Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 5301-5320 of 23,354

Analytics

Helda Marlin Ala; Yudith Febrianty Lerrich

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2025 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Empowerment is an effort to enhance the capabilities of individuals or groups so that they can perform tasks and responsibilities according to performance demands. Empowerment aims to help them meet basic needs, access productive resources, increase income, and participate in development. In the modern context, women are not only acting as housewives but also contributing in social and economic fields, working outside the home to support household expenses and improve family status. This shifts the role of women from the domestic sector to the public. Housewives have significant responsibilities in managing the household and ensuring family nutrition, which is crucial for achieving optimal health. Bananas, as a tropical fruit with high economic value, offer many health benefits, including preventing blood sugar spikes, improving digestion, supporting diet programs, and having various other benefits that are not widely known by the public.

Crespany, Vinsensia Yulisa; Imelda, Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis telah menarik perhatian besar di seluruh dunia. Gereja juga telah menyerukan tindakan nyata. Melalui ensiklik yang ditulis oleh Paus Fransiskus, disampaikan ajakan untuk melakukan transformasi positif sebagai tanggapan terhadap krisis ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Gereja sebagai agen transformasi serta mengimplementasikan pemahaman atas Laudato si’ dalam tindakan konkret. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menelaah dokumen Gereja seperti Laudato si’ dan data sekunder lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gereja merupakan agen transformasi ekologis yang memiliki peran penting dalam memajukan kesejahteraan ekologis. Dalam Laudato si’, terdapat tiga aspek yang membentuk implikasi peran Gereja: pertobatan ekologis, liturgi, dan pendidikan iman, yang menumbuhkan kesadaran ekologis serta solidaritas terhadap para korban krisis ekologis. Gereja tidak hanya menjadi pembawa pesan, tetapi juga secara aktif berperan sebagai penggerak perubahan berkelanjutan.

Mihit, Yohanes

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji muatan pedagogi Laudato Si’ dalam kurikulum Pendidikan Agama Katolik (PAK) tingkat SMP sebagai strategi pembentukan karakter ekologis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta analisis isi terhadap tiga buku ajar resmi PAK kelas VII, VIII, dan IX yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai ekologis hadir secara bertahap dan kontekstual. Pada kelas VII dan VIII, nilai-nilai ekologi lebih banyak muncul secara implisit melalui refleksi iman atas ciptaan dan relasi sosial, sedangkan buku kelas IX memuat secara eksplisit ajakan untuk membangun persahabatan dengan alam. Integrasi nilai Laudato Si’ tercermin dalam pendekatan naratif, reflektif, dan praksis iman yang menekankan kesatuan antara spiritualitas dan tanggung jawab ekologis. Temuan ini memperkuat pentingnya pendidikan agama sebagai sarana pembentukan karakter ekologis dalam konteks krisis lingkungan global. Pendidikan iman yang diintegrasikan dengan kesadaran ekologis tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga membangun gaya hidup ekologis sebagai wujud konkret pertobatan ekologis dan iman yang bertanggung jawab terhadap ciptaan.

Adipa, Sandra Mariyus; Jimmy, Andreas

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini membahas penempatan Guru Pendidikan Agama Katolik di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya terkait distribusi yang belum merata antara wilayah perkotaan dan daerah. Fakta menunjukkan bahwa sejumlah kabupaten mengalami kekurangan guru, sementara di daerah lain justru terjadi kelebihan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi keengganan guru ditempatkan di daerah, serta alternatif solusi pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik. Metode yang digunakan adalah penelitian campuran (mixed methods) dengan penyebaran kuesioner kepada 348 responden guru Katolik dan wawancara mendalam dengan beberapa guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama keengganan guru ditempatkan di daerah adalah: kesejahteraan guru, keterikatan dengan keluarga dan lingkungan sosial (71,8%), keterbatasan aksesibilitas dan infrastruktur (10,6%), minimnya jaringan komunikasi (9,7%), serta tantangan sosial dan budaya (7,7%). Selain itu, kurangnya pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan, rendahnya layanan pendidikan, serta terbatasnya distribusi guru berkualitas turut memperparah situasi pendidikan. Sebagai solusi, pemenuhan kebutuhan guru dapat dilakukan melalui kerja sama dengan Lembaga Keagamaan Katolik (keuskupan, kevikepan, dekenat, paroki, wilayah, dan stasi) sebagaimana diatur dalam ketentuan teknis Kementerian Agama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan afirmatif untuk pemerataan distribusi guru Agama Katolik dengan memperhatikan kesejahteraan, aksesibilitas, serta dukungan kelembagaan agar pendidikan agama Katolik dapat terselenggara secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Aprilia, Stella

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai budaya Huma Betang masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sebagai fondasi spiritualitas ekologis bagi kaum muda Katolik. Melalui pendekatan diskursus teologis-kultural, studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai belom bahadat (hidup bersama secara harmonis), handep (gotong royong), dan filosofi huma betang dapat diintegrasikan dengan prinsip ekologi integral Laudato Si'. Temuan menunjukkan nilai budaya lokal menjadi jembatan efektif antara iman Katolik dan identitas kulturan, menghasilkan spiritualitas ekologis kontekstual yang relevan. Strategi integrasi mencakup: transformasi paradigma iman dari antroposentris ke ekosentris, rekonstruksi pembinaan pastoral berbasis kearifan lokal, dan penguatan komunitas kaum muda sebagai agen perubahan ekologis. Penelitian berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual Indonesia yang mengangkat kearifan Dayak sebagai medium pewartaan iman sekaligus advokasi pelestarian lingkungan, menawarkan model inkulturasi yang responsif terhadap krisis ekologis kontemporer.

Ulan Dari, Liska Kristiani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis di Kalimantan Barat, seperti banjir tahunan, deforestasi, dan pencemaran sungai, menuntut keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa Katolik. Gereja Katolik melalui ajaran ekologi integral menegaskan bahwa tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, kesadaran, gaya hidup, dan refleksi iman mahasiswa Katolik terhadap isu lingkungan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan dari 34 responden melalui angket daring dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kesadaran ekologis awal dan bersedia terlibat dalam aksi lingkungan, namun belum sepenuhnya konsisten dalam praktik gaya hidup ramah lingkungan. Hanya sebagian kecil yang menerapkan kebiasaan konkret seperti membawa tempat makan sendiri. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran dan tindakan, serta perlunya strategi pembinaan iman yang mengintegrasikan spiritualitas dan praktik ekologis. Penelitian ini menjadi dasar awal untuk pengembangan program ekopastoral yang kontekstual di lingkungan kampus dan komunitas kategorial.

Adinuhgra, Silvester; Sinaga, Louis Fingky Alexander; Ngarani, Nullya

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji pengalaman umat Stasi Ibu Teresa Sei Hanyu dalam membangun Gereja Sinodal, sebuah model gereja yang menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi seluruh umat beriman. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan selama tiga minggu, studi ini mengungkap bagaimana prinsip-prinsip sinodalitas diterapkan di tingkat akar rumput. Temuan utama menunjukkan bahwa Stasi Ibu Teresa telah mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk mewujudkan Gereja Sinodal, termasuk dialog antar umat, pemberdayaan kelompok kategorial, dan peningkatan partisipasi dalam liturgi serta pelayanan sosial. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan kesenjangan generasi, stasi ini berhasil menciptakan ruang dialog yang memungkinkan suara-suara beragam untuk didengar dan dihargai. Dampak penerapan prinsip Gereja Sinodal terlihat dalam peningkatan keterlibatan umat dalam pengambilan keputusan gereja dan penguatan relasi sosial antar umat. Kolaborasi antara Stasi Ibu Teresa dengan Paroki induk juga mengalami peningkatan, terutama dalam perencanaan pastoral dan pelaksanaan program pembinaan iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju model gereja yang lebih partisipatif dan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan aktif dari seluruh umat. Stasi Ibu Teresa mendemonstrasikan bahwa prinsip-prinsip sinodalitas dapat diterapkan secara konkret di tingkat lokal, memberikan kontribusi pada visi Gereja Katolik universal yang lebih inklusif dan responsif.

Jumrio, Edy

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Transformasi digital di pendidikan tinggi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dosen dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan ketahanan dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA dan pendekatan PICOS, melalui seleksi 14 artikel ilmiah terindeks internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi dosen dipengaruhi oleh efikasi diri terhadap teknologi, otonomi pedagogis, dan dukungan institusional, sedangkan ketahanan terbentuk melalui kemampuan adaptif dan persepsi positif terhadap teknologi pembelajaran. Hubungan antara motivasi dan ketahanan bersifat timbal balik serta memperkuat kesiapan profesional dosen di era digital. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas dosen melalui pelatihan berkelanjutan, kebijakan insentif, dan sistem mentoring agar mampu menjaga keberlanjutan pembelajaran digital yang inovatif dan tangguh. Kata kunci: motivasi dosen, ketahanan pendidik, pembelajaran digital, pendidikan tinggi, systematic literature review

Aris Kurniyawan, Nanang; Yoga Pratama, Alfonsius

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Karya tulis ini, "MERAWAT RUMAH BERSAMA: INTEGRASI SPIRITUALITAS KRISTIANI DAN TEOLOGI EKOLOGIS LAUDATO SI' SEBAGAI PARADIGMA BARU BAGI KAUM AWAM," menyajikan argumen yang relevan dan vital untuk mengkontekstualisasikan panggilan universal Ensiklik Laudato Si' dalam realitas ekologis dan budaya akut di Kalimantan. Menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dengan protokol PRISMA sebagai metode, penulisan karya tulis ini mengusulkan model tiga pilar yang jelas dan menjanjikan (liturgis, asketis, dan sosial) sebagai paradigma operasional baru bagi kaum awam. Karya tulis ini bertujuan untuk mengintegrasikan data granular tentang krisis sosio ekologis Kalimantan dan detail etnografis Dayak yang sangat kaya, memperkuat klaim empiris dengan bukti yang dapat diverifikasi, dan secara eksplisit mengartikulasikan kontribusi uniknya dalam lanskap teologi ekologis dan inkulturasi di Indonesia yang jauh lebih luas. Kerangka kerja ini berupaya memberdayakan aksi ekologis akar rumput dengan menjembatani teologi tingkat tinggi dengan praksis pastoral awam yang praktis, menggunakan kearifan lokal Dayak sebagai material arsitektural utama. Temuan dari karya tulis ini ialah menyintesiskan panggilan universal Laudato Si' dengan kearifan relasional masyarakat Dayak yang kaya, kerangka kerja ini menawarkan sebuah jalan bagi Gereja di Kalimantan untuk bergerak melampaui aktivitas-aktivitas yang terfragmentasi menuju sebuah misi ekologis yang terintegrasi, mendalam secara teologis, dan transformatif secara sosial, yang dipimpin oleh kaum awam.

Tio, Teodorus

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai Konsili Trente (1545–1563) sebagai respons resmi Gereja Katolik terhadap tantangan Reformasi Protestan, sekaligus sebagai tonggak pembaruan internal Gereja. Masalah yang diangkat dalam studi ini adalah ketegangan teologis dan historis antara tuntutan pembaruan dari dalam Gereja serta kritik keras yang dilancarkan oleh para reformator Protestan terkait Kitab Suci, sakramen, dan otoritas Gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis data sekunder dari dokumen konsili, literatur teologi, serta penelitian historis sebelumnya. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penegasan peran Konsili Trente bukan hanya sebagai instrumen “kontra” terhadap Reformasi, melainkan juga sebagai wadah refleksi teologis yang menghasilkan reformasi internal mendalam dalam bidang liturgi, sakramentologi, formasi imam, dan disiplin gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsili Trente berhasil mengokohkan identitas Katolik melalui penegasan ajaran iman sekaligus memperbarui praksis pastoral, yang pada akhirnya menjadi landasan teologi dan kehidupan Gereja Katolik hingga Konsili Vatikan II. Oleh karena itu, studi ini menekankan pentingnya melihat Konsili Trente secara seimbang: sebagai benteng iman sekaligus sumber pembaruan yang relevan bagi dinamika Gereja sepanjang sejarah.

Anggi; Winei, Agnes Angi Dian

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemahaman paham kebangsaan dan nilai Batang Garing pada pembelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik Pearson’s product moment correlation yang digunakan IBM Statistical Package Social Science (SPSS) Statistics Versi 25.0 for Windows dengan sampel Populasi. Penelitian dilakukan di SMAN 4 Palangka Raya, melibatkan 13 siswa kelas XII yang berAgama Katolik. Instrumen Penelitian menggunakan angket paham kebangsaan dan nilai Batang Garing dengan koefisien reliabilitas dihitung menggunakan Alpha Cronbach paham kebangsaan sebesar 0,78 dengan 36 item valid dan nilai Batang Garing dari sebesar 0,753 dengan 22 item valid. Hasil penelitiah ini menunjukan paham kebagsaan mendapatkan nilai z=-3.111 dengan p=0,002(p<0,05) dan pada nilai Batang Garing mendapatkan nilai z=-3.361 dengan p=0,002(p<0,05) tergolong memiliki peningkatan yang signifikan maka dapat disimpulkan pembelajaran memiliki pengaruh pemahaman siswa terhadap Paham Kebangsaan dan Nilai Batang Garing. Pada akhir ini menunjuk  adanya   perbedaan   pada   pengetahuan  siswa  mengalami  peningkatan  pemahaman  pengetahuan  lebih  tinggi  dibandingkan  sebelum mengikuti pembelajaran PAK. Hasil evaluasi pelatihan Paham Kebangsaan dan nilai Batang Garing menunjukkan ada  perbedaan  peningkatan  yang  signifikan  antara  sebelum  dan  sesudah  pembelajaran  dibuktikan  dengan  hasil  akhir  evaluasi  tes  pengetahuan  Paham  kebangsaan  dan  nilai  Batang  garing  nilai  z=-3.127   dengan  t=0,002(t< 0,05). 

Suhaimi Agus; Tut Rayani Aksohini Wijayanti

Medical Laboratory Journal 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Stunting, a major public health issue, is often caused by prolonged nutritional deficiencies during early life. Research shows that maternal nutritional status before conception plays a crucial role in child growth outcomes, but this phase is often overlooked in stunting prevention. The pre-pregnancy body mass index (BMI) is a key indicator of maternal nutrition and may influence a child's linear growth. This study aimed to explore the relationship between maternal pre-pregnancy BMI and stunting in children under five years old in the Soasio Primary Health Center, Tidore Islands City. A cross-sectional analytical observational study was conducted with 50 mother-child pairs selected via total sampling. Maternal pre-pregnancy BMI was obtained from health records, while child stunting was assessed using height-for-age or length-for-age Z-scores based on WHO growth standards. Data were analyzed using univariate analysis, Chi-square tests, and logistic regression. The results revealed a significant correlation between maternal pre-pregnancy BMI and child stunting. Children born to underweight mothers were more likely to experience stunting compared to those born to mothers with a normal BMI. No significant correlation was found between overweight or obesity and stunting. The study concludes that maternal undernutrition before pregnancy is strongly linked to stunting and highlights the need for better nutritional screening and interventions for women of reproductive age.

Huwiani Huwiani; Rani Safitri

Medical Laboratory Journal 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Several things contribute to the rise in Indonesia's Maternal Mortality Rate (AKI), one of which is how moms behave and think while they are pregnant. If pregnant women don't follow the recommended schedule for antenatal care (ANC) exams, a number of pregnancy issues may go unnoticed at an early stage, which may have an impact on the pregnancy process, childbirth, the postpartum period, and the health of the child being born. As a result, midwife visits play a key role in improving pregnant women's adherence to ANC tests via education, mentorship, and close supervision. The goal of this study is to assess the impact of midwife appointments on pregnant women's adherence to ANC exams at the Rumbalibunga Tidore Health Center UPT. With a cross-sectional research design, this study employs a quantitative methodology. This research focuses on 66 pregnant women who are enrolled in the Rumbalibungan Health Center UPT's working area in Tidore. Total sampling, which utilizes the entire population as a research sample, is the method employed. The chi-square test was used in bivariate analysis to investigate the impact of midwife visits on antenatal care (ANC) examination compliance, while univariate analysis was performed to describe the frequency and percentage distribution of each variable. The majority of participants, or 51.5%, had not followed the recommended antenatal care (ANC) exams, according to the data. After a midwife's visit to the home, which served as an intervention, there was an increase in the compliance of pregnant women in having ANC tests. The chi-square test yielded a p-value of 0.021 (p < 0.05) in the statistical analysis, indicating that the midwife's home visit has a substantial impact on adherence to the ANC examination. According to the study's findings, the UPT Puskesmas may enhance its coaching operations to the community by providing frequent home visits and health education, particularly to expectant mothers and women of reproductive age. The instruction covers pregnancy preparation, the value of antenatal care (ANC) exams, the optimum time to begin pregnancy exams, and the timeline for follow-up exams. Consequently, it is hoped that pregnant women will adhere to the service standards established for pregnancy tests, which call for at least four tests throughout the course of the pregnancy.

Aprymanti Pabimbin; Raden Maria Veronika Widiatrilupi

Medical Laboratory Journal 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Anemia in pregnancy remains a major public health concern, particularly in developing countries where prevalence reaches 38%. Iron deficiency is the leading cause, contributing to adverse maternal and fetal outcomes such as preterm delivery, low birth weight, and maternal mortality. Compliance with iron supplementation is critical, yet data from North Sulawesi indicate that only 60% of pregnant women adhere to recommended intake. This study aimed to analyze the relationship between compliance with Fe tablet consumption and anemia incidence among pregnant women at the Suluun Community Health Center, South Minahasa. Using a cross-sectional design, 100 respondents were selected via purposive sampling based on Slovin’s formula. Data collection involved questionnaires assessing compliance and demographics, alongside hemoglobin measurements to determine anemia status. Statistical analysis employed Chi-Square and logistic regression tests. Results showed that 56.7% of respondents were compliant, while 43.3% were non-compliant. A significant relationship was found between compliance and anemia incidence (p=0.004), with 76.9% of non-compliant women experiencing anemia compared to 23.5% of compliant women. These findings highlight the importance of education, family support, and healthcare access in improving adherence to iron supplementation. Strengthening health programs targeting these factors is essential to reduce anemia prevalence among pregnant women.

Desi Rahmasari; Devina Adira Azzahra; Hanayu Anindya Nareswari; Nasywarana Putri Panjaitan; Rizka Felithia +2 more

Medical Laboratory Journal 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Antibiotic resistance has emerged as one of the most critical challenges in modern healthcare. Pathogenic bacteria that were once susceptible to antibiotics have developed survival mechanisms, making infections increasingly difficult to treat. Understanding and combating this issue requires advanced tools, with microscopy playing a pivotal role. Microscopes enable researchers to observe bacterial morphological changes, biofilm formation, and antibiotic-bacteria interactions at molecular levels. Various microscopy techniques – including light microscopy, electron microscopy, and fluorescence microscopy – have significantly contributed to both research and clinical diagnostics. Through a literature review approach, this article examines how microscopy facilitates antibiotic resistance studies and supports the development of more effective treatment strategies.

Revanza Putra Pratama; Noor Latifah A

Medical Laboratory Journal 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Diarrhea remains a significant health problem among children, especially school-aged students. This study aims to identify factors associated with the occurrence of diarrhea in students. A literature review method was used by analyzing ten relevant scientific articles published within the last five years (2019–2024). Significant factors influencing diarrhea incidence include handwashing habits, environmental sanitation conditions such as availability of latrines and clean water, nutritional status, immunization, and health knowledge. The findings indicate that diarrhea prevention requires a multidimensional approach involving education on healthy behaviors, improvement of sanitation facilities, and family empowerment through nutrition and immunization. These results are expected to serve as a basis for schools, parents, and government in designing effective diarrhea prevention programs for students.

Wahyuni Wahyuni; Tut Rayani Aksohini Wijayanti

The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Background: Premarital sexual activity among adolescent girls constitutes a significant reproductive health issue, as it is linked to a higher likelihood of unintended pregnancy, sexually transmitted diseases, and negative psychosocial outcomes. Understanding the determinants of such behavior requires a contextual approach, particularly in Indonesia’s island regions, where social and cultural dynamics may differ. Objective: This research sought to identify determinants related to premarital sexual behavior among female students enrolled at State Senior High School 13 in Tidore Kepulauan City. Methods: A quantitative analytical approach employing a cross-sectional design was implemented. A total of 120 female adolescents were recruited using a simple random sampling technique. Data were obtained through structured self-administered questionnaires and statistically analyzed using the Chi-square test, with a significance threshold of 0.05. Results: The analysis demonstrated that reproductive health knowledge, attitudes toward premarital sexual activity, peer-related influence, and parental involvement showed significant associations with premarital sexual behavior (p < 0.05). Female adolescents who had inadequate knowledge, permissive attitudes, strong peer pressure, and limited parental support exhibited a greater tendency toward engaging in risky premarital sexual practices. Conclusion: Premarital sexual behavior among adolescent girls is influenced by a combination of personal and social determinants. Therefore, integrated promotive and preventive strategies involving both schools and families are essential to mitigate the risk of premarital sexual behavior among female adolescents.

Lois C Henderang; Rani Safitri

The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

The first trimester of pregnancy is a crucial phase characterized by various physiological and psychological changes that can cause complaints in pregnant women. Adequate knowledge about these changes is essential for mothers to recognize pregnancy problems and take appropriate action. This study aims to assess the effectiveness of antenatal counseling on pregnant women's knowledge in dealing with first trimester pregnancy problems at Manembo-nembo Hospital, Bitung City. The study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach on 28 respondents selected through total sampling. The intervention was structured antenatal counseling that covered physiological changes, common complaints, danger signs, and their management. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of α = 0.05. The results showed an increase in the average knowledge score from 42.18 to 61.75, with a p-value = 0.000. The high knowledge category increased from 14.3 % to 64.3%, while the low knowledge category decreased from 50% to 7.1%. These findings indicate that antenatal counseling is effective in increasing pregnant women's knowledge about first-trimester pregnancy issues, thereby supporting the readiness and health of both mother and fetus from the beginning of pregnancy.

Fahima Abubakar; Raden Maria Veronika Widiatrilupi

The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Preeclampsia is a life-threatening obstetric complication and a major contributor to maternal mortality worldwide, accounting for 10–15% of all maternal deaths. In Indonesia, postpartum hemorrhage remains the leading cause of maternal death, contributing to approximately 30% of cases. Hypertension during pregnancy accompanied by proteinuria not only endangers maternal health but also increases the risk of postpartum hemorrhage. Therefore, understanding the relationship between the severity of preeclampsia and the incidence of postpartum hemorrhage is crucial for developing effective prevention and management strategies, especially at the primary healthcare level. This study aims to analyze the relationship between the gradation of preeclampsia severity and the occurrence of postpartum hemorrhage among mothers giving birth at the Tepeleo Inpatient Health Center UPTD. The research used a quantitative cross-sectional design involving 30 respondents selected through purposive sampling. Data collected included demographic characteristics, severity of preeclampsia, clinical parameters such as blood pressure and proteinuria, mode of delivery, and types of postpartum hemorrhage. Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test with a 95% confidence level. The results showed that most respondents were aged 20–35 years (63.3%), had secondary education, and were multiparous (43.3%). Mild preeclampsia accounted for 73.3%, while severe cases were 26.7%. Uterine atony was the most common cause of hemorrhage (56.7%). Statistical analysis revealed a significant relationship between preeclampsia severity and postpartum hemorrhage (p = 0.007).

Sri Hariati; Anik Sri Purwanti

The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Anemia among pregnant women remains a significant public health concern in Indonesia, contributing to adverse maternal and fetal outcomes such as preterm birth, low birth weight, and impaired fetal development. The third trimester represents a critical stage, as iron requirements increase substantially due to rapid fetal growth and expanded maternal blood volume. Insufficient hemoglobin (HB) levels during this period are closely linked to negative health outcomes, highlighting the need for effective prevention strategies. Health education has been widely recognized as an important intervention to enhance knowledge, attitudes, and practices related to nutrition, iron supplementation, and anemia prevention. This study aimed to examine the effect of health education on anemia prevention by assessing hemoglobin levels in third-trimester pregnant women. A quantitative pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was applied to 30 participants selected through purposive sampling. Hemoglobin levels were measured before and after structured health education sessions covering anemia prevention, iron tablet adherence, dietary improvement, and healthy lifestyle practices. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test with a significance level of p < 0.05. The findings showed a significant increase in hemoglobin levels after the intervention (p = 0.000). These results indicate that structured health education effectively improves hemoglobin levels and supports anemia prevention in pregnant women.