descriptive approach. Research data. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. While the techniques used in data analysis are data reduction, data presentation, data verification and drawing conclusions. Test the validity of this research data using data source triangulation and technique triangulation. The results of this study indicate that the role of the principal in creating discipline in the school environment at SMP Negeri 24 Palembang is going quite well. The results of the researchers looked at the role of the principal in creating discipline in the school environment at SMP Negeri 24 Palembang, showing indicators of the role of the principal, namely instilling, habituating, supervising, reward and punishment, guidance and motivation. The supporting factors are good inter-team cooperation and a disciplined environment. The inhibiting factor is the lack of awareness about the importance of discipline.

Devi Novita Sari; Zulfani Sesmiarni; Arifmiboy Arifmiboy; Junaidi Junaidi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The background of this research is on the subject of Islamic Religious Education that teachers still rarely use the discovery learning learning model in learning so that students are not effective in participating in the learning process and when students are given assignments by the teacher, almost all students in class VII cannot do the assignments given, so symptoms or phenomena are found, especially in subjects Islamic Religious Education, namely the learning outcomes of class VII students are still relatively low and have not yet reached the minimum completeness criteria (KKM) set at SMP N 1 JUJUHAN, namely 75. The purpose of this research is to find out whether student learning outcomes have increased by applying the discovery learning model to the eyes Islamic religious education lessons. This research is a Class Action Research (CAR) which is carried out in two cycles, with each cycle consisting of planning, implementing actions, observing and reflecting. The subjects of this study were class VII students of SMP N 1 JUJUHAN, Jujuhan Ilir District, Bungo Regency, Jambi, even semester of the 2021/2022 academic year, which consisted of 15 male students and 5 female students. In collecting data the author uses the method of observation, learning achievement tests, and documentation. The data analysis technique used is descriptive data analysis, where the data is analyzed qualitatively and quantitatively in the form of percentages. The results of this study are that the application of discovery learning learning models can improve student learning outcomes in the material Al-Khulafaur Ar Rasyidun The Successor of the Struggle of the Prophet Muhammad. Before the action, it was known that 8 students had completed with 40% classical completeness, in cycle I, 12 students had completed with 60% classical completeness, in cycle II, 18 students had completed with 90% classical completeness. Thus it can be concluded that by applying the discovery learning model it can improve student PAI results at SMP N 1 JUJUHAN.

Aida Imtihana; Faisal Faisal; Wasilah Wasilah

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This research is entitled "Inculcation of Character Education in PAI Learning in SMP N 12 Palembang". This study aims to determine the inculcation of character education in PAI learning in schools and the supporting factors and inhibiting factors in inculcating character education in PAI learning in schools. The type of research used in this research is qualitative research. Data collected through observation, interviews, and documentation. This type of research approach is descriptive qualitative. The techniques used in data analysis are data reduction, data presentation and drawing conclusions. Test the validity of this research data using method triangulation and source trianulation. In this study it was found that pie learning at this school was carried out face-to-face where previously it was done online. So that the findings in this study are PAI teachers find that students' technological abilities are getting better. But sometimes in the learning process sometimes become lazy and not disciplined with time. So that in PAI learning at school, PAI teachers instill four positive values ​​in learning that will have an impact on student character. The four values ​​are honesty, discipline, hard work and wisdom.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Ulfi Akhyatussyifa; Athia Az-zakia Anwar; Amrina Rosyada; Aminatul Fitroh; Asep Purwo Yudi Utomo +1 more

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The study was created to analyze the function, role, and syntax category in the sentences in story texts used in the Indonesian language textbook for class VIII junior high school independent curriculum. The data analysis technique used in this study is a billing technique with a theoretical language approach that focuses on each of the grammatical elements in sentence formation. The data on this analysis is the function, role, and syntax category in direct sentences and indirect sentences. The data source is two-story texts entitled "Parki and Egg Allergies" and "Uncle Tom's Magic Box" of the Indonesian language textbook for class VIII junior high school independent curriculum. Research has revealed five syntax functions (subjects, predicates, objects, appendages, and references), revealed a variety of syntax roles that do not always occupy the same function (the perpetrator, activity, target, driver, status, circumstances, time, tools, locative, and result), then found ten syntactic categories (pronouns, nouns, verbs, transitive verbs, intransitive verbs, verbal phrases, nominal phrases, adjective phrases, nominal-adjective phrases, and prepositional phrases). It is hoped that more variations of syntax functions, roles, and categories based on the findings of the research conducted.

Oktaviani Permatasari; Khasbulloh Huda; Mohamad Johan Efendi; Rahmad Sholeh; Irwan Swandana +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

The teacher's job is to educate and teach students. Teaching and learning activities are certainly not easy. Unachieved learning is caused by many factors including less than optimal teacher delivery, unacceptable learning methods, less fun learning models, so students become bored and learning motivation decreases. Of course there is a special way for teachers to deal with this problem which is better known as Classroom Action Research (CAR), but the teacher's lack of knowledge in writing and compiling this PTK so that teachers rarely use PTK on the grounds that it is difficult and cannot do it. For this reason, the purpose of this community service is to assist teachers in writing PTK using the Mendeley application, which teachers generally do not know, for Middle and High School Al-Qur'an an-Nawawiy Sooko Mojokerto teachers. The method used in this activity is in the form of training through lectures, question and answer and discussion as well as direct practice. The expected result of this service is that teachers for each subject can submit PTK articles in National Journals with ISSNs, with a maximum target time of 1 (one) month from carrying out the service and mentoring.

Sherly Anggreni Hasari Br Ginting; Achmad Yuhdi

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The purpose of this research is to describe the forms and functions of directive speech acts contained in the film "Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini" directed by Angga Dwimas Sasongko, and to utilize the results of the research as teaching materials for persuasion texts for grade VIII junior high school (SMP). This study uses a qualitative descriptive research method. The data in this study are sentences containing elements of directive speech acts in the film "Later We Tell About Today". The data collection technique was carried out by reading, observing, and note-taking techniques. The instrument used is documentation. The results of the study found several types of directive speech acts divided into the function of commanding 1 utterance, the function of ordering 1 utterance, the function of requiring 1 utterance, the function of crossing 1 utterance. the function of requesting 1 utterance, the function of offering 1 utterance. The third is the form of a directive speech act of invitation which is divided into the function of inviting 1 speech, the function of urging 1 utterance. The fourth is the form of directive speech act of advice which is divided into the function of advising 1 utterance, the function of suggesting 1 utterance, the function appeals to 1 speech, the function calls for 1 utterance, the function remembers 1 utterance. The fifth is the form of directive criticism which is divided into 1 speech reprimanding function, 1 utterance satirical function, 1 utterance scolding function. The sixth form of directive prohibition which is divided into prohibiting functions 1 speech, function prevents 1 speech. The findings of this study were then incorporated into a lesson plan for teaching persuasive writing to eighth graders in junior high school, this was done because the aim of persuasive writing or dialogue is to get the audience to act in the way the writer or speaker wants them to. The linguistic characteristics of persuasive texts are related to the form and function of directive speech acts, which aim to convince the speech partner or listener to act according to the intent intended by the speaker. The purpose of preparing teaching materials in the form of handouts is to simplify subjects to make them easier during the learning process, and to arrange materials in a practical and interesting way for students. Data from the analysis of the form and function of directive speech acts in the film "Next We Tell About Today" informs the preparation of persuasive text teaching materials, which also take Basic Competence (KD) of the applicable Indonesian language curriculum and Competency Achievement Indicators (GPA).

Zainal Abidin

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study applies the Problem Based Learning learning model to Civics Subjects in Class VII.5 of SMP Negeri 10 Kendari to improve the student`s learning outcomes.. This research was carried out at SMP Negeri 10 Kendari which is addressed in the odd semester of 2022/2023 for two months, namely from August – September 2022.  The results of the research show that the application of the Problem Based Learning (PBL) model in Civics learning has been able to improve the problem solving skills of students in class VII.5 of SMP Negeri 10 Kendari. The percentage of achievement of learning objectives or completeness of students in the pre-cycle was only 54.83% (17 students), and in cycle I was 74.8% (21 students). In cycle II, the percentage of achievement of learning objectives or completeness of students increased to 77.8% (25 students).

Loban, Jeni Marianti; Maryanes Astriani Malese; Narita Yuri Adrianingsih; Landerius Maro

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Visual aids are tools that can stimulate students' thoughts, skills, attention and willingness so that they can encourage the learning process in students, besides that using teaching aids can provide space for students to be actively involved in every learning process. In fact, in Toyang State Junior High School, mathematics learning has not used visual aids. The props created and used are number pattern boxes made of used cardboard, which are designed in such an attractive way to form several number pattern boxes consisting of: square, rectangular and triangular boxes. This visual aid is used in the learning process for class VIII students of SMP Negeri Toyang. This training aims to help foster the creativity of students and improve students' ability to use teaching aids. The result of this training is that students get new experiences by learning to use visual aids, this can be seen from the enthusiasm of the students who are very large and students more easily understand the concept of number patterns

Siti Najemia Naim; M. Agus; Akram Budiman Yusuf

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This research is an experimental research with pre-experiment method, this research design is the one group pretest posttest. This study aims to determine the effectiveness of the Student Team Achievement Division (STAD) learning model in identifying information and summarizing explanatory text. The samples in this study were VIII grade students. Based on the results of research and data analysis regarding the comparison of statistical values, the comparison of learning outcomes categories and the comparison of the level of completeness proves that the improvement of student learning outcomes can be seen from the data on student learning outcomes through descriptive statistical analysis before using the Student Team Achievement Division (STAD) learning model, the average student score is still below the KKM value, namely 49.57 and after using the Student Team Achievement Division (STAD) learning model, the average student score increases above the KKM, namely 84.21. It is known that the posttest value is 84.21 more than the Pretest value which is 49.57. Furthermore, based on the results of inferential statistical analysis using the t-test formula, it is known that the t_ (count) obtained is 4.371 with the frequency df = 14 -1 = 13, at a significant level of 0.05 or 5% the t_table is 1.770. So t_ (count) > t_table or H_0 rejected H_1 accepted. These results can be concluded that there is a significant increase in student learning outcomes. This means that the use of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model is effective in learning to identify information and summarize explanatory texts in class VIII students of SMP Muhammadiyah 10 Makassar.      

Isdarmayanti Isdarmayanti; Jon Idrison Molina; Landerius Maro; Jeni Marianti Loban

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Teaching Campus Program provides opportunities for students to learn outside the classroom by becoming teacher partners in the learning process at the educational level. Through this program the role of students is needed to provide better learning to schools and hone creativity. In addition, during the assignment, students are also given the task of assisting the administration at the school where the assignment is. As for what we do on the sidelines of the activities that we program, we also help with school administration in accordance with directions from the school and school operators.

Diaz Maulana

This study aims to, (1) describe the process of developing news text teaching materials based on the Filmorago application, (2) describe the form of developing news text teaching materials based on the Filmorago application, and (3) describe the feasibility of teaching materials for news texts based on the Filmorago application. The development of teaching materials for news texts based on the Filmorago application uses the Borg and Gall model modified by Sugiyono, with stages of potential and problem analysis, data collection, product design, design validation, revision and trial stages. The validation stage includes material expert lecturers and expert lecturers. The sample of this study was 37 grade VIII students of Dharma Patra Pangkalan Brandan Private Junior High School using the Purpossive Sample technique. Data collection techniques with interviews and questionnaires. The research instrument is in the form of a questionnaire sheet validating material experts and media experts using Likert scale calculations. Data analysis uses qualitative descriptive analysis. Research shows that products from Filmorago application-based news text teaching materials get research results with "Very Good" criteria with an average of 90%, with results from material experts of 90% with "Very Good" criteria and results from media experts of 82% with "Very Good" criteria so that teaching materials are suitable for use in the learning process. The results of the product trial received an assessment from teachers of 96% with the criteria of "Very Good" and a student assessment of 90% with the criteria of "Very Good".

Astrid Eka Wahyu Cahya Megananda; Rizkya Dwijayanti

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Libraries play an important role in determining how the academic climate in schools is formed. To maximize scientific activities, the library is organized as a hierarchical system with many purposes and functions. The main reason why the goals and functions of libraries cannot be implemented effectively is because most of the school libraries in Indonesia currently do not meet the demands, both in terms of convenience and selection of library materials. Therefore, steps must be taken to restore proper library operations. The impact of better library services on the reading interest of SMP Kartini Taman students was one of the topics raised. This project is just one of many that Kampus Merdeka is undertaking as part of the Teaching Campus initiative. The service period in 2023 lasts from February 20 to June 16. Serving at the Junior High School which is located on Jl. Ki Suryo Jati Utara, Kedungturi Village, Taman District, Sidoarjo Regency, is the responsibility of our team. Through the implementation of school library management reform initiatives, this program seeks to restore the function of the school library in accordance with its vision and mission. The planning stage (Planning), the organizing stage (Organizing), the implementation stage (Actuating), and the control stage are the first steps in improving the administrative services of the implemented school library. Collecting data in this service is carried out using a qualitative descriptive methodology which includes interviews, observations, and documentation studies. Based on the initiatives made and the findings, the children's enthusiasm for reading in class increased. Thus, efforts to improve library services are ensured to be successful and right on target.

Meli Afriani N; Ririn Simanjuntak; Ibelala Gea

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This study aims to find out how the leadership attributes are applied in SMP ST. Lucia Siborongborong. The method used is descriptive qualitative through literature studies and also direct interviews to ST Middle School. Lucia Siborongborong. The conclusion is that leadership attributes are very important for a leader to have, such as capacity, achievement, responsibility, participation, and status. Capacity here includes intelligence, alertness or accuracy, verbal fluency, the ability to judge and make decisions and originality. Achievement attributes include knowledge, academic achievement, achievement in sports. A leader must also have a sense of responsibility in the form of independence, full of initiative, diligent, aggressive, and confident. Participation attributes such as being able to socialize, being able to work together, and being able to adapt. Then status is socioeconomic status. Even though they don’t always have a higher socio-economic leader status than those who are led. The above attributes differ according to the type of organization

Yeni Zuryaningsih; Yuli Astuti

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Problems of learning often happen, especially when implementing it in class. The problem in spesific is lack of learning time for practical material in arts and culture-based subjects. This makes the skills that students have cannot be identified and perceived well by the teachers. Students are required to be able to understand theoretical material and practice their abilities as psychomotor values ​​within 3 hours of lessons. The amount of time was too short to sharpen their skills. So video media-based group vocals are a solution that is able to overcome obstacles that occur in the learning process during the co-19 pandemic. This research was conducted using the experimental method type One – Shoot Case Study) in class IX SMP, the test results were analyzed by the t-test and the percentage illustrated in the form of a pie chart. The process of compiling these learning media is able to help students understand the material provided, re-study the material while at home, and sharpen their skills with their colleagues. The material was prepared by involving the local cultures of Aceh for students of Javanese, Batak and Chinese ethnicity via online, it proves that students are more creative and innovative, not only able to sing in a vocal group but also dance and performing theater talents in one group task as well, so that the covid-19 pandemic 19 does not hinder students’ learning process.

Herianto Bangun; Harry Dito Meliala

DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The dominant problem that requires special attention in the elderly is a decrease in health and a problem of poor nutritional intake which can be caused by a lack of knowledge or due to decreased functions of the digestive organs due to the aging process. Bivariate data analysis was used to see the significance of the relationship between the independent variable and the dependent variable which was carried out using the Chi-square (x^2) statistical test. If Ρ=(0.05) > Chi-Square results then Ho is accepted and Ha is rejected, meaning there is no relationship between the research results and theory. If ρ=(0.05) < from the Chi-Square results then Ho is accepted and Ha is rejected, meaning there is a relationship between the research results and theory. The results of the analysis showed that of the 36 respondents the majority had insufficient knowledge about a healthy diet as many as 18 respondents (50.0%), respondents who had sufficient knowledge about a healthy diet as many as 17 respondents (47.2%) and respondents who had good knowledge about diet healthy as much as 1 respondent (2.8%). The research obtained in Sumber Mufakat Village, Kabanjahe District, shows that the majority are elderly (60-74) as many as 20 respondents (55.6%), the majority have basic education (SD-SMP) as many as 33 respondents (91.66%) , the majority worked as farmers as many as 31 respondents (86.11%), the majority received information from health workers as many as 22 respondents (61.1%), the majority had less knowledge as many as 18 respondents (50.0%) and the majority had a positive attitude as many as 20 respondents (55.6%), where the level of education greatly influences a person's level of knowledge. This shows that the higher a person's level of education, the higher their level of knowledge. The majority of elderly people have less knowledge about a healthy diet, as many as 18 respondents (50.0%). preventing diabetes mellitus where the better the knowledge of the elderly, the better the attitude of the elderly in preventing diabetes mellitus in Sumber Mufakat Village, Kabanjahe District, 2018 with a p value = 0.00.    

Reni Ulfiana Wulandari; Mukhlis Mukhlis; Arisul Ulumuddin

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research was conducted due to the inaccuracy of SMP Negeri 5 Pati educators in using the learning model used in learning descriptive text writing skills. The application of the lecture-based Discovery Learning model has a negative effect on students becoming inactive and having difficulty describing an object quickly. The learning outcomes obtained by students were also unsatisfactory. Seeing this situation, I am encouraged to seek the application of other learning models to support the success of learning descriptive text writing skills for class VII students of SMP Negeri 5 Pati. The learning model used is the Cooperative Integrated Reading and Composition model. The data collection method applied is a qualitative method. This research was in class VII B SMP Negeri 5 Pati with a total of 32 students. Data collection techniques applied are test techniques and non-test techniques. From the research conducted, it is explained that learning the skills of writing descriptive text with the Cooperative Integrated Reading and Composition model can make it easier for students to describe or describe objects quickly. From the research data, the highest score was 86 - 100 (very good) for 24 students and 76 - 85 for 8 students.

Agung Maulana Irsyad; Dewi Anggraini

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

In Merdeka Curriculum on junior high school education for class VII, one of the writing skills that students must master is news writing. The study is set back by a researcher's curiosity about the influence the model of learning project based learning on the ability to write a low student news text. The purpose of this study is to know how the application of project based learning models has affected students' ability to write news texts. This type of research is quantitative with experimental methods. The population in this study is the entire class vii for the state junior year 2022/2023 which numbered 212 students represented by the sample as many as 32 students selected using purposive sampling. Data on this research is the score of text messages test before and after using the learning model project based learning. The study has shown that the use of project based learning models is supported by an increased average of students' grades from a staggering 75 with more than enough qualifications (Ldc) to an 85.02 with good qualifications (B).    

Choirun Niswah; Ibrahim Ibrahim; Nur Zakia

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research is entitled "Administrative Implementation in Providing Academic Services at SMP Negeri 24 Palembang". This study aims to determine the implementation of administration in providing academic services and the supporting and inhibiting factors of administrative implementation in providing academic services at SMP Negeri 24 Palembang. The type of research used in this research is qualitative research. Data collected through observation, interviews, and documentation. This type of research approach is descriptive qualitative. The techniques used in data analysis are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. To test the validity of the research data using technical triangulation and source triangulation. The results of this study indicate that the implementation of administration in providing academic services at SMP Negeri 24 Palembang has three areas, namely: 1) Implementation of student administration activities carried out by administration in archiving student data documents are still not neatly arranged due to insufficient storage space and administrative space small businesses that are only partitioned off to the teacher's room which causes the implementation of student administration to not be optimal. 2) The administrative implementation of the curriculum activities carried out by the administration is running quite well, starting from administering the completeness of the curriculum, inputting the list of student grades, dividing teacher assignments, as well as fostering the preparation of lesson plans and syllabi. 3) The administrative implementation of academic personnel has been going well starting from the preparation of school personnel for the management of academic services, sending employees to take part in training for human resource development and coordinating to maintain harmony, balance and determination in carrying out employee duties. The supporting factors are personnel and methods. The inhibiting factors are the lack of other supporting facilities and infrastructure such as document storage cabinets, administrative rooms which are only separated from the teacher's room and from sources of funds that are less profitable in supporting academic service activities.