Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1201-1220 of 1,383

Analytics

Alfian Fauzan

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

This will system has been running since ancient times, not only the Islamic religion regulates it, but every community has an understanding of wills. A will is a gift of property from a person to another person or to several people whose implementation is after the person's death. The type of research used is library research, because the study is focused on library materials by tracing and examining academic standard literature. Methods of data collection in the form of books, journals, and Islamic law compilation regulations (KHI). The results of the study show that Syafiiyah's legal view of wills applies to anyone who is not an heir. However, there are limitations to giving the will. Where, a person is only entitled to bequeath a small portion of his property. This is intended so that the will does not harm the heirs left behind. Meanwhile, the pillars in the will in the view of fiwih Syafiiyah are the person who inherits, the person who is inherited, the will and the presence of sighar or consent qabul. Whereas the will according to positive law states that the existence of article 195 of the Compilation of Islamic Law (KHI) can be realized in the current Indonesian context because in general the existence of the Compilation of Islamic Law (KHI) includes article 195.

Ahmad As’at Patilima; Sri Dewi Yusuf

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilakukan atas dasar problem paradigmatik yang muncul dan mengakar pada mindset kaum mukmin, yang cenderung memisahkan antara ibadah mahdah dan ibadah muamalat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teologis Antrophosentris. Zakat merupakan salah satu dari lima pilar agama, oleh masyarakat kita cenderung dikategorikan sebagai ibadah yang sakral serta tertutup dari inovasi dan perubahan-perubahan. Layaknya shalat, puasa dan haji, zakat juga diberlakukan demikian, dimana zakat hanya dimaknai sebatas perintah teologis, yang kemudian menggerus makna dari zakat yang tidak implikatif terhadap kesadaran filantropi. Zakat merupakan ibadah yang berdimensi ganda, meliputi dimensi mahdah dan juga muamalat. Rekonstruksi sadar zakat dengan mengembalikan khittah zakat sebagai ibadah yang mencakup dimensi mahdah dan muamalat, maka zakat tidak boleh dimaknai terpisah.    

Siti Nurhasanah; Rani Febrianni; Muhammad Saleh

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pemikiran Muhammad Natsir tentang pembaruan pendidikan di pesantren Al fatah tanjung Pura. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library reseach) dengan pendekatan pendekatan filosofis. Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Natsir mengemukakan pemikirannya tentang pembaruan pendidikan Islam, yaitu Pertama, peran dan fungsi pendidikan Islam yang pada intinya memberi perhatian lebih pada aspek afektif peserta didik serta menjauhkan setiap hal yang dapat menghambat potensi yang dimilikinya, Kedua, Integrasi ilmu umum dengan ilmu pendidikan agama Islam dalam satu kurikulum, Ketiga,  Tauhid sebagai landasan pendidikan Islam serta mewujudkan manusia yang mengabdi kepada Allah swt. sebagai tujuan pendidikan Islam, 4) Pendidikan kepemimpinan dalam lembaga pendidikan. Adapun implementasi pemikiran Muhammad Natsir tentang integrasi ilmu umum dengan ilmu agama Islam dalam satu kurikulum telah berjalan dengan baik. Indikatornya adalah dalam penyusunan kurikulum, pesantren Al fatah tanjung Pura  menggunakan tiga kurikulum yang disatukan, dari tiga kurikulum tersebut terdapat mata pelajaran umum serta mata pelajaran agama Islam seperti tahfidz dan mentoring.  

Yuferlinus Waruwu

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Memasuki period digital dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat pesat, telah membawa perubahan yang signifikan dalam percepatan dan inovasi penyelenggaraan pendidikan diberbagai belahan dunia. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi dan Kompetensi Guru, bahwa  practitioner harus memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, fokus penelitian ini yakni pemanfaatan teknologi informasi dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Kristen dalam pendidikan sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman dan langkah- langkah praktis pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran di sekolah- sekolah. Tulisan ini memakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatanan kepustakaan untuk menyajikan masalah, analisis dan pengumpulan data. Penelitian kualitatif mengacu pada makna, konsep, definisi, dan deskripsi terhadap sesuatu yang diteliti oleh peneliti atau penulis. practitioner pendidikan agama Kristen harus dapat berinovasi dengan teknologi informasi dan komunikasi agar  practitioner dapat mengerti dan memahami setiap perkem bangan dan kemajuan zaman yang akan lebih menuntut  practitioner untuk lebih kreatif. Sebagai kesimpulannya bahwa Guru PAK akan berupaya meningkatkan tanggung jawab lewat mengikuti pelatihan tahun ini dengan tujuan agar lebih mengetahui cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.

Julmiati Samoiri; Sandra Rosiana Tapilaha

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Christian religious education is an important aspect in the formation of character and the development of children. In this context, teacher creativity and the role of parents play a significant role in increasing children's interest in learning through Christian religious education. However, there are challenges in terms of a lack of understanding of the importance of creativity, a lack of creative teaching methods, and suboptimal involvement between teachers and parents. Therefore, this study aims to analyze the role of teacher and parent creativity in increasing children's interest in learning through Christian religious education. Through a qualitative approach and data analysis, this study identified existing problems and provided workable solutions. The results of the study show that a deep understanding of the importance of creativity, the use of creative teaching methods, and the active involvement of teachers and parents can encourage children's interest in learning in the context of Christian religious education. This study provides practical recommendations to enhance the role of teacher and parent creativity in strengthening children's interest in learning through Christian religious education, with the hope of improving the quality of Christian religious education that children receive.

Kristianus Bayu Pranata; Nehemia Nome

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2023 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

  Abstract: Christian religious education has the goal of teaching students the principles of Christian life, including moral values such as love, forgiveness, justice, and brotherhood. Christian religious education can help students understand and appreciate other religions with an inclusive attitude, tolerance, and respect for religious differences. However, there are several challenges that need to be overcome in implementing Christian religious education as an educational restoration agent to create a harmonious religious life in schools. One of the main challenges is the lack of understanding of religious moderation. In this research, the writer took the step of doing a literature study. Christian religious education plays a vital role as an educational restoration agent in creating a harmonious religious life in schools. Through teaching moral values, respect for religious diversity, character building, and interreligious dialogue, Christian religious education contributes to shaping students who live according to religious values and in harmony with fellow human beings.  

Susi Susyanti Aripin; Yayat Suharyat

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Jihad dimaknai di dalam Al Qur`an dengan arti yang sangat luas. Secara harfiah adalah mencurahkan semua kemampuan untuk perjuangan menegakkan sebuah keadilan dan memerangi segala bentuk kejahatan untuk kebaikan yang disyariatkan dalam agama. Jihad adalah salah satu perintah kewajiban bagi setiap individu muslim yang dikerjakan sesuai dengan kaidah islam (Al Qur’an dan hadits). Makna lain dari jihad dalam konteks keislaman, yaitu melawan hawa nafsu yang ada pada diri kita sendiri dari kejahatan ataupun rasa malas, dengki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa “Jihad yang paling utama adalah berjihad berjuang melawan hawa nafsu” (Ibnu Najjar dari Abu Dzarr). Setiap bentuk jihad apapun yang dikerjakan sepatutnya ditujukan demi menegakkan sebuah kebenaran agama islam yang membawa keindahan, kebaikan, keselamatan dunia akhirat serta jihad diniatkan semata mengharapkan ridho Allah SWT.    

Adinda Siti Mukhlisha; Yayat Suharyat

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Al-Qur’an dan Hadist berfungsi sebagai sumber utama pedoman untuk menempuh kehidupan pemeluk agama Islam di seluruh dunia. Allah SWT juga menurunkan firman-firmannya kepada Nabi Muhammad SAW yang disebut dengan Hadist. Al-Qur’an disebut sebagai kitab utama atau ummul kitab, penuntun, pedoman dan petunjuk umat manusia. Dengan adanya perkembangan kehidupan dunia maka akan berkaitan dengan perubahan peradaban umat manusia. Peradaban adalah kumpulan bentuk-bentuk kemajuan yang berupa keberadaan material, ilmu pengetahuan, seni, sastra, atau sosial dalam suatu masyarakat atau masyarakat yang sejenis. Al-Qur’an dan Hadits sebagai petunjuk pemeluk agama Islam perlu untuk diterapkan dalam kehidupan agar dapat mewujudkan peradaban yang hakiki. Rusaknya akhlak dan perilaku manusia yang melenceng dari  Al-Qur’an dan Hadits akan menyebabkan keruntuhan peradaban sehingga perlu untuk memperbaiki hal tersebut dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT yaitu menjalankan semua kewajiban dan menjauhi semua larangannya agar tercipta peradaban yang maju yang memiliki nilai - nilai yang baik.    

Wardoyo Wardoyo; Irvan Iswandi; Kartini Kartini

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pendidikan merupakan sarana utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas atau mutu suatu sekolah. Orang tua semakin dituntut untuk memiliki animo dan strategi khusus dalam memilih sekolah bagi masa depan anak-anaknya. Sekarang ini begitu banyak orang tua yang termotivasi untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah berbasis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar animo dan faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlotur Rijal Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa animo orang tua sangat tinggi untuk menyekolahkan anak di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlotur Rijal Kroya Indramayu. Hal ini karena; 1) Ingin anaknya memiliki pengetahuan agama, 2) MI Nahdlotur Rijal memiliki kualitas KBM yang baik. 3) Lokasi madrasah dekat tempat tinggal. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya; 1) Animo masyarakat Desa Kroya, 2) Latar belakang pendidikan orangtua dan anak, 3) Lingkunga keluarga dan masyarakat Desa Kroya, 4) Sarana dan prasarana MI Nahdlotur Rijal.

Lina Anisa Putri; Jasmienti Jasmienti; Alimir Alimir; Darul Ilmi

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Latar belakang penelitian ini adalah kondisi kecerdasan spiritual siswa yang masih jauh dari nilai-nilai keislaman. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya peserta didik yang lalai dalam shalat dan sering mengundurkan waktu shalat, siswa yang tidak ikut serta dalam pelaksanaan shalat zhuhur berjamaah, siswa yang kurang pandai dalam baca tulis al-qur’an, siswa yang masih banyak berbicara kasar sesama teman serta siswa yang tidak amanah dalam menjalankan tugas yang diberikan kepada siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskritif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan observasi langsung ke sekolah dengan cara melihat kreativitas guru Pendidikan Agama Islam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa di kelas VII, wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, Wakil Kurikulum dan Siswa kelas VII serta dokumentasi seperti RPP dan Absebsi Shalat Dhuha dan Shalat Zhuhur siswa kelas VII. Adapun analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data, kemudian melakukan penyeleksian kembali terhadap data yang ada, kemudian melakukan display data, verifikasi data dan mengklarifikasikan data yang telah didapat. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kreativitas yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam memiliki rasa ingin tahu terhadap siswa, mengajukan pertanyaan berbobot, memberikan gagasan dan usulan terhadap suatu masalah, mempunyai daya imajinasi, dan mengembangkan atau merinci suatu gagasan. Selain itu ditemukan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa, faktor penghambat yaitu siswa yang cepat terpengaruh terhadap lingkungan tempat bergaul dan juga kebiasaan siswa atau lingkungan sekitar. Faktor pendukung dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa yaitu pihak keluarga, pihak sekolah, serta adanya sarana dan prasarana dan respon siswa yang begitu baik.  

Aulia Mutiara Hikmah; Zahara Fadilla; Laili Safitri; Nurkhalisa Nurkhalisa

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 FKIP, Universitas Palangka Raya

Masyarakat khususnya remaja ingin tampil menarik di dalam pergaulannya. Remaja banyak yang mengikuti tren yang mereka lihat di media sosial, salah satunya adalah penggunaan tato di tubuh mereka. Tetapi, karena keluarga mereka sangat melarang penggunaan tato permanen itu baik karena urusan agama dan kesehatan, mereka mencari alternatif dengan menggunakan tato temporer. Banyak dari mereka belum mengetahui kandungan tato temporer seperti hena ataupun stiker tato yang mereka gunakan. Bahan tato temporer itu ditambahkan dengan senyawa berbahaya seperti PPD dan logam berat agar warna yang dihasilkan menjadi lebih baik. Tetapi PPD dan logam berat dapat mengganggu kesehatan mereka. Oleh karena itu, perlu diberikan edukasi tentang penggunaan tato temporer dan bahaya yang ditimbulkan ketika menggunakan tato temporer itu. Kegiatan Abdimas telah dilaksanakan di Lingkungan RT 02 RW 01 Kelurahan Rawa Buaya dengan jumlah peserta abdimas sebanyak 26 orang. Peserta abdimas didominasi oleh perempuan sebanyak 25 orang (96%) dan 1 orang laki laki (4%). Pengetahuan warga abdimas mengenai bahaya tato temporer meningkat sebanyak 92,31 % dari sebelum dilakukan pemaparan materi.

Achmad Dicky Santoso; Sholikah; Siti Mutti’ah; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kajian ini bertujuan untuk menerangkan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan menggunakan pendekatan pembelajaran inkuiri berdasarkan aktiviti yang diaplikasikan di Mts Tarbiyatul Islamiyah Lengkong. Kajian ini adalah kajian lapangan. Kaidah yang digunakan pengkaji untuk menyusun kajian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan contoh berdasarkan analisis taksonomi (pengkelasan) kebimbangan dalam salah satu kawasan dan hanya dengan satu ciri umum. Data dikumpulkan melalui pemerhatian dan dokumen. Kajian ini merupakan aplikasi pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam yang menggunakan pendekatan pembelajaran inkuiri berdasarkan aktiviti di Mts Tarbiyatul Islamiyah Lengkong yaitu mengklasifikasikan pembelajaran setiap pelajar contoh: kebolehan membaca dan menulis al-Quran, kebolehan menghafal huruf, dan kebolehan memahami konteks ajaran al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Artikulasi kemampuan memahami agama tidak hanya diprioritaskan pada pembagian kelas yang terstruktur, seperti kebanyakan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam secara umum. Di Mts Tarbiyatul Islamiyah pembelajaran disebut kegiatan daerah yang merupakan pengembangan dari kegiatan pagi hari. Pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis kegiatan wilayah yang berlangsung dengan langkah-langkah seperti: perancangan RPP, penerapan, dan penilaian

Ulvia Risa; Zulfani Sesmiarni; Muhiddinur Kamal; Wedra Aprison

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The main problem in this paper is the unsatisfactory student learning outcomes caused by several factors, namely factors from within the students themselves, namely student interest, attention, talent and student IQ and factors from outside the student's self, namely environmental factors. This is evidenced by the lack of students' understanding of historical material about Islam in the modern era (1800-present). In addition, learning activities often only store event names, chronologies, years, and character names. Therefore it is hoped that the use of audio-visual learning media can arouse students' interest and not be boring. The purpose of this research is to find out how the learning outcomes are using audio-visual media in learning Islamic Religious Education Class XI SMKN 2 Bukittinggi. With the research hypothesis, Ha: learning outcomes with audiovisual media are better than learning outcomes without audiovisual media and Ho learning outcomes with audiovisual media are worse than learning outcomes without audiovisual media. Experimental design with group pre-test post-test design. Population and sample class XI. One class was selected as a random sample, namely class XI Boga 3 as the research object. Data collection techniques with testing. The sampling technique used is the sampling technique. Data analysis using statistical analysis. Class XI students of SMKN 2 Bukittinggi perform better when using audiovisual media, according to the author's research on the effect of audiovisual media on student learning outcomes on the topic of PAI. We can see this from the results of the analysis of the t-test (Paired Sample t-Test) with the final data obtained, namely t count = 8.926 > t table = 2.120 with a significant level α = 0.05, it can be concluded that the hypothesis Ha is accepted and Ho was rejected

Ula Muvida Toyiba; Alfiah Aulia Ilmiana; Azis Mayardhi; Hudedi Hudedi; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Islam adalah agama dakwah, yaitu agama yang menyeru dan mengarahkan pemeluknya untuk selalu menyebarkan dan mengirimkan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia. Kemudian, kegiatan dakwah berkembang dengan dinamika yang berbeda dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Dakwah harus dilakukan sesuai dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini. Karena konversi dakwah mempengaruhi penyerahan agama dan sebaliknya, dakwah lambat menyebabkan disintegrasi agama. Karena hubungan timbal balik inilah, Islam membebankan kewajiban berdakwah kepada setiap orang beriman. Dalam Q.S Al Baqarah ayat 256 berbunyi “LaaIkrooHafiddiin” yang berarti tidak ada paksaan dalam konteks keberagamaan yang diyakininya. Kemudian Q.S Al Imran ayat 19 yang berisi “bahwa Allah SWT bertanya kepada orang-orang buta huruf (sudahkah kamu masuk islam) jika mereka masuk islam, berarti mereka telah mendapatkan petunjuk. Namun jika mereka berpaling dari hal tersebut maka kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Dalam dua konteks pembahasan tersebut maka kita tidak diperbolehkan untuk memaksa orang lain masuk islam atau memaksa ikut meyakini agama selain islam. Seperti halnya Ketika ada masyarakat yang terkena musibah, kita kirimkan sembako namun mewajibkan mereka untuk bersyahadat terlebih dahulu walaupun konteksnya mereka sedang berdakwah, maka berdosalah ia. Adapun para ulama yang membolehkan dan tidak membolehkannya dalam pengucapan tersebut. Para ulama yang melarang mengucapkan Selamat Natal karena berdasarkan interpretasi QS. Maryam ayat 23-26. Dalam ayat ini, Jibril menyuruh Maryam yang melahirkan Isa al-Masih untuk meraihnya akar kurma dan mengambil buah yang matang untuk dimakan. Tanggal tersebut menunjukkan bahwa Isa al Masih tidak lahir pada musim dingin, jadi tanggal 25 Desember bukanlah kelahiran putra Maryam. Adapun para ulama yang membolehkan Selamat Natal didasarkan pada QS. Al Mumtahanah ayat 8. Allah swt. Dalam ayat ini Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memerangi umat Islam. Oleh karena itu, mengucapkan Selamat Natal adalah hal baik kepada non muslim, maka perbuatan tersebut diperbolehkan. Penerapan ini dijamin oleh undang-undang Negara pasal 29 ayat 2 yang berbunyi “Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaan itu”. Jadi ibadah di islam itu indah dan dapat berupa larangan.  

Putri Nabila; Rahmah Rihhadatul ‘Aisy; Sifa Qorita Aeni; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karakter islami perlu dipupuk sejak dini dalam mengatasi meningkatnya kasus degradasi moral. Institusi pendidikan memiliki peran besar dalam pembinaan karakter mahasiswa terkhusus pada prodi manajemen dakwah yang berada di Institut Agama Islam Al Zaaytun Indonesia yang hadir di era milenial. kampus ini menerapkan digital dakwah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kasus metode pembelajaran di Institut Agama Islam Al zaytun idonesia. Itu Hasil penelitian menggambarkan bahwa kampus ini memiliki manajemen pembelajaran yang unik, yaitu menerapkan dakwah digital dalam proses pembelajaran. Pada tahap perencanaan ini, dakwah digital dinilai telah direncanakan secara matang, hal ini terlihat dari kesiapan dosen dan mahasiswa dalam menerapkan program digital selama proses pembelajaran. Pada tahap implementasi, dakwah digital ini dirasakan sudah dilakukan efektif, terlihat dengan adanya aplikasi e-learning yang berkaitan dengan pembelajaran process, aplikasi mobile islami yang dapat diakses langsung dari handphonedan terkait kajian islami, serta animasi dakwah bergambar yang telah ada dibuat dan dirancang oleh mahasiswa dalam rangka penyebaran dakwah Islam. Adapun Tahap evaluasi, dakwah digital ini berdampak positif untuk dinaikkan penyadaran kepada seluruh mahasiswa akan pentingnya menyebarkan Islam dan membina keislaman nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari, dan perlu ditingkatkan lebih kreatif lagi, agar demikian selalu update, variatif dan semakin menarik.

Muhammad Amin; Hermanto Harun; Yuliatin Yuliatin; Syamsiah Syamsiah

Jurnal Politik Hukum 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian ini adalah :Ingin mengetahui praktik pemberian uang hantaran dalam perkawinan, Ingin mengetahui persepsi masyarakat terhadap melembaganya adat dalam tradisi hantaran masyarakat  desa dan Ingin mengetahui perpektif hukum islam terhadap uang hantaran di desa Kembang Tanjung Kabupaten Batang Hari.Latarbelakang penelitian ini diawali dari (Grand Tour) penulis melihat bahwa pada masyarakat desa Kembang Tanjung Kabupaten Batanghari: 1). Masih terlihat adanya perbedaan pada jumlah uang hantaran dalam peminangan. 2) masih terlihat pada masyarakat desa Kembang Tanjung dalam menentukan jumlah uang hantaran dilihat dari tingginya rendahnya pendidikkan anak perempuannya.Hasil penelitian mahar merupakan pemberian wajib bagi calon suami kepada calon istri sebagai bukti ketulusan hati calon suami untuk menimbulkan rasa cinta kasih pada seorang istri kepada calon suaminya.. Agama tidak menetapkan jumlah minimum dan jumlah maksimum dari mahar. Hal ini dikarenakan  perbedaan tingkatan kemampuan manusia dalam memberikannya. Mahar boleh dilaksanakan dan diberikan dengan kontan atau utang. Hantaran di Desa Tanjung Kembang ditetapkan dengan melihat  pendidikan, pekerjaan perempuan dan kebiasaan jumlah ditetapkan di kampung tersebut. Penetapan jumlah dan waktu uang hantaran diberikan ditentukan dengan cara kesepakatan dari kedua belah pihak, tetapi tetap saja keputusannya dari pihak perempuan. Pihak laki-laki akan meminta jumlah uang hantaran dikurangi seandainya tidak ada kemampuan untuk memenuhinya. Praktek pemberian uang hantaran membebankan mempelai laki-laki yang ekonominya menengah ke bawah dan yang mempunyai berbagai tanggungan sehingga berakibatkan penundaan perkawinan. Hal ini dapat kita lihat berdasarkan penelitian,  setelah terjadi penundaan perkawinan Simpulan dari penelitian ini 1) Penetapan jumlah uang hantaran dengan melihat kepada pendidikan, pekerjaan perempuan dan kebiasaan jumlah ditetapkan di kampung tersebut.. 2., tradisi pemberian hantaran sudah dikenal oleh masyarakat setempat dan dilaksanakan dari dahulu kala.  Tradisi ini yang disebut dengan adat dianggap baik oleh masyarakat selanjutnya dilestarikan dan tidak boleh ditinggalkan. 3).Mahar menjadi salah satu kewajiban pertama suami kepada istri, bukan hadiah atau seserahan,” sebutnya. Dalil mengenai mahar telah diatur dalam firman Allah, Q.S An-Nisa ayat 4 yang artinya: “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.

Pransiska; Mina Syafaati; Lilik Malihatin; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dikarenakan melalui pendidikan mampu membentuk kepribadian dari individu atau peserta didik. Pendidikan yakni salah satu kebutuhan manusia dalam mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang pada diri manusia tersebut. Melalui penggunaan model Discovery Learning proses pembelajaran akan berubah yang semulanya guru lebih aktif menjadi peserta didik yang mengendalikan pembelajaran agar peserta didik mandiri. Dalam menggunakan model pembelajaran ini, guru harus menjelaskan tugas yang harus peserta didik laksanakan, tujuan tugas, informasi yang harus di cari, diolah, dibahas pada kelompok masing-masing. Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk   mendeskripsikan implementasi Discovery Learning terhadap pembelajaran agama Islam di MTs Salafiyah Lahar Tlogowungu Pati. Jenis dalam penelitian yakni menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan beberapa pendekatan yakni pendekatan yuridis, pedagogis dan psikologis. Temuan peneliti menunjukkan bahwa komponen input yang meliputi sejumlah indikator antara lain silabus pembelajaran, rencana  pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar sudah memadai untuk pelaksanaan rencana  pelaksanaan pembelajaran yang memenuhi standar kurikulum 2013. Yang kedua adalah elemen proses, yang mengikuti metodologi ilmiah dan memerlukan kegiatan seperti merangsang pengamatan, mengajukan pertanyaan melalui pernyataan masalah, penalaran melalui pengumpulan data, mengasosiasikan melalui pengolahan dan verifikasi data, dan berkomunikasi melalui generalisasi.  Pada  aspek pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini sejalan dengan sintaks model pembelajaran discovery. Komponen ketiga adalah output, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan kemampuan sesuai dengan pedoman yang dituangkan dalam Permendikbud No. 66 tahun 2013.

Kikip Pranata; Supratman Zakir; Muhiddinur Kamal; Yelfi Dewi S

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kegiatan keagamaan merupakan kegiatan yang berada di luar program yang tertulis pada kurikulum, umumnya pihak sekolah menyediakan waktu untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Menyelenggarakan kegiatan keagamaan untuk menciptakan anak didik yang rajin, taat dan patuh dalam mengamalkan ajaran agamanya. Siswa di SDN 14 ATTS cenderung kurang memiliki dasar atau landasan yang kuat dalam beragama dan mengamalkan, menarik untuk dikaji lebih dalam dengan tujuan penguatan nilai-nilai keberagamaan siswa dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah model pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1). Evaluasi Context, kegiatan keagamaan SDN 14 ATTS memberikan kontribusi dan manfaat yang sangat besar bagi stakeholders. Kegiatan ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2). Evaluasi Input kegiatan keagamaan yang telah dilakukan melibatkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang ada. Strategi kegiatan keagamaan sudah termasuk dalam kategori baik. Pembiayaan juga lancar. Ruang lingkup kegiatan ini melibatkan seluruh siswa. 3). Evaluasi Procces bahwa penanggung jawab kegiatan keagamaan di SDN 14 ATTS adalah kepala sekolah dan majelis guru kegiatan yang ditujukan untuk kelas III, IV, V dan IV. 4). Evaluasi Product kegiatan keagamaan memberikan pengetahuan untuk mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.  

Mohamad Fatkhurohman; Robingun Suyud El Syam

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Agama dan sains merupakan kekuatan yang mampu mentransformasi kehidupan manusia. Harmonisasi diantara keduanya berusaha mengarahkan dan memberikan kesejahteraan bagi umat manusia. Namun, karena ketidaktahuan atau kemalasan seingkali manusia menganggap ada dikotomi antara keduanya, padahal keduanya terkait kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap relasi sains dan agama: materi besaran dan satuan dalam meningkatkan keimanan peserta didik. Melalui penelitian kualitatif korelasi, menyimpulkan: Dalam fisika, besaran diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Sebuah besaran dinyatakan dengan angka diikuti dengan satuan. Angka tanpa diikuti satuan akan menjadi sesuatu yang tidak bermakna. Idealnya sebuah alat ukur memiliki akurasi, presisi dan sensitivitas yang baik sehingga tingkat kesalahannya relatif kecil dan data yang dihasilkan akan akurat. Ukuran adalah sesuatu yang sangat mendasar dalam bidang apapun. Ukuran erat kaitannya dengan takaran, dan dosis  yang sesuai dengan maksud firman Allah Swt dalam surat Al Qamar (54): 49, yang esensinya Apa yang terjadi pada semua makhluk sudah ditetapkan oleh Allah. Segala sesuatu menurut ukuran, yaitu suatu sistem dan ketentuan yang telah ditetapkan, tetapi manusia wajib berusaha, ketentuan-Nya diserahkan kepada usaha manusia. Dengan memahami konsepsi ini peserta didik akan bertambah nilai keimanannya.  

I Nengah Budiarta; Muhammad Rafi Hidayatullah

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki hukum adat waris yang dimana anak laki-laki menjadi ahli waris utama karena adat bali menganut sistem garis keturunan patrilineal, namun berbeda dengan ahli waris yang berganti agama dari agama Hindu ke agama lainnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kedudukan anak sebagai ahli waris yang berganti agama dari agama Hindu dan akibat yang diterimanya dalam keluarga maupun masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan adalah teknik penelitian normatif. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari: Teknik studi dokumen, yaitu pengumpulan data dengan mencatat bahan yang ada dalam literatur maupun dokumen lainnya yang membahas tentang kedudukan ahli waris. Hasil penelitian menunjukkan ahli waris yang berganti agama dari Hindu ke agama lain tidak memiliki hak dan kewajiban dalam kegiatan adat Bali namun kewajiban untuk menjaga orang tua tatap dilakukan. Hak untuk menerima warisan dari pewaris juga tidak dapat diberikan ke ahli waris kecuali sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pewaris membahas tentang pembagian waris kepada ahli waris yang lainnya atau bisa dalam bentuk hibah.