Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 81-100 of 495

Analytics

Hatmoko, Haru; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Profesi guru dalam perspektif pendidikan modern dipahami bukan sekadar sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi moral, etika, dan spiritual. Dalam konteks pendidikan Kristen, peran guru semakin signifikan karena dipanggil untuk menghadirkan teladan Kristus dalam seluruh aspek kehidupannya. Penelitian ini mengkaji relevansi keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:13–16 dengan praktik pendidikan guru agama Kristen di sekolah. Teks ini menampilkan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai simbol kerendahan hati, kasih, dan pelayanan, yang menjadi dasar teologis bagi peran guru Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis dan pendidikan, melalui studi pustaka dan wawancara dengan guru-guru di SMA PGRI 22 Serpong. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama. Pertama, teladan guru Kristen berfungsi sebagai model nyata yang membentuk iman dan karakter siswa. Kedua, praktik mentoring dalam perspektif Alkitab menegaskan pentingnya relasi personal dalam pendidikan iman. Ketiga, keteladanan Yesus menampilkan dimensi servant leadership yang relevan bagi kepemimpinan guru Kristen. Keempat, integritas guru Kristen menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan karena konsistensi hidup lebih berpengaruh daripada sekadar instruksi verbal. Kelima, keteladanan Yesus tetap relevan di era modern karena mampu menuntun peserta didik menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi dengan iman yang tangguh. Dengan demikian, guru agama Kristen dipanggil untuk melayani dengan kasih, rendah hati, dan penuh integritas, sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.

Karel, Tomy Christian; Rezeki, Sri

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

 Peran Pendidikan Agama Kristen dalam pembentukan karakter siswa di era digital yang membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi yang memberikan akses yang mudah bagi setiap siswa membawa tantangan dalam pembentuk karakternya. Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter siswa di era digital. Setiap nilai-nilai karakter yang diajarkan memiliki pemahaman yang baik bagi setiap siswa di era digital ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter siswa di tengah era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan hubungan antara fenomena yang diteliti. Data yang dikumpulkan melalui observasi selama proses pembelajaran, interaksi siswa dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung lebih tertarik pada dunia digital dan mengalami penurunan dalam hal disiplin, empati dan tanggung jawab. Pendidikan Agama Kristen tetap memiliki peran penting sebagai pembelajaran nilai-nilai Kristen yang relevan dan aplikatif, seperti kasih, penguasaan diri dan integritas. Penelitian ini menekankan perlunya strategi pembelajaran yang kontekstual agar nilai-nilai karakter Kristen dapat diterapkan secara nyata di tengah era digital.

Telaumbanua, Hartati; Telaumbanua, Elianus; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini menganalisis peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mengimplementasikan Amanat Agung berdasarkan Matius 28:19–20, serta implikasinya terhadap pertumbuhan iman peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SD Kristen Pelita Bangsa Bandung dengan observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai penginjil, pelatih, dan pengajar. Ketiga peran ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan iman peserta didik melalui penginjilan, pembinaan rohani, dan pengajaran firman Tuhan. Tantangan yang muncul meliputi kurangnya dukungan keluarga, pengaruh teknologi digital, dan dangkalnya pemahaman rohani siswa. Penelitian ini menegaskan urgensi guru PAK sebagai agen Amanat Agung di sekolah.

Suy, Ina Naomi; Mujiono, John Gershom; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru menurut perspektif Alkitab, khususnya Amsal 23:19–29, dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMP Bhakti Insani Bogor. Fenomena kenakalan remaja di sekolah menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan holistik, baik dari aspek pendidikan formal maupun nilai-nilai iman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam perspektif Amsal mencakup tiga dimensi utama. Pertama, guru berperan sebagai pengarah jalan yang benar, yakni memberikan bimbingan moral, spiritual, dan sosial agar peserta didik menghindari perilaku yang merugikan diri dan lingkungan. Kedua, guru berperan sebagai pendidik dengan dedikasi, yang diwujudkan melalui perhatian, pengajaran yang membangun karakter, dan keteladanan hidup. Ketiga, guru berperan sebagai penasihat yang mendorong peserta didik menghindari pertengkaran, melatih pengendalian diri, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Amsal 23:19–29 relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pembinaan perilaku siswa. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip biblis dalam peranan guru dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi kenakalan peserta didik, serta membentuk karakter yang takut akan Tuhan, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat.

Chika, Gracie Beatrice; Sutrisna, Ayu

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SMP Negeri 2 Cianjur. Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan observasi di kelas dan menggunakan google form sebagai media pengumpulan data. Responden dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Kristen kelas VII hingga IX dengan jumlah 8 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa tinggi. Para siswa menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan, khususnya ketika metode pembelajaran yang digunakan bersifat interaktif dam kontekstual dengan kehidupan sehari-hari, siswa aktif bertanya di dalam kelas jika ada materi yang tidak dimengerti, siswa menunjukkan kedisiplinan dalam mengerjakan tugas belajar serta hadir ke sekolah tepat waktu. Dalam konteks pendidikan agama Kristen, minat belajar membantu siswa menghayati nilai-nilai iman, kasih dan tanggung jawab secara nyata dalam hidup.

Manafe, Nonce Julianti; Rezeki, Sri; Madjan, Herman

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Terhadap Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan II Timotius 3:14-17 pada Mata Pelajaran PAK di SMK Negeri 3 Kota Bogor”. Skripsi ini mengkaji apakah adanya pengaruh dan sejauh mana penggunaan multimedia interaktif  berdasarkan II Timotius 3:14-17 diaplikasikan dalam konteks pendidikan saat ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAK. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas meningkatnya penggunaan teknologi terlebih multimedia interktif dalam dunia pendidikan. Namun, meskipun di SMK Negeri 3 Kota Bogor akses terhadap multimedia interaktif sangat tinggi namun dalam pembelajaran PAK kurang penggunaannya.Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui dan menjelaskan penggunaan multimedia interaktif yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan menjelaskan manfaat yang akan diperoleh dengan adanya penggunaan multimedia interaktif berdasarkan II Timotius 3:14-17 serta dapat membuktikan bahwa dengan adanya penggunaan multimedia interaktif dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif melalui wawancara, observasi, dan angket. Implikasinya adalah peneliti telah menerapkan penggunaan multimedia interaktif dalam proses pembelajaran PAK di SMK Negeri 3 Kota Bogor, Pendidik memiliki kemampuan dalam mengelola kelas, menguasai materi dengan penggunaan multimedia interaktif, Mahasiswa STT Kadesi Bogor dapat menerapkan penggunaan multimedia interaktif dalam kegiatan di tempat tersebut, dan bagi peserta didik untuk menambah wawasan melalui membaca arya ilmiah ini sehingga menjadi sumber belajar supaya meningkatkan motivasi belajar.

Novianti, Delpi

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripisikan bagaimana kontribusi psikologi pendidikan bagi guru pendidikan agama Kristen. Guru adalah bagian terpenting dan menjadi salah satu faktor penentu untuk kesuksesan pendidikan. Namun, guru diperhadapakan pada berbagai masalah yang sangat kompleks seperti sikap, karakter, tindakan, tingkat kecerdasan, dan emosional dari  naradidik. Masalah tersebut menjadi tantangan dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satu pendekatan kunci pemecahan masalah dalam pendidikan adalah lewat ilmu psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data dari berbagai sumber buku, literatur dan jurnal kemudian diinterpretasikan dalam bentuk naratif atau deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa seorang guru pendidikan agama Kristen yang memanfaatkan ilmu psikologi dapat mengoptimalkan peran dan tugasnya sebagai guru sebab: Mampu mengembangkan tujuan pembelajaran; Penerapan metode belajar yang relevan; Mampu menciptakan lingkungan kelas yang kondusif; Penemuan potensi dan bakat peserta didik; Mampu memecahkan masalah; serta Menciptakan relasi yang baik lewat kemampuan komunikasi. Penelitian ini sangat relevan dengan urgensi pengetahuan psikologi bagi guru sehingga masalah-masalah dalam dunia pendidikan dapat diatasi secara tepat. Selain itu guru akan lebih peka pada kebutuhan peserta didik, lebih sistematis, serta mampu mewujudkan sistem pembelajaran yang lebih berkualitas, efektif dan relavan.

Telaumbanua, Frendling Juliaman; Olis, Olis

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Revolusi Industri 4.0 mendorong lahirnya Pendidikan 4.0 yang terintegrasi dengan teknologi digital. Perubahan ini berdampak signifikan pada seluruh sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). PAK memiliki mandat unik, yaitu membentuk manusia seutuhnya berdasarkan nilai-nilai Alkitab, sehingga harus responsif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan integritas teologisnya. Tantangan utama terletak pada keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan pembelajaran yang relevan. Dalam konteks ini, pembelajaran adaptif muncul sebagai strategi pedagogis yang menyesuaikan metode, materi, dan tempo dengan karakteristik peserta didik. Melalui pembelajaran adaptif, guru PAK dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, personal, dan bermakna.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, mengkaji literatur terkini terkait PAK, pembelajaran adaptif, dan teknologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran adaptif dan teknologi dalam PAK mampu menjawab tantangan Pendidikan 4.0 dengan memfasilitasi diferensiasi pengajaran, penilaian formatif, dan kolaborasi lintas pihak. Teknologi berperan sebagai medium strategis untuk menyampaikan nilai iman dengan cara yang kreatif dan relevan, sementara pembelajaran adaptif memastikan relevansi materi sesuai kebutuhan peserta didik yang beragam.Kesimpulannya, PAK adaptif berbasis teknologi bukan hanya alternatif metodologis, tetapi strategi strategis yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan dukungan kompetensi guru, infrastruktur teknologi, serta sinergi antara sekolah, gereja, dan keluarga, PAK dapat menjadi sarana pembentukan generasi Kristen yang matang secara intelektual, spiritual, dan moral di tengah dinamika global abad ke-21.

Laia, Idaman; Madjan, Herman P

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini membahas relevansi integritas Kristus sebagaimana dicontohkan dalam Matius 4:1–11 sebagai dasar etika profesional dan spiritual bagi guru-guru Kristen. Dalam kisah pencobaan di padang gurun, Yesus menunjukkan keteguhan hati dan kesetiaan terhadap firman Tuhan, tanpa kompromi terhadap godaan kuasa, kekayaan, dan pengakuan. Sikap ini menjadi model sempurna integritas, yang tidak hanya bersifat moral tetapi juga spiritual. Guru Kristen sebagai pendidik dan pembentuk karakter generasi masa depan, diharapkan hidup selaras antara ucapan, prinsip, dan tindakan, sebagaimana Kristus meneladankan.Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip integritas Kristus dan implikasinya dalam dunia pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas guru Kristen berdampak langsung terhadap efektivitas pendidikan karakter, kepercayaan peserta didik, dan kredibilitas lembaga pendidikan. Namun, tantangan besar juga diidentifikasi, seperti tekanan profesional, relativisme moral, dan godaan kompromi nilai.Strategi pembinaan integritas meliputi penguatan disiplin rohani, pelatihan etika Kristen, mentoring oleh figur teladan, serta dukungan institusional dari gereja dan sekolah. Guru Kristen dipanggil tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga menjadi pemimpin rohani yang mencerminkan kehidupan Kristus. Dengan menjadikan integritas sebagai inti dari pelayanan pendidikan, guru mampu menjadi terang dan garam bagi dunia pendidikan yang tengah menghadapi krisis moral. Oleh karena itu, implementasi integritas Kristus menjadi kebutuhan mendesak dalam membentuk guru Kristen yang profesional, beriman, dan berpengaruh secara transformatif.

Monalia Simanjuntak; Dorlan Naibaho; Meditatio Situmorang; Pestaria Naibaho; Helena Turnip

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

The purpose of this study was to determine the effect of the Think Talk Write Cooperative Type model on the motivation to learn Christian Religious Education and Character Education of Class VIII Students of SMP Negeri 2 Siborongborong in the 2024/2025 Academic Year. The method used in this study is a quantitative research method. The population is all Christian students of class VIII of SMP Negeri 2 Siborongborong in the 2024/2025 Academic Year totaling 222 people and a sample of 55 people was determined, namely 25% of the population using random sampling techniques. Data were collected with a positive questionnaire of 40 items, namely 25 items for variable X and 15 items for variable Y. The results of the data analysis showed that there was an influence of the Cooperative Think Talk Write Type model on the motivation to learn Christian Religious Education and Character Education of Class VIII Students of SMP Negeri 2 Siborongborong in the 2024/2025 Academic Year as evidenced by the following data analysis: 1) Analysis requirements test: a) positive relationship test obtained rxy value = 0.584> rtable ( = 0.05, n = 55) = 0.226. b) Significant relationship test obtained tcount = 5.232> ttable ( = 0.05, dk = n-2 = 53) = 2,000. 2) Influence test: a) Regression equation test, obtained regression equation . b) Regression determination coefficient test (r2) = 34.1%. 3) Hypothesis testing using the F test obtained Fcount > Ftable = ( = 0.05, df numerator k = 25, df denominator = n-2 = 55-2 = 53) which is 27.26 > 1.39. Thus Ha is accepted and H0 is rejected.

Novri Novri; Gita Lestari; Vincen Tonapa

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The digital era presents serious challenges to the character formation of Christian adolescents, marked by a rise in moral and spiritual degradation due to exposure to negative content and lifestyle changes. Christian Religious Education (CRE), as a moral foundation, is expected to respond to this phenomenon but often faces issues of relevance. This study aims to analyze the role and effectiveness of CRE in shaping adolescent character, identify the impacts of digital technology, and formulate an integrative character education strategy for the digital age. The method used is qualitative with a library research approach, where data from various relevant journals, books, and articles are analyzed using an interactive model. The results indicate that the effectiveness of conventional CRE tends to decline as it is not contextual to the struggles of adolescents. Digital technology was found to have negative impacts that are more easily absorbed compared to its positive impacts, which require intentional guidance. The key finding of this study is that the solution to these challenges lies in an integrative strategy that synergizes the roles of the school, family, and church holistically. The implication is that CRE must be transformed by integrating digital literacy based on Christian values and strengthening the role of educators as role models. A solid collaboration among stakeholders is the key to equipping adolescents to become wise, ethical, and character-driven technology users in accordance with their Christian faith.

Hisar R. Panjaitan; Dame Taruli Simamora; Baginda Sitompul; Senida Harefa; Robert K.A. Simangunsong

Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The purpose of this study was to determine the effect of the Talking Stick Learning Model on Student Learning Activity in the Subject of Christian Religious Education and Character Education for class VIII at SMP Negeri 1 Balige, Toba Regency in the 2024/2025 Academic Year. The research hypothesis is: "there is an effect of the Talking Stick Learning Model on Student Learning Activity in the Subject of Christian Religious Education and Character Education for class VIII at SMP Negeri 1 Balige, Toba Regency in the 2024/2025 Academic Year". The population was all students of class VIII of SMP Negeri 1 Balige, Toba Regency in the 2024/2025 Academic Year who were Protestant Christians totaling 173 people. The research sample was determined using a purposive sampling technique, namely 30 students of class VIII B. This research method uses a quantitative research method with a pre-experimental design type in the form of "one shot case study". The instrument used in this study was a questionnaire item for variable Y totaling 18 items. Based on the experiments that have been carried out, the results obtained before treatment produced an average of 48.10 and after treatment 57.53. The research data for the questionnaire were analyzed using the One-Shot Case Study t-test formula. From the calculation results, the t-value = 3.599> t-table (α = 5%) = 2.042 was obtained. The t-value is in the area of ​​the H0 rejection curve and Ha acceptance. Thus, it can be concluded that with the difference between before and after treatment and t-value> t-table, the research hypothesis is accepted, namely that there is an influence of the Talking Stick Learning Model on Student Learning Activity in Christian Religious Education and Character Education subjects for class VIII at SMP Negeri 1 Balige, Toba Regency, in the 2024/2025 Academic Year.

Endi Tanaem; Omega Bia; Nadap Rafi Ghungnga; Yosep Sudarso; Hemi Damnosel Bara Pa

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The Society 5.0 era brings profound transformation in education, requiring Christian Religious Education (PAK) teachers to integrate technology in learning while maintaining Christian values. This study aims to analyze the challenges faced by PAK teachers in improving professional competence in this era, as well as exploring existing opportunities. The method used is library research with a qualitative approach, collecting data from journals and related literature. The results of the study indicate that many PAK teachers are not ready to face change, so they need a systematic professional development program. In addition, digital technology offers innovative learning methods that can increase student engagement. This study recommends a holistic approach in developing teacher competence, by maintaining a balance between technology and spiritual values.

Nofita Rudiani Asbanu; Hemi Damnosel Bara Pa

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The 21st century has brought significant challenges and transformations to the world of education, demanding a curriculum that integrates critical thinking, creativity, collaboration, and communication skills (4C), as well as digital literacy and ethical responsibility. This study aims to explore a contextual curriculum design for Christian Religious Education (PAK) that is relevant to the holistic development of students in today's era. Using a qualitative descriptive method based on literature review, the research analyzes theoretical concepts and previous studies related to contextual and character-based Christian education. The findings show that a transformative and contextual PAK curriculum must address not only the cognitive dimension but also affective and psychomotor aspects, rooted in real-life experiences and local cultural contexts. The role of teachers as facilitators, curriculum designers, and role models is central to effective implementation. This study provides implications for curriculum development policies, teacher training, and further research in applied classroom settings.

Nemiarce Veblita Noti; Harun Y. Natonis

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Achievement Motivation as the Responsibility of Teachers and Parents Towards Students in the 4.0 Era and Its Relevance in Christian Religious Education. The background of writing this article is to understand the motivation of students' learning achievement in the 4.0 era. The purpose of this study is to improve students' learning achievement, one of the determining factors of success is learning motivation. Motivation plays an important role in encouraging students to study diligently, tenaciously and with full concentration so that learning achievement can be optimal. The research method used in this study is qualitative research through literature study. The results are that learning motivation consists of intrinsic and extrinsic motivation which is influenced by various factors such as ideals, abilities, physical and psychological conditions of students, and the surrounding environment. Teachers and parents have an important role in providing achievement motivation through proper guidance, support, and supervision. In the era of the Industrial Revolution 4.0, the challenges of learning motivation are increasingly complex because it facilitates access to technology that can distract students. Therefore, the role of Christian religious education is very important in shaping the character and spiritual values ​​of students so that they are able to face technological challenges wisely, maintain face-to-face relationships, and foster strong learning motivation.    

Adel N.Tafuli; Irma Ninu; Sakti N.U.Saingu; Aplonia S.Liu; Christofel Saetban

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan karakter Kristen dalam keluarga di era kontemporer yang menghadapi berbagai tantangan globalisasi. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis landasan teologis, konsep teoretis, dan strategi implementasi pendidikan karakter Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Kristen memiliki fondasi yang kuat dalam konsep Imago Dei dan mandat Alkitabiah, khususnya Ulangan 6:6-7 dan Efesus 6:4. Keluarga berfungsi sebagai ecclesia domestica yang menjalankan fungsi kerygma, koinonia, leiturgia, dan diakonia dalam pembentukan karakter anak. Nilai-nilai fundamental seperti buah Roh (Galatia 5:22-23) menjadi karakteristik utama yang perlu ditanamkan melalui metodologi keteladanan, pendekatan naratif, disiplin redemptif, dan ritual keluarga. Namun, tantangan kontemporer seperti sekularisasi, relativisme moral, teknologi digital, perubahan struktur keluarga modern, dan pluralisme agama memerlukan strategi adaptif. Penelitian ini memperkenalkan Teori Transformasi Karakter Holistik (TKTH) yang mengintegrasikan dimensi teologis-antropologis, psiko-sosial, pedagogis-metodologis, dan komunal-ekosistemik. Revitalisasi pendidikan karakter Kristen dalam keluarga menjadi kebutuhan mendesak untuk membentuk generasi dengan fondasi moral dan spiritual yang kuat di tengah dinamika perubahan sosial yang cepat.

Novita Kanda Lodo; Helda Nafrawanti Bissa; Friskila Sattoe; Mety Arma Pabalik; Wildyanti Wildyanti

Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The moral crisis and rampant corruption among Christian leaders pose serious challenges that erode the credibility and integrity of religious institutions. This phenomenon not only tarnishes the image of Christianity institutionally but also weakens the foundation of ethics and spiritual values that should guide the lives of the congregation. This issue becomes even more pressing when it occurs in the realm of Christian education, a place where future leaders should be formed. This study aims to analyze Jonathan Lamb's concept of integrity as a strategic framework for addressing this crisis, especially in the context of Christian educational institutions. Using a qualitative approach and literature review, this study highlights Lamb's holistic view of integrity, which encompasses three main dimensions: wholeness of the person (wholeness), consistency between beliefs and actions (consistency), and full accountability to God (accountability to God). Lamb's concept of integrity is highly relevant amidst the increasing need for leaders who are not only competent but also possess proven character. The findings of this study indicate that to effectively implement the concept of integrity, Christian educational institutions need to take a two-pronged approach: first, comprehensively reform the curriculum so that integrity values are not only a separate subject, but are integrated into all disciplines and learning activities; Second, building an institutional culture that emphasizes moral exemplarity from leaders, lecturers, and educational staff. Furthermore, a sustainable character development system, transparent accountability evaluation, and open ethical discussion are needed. Education is not only about knowledge transfer, but also about character transformation. Therefore, integrity must be seen as the core of Christian education, not an add-on. This study concludes that Lamb's concept of integrity can be a transformative model that encourages the formation of future leaders with strong character, prevents moral failure, and restores public trust in Christian institutions

Elisabet Lastri Tumangger; Rusmauli Simbolon; Masniar H. Sitorus; Senida Harefa; Grecetinovvitria Butarbutar

The aim of this research is to determine the positive and significant influence of the Ice Breaking Technique on the Learning Motivation of Class VIII Students at One Roof Middle School Negeri 5 Pangururan in Christian Religious Education and Character Education Subjects for the 2023/2024 Academic Year. The research method used is a quantitative method with a pre-experimental design type in the form of a One Shot Case Study. The population is all 102 class VIII students at One Roof 5 Public Middle School in Pangururan for the 2023/2024 academic year and a sample of 41 people was determined using random sampling techniques. Data was collected using a positive closed questionnaire with 28 items, namely 12 items for variable Negeri 5 Pangururan Subjects of Christian Religious Education and Character Education for the 2023/2024 Academic Year: 1) Test the analysis requirements: a) positive relationship test, obtained a value of rxy = 0.456> rtable(α=0.05,n=41)=0.308. b) Testing a significant relationship obtained a value of tcount= 3.200> ttable (α =0.05, dk=n-2=39)= 2.021. 2) Influence test: a) Regression equation test, obtained regression equation. b) Regression coefficient of determination test (r2) = 20.8%. 3) Test the hypothesis using the F test to obtain Fcount> Ftable=( α =0.05, dk numerator k=15, dk denominator=n-2=41-2=39) namely 10.24>1.92. Thus Ha accepted and H0 rejected.

Talizaro Tafonao; Moralman Gulo; Rita evimalinda; Emmiria Hutabarat; Agiana Her Vinshu Ditakrist

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Christian education faces significant challenges in integrating the values of missional spirituality into its curriculum and teaching practices, particularly in the context of globalization, secularization, and a declining awareness of spiritual calling among educators. This study aims to examine the extent to which Pentecostal theological values such as prayer, worship, and mission are implemented in Christian education and how these values contribute to the formation of students' character and spirituality. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, curriculum document analysis, and open-ended questionnaires administered to teachers and students. The findings reveal that the integration of missional spirituality remains partial and lacks structured incorporation into both curriculum and pedagogy. However, when implemented contextually, these values have been shown to enhance learning motivation, shape Christian character, and deepen students’ spiritual lives. The study concludes that Pentecostal-based missional spirituality can holistically enrich Christian education. The primary contribution of this research is the development of a conceptual model for the contextual and practical integration of missional spirituality in Christian education, aiming to bridge the gap between theoretical understanding and practical spiritual formation.  

Elisabet Lastri Tumangger; Rusmauli Simbolon; Masniar H. Sitorus; Senida Harefa; Grecetinovvitria Butarbutar

The aim of this research is to determine the positive and significant influence of the Ice Breaking Technique on the Learning Motivation of Class VIII Students at One Roof Middle School Negeri 5 Pangururan in Christian Religious Education and Character Education Subjects for the 2023/2024 Academic Year. The research method used is a quantitative method with a pre-experimental design type in the form of a One Shot Case Study. The population is all 102 class VIII students at One Roof 5 Public Middle School in Pangururan for the 2023/2024 academic year and a sample of 41 people was determined using random sampling techniques. Data was collected using a positive closed questionnaire with 28 items, namely 12 items for variable Negeri 5 Pangururan Subjects of Christian Religious Education and Character Education for the 2023/2024 Academic Year: 1) Test the analysis requirements: a) positive relationship test, obtained a value of rxy = 0.456> rtable(α=0.05,n=41)=0.308. b) Testing a significant relationship obtained a value of tcount= 3.200> ttable (α =0.05, dk=n-2=39)= 2.021. 2) Influence test: a) Regression equation test, obtained regression equation. b) Regression coefficient of determination test (r2) = 20.8%. 3) Test the hypothesis using the F test to obtain Fcount> Ftable=( α =0.05, dk numerator k=15, dk denominator=n-2=41-2=39) namely 10.24>1.92. Thus Ha accepted and H0 rejected.