Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 781-800 of 1,154

Analytics

Veny Rosaria Tambunan; Julita Herawati P

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Optimizing the arrangement of the classroom learning environment will be the key to achieving learning objectives so that a meaningful learning pattern is achieved. Building a classroom environment is meant as effective classroom management to support learning, or also known as creating a conducive learning atmosphere. Structuring the classroom environment is defined as the process of coordinating and integrating all sources, both human, facilities and other technical resources to achieve certain goals that have been set. Keywords: structuring the learning environment, learning outcomes, Early Childhood

Desri Elvia Yani; Faridatul Hamdiah; Wanda Asizah; Zaki Triadi Putra; Febrina Dafit

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pogram literasi yang dilaksanakan oleh sekolah mampu untuk meningkatkan minat literasi belajar siswa. Terutama di Kelas IV SDN 020 Pekanbaru, Riau. Sekolah menetapkan program – program literasi yang harus dilaksanakan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan meningkatnya minat belajar siswa dari dilaksanakannya program – program yang telah ditetapkan oleh sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Guru Wali Kelas IV. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitan menunjukkan program yang sudah dilaksanakan mampu meningkatkan minat literasi siswa karena guru wali kelas menggunakan cara – cara yang unik dan sederhana. Upaya untuk mengoptimalisasikan program literasi ini melibatkan orang tua untuk menyokong dan memfasilitasi program literasi ini. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang meningkatkan literasi siswa melalui program yang ditetapkan oleh sekolah dan menjadikan evaluasi bagi sekolah untuk memaksimalkan kekurangan yang terjadi pada program tersebut

Wirata, Resta Betaliani; Sari , Marita Kumala; Listyaningsih, Enik; Saputro, Dwi Nugroho Heri

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja akan mengalami pubertas dan perkembangan kepribadian dimana akan lebih bersifat mandiri, dapat memahami masalah yang dialami serta dapat terlibat didalam suatu kegiatan. Remaja di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta berjumlah 33 remaja. Aktivitas yang dilakukan oleh remaja ini adalah bermain, mengaji dan belajar bersama. Kegiatan lain adalah mengikuti kegiatan posbindu remaja yang telah diadakan walau masih belum rutin. Kegiatan posbindu remaja biasanya diisi dengan pemberian informasi dan materi menarik untuk meningkatkan baik pertumbuhan dan perkembangan remaja. Remaja merupakan kelompok yang unik dengan kebutuhan yang khas, yaitu kebutuhan untuk mengenal identitas/ jati dirinya. Metode yang diterapkan yaitu pre-test, edukasi, dan post-test. Pengabdian dilakukan pada remaja sebanyak 33 orang. Hasil post-test pengetahuan menunjukkan 90,9% remaja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sangat baik dan 9,1% dalam kategori baik. Perlunya pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja untuk meningkatkan perilaku dan level dari kesehatan remaja itu sendiri, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa.

Silvyana Faridatul Mafluhah; Bagus Setiawan

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

Permasalahan kegiatan pembelajaran yakni menurunnya semangat siswa pada mata pelajaran IPS terdeteksi semenjak mereka masuk offline terutama kelas VII di MTsN 1 Trenggalek setelah adanya pembelajaran online daring (dalam jaringan) selama dua tahun, sebagai akibat dari adanya pandemi covid-19. Hal tersebut merupakan alasan adanya penelitian ini. Sebagai bentuk usaha untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian menggunakan model pembelajaran Probing – Prompting  dirasa mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif metode quasi experiment. Peneliti mengambil populasi siswa kelas VII dan mengambil sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan metode Purposif Sampling yakni penentuan sampel berdasarkan alasan dan pertimbangan tertentu. Melalui teknik tersebut sampel penelitian adalah kelas VII-H (kelas eksperimen) dan VII-I (kelas kontrol). Pengumpulan data dengan cara observasi, instrumen (post-test, angket), dokumentasi. Analisis data menggunakan uji pra-syarat untuk mengolah data menggunakan uji T-Tes dan uji Manova. Dengan hasil hipotesis Ha keseluruhan dapat diterima.  

Nurul Hikmah; Irmawanty Irmawanty; Anisa Anisa

Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This type of research is quantitative with a pre-experimental research design in the form of One Group pretest-posttest. This study aims to determine the effectiveness of the guided inquiry learning model by teaching material properties of objects in class V SD Inpres Pare'-pare', in terms of the achievement of mastery of learning outcomes; student activity in participating in learning; and students' responses to the use of inquiry learning models. This study uses two observed variables, namely the independent variable (X) in this study is the learning model, namely the guided inquiry learning model and the dependent variable (Y) in this study is the result of learning science in grade V SD Inpres Pare'-Pare'. The population of this study were fifth grade students of SD Inpres Pare'-Pare'. The sampling technique used is saturated sampling technique, by making the population a sample of 20 students. The research instruments used were learning achievement tests, activity sheets, and response sheets, while the data collection techniques in this study used learning achievement tests, documentation and observation. The data analysis used was descriptive statistical data analysis, activity data analysis and student response data analysis. The results of this study indicate that the average posttest result is 94. As for the percentage of student activity after the use of the guided inquiry learning model is 82% and for the positive response of students to the use of the guided inquiry learning model is 96%. Based on the results of the research above, it can be concluded that the results of research on the use of effective guided inquiry learning models are used in learning science material on the properties of objects in class V SD Inpres Pare'-Pare', Bajeng District, Gowa Regency.

Frisca Anasyaputri; Maryono Maryono; Salis Irvan Fuadi

Methods Demonstration Improving Student Learning Outcomes in grade VIII MTs Ma’arif Kaliwiro. This study aims to determine differences student achievement between the experimental class using a demonstration method and the control class using a conventional method. (2) To find out how much student achievement increased between the experimental class using demonstration method and the control class using a conventional method. This research is a quantitative research with a type of field research namely an experiment with a quasy-experimental design. The sample in this study was taken by simple random sampling technique. The population in this study were all grade VIII strudents of MTs Ma’arif Kaliwiro 2022/2023 academic year. Two classes were taken as samples, one experimental class and the other one control class. The data collection technique in research was in the form of test, namely pretest and posttest aside from that the documentation. Hypothesis testing in this study used the t-test and N-gain test with the help of SPSS.

Mai Sri Lena; Sartono Sartono; Sania Khairanis; Tiara Emilia

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini mengkaji Analisis Dampak Negatif Kecanduan Game Online Terhadap Minat Belajar Siswa Di SD, Yang bertujuan untuk mengetahui Dampak Negatif Kecanduan Game Online Terhadap Minat Belajar Siswa Di SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner G-form yang di share ke orang tua siswa dan guru sekolah dasar. Validitas data ditentukan dengan triangulasi awal, karena hasil yang diperoleh dipergunakan untuk menjelaskan hasil yang terdapat pada penelitian. Teknik analisis data terdiri dari penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, kami dapat menyimpulkan bahwa bahwa adiksi siswa terhadap game online dipengaruhi oleh orang tua, lingkungan, masyarakat, serta internet yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa.  

Rexy Fernanda; Nasrah Nasrah; Anisa Anisa

Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The type of research used is a quasi-quantitative experiment. This experimental research uses a quasi-experimental research design with nonequivalent control group design. This study aims to determine the effect of the Learning Starts With a Question learning model on student learning outcomes in fifth grade science learning at SD Negeri Bontokamase. From the test results, the Pretest value is 0.055 > 0.05 and the Post-test value is 0.073 > 0.05. From these tests, it can be concluded that the Pretest value is greater than 0.05 and the Post-test value is greater than 0.05. The homogeneity test results obtained Sig value α = 0.575, this means that the Sig value is greater than α (0.575 > 0.05) so that it can be concluded that the two groups are homogeneous. the hypothesis results obtained Sig (2.Tailed) = 0.000 meaning that H0 was rejected because Sig (2.Tailed) < α or (0.000 < 0.05). H1 is accepted because Sig (Tailed) > α or (0.575 > 0.05). In the T test analysis, Sig < table or (0.575 < 1.697). ). Based on the results of the study it can be concluded that there is a significant influence between learning taught using the Learning Starts With a Question model and conventional learning on science learning in fifth grade students of SD Negeri Bontokamase.

Yolanda Eunike Trihandayani; Ma’ruf Ma’ruf; Anisa Anisa

Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This type of research is experimental research with a Quasy Experiment approach. The purpose of this study was to analyze the effect of the Make A Match learning model on student learning outcomes in science learning about plant parts and their functions for class IV MI Al-Abrar Makassar City. The total population in this study was 60 students. The sample used in this study was total sampling, namely 34 students in class IV A and 26 students in class IV B. The research design used is the Nonequivalent Control Group, which divides the class into two groups, namely the experimental class and the control class. The research procedure includes pretest, treatment, and posttest. The research instruments were observation sheets and learning achievement tests. Data collection techniques from this study were observation, tests (pretest-posttest) and documentation. The data analysis technique used is descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that the hypothesis test using the t-test. The results of the study obtained tcount = 11.854, ttable = 2.918, so tcount>ttable or 11.854 > 2.918 and the sig (2-tailed) value was obtained 0.00, so 0.00 <0.05 was obtained. So it can be concluded that H0 is rejected, H1 is accepted. Based on the results of the research above, it can be concluded that there is an influence of the Make A Match learning model on student learning outcomes in science learning about plant parts and their functions for class IV MI Al-Abrar Makassar City.

I Wayan Sugianta Nirawana

:  Limitations in komputer network practicum, causing only relying on theory and tests. During the pre-test, there were 8 students whose learning outcomes had not been completed. This study aims to improve student learning outcomes using project-based learning models. The object of this research is students in the 4th semester of komputer education, FKIP, Universitas Mulawarman. The software used in making the project is a Cisco packet tracer with a choice of komputer network projects. The type of research used is classroom action research in the form of projects and tests to get maximum learning outcomes. Learning outcomes are obtained from a combination of project scores and tests from cycle I and cycle II. Based on the research results in cycle I and cycle II, it can be concluded that there is an increase in student learning outcomes through the application of project-based learning. Suggestions for research need to examine other variables such as creativity and learning activities because project-based learning requires a lot of observation of group work in monitoring. in the classroom

Wenny, Syilvia; Dani, Rian; Ermaini, Ermaini

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Kesulitan pembelajar dalam membaca dan memahami teks Bahasa Inggris tidak sebanyak teks Bahasa Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah karena Bahasa Inggris merupakan bahasa asing sehingga pembelajar sulit mengerti teks Bahasa Inggris. Kemudian, pada proses belajar memahami teks Bahasa Inggris, kebanyakan mahasiswa lebih mudah merasa bosan ketika menghadapi teks Bahasa Inggris, karena mereka menganggap mereka harus mengetahui arti per kata dalam teks tersebut. Lalu, kemampuan teknologi yang memanjakan mereka untuk memahami teks Bahasa Inggris juga mampu membuat mereka malas untuk mengasah keterampilan membaca. Ditambah lagi, metode klasik yang dipakai pendidik dalam mengajarkan keterampilan membaca seperti terlalu fokus pada pelafalan, terjemahan perkata, dan lain-lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, metode Cooperative Learning pada model Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) menjadi solusinya. Tujuan dari ini pelatihan ini untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar mahasiswa dalam membaca keterampilan pemahaman, setelah menerapkan model CIRC. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa CIRC dapat meningkatkan belajar mahasiswa, hasil, terutama keterampilan membaca pemahaman yang terlihat pada akhir masing-masing kegiatan.

Annisa Ramadhani; Fitri Khoiroh Sayidah Harahap; Miftahul Jannah; Nurhafizah Nurhafizah; Tiara Ramadhani

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Pendidikan merupakan salah satu usaha untuk menjadikan manusia menjadi lebih baik, dengan cara mengikuti proses pembelajaran yang menekankan pada peningkatan kemampuan siswa untuk menjadi pribadi yang memiliki pemahaman yang luas dan mumpuni. Salah satu aspek yang dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman yaitu melalui membaca. “Banyak Baca, Banyak Tahu” merupakan salah satu slogan mengenai pentingnya membaca. Proses pembelajaran yang sukses harus menggunakan strategi yang relevan guna untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran membaca lanjutan di kelas tinggiguna untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Dalam proses penelitian ini menggunakan metode pendekatan rasional yang disusun berdasarkan hasil observasi studi pustaka. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi yang baik dan relevan pada pembelajaran membaca lanjutan di kelas tinggi dapat mempengaruhi efektivitas serta dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa.

Devi Novita Sari; Zulfani Sesmiarni; Arifmiboy Arifmiboy; Junaidi Junaidi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The background of this research is on the subject of Islamic Religious Education that teachers still rarely use the discovery learning learning model in learning so that students are not effective in participating in the learning process and when students are given assignments by the teacher, almost all students in class VII cannot do the assignments given, so symptoms or phenomena are found, especially in subjects Islamic Religious Education, namely the learning outcomes of class VII students are still relatively low and have not yet reached the minimum completeness criteria (KKM) set at SMP N 1 JUJUHAN, namely 75. The purpose of this research is to find out whether student learning outcomes have increased by applying the discovery learning model to the eyes Islamic religious education lessons. This research is a Class Action Research (CAR) which is carried out in two cycles, with each cycle consisting of planning, implementing actions, observing and reflecting. The subjects of this study were class VII students of SMP N 1 JUJUHAN, Jujuhan Ilir District, Bungo Regency, Jambi, even semester of the 2021/2022 academic year, which consisted of 15 male students and 5 female students. In collecting data the author uses the method of observation, learning achievement tests, and documentation. The data analysis technique used is descriptive data analysis, where the data is analyzed qualitatively and quantitatively in the form of percentages. The results of this study are that the application of discovery learning learning models can improve student learning outcomes in the material Al-Khulafaur Ar Rasyidun The Successor of the Struggle of the Prophet Muhammad. Before the action, it was known that 8 students had completed with 40% classical completeness, in cycle I, 12 students had completed with 60% classical completeness, in cycle II, 18 students had completed with 90% classical completeness. Thus it can be concluded that by applying the discovery learning model it can improve student PAI results at SMP N 1 JUJUHAN.

Nur Angriani; Haerul Syam; Andi Ardillah Wahyudi

This type of research is class action research (Class Action Research) which consists of two cycles where each cycle is held in three meetings. This research was conducted at SD Negeri Kaluku Bodoa. The research instruments used in this study were observation, learning achievement tests and documentation. The results showed that in the first cycle, out of 31 students, only 21 students or 67.7% met the minimum completeness criteria (KKM) or were in the low category with an average score of 78.2, while in cycle II where out of 31 students there are 30 students or 97% have met the minimum completeness criteria (KKM) with an average value obtained of 87.1 or are in the good category.

Siti Rahmawati Kahar

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini menekankan pada penggunaan edmodo sebagai salah satu bentuk aktifitas pembelajaran bahasa berbasis komputer (CALL activity), menginvestigasi pengaruhnya terhadap keinginan berkomunikasi (willingness to communicate/WTC dalam belajar bahasa inggris. Tujuan penelitian ini ada dua, satu sisi penelitian ini mencoba untuk menguji pengaruh edmodo terhadap keinginan siswa berkomunikasi (students’WTC) dan disisi lain penelitian ini mencoba untuk menemukan aktifitas-aktifitas pembelajaran yang terbaik yang dapat mempengarui keinginan siswa berkomunikasi (students’ WTC). Jumlah total partispan meliputi 27 siswa SMKN 4 Kendari. Dalam pengambilan sample, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Instrument pengumpulan data terdiri atas close dan open ended kuesioner. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode campuran. Data kuantitatif berasal dari close ended kuesioner, sementara open ended kuesioner digunakan sebagai data kualitatif. Paired sample t - test digunakan untuk mencari pengaruh edmodo terhadap keinginan siswa berkomunikasi (students'WTC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan edmodo terhadap  keinginan siswa berkomunikasi (students'WTC sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan. Hal ini berbeda dengan hasil open ended kuesioner yang menunjukkan bahwa edmodo dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap keinginan mereka berkomunikasi. Perbedaan hasil ini dipengaruh oleh beberapa faktor yaitu persepsi siswa terhadap edmodo, teknologi, karakteristik keterampilan bahasa dan rancangan kegiatan pembelajaran. 

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Sinaga, Filemon; Bezaleel, Michael; Prestiliano, Jasson

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak –Bagi semua anak, komunikasi dan interaksi merupakan fondasi penting untuk belajar dan berkembang tidak terkecuali bagi anak penyandang autis. Anak penyandang autis memiliki gangguan perkembangan neurobiologis yang menghambat proses interaksi, komunikasi, emosi dan kemampuan berperilaku yang tidak bisa disembuhkan namun bisa diterapi. Salah satu metode terapi yang umum digunakan adalah terapi visual. Terapi visual dapat membantu perkembangan komunikasi anak melalui gambar, akan tetapi mengingat alat terapi yang tergolong mahal menjadi masalah bagi orangtua dengan keadaan ekonomi yang sulit. Oleh karena itu, dilakukanlah perancangan video motion graphic sebagai media terapi bagi anak penyandang autis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data berupa wawancara kepada SDLB Talenta Kids Salatiga dan orangtua serta observasi kepada anak penyandang autis. Hasil dari penelitian ini adalah video motion graphic sebagai alat bantu terapi komunikasi bagi anak autis yang terdiri atas 4 level terapi.

Angelina Dea Miranda; Agung Setyawan

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Penelitian yang berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning pada Siswa Kelas III SD Negeri III Bluluk” bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pecahan melalui model pembelajaran contextual teaching learning pada siswa kelas III SD Negeri III Bluluk. Penelitian ini disusun melalui metode penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan wawancara, dan tes. Dengan tindakan yang dilakukan oleh peneliti menggunakan model CTL, pada siklus 1 rata-rata nilai adalah 57,9. Kemudian peneliti melakukan perbaikan pada siklus 2, dan diperoleh rata-rata nilai 82. Dapat disimpulkan bahwa peneliti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pecahan siswa kelas III SD Negeri III Bluluk..  

Indah Wulandari; Agung Setyawan

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui model pembelajaran picture and picture. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa. Hasil analisa data bahwa: 1) perencanaan pepmbelajaran seperti menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, mengembangkan dan mengorganisasikan media pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, dan menyiapkan alat penilaian rencana pembelajaran, 2) langkah pembelajaran antara lain: melakukan pembelajaran, melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, 3) peningkatan kemampuan dengan indikator : menyebutkan angka 1-10, menunjukkan angka 1-10, dan mengurutkan angka 1-10 dalam mengenal konsep bilangan dan lambang bilangan pada siswa kelas 1 dengan menggunakan model picture and picture di SD Negeri Keleyan 1 Desa Socah yaitu siswa mengenal lambang bilangan 1-10 mencapai 85%.  

Richa Alfina Maulidiyah

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Penelitian yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Materi Satuan Panjang Melalui Media Pembelajaran Tangga Pintar Satuan Panjang Pada Kelas IV SDN Kuluran” ini bertujuan untuk mengetahui apakah media pembelajaran tangga pintar satuan panjang ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika materi satuan panjang. Penelitian ini disusun melalui metode penelitian tindakan kelas, subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Kulur an yang terdiri dari 13 siswa. Pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan wawancara.