Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 5041-5060 of 5,109

Analytics

Erria Dilasetiara

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2019 UNIVERSITAS STEKOM

Based on observations, the learning method used at SD N JatisariSemarang in the form of lectures, discussions, questions and answers with the book media. Learning methodswhich so far has not been implemented enough to have an impact on the level of student understanding ofmaterial taught. The method used was less successful so students felt boredand saturated. Efforts to overcome the problems of the learning process need a solutionwith new methods that can be developed. This research uses the concept of mediainteractive Talking Stick method by adding interaction and bringing interesting featuresas well as a system for better and more varied enjoyment through prominent figureshas a good character and at the same time has a history of using puppet media.From the results of the analysis, the concept of the media chosen as interactive media is character recognitionPandawa puppets in the form of a cartoon Manga (Japanese style cartoon) so it becomesmore attractive without reducing the value of local kerifan contained therein. The strength of the mediathis is modifying wayang recognition products through digital services on a system-based basiscomputers that respond to user actions, besides that the product has other advantages, namely the teachercan change or replace evaluation questions. The results are from student questionnaire data beforeusing learning media that is in the average category 41% - 60% includedin a fairly low category, while from the data the value of students after using the mediain the category 81% - 100% included in the very high category.

Yuliana D; Safriadi Darmasnyah A; Sitti Rabania; Desi Apriana Kadir

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Merokok meupakan aktivitas membakar rokok yang sebagian asapnya diisap masuk ke dalam tubuh dan sebagian tersebar di lingkungan sekitar Peran dari orang tua sangatlah penting dalam upaya menekan meningkatnya jumlah perokok di kalangan remaja, karena orang tua sebagai figur contoh. Ketika orang tua adalah perokok berat, maka anak-anaknya akan mungkin sekali untuk mencontohnya. Bahwa orang tua perokok akan berpengaruh dalam mendorong anak mereka untuk menjadi perokok pemula. Di perkirakan pengaruh orang tua akan meningkatkan kemungkinan merokok 3,3 kali pada anak lelaki dan 1,5 kali pada anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Swasta Lebani dari tanggal 12 Juni sampai dengan 10 Juli 2019. Dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel  64 remaja dengan kriteria inklusi: Siswa Madrasah Aliyah Swasta Lebani kelas X dan XI, berjenis kelamin laki-laki, usia 15-18 tahun, tidak mengalami gangguan mental dan bersedia menjadi responden. Pengumpukan data dengan menggunakan kuesioner. Dengan menggunakan Uji Statistik Chi-Square  dengan tingkat kemaknaan   ? = 0,05. Analisis data di lakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat pada program SPSS versi 17,0. Hasil penelitian menunjukan bahwa:  bahwa ada hubungan yang bermakna antara peran orang tue dengan kebiasaan merokok dengan nilai p=0,000 > dari nilai a= 0,05. Dianjurkan pada keluarga (ayah dan ibu) agar lebih memahami akan peran orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak teristimewa dalam hal mencegah anak sejak dini untuk tidak merokok, dianjurkan kepada petugas kesehatan dalam hal ini Puskesmas Dungkait.

Farida, Siti; Jamilah, Fitrotin

Dalam suatu organisasi peran kepemimpinan sangat dominan bagi maju mundurnya suatu kegiatan, karena seorang pemimpin merupakan motor penggerak atau motivator bagi orang-orang yang dipimpin. Ketercapaian tujuan pendidikan juga sangat bergantung padakompetensi manajerial dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kompetensi manajerial yang dimiliki kepala sekolah ini akan mampu mengembangkan profesionalisme tenaga kependidikan sehingga akan mudah diarahkan. Didalam tulisan ini akan dibahas tentang apa yang dimaksud dengan kepemimpinan pendidikan, dan apa saja kompetensi kepala sekolah dalam perspektif manajemen pendidikan.

Rahmanti, Ainnur; Margiyati Margiyati; Merid Lechan TC; M. Ilham Hidayatullah; Nadea Bunga Apriliae +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) memiliki tujuan untuk memandirikan seluruh komponen di sekolah untuk melakukan pencegahan dan penanganan dini pada maslah- masalah kesehatan yang mucul saat disekolah. Pada MI Nashrul Fajar Kelurahan Meteseh sudah terdapat lembaga UKS yang disediakan pihak sekolah, namun belum berjalan dan dikelola dengan baik. Hasil observasi didapatkan minimnya kegiatan di UKS maupun belum terdapatnya petugas kesehatan yang terlatih / dokter kecil di sekolah tersebut. Oleh karena itu untuk mengatasi maslah tersebut melalui musyawarah warga sekolah diputuskan untuk menggerakkan kembali kegiatan di UKS dan melatih dokter kecil. Dukungan dari semua pihak terkait dibutuhkan untuk keberlangsungan pengelolaan, pembinaan dan pengembangan UKS. Program dokter kecil merupakan upaya pendekatan edukatif dalam rangka mewujudkan perilaku sehat antara lain perilaku kebersihan perorangan, dimana anak didik dilibatkan dan diaktifkan sebagai pelaksananya. Tujuan dokter kecil meningkatkan partisipasi siswa dalam program UKS, agar siswa dapat menjadi penggerak perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, di rumah dan dilingkungannya dan siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat.

Mahmudah, Khoirul Siti; Sunismi, Sunismi; Fathani, Abdul Halim

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar matematika dengan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel untuk Siswa Kelas VIII. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan Sadiman yang meliputi 7 tahap yaitu menganalisis kebutuhan siswa dan guru, merumuskan tujuan instruksional, merumuskan butir-butir materi, perumusan alat ukur keberhasilan, penulisan naskah, tes/uji coba dan mengadakan revisi. Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar matematika yang telah di validasi. Validator ahli materi menyatakan cukup valid dengan presentase skor 72,71%, ahli desain menyatakan valid dengan presentase skor 82,49%, ahli praktisi menyatakan cukup valid dengan presentase 75%. Sedangkan hasil uji coba pengguna (user) menyatakan cukup valid dengan presentase skor 77,49%. Dengan demikina, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar matematika yang dikembangakan sudah cukup valid untuk digunakan dalam pembalajaran.

Astuti, Ria Widi; Prasasti, Pinkan Amita Tri

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental yang dilakukan di SDN Kismantoro Miri Kabupaten Wonogiri. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah kelas tiga. Kelas tiga SDN Miri berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan 20 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes dalam bentuk posttest yang disediakan dalam kelompok kontrol atau kelas eksperimen. Data diperoleh dari hasil belajar siswa nilai postes. Uji validitas suatu masalah dengan menggunakan tabel korelasi r, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Spearman-Brown. Berdasarkan penelitian dilakukan perbedaan penelitian dalam hasil yang diperoleh, seperti yang ditunjukkan oleh perbedaan nilai rata-rata. Berdasarkan hasil uji-t dengan ? = 5% diperoleh Tobs = 1.68205> 5.990 dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar menggunakan pendekatan Appoarch Scientific untuk memperoleh hasil belajar sains lebih baik daripada siswa yang diajar dengan metode konvensional. Jadi penggunaan model ini efek singnifikan pada hasil belajar IPA siswa kelas tiga SDN Kismantoro Miri Kabupaten Wonogiri.Kata kunci: Pendekatan Pembelajaran ilmiah, Keterampilan Proses Sains.

Purwanto, Agus

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Kualitas siswa dalam Program Pendidikan Biologi Universitas Veteran Bangun Nusantara tidak dalam kualitas tertinggi. Tetapi kompetensi kelulusan standar diperlukan di tingkat yang baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterampilan dalam kegiatan belajar. Peningkatan aktivitas pembelajaran telah dilakukan melalui pendekatan saintifik berbasis lesson study pada mata kuliah sistematika tumbuhan tinggi melalui 4 siklus. Setiap siklus memiliki tahapan perencanaan-lihat-lihat. Data diperoleh dari deskripsi tahapan plan-do-see dan analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi rencana itu layak dan teliti. Implementasi do bahwa perkuliahan dapat mengatur waktu dengan baik, memberikan motivasi dan ketepatan pada kesalahpahaman yang disampaikan oleh mahasiswa; selain itu, aktivitas belajar siswa dan kemandirian mereka selama kegiatan belajar semakin meningkat. Implementasi see dapat meningkatkan kolaborasi antar dosen dalam menyusun rencana selanjutnya. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan ilmiah berdasarkan studi pelajaran dapat meningkatkan keterampilan dosen dalam melakukan kegiatan belajar siswa, meningkatkan kegiatan belajar siswa dan meningkatkan kemandirian siswa.Kata kunci: keterampilan belajar, lesson study, pendekatan saintifik

Wulansari, Bety; Hanik, Nur Rokhimah; Nugroho, Anwari Adi

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar Biologi Pada Siswa Kelas X IPA 6 SMA Negeri 1 Tawangsari Tahun Pelajaran 2017/2018.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi/ pengamatan, tes/ teknik penilaian, dan dokumentasi. Setelah diadakan tindakan kelas, pada siklus I hasil belajar kognitif sebesar 57%, aspek afektif sebesar 41% dan aspek psikomotorik 33%. Dari siklus I ketuntasan belajar dari aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik belum memenuhi kriteria tuntas, perlu dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II hasil belajar kognitif sebesar 71%, aspek afektif 46% dan aspek psikomotorik 51%. Pada siklus II telah mengalami peningkatan, tetapi hasil belajar kognitif dan aspek afektif belum mencapai ketuntasan, maka dilanjutkan pada siklus III. Pada siklus III mengalami peningkatan dengan hasil belajar kognitif sebesar 77%, aspek afektif 60% dan aspek psikomotorik 66%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model PBL disertai mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar biologi.Kata Kunci: Hasil Belajar Biologi, Mind mapping, Problem Based learning (PBL).

Setyoko, Heru

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa melalui model Discovery Learning pada pelajaran memperbaiki sistem bahan bakar Diesel. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran Discovery, dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.  Peningkatan ditunjukkan pada keaktifan dan hasil belajar siswa dalam memperbaiki system bahan bakar diesel. Keaktifan belajar siswa dari prasiklus ke siklus I, meningkat dari 56,25% menjadi 69,44%, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 91.67%. Peningkatan lainnya terjadi pada hasil belajar aspek pengetahuan dari prasiklus meningkat dari nilai rata-rata sebesar 72,85 meningkat menjadi 77,54 pada siklus I dan menjadi 85.14 pada akhir siklus II.  Jumlah siswa yang tuntas pada prasiklus sebanyak 17 siswa meningkat pada siklus I menjadi 26 siswa, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 36 siswa, dengan hasil belajar aspek pengetahuan prasiklus ke siklus II meningkat sebanyak 19 siswa. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pembelajaran Discovery, dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada  mata pelajaran ”Memperbaiki sistem bahan bakar diesel” siswa SMK di Sragen.

Juwariyah, Siti

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar  matematika  melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak semester I tahun pelajaran 2016/ 2017. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak  tahun pelajaran 2016/ 2017  sebanyak 36 siswa, sebagai subjek penerima tindakan, sedangkan untuk  subjekpelaku tindakan adalah guru matematika kelas IX D selaku guru, teman sejawat selaku subjek yang melakukan observasi proses pembelajaran, Kepala Sekolah selaku subjek sumber data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian Tindakan ini dilakukan dalam dua siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan prestasi belajar  matematika siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak tahun pelajaran 2016/ 2017. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar  matematika siswa juga mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 68,9, pada siklus I sebesar 79,4 dan pada siklus II sebesar 83,7. Selain itu, presentase ketuntasan belajar siswa, yaitu sebelum tindakan sebesar 50%, pada siklus I sebesar 69,5% dan pada siklus II sebesar 91,7%.

Sutanto, Felix Andreas; Yulianton, Heribertus; Hadiono, Kristophorus

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Kelulusan merupakan hal yang pasti terjadi dalam akhir proses sebuah pendidikan. Mendapatkan predikat wisudawan terbaik merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa diakhir masa studinya. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Stikubank, setiap semester selalu dihadapkan pada proses tersebut. Penetapanwisudawan terbaik dari FTI Unisbank memiliki lebih dari satu kriteria yaitu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK),Nilai Prestasi yang diperoleh dari Kartu Rencana Prestasi (KRP), masa studi siswa yang bersangkutan, dansertifikasi kompetensi atau sertifikasi pelatihan bertaraf internasional. Metode yang digunakan untuk membantu menentukan wisudawan terbaik adalah metode TOPSIS. Pemilihan metode tersebut karena beberapa alasan salah satunya adalah kemudahan penerapan. Implementasi metode TOPSIS atas masalah tersebut diterapkan dengan membuat sebuah aplikasi berbasis web. Hasil yang diperoleh dengan menerapkan metode TOPSIS, adalah alternatif/wisudawan yang memiliki skor tertinggi dari hasil perhitungan akhir.

Siti Supeni, Tri Budiarsih &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan model Think-Pair-Share(TPS) dalam pembelajaran PPKn materi hubungan struktural dan fungsional pemerintah pusatdan daerah pada siswa kelas X IPS 1 di SMA Negeri 6 Surakarta tahun ajaran 2017 / 2018.Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui metode Think-Pair-Share(TPS) dalam pembelajaran PPKn materi hubungan struktural dan fungsional pemerintah pusatdan daerah pada siswa kelas X IPS 1 di SMA Negeri 6 Surakarta tahun ajaran 2017 / 2018.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Surakarta. Subjek dalam penelitian iniadalah siswa kelas X IPS 1 yang berjumlah 26 siswa. Penelitian ini adalah PenelitianTindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapyaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Teknik analisis data yangdigunakan adalah deskriptif kritis komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakanyaitu observasi, angket, tes, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan hasil tindakan siklus I diperoleh ketuntasan belajar sebesar 100% dengannilai rata-rata 84,538 dan hasil tindakan siklus II diperoleh ketuntasan belajar sebesar 100%dengan nilai rata-rata 93,5. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwapenerapan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuanberfikir kritis siswa mata pelajaran PPKn materi hubungan struktural dan fungsionalpemerintah pusat dan daerah pada siswa kelas X IPS 1.Kata kunci : Berpikir Kritis, Metode Think Pair Share (TPS).

AnitaTrisiana, Yohanes Sudarmodjo, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media sosial dan motivasi belajarterhadap prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa kelas VII SMP Negeri1 Gatak Sukoharjo 2017/2018.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gatak Sukoharjo. Subjek dalam penelitian iniadalah siswa kelas VII berjumlah 74, kelas kontrol berjumlah 31 siswa dan kelas eksperimenberjumlah 41 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif yaitu mendeskripsikandata yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksudmembuat kesimpulan yangberlaku untuk umum atau generalisasi. Metode penelitian eksperimen yaitu digunakan untukmencari pengaruhperlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.Berdasarkan hasil uji-t independent sample t test media sosial, motivasi belajar, dan prestasibelajar ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang artinyakeduanya memiliki media sosial yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian tersebut media sosial,motivasi belajar, dan prestasi belajar untuk kelas kontrol dan kelas eksperimenkeduanya yangberbeda. Kelas kontrol untuk hasil media sosial, motivasi belajar, dan prestasi belajar lebih tinggidibandingkan kelas eksperimen.Kata Kunci : Media Sosial, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar

Siti Supeni, Venny Andreany Sidauruk &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru PPKndalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pembelajaran PPKn terhadappembentukan karakter disiplin siswa. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri 6Surakarta.Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatankuantitatif dengan rancangan penelitian yang bersifat deskriptif assosiatif.Populasipenelitian siswa Kelas X SMA Negeri 6 Tahun Pelajaran 2017-2018 sebanyak 136siswa dan keseluruhannya digunakan sebagai sampel dengan teknik sensus. Teknikpengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan studi pustaka.Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan pembelajaranberpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswadengan nilai t hitung 3,148 dan p value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalammelakukan pengelolaan pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadappembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 2,561 dan p value 0,012 <0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan evaluasi pembelajaran berpengaruh positif dansignifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 3,120 danp value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan danevaluasi Pembelajaran PPKn berpengaruh terhadap pembentukan karakter disiplin siswasebesar 32,3% sedang sisanya sebesar 67,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar modelpenelitian.Kata kunci : Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Pembelajaran dan KarakterKedisiplinan

Anita Trisiana, Dalintang Ketut Dwi Saputri, Diana Wati &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Setiap siswa memiliki peran terhadap lingkungan disekitarnya dan juga dapatmenciptakan perubahan, terutama dalam kebersihan lingkungan.Keperdulian siswa terhadaplingkungan bisa dilakukan disekolah.Tujuan disini adalah meningkatkan karakter cintalingkungan sebagai mana keperdulian siswa terhadap pendidikan lingkungan hidup melaluimata pembelajaran. Sehingga disini siswa akan selalu diingatkan dan termotivasi untuk selaluperduli dan cinta terhadap lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan kebiasaan danpartisipasi. Penerapan pembelajaran inidapat dilakukan dengan carasepertiPengembanganproses pembelajaran dan pendidikan lingkungan hidup yang mencakup aspekkognitif, afektif, dan psikomotorik.Kata Kunci: Karakter, Lingkungan, Kepedulian

Ani Restuningsih, Mukhlis Mustofa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Proses Pembelajaran pada jenjang Sekolah Dasar (SD) teramat krusial dalam pengembangan kecerdasan siswa sekaligus merupakan tonggak awal pembentukan karakter siswa. Pengembangan sikap, kemampuan, dan keterampilan dasar yang diperlukan siswa untuk hidup di masyarakat tersaji selama berlangsungnya proses pembelajaran. Tuntutan pemahaman materi pembelajaran lebih komprehensif dan bermakna bagi kehidupan siswa dimasa mendatang merupakan keniscayaan. Keberadaan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai (IPS) sebagai salah satu mata pelajaran yang disajikan pada jenjang SD memiliki peran mulia penyiapan generasi mendatang menghadapi beragam ujian. Tujuan yang hendak dicapai dari pengabdian ini adalah: (1). Memberikan informasi kepada peserta agar mendapat tambahan wawasan ilmu pengetahuan tentang pembelajaran berbasis spasial (2) Memberikan teknik pelatihan kepada peserta agar dapat membuat draft pembelajaran berbasis spasial (3)Memberikan rancangan lembar kerja siswa berbasis spasial Pembelajaran Berbasis Spasial terdiri atas tujuh langkah. Ketujuh langkah tersebut adalah peyampaian tujuan pembelajaran, observasi, komunikasi dan konfir-masi, elaborasi dan integrasi, diskusi, kesimpulan, dan refleksi dan tindak lanjut. kesimpulan sebagai berikut: (1) Sosialisasi Program Pembelajaran Spasial dapat menigkatkan sikap peduli lingkungan dan sikap ilmiah siswa sekolah dasar.(2) Sosialisasi Pembelajaran berbasis spasial meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran berorientasi melek spasial. (3) Guru-guru dan pihak sekolah sudah melaksanakan pembelajaran berbasis spasial dengan melakukan integrasi dengan mata pelajaran yang lain denggan menggunakan media pembelajaran berbasis spasial. (4) Luaran yang dihasilkan yaitu RPP berorientasi pembelajaran berbasis spasial, dan implementasi program sekolah berbudaya spasial.Kata kunci: Pembelajaran IPS, Pembelajaran Spasial

Jumanto, Anggit Grahito Wicaksono &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana guru untuk mendapatkan informasi dantambahan pengetahuan tentang penyusunan soal tes. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) guru memiliki kompetensi yang mumpuni dalam penyusunan soal tes kurikulum KTSP; (2) meningkatnya kualitas soal tes yang dibuat guru; dan (3) meningkatnya hasil belajar siswa karena soal tes yang mudah dipahami dan dikerjakan oleh siswa. Tempat pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD Djama’atul Ichwan Program Utama Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Target luaran yang dihasilkan adalah 11 guru dari 15 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Luaran yang dihasilkan berupa Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas, serta publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, guru menjadi lebih memahami dan mengerti tentang kriteria-kriteria penyusunan soal tes kurikulum KTSP yang berkualitas dan baik. Guru menjadi lebih terampil dalam membuat kisi-kisi soal tes dan soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan kaidah penyusunan soal tes ujian tengah semester maupun ujian akhir semester.Kata Kunci: Penyusunan Soal Tes, Evaluasi Pembelajaran, Kurikulum KTSP

Priyono, Siswadi &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

PKM yang berjudul: Megolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pakan dan Pupuk Organik Cair melibatkan kelompok mitra yang bisa bersinergis. merupakan kelompok ibu-ibu ”Ngrekso Tuwuh” yang berkecimpung dalam mengelola sampah rumah tangga, Tujuan dari kegiatan ini yaitu memanfaatkan sampah rumah tangga yang biasanya dibuat pupuk kompos kemudian dikembangkan untuk dibuat pakan ternak/ikan maupun pupuk cair. Dengan demikian lingkungan menjadi bersih dan sehat, serta mampu menambah penghasilan mitra. Target luaran yang dihasilkan yaitu suatu produk pakan ternak/ikan dan pupuk cair kemasan serta artikel ilmiah yang dipublikasikan. Untuk mewujudkan target luaran tersebut metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan sekaligus praktek langsung. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa 1.Kelompok wanita tani ngrekso tuwuh sangat antosias menerima program PKM ini. 2. Pelatihan yang dilakukan telah menghasilkan pakan dan pupuk organik cair serta padat. 3.Telah dibentuk ketua kelompok untuk menangani program ini yaitu ibu suswati.Agar program kemitraan ini dapat keberkelanjutan maka dilakukan monitoring dan evaluasi.Kata kunci: Pakan, Pupuk Cair, Sampah

M Hery Yuli Setiawan, Feri Faila Sufa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan orang tua dalam memberikan stimulasi anak untuk mengembangkan potensi anak sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila SufadanM Hery Y.S (2017) menunjukan peran parenting ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Lembaga PAUD. Adanya kegiatan parenting yang terencana dengan baik sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh Lembaga PAUD.Pada Pengabdian ini akan melakukan optimalisasi parenting dalam menggali potensi anak. Guru dan orangtua perlu memiliki kemampuan menggali potensi anak sejak dini. Pada lembaga lembaga PAUD seperti TK, KB, SPS, aspek pengembangan moral agama, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif, pengembangan sosial emosi , pengembangan fisik motorik, dan pengembangan seni menjadi struktur kurikulum yang selalu distimulasi oleh pendidik dalam prose pembelajaran PAUD. Diharapkan apa yang telah dilakukan pendidik dapat dilanjutkan oleh orang tua, sehingga perkembangan anak lebih optimal, karena waktu anak bersama orang tua dan keluarga lebih panjang daripada di sekolah. Karena setiap anak mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda, diharapkan setelah orang tua dan guru dapat mengenali dan mengidentifikasi berbagai minat dan potensi kecerdasan anak, dan memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan anak lebih optimal. . Untuk mencapai tujuan pengabdian maka dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, masih banyak dari orang tua siswa yang belum faham tentang hakikat pendidikan anak usia dini, penting PAUD bagi anak-anak. Para orang tua membawa anak ke lembaga PAUD agar tidak saja bermain di rumah, dan sebagian besar tidak faham akan tujuan PAUD secar umum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa orang tua yang dan guru yang bersama-sama.menjalin komunikasi yang baik dapat mengenali potensi anak nya sehingga stimulasi dapat dilakukan sejak dini dan anak lebih berkembang . Berdasarkan kegiatan pengabdian diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu mengenali potensi yang ada pada diri anak, kemudian peran orang tua dan pendidik dalam memberikan stimulasi yang tepat pada anak sangat pentin untuk mengembangkan potensi anak sejak dini.Kata Kunci: Peran orang tua, Potensi anak,

Ayu Istiana Sari, Riyani &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Yayasan Alif Smart Surakarta pada 30 Agustus-1 September 2018 yang dihadiri oleh semua Guru KB, TK Yayasan Alif Smart Surakarta yang beralamat di Kadipiro, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah.. Belajar Bahasa inggris bagi anak-anak usia dini sangatlah penting karena masa ini adalah masa keemasan dalam melakukan proses pembelajaran yang efektif. Dalam menjawab tantangan dunia, anak-anak Indonesia sudah seharusnya mempersiapkan diri. Dengan demikian, pendidikan bahasa Inggris yang dimulai sejak dini bukanlah hal yang dapat disepelekan. Pengajaran pendidikan usia dini memiliki banyak manfaat, di antaranya anak-anak dapat belajar dengan lebih efisien dan mendapatkan ilmu pengetahuan lebih melalui aktivitas-aktivitas yang menyenangkan dan menarik. Baik melalui seni peran, musik maupun aktivitas lainnya yang interaktif. Kemudian muatan yang di berikan sejak dini lebih mudah tertanam dibandingkan dengan saat mereka dewasa. Untuk dapat membelajarkan bahasa inggris secara efektif kepada siswa usia dini, guru harus dapat menguasai berbagai metode yang menarik sehingga anak tidak cepat bosan dan materi pelajaran dapat diterima secara maksimal. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk mengenalkan berbagai metode menarik dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini.Kata Kunci: TEYL, Speaking and Listening,