Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 801-820 of 837

Analytics

Wicaksono, Anggit Grahito; Jumanto, Jumanto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Hasil survei TIMSS menunjukkan Indonesia berada di posisi bawah jika dibandingkan dengan beberapa negara di Asia. Upaya yang dapat ditempuh dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah adanya pelatihan penyusunan soal HOTS bagi guru. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah (1) memberikan pemahaman tentang ciri-ciri dan cara pengembangan soal HOTS yang berkualitas baik; (2) memberikan pengalaman langsung dalam mengubah soal biasa menjadi soal HOTS; dan (3) pengembangan soal HOTS bagi guru-guru di SD Djama’atul Ichwan Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Target luaran yang dihasilkan melebihi target luaran yang diharapkan yaitu jumlah guru yang hadir dan mampu mengembangkan perangkat soal HOTS berjumlah 25 guru meningkat dari 21 guru yang ditargetkan. Hasil kuesioner tanggapan guru terhadap pengabdian yang telah dilakukan menunjukan bahwa materi pelatihan pengembangan soal HOTS sangat diminati dan dibutuhkan guru dalam pengembangan pembelajaran abad 21 dan menunjang era revolusi industri 4.0. Guru merasakan manfaat dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan karena dapat menjadi wawasan keilmuan baru dalam pengembangan kegiatan pembelajaran di sekolah. Luaran yang dihasilkan berupa perangkat soal HOTS sesuai dengan materi yang diampu guru serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas, serta publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah.

Widhiyoga, Setyasih Harini &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Seorang guru profesional saat ini tidak hanya ditentukan oleh tingginya pencapaian secara akademik namun juga kemampuan dalam membuat kreatifitas dan karya inovasi yang mendukung proses pembelajaran. Permasalahan yang dihadapi oleh guru yang ada di SMK Negeri 4 Surakarta terutama yang perempuan adalah: (1) kurangnya wawasan dari guru-guru perempuan mengenai pentingnya penyusunan publikasi ilmiah sebagai prasyarat untuk meningkatkan kepangkatan (jabatan fungsional); (2) kurangnya kemampuan beberapa guru perempuan dalam penyusunan karya ilmiah; (3) guru masih lemah dalam menyusun artikel ilmiah populer yang dapat dipublikasikan melalui media massa cetak ataupun online. Target dari pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakarat ini adalah sebagai berikut: (1) Melakukan sosialisasi tentang karya ilmiah berdasarkan pada riset yang diwujudkan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK); (2) Melakukan sosialisasi tentang jurnal sebagai bentuk publikasi ilmiah yang bisa digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan profesionalisme; (3) Peningkatan motivasi dalam membuat karya inovasi dan kreativitas guna memperbaiki proses pembelajaran agar lebih menarik bagi para siswa; (4) Meningkatkan kemampuan para guru melalui pelatihan publikasi ilmiah; (5) Memberikan pelatihan penyusunan opini berdasarkan artikel ilmiah untuk diunggah ke media massa online. Luaran yang dapat diberikan melalui pengabdian pada masyarakat ini adalah sebagai berikut: (1) pembuatan laporan hasil pengabdian; (2) pembuatan artikel untuk publikasi ilmiah yang dimasukkan ke dalam jurnal hasil pengabdian; (3) memasukkan artikel dalam bentuk opini ke media massa online. Metode pelaksanaannya adalah melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan motivasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusias dan minat besar dari para guru perempuan terhadap sosialisasi dan pelatihan penyusunan publikasi ilmiah yang bersumber dari riset termasuk artikel yang dihasilkan untuk dimuat di media massa cetak dan online.Kata kunci: guru, profesional, pembangunan, publikasi ilmiah

Irmade, Oka; Widjanarko, Paulus

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pendidik dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya baik ditingkat PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah menengah bahkan Perguruan tinggi. Salah satu bentuk kompetensi pedagogik dan profesional seorang pendidik adalah kemampuanya dibidang penguasaan (ICT) Information Communication Technologi. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan ke TK Rumah Pelangi, Dukuh Banukan RT.06/RW.09 DS. Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar penguasaan dan pemanfaatan guru terhadap ICT sangat minim terlebih lagi dalam proses pembuatan media karena masih melum terbiasa dan belum terlatih dalam membuat media berbasis ICT. Sehingga perlu diadakan pelatihan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan membuat media pembelajaran berbasis ICT yang berupa Powerpoin menarik, Flipbook dan Comiclife yang di aplikasikan dalam proses pembelajaran.Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir.Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini telah mencapai target yang diharapkan, 9 guru yang mengikuti pelatihan, telah mampu membuat media pembelajaran berbasis ICT yang terdiri dari Powerpoin menarik, Flipbook, dan Comiclife. Luaran yang dihasilkan berupa media pembelajaran berbasis ICT serta implementasi media pembelajaran yang digunakan pada materi tertentu dan publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah.Kata Kunci: Pembuatan Media, ICT

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakterpeserta didik melalui media tembang macapat pangkur di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Peranguru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untukmengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanyasekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran.Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama mediaberbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survey yangawal yang dilakukan di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 GaumTasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukanmulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahapsosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang dihasilkanadalah 9 guru dari 12 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun materi pembelajaran seni berbasiskearifan lokal. Luaran yang dihasilkan berupa materi pembelajaran seni tembang macapat pangkur sertapublikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapatmemberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalammenanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didikdidekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur, maka pada diri merekaakan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.Kata Kunci: Peran guru, pendidikan karakter, media tembang macapat pangkur.

Anita Trisiana, Feri Agus Nugroho, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaranPendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 26 Surakarta. 2) Untuk mengetahui faktorapa saja yang dapat mendukung dan menghambat siswa dalam meningkatkan keterampilankewarganegaraan pada Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Untuk mengetahui upayamengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran PendidikanKewarganegaraan dalam meningkatkan keterampilan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber datamenggunakan data primer dan data sekunder. Subjek penelitian ini adalah guru PendidikanKewarganegaran, kepala sekolah dan siswa, untuk memperoleh data mengenai pendidikankewarganegaraan dalam penguatan keterampilaan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dandokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh kesimpulan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraandi SMP Negeri 26 Surakarta tahun pelajaran 2018/2019 dilaksanakan dengan gurumenyusun perangkat pembelajaran, baik berupa silabus, RPP dan lembar penilaian siswa,selanjutnya guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan berbagaimetode pembelajaran, misalnya ceramah bervariasikan tanya jawab, diskusi dan resitasi(penugasan). 2) Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Pelajaran Kewarganegaraanguna membentuk keterampilan kewarganegaraan yaitu adanya dukungan dari kepalasekolah yang mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan sekolah serta kompetensiguru PKn dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Sedangkan faktor yang menghambatsiswa dalam mengikuti Mata Pelajaran Kewarganegaraan yaitu terlalu banyak materi yangharus dikuasai oleh siswa, materi Pendidikan Kewarganegaraan terkesan overload,tumpang tindih, begitu banyak hal yang harus diajarkan dan dihafalkan oleh siswa,sehingga membebani siswa, keterbatasan metode dan media pembelajaran, latar belakangsiswa yang beraneka ragam, keterbatasan waktu dalam mengajar, kurangnya minat siswaterhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Upaya mengatasi hambatantersebut adalah setiap pertemuan diberikan informasi terbaru terkait persoalan yang sedangterjadi untuk menarik perhatian siswa agar lebih fokus dalam pembelajaran, menerapkanpembelajaran yang sifatnya non-akademik atau ekstrakulikuler seperti lewat kegiatanupacara, kegiatan kepramukaan, serta pemberian motivasi di setiap kegiatan pembelajaranguna menumbuhkan semangat dan minat siswa terhadap pembelajaran PendidikanKewarganegaraan.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Keterampilan Kewarganegaraan

Hartati, Maria Sri

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Metode pembelajaran yang beragam dan membuka keleluasaan guru dalam mengekplorasipeserta didik dan pola pembelajaran yang dijalankan di kelas. Pembelajaran adalah prosesinteraksi antarpeserta didik,antara peserta didik dan pendidik, dan antara peserta dan sumberbelajar lainnya pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar pesertadidik dapat membangun sikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai tujuan yangtelah ditetapkan.Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaiankegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian.Era revolusi industry 4.0dibutuhkan guru yang mampu meningkatkan kompetensi menuju guru 4.0. guru 4.0 memilikitanggungjawab yang lebih besar dalam memdidik peserta didik menghadapi revolusi industri 4.0dan guru harus mampu menguasai dalam pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.Kata Kunci : Metode, Pembelajaran, Revolusi Industry 4.0

Dewi, Ressi Kartika

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Berbasis ICT Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas V di SDN 01 Suruh. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Efektifitas pengimplementasi media pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Berbasis ICT dapat dikemukakan sebagai berikut, terdapat peningkatan keaktifan, minat dan motivasi yang mengarah pada peningkatan hasil belajar PKn dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning pada siswa kelas V SD Negeri 01 Suruh Kecamatan Tasikmadu. Hal tersebut dapat terlihat dari beberapa temuan di kelas, yaitu (1) siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran PKn, (2) siswa sudah mampu mengatasi kesulitan belajar dengan berdiskusi dengan teman yang lebih paham akan materinya dan belajar bertanya sehingga mampu memahami materi PKn dengan baik, (3) guru telah mampu melaksanakan metode pembelajaran PKn dengan nuansa baru yang inovatif dan kreatif sesuai perkembangan zaman. Kata Kunci: CTL, ICT, Minat Belajar, Hasil Belajar, Pendidikan Kewarganegaraan

Suyahman, Suyahman

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran problem based learning berbasis nilaipancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bagi siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1Kartasura tahun Pelajaran 2018-2019. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjekpenelitiannya: guru PPKn dan siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kartasura, dan objeknya adalahpembelajaran inovatif berbasis nilai pancasila dan refolusi industri 4.0. Metode pengumpulandata menggunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengantrianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatifterdiri dari 4 tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasilpenelitian: berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang dilakukan dari tanggal 14-20 maret2019 ditemukan hal-hal sebagai berikut: dalam pembelajaran terlihat siswa aktif, siswa beranimengemukakan pendapat, guru neghargai pendapat siswa yang berbeda, guru bersikapdemokratis, guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya, guru memposisikan diri hanyasebagai fasilitator, guru mengakui potnsi yang dimiliki siswa berbeda, guru tidak hanyamenekankan pada aspek pengetahuan akan tetapi lebih mengedepankan aspek sikap, gurumemberikan contoh-contoh konkrit sikap positif yang harus dimiliki siswa untuk menghadapirevolusi industri 4.0, guru menginstruksikan pada siswa untuk tidak menolak globalisasi akantetapi menerima dengan filter nilai-nilai pancasila. Simpulannya bahwa dengan penerapanpembelajaran problem based learning yang berbasis nilai-nilai pancasila dapat mendaya dayadukung siswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bagi siswa kelas VIIIsiswa kelas VII diSMP Negeri 1 Kartasura tahun Pelajaran 2018-2019.Kata-kata Kunci: Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Nilai Pancasila dan RefolusiIndustri 4.0

Rispantyo, Anita Trisiana, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu perwujudan karakter masyarakatIndonesia. Tujuan jangka panjang penelitian ini menemukan desain pengembangan ModelPembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan karakter masyarakatIndonesia di era media digital dan Revolusi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakanpenelitian dan pengembangan yaitu untuk menguji validitas dan efektivitas produk. Penelitianini menggunakan model pengembangan prosedural. Prosedur model ADDIE yang diadaptasi(Analisis, Desain, Pengembangkan, Implementasi, dan Evaluasi). Hasil penelitianmenunjukkan sebagai berikut: Analisis, Desain, dan Pengembangan inovasi media digitaldapat mengadopsi media digital dan revolusi teknologi; yang Implementasinya adalahlangkah nyata untuk sistem pembelajaran yang dibuat; Evaluasinya adalah proses untukmelihat apakah sistem yang dibangun sesuai dengan harapan awal atau tidak, yaitu padamodel desain sistem pembelajaran ADDIE. Berdasarkan model pengembangan instruksionalADDIE, model ini diadopsi pada tahap pengembangan model pembelajaran PendidikanKewarganegaraan, dengan modifikasi bernama "MPC" (Modification of Project Citizen).Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Media Digital,Revolusi Industri 4.0

Astuti, Ria Widi; Prasasti, Pinkan Amita Tri

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental yang dilakukan di SDN Kismantoro Miri Kabupaten Wonogiri. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah kelas tiga. Kelas tiga SDN Miri berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan 20 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes dalam bentuk posttest yang disediakan dalam kelompok kontrol atau kelas eksperimen. Data diperoleh dari hasil belajar siswa nilai postes. Uji validitas suatu masalah dengan menggunakan tabel korelasi r, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Spearman-Brown. Berdasarkan penelitian dilakukan perbedaan penelitian dalam hasil yang diperoleh, seperti yang ditunjukkan oleh perbedaan nilai rata-rata. Berdasarkan hasil uji-t dengan ? = 5% diperoleh Tobs = 1.68205> 5.990 dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar menggunakan pendekatan Appoarch Scientific untuk memperoleh hasil belajar sains lebih baik daripada siswa yang diajar dengan metode konvensional. Jadi penggunaan model ini efek singnifikan pada hasil belajar IPA siswa kelas tiga SDN Kismantoro Miri Kabupaten Wonogiri.Kata kunci: Pendekatan Pembelajaran ilmiah, Keterampilan Proses Sains.

Juwariyah, Siti

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar  matematika  melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak semester I tahun pelajaran 2016/ 2017. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak  tahun pelajaran 2016/ 2017  sebanyak 36 siswa, sebagai subjek penerima tindakan, sedangkan untuk  subjekpelaku tindakan adalah guru matematika kelas IX D selaku guru, teman sejawat selaku subjek yang melakukan observasi proses pembelajaran, Kepala Sekolah selaku subjek sumber data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian Tindakan ini dilakukan dalam dua siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan prestasi belajar  matematika siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak tahun pelajaran 2016/ 2017. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar  matematika siswa juga mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 68,9, pada siklus I sebesar 79,4 dan pada siklus II sebesar 83,7. Selain itu, presentase ketuntasan belajar siswa, yaitu sebelum tindakan sebesar 50%, pada siklus I sebesar 69,5% dan pada siklus II sebesar 91,7%.

Siti Supeni, Tri Budiarsih &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan model Think-Pair-Share(TPS) dalam pembelajaran PPKn materi hubungan struktural dan fungsional pemerintah pusatdan daerah pada siswa kelas X IPS 1 di SMA Negeri 6 Surakarta tahun ajaran 2017 / 2018.Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui metode Think-Pair-Share(TPS) dalam pembelajaran PPKn materi hubungan struktural dan fungsional pemerintah pusatdan daerah pada siswa kelas X IPS 1 di SMA Negeri 6 Surakarta tahun ajaran 2017 / 2018.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Surakarta. Subjek dalam penelitian iniadalah siswa kelas X IPS 1 yang berjumlah 26 siswa. Penelitian ini adalah PenelitianTindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapyaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Teknik analisis data yangdigunakan adalah deskriptif kritis komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakanyaitu observasi, angket, tes, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan hasil tindakan siklus I diperoleh ketuntasan belajar sebesar 100% dengannilai rata-rata 84,538 dan hasil tindakan siklus II diperoleh ketuntasan belajar sebesar 100%dengan nilai rata-rata 93,5. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwapenerapan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuanberfikir kritis siswa mata pelajaran PPKn materi hubungan struktural dan fungsionalpemerintah pusat dan daerah pada siswa kelas X IPS 1.Kata kunci : Berpikir Kritis, Metode Think Pair Share (TPS).

Siti Supeni, Venny Andreany Sidauruk &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru PPKndalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pembelajaran PPKn terhadappembentukan karakter disiplin siswa. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri 6Surakarta.Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatankuantitatif dengan rancangan penelitian yang bersifat deskriptif assosiatif.Populasipenelitian siswa Kelas X SMA Negeri 6 Tahun Pelajaran 2017-2018 sebanyak 136siswa dan keseluruhannya digunakan sebagai sampel dengan teknik sensus. Teknikpengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan studi pustaka.Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan pembelajaranberpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswadengan nilai t hitung 3,148 dan p value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalammelakukan pengelolaan pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadappembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 2,561 dan p value 0,012 <0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan evaluasi pembelajaran berpengaruh positif dansignifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 3,120 danp value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan danevaluasi Pembelajaran PPKn berpengaruh terhadap pembentukan karakter disiplin siswasebesar 32,3% sedang sisanya sebesar 67,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar modelpenelitian.Kata kunci : Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Pembelajaran dan KarakterKedisiplinan

Sumardiono, Lusiana Dewi Kusumayati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan para guru di TK Negeri Gemolong akan variasi metode pembelajaran yang diterapkan oleh para guru TK Negeri Gemolong. TK Negeri Gemolong terus melakukan pengembangan baik fasilitas maupun SDM. Salah satu upaya yang dilakukan pihak sekolah yaitu menjalin kerjasama dengan tim pengabdian Program Studi Bahasa Inggris UNISRI untuk mengadakan workshop tentang metode pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak-anak dan secara bervariasi diimplementasikan di kelas membuat anak-anak belajar tanpa beban dan tidak mudah bosan. Metode pelaksanan pengabdian dilakukan dengan cara ceramah dan praktek latihan menggunakan metode Whole Brain Teaching dengan rekan sejawat. Tim pengabdian UNISRI memberikan teori dalam bentuk ceramah, memberi contoh penerapan Whole Brain Teaching di kelas, kemudian para guru diminta menirukan dan mempraktekkan penerapan metode tersebut. Hasil dari pengabdian ini diharapkan bahwa kesadaran akan pentingnya penggunaan metode yang tepat dapat meningkat. Para guru dapat menggunakan metode Whole Brain Teaching sebagai salah satu metode alternatif yang dapat diterapkan dikelas.Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Whole Brain Teaching, Taman Kanak-Kanak

Jumanto, Anggit Grahito Wicaksono &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana guru untuk mendapatkan informasi dantambahan pengetahuan tentang penyusunan soal tes. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) guru memiliki kompetensi yang mumpuni dalam penyusunan soal tes kurikulum KTSP; (2) meningkatnya kualitas soal tes yang dibuat guru; dan (3) meningkatnya hasil belajar siswa karena soal tes yang mudah dipahami dan dikerjakan oleh siswa. Tempat pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD Djama’atul Ichwan Program Utama Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Target luaran yang dihasilkan adalah 11 guru dari 15 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Luaran yang dihasilkan berupa Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas, serta publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, guru menjadi lebih memahami dan mengerti tentang kriteria-kriteria penyusunan soal tes kurikulum KTSP yang berkualitas dan baik. Guru menjadi lebih terampil dalam membuat kisi-kisi soal tes dan soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan kaidah penyusunan soal tes ujian tengah semester maupun ujian akhir semester.Kata Kunci: Penyusunan Soal Tes, Evaluasi Pembelajaran, Kurikulum KTSP

Ayu Istiana Sari, Riyani &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Yayasan Alif Smart Surakarta pada 30 Agustus-1 September 2018 yang dihadiri oleh semua Guru KB, TK Yayasan Alif Smart Surakarta yang beralamat di Kadipiro, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah.. Belajar Bahasa inggris bagi anak-anak usia dini sangatlah penting karena masa ini adalah masa keemasan dalam melakukan proses pembelajaran yang efektif. Dalam menjawab tantangan dunia, anak-anak Indonesia sudah seharusnya mempersiapkan diri. Dengan demikian, pendidikan bahasa Inggris yang dimulai sejak dini bukanlah hal yang dapat disepelekan. Pengajaran pendidikan usia dini memiliki banyak manfaat, di antaranya anak-anak dapat belajar dengan lebih efisien dan mendapatkan ilmu pengetahuan lebih melalui aktivitas-aktivitas yang menyenangkan dan menarik. Baik melalui seni peran, musik maupun aktivitas lainnya yang interaktif. Kemudian muatan yang di berikan sejak dini lebih mudah tertanam dibandingkan dengan saat mereka dewasa. Untuk dapat membelajarkan bahasa inggris secara efektif kepada siswa usia dini, guru harus dapat menguasai berbagai metode yang menarik sehingga anak tidak cepat bosan dan materi pelajaran dapat diterima secara maksimal. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk mengenalkan berbagai metode menarik dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini.Kata Kunci: TEYL, Speaking and Listening,

M Hery Yuli Setiawan, Feri Faila Sufa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan orang tua dalam memberikan stimulasi anak untuk mengembangkan potensi anak sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila SufadanM Hery Y.S (2017) menunjukan peran parenting ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Lembaga PAUD. Adanya kegiatan parenting yang terencana dengan baik sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh Lembaga PAUD.Pada Pengabdian ini akan melakukan optimalisasi parenting dalam menggali potensi anak. Guru dan orangtua perlu memiliki kemampuan menggali potensi anak sejak dini. Pada lembaga lembaga PAUD seperti TK, KB, SPS, aspek pengembangan moral agama, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif, pengembangan sosial emosi , pengembangan fisik motorik, dan pengembangan seni menjadi struktur kurikulum yang selalu distimulasi oleh pendidik dalam prose pembelajaran PAUD. Diharapkan apa yang telah dilakukan pendidik dapat dilanjutkan oleh orang tua, sehingga perkembangan anak lebih optimal, karena waktu anak bersama orang tua dan keluarga lebih panjang daripada di sekolah. Karena setiap anak mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda, diharapkan setelah orang tua dan guru dapat mengenali dan mengidentifikasi berbagai minat dan potensi kecerdasan anak, dan memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan anak lebih optimal. . Untuk mencapai tujuan pengabdian maka dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, masih banyak dari orang tua siswa yang belum faham tentang hakikat pendidikan anak usia dini, penting PAUD bagi anak-anak. Para orang tua membawa anak ke lembaga PAUD agar tidak saja bermain di rumah, dan sebagian besar tidak faham akan tujuan PAUD secar umum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa orang tua yang dan guru yang bersama-sama.menjalin komunikasi yang baik dapat mengenali potensi anak nya sehingga stimulasi dapat dilakukan sejak dini dan anak lebih berkembang . Berdasarkan kegiatan pengabdian diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu mengenali potensi yang ada pada diri anak, kemudian peran orang tua dan pendidik dalam memberikan stimulasi yang tepat pada anak sangat pentin untuk mengembangkan potensi anak sejak dini.Kata Kunci: Peran orang tua, Potensi anak,

Fredyarini Soedjiwo, Novena Ade

Pembelajaran bahasa Inggris yang merupakan pelajaran wajib dan harus diikiti dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi sesuai kurikulum yang berlaku di Indosesia saat ini. Persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah sulitnya siswa menerima bahasa kedua yaitu bahasa Inggris dan pendidik yang bukan native speaker, sehingga terkadang pembelajaran yang disampaikan mengalami human error. Dalam mentransformasikan pembelajaran bahasa Inggris melalui media pembelajaran diharapkan mampu mengurangi kebosanan, sulit dalam memahami pembelajaran dan mengurangi human error. Metode dengan menggunakan media sebagai alat transformasi pembelajaran, salah satunya melalui permaianan, slide, dan gambar-gambar yang menarik. Melalui metode tersebut perubahan siswa dalam menerima pembelajaran lebih baik sesuai dengan indikator pada tiap-tiap tingkat pembelajaran. Selain iti siswa bergairah untuk belajar, dapat berinteraksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan dan semangat belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

Rusmayani, Rusmayani; Qosim, Achmad; Kadir, Romadhon Azizi

Kitab kuning sebagai rujukan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Thailand Selatan umumnya menggunakan bahasa Arab dan Melayu yang di tulis dengan tulisan jawi. Hal ini bertolak belakang dengan bahasa yang digunakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka setiap harinya berbahasa melayu yang berbeda dengan buku-buku agama yang dipelajari Bahasa melayu mereka telah sedikit tercampur dengan bahasa Thailand. Pada pendidikan formal dari jenjang sekolah dasar semua pelajaran akademik menggunakan bahasa resmi kerajaan Thailand disatu sisi mereka harus mempelajari buku agama yang berbahasa berbeda. Bahasa inilah yang menjadi kendala mereka dalam mempelajari kitab kuning. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Upaya guru bahasa Arab dalam dalam menumbuhkan pemahaman isi kitab kuning bagi pelajar Ahmadi Wittaya Foundation School, 2) Faktor-faktor penyebab kurang fahamnya pelajar dalam mempelajari kitab kuning dan cara guru mengajar kitab kuning di Ahmadi Wittaya Foundation School. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penilitian yang digunakan yaitu jenis penelitian naturalistik. teknik pengumpulan data mengunakan tekknik Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dalam teknik analisis data menggunakan Reduksi, Penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa 1) upaya yang dilakukan oleh guru bahasa Arab cukup maksimal, adapun metode yang digunakan, Tazwidul Mufrodat, Muthola’ah, Muhaddatsah dan Imla’ telah sesuai dengan kebutuhan dalam membelajarkan pelajar Ahmadi Wittaya Foundation School dalam membantu menumbuhkan pemahaman isi kitab kuning, 2). Penyebab kurang fahamnya Pelajar dalam mempelajari kitab kuning antara lain karena banyaknya bahasa yang dipelajari, kurangnya minat belajar padapelajar, kurangnya fasilitas media pembelajaran di sekolah, dan metode pembelajaran kitab kuning yang terlalu monoton. Cara guru  mengajar kitab kuning dengan menggunakan metode ceramah dan presentasi disetiap dan diakhir pembelajaran bab.

Sugiaryo, Wahyu Rama Dhiana &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kedisiplinansiswa dan pembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpang pada siswakelas XI MAN 1 Surakarta . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XIMAN 1 Surakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 siswa dengan teknikpengambilan sampel menggunakan Random Sampling yaitu sampel random sampling ataucara pengambilan sampel secara undian dimana semua individu dalam populasi baik secarasendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagaianggota sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metodeangket. Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hubungankedisiplinan siswa dan pembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpangsiswa. Uji coba instrument menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan rumusProduct moment dinyatakan valid untuk angket tentang kedisiplinan siswa (X1),pembelajaran pendidikan karakter (X2) dan perilaku menyimpang (Y). Teknik analisis datamenggunakan korelasi product moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada Hubungan kedisiplinan siswa danpembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpang pada siswa kelas XI MAN1 Surakarta tahun 2017/ 2018, dibuktikan dengan nilai F hitung yaitu F = 16,689 > F tabel5% = 3,354.Kata kunci: Kedisiplinan, Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Perilaku Menyimpang