Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 741-760 of 980

Analytics

Muhamad Ali Nursalim

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Model pembelajaran Complete Sentence secara sederhana dapat diartikan sebagai model pembelajaran yang dilakukan dengan cara berdiskusi kelompok dimana setiap kelompok diberikan lembar kerja yang berisi paragraf yang belum lengkap kalimatnya yang akan diisi oleh peserta didik. Indikator keberhasilan peningkatan pembelajaran peserta didik pada penelitian ini dilihat dari 75% peserta didik tuntas KKM (dengan nilai 75). Hasil penelitian yang didapat dari data tes memperlihatkan bahwa pada prasiklus terdapat 44% (14 orang) peserta didik tuntas KKM. Pada siklus I terdapat 63% (20 orang) peserta didik tuntas KKM sehingga siklus dilanjutkan. Kemudian pada siklus II terdapat 81% (26 orang) peserta didik tuntas KKM sehingga siklus dihentikan. Data tersebut memperlihatkan terjadi peningkatan dari prasiklus sampai siklus II. Keberhasilan penelitian sesuai dengan indikator keberhasilan didapat saat siklus II, yaitu 81% peserta didik tuntas KKM. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik di setiap siklus mengalami kenaikan. Pada prasiklus nilai rata-rata peserta didik adalah 70,3 atau di bawah KKM. Pada siklus I nilai rata-rata peserta didik adalah 74,4 atau di atas KKM. Pada siklus II nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 77,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Complete Sentence berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII-F MTsN 8 Sleman pada pelajaran Bahasa Indonesia materi Teks Berita semester gasal tahun pelajaran 2019/2020.

Sapitri, Herlinda; Lasari, Yufi Latmini

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This research is a Classroom Action Research (CAR) which was carried out at SD Negeri 06 Batusangkar City with a total of 25 people, namely 13 boys and 12 girls. The research was conducted with the aim that the learning outcomes of fourth grade students at SDN 06 Batusangkar City would increase with the help of the Picture and Picture model, with 2 cycles of implementation. Collecting data using teacher and student observation sheets using tests in the form of questions. Cycle I obtained student learning outcomes and a percentage of 52% with an average score obtained from the total student learning outcomes of 74.8 (less). With the number of students who have completed as many as 13 people, and 12 others have not completed. Regarding the presentation in cycle II, it increased by 80% with an average score of 82 (good) with 20 students who completed and 5 students who had not completed. Regarding the observation of teacher activity in the first cycle by obtaining a score of 75 and in the second cycle a score of 88 was obtained. While the results of observations that were made regarding student activity in the first cycle obtained a score of 74.28 and in the second cycle it became better by obtaining a score of 82.85 . Thus the use of the Picture and Picture learning model can improve student learning outcomes from before.

Maria Anastasia Neto

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran IPS di kelas IV yang selama ini dilakukan guru merupakan cara pembelajaran yang konvensional. Selama pembelajaran berlangsung guru memegang otoritas penuh, sedangkan siswa hanya pasif saja. Dengan pembelajaran yang seperti itu menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti merasa perlu mengadakan perbaikan pembelajaran IPS dengan menggunakan media gambar sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPS  tentang Sumber Daya Alam pada siswa kelas IV SDI Waioti. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDI Waioti Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka dengan jumlah siswa 24 yang terdiri 14 siswa laki-lakidan 10 siswa perempuan. Berdasarkan hasil belajar siswa pada pra siklus  terdapat 21 siswa yang belum memenuhi Kriteria Kelulusan Minimal ( KKM ), persentase ketidaktuntasan belajar 87,5 %. Pada Siklus I terdapat 13 siswa yang belum memenuhi Kriteria Kelulusan Minimal ( KKM ), prosentase ketidaktuntasan belajar 54,16 % sedangkan pada siklus II terdapat 1 siswa yang belum memenuhi Kriteria Kelulusan Minimal ( KKM ) prosentase ketidaktuntasan belajar 4,16 %. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada guru kelas IV agar menggunakan media gambar dalam pembelajaran IPS di kelas, sehingga dalam pembelajaran IPS siswa lebih aktif belajar dan hasil belajar siswapun meningkat.

Rismatul Amaliyah; Nurhidayati; Titi Anjarini

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas V di SD Negeri 1 Waluyorejo menunjukkan bahwa kemampuan berfikir kritis peserta didik masih rendah dalam pembelajaran tematik. Oleh sebab itu, perlu dibutuhkan alternatif medel pembalajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir ktitis peserta didik dalam pembelajaran tematik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemempuan berfikir kritis pada pelajaran tematik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) pada siswa kelas V SD. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan siswa kelas V yang berjumlah 19 orang siswa. Pengumpulan data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes hasil belajar, metode analisis data dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar mata pelajaran tematik melalui penerapan model pembelajaran Problem based instruction (PBI) pada siswa kelas V hasil peneliitian menunjukkan bahwa kemampuan berfikir kritis dapat meningkat dari siklus ke siklus. Pada pra siklus 15,8%, siklus I 52,65%, siklus II 89,45 sehingga dikategori "sangat kritis". Sehingga penerapan model Problem Based Instruction bisa menjadi alternatif dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis peserta didik di sekolah dasar.

Nursam Nursam

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran al-Qur’an Hadits Materi Mad Zila, Mad Badal, Mad Tamkin dan Mad Farqi di kelas VIII MTs. Politani Maccirinnae Jengeng menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit oleh peserta didik. Hasil ulangan harian rata-rata nilainya di bawah standar ketuntasan, dimana dari 23 peserta didik yang nilainya diatas KKM 70 hanya sekitar 30%. Oleh karena itu guru al-Qur’an Hadits harus berupaya untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam penerapan metode reading aloud pada pembelajaran al-Qur’an siswa kelas VIII MTs. Politani Maccirinnae Jengeng, serta untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan membaca al-Qur’an siswa kelas VIII MTs. Politani Maccirinnae Jengeng setelah menggunakan metode reading aloud. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi dan tes kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualifikasi aktivitas guru pada siklus I dikategorikan “baik ”, dengan nilai 80,35 dan pada siklus II meningkat menjadi ”baik sekali” dengan nilai rata-rata 94,64. Adapun kualifikasi aktivitas siswa pada siklus I masih kurang baik atau belum maksimal , karena baru mencapai 69,56. Sedangkan pada siklus II, aktivitas siswa sudah ada peningkatan menjadi baik dengan nilai rata-rata 84,23. (2) Penerapan metode reading aloud dapat meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an. Hal ini dibuktikan bahwa ada peningkatan pada ketuntasan hasil belajar siswa, yaitu pada siklus I nilai rata-rata 66,30 dan pada siklus II meningkat menjadi 80,43. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode reading aload dalam pembelajaran al Quran Hadits materi Madzilah, Mad Badal, Mad Tamkin dan Mad Farqi dapat meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an dan antusiasme siswa dalam belajar.

Kustiana dewi

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar belakang penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun Kelompok B2 di TK Intan Permai masih tergolong rendah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah guru kurang memaksimalkan penggunaan loose part, keaktifan belajar anak ada pada kategori kurang. Hal ini disebabkan selama pembelajaran guru kurang dapat memberikan stimulasi secara tepat terhadap arah perkembangan kognitif khususnya pada aspek pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran inkuirui berbasis steam dan loose parts dapat meningkatkan  kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun di TK Intan Permai Desa Batursari Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Penelitian ini adalah penelitian tindakan dengan metode Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu (rencana, tindakan, observasi dan refleksi). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus masing-masing siklus sebanyak 3 pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan deskripsi statistik untuk membandingkan pra siklus sampai siklus II. Tahap tahap analisis kualitatif adalah reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pemecahan masalah melalui Penerapan Pembelajaran Inkuiri Berbasis Steam dan Loose Parts dengan skor pada pra siklus 22,4 meningkat menjadi 42,9 pada siklus I, dan mengalami peningkatan sebesar 69,8 pada siklus II dengan kategori berkembang sangat baik.

Fierda Nursitasari Amaliya; Achmad Taufiq; I Made Suardana

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar, peran dan fungsi pemanfaatan perpustakaan, serta faktor pendukung dan penghambat pemanfaatan perpustakaan di SD Anak Saleh Kota Malang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pustakawan, guru kelas I-VI, dan siswa kelas I-VI. Hasil analisis menyimpulkan bahwa pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar sudah berjalan dengan baik. Secara khusus Perpustakaan Sekolah telah memenuhi tiga aspek fungsi perpustakaan yaitu Perpustakaan sebagai tempat pendidikan, informasi dan rekreasi. Pemanfaatan perpustakaan sekolah yang maksimal didukung oleh fasilitas yang tersedia dengan baik, minat baca siswa yang tinggi dan sumber bacaan yang beragam. Berdasarkan hasil penelitian ini pihak sekolah disarankan untuk membentuk tim perpustakaan dan bagi pustakawan khususnya memperbanyak koleksi buku yang sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.

Ayu Sri Astuti; Dini Rakhmawati; Argo Widiharto

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi siswa yang tidak disiplin dalam belajar di sekolah ditunjukkan dengan meninggalkan kelas saat jam pelajaran, siswa gaduh dikelas, banyak siswa yang tidak mengerjakan tugas disekolah, dan siswa melanggar tata tertib. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian true experimental dengan model matched grups desaigns. Populasi penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Simo dengan jumlah 147 siswa. Sampel diambil 16 siswa yang kedisiplinan belajar rendah. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang dipergunakan adalah skala kedisiplinan belajar siswa. Analisis yang digunakan untuk menguji validitas instrument adalah korelasi antara butir dan skor yang dikerjakan dengan korelasi Product Moment sedangkan untuk menguji reliabilitas dengan bantuan program komputer SPSS 22,0 for windows. Hasil pretest mengenai skala kedisiplinan belajar dapat diketahui terdapat 7 siswa pada kategori rendah, 1 siswa pada kategori sangat rendah. Hasil posttest skala kedisiplinan belajar dapat diketahui terdapat 7 siswa pada kategori tinggi, 1 siswa pada kategori rendah. Hasil uji Independent Sampel Test nilai sig. 0.002 < 0.05, hipoteses layanan konseling kelompok melalui pendekatan behavior berpengaruh meningkatkan kedisiplinan belajar siswa memiliki perbedaan yang signifikan. Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa layanan konseling kelompok melalui pendekatan behavior efektif untuk mengurangi disiplin belajar siswa.

Geza Mahesa Putra; Marsofiyati; Suherdi

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada salah satu Instansi X khususnya pegawai PPPK yang bertujuan untuk mengetahui penerapan motivasi kerja dan upaya meningkatkan motivasi kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Teknik pengumpulan data yang digunakan studi pustaka, wawancara, dan observasi. Kemudian teknik keabsahan data dengan metode triangulasi teknik dan triangulasi sumber serta metode interaktif untuk teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan keseimpulan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menemukan bahwa penerapan motivasi kerja pegawai PPPK masih terdapatnya kendala seperti kurangnya pelatihan, terbatasnya fasilitas, dan sebagainya. Dalam upaya meningkatkan motivasi kerja masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik sebab terdapatnya faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seperti masih identik dengan maskulintas sehingga wanita tidak belajar dengan maksimal, kurangnya pengakuan atas kinerja, kurangnya pengamatan, perhatian dari atasan, terdapat hambatan yang berasal dari lingkungan keluarga, dan lainnya.Dengan adanya motivasi kerja yang tinggi pekerjaan atau kinerja juga ikut meningkat sehingga pekerjaan yang dikerjakan juga ikut meningkat.

Wanda Amalia; Afrinaldi; Iswantir M; Linda Yarni

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil pengamatan peneliti yaitu rendahnya self efficacy dalam penyelesaian tugas sekolah siswa di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Kota Bukittinggi. Dari observasi yang peneliti lakukan, ada beberapa siswa yang tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki seperti minder dengan siswa lainnya yang memiliki prestasi lebih tinggi di dalam kelas padahal siswa tersebut mampu, akibat dari ketidak yakinan diri tersebut menyebabkan siswa malas untuk mengerjakan penyelesaian tugas sekolah yang diberikan oleh guru. Self Efficacy  adalah keyakinan diri seseorang terhadap kemampuan dirinya sendiri bahwa ia mampu untuk melakukan sesuatu atau mengatasi sesuatu. Penyelesaian tugas sekolah adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar dirumah. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui Hubungan Self Efficacy Siswa dengan Penyelesaian Tugas Sekolah di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuanititatif korelasional. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas 6 yang berjumlah 15 orang. Dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, maka sampel penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas 6 di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Kota Bukittinggi sebanyak 15 orang dengan jenis kelamin perempuan ada 7 orang dan laki-laki berjumlah 8 orang. Dalam penelitian ini digunakan instrument yaitu angket, yang terdiri dari angket self efficacy dan angket penyelesaian tugas sekolah dengan menggunakan skala Gutman. Teknik pengolahan data mencari mean, range, % skor dan standart deviation, sedangkan uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linearitas, sedangkan untuk pengujian hipotesis mencari Product Moment yang mensyaratkan hipotesis diterima apabila r_hitung lebih besar dari r_tabel. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan penyelesaian tugas sekolah pada siswa di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Bukittinggi. Dengan dilakukan perhitungan hasilnya dapat diketahui bahwa taraf signifikan antara variabel self efficacy (X) dengan penyelesaian tugas sekolah (Y) siswa adalah r_hitusng = 0,931 lebih besar dari r_tabel = 0,514, maka hipotesis diterima yang menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan penyelesaian tugas sekolah, itu berarti Ha diterima sedangkan H0 ditolak. Dengan derajat hubungan sangat kuat dan hubungan yang positif.

Daud Agripa Lamma; Nofrida Banik; Melki PulingTang

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

penelitian tugas di kecamatan lembur. Menanamkan konsp dasar penjumlahan dan pengurangan pecahandi kelas 4 siswa SD INPRES Alemba dilaksanakan dengan tujun untuk mengetahui sejau mana pengetahuan siswa tentang pecahan, apakah penyebutnya sama atau penyebutnya berbeda. Kegiatan ini menawarkan penanamn konsep dasar perkalian sebgai acuan dalam memahami pecahan. Dalam tugas ini ditemukan adanya peningkatan pemahaman matematika siswa kususnya pecahan pada pecahan sederhana, sedangkan pada pecahan yang penyebutnya tida sama perlu ditekankan pada siswa untuk belajar lebih giat. Faktor penyebap kesulitan dalam menyelesaikan pecahan berdasarkan hasil wawancara dengan walikelas 4 secara umum meliputi minat dan motifasi, faktor guru, faktor lingkungan, sarana prasarana, dan perluhnya kedisiplinan dalam kegiatan belajar mengajar, sebagian siswa 4 SD INPRES Alemba masih kesulitan dalam menghafl perkalian 1-10. Hal ini menyulitkan siswa. Hal ini menyulikan mereka pada bagian menyamakan pecahan dan penyebut berbeda. Peneliti menawarkan guru dalam bidang studi yang mereka butuhkan perkuat dasar-dasar sebelumnya membhas materi pecahan. PKM penanaman konsep dasar penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa-siswi kelas 4   SD INPRES Alemba dilakukan dengan tujuan mencaritahu sejauh mana pengetahuan  siswa-siswi terhadap materi pecahan baik yang penyebutnya sama atau pun yang penyebutnya berbeda. Kegiatan ini menawarkan penanaman konsep dasar perkalian sebagai acuan dalam memahami pecahan. Dalam tugas ini didapati bahwa ada peningkatan pemahaman siswa-sisw iterhadap materi matematika khususnya pecahan dalam pecahan sederhana sementara dalam pecahan yang penyebutnya tidak  sama  perlu dilakukan penekanan kepada siswa-siswi untuk lebih giat belajar lagi. Faktor penyebab kesulitan dalam menyelesaikan soal pecahan sederhana berdasarkan hasil wawancara dengan guru wali kelas IV secara umum meliputi minat dan motivasi, faktor guru, faktor lingkungan, faktor sarana prasarana,  dan perlu adanya kedisiplinan pada saat kegiatan belajar mengajar. Para siswa-siswi kelas IV SD INPRES Alemba sebagian masih sulit menghafal perkalian dari 1 sampai perkalian 10.Hal ini menyulitkan siswa-siswi. Hal ini membuat merekasulit pada bagian menyamakan ‘ pecahan yang penyebutnya berbeda’ Peneliti menawarkan ke guru bidang studi agar perlu adanya penguatan  dasar perkalian sebelum membahas materi pecahan.

Asmuri Asmuri; Moh Gufron

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah di aspek pendidikan, pandemi Covid-19 ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pelaksanaan pembelajaran di Indonesia yang harus dilakukan secara online atau jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Gondang tepatnya pada kelas IX. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian fenomenologi, yang mendeskripsikan segala bentuk tindakan dan juga fenomena yang dilakukan oleh subjek yang diteliti dalam pelaksanaan pembelajaran daring, Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di SMP Negeri 2 Gondang kelas IX sudah terlaksana cukup baik, peserta didik dan guru sudah memiliki peralatan dasar yang diperlukan, hal itu menggambarkan kesiapan pelaksanaan pembelajaran daring. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring, guru menerapkan RPP dan melaksanakan pembelajaran dengan baik yaitu menggunakan media pembelajaran, strategi, metode dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan peserta didik. Pembelajaran online fleksibel dalam pelaksanaannya dan dapat mendorong guru untuk mengajar lebih kreatif, dan siswa juga harus mandiri dan termotivasi untuk belajar lebih aktif.

Rizqie Dwiyanti Ayuningtias; Agus Ahmad Wakih; Winarti Dwi Febriani

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Latar belakang penelitian ini yaitu, rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajar 4 gerakan tari kupu-kupu di kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan keterampilan 4 gerakan tari kupu-kupu dengan menggunakan video learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sesuai dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari perncanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi dalam setiap siklus. Bahasan penelitian ini menggunakan video learning dalam proses pembelajaran 4 gerakan tari kupu-kupu yang dilakukan tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar peserta didik pada pembelajaran 4 gerakan tari kupu-kupu menggunakan video learning di kelas I SDN 3 Tugu Tasikmalya mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan tersebut sebelum menggunakan video learning (Pra tindakan) memperoleh nilai rata-rata 63,5 dengan presentase 15%  kategori “kurang” Setelah menggunaan video learning pada siklus I memperoleh nilai rata-rata  68,5 dengan presentase 44% kategori “kurang” Kemudia pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 80,5 dengan presentase 81% kategori “baik”.

Maria Anselmi Reneldis

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Kelayakan mengajar tidak cukup hanya diukur berdasarkan pendidikan formal tetapi juga harus diukur berdasarkan bagaimana kemampuan guru dalam mengajar dan sesi penguasaan materi, menguasai, memilih dan menggunakan metode, media serta evaluasi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah Peningkatan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar melalui Supervisi Akademis di SDN XXXIX Hubing Tahun Pelajaran 2020/2021. Efektivitas penerapan supervisi akademis kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar di SDN XXXIX Hubing Timur tahun pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah melalui penerapan supervisi akademis Kepala Sekolah meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan/observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Peningkatan kinerja guru oleh Kepala Sekolah melalui melalui supervisi akademis Kepala Sekolah ini menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putarannya. (2) Aktivitas kepala sekolah menunjukan bahwa kegiatan pembinaan melalui melalui supervisi akademis Kepala Sekolah bermanfaat dan dapat membantu guru untuk lebih mudah memahami konsep peran dan fungsi guru sehingga kinerja guru dapat meningkat.    

Tri Wahyuni; Asep Purwo Yudi Utomo; Indah Fitrianingrum; Hesti Ambarwati

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Pembelajaran merupakan proses membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebuah pembelajaran tentu perlu dilengkapi dengan evaluasi pendidikan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Kini penilaian berbasis teknologi sudah muncul untuk memberikan kemudahan pada pendidik dalam menilai progres belajar. Pendidik dapat memilih salah satu diantara berbagai media untuk mengganti asesmen berbasis kertas yang sebelumnya sering digunakan dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti ingin mengkaji lebih lanjut mengenai asesmen berbasis teknologi dalam pembelajaran teks eksplanasi menggunakan media Edulatic. Alasan pemilihan media Edulastic karena penelitian yang berkaitan dengan implementasi media ini masih terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Edulastic dapat digunakan sebagai media untuk menyajikan instrumen asesmen dalam pembelajaran. Edulastic membantu guru mempercepat proses penilaian siswa karena hasil dapat langsung diperoleh saat siswa selesai mengerjakan tes dan  mengidentifikasi langsung kesulitan. Hal ini dapat dijadikan dasar untuk menentukan tindak lanjut terhadap proses pembelajaran.    

Martina Puspita Rakhmi; Asep Purwo Yudi Utomo; Sab’ah Ashfiya Adiratna Salim Putri; Wildan Ghufron

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi peserta didik di Indonesia pada uji PISA. Guru yang belum mampu menerapkan metode dan strategi belajar dengan tepat karena tidak dilakukannya asesmen diagnostik. Asesmen diagnostik belum menjadi kebutuhan mendesak untuk mendiagnosis karakteristik peserta didik. Asesmen ini juga dianggap cukup menyita waktu terkait pemerolehan dan pengolahan data. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi pendidikan yang dapat mengakselerasi upaya penyelenggaraan asesmen diagnostik. Pemanfaatan teknologi yang dimaksud adalah Google Form. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi teknik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada empat tahap pemanfaatan Google Form, yaitu perencanaan, pembuatan, penyebaran, dan pengelolaan data. Google Form memiliki kelebihan dalam hal kemudahan pengoperasian, penyebaran, pengolahan data, dan aksesibilitas. Google Form menjadi pilihan yang sangat tepat bagi guru untuk melakukan asesmen diagnostik, sebab keefektivan dan keefisiensian penggunaannya.      

Mita Bagou; Rona Febriona; Haslinda Damasyah

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Lansia akan mengalami kemunduran secara fisik dan psikis. Masalah yang sering ditemukan biasanya pada masalah kognitf. Gangguan kognitif menyebabkan ketidakmampuan dalam fungsi sehari-hari dan cenderung terjadi gangguan keseimbangan., Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Kemampuan Kognitif Dengan Keseimbangan Tubuh Lansia Di Desa Tenggela. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian surveri analitik. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia yang berada di desa tenggela. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil uji analisis Chi-Square diperoleh nilai p value 0.009 lebih kecil dari nilai 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima atau ada hubungan antara Kemampuan Kognitif Dengan Keseimbangan Tubuh pada lansia di Desa Tenggela. Disarankan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam proses kegiatan belajar mengajar serta referensi dan bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya mengenai hubungan kemampuan kognitif dengan keseimbangan tubuh pada lansia di Desa Tenggela.    

Meylani Pristiwati Sitorus; Dewi Kurnia Putri; Sekani Niriyah

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perubahan proses belajar dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi menuai berbagai macam respon pada mahasiswa, salah satunya adalah stres. Stres yang dialami dapat mempengaruhi hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa STIKes Hang Tuah Pekanbaru saat menjalani pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa/i program studi sarjana keperawatan yang berjumlah 242 mahasiswa dan dipilih 151 mahasiswa dengan propotionate random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner DASS-42. Hasil penelitian yang dilakukan di STIKes Hang Tuah diketahui bahwa mahasiswa memiliki tingkat stres berat yaitu sebesar 17,2% stres berat dan 11,9% stres sedang, kemudian pada penelitian ini umur rata-rata responden adalah 20 tahun, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, dengan karakteristik responden berdasarkan tempat tinggal, mayoritas responden tinggal dengan orang tua, serta lokasi tempat tinggal mayoritas berada di luar Kota Pekanbaru. Dari hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa dengan kondisi tingkat stres sedang dan berat untuk melakukan konsultasi dengan dosen pengampu atau ahli agar dapat beradaptasi dalam menghadapi situasi dan kondisi yang dapat menyebabkan stres.    

Poni Lestari; Corry Yohana; Maulana Amirul Adha

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

The purpose of this study was to determine the influence of learning facilities, learning motivation, and learning discipline on the learning outcomes of class XI OTKP public relations subjects of SMK Negeri in West Jakarta. The population in this study is SMKN which has an OTKP major in West Jakarta. The sample in this study was 133 students, this number was obtained from calculations based on the tables of Isaac and Michael. The sampling technique uses the propotional random sampling method. The data collection in this study is secondary data using a questionnaire based on a likert scale for independent variables while for dependent variables using secondary data obtained from the school that is used as the research site in the form of the results of the odd midterm assessment value 2021/2022. The test results using SMARTPLS show: (1) there is an influence between learning facilities on learning outcomes, (2) there is an influence between learning motivation on learning outcomes, (3) there is an influence between learning disciplines on learning outcomes.

Yasmin Auliani; Laela Apri Liani

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Keberhasilan pembelajaran tidak terlepas dari penggunaan metode yang tepat. Metode pengajaran salah satu cara seorang guru menjelaskan materi yang diajarkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Masalah dalam penelitian ini adalah belum optimalnya hasil proses belajar siswa. Hal ini didukung oleh hasil evaluasi siswa yang tidak memenuhi syarat minimum perolehan nilai (KKM) di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami implikasi metode tanya jawab terhadap hasil belajar siswa. Tanya jawab adalah metode pengajaran yang meminta siswa untuk menuliskan pertanyaan mereka dalam bentuk rencana pelajaran. Hal ini juga akan berdampak buruk pada motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Pengamatan sementara penulis masih banyak siswa yang kurang berperan aktif, tidak berinisiatif, serta kurangnya rasa percaya diri, yang menjadikan kenyataan ini menjadikan aktifitas pembelajaran hanya didominasi oleh guru. Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran PAI. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi observasional dengan Teknik pengumpulan data melalui pengamatan disertai dengan pencatatan-pencatatan hasil pengamatan objek sasaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran tanya jawab dapat meningkatkan nilai siswa PAI kelas X SMK Karya Guna 1 Bekasi dan menguatkan hipotesis. Kesimpulan penelitian ini dapat menjadi panduan untuk memilih dan menggunakan strategi instruksional yang ditujukan untuk meningkatkan standar pendidikan.